0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan22 halaman

Analisis Skor Prestasi Karyawan

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai karakteristik responden survey yang dilakukan di perusahaan PT. Mega Perkasa Pandaan di Makassar. Mayoritas responden adalah perempuan berusia 21-30 tahun dengan pendidikan terakhir SMA dan masa kerja 1-10 tahun. Dokumen ini juga menganalisis budaya organisasi perusahaan tersebut berdasarkan tanggapan responden.

Diunggah oleh

Alwi Hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan22 halaman

Analisis Skor Prestasi Karyawan

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai karakteristik responden survey yang dilakukan di perusahaan PT. Mega Perkasa Pandaan di Makassar. Mayoritas responden adalah perempuan berusia 21-30 tahun dengan pendidikan terakhir SMA dan masa kerja 1-10 tahun. Dokumen ini juga menganalisis budaya organisasi perusahaan tersebut berdasarkan tanggapan responden.

Diunggah oleh

Alwi Hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BABV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden

Perilaku yang dimiliki setiap individu terhadap segala sesuatu

yang dilihat, dirasa dan dipahami untuk selanjutnya terbentuk dalam

perbuatan dan sikap. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-

beda dalam menilai dan memahami setiap keadaan apa lagi jika itu

dituangkan dengan latar belakang yang pernah dijalaninya. Aplikasinya

tergambarkan pada setiap keputusan yang dibuat, termasuk keputusan itu

bisa memberi pengaruh pada perusahaan tempat ía bekerja.

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin menggambarkan laki-laki dan [Link]

perusahaan ini nampak dominan wanita, mengingat banyaknya tenaga

kerja wanita di daerah tersebut menganggur, selain itu perusaan

beranggapan wanita lebih rapi kerjanya, rajin dan gampang diatur.

Responden PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar adalah pria

dan wanita dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 5: Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Responden Persentase (%)

1 Laki-laki 9 21,43
2 Perempuan 33 78,57
Jumlah 42 100
Sumber : Data diolah, 2016

50
51

Berdasarkan tabel 5 di atas, nampak bahwa mayoritas responden

yang [Link] penelitian ini adalah jenis kelamin laki-laki

sebanyak 9 orang atau 21,43% dari total 42 orang karyawan, sedangkan

sebanyak 33 orang atau 78,57% jenis kelamin perempuan. Hal ini

mengindikasikan bahwa di perusahaan ini lebih memprioritaskan

karyawan perempuan mengingat karena banyaknya tenaga kerja wanita

yang tersedia di daerah tersebut.

2. Karaktenstik Responden Berdasarkan Usia

Usia sangat menentukan kinerja karyawan pada sebuah

perusahaan, dengan tingkat usia yang masih produktif akan berpengaruh

terhadap kemampuan, dan prestasi keija karyawan yang memberikan

dampak yang baik terhadap perusahaan. Karakteristik responden

berdasarkan usia pada PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar dapat

dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6: Responden Berdasarkan Usia

No Usia (tahun) Responden Presentase (%)

1 15-20 8 19,05

2 21-30 16 38,09

3 31-40 11 26,20

4 41-50 7 16,66

Jumlah 42 100

Sumber : Data oleh, 2016


52

Responden yang menjadi sampel pada penelitian ini terbagi

menjadi empat kelompok usia. Tabel 6 menunjukkan bahwa responden

yang berada pada kelompok usia 15-20 tahun sebesar 19,05% atau 8

orang dan responden Iainnya berada pada kelompok usia 21-30 tahun,

yakni 38,09% atau sama dengan 16 orang. Untuk kisaran usia 31-40

tahun sebanyak 26,20% atau 11 orang, yang. Untuk kisaran usia 41-50

tahun sebanyak 16,66% atau 7 orang. Dan data tersebut dapat dilihat

bahwa usia produktif sangat dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Usia

juga sangat mempengaruhi terhadap kinerja karyawan, pengambilan

keputusan serta pengalaman.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan merupakan salah satu syarat bila ingin bekerja pada

suatu [Link] itu, pendidikan pula berpengaruh terhadap

pengambilan keputusan, tingkat kedewasaan serta pola pikir seseorang.

