Materi Vektor Matematika Kelas XI
Materi Vektor Matematika Kelas XI
MATEMATIKA
KELAS XI
SEMESTER GENAP
HALAMAN JUDUL
A. VEKTOR DI 𝑹𝟐 (BIDANG)
1. Pengertian Besaran Skalar dan Besaran Vektor
Besaran-besaran dapat diklasifikasikan dalam besaran skalar dan besaran vektor.
a. Besaran Skalar adalah suatu besaran yang hanya mempunyai nilai atau
besar saja.
Contoh besaran skalar adalah panjang, waktu, massa, suhu/temperatur, luas,
dan volume.
b. Besaran Vektor adalah suatu besaran yang mempunyai besar dan arah.
Contoh besaran vektor adalah kecepatan, gaya, momen, dan medan magnet.
2. Menyajikan Vektor
a. Penyajian Secara Geometris
Secara geometris, suatu vektor dapat digambarkan sebagai garis berarah
pada salah satu ujungnya. Panjang atau pendeknya potongan garis
menunjukkan besar (panjang) vektor, dan tanda anak panah menunjukkan
arah vektor.
Pada gambar vektor di atas, ruas garis berarah ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝐴𝐵 mewakili vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 ,
dimana titik A disebut titik awal (initial point) dan titik B disebut titik terminal
1
(terminal point). Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 diwakili oleh vektor 𝑎 sehingga dapat dinyatakan
dengan 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑎.
b. Notasi Vektor
Suatu vektor dapat dituliskan dengan menggunakan lambang huruf kecil yang
dicetak tebal atau dengan huruf kecil yang dibubuhi tanda panah di atas huruf
itu. Misalnya vektor 𝒂 (huruf tebal) atau 𝑎. Kemudian jika suatu ruas garis
menghubungkan titik P dan titik Q dari P ke Q, maka vektor itu dapat
dinotasikan sebagai PQ (huruf tebal) atau dengan 𝑃𝑄
⃗⃗⃗⃗⃗ , dan dapat pula dengan
huruf kecil yang mewakili vektor tersebut, misalnya 𝒂 atau 𝑎. Jadi vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑃𝑄 =
𝑎. (Lihat gambar di bawah)
ke atas → positif
Komponen vertikal (sumbu y) = {
ke bawah → negatif
2
Perhatikan gambar berikut.
Di dalam bidang datar (𝑹𝟐 ), suatu vektor yang titik pangkalnya di 𝐴(𝑥1 , 𝑦1 ) dan
titik ujungnya di 𝐵(𝑥2 , 𝑦2) dapat dituliskan dalam bentuk komponen vektor baris
dan vektor kolom.
a. Vektor Baris pada 𝑹𝟐
Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor baris sebagai berikut.
komponen mendatar
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = ( )
komponen vertikal
𝑥 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗ = ( 2
𝐴𝐵 )
𝑦2 − 𝑦1
c. Vektor Basis
Vektor basis disebut juga vektor komponen dapat dinyatakan sebagai berikut.
Dengan:
𝑖 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑥
𝑗 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑦
3
Contoh
Nyatakan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 dan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 berikut dalam bentuk vektor baris, vektor
kolom, dan vektor basis.
Penyelesaian
a. Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 menunjukkan perpindahan dari titik D ke titik E, yaitu 4 satuan ke
kiri dan 3 satuan ke atas. Maka vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 dapat ditulis secara baris, kolom,
dan basis sebagai berikut.
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 = (−4, 3)
−4
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 = ( )
3
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐷𝐸 = −4𝑖 + 3𝑗
b. Vektor 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ menunjukkan perpindahan dari titik A ke titik B, yaitu 4 satuan ke
kanan dan 3 satuan ke atas. Maka vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 dapat ditulis secara baris, kolom,
dan basis sebagai berikut.
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (4, 3)
4
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = ( )
3
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = 4𝑖 + 3𝑗
4. Vektor Nol
Sebuah vektor yang titik awal dan titik ujungnya sama (berimpit) disebut vektor
nol. Vektor Nol memiliki panjang 0 (nol) dan arah tak tentu.
