BABV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
Perilaku yang dimiliki setiap individu terhadap segala sesuatu
yang dilihat, dirasa dan dipahami untuk selanjutnya terbentuk dalam
perbuatan dan sikap. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-
beda dalam menilai dan memahami setiap keadaan apa lagi jika itu
dituangkan dengan latar belakang yang pernah dijalaninya. Aplikasinya
tergambarkan pada setiap keputusan yang dibuat, termasuk keputusan itu
bisa memberi pengaruh pada perusahaan tempat ía bekerja.
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin menggambarkan laki-laki dan [Link]
perusahaan ini nampak dominan wanita, mengingat banyaknya tenaga
kerja wanita di daerah tersebut menganggur, selain itu perusaan
beranggapan wanita lebih rapi kerjanya, rajin dan gampang diatur.
Responden PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar adalah pria
dan wanita dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 5: Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Responden Persentase (%)
1 Laki-laki 9 21,43
2 Perempuan 33 78,57
Jumlah 42 100
Sumber : Data diolah, 2016
50
51
Berdasarkan tabel 5 di atas, nampak bahwa mayoritas responden
yang [Link] penelitian ini adalah jenis kelamin laki-laki
sebanyak 9 orang atau 21,43% dari total 42 orang karyawan, sedangkan
sebanyak 33 orang atau 78,57% jenis kelamin perempuan. Hal ini
mengindikasikan bahwa di perusahaan ini lebih memprioritaskan
karyawan perempuan mengingat karena banyaknya tenaga kerja wanita
yang tersedia di daerah tersebut.
2. Karaktenstik Responden Berdasarkan Usia
Usia sangat menentukan kinerja karyawan pada sebuah
perusahaan, dengan tingkat usia yang masih produktif akan berpengaruh
terhadap kemampuan, dan prestasi keija karyawan yang memberikan
dampak yang baik terhadap perusahaan. Karakteristik responden
berdasarkan usia pada PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 6: Responden Berdasarkan Usia
No Usia (tahun) Responden Presentase (%)
1 15-20 8 19,05
2 21-30 16 38,09
3 31-40 11 26,20
4 41-50 7 16,66
Jumlah 42 100
Sumber : Data oleh, 2016
52
Responden yang menjadi sampel pada penelitian ini terbagi
menjadi empat kelompok usia. Tabel 6 menunjukkan bahwa responden
yang berada pada kelompok usia 15-20 tahun sebesar 19,05% atau 8
orang dan responden Iainnya berada pada kelompok usia 21-30 tahun,
yakni 38,09% atau sama dengan 16 orang. Untuk kisaran usia 31-40
tahun sebanyak 26,20% atau 11 orang, yang. Untuk kisaran usia 41-50
tahun sebanyak 16,66% atau 7 orang. Dan data tersebut dapat dilihat
bahwa usia produktif sangat dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Usia
juga sangat mempengaruhi terhadap kinerja karyawan, pengambilan
keputusan serta pengalaman.
3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan merupakan salah satu syarat bila ingin bekerja pada
suatu [Link] itu, pendidikan pula berpengaruh terhadap
pengambilan keputusan, tingkat kedewasaan serta pola pikir seseorang.
Berikut adalah responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir pada
PT. Mega Perkasa Pandaan di Makassar dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 7: Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
No Pendidikan Terakhir Responden Persentase %
1 SD 3 7,14
2 SMP 18 42,86
3 SMA 21 50
Jumlah 42 100
Sumber : Data olah, 2016
53
Dari tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa pendidikan terakhir
responden adalah SD dengan persentase sebesar 7,14 % atau sebanyak
3 orang. SMP sebanyak 18 orang atau 42,86% dan SMA sebanyak 21
orang atau sebesar 50%.
