100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
362 tayangan25 halaman

Materi Vektor Matematika Kelas XI

Modul ini membahas tentang vektor di dimensi dua dan tiga. Pembahasan dimulai dari pengertian besaran skalar dan vektor, penyajian vektor secara geometris dan notasi, vektor baris kolom dan basis, vektor nol dan posisi, serta penentuan panjang vektor menggunakan teorema Pythagoras. Modul ini memberikan dasar pemahaman yang mendalam tentang konsep vektor dan operasinya di bidang dan ruang.

Diunggah oleh

Aditiya Pramuditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
362 tayangan25 halaman

Materi Vektor Matematika Kelas XI

Modul ini membahas tentang vektor di dimensi dua dan tiga. Pembahasan dimulai dari pengertian besaran skalar dan vektor, penyajian vektor secara geometris dan notasi, vektor baris kolom dan basis, vektor nol dan posisi, serta penentuan panjang vektor menggunakan teorema Pythagoras. Modul ini memberikan dasar pemahaman yang mendalam tentang konsep vektor dan operasinya di bidang dan ruang.

Diunggah oleh

Aditiya Pramuditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

MATEMATIKA
KELAS XI
SEMESTER GENAP

HALAMAN JUDUL

Pony Salimah Nurkhaffah, [Link]., Gr.


BAB 1
VEKTOR
-KOMPETENSI DASAR-
KD Materi
3.6 Menentukan nilai besaran vektor pada dimensi dua
4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai besaran vektor pada
dimensi dua
3.7 Menentukan nilai besaran vektor pada dimensi tiga
4.7 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai besaran vektor pada
dimensi tiga

A. VEKTOR DI 𝑹𝟐 (BIDANG)
1. Pengertian Besaran Skalar dan Besaran Vektor
Besaran-besaran dapat diklasifikasikan dalam besaran skalar dan besaran vektor.
a. Besaran Skalar adalah suatu besaran yang hanya mempunyai nilai atau
besar saja.
Contoh besaran skalar adalah panjang, waktu, massa, suhu/temperatur, luas,
dan volume.
b. Besaran Vektor adalah suatu besaran yang mempunyai besar dan arah.
Contoh besaran vektor adalah kecepatan, gaya, momen, dan medan magnet.

2. Menyajikan Vektor
a. Penyajian Secara Geometris
Secara geometris, suatu vektor dapat digambarkan sebagai garis berarah
pada salah satu ujungnya. Panjang atau pendeknya potongan garis
menunjukkan besar (panjang) vektor, dan tanda anak panah menunjukkan
arah vektor.

Pada gambar vektor di atas, ruas garis berarah ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝐴𝐵 mewakili vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 ,
dimana titik A disebut titik awal (initial point) dan titik B disebut titik terminal

1
(terminal point). Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 diwakili oleh vektor 𝑎 sehingga dapat dinyatakan
dengan 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑎.

b. Notasi Vektor
Suatu vektor dapat dituliskan dengan menggunakan lambang huruf kecil yang
dicetak tebal atau dengan huruf kecil yang dibubuhi tanda panah di atas huruf
itu. Misalnya vektor 𝒂 (huruf tebal) atau 𝑎. Kemudian jika suatu ruas garis
menghubungkan titik P dan titik Q dari P ke Q, maka vektor itu dapat
dinotasikan sebagai PQ (huruf tebal) atau dengan 𝑃𝑄
⃗⃗⃗⃗⃗ , dan dapat pula dengan
huruf kecil yang mewakili vektor tersebut, misalnya 𝒂 atau 𝑎. Jadi vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑃𝑄 =
𝑎. (Lihat gambar di bawah)

Panjang/besar vektor dapat dilambangkan dengan tanda mutlak. Sehingga


panjang vektor 𝑃𝑄
⃗⃗⃗⃗⃗ dapat dinotasikan sebagai |𝑃𝑄
⃗⃗⃗⃗⃗ | atau |𝑎|.

3. Vektor Baris, Kolom, dan Basis


Vektor di 𝑹𝟐 adalah suatu vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah yang
terletak pada sebuah bidang datar atau ruang dimensi dua. Untuk menyajikan
vektor di 𝑹𝟐 , diperlukan susunan sumbu-sumbu koordinat, yaitu sumbu
mendatar (sumbu x) dan sumbu vertikal (sumbu y).
Vektor di 𝑹𝟐 ditandai dengan berapa jauh perpindahan ke kanan atau ke kiri dan
berapa jauh perpindahan ke atas atau ke bawah dengan ketentuan sebagai
berikut.
ke kanan → positif
Komponen mendatar (sumbu x) = {
ke kiri → negatif

ke atas → positif
Komponen vertikal (sumbu y) = {
ke bawah → negatif

2
Perhatikan gambar berikut.

Di dalam bidang datar (𝑹𝟐 ), suatu vektor yang titik pangkalnya di 𝐴(𝑥1 , 𝑦1 ) dan
titik ujungnya di 𝐵(𝑥2 , 𝑦2) dapat dituliskan dalam bentuk komponen vektor baris
dan vektor kolom.
a. Vektor Baris pada 𝑹𝟐
Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor baris sebagai berikut.

⃗⃗⃗⃗⃗ = (komponen mendatar, komponen vertikal)


𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 )

b. Vektor Kolom pada 𝑹𝟐


Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor kolom sebagai berikut.

komponen mendatar
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = ( )
komponen vertikal
𝑥 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗ = ( 2
𝐴𝐵 )
𝑦2 − 𝑦1

c. Vektor Basis
Vektor basis disebut juga vektor komponen dapat dinyatakan sebagai berikut.

⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑥2 − 𝑥1 )𝑖 + (𝑦2 − 𝑦1 )𝑗


𝐴𝐵

Dengan:
𝑖 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑥
𝑗 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑦

3
Contoh
Nyatakan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 dan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 berikut dalam bentuk vektor baris, vektor
kolom, dan vektor basis.

Penyelesaian
a. Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 menunjukkan perpindahan dari titik D ke titik E, yaitu 4 satuan ke
kiri dan 3 satuan ke atas. Maka vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 dapat ditulis secara baris, kolom,
dan basis sebagai berikut.
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 = (−4, 3)
−4
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 = ( )
3
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 = −4𝑖 + 3𝑗
b. Vektor 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ menunjukkan perpindahan dari titik A ke titik B, yaitu 4 satuan ke
kanan dan 3 satuan ke atas. Maka vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 dapat ditulis secara baris, kolom,
dan basis sebagai berikut.
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (4, 3)
4
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = ( )
3
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = 4𝑖 + 3𝑗

4. Vektor Nol
Sebuah vektor yang titik awal dan titik ujungnya sama (berimpit) disebut vektor
nol. Vektor Nol memiliki panjang 0 (nol) dan arah tak tentu.
Contoh:
𝐴𝐴 = 𝑜, 𝐵𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑜 maka |𝐴𝐴
⃗⃗⃗⃗⃗ | = |𝑜| = 0 dan |𝐵𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = |𝑜| = 0.
0
Vektor Nol untuk ruang berdimensi dua dilambangkan 𝑜 = ( ).
0

4
5. Vektor Posisi
Vektor Posisi adalah vektor yang berpangkal pada titik O(0,0) sumbu
koordinat.
Perhatikan gambar berikut.

Gambar di atas menunjukkan vektor posisi dari titik A, B, dan C terhadap pusat
O(0,0) adalah ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 = 𝑎, 𝑂𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏⃗, dan 𝑂𝐶 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑐 .
−4
• Vektor posisi titik A dari O adalah ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑂𝐴 = 𝑎 = ( )
6
2
• Vektor posisi titik B dari O adalah 𝑂𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏⃗ = ( )
9
• Vektor posisi titik C dari O adalah 𝑂𝐶 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑐 = (4)
3
Hal tersebut berarti bahwa vektor posisi dari suatu titik 𝑃(𝑥1 , 𝑦1 ) terhadap titik
O(0,0) dapat dituliskan menjadi
𝑥
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑝 = ( 1 )
𝑂𝑃
𝑦1

6. Besar atau Panjang Vektor


Besar atau panjang vektor 𝑃⃗ apabila digambarkan akan membentuk ruas garis
berarah dengan panjang ruas garis yang mewakili panjang vektor tersebut.
Panjang vektor 𝑃⃗ dinotasikan sebagai |𝑃⃗|.
a. Vektor dengan pangkal di pusat 𝑂(0,0)
Misalkan 𝑅 adalah sebuah titik di bidang (ruang berdimensi dua) dengan
koordinat (𝑥, 𝑦). Ruas garis berarah 𝑂𝑅 ⃗⃗⃗⃗⃗ mewakili 𝑟, sehingga 𝑟 dapat
dituliskan dalam bentuk vektor kolom sebagai
𝑥
𝑟 = (𝑦)

5
Berdasarkan gambar di atas, panjang 𝑟 adalah panjang ruas garis OR.
Panjang ruas garis OR dapat ditentukan dengan menggunakan teorema
pythagoras sebagai berikut.
2 2 2
⃗⃗⃗⃗⃗ | = |𝑂𝐴
|𝑂𝑅 ⃗⃗⃗⃗⃗ | + |𝑂𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ |
2
⃗⃗⃗⃗⃗ | = 𝑥 2 + 𝑦 2
|𝑂𝑅
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √𝑥 2 + 𝑦 2
|𝑂𝑅
Jadi, panjang vektor 𝑟 adalah |𝑂𝑅
⃗⃗⃗⃗⃗ | = 𝑟 = √𝑥 2 + 𝑦 2 .
Contoh
3
Diketahui vektor 𝑐 = ( ). Tentukan |𝑐 |.
−4
Penyelesaian
|𝑐| = √(3)2 + (−4)2 = √9 + 16 = √25 = 5
Jadi panjang vektor 𝑐 adalah 5 satuan panjang.
b. Vektor yang tidak berpangkal di pusat O(0,0).
Suatu vektor yang titik pangkalnya di A(x1 , y1 ) dan titik ujungnya di B(x2 , y2 )
dapat dituliskan dalam bentuk komponen:
𝑥2 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = ( )
𝑦2 − 𝑦1
atau
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 )
dilukiskan sebagai berikut.
𝑌

𝑦2 𝐵(𝑥2 , 𝑦2 )

𝑦1 𝐴(𝑥1 , 𝑦1 )

𝑥1 𝑥2 𝑋

6
Panjang atau besar vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 ditentukan dengan rumus:

⃗⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(𝒙𝟐 − 𝒙𝟏 )𝟐 + (𝒚𝟐 − 𝒚𝟏 )𝟐


|𝑨𝑩

Contoh
Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
BC yang tidak berpangkal di O, dengan B(2, 1) dan C(5, 5). Tentukan
panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
BC.
Penyelesaian
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(5 − 2)2 + (5 − 1)2 = √32 + 42 = √9 + 16 = √25 = 5
|𝐵𝐶