Berikut adalah responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir pada

PT. Mega Perkasa Pandaan di Makassar dapat dilihat pada tabel di

bawah ini :

Tabel 7: Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir


No Pendidikan Terakhir Responden Persentase %

1 SD 3 7,14

2 SMP 18 42,86

3 SMA 21 50

Jumlah 42 100
Sumber : Data olah, 2016
53

Dari tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa pendidikan terakhir

responden adalah SD dengan persentase sebesar 7,14 % atau sebanyak

3 orang. SMP sebanyak 18 orang atau 42,86% dan SMA sebanyak 21

orang atau sebesar 50%.

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Masa kerja yang pendek dan lama mampu memberi pengaruh

pada pengalaman dan seseorang [Link] lama masa kerja

maka tentunya pengalaman yang dimiliki juga semakin matang, sehingga

syarat pengalamàn sebagai salah satu syarat penting. Berdasarkan masa

kerja karyawan pada terbagi dalam tiga kelompok masa kerja yang dapat

dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 8:Responden Berdasarkan Masa Kerja


N
Masa Kerja (tahun) Responden Persentase %
o

1 1-10 31 73,81

2 11-20 10 23,81

3 21-30 1 2,38

Jumlah 42 100
Sumber : Data olah, 2016

Berdasarkan pada tabel 8 diatas menunjukkan bahwa responden

berada pada kelompok masa kerja 1-10 tahun merupakan paling

besardengan31 orang atau sebesar 73,81%. Masa kerja 11-20 tahun

memiliki persentase 23,81% atau 10 orang. Pada kelompok 21-

30sebanyak 1orang atau 2,38%.


54

B. Analisis Budaya Organisasi

Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan

dan nilainilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan

perilaku [Link] organisasi dapat menjadi instrumen

keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi

mendukung strategi organisasi. Untuk mengetahui persepsi responden

terhadap budaya organisasi pada PT. Mega Perkasa Pandaan di

Makassar maka dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 9: Tanggapan Responden Terhadap Budaya Organisasi


Skor Tanggapan Responden Skor
N Skor (%) Kriteri
Pertanyaan SB B CB KB TB Aktua
o Ideal Skor a
l
5 4 3 2 1
Apakah Inisiatif F 2 25 13 2 -
individual, tingkat
tanggung jawab,
kebebasan dan
1 independensi 153 210 72,8 Baik
S 10 100 39 4 -
sudah dimiliki oleh
teman-teman
anda
Dalam beraktivitas F 8 21 13 - -
ada toleransi
terhadap tindakan
beresiko, dan
2 pegawai 163 210 77,6 Baik
dianjurkan untuk S 40 84 39 - -
bertindak agresif,
inovatif dan
mengambil resiko,

Organisasi di F 4 16 21 1 -
perusahaan anda
menciptakan
dengan jelas
3 149 210 70,9 Baik
sasaran dan
S 20 64 63 2 -
harapan
mengenai
prestasi,
55

Lanjutan Tabel 9.
Mengenai unit-unit
F 2 28 10 2 -
dalam organisasi
perusahaan apakah
4 didorong untuk 156 210 74,3 Baik
bekerja dengan S 10 112 30 4 -
cara yang
terkoordinasi,
apakah dukungan F 10 14 13 5 -
dari para manajer
memberi
5 komunikasi yang 155 210 73,8 Baik
jelas, bantuan, serta S 50 56 39 10 -
dukungan terhadap
bawahan mereka
Apakah Premi F 1 18 21 2 -
lembur yang
diberikan
6 144 210 68,6 Baik
perusahaan sesuai
S 5 72 63 4 -
dengan ketentuan
yang berlaku
Kontrol atau jumlah
F 4 15 9 4 -
peraturan dan
pengawasan
langsung yang
digunakan untuk
7 145 210 69,1 Baik
mengawasi dan
mengendalikan S 20 60 57 8 -
perilaku pegawai
mempengaruhi
aktivitas anda
Apakah Sistem F 3 18 5 5 1
imbalan (kenaikan
gaji, promosi)
didasarkan atas
8 kriteria prestasi 143 210 68,1 Baik
pegawai bukan S 15 72 45 10 1
berdasar dari
senioritas, sikap
pilih kasih,
Apakah selama ini
toleransi terhadap F 3 17 20 2 -
konflik, atau para
pegawai didorong
9 147 210 70 Baik
untuk
mengemukakan S 15 68 60 4 -
konflik dan kritik
terbuka,
56