Contoh:
𝐴𝐴 = 𝑜, 𝐵𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑜 maka |𝐴𝐴
⃗⃗⃗⃗⃗ | = |𝑜| = 0 dan |𝐵𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = |𝑜| = 0.
0
Vektor Nol untuk ruang berdimensi dua dilambangkan 𝑜 = ( ).
0
4
5. Vektor Posisi
Vektor Posisi adalah vektor yang berpangkal pada titik O(0,0) sumbu
koordinat.
Perhatikan gambar berikut.
Gambar di atas menunjukkan vektor posisi dari titik A, B, dan C terhadap pusat
O(0,0) adalah ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐴 = 𝑎, 𝑂𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏⃗, dan 𝑂𝐶 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑐 .
−4
• Vektor posisi titik A dari O adalah ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑂𝐴 = 𝑎 = ( )
6
2
• Vektor posisi titik B dari O adalah 𝑂𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑏⃗ = ( )
9
• Vektor posisi titik C dari O adalah 𝑂𝐶 ⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑐 = (4)
3
Hal tersebut berarti bahwa vektor posisi dari suatu titik 𝑃(𝑥1 , 𝑦1 ) terhadap titik
O(0,0) dapat dituliskan menjadi
𝑥
⃗⃗⃗⃗⃗ = 𝑝 = ( 1 )
𝑂𝑃
𝑦1
5
Berdasarkan gambar di atas, panjang 𝑟 adalah panjang ruas garis OR.
Panjang ruas garis OR dapat ditentukan dengan menggunakan teorema
pythagoras sebagai berikut.
2 2 2
⃗⃗⃗⃗⃗ | = |𝑂𝐴
|𝑂𝑅 ⃗⃗⃗⃗⃗ | + |𝑂𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ |
2
⃗⃗⃗⃗⃗ | = 𝑥 2 + 𝑦 2
|𝑂𝑅
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √𝑥 2 + 𝑦 2
|𝑂𝑅
Jadi, panjang vektor 𝑟 adalah |𝑂𝑅
⃗⃗⃗⃗⃗ | = 𝑟 = √𝑥 2 + 𝑦 2 .
Contoh
3
Diketahui vektor 𝑐 = ( ). Tentukan |𝑐 |.
−4
Penyelesaian
|𝑐| = √(3)2 + (−4)2 = √9 + 16 = √25 = 5
Jadi panjang vektor 𝑐 adalah 5 satuan panjang.
b. Vektor yang tidak berpangkal di pusat O(0,0).
Suatu vektor yang titik pangkalnya di A(x1 , y1 ) dan titik ujungnya di B(x2 , y2 )
dapat dituliskan dalam bentuk komponen:
𝑥2 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = ( )
𝑦2 − 𝑦1
atau
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 )
dilukiskan sebagai berikut.
𝑌
𝑦2 𝐵(𝑥2 , 𝑦2 )
𝑦1 𝐴(𝑥1 , 𝑦1 )
𝑥1 𝑥2 𝑋
6
Panjang atau besar vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 ditentukan dengan rumus:
Contoh
Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
BC yang tidak berpangkal di O, dengan B(2, 1) dan C(5, 5). Tentukan
panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
BC.
Penyelesaian
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(5 − 2)2 + (5 − 1)2 = √32 + 42 = √9 + 16 = √25 = 5
|𝐵𝐶
7. Vektor Satuan
Vektor Satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan. Notasi vektor satuan
adalah 𝑒. Hal ini berarti bahwa |𝑒| = 1. Vektor satuan dari suatu vektor 𝑎 adalah
vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya sama dengan arah vektor 𝑎.
Jika 𝑒𝑎⃗ merupakan vektor satuan dari vektor 𝑎 maka dapat dinyatakan sebagai
berikut.