4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja
Masa kerja yang pendek dan lama mampu memberi pengaruh
pada pengalaman dan seseorang [Link] lama masa kerja
maka tentunya pengalaman yang dimiliki juga semakin matang, sehingga
syarat pengalamàn sebagai salah satu syarat penting. Berdasarkan masa
kerja karyawan pada terbagi dalam tiga kelompok masa kerja yang dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 8:Responden Berdasarkan Masa Kerja
N
Masa Kerja (tahun) Responden Persentase %
o
1 1-10 31 73,81
2 11-20 10 23,81
3 21-30 1 2,38
Jumlah 42 100
Sumber : Data olah, 2016
Berdasarkan pada tabel 8 diatas menunjukkan bahwa responden
berada pada kelompok masa kerja 1-10 tahun merupakan paling
besardengan31 orang atau sebesar 73,81%. Masa kerja 11-20 tahun
memiliki persentase 23,81% atau 10 orang. Pada kelompok 21-
30sebanyak 1orang atau 2,38%.
54
B. Analisis Budaya Organisasi
Budaya organisasi merupakan sistem penyebaran kepercayaan
dan nilainilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan
perilaku [Link] organisasi dapat menjadi instrumen
keunggulan kompetitif yang utama, yaitu bila budaya organisasi
mendukung strategi organisasi. Untuk mengetahui persepsi responden
terhadap budaya organisasi pada PT. Mega Perkasa Pandaan di
Makassar maka dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 9: Tanggapan Responden Terhadap Budaya Organisasi
Skor Tanggapan Responden Skor
N Skor (%) Kriteri
Pertanyaan SB B CB KB TB Aktua
o Ideal Skor a
l
5 4 3 2 1
Apakah Inisiatif F 2 25 13 2 -
individual, tingkat
tanggung jawab,
kebebasan dan
1 independensi 153 210 72,8 Baik
S 10 100 39 4 -
sudah dimiliki oleh
teman-teman
anda
Dalam beraktivitas F 8 21 13 - -
ada toleransi
terhadap tindakan
beresiko, dan
2 pegawai 163 210 77,6 Baik
dianjurkan untuk S 40 84 39 - -
bertindak agresif,
inovatif dan
mengambil resiko,
Organisasi di F 4 16 21 1 -
perusahaan anda
menciptakan
dengan jelas
3 149 210 70,9 Baik
sasaran dan
S 20 64 63 2 -
harapan
mengenai
prestasi,
55
Lanjutan Tabel 9.
Mengenai unit-unit
F 2 28 10 2 -
dalam organisasi
perusahaan apakah
4 didorong untuk 156 210 74,3 Baik
bekerja dengan S 10 112 30 4 -
cara yang
terkoordinasi,
apakah dukungan F 10 14 13 5 -
dari para manajer
memberi
5 komunikasi yang 155 210 73,8 Baik
jelas, bantuan, serta S 50 56 39 10 -
dukungan terhadap
bawahan mereka
Apakah Premi F 1 18 21 2 -
lembur yang
diberikan
6 144 210 68,6 Baik
perusahaan sesuai
S 5 72 63 4 -
dengan ketentuan
yang berlaku
Kontrol atau jumlah
F 4 15 9 4 -
peraturan dan
pengawasan
langsung yang
digunakan untuk
7 145 210 69,1 Baik
mengawasi dan
mengendalikan S 20 60 57 8 -
perilaku pegawai
mempengaruhi
aktivitas anda
Apakah Sistem F 3 18 5 5 1
imbalan (kenaikan
gaji, promosi)
didasarkan atas
8 kriteria prestasi 143 210 68,1 Baik
pegawai bukan S 15 72 45 10 1
berdasar dari
senioritas, sikap
pilih kasih,
Apakah selama ini
toleransi terhadap F 3 17 20 2 -
konflik, atau para
pegawai didorong
9 147 210 70 Baik
untuk
mengemukakan S 15 68 60 4 -
konflik dan kritik
terbuka,
56
Lanjutan Tabel 9.