7. Vektor Satuan
Vektor Satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan. Notasi vektor satuan
adalah 𝑒. Hal ini berarti bahwa |𝑒| = 1. Vektor satuan dari suatu vektor 𝑎 adalah
vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya sama dengan arah vektor 𝑎.
Jika 𝑒𝑎⃗ merupakan vektor satuan dari vektor 𝑎 maka dapat dinyatakan sebagai
berikut.
𝑎 𝑎 1 𝑥
𝑒𝑎⃗ = = = (𝑦)
|𝑎| √𝑥 2 + 𝑦 2 √𝑥 2 + 𝑦 2

Contoh
4
Diketahui vektor 𝑎 = ( ), tentukan vektor satuan yang searah dengan 𝑎.
−3
Penyelesaian
Mula-mula ditentukan terlebih dahulu panjang dari vektor 𝑎.
|𝑎| = √42 + (−3)2 = √16 + 9 = √25 = 5
Vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah
1 4
𝑎⃗ 𝑎⃗ 1 4 .4
𝑒𝑎⃗ = = 2 2 = 5 ( ) = (1 5 ) = ( 5 3)
|𝑎⃗| √𝑥 +𝑦 −3 . (−3) −
5 5
4
5
Jadi, vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah 𝑒𝑎⃗ = ( 3).
−5
8. Kesamaan Dua Vektor
a. Dua vektor, misalkan 𝑢
⃗ dan 𝑣 dikatakan sama (ditulis : 𝑢
⃗ = 𝑣 ) jika dan hanya
jika:
• Besar 𝑢 ⃗ sama dengan besar 𝑣
• Arah 𝑢 ⃗ sama dengan arah 𝑣 (sejajar dan searah)
Vektor tidak bergantung pada letaknya, namun bergantung pada panjang dan
arahnya.
Contoh:

7
Perhatikan gambar kubus berikut.

Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝐸𝐺 vektor ⃗⃗⃗⃗⃗⃗


𝐴𝐶 = ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝐵𝐺 karena mempunyai panjang dan arah yang
𝐴𝐻 = ⃗⃗⃗⃗⃗
sama.
b. Dua vektor, misalkan 𝑢 ⃗ dan 𝑣 dikatakan berlawanan (ditulis 𝑢
⃗ = −𝑣) jika dan
hanya jika:
• Besar Besar 𝑢 ⃗ sama dengan besar 𝑣
• Arah 𝑢 ⃗ sama dengan arah 𝑣 (sejajar dan berlawanan arah.
Contoh:
Perhatikan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 dan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐸𝐹 berikut.

Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 dan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐸𝐹 saling berlawanan namun sejajar dan mempunyai
besar yang sama sehingga dapat dinyatakan bahwa 𝐴𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ .
⃗⃗⃗⃗⃗ = −𝐸𝐹

c. Kesamaan Dua Vektor di Bidang secara Aljabar


𝑥𝑎 𝑥𝑏
Misalkan diketahui vektor 𝑎 = (𝑦 ) dan vektor 𝑏⃗ = (𝑦 ). Vektor 𝑎 = vektor
𝑎 𝑏
⃗𝑏, jika dan hanya jika 𝑥𝑎 = 𝑥𝑏 dan 𝑦𝑎 = 𝑦𝑏

9. Operasi Aljabar pada Vektor


a. Penjumlahan Vektor
Dalam operasi penjumlahan, hanya komponen sejenis yang dijumlahkan.
𝑎1 𝑏
Misal, vektor 𝑎 = (𝑎 ) dan 𝑏⃗ = ( 1 ), maka:
2 𝑏2
𝒂𝟏 𝒃 𝒂 + 𝒃𝟏
⃗ + ⃗𝒃 = (𝒂 ) + ( 𝟏 ) = ( 𝟏
𝒂 )
𝟐 𝒃 𝟐 𝒂𝟐 + 𝒃𝟐

Contoh
Diberikan vektor-vektor berikut.

8
2 −3 −1
𝑎 = ( ) , 𝑏⃗ = ( ) dan 𝑐 = ( )
1 5 −3
Tentukan :
a. 𝑎 + 𝑏⃗
b. 𝑐 + 𝑏⃗
c. 𝑎 + 𝑏⃗ + 𝑐
Penyelesaian
2 + (−3) (−1) + (−3)
a. 𝑎 + 𝑏⃗ = ( ) b. 𝑐 + 𝑏⃗ = ( )
1+5 (−3) + 5

−1 −4
=( ) =( )
6 2
2 + (−3) + (−1) −2
c. 𝑎 + 𝑏⃗ + 𝑐 = ( )=( )
1 + 5 + (−3) 3

b. Pengurangan Vektor
Dalam operasi pengurangan, hanya komponen sejenis yang dijumlahkan.
𝑎1 𝑏
Misal, vektor 𝑎 = (𝑎 ) dan 𝑏⃗ = ( 1 ), maka:
2 𝑏2
𝒂
⃗ = ( 𝟏 ) − (𝒃𝟏 ) = (𝒂𝟏 − 𝒃𝟏 )
⃗ −𝒃
𝒂 𝒂𝟐 𝒃𝟐 𝒂𝟐 − 𝒃𝟐