Lanjutan Tabel 9.
Komunikasi F 3 21 15 3 -
organisasi yang
dibatasi oleh
hierarki
10 kewenangan yang 150 210 71,4 Baik
formal telah S 15 84 45 6 -
mempengaruhi
kepribadian anda
secara positif,

Jumlah 1505 2,100 716,6 Baik

Sumber : Data diolah, 2016

Dari tabel 9 di atas dapat kita lihat hasil pernyataan sebagai berikut:

1. Yang mengatakan Inisiatif individual, tingkat tanggung jawab,

kebebasan dan independensi sudah dimiliki oleh teman-teman nilai

skornya sebesar 153 dengan skor ideal 210 atau persentasenya

sebesar0,728% yang menyatakan baik.

2. Yang mengatakan bahwa dalam beraktivitas ada toleransi terhadap

tindakan beresiko, dan pegawai dianjurkan untuk bertindak agresif,

inovatif dan mengambil resiko, nilai skornya sebesar 163 dengan

skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0,776% yang menyatakan

baik.

3. Yang mengatakan bahwa organisasi di perusahaan menciptakan

dengan jelas sasaran dan harapan mengenai prestasinilai skornya

sebesar 149 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar

0,709% yang menyatakan baik.

4. Yang mengatakan bahwa unit-unit dalam organisasi perusahaan

didorong untuk bekerja dengan cara yang terkoordinasi nilai skornya


57

sebesar 156 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar

0,743% yang menyatakan baik.

5. Yang mengatakan bahwa dukungan dari para manajer memberi

komunikasi yang jelas, bantuan, serta dukungan terhadap bawahan

merekanilai skornya sebesar 155 dengan skor ideal 210atau

persentasenya sebesar 0,738% yang menyatakan baik.

6. Yang mengatakan bahwa kontrol atau jumlah peraturan dan

pengawasan langsung yang digunakan untuk mengawasi dan

mengendalikan perilaku pegawai mempengaruhi aktivitasnya Nilai

skornya sebesar 144 dengan skor ideal 210 atau persentasenya

sebesar 0,686% yang menyatakan baik.

7. Yang mengatakan Kontrol atau jumlah peraturan dan pengawasan

langsung yang digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan

perilaku pegawai mempengaruhi aktivitasnya, nilai skornya sebesar

145 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar 0,691% yang

menyatakan baik.

8. Yang mengatakan bahwa Sistem imbalan (kenaikan gaji, promosi)

didasarkan atas kriteria prestasi pegawai bukan berdasar dari

senioritas, sikap pilih kasih nilai skornya sebesar 143 dengan skor

ideal 210 atau persentasenya sebesar 0.681% yang menyatakan

baik.

9. Yang mengatakan bahwa selama ini toleransi terhadap konflik, atau

para pegawai didorong untuk mengemukakan konflik dan kritik


58

terbuka nilai skornya sebesar 147, skor ideal 210atau persentasenya

sebesar 0,70% yang menyatakani baik.

10. Yang mengatakan bahwa komunikasi organisasi yang dibatasi oleh

hierarki kewenangan yang formal telah mempengaruhi kepribadia

secara positif,nilai skornya sebesar 150 dengan skor ideal 210atau

persentasenya sebesar 0,71,4% yang menyatakan baik.

