0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan2 halaman

Konflik Emosional Rangga dan Cinta

Rangga menjelaskan alasannya putus dengan Cinta 9 tahun lalu ketika kuliahnya berantakan di New York. Ia merasa tidak akan pernah bisa membahagiakan Cinta dan membiarkannya menunggu lama. Cinta marah karena tidak ada penjelasan waktu itu dan curiga ada perempuan lain. Mereka berdamai dan setuju untuk meninggalkan masa lalu. Rangga menawarkan mengantar Cinta mencari taksi dan m

Diunggah oleh

Fitrya Hatzah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan2 halaman

Konflik Emosional Rangga dan Cinta

Rangga menjelaskan alasannya putus dengan Cinta 9 tahun lalu ketika kuliahnya berantakan di New York. Ia merasa tidak akan pernah bisa membahagiakan Cinta dan membiarkannya menunggu lama. Cinta marah karena tidak ada penjelasan waktu itu dan curiga ada perempuan lain. Mereka berdamai dan setuju untuk meninggalkan masa lalu. Rangga menawarkan mengantar Cinta mencari taksi dan m

Diunggah oleh

Fitrya Hatzah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SCENE 2

Rangga : Waktu sekeluargamu ke New York, saya ngerasa kamu dan keluarga kamu baik sekali sama saya

Cinta : memangnya itu salah ?

Rangga : sama sekali engga, keluarga kamu tu sempurna, mapan

Cinta : apa sih maksutnya ? saya ga ngerti deh, apa hubungannya sama kita?

Rangga : waktu itu umur saya 23 tahun, di new York hidup ga gampang. Ayah saya sudah ga ada, saya
harus nyoba nyelesain kuliah sambil kerja serabutan sana sini

Cinta : (berhenti berjalan ) dari tadi tu omongan kamu ga jelas deh, semua yang kamu ceritain itu saya
udah tau

Rangga : Cinta, tolong beri waktu saya untuk menjelaskan.

Waktu saya antar kamu ke bandara, ayah kamu sempat bisikin saya. Dia bilang, Rangga, kalau kuliahnya
sudah selesai, cepat kembali ke Jakarta dan cari kerja. Jangan sampai cinta nunggu kelamaan, kasian dia.

Cinta : ayah saya ngomong gitu ?

Rangga : (menganggukkan kepala)

Cinta : terus ?

Scene 3

Rangga : Yang saya tidak ceritakan ke kamu waktu itu, sebenarnya kuliah saya sedang berantakan.
Setelah kamu kembali ke Jakarta, saya terus berfikir. Saya ini tidak akan pernah membuat kamu bahagia,
membuat kamu harus menunggu bertahun – tahun sampai kehidupan saya benar- benar baik. Sampe
akhirnya saya berfikir yang terbaik kita berpisah. Saya hanya membuat kamu susah

Cinta : itu menurut siapa ? menurut kamu kan ? waktu itu kita ga pernah bahas soal ini sama sekali. Atau
jangan - jangan kamu bohong ya. Pasti ada perempuan lain, dan kamu ga berani terus terang.

Rangga : cinta tidak sama sekali ada perempuan lain

Cinta : terus kenapa saya dibiarin sampai 9 tahun tanpa penjelasan? Kenapa baru sekarang ?

(nampar rangga)

Egois kamu.

Scene 4

Cinta : sekali lagi jangan sampe kamu salah sangka. saya gamau ini terkesan kayak 2 orang pacar yang
lagi berantem. Kamu dan saya itu udah selesai. Maaf, tadi saya cuma kebawa emosi yang dulu, harusnya
saya ga marah lagi. Kita damai ajalah, toh kita udah dewasa, bukan anak sma lagi. Yang udah lewat
yaudah, ini semua udah jelas, sekarang.

(menghela napas ) Saya harus kembali ke temen – temen saya.


(rangga ngangguk)

(cinta salamin rangga )

Goodbye rangga

Rangga : setidaknya saya boleh temani cari taksi ya

Cinta : geleng

Rangga : pease

Cinta : oke

Scene 5

(Cinta melihat tangannya)

Rangga : kasih minum

Cinta : minum

Maaf ya, saya belum pernah ngelakuin kayak gitu seumur hidup. Aneh rasanya.

Rangga : gapapa

Cinta : sakit ya ?

Rangga : lumayan.

Rangga : kamu sampe kapan di jogja ?

Cinta : besok pagi. Saya sampe belum nanya kamu ngapain ke jogja ?

Rangga : ibu saya

Cinta : ibu kamu? Bukannya dia ?

Rangga : ya panjang ceritanya. Mau denger ceritanya? saya akan senang sekali kalau kamu mau
mendengar ceritanya

Anda mungkin juga menyukai