𝑎 𝑎 1 𝑥
𝑒𝑎⃗ = = = (𝑦)
|𝑎| √𝑥 2 + 𝑦 2 √𝑥 2 + 𝑦 2
Contoh
4
Diketahui vektor 𝑎 = ( ), tentukan vektor satuan yang searah dengan 𝑎.
−3
Penyelesaian
Mula-mula ditentukan terlebih dahulu panjang dari vektor 𝑎.
|𝑎| = √42 + (−3)2 = √16 + 9 = √25 = 5
Vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah
1 4
𝑎⃗ 𝑎⃗ 1 4 .4
𝑒𝑎⃗ = = 2 2 = 5 ( ) = (1 5 ) = ( 5 3)
|𝑎⃗| √𝑥 +𝑦 −3 . (−3) −
5 5
4
5
Jadi, vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah 𝑒𝑎⃗ = ( 3).
−5
8. Kesamaan Dua Vektor
a. Dua vektor, misalkan 𝑢
⃗ dan 𝑣 dikatakan sama (ditulis : 𝑢
⃗ = 𝑣 ) jika dan hanya
jika:
• Besar 𝑢 ⃗ sama dengan besar 𝑣
• Arah 𝑢 ⃗ sama dengan arah 𝑣 (sejajar dan searah)
Vektor tidak bergantung pada letaknya, namun bergantung pada panjang dan
arahnya.
Contoh:
7
Perhatikan gambar kubus berikut.
Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 dan vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐸𝐹 saling berlawanan namun sejajar dan mempunyai
besar yang sama sehingga dapat dinyatakan bahwa 𝐴𝐵 ⃗⃗⃗⃗⃗ .
⃗⃗⃗⃗⃗ = −𝐸𝐹
Contoh
Diberikan vektor-vektor berikut.
8
2 −3 −1
𝑎 = ( ) , 𝑏⃗ = ( ) dan 𝑐 = ( )
1 5 −3
Tentukan :
a. 𝑎 + 𝑏⃗
b. 𝑐 + 𝑏⃗
c. 𝑎 + 𝑏⃗ + 𝑐
Penyelesaian
2 + (−3) (−1) + (−3)
a. 𝑎 + 𝑏⃗ = ( ) b. 𝑐 + 𝑏⃗ = ( )
1+5 (−3) + 5
−1 −4
=( ) =( )
6 2
2 + (−3) + (−1) −2
c. 𝑎 + 𝑏⃗ + 𝑐 = ( )=( )
1 + 5 + (−3) 3
b. Pengurangan Vektor
Dalam operasi pengurangan, hanya komponen sejenis yang dijumlahkan.
𝑎1 𝑏
Misal, vektor 𝑎 = (𝑎 ) dan 𝑏⃗ = ( 1 ), maka:
2 𝑏2
𝒂
⃗ = ( 𝟏 ) − (𝒃𝟏 ) = (𝒂𝟏 − 𝒃𝟏 )
⃗ −𝒃
𝒂 𝒂𝟐 𝒃𝟐 𝒂𝟐 − 𝒃𝟐
Contoh
−3 4
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ). Tentukan 𝑎 − 𝑏⃗!
2 −2
Penyelesaian
−3 4 −3 − 4 −7
𝑎 − 𝑏⃗ = ( ) − ( ) = ( )=( )
2 −2 2 − (−2) 4
c. Perkalian Vektor
1) Perkalian Vektor dengan Skalar
Hasil kali bilangan real k dengan vektor 𝑎 adalah suatu vektor yang
panjangnya │k│ kali panjang vektor 𝑎 dan arahnya adalah:
• sama dengan arah vektor 𝑎 jika k> 0
• berlawanan dengan arah vektor 𝑎 jika k < 0
• sama dengan nol jika k = 0
9
𝒙𝒂 𝒌𝒙
Hasil kali skalar k dengan vektor 𝒂
⃗ ditulis sebagai 𝒌 (𝒚 ) = ( 𝒂 )
𝒂 𝒌 𝒚𝒂
Contoh
4
Diketahui vektor 𝑎 = ( ). Vektor 𝑏⃗ adalah setengah kalinya vektor 𝑎.