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui :

a. Skor ideal = 5 x 10 x 42 orang = 2100

b. Skor aktual = (40x5)+ (193x4) + (160x3) +

(26x2) + (1x1)

= 200 + 772 + 480 + 52 + 1

= 1505

1505
c. Presentase (%) skor aktual = x 100 %=72 %
2100

Berdasarkan perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal

(persentase skor aktual) yang diperoleh 72%, ini menunjukkan bahwa

pengaruh budaya organisasi termasuk dalam kategori baik, yang artinya

bahwa budaya organisasi yang diberlakukan pada PT. Mega Perkasa

Pandaan sudah baik.

C. Analisis Kinerja Karyawan

Untuk meningkatkan produktivitas karyawan dalam mencapai

kinerja yang tinggi, PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar


59

berusahamenciptakan budaya yang positif, berupa kebijakan-kebijakan

dan aturan-aturan yang tidak sepihak

Dalam rangka penulisan ini, penulis menyebarkan kuesioner

sebanyak 42 responden pada karyawan PT. Mega Perkasa Pandaan

dengan berbagai bagian. Untuk mengetahui Iebih lanjut dapat dilihat pada

tabet berikut ini :

Tabel 10: Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Karyawan


Skor Tanggapan Responden
Skor
N S C KB T Skor (%)
Pertanyaan B Aktu Kriteria
o B B B Ideal Skor
al
5 4 3 2 1
Apakah budaya F 6 25 10 1
telah menentukan
Jumlah kerja anda
1. 162 210 77,2 Baik
dalam kurung
S 30 100 30 2
waktu yang
ditetapkan?
Apakah budaya
F 5 21 16 -
mengajarkan
anda bekerja
dengan kualitas
2. 157 210 74,7 Baik
kerjaberdasarkan
syarat-syarat S 25 84 48 -
kesesuaian dan
kesiapannya.?
Apakahbudaya
telah menentukan F 11 16 15 -
pekerjaan anda
3. sesuai dengan 164 210 78,1 Baik
pengetahuan dan S 55 64 45 -
keterampilanyang
dimiliki?
Budaya
mengajarkan F 3 21 13 5
anda untuk sering
memberikan
4. 148 210 70,5 Baik
gagasan-gagasan
dari persoalan- S 15 84 39 10
persoalan yang
ada
60

Lanjutan Tabel 10.


Dengan adanya
budaya organisasi F 10 21 7 4
apakah bekerja
sama dengan
orang lain
5. 163 210 77,6 Baik
(sesama anggota
organisasi) S 50 84 21 8
mempengaruhi
kerja anda secara
positif,?
Apakah budaya
telah membuat F 11 19 12 -
anda dapat
dipercaya dan
diandalkan dalam
6. 167 210 79,5 Baik
hal kepercayaan,
kehadiran dan S 55 76 36 -
penyelesaian
kerja tepat pada
waktunya?

Apakah budaya
F 7 23 11 1
memberikan
andah semangant
untuk
7. Baik
melaksanakan 162 210 77,2
tugas-tugas baru
S 35 92 33 2
dan dalam
memperbesar
tanggung jawab,?

Apakahbudaya
organisasi telah F 8 20 10 4
memberikan
tambahan
8 158 210 75,3 Baik
kuantitas
pekerjaan di luar S 40 80 30 8
jam kerja anda
telah sesuai ?

Apakah budaya
keramah- F 12 20 9 1
tamahan, teman-
Sangat
9 teman anda 169 210 80,5
Baik
membuat anda
S 60 80 27 2
bersemangat
dalam bekerja
61

Lanjutan Tabel 10.


Apakah budaya
organisasi telah F 8 22 11 1
membuatanda
yakin dengan
10 163 210 77,6 Baik
kemampuan
sendiri mengenai S 40 88 33 2
tugas pokok yang
diberikan.
Jumlah 1613 2100 768,8 Baik
Sumber : Data diolah, 2016

Dari tabel 10 di atas dapat kita lihat hasil pernyataan sebagai berikut:

1. Yang mengatakan bahwa budaya telah menentukan Jumlah kerja

dalam kurung waktu yang ditetapkan nilai skornya sebesar 162

dengan skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0,772 % yang

menyatakan baik.

