0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan13 halaman

Terapi Bermain Menggambar untuk Anak RS

1. Membantu terapis dalam menyiapkan alat bermain 2. Membantu terapis dalam mengontrol waktu 3. Membantu terapis dalam mengontrol perilaku anak Interaksi: 1. Terapis memperkenalkan alat bermain kepada anak 2. Terapis memberikan contoh cara bermain kepada anak 3. Terapis memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain sendiri 4. Terapis memberikan arahan dan dorongan positif kepada anak 5. Terapis mengamati

Diunggah oleh

devi lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan13 halaman

Terapi Bermain Menggambar untuk Anak RS

1. Membantu terapis dalam menyiapkan alat bermain 2. Membantu terapis dalam mengontrol waktu 3. Membantu terapis dalam mengontrol perilaku anak Interaksi: 1. Terapis memperkenalkan alat bermain kepada anak 2. Terapis memberikan contoh cara bermain kepada anak 3. Terapis memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain sendiri 4. Terapis memberikan arahan dan dorongan positif kepada anak 5. Terapis mengamati

Diunggah oleh

devi lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL TERAPI BERMAIN “MENGGAMBAR”

DI RUANG BERMAIN INSTALASI RAWAT JALAN (IRJ)


RSUD PROF DR. H ALOEI SABOE

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
2021
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bermain merupakan kebutuhan anak seperti halnya kasih sayang,
makanan,perawatan, dan lain-lainnya, karena dapat memberi kesenangan dan
pengalaman hidup yang nyata. Bermain juga merupakan unsur penting untuk
perkembangan anakbaik fisik, emosi, mental, sosial, kreativitas serta
intelektual. Oleh karena itu bermain merupakan stimulasi untuk tumbuh
kembang anak (Hidayat, 2008).
Terapi bermain adalah suatu bentuk permainan yang direncanakan untuk
membantu anak mengungkapkan perasaannya dalam menghadapi kecemasan
dan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan baginya. Bermain
pada masapra sekolah adalah kegiatan serius, yang merupakan bagian penting
dalam perkembangan tahun-tahun pertama masa kanak-kanak. Hampir
sebagian besar dari waktu mereka dihabiskan untuk bermain (Elizabeth B
Hurlock, 2000). Dalam bermaindi rumah sakit mempunyai fungsi penting yaitu
menghilangkan kecemasan, dimana lingkungan rumah sakit membangkitkan
ketakutan yang tidak dapat dihindarkan(Sacharin, 2003).
Hospitalisasi biasanya memberikan pengalaman yang menakutkan bagi
anak. Semakin muda usia anak, semakin kurang kemampuannya beradaptasi,
sehingga timbul hal yang menakutkan. Semakin muda usia anak dan semakin
lama anak mengalami hospitalisasi maka dampak psikologis yang terjadi salah
satunya adalah peningkatan kecemasan yanng berhubungan erat dengan
perpisahan dengan saudara atau teman-temannya dan akibat pemindahan dari
lingkungan yang sudah akrab dansesuai dengannya (Whaley and Wong, 2001).
Anak-anak dapat merasakan tekanan (stress) pada saat sebelum
hospitalisasi,selama hospitalisasi, bahkan setelah hospitalisasi, karena tidak
dapat melakukan kebiasaannya bermain bersama teman-temannnya,
lingkungan dan orang-orang yang asing baginya serta perawatan dengan
berbagai prosedur yang harus dijalaninya terutama bagi anak yang baru
pertama kali di rawat menjadi sumber utama stress dan kecemasan / ketakutan.
Hospitalisasi merupakan masalah yangdapat menyebabkan terjadinya
kecemasan bagi anak. Dengan demikian berarti menambah permasalahan baru
yang bila tidak ditanggulangi akan menghambat pelaksanaan terapi di rumah
sakit. Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan
anak secara optimal (Carson, dkk, 2002).
Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini
tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak. Pada saat
dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat
tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri. Perasaan
tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena
menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu,
dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress
yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan dapat
mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui
kesenangannya melakukan permainan. Tujuan bermain di rumah sakit pada
prinsipnya adalah agar dapat melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan
secara optimal, mengembangkan kreatifitas anak,dan dapat beradaptasi lebih
efektif terhadap stress. Bermain sangat penting bagimental, emosional, dan
kesejahteraan anak seperti kebutuhan perkembangan dankebutuhan bermain
tidak juga terhenti pada saat anak sakit atau anak di rumah sakit(Wong, 2009).
Menurut penelitian yang di lakukan oleh Suryanti dan kawan kawan di
RSUD Dr. R. Goetheng Taruna dibrata Purbalingga tahun 2011 di peroleh
Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,0001 < α = 0,05,sehingga Ha diterima
(Ho ditolak) yang berarti ada perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan
sesudah dilakukan terapi bermain (mewarnai dan origami). Terapi bermain
(mewarnai dan origami) dapat menurunkan tingkat kecemasan anak usia
prasekolah, dari tingkat kecemasan sedang menjadi tingkat kecemasan ringan
(Suryanti,dkk, 2011).
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan terapi bermain melempar bola selama 30 menit,
diharapkan kreativitas anak-anak berkembang baik anak merasa tenang dan
senang selama berada di ruangan Poliklinik Tumbang RSUD Prof. DR. H.
Aloei Saboe dapat bersosialisasi dengan teman sebaya sesuai tumbuh
kembang anak dan dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan atau
ketakutan yang dirasakan oleh anak-anak akibat hospitalisasi