Komunikasi F 3 21 15 3 -
organisasi yang
dibatasi oleh
hierarki
10 kewenangan yang 150 210 71,4 Baik
formal telah S 15 84 45 6 -
mempengaruhi
kepribadian anda
secara positif,
Jumlah 1505 2,100 716,6 Baik
Sumber : Data diolah, 2016
Dari tabel 9 di atas dapat kita lihat hasil pernyataan sebagai berikut:
1. Yang mengatakan Inisiatif individual, tingkat tanggung jawab,
kebebasan dan independensi sudah dimiliki oleh teman-teman nilai
skornya sebesar 153 dengan skor ideal 210 atau persentasenya
sebesar0,728% yang menyatakan baik.
2. Yang mengatakan bahwa dalam beraktivitas ada toleransi terhadap
tindakan beresiko, dan pegawai dianjurkan untuk bertindak agresif,
inovatif dan mengambil resiko, nilai skornya sebesar 163 dengan
skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0,776% yang menyatakan
baik.
3. Yang mengatakan bahwa organisasi di perusahaan menciptakan
dengan jelas sasaran dan harapan mengenai prestasinilai skornya
sebesar 149 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar
0,709% yang menyatakan baik.
4. Yang mengatakan bahwa unit-unit dalam organisasi perusahaan
didorong untuk bekerja dengan cara yang terkoordinasi nilai skornya
57
sebesar 156 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar
0,743% yang menyatakan baik.
5. Yang mengatakan bahwa dukungan dari para manajer memberi
komunikasi yang jelas, bantuan, serta dukungan terhadap bawahan
merekanilai skornya sebesar 155 dengan skor ideal 210atau
persentasenya sebesar 0,738% yang menyatakan baik.
6. Yang mengatakan bahwa kontrol atau jumlah peraturan dan
pengawasan langsung yang digunakan untuk mengawasi dan
mengendalikan perilaku pegawai mempengaruhi aktivitasnya Nilai
skornya sebesar 144 dengan skor ideal 210 atau persentasenya
sebesar 0,686% yang menyatakan baik.
7. Yang mengatakan Kontrol atau jumlah peraturan dan pengawasan
langsung yang digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan
perilaku pegawai mempengaruhi aktivitasnya, nilai skornya sebesar
145 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar 0,691% yang
menyatakan baik.
8. Yang mengatakan bahwa Sistem imbalan (kenaikan gaji, promosi)
didasarkan atas kriteria prestasi pegawai bukan berdasar dari
senioritas, sikap pilih kasih nilai skornya sebesar 143 dengan skor
ideal 210 atau persentasenya sebesar 0.681% yang menyatakan
baik.
9. Yang mengatakan bahwa selama ini toleransi terhadap konflik, atau
para pegawai didorong untuk mengemukakan konflik dan kritik
58
terbuka nilai skornya sebesar 147, skor ideal 210atau persentasenya
sebesar 0,70% yang menyatakani baik.
10. Yang mengatakan bahwa komunikasi organisasi yang dibatasi oleh
hierarki kewenangan yang formal telah mempengaruhi kepribadia
secara positif,nilai skornya sebesar 150 dengan skor ideal 210atau
persentasenya sebesar 0,71,4% yang menyatakan baik.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui :
a. Skor ideal = 5 x 10 x 42 orang = 2100
b. Skor aktual = (40x5)+ (193x4) + (160x3) +
(26x2) + (1x1)
= 200 + 772 + 480 + 52 + 1
= 1505
1505
c. Presentase (%) skor aktual = x 100 %=72 %
2100
Berdasarkan perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal
(persentase skor aktual) yang diperoleh 72%, ini menunjukkan bahwa
pengaruh budaya organisasi termasuk dalam kategori baik, yang artinya
bahwa budaya organisasi yang diberlakukan pada PT. Mega Perkasa
Pandaan sudah baik.
