0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan7 halaman

Sejarah dan Perkembangan CV Roda Jati

Dokumen tersebut memberikan gambaran umum tentang sejarah, lokasi, struktur organisasi, dan proses produksi Perusahaan CV. Roda Jati yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Perusahaan didirikan pada tahun 1970 dan sejak itu terus berkembang dengan memperluas lokasi, mesin, dan jenis produk yang dihasilkan.

Diunggah oleh

indah purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan7 halaman

Sejarah dan Perkembangan CV Roda Jati

Dokumen tersebut memberikan gambaran umum tentang sejarah, lokasi, struktur organisasi, dan proses produksi Perusahaan CV. Roda Jati yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Perusahaan didirikan pada tahun 1970 dan sejak itu terus berkembang dengan memperluas lokasi, mesin, dan jenis produk yang dihasilkan.

Diunggah oleh

indah purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan Perusahaan pengolahan kayu CV.

Roda Jati

didirikan pada tahun 1970 dengan nama perusahaan kayu Miyono. Perusahaan ini pada awalnya hanya

merupakan perusahaan jasa pembelahan kayu log menjadi kayu gergajian. Pada saat berdirinya

perusahaan hanya mempunyai 4 orang tenaga kerja. Pada saat itu perusahaan berkedudukan di Jl. S.

Parman Surakarta, dengan tanah seluas 500 m2 . Karena adanya perkembangan usaha yang cukup baik,

maka pada tahun 1976 perusahaan mambeli tanah seluas 3.000 m2 di desa Komlang Solo. Dengan

adanya perluasan tempat usaha tersebut, perusahaan yang pada mulanya hanya mempunyai satu mesin

Cirlce untuk membelah kayu, lalu membeli beberapa mesin baru seperti Band Saw yang mempunyai

kapasitas yang cukup besar untuk Seiring dengan perubahan nama tersebut, perusahaan yang semula

merupakan perusahaan perseorangan berubah menjadi perseroan komanditer (CV). Adapun CV ini

mempunyai dua orang sekutu komanditer, yaitu : Bapak Miyono dan Ibu Sutini, dimana Bapak Miyono

merupakan sekutu komanditer aktif yang mengelola perusahaan sedangkan Ibu Sutini merupakan

sekutu komanditer pasif. Pada tahun 1998 perusahaan kayu CV. Roda Jati merintis usaha untuk

mendapatkan sertifikat standar bertaraf internasional dan sekarang telah mendapatkan ISO 9002. Ini

merupakan suatu tututan bahwa tiap perusahaan yang produknya berkualitas baik haruslah

mendapatkan sertifikat ISO. 2. Daerah Pemasaran Perusahaan mengalami kemajuan sejak meningkatkan

kapasitas mesinmesin baru yang telah dimiliki, maka pasar yang pada mulanya terbatas pada kota Solo

dan sekitarnya dirasakan kurang mencukupi. Pada tahun 1980, perusahaan mulai membuka kantor

cabang penjualan yaitu din koya Yogyakarta dan Jakarta. Disamping dua kota tersebut perusahaan juga

mulai aktif menawarkan produknya ke kota lain di seluruh pulau jawa, sehingga pada tahun 1981 daerah

pemasaran kayu gergajian perusahaan sudah meliputi kota-kota antara lain : Semarang, Purwokerto,

Tasikmalaya, serta daerah sekitarnya. Satu tahun kemudian perusahaan melakukan ekspor kayu

gergajian ke Singapura. Kayu jati ini pada umumnya merupakan bahan baku untuk parquet flooring

(lantai kayu) dan bahan baku mebel. Didorong keinginan memperoleh nilai tambah yang lebih besar
dalam penjualan ekspornya, pada pertengahan tahun 1982 perusahaan mulai membuat produk-produk

parquet flooring-nya ke Singapura dan Hongkong. Dengan makin meningkatnya kualitas produk yang

dihasilkan perusahaan maka selanjunya perusahaan mulai mamasarkan produknya ke Itali. Untuk lebih

mengembangkan keterampilan karyawan dan lebih memantapkan usaha, maka pada tahun 1984

perusahaan mulai mengembangkan produk-produk yang lebih memerlukan keterampilan tenaga kerja

yaitu furniture. Oleh karena itu perusahaan membeli sebidang tanah lagi di Jl. Raya Solo-Purwodadi

seluas 4.000m2 yang terletak lebih kurang 2 Km dari lokasi perusahaan lama. Furniture yang dibuat

perusahaan pada saat ini antara lain : tempat tidur, meja makan, kursi tamu, almari, meja tulis, meja

belajar, dan lain-lain dengan bahan baku kayu mahoni. Daerah pemasaran furniture perusahaan saat itu

adalah kota Surakarta, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Tegal, Surabaya, Malang, Madiun, Denpasar,