2. Tujuan Khusus
a. Anak dapat menyebutkan Gambar ditunjukkan oleh terapist
b. Anak dapat Menggmabar benda yang disebutkan

C. Sasaran
Anak-anak yang berkunjung di ruangan Poliklinik Tumbang RSUD PROF
DR. IR.H. ALOE SABOE KOTA GORONTALO usia sekolah. Peserta yang
mengikuti terapi bermain ini adalah anak usia pra sekolah (1-5 tahun) yang
sedang menjalani perawatan di Di poli tumbang dengan kesadaran
composmentis, dan keadaan umum baik.
BAB II
DESKRIPSI
A. Karakteristik Sasaran
1. Anak usia (1 - 5 tahun)
2. Anak yang dirawat di ruang poli tumbang
3. Tidak mempunyai keterbatasan (fisik atau akibat terapi lain yang dapat
menghalangi proses terapi bermain
4. Kooperatif dan mampu mengikuti proses kegiatan sampai selesai
5. Anak yang dapat Mememgang pensil dan menggambar
6. Anak yang mau berpartisipasi dalam terapi bermain menggambar

B. Prinsip Terapi Bermain


1. Tidak membutuhkan banyak energi
2. Waktu singkat
3. Mudah dilakukan
4. Aman
5. Kelompok umur yang sama atau sebaya
6. Tidak betentangan dengan terapi
7. Melibatkan keluarga

C. Karakteristik Bermain
1. Bermain Aktif: Anak banyak menggunakan energy inisiatif dari anak
sendiri. Contoh: bermain sepak bola, mewarnai.
2. Bermain Pasif: Energi yang dikeluarkan sedikit, anak tidak perlu
melakukan aktivitas (hanya melihat) Contoh: Memberikan support.
BAB III
PELAKSAAN BERMAIN
A. Deskripsi Permainan
Bermain adalah salah satu aspek penting dari kehidupan anak dan salah
satu alat paling penting untuk menatalaksanakan stres karena hospitalisasi
menimbulkan krisis dalam kehidupan anak, dan karena situasi tersebut sering
disertai stress berlebihan, maka anak-anak perlu bermain untuk mengeluarkan
rasa takut dan cemas yang mereka alami sebagai alat koping dalam
menghadapi stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional dan
kesejahteraan anak seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain
tidak juga terhenti pada saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).
Dinamika secara psikologis menggambarkan bahwa selama anak bermain
dengan sesuatu yang menggunakan alat kecil yang dapat digenggam seperti
bola kecil yang akan membantu anak untuk menggunakan tangannya secara
aktif sehingga merangsang motorik halusnya. Oleh karena sangat pentingnya
kegiatan bermain terhadap tumbuh kembang anak dan untuk mengurangi
kecemasan akibat hospitalisai, maka akan dilaksanakan terapi bermain pada
anak usia toddler dengan cara mewarnai gambar