Contoh
−3 4
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ). Tentukan 𝑎 − 𝑏⃗!
2 −2
Penyelesaian
−3 4 −3 − 4 −7
𝑎 − 𝑏⃗ = ( ) − ( ) = ( )=( )
2 −2 2 − (−2) 4
c. Perkalian Vektor
1) Perkalian Vektor dengan Skalar
Hasil kali bilangan real k dengan vektor 𝑎 adalah suatu vektor yang
panjangnya │k│ kali panjang vektor 𝑎 dan arahnya adalah:
• sama dengan arah vektor 𝑎 jika k> 0
• berlawanan dengan arah vektor 𝑎 jika k < 0
• sama dengan nol jika k = 0

2) Perkalian skalar dengan vektor dalam ruang berdimensi dua


(bidang)
𝒙𝒂
Misal k adalah suatu skalar dan 𝒂
⃗ adalah vektor dengan 𝒂
⃗ = (𝒚 )
𝒂

9
𝒙𝒂 𝒌𝒙
Hasil kali skalar k dengan vektor 𝒂
⃗ ditulis sebagai 𝒌 (𝒚 ) = ( 𝒂 )
𝒂 𝒌 𝒚𝒂
Contoh
4
Diketahui vektor 𝑎 = ( ). Vektor 𝑏⃗ adalah setengah kalinya vektor 𝑎.
−6
Tentukan 𝑏⃗.
Penyelesaian
1
1 1 4 .4
⃗𝑏 = 𝑎 = ( ) = ( 2 2
)=( )
2 2 −6 1 −3
. (−6)
2

3) Perkalian skalar antara dua vektor


𝑎1 𝑏
Misal diketahui vektor 𝑎 = (𝑎 ) dan 𝑏⃗ = ( 1 ), maka perkalian scalar
2 𝑏2
(perkalian titik atau dot product) antara dua vektor 𝑎 dan 𝑏⃗ dirumuskan:

⃗ ⋅ ⃗𝒃 = 𝒂𝟏 𝒃𝟏 + 𝒂𝟐 𝒃𝟐
𝒂

atau

⃗ = |𝒂
⃗ ⋅𝒃
𝒂 ⃗ |𝒄𝒐𝒔𝜽
⃗ ||𝒃

Contoh 1
5 8
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ), maka tentukan 𝑎 ⋅ 𝑏⃗!
12 6
Penyelesaian
5 8
𝑎 ⋅ 𝑏⃗ = ( ) ( )
12 6
= (5 × 8) + (12 × 6)
= 40 + 72
= 112

Contoh 2
Panjang vector 𝑎 = |𝑎|= 6 satuan, panjang vektor 𝑏⃗ = |𝑏⃗|= 8 satuan, dan
sudut yang dibentuk kedua vektor ∠(𝑎1 , 𝑎2 ) = 30° . Hitunglah nilai perkalian
skalar antara 𝑎 dan 𝑏⃗.

Penyelesaian
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = |𝑎||𝑏⃗|𝑐𝑜𝑠 θ
= 6 . 8 . cos 30°

10
1
= 6.8. √3
2
= 24√3

d. Sudut antara 2 vektor


Salah satu penerapan dari hasil kali skalar dua vektor adalah untuk
menentukan besar sudut antara dua vektor.
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = |𝑎||𝑏⃗| cos 𝜃

𝑎 ∙ 𝑏⃗
cos 𝜃 =
|𝑎||𝑏⃗|

Misalkan A(𝑎1 , 𝑎2 ) dan B(𝑏1 , 𝑏2 ), maka:


Hasil kali vektor 𝑎 dengan vektor 𝑏⃗
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = 𝑎1 𝑏1 + 𝑎2 𝑏2
Panjang vektor 𝑎
|𝑎| = √𝑎1 2 + 𝑎2 2
Panjang vektor 𝑏⃗

|𝑏⃗| = √𝑏1 2 + 𝑏2 2
Sehingga diperoleh
𝑎⃗∙𝑏⃗ 𝒂𝟏 𝒃𝟏 + 𝒂𝟐 𝒃𝟐
cos 𝜃 = |𝑎⃗ ||𝑏⃗|
→ 𝐜𝐨𝐬 𝜽 =
√(𝒂𝟏 𝟐 + 𝒂𝟐 𝟐 ) (𝒃𝟏 𝟐 + 𝒃𝟐 𝟐 )

Contoh
Diberikan 𝑎 = 2𝑖 - 2𝑗 dan 𝑏⃗ = 2𝑖 + 4𝑗 , hitunglah besar sudut antara 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏⃗.
Penyelesaian
|𝑎| = √22 + (−2)2 = √8 = 2√2
|𝑏⃗| = √22 + 42 = √20 = 2√5
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = (2𝑖 - 2𝑗) . (2𝑖 + 4𝑗)
= 2 . 2+ (-2). 4
=4-8
=-4

𝑎⃗∙𝑏
cos 𝜃 = ⃗
|𝑎⃗||𝑏|
−4
=
2√2 . 2√5
−4
=
8√5
1
=- √5
2

11
10. Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor pada Vektor Lain
Salah satu kegunaan dari perkalian skalar adalah untuk menentukan proyeksi
ortogonal dari suatu vektor pada vektor lain.
a. Proyeksi Skalar Ortogonal
Proyeksi skalar ortogonal biasanya disingkat dengan proyeksi skalar saja.
Misalkan proyeksi 𝑂𝐴
⃗⃗⃗⃗⃗ pada 𝑂𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ adalah 𝑂𝐶
⃗⃗⃗⃗⃗ .