Jakarta, Bandung dan lainnya. Sedangkan untuk kegiatan ekspor produk-produk furniture saat itu adalah

negara [Link] tahun 1991 perusahaan mendapatkan bantuan teknis dari Bank Dunia dan

Dewan Penunjang Ekspor (DPE) berupa program peningkatan kualitas produk yang dinamakan proyek

EQUIP (Export Quality Upgrading and Improvement Project). Proyek ini dimaksudkan untuk

meningkatkan mutu produk-produk ekspor Indonesia agar dapat diterima di pasar Internasional. Proyek

ini dibiayai dengan bantuan dari Bank Dunia 75% dan perusahaan 25%. Proyek ini menggunakan tenaga

konsultan asing dari Perancis dengan dibantu counterpart dari departemen perdagangan dan konsultan

lokal. Setelah ditangani oleh konsultan asing selama 1 tahun, pada tahun 1992 perusahaan ini mulai

membuat produk teak garden furniture (mebel taman dengan bahan baku kayu jati). Karena dirasakan

kualitasnya sudah memenuhi standar Eropa, maka pada tahun itu pula perusahaan mulai mencoba

memasarkan produknya yang berupa teak garden furniture tersebut ke pasar Eropa. Sebagai uji coba

maka perusahaan menentukan Perancis sebagai target market yang pertama, disebabkan karena

perusahaan memiliki konsultan yang berasal dari negara tersebut, sehingga bantuan relasi maupun

jaringan dimiliki oleh konsultan tersebut dengan negara Eropa lainnya. Setelah uji coba di negara
Perancis dirasakan cukup berhasil, maka sejak saat itu perusahaan mulai memasuki negara-negara Eropa

lainnya seperti Belanda, Belgia, Denmark dan Itali. Setelah pasar untuk teak garden furniture dirasakan

cukup mantap,pada akhir tahun 1993, perusahaan mulai mengembangkan produk baru yaitu: picture

frame untuk pasar Amerika. Dikarenakan perusahaan belum begitu menguasai teknologi pembuatan

picture frame, maka perusahaan mengadakan kerjasama dengan pengusaha dari negara lain. Dengan

kerjasama ini perusahaan mendapatkan technical assistance dari ahli-ahli Taiwan dengan cara

menempatkan tenaga-tenaga ahli tersebut di perusahaan. Disamping kerjasama dalam pembuatan

picture frame, perusahaan juga bekerja sama dalam pembuatan indoor furniture untuk dipasarkan ke

Taiwan. Untuk lebih memperkuat jaringan pemasarannya, pada awal tahun 1996 perusahaan berniat

untuk memperluas usahanya dengan membuat indoor furniture dari kayu mahoni untuk pasar Amerika.

3. Lokasi Perusahaan CV. Roda Jati berlokasi di Jl. Raya Solo-Purwodadi KM 3,5 dan KM 5 Kabupaten

Karanganyar. Pertimbangan perusahaan memilih lokasi tersebut adalah : 1. Lokasi tersebut relatif dekat

dengan sumber bahan baku yang berupa kayu log jati yang berasal dari hutan-hutan di daerah

Purwoodadi, Randublatung, Blora serta Mantingan. 2. Dekat jalan raya sehingga transportasi bahan baku

dan produk jadi dari lokasi perusahaan dapat dilakukan dengan mudah dan biaya murah. 3. Dekat

dengan jaringan listrik yang mempunyai daya kapasitas listrik yang cukup besar, sehingga memudahkan

perusahaan apabila sewaktuwaktu membutuhkan tambahan daya listrik. 4. Lokasi perusahaan

merupakan daerah yang telah ditetapkan oleh pemda karanganyar sebagai daerah kawasan industri. 5.

Telah tersedia jaringan telpon yang sangat penting sebagai alat komunikasi perusahaan dengan

pelanggan atau pemasok. 6. Jarak antara lokasi perusahaan dengan terminal peti kemas jebres

surakarta, merupakan kepanjangan tangan dari pelabuhan tanjung emas semarang, sehingga seluruh

dokumen pabean dapat diselesaikan seluruhnya di tpK Jebres. 4. Struktur Organisasi Struktur organisasi

adalah kerjasama antar sekelompok orang atau individu untuk melaksanakan suatu usaha dalam rangka

mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara terperinci dan terorganisir. Berikut ini akan
diuraikan mengenai tugas dan tanggung jawab masingmasing bagian yang ada dalam struktur organisasi

secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Direktur a. Memimpin dan mengawasi perusahaan dalam

kegiatan operasional. b. Menentukan tujuan dan kebijakan yang akan diambil serta merumuskan cara

kerja dan pelaksanaan program kegiatan operasional perusahaan. c. Bertanggungjawab atas seluruh

kegiatan perusahaan, kelangsungan hidup perusahaan, dan mengadakan evaluasi hasil kerja karyawan.