−6
Tentukan 𝑏⃗.
Penyelesaian
1
1 1 4 .4
⃗𝑏 = 𝑎 = ( ) = ( 2 2
)=( )
2 2 −6 1 −3
. (−6)
2
⃗ ⋅ ⃗𝒃 = 𝒂𝟏 𝒃𝟏 + 𝒂𝟐 𝒃𝟐
𝒂
atau
⃗ = |𝒂
⃗ ⋅𝒃
𝒂 ⃗ |𝒄𝒐𝒔𝜽
⃗ ||𝒃
Contoh 1
5 8
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ), maka tentukan 𝑎 ⋅ 𝑏⃗!
12 6
Penyelesaian
5 8
𝑎 ⋅ 𝑏⃗ = ( ) ( )
12 6
= (5 × 8) + (12 × 6)
= 40 + 72
= 112
Contoh 2
Panjang vector 𝑎 = |𝑎|= 6 satuan, panjang vektor 𝑏⃗ = |𝑏⃗|= 8 satuan, dan
sudut yang dibentuk kedua vektor ∠(𝑎1 , 𝑎2 ) = 30° . Hitunglah nilai perkalian
skalar antara 𝑎 dan 𝑏⃗.
Penyelesaian
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = |𝑎||𝑏⃗|𝑐𝑜𝑠 θ
= 6 . 8 . cos 30°
10
1
= 6.8. √3
2
= 24√3
𝑎 ∙ 𝑏⃗
cos 𝜃 =
|𝑎||𝑏⃗|
|𝑏⃗| = √𝑏1 2 + 𝑏2 2
Sehingga diperoleh
𝑎⃗∙𝑏⃗ 𝒂𝟏 𝒃𝟏 + 𝒂𝟐 𝒃𝟐
cos 𝜃 = |𝑎⃗ ||𝑏⃗|
→ 𝐜𝐨𝐬 𝜽 =
√(𝒂𝟏 𝟐 + 𝒂𝟐 𝟐 ) (𝒃𝟏 𝟐 + 𝒃𝟐 𝟐 )
Contoh
Diberikan 𝑎 = 2𝑖 - 2𝑗 dan 𝑏⃗ = 2𝑖 + 4𝑗 , hitunglah besar sudut antara 𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑏⃗.
Penyelesaian
|𝑎| = √22 + (−2)2 = √8 = 2√2
|𝑏⃗| = √22 + 42 = √20 = 2√5
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = (2𝑖 - 2𝑗) . (2𝑖 + 4𝑗)
= 2 . 2+ (-2). 4
=4-8
=-4
⃗
𝑎⃗∙𝑏
cos 𝜃 = ⃗
|𝑎⃗||𝑏|
−4
=
2√2 . 2√5
−4
=
8√5
1
=- √5
2
11
10. Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor pada Vektor Lain
Salah satu kegunaan dari perkalian skalar adalah untuk menentukan proyeksi
ortogonal dari suatu vektor pada vektor lain.
a. Proyeksi Skalar Ortogonal
Proyeksi skalar ortogonal biasanya disingkat dengan proyeksi skalar saja.
Misalkan proyeksi 𝑂𝐴
⃗⃗⃗⃗⃗ pada 𝑂𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ adalah 𝑂𝐶
⃗⃗⃗⃗⃗ .