2. Yang mengatakan bahwa budaya mengajarkan bekerja dengan

kualitas yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan

kesiapannya, nilai skornya sebesar 157 dengan skor ideal 210

Persentasenya sebesar 0,747 % yang menyatakan baik.

3. Yang mengatakan bahwa budaya telah menentukan pekerjaan sesuai

denganpengetahuan dan keterampilannya yang dimiliki, nilai skornya

sebesar 164 dengan skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0,781

% yang menyatakan baik.

4. Yang mengatakan bahwa budaya organisasi telah mengajarkan anda

untuk sering memberikan gagasan-gagasandari persoalan-persoalan

yang adanilai skornya sebesar 148 dengan skor ideal 210 atau

persentasenya sebesar 0,705 % yang menyatakan baik.


62

5. Yang mengatakan bahwa budaya organisasi membuat andabekerja

sama dengan orang lain (sesama anggota organisasi) mempengaruhi

kerjanya secara positifnilai skornya sebesar 163 dengan skor ideal

210atau persentasenya sebesar 0,776 % yang menyatakan baik.

6. Yang mengatakan bahwadengan budaya organisasi membuatdirinya

dapat dipercaya dan diandalkan dalam hal kepercayaan, kehadiran

dan penyelesaian kerja tepat pada waktunya nilai skornya sebesär

167 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar 0,795 % yang

menyatakan baik.

7. Yang mengatakanbahwa dengan budaya organisasi anda

bersemangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam

memperbesar tanggung jawab nilai skornya sebesar 162 dengan skor

ideal 210 atau persentasenya sebersar 0,772 % yang menyatakan

baik.

8. Yang mengatakan bahwa budaya organisasi telah pemberian

tambahan kuantitas pekerjaan di luar jam kerja telah sesuai nilai

skornya 158, skor ideal 210 dan persentasenya sebesar 0,753 % yang

menyatakan baik.

9. Yang mengatakan bahwa budaya keramah-tamahan teman-teman

membuatnya bersemangat dalam bekerja nilai skornya sebesar 169

dengan skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0.805 % yang

menyatakan cukup baik.

10. Yang mengatakan budayaorganisasi membuat anda yakin dengan


63

kemampuan sendiri mengenai tugas pokok yang [Link]

skornya sebesar 163 dengan skor ideal 210 atau persentasenya

sebesar 0.776 % yang menyatakan baik.

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui:

a. Skor ideal = 5 x 10 x 42 orang = 2,100

b. Skor aktual = (81x5)+(208x4)+(114x3)+(17x2)

= 402+ 832+ 342+ 34

= 1613

1613
c. Presentase (%) skor aktual = x 100 %=76,8 %
2100

Berdesarkan perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal

maka dapat diketahui bahwa kinerja karyawan termasuk dalam kategori

baik, yang artinya bahwa kinerja yang dihasilkan dari budaya organisasi

yang positif telah dapat meningkatkan kinerja karyawan. Persentase skor

aktual yang diperoleh sebesar 76,8 persen dan merupakan hasil yang

baik.

D. HubunganAntara Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui adanya hubungan dan pengaruh budaya

organisasi terhadap kinerja karyawan PT. Mega Perkasa Pandaan di

Makassar, maka dilakukan dengan langkah-iangkah sebagai berikut:

1. Analisis regresi linear sedehana

Metode regresi sederhana yang digunakan dapat mengetahui

seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan,


64

maka digunakan analisis regresi, dimana analisis regresi merupakan

suatu teknik yahg digunakan untuk membangun suatu persamaan yang

menghubungkan antara variabel tidak bebas (kinerja) dan variabel bebas

(budaya organisasi) dan sekaligus untuk menentukan nilai ramalan atau

dugaannya.