2. Cost Control a. Bertanggungjawab atas pengadaan biaya untuk kegiatan perusahaan. b. Mengontrol

pengeluaran perusahaan. c. Menyeleksi pengeluaran perusahaan. 3. Kepala Bagian PPIC (Production

Planning and Inventory Control) a. Menangani pengontrolan produk yang dimulai dari bahan baku

sampai menjadi barang jadi. b. Bertanggungjawab atas produk yang dihasilkan. c. Bertanggungjawab

dalam pengadaan bahan pembantu. 4. Kepala Bagian Akuntansi a. Bertugas menyusun sistem keuangan

perusahaan. b. Menyelenggarakan kegiatan pencataatan terhadap semua transaksi yang terjadi. c.

Menyusun laporan keuangan. 5. Kepala Bagian Persediaan Bahan a. Bertanggungjawab dalam

pengadaan bahan baku untuk setiap bagian produksi. b. Mengontrol penggunaan bahan baku. 6. Kepala

Bagian Moulding dan Konstruksi Bertanggungjawab atas penyerutan kayu sesuai ukuran. Bagian ini

membawahi 5 unit sebagai berikut: a. Unit Sawmill Unit ini bertugas untuk mengolah bahan baku yang

berupa kayu log menjadi kayu gergajian sesuai dengan ukuran-ukuran yang diminta oleh unit-unit

selanjutnya ataupun konsumen langsung. Disamping dijual kekonsumen langsung dalam bentuk kayu

gergajian, unit ini juga bertindak sebagai pensuplai bahan baku unit-unit selanjutnya. b. Unit Clean Dry

(Oven) Unit ini merupakan kelanjutan dari unit sawmill. Bahan baku kayu log yang telah diproses

menjadi kayu gergajian kemudian masuk oven selama kurang lebih 21 hari untuk dikeringkan. Proses

pengeringan ini merupakan proses yang sangat penting karena dengan kadar 12%, maka tidak akan ada

lagi penyusutan ataupun pengembangan kayu apabila telah menjadi produk jadi, meskipun dipakai di

negara yang mempunyai 4 musim. Namun untuk mendapatkan warna kayu yang cerah, sebelum masuk

oven kayu dipanaskan dibawah matahari minimal 2 hari. c. Unit Moulding Unit ini merupakan proses
kelanjutan dari unit clean dry. Bahan baku yang berupa kayu gergajian setelah kandungan kadar airnya

kurang dari 12% segara dikirim ke unit moulding. Unit ini bertugas untuk menghaluskan kayu gergajian

sesuai dengan ukuran tebal dan ukuran lebar dengan cara menyerut keempat sisi-sisinya. d. Unit Garden

Furniture Unit ini bertugas untuk mengolah bahan baku dari unit moulding menjadi produk jadi yang

berupa garden furniture sehingga siap dipasarkan. e. Unit Indoor Furniture Unit ini bertugas mengolah

bahan baku dari unit moulding menjadi produk jadi indoor sehingga siap dipasarkan. 7. Kepala Bagian

Barang Jadi a. Bertanggungjawab atas baik buruknya produk yang dihasilkan. b. Bertanggungjawab

terhadap kuantitas produk jadi yang telah diproduksi, dan ada atau tidaknya barang yang rusak. 8.

Kepala Bagian SDM dan Umum a. Bertugas mencari sumberdaya manusia yang sesuai dengan tenaga

kerja yang dibutuhkan perusahaan, baik staf maupun tenaga kerja lapangan. b. Bertanggungjawab atas

segala tindakan tenaga kerja selama bertugas. 9. QC ( Quality Control ) a. Bertanggungjawab atas

kualitas produk jadi yang dihasilkan dalam jenis dan kualitasnya. b. Bertanggungjawab untuk

meningkatkan mutu produk jadi untuk dapat meluaskan daerah pemasaran. 10. Bagian Ekspor-Impor a.

Bertanggungjawab melakukan pengiriman produk jadi sampai ketangan buyer. b. Bertanggungjawab

untuk melakukan penagihan kepada para buyer (importir) atas terjadinya penjualan ekspor. c.