⃗
⃗ ∙𝒃
𝒂 𝒂 ⃗
⃗ ∙𝒃
|𝒄
⃗ |= ⃗| atau ⃗ 𝒃⃗ |=
|𝒂
⃗|
|𝒃 |𝒃
Contoh
2 3
Diketahui 𝑎 = ( ) dan 𝑏⃗ = ( ) adalah vektor – vektor di bidang yang
1 4
disajikan dalam bentuk vektor kolom. Tentukan:
1) Proyeksi skalar ortogonal dari vektor a pada arah vektor b
2) Proyeksi skalar ortogonal dari vektor b ke arah vektor a
Penyelesaian
1) Proyeksi skalar ortogonal vektor a pada arah vektor b, ditentukan oleh
𝑎 ∙ 𝑏⃗ 2 × 3 + 1 × 4 10
|𝑐| = = = =2
|𝑏⃗| √32 + 42 5
12
Jadi, proyeksi skalar ortogonal vektor b pada arah vektor a adalah |𝑑 | =
2√5
b. Panjang Proyeksi Skalar Ortogonal
Panjang proyeksi skalar ortogonal 𝑎 pada 𝑏⃗ ditulis sebagai |𝑎𝑏⃗ |adalah nilai
mutlak dari proyeksi skalar ortogonal 𝑎 pada 𝑏⃗, ditulis sebagai berikut:
⃗
⃗ ∙𝒃
𝒂
⃗ 𝒃⃗ |=
|𝒂 | ⃗|
|
|𝒃
⃗𝒃 ⃗
⃗ ∙𝒃
𝒂
⃗ 𝒃⃗ |.
𝒄 = |𝒂 atau 𝒄= 𝟐 . 𝒃⃗
| ⃗𝒃 | ⃗|
|𝒃
13
LATIHAN 1
14
B. VEKTOR DI 𝑹𝟑 (RUANG)
1. Sistem Koordinat dalam Ruang
Vektor di 𝑹𝟑 adalah suatu vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah yang
terletak pada sebuah bidang datar atau ruang berdimensi tiga. Pada 𝑅 3 ditandai
dengan tiga buah sumbu yang saling berpotongan tegak lurus (ortogonal), yaitu:
a. Arah ke depan atau ke belakang disebut sumbu X.
b. Arah ke kanan atau ke kiri disebut sumbu Y.
c. Arah ke atas atau ke bawah disebut sumbu Z.
Vektor dalam ruang berdimensi tiga digambarkan sebagai berikut.
Di dalam bidang datar (𝑹𝟑 ), misalnya suatu vektor yang titik pangkalnya di
𝐴(𝑥1 , 𝑦1 , 𝑧1 ) dan titik ujungnya di 𝐵(𝑥2 , 𝑦2 , 𝑧2 ) dapat dituliskan dalam bentuk
komponen vektor baris dan vektor kolom.
a. Vektor Baris pada 𝑹𝟑
Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor kolom sebagai berikut.
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑥, 𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑦, 𝑘𝑜𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡 𝑧)
𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑥2 − 𝑥1 , 𝑦2 − 𝑦1 , 𝑧2 − 𝑧1 )
𝐴𝐵
15
b. Vektor Kolom pada 𝑹𝟑
Suatu vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor kolom.
Contoh:
Koordinat sumbu X
⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 = (Koordinat sumbu Y)
Koordinat sumbu Z
𝑥2 − 𝑥1
⃗⃗⃗⃗⃗ = (𝑦2 − 𝑦1 )
𝐴𝐵
𝑧2 − 𝑧1
⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗
𝐴𝐵 = (𝑥2 − 𝑥1 )𝑖 + (𝑦2 − 𝑦1 )𝑗 + (𝑧2 − 𝑧1 )𝑘
Dengan:
𝑖 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑥
𝑗 → menyatakan vektor basis pada arah 𝑦
⃗ → menyatakan vektor basis pada arah 𝑧
𝑘
Contoh
Nyatakan vektor 𝑂𝐸
⃗⃗⃗⃗⃗ berikut dalam bentuk vektor baris, vektor kolom, dan vektor
basis.
Penyelesaian
Vektor 𝑂𝐸
⃗⃗⃗⃗⃗ menunjukkan perpindahan dari titik O ke titik E, yaitu 4 satuan ke
depan dan 6 satuan ke kanan dan 10 satuan ke atas. Maka vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐸 dapat
ditulis secara baris dan kolom sebagai berikut.