Analisis regresi mempelajari hubungan yang diperoleh dinyatakan

dalam persamaan matematika yang menyatakan hubungan fungsional

antara [Link] fungsional antara satu variabel

prediktor dengansatu variabel kriterium disebut analisis regresi sederhana

(tunggal).Bentuk persamaannya adalah :

Y = a + bx

Untuk mendapatkan persamaan regresi linear sederhana maka

dalam perhitungan harus ditentukan terlebih dahulu komponen-komponen

dan konstanta a dan b ‘dengan popolasi dan sampel sebanyak 42 orang

dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 11. Perhitungan Regresi Linear Sederhana


Responden X Y X2 Y2 XY
1 35 42 1225 1764 1470
2 35 39 1225 1521 1365
3 32 30 1024 900 960
4 35 47 1225 2209 1645
5 32 38 1024 1444 1216
6 37 37 1369 1369 1369
7 35 35 1225 1225 1225
8 35 38 1225 1444 1330
9 37 38 1369 1444 1406
10 35 32 1225 1024 1120
11 35 36 1225 1296 1260
12 32 33 1024 1089 1056
65

Lanjutan Tabel 11.


13 34 32 1156 1024 1088
14 31 31 961 961 961
15 34 41 1156 1681 1394
16 34 41 1156 1681 1394
17 37 35 1369 1225 1295
18 37 43 1369 1849 1591
19 38 41 1444 1681 1558
20 39 40 1521 1600 1560
21 36 42 1296 1764 1512
22 37 42 1369 1764 1554
23 40 41 1600 1681 1640
24 40 39 1600 1521 1560
25 42 41 1764 1681 1722
26 42 42 1764 1764 1764
27 35 39 1225 1521 1365
28 34 40 1156 1600 1360
29 37 39 1369 1521 1443
30 32 39 1024 1521 1248
31 34 39 1156 1521 1326
32 36 36 1296 1296 1296
33 34 31 1156 961 1054
34 35 32 1225 1024 1120
35 38 39 1444 1521 1482
36 36 47 1296 2209 1692
37 37 43 1369 1849 1591
38 42 47 1764 2209 1974
39 36 35 1296 1225 1260
40 35 39 1225 1521 1365
41 36 35 1296 1225 1260
42 32 37 1024 1369 1184
Jumlah 1505 1613 54231 62699 58035
Sumber : Data diolah, 2016

Jadi untuk menguji pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja

karyawan maka nilai a dan bharus ditentukan dengan menggunakan

rumus sebagai berikut:

b=n ∑ xy−¿ ¿ ¿
66

42 ( 65879 )−(1502)(1613)
b= 2
42 (54231 ) −(1505)

2437470−2427565
b=
2277702−2265025

9905
b=
12677

b=0,781336278

b=0,78

a=
∑ y −b ∑ x
n n

1613 0,78 (1505)


a= −
42 42

1613 1173,9
a= −
42 42

a=38,4048−27,95

a=10,4548

a=10,45

Sehingga diperoleh persamaan regresi linear sederhana sebagai

berikut:

Y =10,45+ 0,78X

Persamaan linear sederhana, di atas menjelaskan bahwa adanya

pengaruh antara budaya organisasi terhadap kinerja karyawan padaPT.

Mega Perkasa PandaanMakassar yaitu setiap perubahan budayasebesar

1 satuan maka diharapkan kinerja karyawan akan meningkat sebesar

0,78. Nilai intersap atau konstanta sebesar 10,45 yang artinya tanpa
67

adanya variabel budaya organisasi (X=0), maka kinerja karyawan pada

PT. Mega Perkasa Pandaanl tetap sebesar 10,45.

2. Analisis Koefisien Korelasi

Analiss koefisien korelasi merupakan suatu teknik statistika yang

digunakan untuk mengukur keeratan hubungan atau korelasi antara dua

variabel kompensasi dan kinerja yang dinyatakan atau dilambangkan

dengan huruf (r) menunjukkan seberapa dekat titik kombinasi antara

variabel kompensasi dan kinerja pada garis lurus segai garis dugaannya.