Bertanggungjawab dalam kesuksesan transaksi ekspor-impor. 11. Teknisi Bertangguangjawab dalam

pengadaan teknis yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi. Gambar Struktur Organisasi Direktur Cost

Control PPIC Persediaan Bahan Moulding & Kontroksi Barang Jadi Akutansi SDM & Umum QC Teknisi

Expor - Impor 5. Tujuan Perusahaan CV. Roda Jati mempunyai beberapa tujuan yang ditinjau dari segi

ekonomi maupun dari segi sosial. Tujuan tersebut antara lain : 1. Tujuan Umum a Bergerak serta dalam

pembangunan nasional khususnya dalam bidang ekonomi dimana produk-produk yang dihasilkan,

diharapkan dapat menambah devisa negara. b Berperan serta dalam mengatasi ketenagakerjaan

nasional, dimana kita ketahui masih banyak tenaga kerja indonesia yang belum mendapat kesempatan

kerja. c Secara sosial membantu kehidupan para tenaga kerja yang dapat ditampung untuk
mendapatkan penghasilan yang layak. 2. Tujuan Khusus a. Mengembangkan kegiatan usaha untuk

memenuhi pasaran internasional (produk-produk yang diekspor), yang diharapkan hasil penjualan

produk-produknya dapat menambah kekayaan perusahan. b. Meningkatkan pendapat (income) baik

secara organisator maupun pribadi. c. Mencari sumber penghasilkan baru meningkatkan taraf hidup

bagi seluruh komponen perusahaan. 6. Unit-Unit Produksi Di CV. Roda Jati untuk proses produksi

Garden Furniture dari awal sampai akhir melalui beberapa unit pengolahan secara bertahap dan

berlanjut untuk itu perlu membagi menjadi unit-unit kecil yang bersifat khusus agar mutu produk

menjadi tinggi. Adapun unit-unit produksi meliputi : a. Unit Sawmill Pada unit sawmill terdiri dari 3

bagian unit yaitu : bagian unit sawmill, bagian unit klin dry, bagian unit slep mata gergaji bandsaw. Unit

sawmill dikepalai oleh seorang kepala bagian. 1. Bagian Unit Sawmill Mempunyai tugas untuk

mempersiapkan bahan kayu gergaji sesuai kebutuhan dari order baik mutu maupun jumlahnya serta

ukurannya. Penggergajian ini dari kayu mentah (Log) dibelah-belah, dipotong-potong sesuai dengan

ukuran yang diperlukan. Pembelahan pertama menggunakan mesin gergaji bandsaw, pembelahan

kedua dengan gergaji circle dan dipotong-potong dengan gergaji ayun atau hand radial saw. 2. Bagian

Unit Klindry/Oven Unit ini mempunyai tugas mengeringkan kayu sesuai dengan persyaratan yang

dikehendaki oleh order dan kualitas produksi. Untuk ekspor rata-rata mencapai kadar air 10-12 % atau 2

minggu sesuai juga dengan jenis kayunya. 3. Bagian Unit Slep Gergaji Bandsaw Mempunyai tugas hanya

melayani pemeliharaan mata gergaji pita besar/bandsaw yaitu mengasah/menyelep, menyambung dan

rol. b. Unit Moulding Proses produksi selanjutnya pada unit moulding yaitu penyerutan bahan elemen

dari produksi sesuai dengan ukuran dan bentuknya. Hasil proses moulding ini disortir untuk memenuhi

persyaratan kualitas, selanjutnya dikirim ke unit machine. c. Unit Machine Pada unit meubel ini proses

produksi selanjutnya dikerjakan berdasarkan atas gambar elemen suatu komponen garden furniture. Hal

ini diambil untuk memudahkan pengerjaannya dan dengan mudah tenaga kerja memahami gambar

berupa elemen kerja [Link] dalam lembar dan gambar kerja sudah disebutkan langkah kerjanya serta
urutan menggunakan mesin dibawah pengawasan pengawas dan QC agar mutunya tetap terjamin,

selanjutnya dikirim ke assembling. d. Unit Teknisi Dan Slep Tugas teknisi disini hanya melayani perbaikan

kerusakan mesinmesin yang ada baik di Wonorejo maupun di Selorejo agar dapat berjalan dan

beroperasi dengan baik dan lancar. Selanjutnya soal perawatannya diserahkan sepenuhnya kepada

operator atau tenaga kerja. Sedangkan tugas dari bagian slep adalah mengasah/menyelep mata gergaji

bundar/circle, mata pisau profil, mata planner dan mata boring. Bagian slep dan teknisi bekerja terpisah

dan berdiri sendiri baik ruangan maupun tugasnya. e. Unit Gambar Pada unit gambar semua produksi

dbuat gambar kerjanya, dipisah-pisahkan sesuai dengan elemen yang terkecil dengan ukuran yang

sejelas-jelasnya. Disamping itu dibuat contoh barang produksi, setelah contoh ada dibuat gambar

isometri atau perspektif. Semua gambar harus disahkan oleh bagian PPIC, dan diberi kode untuk masing-

masing produksi. Gambar dibuat menjadi elemen terkecil agar pekerja dapat mengerjakan dengan

mudah dan dapat memahami gambar elemen tersebut.

Anda mungkin juga menyukai