C. Analisis Kinerja Karyawan
Untuk meningkatkan produktivitas karyawan dalam mencapai
kinerja yang tinggi, PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar
59
berusahamenciptakan budaya yang positif, berupa kebijakan-kebijakan
dan aturan-aturan yang tidak sepihak
Dalam rangka penulisan ini, penulis menyebarkan kuesioner
sebanyak 42 responden pada karyawan PT. Mega Perkasa Pandaan
dengan berbagai bagian. Untuk mengetahui Iebih lanjut dapat dilihat pada
tabet berikut ini :
Tabel 10: Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Karyawan
Skor Tanggapan Responden
Skor
N S C KB T Skor (%)
Pertanyaan B Aktu Kriteria
o B B B Ideal Skor
al
5 4 3 2 1
Apakah budaya F 6 25 10 1
telah menentukan
Jumlah kerja anda
1. 162 210 77,2 Baik
dalam kurung
S 30 100 30 2
waktu yang
ditetapkan?
Apakah budaya
F 5 21 16 -
mengajarkan
anda bekerja
dengan kualitas
2. 157 210 74,7 Baik
kerjaberdasarkan
syarat-syarat S 25 84 48 -
kesesuaian dan
kesiapannya.?
Apakahbudaya
telah menentukan F 11 16 15 -
pekerjaan anda
3. sesuai dengan 164 210 78,1 Baik
pengetahuan dan S 55 64 45 -
keterampilanyang
dimiliki?
Budaya
mengajarkan F 3 21 13 5
anda untuk sering
memberikan
4. 148 210 70,5 Baik
gagasan-gagasan
dari persoalan- S 15 84 39 10
persoalan yang
ada
60
Lanjutan Tabel 10.
Dengan adanya
budaya organisasi F 10 21 7 4
apakah bekerja
sama dengan
orang lain
5. 163 210 77,6 Baik
(sesama anggota
organisasi) S 50 84 21 8
mempengaruhi
kerja anda secara
positif,?
Apakah budaya
telah membuat F 11 19 12 -
anda dapat
dipercaya dan
diandalkan dalam
6. 167 210 79,5 Baik
hal kepercayaan,
kehadiran dan S 55 76 36 -
penyelesaian
kerja tepat pada
waktunya?
Apakah budaya
F 7 23 11 1
memberikan
andah semangant
untuk
7. Baik
melaksanakan 162 210 77,2
tugas-tugas baru
S 35 92 33 2
dan dalam
memperbesar
tanggung jawab,?
Apakahbudaya
organisasi telah F 8 20 10 4
memberikan
tambahan
8 158 210 75,3 Baik
kuantitas
pekerjaan di luar S 40 80 30 8
jam kerja anda
telah sesuai ?
Apakah budaya
keramah- F 12 20 9 1
tamahan, teman-
Sangat
9 teman anda 169 210 80,5
Baik
membuat anda
S 60 80 27 2
bersemangat
dalam bekerja
61
Lanjutan Tabel 10.
Apakah budaya
organisasi telah F 8 22 11 1
membuatanda
yakin dengan
10 163 210 77,6 Baik
kemampuan
sendiri mengenai S 40 88 33 2
tugas pokok yang
diberikan.
Jumlah 1613 2100 768,8 Baik
Sumber : Data diolah, 2016
Dari tabel 10 di atas dapat kita lihat hasil pernyataan sebagai berikut:
1. Yang mengatakan bahwa budaya telah menentukan Jumlah kerja
dalam kurung waktu yang ditetapkan nilai skornya sebesar 162
dengan skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0,772 % yang
menyatakan baik.
2. Yang mengatakan bahwa budaya mengajarkan bekerja dengan
kualitas yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan
kesiapannya, nilai skornya sebesar 157 dengan skor ideal 210
Persentasenya sebesar 0,747 % yang menyatakan baik.
3. Yang mengatakan bahwa budaya telah menentukan pekerjaan sesuai
denganpengetahuan dan keterampilannya yang dimiliki, nilai skornya
sebesar 164 dengan skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0,781
% yang menyatakan baik.