Dan untuk mengetahui keterkaitan antara budaya organisasi

dengan kinerja karyawan, maka disubtitusikan ke dalam persamaan

berikut:

Rumus koefisien korelasi adalah:

n ∑ xy −∑ x ∑ y
r=
√¿ ¿ ¿

42 ( 58035 ) −(1505)(1613)
r=
√¿ ¿ ¿

2437470−2427565
r=
√ [( 2277702−2265025 )( 2633358 ) −(2601769)]
9905
r=
√ [(12677)(31589)]
9905
r=
√ 400453753
9905
r=
20011,3

r =0,49497=0,495
68

Dan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,495

sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sedang

antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan pada PT. Mega

Perkasa [Link] tersebut pada tingkat yang sangat kuat

sehingga jika budaya organisasi baik, maka tingkat kinerja karyawan lebih

meningkat lagi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2008:184)

dimana persentase keeratan berada pada nilai antara 0,40 – 0,599.

3. Analisis Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel system

rekrutmen karyawan terhadap variabel kinerja karyawan, maka

akandihitung koefisien determinasinya melalui perhitungan sebagai

berikut:
2 2
r =(r )
2 2
r =(0,495)

r 2=0,245 atau 24,5 %

Dari perhitungan yang diperoleh dan koefisien determinasi (r 2)

sebesar 0,245 atau 24,5% variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh

variabel budaya organisasi. Sisanya 100-24,5 = 75,5% dijelaskan oleh

variabel lain yang tidak diteliti antara lain kompensasi, motivasi,

lingkungan kerja, gaya kepemimpinan dan lain-lain.

4. Pengujian Hipotesis
69

Dalam rangka menguji hipotesis tentang pengaruh budaya

organisasi terhadap kinerja karyawan maka digunakan uji t, maka

dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Formula Hipotesis

b. H0 : β 0 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh budaya organisasi

terhadap kinerja karyawan.

c. Hα : β 0 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh budaya organisasi

terhadap kinerja karyawan.

d. Menentukan nilai ttabeldengan uji dua arah pada nilai alfa (α) = 0,05

dengan dk=(n-k), dk=42-2=40=2,021

e. Pehitungan t hitung

t hitung =r
√ n−2
1−r
2

t hitung=0,495
√ 42−2
1−(0,495)2

t hitung =0,495
√ 40
1−(0,245)

t hitung =0,495
√ 40
0.755

t hitung =0,495 √ 52,980

t hitung =0,495 ( 7,278 )

t hitung =3,603

Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel budaya memiliki

thitungsebesar 3,603sedangkan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan df=


70

40adalah 2,021. Dikarenakan thitung > maka H0 ditolak dan menerima Ha.

halini berarti budaya organisasi terdapat pengaruh positif signifikan

terhadap kinerja karyawan. Artinya semakin baik budaya organisasi, maka

semakin tinggi pula kinerja [Link] sebaliknya semakin buruk

budaya organisasi maka semakin rendah kinerja karyawan.

Gambar 3 : Kurva ttabel

Menerima Ha/ Menolak Ho/


Menolak Ho Menerima Ha
Menolak Ho/
Menerima Ha

3,603 2,021 2,021 3,603


thitung ttabel ttabel thitung
Sumber : Penulis, 2016

Menentukan keputusan dengan membandingkan antara nilai

ttabeldengan thitungternyata thitungterletak pada daerah menerima H a. Hal ini

menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria hipotesis nilai t hitung = 3,603>ttabel=

2,021 sehingga menolak H0 (Hipotesis nol), dan menerima H a artinya

terdapat hubungan signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja

karyawan pada PT. Mega Perkasa Pandaandi Makassar.


71

Berdasarkan hasil uji t maka hipotesis yang menyatakan budaya

organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja karyawan pada

PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar dinyatakan diterima. Hal tersebut

sesuai yang dikemukakanangelo dalam Wibowo (2010:377) mengatakan

bahwa budaya yang paling efektif membantu organisasimengantisipasi

dan mengadaptasi pada perubahan lingkungan. Mengasumsikan bahwa

budaya organisasi yang adaftif meningkatkan kinerja finansial

[Link] pula dengan hasil penelitian yang dilakukan Soedjono

(2005), bahwa ada pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi

terhadap kinerja karyawan.

Anda mungkin juga menyukai