Notasi untuk proyeksi skalar ortogonal vektor 𝑎 pada vektor 𝑏⃗ ditulis


|𝑎𝑏⃗ | = |𝑐 | dan dirumuskan oleh:


⃗ ∙𝒃
𝒂 𝒂 ⃗
⃗ ∙𝒃
|𝒄
⃗ |= ⃗| atau ⃗ 𝒃⃗ |=
|𝒂
⃗|
|𝒃 |𝒃

Contoh
2 3
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ) adalah vektor – vektor di bidang yang
1 4
disajikan dalam bentuk vektor kolom. Tentukan:
1) Proyeksi skalar ortogonal dari vektor a pada arah vektor b
2) Proyeksi skalar ortogonal dari vektor b ke arah vektor a
Penyelesaian
1) Proyeksi skalar ortogonal vektor a pada arah vektor b, ditentukan oleh
𝑎 ∙ 𝑏⃗ 2 × 3 + 1 × 4 10
|𝑐| = = = =2
|𝑏⃗| √32 + 42 5

Jadi, proyeksi skalar ortogonal vektor a pada arah vektor b adalah |𝑐 | =


2
2) Proyeksi skalar ortogonal vektor b pada arah vektor a, ditentukan oleh
𝑎 ∙ 𝑏⃗ 2 × 3 + 1 × 4 10
|𝑑 | = = = = 2√5
|𝑎| √22 + 12 √5

12
Jadi, proyeksi skalar ortogonal vektor b pada arah vektor a adalah |𝑑 | =

2√5
b. Panjang Proyeksi Skalar Ortogonal
Panjang proyeksi skalar ortogonal 𝑎 pada 𝑏⃗ ditulis sebagai |𝑎𝑏⃗ |adalah nilai

mutlak dari proyeksi skalar ortogonal 𝑎 pada 𝑏⃗, ditulis sebagai berikut:


⃗ ∙𝒃
𝒂
⃗ 𝒃⃗ |=
|𝒂 | ⃗|
|
|𝒃

Panjang proyeksi skalar ortogonal 𝑎 pada 𝑏⃗ selalu berupa bilangan real


positif.
c. Proyeksi Vektor Ortogonal
Proyeksi 𝑎 pada 𝑏⃗, yaoti 𝑐 merupakan perkalian antara proyeksi skalar 𝑎
pada 𝑏⃗ dengan vektor satuan dari 𝑏⃗, sehingga dapat dirumuskan oleh:

⃗𝒃 ⃗
⃗ ∙𝒃
𝒂
⃗ 𝒃⃗ |.
𝒄 = |𝒂 atau 𝒄= 𝟐 . 𝒃⃗
| ⃗𝒃 | ⃗|
|𝒃

Proyeksi vektor ortogonal 𝑎 pada 𝑏⃗, hasilnya berupa vektor.


Contoh
2 3
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ) adalah vektor – vektor di bidang yang
1 4
disajikan dalam bentuk vektor kolom. Tentukan proyeksi vektor ortogonal
dari vektor a pada arah vektor b dan proyeksi vektor ortogonal dari vektor
b ke arah vektor a.
Penyelesaian
Proyeksi vektor ortogonal vektor a pada arah vektor b, ditentukan oleh
𝑎 ∙ 𝑏⃗ 2×3+1×4 3 10 3 3 6
𝑐=( ) 𝑏⃗ = ( 2 )( ) = ( ) = 2( ) = ( )

|𝑏| 2
(√32 + 42 ) 4 5 4 4 8

13
LATIHAN 1

1. Tentukan panjang atau besar vektor berikut!


−12
a. 𝑎 = ( )
5
7
b. 𝑏⃗ = ( )
24
2. Tentukan vektor satuan dari:
a. 𝑝 = 6𝑖 + 8𝑗
b. 𝑞 = 12𝑖 − 5𝑗
6 −8
3. Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ). Tentukan 5𝑎 + 2 𝑏⃗!
4 2
4 12
4. Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ). Tentukan 𝑎. 𝑏⃗!
−10 3
5. Diketahui |𝑎| = 4 dan |𝑏| = 8, serta ∠(𝑎, 𝑏⃗) = 45°. Tentukan nilai 𝑎. 𝑏⃗!

6. Tentukan cosinus sudut dari dua vektor berikut ini!
−12 3
a. 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( )
5 −4
1 4
b. 𝑝 = ( ) dan 𝑞 = ( )
−1 3
2 3
7. Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ). Tentukan proyeksi skalar dari 𝑎 pada 𝑏⃗!
1 4
8. Dari soal nomor (7), tentukan panjang proyeksi skalar dari 𝑎 pada 𝑏⃗!
2 6
9. Diketahui 𝑝 = ( ) dan 𝑞 = ( ). Tentukan proyeksi vektor orthogonal 𝑝 pada 𝑞 !
4 2

14
B. VEKTOR DI 𝑹𝟑 (RUANG)
1. Sistem Koordinat dalam Ruang
Vektor di 𝑹𝟑 adalah suatu vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah yang
terletak pada sebuah bidang datar atau ruang berdimensi tiga. Pada 𝑅 3 ditandai
dengan tiga buah sumbu yang saling berpotongan tegak lurus (ortogonal), yaitu:
a. Arah ke depan atau ke belakang disebut sumbu X.
b. Arah ke kanan atau ke kiri disebut sumbu Y.
c. Arah ke atas atau ke bawah disebut sumbu Z.
Vektor dalam ruang berdimensi tiga digambarkan sebagai berikut.