4. Yang mengatakan bahwa budaya organisasi telah mengajarkan anda
untuk sering memberikan gagasan-gagasandari persoalan-persoalan
yang adanilai skornya sebesar 148 dengan skor ideal 210 atau
persentasenya sebesar 0,705 % yang menyatakan baik.
62
5. Yang mengatakan bahwa budaya organisasi membuat andabekerja
sama dengan orang lain (sesama anggota organisasi) mempengaruhi
kerjanya secara positifnilai skornya sebesar 163 dengan skor ideal
210atau persentasenya sebesar 0,776 % yang menyatakan baik.
6. Yang mengatakan bahwadengan budaya organisasi membuatdirinya
dapat dipercaya dan diandalkan dalam hal kepercayaan, kehadiran
dan penyelesaian kerja tepat pada waktunya nilai skornya sebesär
167 dengan skor ideal 210 atau persentasenya sebesar 0,795 % yang
menyatakan baik.
7. Yang mengatakanbahwa dengan budaya organisasi anda
bersemangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam
memperbesar tanggung jawab nilai skornya sebesar 162 dengan skor
ideal 210 atau persentasenya sebersar 0,772 % yang menyatakan
baik.
8. Yang mengatakan bahwa budaya organisasi telah pemberian
tambahan kuantitas pekerjaan di luar jam kerja telah sesuai nilai
skornya 158, skor ideal 210 dan persentasenya sebesar 0,753 % yang
menyatakan baik.
9. Yang mengatakan bahwa budaya keramah-tamahan teman-teman
membuatnya bersemangat dalam bekerja nilai skornya sebesar 169
dengan skor ideal 210atau persentasenya sebesar 0.805 % yang
menyatakan cukup baik.
10. Yang mengatakan budayaorganisasi membuat anda yakin dengan
63
kemampuan sendiri mengenai tugas pokok yang [Link]
skornya sebesar 163 dengan skor ideal 210 atau persentasenya
sebesar 0.776 % yang menyatakan baik.
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui:
a. Skor ideal = 5 x 10 x 42 orang = 2,100
b. Skor aktual = (81x5)+(208x4)+(114x3)+(17x2)
= 402+ 832+ 342+ 34
= 1613
1613
c. Presentase (%) skor aktual = x 100 %=76,8 %
2100
Berdesarkan perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal
maka dapat diketahui bahwa kinerja karyawan termasuk dalam kategori
baik, yang artinya bahwa kinerja yang dihasilkan dari budaya organisasi
yang positif telah dapat meningkatkan kinerja karyawan. Persentase skor
aktual yang diperoleh sebesar 76,8 persen dan merupakan hasil yang
baik.
D. HubunganAntara Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
Untuk mengetahui adanya hubungan dan pengaruh budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan PT. Mega Perkasa Pandaan di
Makassar, maka dilakukan dengan langkah-iangkah sebagai berikut:
1. Analisis regresi linear sedehana
Metode regresi sederhana yang digunakan dapat mengetahui
seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan,
64
maka digunakan analisis regresi, dimana analisis regresi merupakan
suatu teknik yahg digunakan untuk membangun suatu persamaan yang
menghubungkan antara variabel tidak bebas (kinerja) dan variabel bebas
(budaya organisasi) dan sekaligus untuk menentukan nilai ramalan atau
dugaannya.