B. Tujuan Permainan
1. Menstimulasi perkembangan sensorik dan motorik anak
2. Menstimulasi perkembangan intelektual anak
3. Meransang perkembangan sosialisasi dan moral anak
4. Meransang meningkatkan kreativitas anak
5. Mengurangi rasa cemas dan takut ketika datang ke Rumah Sakit

6. Keterampilan yang diperlukan


1. Skill
2. Keaktifan Konsentrasi
7. Jenis Permainan
a. Jenis Permainan
Mewarnai, menempel gambar, bermain ular tangga, dan melipat
kertas origami. Berdasarkan kategori bermain jenis permainan menempel
dan menyusun merupakan bermain aktif. Dalam bermain aktif, kesenangan
timbul dari apa yangdilakukan anak, apakah dalam bentuk kesenangan
bermain alat misalnya mewarnai gambar, melipat kertas origami, puzzle dan
menempel gambar. Bermain aktif juga dapat dilakukan dengan bermain
peran misalnya bermain dokter-dokteran danbermain dengan menebak kata
(Hurlock, 1998). Pada permainan ini anak akan di ajak bermain untuk
menempel gambar yang akhirnya akan seperti frame pemandangan atau
benda.
Sedangkan menurut klasifikasi bermain merupakan permainan
keterampilan(skill play). Permainan ini akan menimbulkan keterampilan
anak, khususnya motorik kasar dan halus. Misalnya, anak akan terampil
akan memegang benda-benda kecil, memindahkan benda dari satu tempat ke
tempat lain dan anak akan terampil dalam menyocokkan gambar sesuai
dengan imajinasinya. Jadi keterampilan tersebut diperoleh melalui
pengulangan kegiatan permainan yang dilakukan. Pada permainan ini anak
diajarkan mewarnai gambar.

8. Alat Bermain
1. Format KPSP
2. Buku Gmabr
3. Pensil warna
9. Proses Bermain

Terapis Waktu Subjek Terapi


Persiapan (Pra Interaksi):
1. Persiapan Pasien
a. Anak dan orang tua paham
a. Memberitahukan tujuan bermain
terhadap penjelasan
kepada anak dan orang tua
b. Anak dan orang tua
b. Melakukan kontrak waktu dan
menyetujui kontrak
tempat pelaksanaan
10 c. Anak dalam keadaan yang
c. Mengecek kesiapan dan kondisi anak
menit sesuai untuk dilakukan
untuk bermain (anak tidak
terapi bermain
mengantuk, anak tidak rewel, kondisi
anak memungkinkan untuk diajak
d. Ruangan siap untuk
bermain, keadaan umum anak
digunakan terapi bermain
membaik).
d. Menyiapkan ruangan terapi bermain

2. Persiapan Peralatan
a. Buku gambar dan pensil
a. Menyiapkan alat dan bahan yang
warna sudah siap untuk
diperlukan seperti Buku Gambar dan
digunakan terapi bermain
pensil warna
b. Peralatan Menggambar
b. Mencek aluah kelengkapan peralatan
sudah lengkap
yang akan dipergunakan.
Pembukaan (Orientasi) a. Anak dan keluarga
a. Mengucapkan salam. menjawab salam
b. Memperkenalkan diri kepada anak dan b. Anak saling berkenalan
keluarga.
c. Memanggil anak dengan nama c. Anak dan keluarga
panggilan yang dia senangi. memperhatikan terapis.
5 menit
d. Menjelaskan tujuan dan aluah-langkah
pelaksanaan kegiatan terapi bermain
Menggambar. d. Anak dan keluarga paham
e. Memberi kesempatan pada anak dan terhadap penjelasan
orang tua untuk bertanya alua ada hal
yang belum jelas.
e. Anak dan keliarga bertanya
f. Menanyakan kesiapan anak sebelum
atas penjelasan
kegiatan dilakukan.