Vektor di 𝑹𝟑 ditandai dengan berapa jauh perpindahan ke depan atau ke


belakang, berapa jauh perpindahan ke kanan dan ke kiri, dan berapa jauh
perpindahan ke atas atau ke bawah dengan ketentuan sebagai berikut.
ke depan → positif
Koordinat sumbu X = {
ke belakang → negatif
ke kanan → positif
Koordinat sumbu Y = {
ke kiri → negatif
ke atas → positif
Koordinat sumbu Z = {
ke bawah → negatif

Di dalam bidang datar (𝑹𝟑 ), misalnya suatu vektor yang titik pangkalnya di
𝐴(𝑥1 , 𝑦1 , 𝑧1 ) dan titik ujungnya di 𝐵(𝑥2 , 𝑦2 , 𝑧2 ) dapat dituliskan dalam bentuk
komponen vektor baris dan vektor kolom.
a. Vektor Baris pada 𝑹𝟑
Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor kolom sebagai berikut.
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑥, 𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑦, 𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑧)
𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 , 𝑧2 − 𝑧1 )
𝐴𝐵

15
b. Vektor Kolom pada 𝑹𝟑
Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor kolom.
Contoh:
Koordinat sumbu X
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (Koordinat sumbu Y)
Koordinat sumbu Z
𝑥2 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑦2 − 𝑦1 )
𝐴𝐵
𝑧2 − 𝑧1

c. Vektor Basis pada 𝑹𝟑


Vektor basis disebut juga vektor komponen dapat dinyatakan sebagai berikut.

⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗
𝐴𝐵 = (𝑥2 − 𝑥1 )𝑖 + (𝑦2 − 𝑦1 )𝑗 + (𝑧2 − 𝑧1 )𝑘

Dengan:
𝑖 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑥
𝑗 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑦
⃗ → menyatakan vektor basis pada arah 𝑧
𝑘

Contoh
Nyatakan vektor 𝑂𝐸
⃗⃗⃗⃗⃗ berikut dalam bentuk vektor baris, vektor kolom, dan vektor

basis.

Penyelesaian
Vektor 𝑂𝐸
⃗⃗⃗⃗⃗ menunjukkan perpindahan dari titik O ke titik E, yaitu 4 satuan ke

depan dan 6 satuan ke kanan dan 10 satuan ke atas. Maka vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐸 dapat
ditulis secara baris dan kolom sebagai berikut.

16
⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐸 = (4, 6,10)
4
⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐸 = ( 6 )
10

⃗⃗⃗⃗⃗ = 4𝑖 + 6𝑗 + 10𝑘
𝑂𝐸

2. Vektor Posisi
Vektor Posisi adalah vektor yang berpangkal pada titik O(0,0) sumbu
koordinat.
𝑎1 𝑏1
Misalkan 𝑂𝐴 = ( 2 ) , 𝑂𝐵 = ( 2 ) , maka vektor posisinya dapat dinyatakan
⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑎 ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑏
𝑎3 𝑏3
sebagai berikut.
𝑏1 𝑎1 𝑏1 − 𝑎1
⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑎
𝐴𝐵 = (𝑏2 ) − ( 2 ) = (𝑏2 − 𝑎2 )
𝑏3 𝑎3 𝑏3 − 𝑎3

3. Besar atau Panjang Vektor


Besar atau panjang vektor 𝑃⃗ apabila digambarkan akan membentuk ruas garis
berarah dengan panjang ruas garis yang mewakili panjang vektor tersebut.
Panjang vektor 𝑃⃗ dinotasikan sebagai |𝑃⃗|.
a. Vektor dengan pangkal di pusat O
Misalkan 𝑅 adalah sebuah titik di ruang berdimensi tiga dengan koordinat
(𝑥, 𝑦, 𝑧). Ruas garis berarah 𝑂𝑅
⃗⃗⃗⃗⃗ mewakili 𝑟, sehingga 𝑟 dapat dituliskan

dalam bentuk vektor kolom sebagai


𝑥
𝑟 = (𝑦)
𝑧
Perhatikan gambar berikut.

17
Berdasarkan gambar di atas, panjang 𝑟ditentukan oleh panjang ruas garis
𝑂𝑅.
𝑂𝑅 2 = 𝑂𝐷2 + 𝐷𝑅 2
⇔ 𝑂𝑅 2 = 𝑂𝐴2 + 𝑂𝐵 2 + 𝑂𝐶 2 , sebab 𝑂𝐷2 = 𝑂𝐴2 + 𝑂𝐵 2 dan 𝐷𝑅 2 = 𝑂𝐶 2
⇔ 𝑂𝑅 2 = 𝑥 2 + 𝑦 2 + 𝑧 2
⇔ 𝑂𝑅 = √𝑥 2 + 𝑦 2 + 𝑧 2
Dengan demikian, misalkan 𝑟 adalah vektor di ruang dinyatakan dalam
𝑥
bentuk vektor kolom 𝑟 = (𝑦), panjang atau besar vektor 𝑟 ditentukan
𝑧
dengan rumus:

⃗ | = √𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 𝒛𝟐
|𝒓

Contoh:
1
Diketahui vektor 𝑎 = ( 2 ). Tentukan |𝑎|.
−2
Penyelesaian:
|𝑎| = √12 + 22 + (−2)2 = √1 + 4 + 4 = √9 = 3
Jadi, panjang vektor 𝑎 adalah 3 satuan panjang.

b. Vektor yang tak berpangkal di pusat O


Suatu vektor yang titik pangkalnya di A(x1 , y1 , 𝑧1 ) dan titik ujungnya di
B(x2 , y2 , 𝑧2 ) dapat dituliskan dalam bentuk komponen :
𝑥2 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (𝑦2 − 𝑦1 )
𝑧2 − 𝑧1
atau
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 , 𝑧2 − 𝑧1 )
𝐴𝐵
Panjang atau besar vektor 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ ditentukan dengan rumus:

⃗⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(𝒙𝟐 − 𝒙𝟏 )𝟐 + (𝒚𝟐 − 𝒚𝟏 )𝟐 + (𝒛𝟐 − 𝒛𝟏 )𝟐


|𝑨𝑩

18
Sebagai contoh,
Terdapat titik A(2, 1, 4) dan titik B(5, 3, 1). Tentukan panjang vektor 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ .

Penyelesaian:
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(5 − 2)2 + (3 − 1)2 + (1 − 4)2
|𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √32 + 22 + (−3)2
|𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √9 + 4 + 9
|𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √22
|𝐴𝐵

4. Vektor Satuan
Misalkan 𝑎 adalah sebarang vektor dalam ruang berdimensi tiga yang bukan
𝑥
merupakan vektor nol, dinyatakan dalam bentuk 𝑎 = (𝑦), vektor satuan yang
𝑧
searah dengan 𝑎 dilambangkan dengan 𝑒̂ , dan ditentukan dengan rumus:


𝒂 ⃗
𝒂 𝟏 𝒙
𝒆̂ = = = (𝒚)
|𝒂
⃗ | √𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 𝒛𝟐 √𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 𝒛𝟐 𝒛

Contoh
−2
Diketahui vektor 𝑎 = ( 3 ), tentukan vektor satuan yang searah dengan 𝑎.
6
Penyelesaian
Mula-mula ditentukan terlebih dahulu panjang dari vektor 𝑎.
|𝑎| = √(−2)2 + 32 + 62 = √4 + 9 + 36 = √49 = 7
Vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah
1 2
. (−2) −7
−2 7
𝑎⃗ 𝑎⃗ 1 1 3
𝑒𝑎⃗ = |𝑎⃗| = = 7( 3 ) = .3 =
√𝑥 2 +𝑦 2 +𝑧 2 7 7
6 1 6
.6
( 7 ) ( 7 )
2
−7
3
Jadi, vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah 𝑒𝑎⃗ = 7
.
6
( 7 )

19
5. Kesamaan Dua Vektor
Sama seperti pada vektor pada bidang, dua vektor dikatakan sama apabila kedua
vektor itu memiliki besar dan arah yang sama. Jika vektor 𝑎 dan vektor 𝑏⃗ adalah
dua vektor sama maka 𝑎 = 𝑏⃗

6. Operasi Aljabar pada Vektor


a. Penjumlahan Vektor
Dalam operasi penjumlahan, hanya komponen sejenis yang dijumlahkan.
𝑎1 𝑏1
Misal, vektor 𝑎 = (𝑎2 ) dan 𝑏⃗ = (𝑏2 ), maka:
𝑎3 𝑏3
𝒂𝟏 𝒃𝟏 𝒂𝟏 + 𝒃𝟏
⃗ = (𝒂𝟐 ) + (𝒃𝟐 ) = (𝒂𝟐 + 𝒃𝟐 )
⃗ +𝒃
𝒂
𝒂𝟑 𝒃𝟑 𝒂𝟑 + 𝒃𝟑

Contoh
Diberikan vektor-vektor berikut.
1 2 −1
𝑎 = (2) , 𝑏 = (−1) dan 𝑐 = (−3)

3 4 −2
Tentukan :
a. 𝑎 + 𝑏⃗
b. 𝑐 + 𝑏⃗
c. 𝑎 + 𝑏⃗ + 𝑐
Penyelesaian
1+2 (−1) + 2
a. 𝑎 + 𝑏⃗ = (2 + (−1)) b. 𝑐 + 𝑏⃗ = ((−3) + (−1))
3+4 (−2) + 4

3 1
= (1 ) = (−4)
7 2
1 + 2 + (−1) 2
c. 𝑎 + 𝑏 + 𝑐 =
⃗ ( 2 + (−1) + (−3) ) = −2)
(
3 + 4 + (−2) 5

20
b. Pengurangan Vektor
Dalam operasi pengurangan, hanya komponen sejenis yang dijumlahkan.
𝑎1 𝑏1
Misal, vektor 𝑎 = (𝑎2 ) dan 𝑏⃗ = (𝑏2 ), maka:
𝑎3 𝑏3
𝒂𝟏 𝒃𝟏 𝒂𝟏 − 𝒃𝟏
⃗ = (𝒂𝟐 ) − (𝒃𝟐 ) = (𝒂𝟐 − 𝒃𝟐 )
⃗ −𝒃
𝒂
𝒂𝟑 𝒃𝟑 𝒂𝟑 − 𝒃𝟑

Contoh
1 2
Diketahui 𝑎 = (2) dan 𝑏⃗ = (−4). Tentukan 𝑏⃗ − 𝑎!
3 7
Penyelesaian
2 1 2−1 1
𝑏⃗ − 𝑎 = (−4) − (2) = (−4 − 2) = (−6)
7 3 7−3 4
c. Perkalian Vektor
1) Perkalian Vektor dengan Skalar
Seperti perkalian vektor dan skalar di 𝑅 2 , setiap komponen dikalikan
dengan skalar tersebut.
𝑎1
Jika vektor 𝑎 = ( 2 ) dan 𝑘 adalah skalar (bilangan riil) maka:
𝑎
𝑎3
𝒂𝟏 𝒌𝒂𝟏
⃗ = 𝒌 (𝒂𝟐 ) = (𝒌𝒂𝟐 )
𝒌𝒂
𝒂𝟑 𝒌𝒂𝟑