Analisis regresi mempelajari hubungan yang diperoleh dinyatakan
dalam persamaan matematika yang menyatakan hubungan fungsional
antara [Link] fungsional antara satu variabel
prediktor dengansatu variabel kriterium disebut analisis regresi sederhana
(tunggal).Bentuk persamaannya adalah :
Y = a + bx
Untuk mendapatkan persamaan regresi linear sederhana maka
dalam perhitungan harus ditentukan terlebih dahulu komponen-komponen
dan konstanta a dan b ‘dengan popolasi dan sampel sebanyak 42 orang
dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 11. Perhitungan Regresi Linear Sederhana
Responden X Y X2 Y2 XY
1 35 42 1225 1764 1470
2 35 39 1225 1521 1365
3 32 30 1024 900 960
4 35 47 1225 2209 1645
5 32 38 1024 1444 1216
6 37 37 1369 1369 1369
7 35 35 1225 1225 1225
8 35 38 1225 1444 1330
9 37 38 1369 1444 1406
10 35 32 1225 1024 1120
11 35 36 1225 1296 1260
12 32 33 1024 1089 1056
65
Lanjutan Tabel 11.
13 34 32 1156 1024 1088
14 31 31 961 961 961
15 34 41 1156 1681 1394
16 34 41 1156 1681 1394
17 37 35 1369 1225 1295
18 37 43 1369 1849 1591
19 38 41 1444 1681 1558
20 39 40 1521 1600 1560
21 36 42 1296 1764 1512
22 37 42 1369 1764 1554
23 40 41 1600 1681 1640
24 40 39 1600 1521 1560
25 42 41 1764 1681 1722
26 42 42 1764 1764 1764
27 35 39 1225 1521 1365
28 34 40 1156 1600 1360
29 37 39 1369 1521 1443
30 32 39 1024 1521 1248
31 34 39 1156 1521 1326
32 36 36 1296 1296 1296
33 34 31 1156 961 1054
34 35 32 1225 1024 1120
35 38 39 1444 1521 1482
36 36 47 1296 2209 1692
37 37 43 1369 1849 1591
38 42 47 1764 2209 1974
39 36 35 1296 1225 1260
40 35 39 1225 1521 1365
41 36 35 1296 1225 1260
42 32 37 1024 1369 1184
Jumlah 1505 1613 54231 62699 58035
Sumber : Data diolah, 2016
Jadi untuk menguji pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja
karyawan maka nilai a dan bharus ditentukan dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
b=n ∑ xy−¿ ¿ ¿
66
42 ( 65879 )−(1502)(1613)
b= 2
42 (54231 ) −(1505)
2437470−2427565
b=
2277702−2265025
9905
b=
12677
b=0,781336278
b=0,78
a=
∑ y −b ∑ x
n n
1613 0,78 (1505)
a= −
42 42
1613 1173,9
a= −
42 42
a=38,4048−27,95
a=10,4548
a=10,45
Sehingga diperoleh persamaan regresi linear sederhana sebagai
berikut:
Y =10,45+ 0,78X
Persamaan linear sederhana, di atas menjelaskan bahwa adanya
pengaruh antara budaya organisasi terhadap kinerja karyawan padaPT.
Mega Perkasa PandaanMakassar yaitu setiap perubahan budayasebesar
1 satuan maka diharapkan kinerja karyawan akan meningkat sebesar
0,78. Nilai intersap atau konstanta sebesar 10,45 yang artinya tanpa
67
adanya variabel budaya organisasi (X=0), maka kinerja karyawan pada
PT. Mega Perkasa Pandaanl tetap sebesar 10,45.
2. Analisis Koefisien Korelasi
Analiss koefisien korelasi merupakan suatu teknik statistika yang
digunakan untuk mengukur keeratan hubungan atau korelasi antara dua
variabel kompensasi dan kinerja yang dinyatakan atau dilambangkan
dengan huruf (r) menunjukkan seberapa dekat titik kombinasi antara
variabel kompensasi dan kinerja pada garis lurus segai garis dugaannya.