f. Anak siap melaksanakan


kegiatan
Tahap Kerja
1. Memberi petunjuk kepada anak tentang 20 a. Anak dan keluarga
cara melakukan permainan menit memperhatikan penjelasan
2. Memotivasi anak untuk mengikuti terapi b. Anak mau untuk bermain
permainan selama proses c. Anak mampu Menggambar
3. Menginstruksikan anak menyebutkan d. Anak senang terhadap
Gambar dan Mulai menggambar reinforcement
4. Memberikan reiforcement kepada anak
terhadap feedback yang diberikan

Terminasi
a. Menanyakan perasaan anak setelah a. Anak menyatakan
Menggambar. perasaannya
b. Menanyakan perasaan dan pendapat b. Orang tua anak menyatakan
orang tua tentang Menggambar perasaannya
c. Berpamitan dengan anak dan orang tua.
5 menit c. Anak dan orang tua
d. Membereskan peralatan.
e. Mengembalikan alat ke tempat semula. berpamitan
f. Mencuci tangan. d. Peralatan rapi
g. Mencatat respon anak dan orang tua. e. Peralatan rapi
f. Mencatat hasil evaluasi

10. Waktu Pelaksanaan


Waktu dan Tempat : 09.30 / RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe
Hari/Tanggal : Jum’at, 04 Februari 2022
Tempat : Ruang Bermain Poliklinik Tumbang
Sasaran : Anak berusia 1-5 tahum
Tema : Menggambar
Jumlah anak : 10

11. Hal-hal yang perlu diwaspadai


Penggunaan alat-alat tajam
12. Antisipasi menimilkan hambatan
Pengawasan selama permainan
13. Pengorganisasian
Tim Pelaksana
1. Pembimbing Pendidikan
 Ns. Andi Akifa Sudirman, [Link]
 Ns. Leni Ali, [Link], MM
2. Leader : Desriani Pakaya [Link]
Tugas
a. Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi bermain sebelum
kegiatan dimulai.
b. Menjelaskan Kegiatan ,mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam
proses kegiatan bermain. Mampu memimpin Terapi bermain dengan
baik dan tertib, serta menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam
kelompok.
3. Co. Leader : Sri Yolanda Pakaya [Link]
Tugas
 Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas
anak dan mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.
4. Fasilitator : Syahril Pakaya [Link] Dan Sasmita Djihu [Link]
Tugas
 Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung, memotivasi anak
yangkurang aktif, membantu leader memfasilitasi peserta untuk
berperan aktif danmemfasilitasi peserta.
5. Observer : Devi Lestari [Link]
Tugas
 Mengobservasi jalannya proses kegiatan, mencatat perilaku verbal dan
non verbal anak selama kegiatan berlangsung

14. System Evaluasi


1. Evalusi Struktur
a. Anak hadir di ruangan minimal 8 orang.
b. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan Taman bermain RSUD
Aloe saboe Kota Gorontalo
c. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi dilakukan sesuai dengan
tugas masing-masing

2. Evaluasi Proses
a. Anak antusias dalam kegiatan Menggmabar
b. Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir.
c. Tidak  terdapat anak yang rewel atau malas untuk mewarnaigambar
3. Evaluasi Hasil
a. Anak terlihat senang dan gembira
b. Kecemasan akibat dampak hospitalisasi anak berkurang
c. Mewarnai gambar sesuai dengan contoh
d. Anak mampu menyebutkan warna yang dipakai
4. Setting Tempat

= Fasilitator = Pembimbing
= dan Leader = Pasien

= Co Leader = Orang Tua


BAB IV
PENUTUP

Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak


secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas
bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak.
Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan yang
sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri.
Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena
menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu,
dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang
dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan
rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya
melakukan permainan.
Tujuan bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah agar dapat
melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara optimal,
mengembangkan kreatifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap
stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan anak
seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada
saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth B. 1998. Perkembangan Anak jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Soetjiningsih. 2008. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC

Suryanti,Sodikun, Mustiah. 2011 Pengaruh Terapi Bermain MewarnaiDan


rigamiTerhadap Tingkat KecemasanSebagai Efek Hospitalisasi Pada Anak
Usia Pra SekolahDi Rsud Dr. R. Goetheng Tarunadibrata Purbalingga.

Wong, Donna L. 2009. Pedoman Klinis Keperawat

Anda mungkin juga menyukai