Contoh
3
Misalkan 𝑎 = (−6), maka tentukan 6𝑎 .
5
Penyelesaian
3 6×3 18
6𝑎 = 6 (−6) = (6 × (−6)) = (−36)
5 6×5 30

2) Perkalian skalar antara dua vektor


𝑎1 𝑏1
Misal diketahui vektor 𝑎 = (𝑎2 ) dan 𝑏 = (𝑏2 ), maka perkalian skalar

𝑎3 𝑏3
(perkalian titik atau dot product) antara dua vektor 𝑎 dan 𝑏⃗ dirumuskan:

21
⃗ = 𝒂𝟏 𝒃𝟏 + 𝒂𝟐 𝒃𝟐 + 𝒂𝟑 𝒃𝟑
⃗ ⋅𝒃
𝒂

atau

⃗ = |𝒂
⃗ ⋅𝒃
𝒂 ⃗ |𝒄𝒐𝒔𝜽
⃗ ||𝒃

Contoh 1
4 −3
Diketahui 𝑎 = (−2) dan 𝑏 = ( 4 ), maka tentukan 𝑎 ⋅ 𝑏⃗!

1 2
Penyelesaian
4 −3
𝑎 ⋅ 𝑏⃗ = (−2) ( 4 )
1 2
= (4 × (−3)) + ((−2) × 4) + (1 × 2)
= (−12) + (−8) + 2
= −18

Contoh 2
Panjang vector 𝑎 = |𝑎|= 5 satuan, panjang vektor 𝑏⃗ = |𝑏⃗|= 6 satuan, dan
sudut yang dibentuk kedua vektor ∠(𝑎1 , 𝑎2 ) = 60° . Hitunglah nilai perkalian
skalar antara 𝑎 dan 𝑏⃗.
Penyelesaian
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = |𝑎||𝑏⃗|𝑐𝑜𝑠 θ
= 5 . 6 . cos 60°
1
= 30 .
2
= 15

b. Sudut antara 2 vektor


𝑥1 𝑦1
Misal diketahui vektor 𝑎 = (𝑥2 ) dan 𝑏⃗ = (𝑦2 ) merupakan vektor di 𝑅 3 dan
𝑥3 𝑦3
sudut yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut adalah 𝜃 dapat ditentukan
dengan rumus berikut:

⃗ . ⃗𝒃
𝒂 𝒙𝟏 . 𝒙𝟐 + 𝒚𝟏 . 𝒚𝟐 + 𝒛𝟏 . 𝒛𝟐
𝒄𝒐𝒔 𝜽 = =
⃗⃗⃗ |. |𝒃
|𝒂 ⃗⃗⃗ |
√𝒙𝟐𝟏 + 𝒚𝟐𝟏 + 𝒛𝟐𝟏 . √𝒙𝟐𝟐 + 𝒚𝟐𝟐 + 𝒛𝟐𝟐

22
Contoh
3 0
Diketahui 𝑎 = 2 dan 𝑏 = 4)
( ) ⃗ (
−2 4
Hitunglah besar sudut antara kedua vektor tersebut.
Penyelesaian
𝑥1 . 𝑥2 + 𝑦1 . 𝑦2 + 𝑧1 . 𝑧2
cos 𝜃 =
√𝑥12 + 𝑦12 + 𝑧12 . √𝑥22 + 𝑦22 + 𝑧22
(3.0) + (2.4) + ((−2). 4)
𝑐𝑜𝑠 𝜃 =
√32 + 22 + (−2)2 . √02 + 42 + 42
0
cos 𝜃 = =0
√17. √32
Maka 𝜃 = 90° (karena sudut yang nilai cosinusnya sama dengan 0 adalah 90°

23
LATIHAN 2

3 4
1. Diketahui 𝑢
⃗ = (7) dan 𝑣 = (−2), tentukan:
1 −6
a. Panjang vektor 𝑢

b. Panjang vektor 𝑣

2. Jika 𝑎 = 3𝑖 + 4𝑗 − 2𝑘
⃗ dan 𝑏⃗ = 2𝑖 − 3𝑗 + 𝑘
⃗ maka tentukan panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 !
3. Tentukan vektor satuan dari:
−3
a. 𝑎 = ( 4 )
−12
6
b. 𝑏⃗ = (−24),
−8
−3 6 2
4. Diketahui 𝑎 = ( 2 ), 𝑏⃗ = (−1), dan 𝑐 = ( 0 ).
6 6 −3
Tentukan hasil operasi vektor dari:
a. 𝑏⃗ + 2𝑐
b. 3𝑐 − 𝑎
5. Diketahui |𝑎| = 4, |𝑏⃗| = 4, dan ∠(𝑎, 𝑏⃗) = 60°. Tentukan 𝑎. 𝑏⃗!
−1 −1
6. Tentukan sudut antara vektor 𝑎 = ( 1 ) dan 𝑏⃗ = ( 0 )!
0 −1
−1 1
7. Diketahui 𝑝 = ( 1 ) dan 𝑞 = ( 0 ). Tentukan besar cosinus sudut yang dibentuk
0 −7
antara 𝑝 dan 𝑞 !

24

Anda mungkin juga menyukai