Dan untuk mengetahui keterkaitan antara budaya organisasi
dengan kinerja karyawan, maka disubtitusikan ke dalam persamaan
berikut:
Rumus koefisien korelasi adalah:
n ∑ xy −∑ x ∑ y
r=
√¿ ¿ ¿
42 ( 58035 ) −(1505)(1613)
r=
√¿ ¿ ¿
2437470−2427565
r=
√ [( 2277702−2265025 )( 2633358 ) −(2601769)]
9905
r=
√ [(12677)(31589)]
9905
r=
√ 400453753
9905
r=
20011,3
r =0,49497=0,495
68
Dan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi = 0,495
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sedang
antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan pada PT. Mega
Perkasa [Link] tersebut pada tingkat yang sangat kuat
sehingga jika budaya organisasi baik, maka tingkat kinerja karyawan lebih
meningkat lagi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2008:184)
dimana persentase keeratan berada pada nilai antara 0,40 – 0,599.
3. Analisis Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel system
rekrutmen karyawan terhadap variabel kinerja karyawan, maka
akandihitung koefisien determinasinya melalui perhitungan sebagai
berikut:
2 2
r =(r )
2 2
r =(0,495)
r 2=0,245 atau 24,5 %
Dari perhitungan yang diperoleh dan koefisien determinasi (r 2)
sebesar 0,245 atau 24,5% variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh
variabel budaya organisasi. Sisanya 100-24,5 = 75,5% dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak diteliti antara lain kompensasi, motivasi,
lingkungan kerja, gaya kepemimpinan dan lain-lain.
4. Pengujian Hipotesis
69
Dalam rangka menguji hipotesis tentang pengaruh budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan maka digunakan uji t, maka
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Formula Hipotesis
b. H0 : β 0 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh budaya organisasi
terhadap kinerja karyawan.
c. Hα : β 0 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh budaya organisasi
terhadap kinerja karyawan.
d. Menentukan nilai ttabeldengan uji dua arah pada nilai alfa (α) = 0,05
dengan dk=(n-k), dk=42-2=40=2,021
e. Pehitungan t hitung
t hitung =r
√ n−2
1−r
2
t hitung=0,495
√ 42−2
1−(0,495)2
t hitung =0,495
√ 40
1−(0,245)
t hitung =0,495
√ 40
0.755
t hitung =0,495 √ 52,980
t hitung =0,495 ( 7,278 )
t hitung =3,603
Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel budaya memiliki
thitungsebesar 3,603sedangkan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan df=
70
40adalah 2,021. Dikarenakan thitung > maka H0 ditolak dan menerima Ha.
halini berarti budaya organisasi terdapat pengaruh positif signifikan
terhadap kinerja karyawan. Artinya semakin baik budaya organisasi, maka
semakin tinggi pula kinerja [Link] sebaliknya semakin buruk
budaya organisasi maka semakin rendah kinerja karyawan.
Gambar 3 : Kurva ttabel
Menerima Ha/ Menolak Ho/
Menolak Ho Menerima Ha
Menolak Ho/
Menerima Ha
3,603 2,021 2,021 3,603
thitung ttabel ttabel thitung
Sumber : Penulis, 2016
Menentukan keputusan dengan membandingkan antara nilai
ttabeldengan thitungternyata thitungterletak pada daerah menerima H a. Hal ini
menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria hipotesis nilai t hitung = 3,603>ttabel=
2,021 sehingga menolak H0 (Hipotesis nol), dan menerima H a artinya
terdapat hubungan signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja
karyawan pada PT. Mega Perkasa Pandaandi Makassar.
71
Berdasarkan hasil uji t maka hipotesis yang menyatakan budaya
organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja karyawan pada
PT. Mega Perkasa Pandaan Makassar dinyatakan diterima. Hal tersebut
sesuai yang dikemukakanangelo dalam Wibowo (2010:377) mengatakan
bahwa budaya yang paling efektif membantu organisasimengantisipasi
dan mengadaptasi pada perubahan lingkungan. Mengasumsikan bahwa
budaya organisasi yang adaftif meningkatkan kinerja finansial
[Link] pula dengan hasil penelitian yang dilakukan Soedjono
(2005), bahwa ada pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi
terhadap kinerja karyawan.