16
⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐸 = (4, 6,10)
4
⃗⃗⃗⃗⃗
𝑂𝐸 = ( 6 )
10
⃗
⃗⃗⃗⃗⃗ = 4𝑖 + 6𝑗 + 10𝑘
𝑂𝐸
2. Vektor Posisi
Vektor Posisi adalah vektor yang berpangkal pada titik O(0,0) sumbu
koordinat.
𝑎1 𝑏1
Misalkan 𝑂𝐴 = ( 2 ) , 𝑂𝐵 = ( 2 ) , maka vektor posisinya dapat dinyatakan
⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑎 ⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑏
𝑎3 𝑏3
sebagai berikut.
𝑏1 𝑎1 𝑏1 − 𝑎1
⃗⃗⃗⃗⃗ 𝑎
𝐴𝐵 = (𝑏2 ) − ( 2 ) = (𝑏2 − 𝑎2 )
𝑏3 𝑎3 𝑏3 − 𝑎3
17
Berdasarkan gambar di atas, panjang 𝑟ditentukan oleh panjang ruas garis
𝑂𝑅.
𝑂𝑅 2 = 𝑂𝐷2 + 𝐷𝑅 2
⇔ 𝑂𝑅 2 = 𝑂𝐴2 + 𝑂𝐵 2 + 𝑂𝐶 2 , sebab 𝑂𝐷2 = 𝑂𝐴2 + 𝑂𝐵 2 dan 𝐷𝑅 2 = 𝑂𝐶 2
⇔ 𝑂𝑅 2 = 𝑥 2 + 𝑦 2 + 𝑧 2
⇔ 𝑂𝑅 = √𝑥 2 + 𝑦 2 + 𝑧 2
Dengan demikian, misalkan 𝑟 adalah vektor di ruang dinyatakan dalam
𝑥
bentuk vektor kolom 𝑟 = (𝑦), panjang atau besar vektor 𝑟 ditentukan
𝑧
dengan rumus:
⃗ | = √𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 𝒛𝟐
|𝒓
Contoh:
1
Diketahui vektor 𝑎 = ( 2 ). Tentukan |𝑎|.
−2
Penyelesaian:
|𝑎| = √12 + 22 + (−2)2 = √1 + 4 + 4 = √9 = 3
Jadi, panjang vektor 𝑎 adalah 3 satuan panjang.
18
Sebagai contoh,
Terdapat titik A(2, 1, 4) dan titik B(5, 3, 1). Tentukan panjang vektor 𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ .
Penyelesaian:
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √(5 − 2)2 + (3 − 1)2 + (1 − 4)2
|𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √32 + 22 + (−3)2
|𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √9 + 4 + 9
|𝐴𝐵
⃗⃗⃗⃗⃗ | = √22
|𝐴𝐵
4. Vektor Satuan
Misalkan 𝑎 adalah sebarang vektor dalam ruang berdimensi tiga yang bukan
𝑥
merupakan vektor nol, dinyatakan dalam bentuk 𝑎 = (𝑦), vektor satuan yang
𝑧
searah dengan 𝑎 dilambangkan dengan 𝑒̂ , dan ditentukan dengan rumus:
⃗
𝒂 ⃗
𝒂 𝟏 𝒙
𝒆̂ = = = (𝒚)
|𝒂
⃗ | √𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 𝒛𝟐 √𝒙𝟐 + 𝒚𝟐 + 𝒛𝟐 𝒛
Contoh
−2
Diketahui vektor 𝑎 = ( 3 ), tentukan vektor satuan yang searah dengan 𝑎.
6
Penyelesaian
Mula-mula ditentukan terlebih dahulu panjang dari vektor 𝑎.
|𝑎| = √(−2)2 + 32 + 62 = √4 + 9 + 36 = √49 = 7
Vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah
1 2
. (−2) −7
−2 7
𝑎⃗ 𝑎⃗ 1 1 3
𝑒𝑎⃗ = |𝑎⃗| = = 7( 3 ) = .3 =
√𝑥 2 +𝑦 2 +𝑧 2 7 7
6 1 6
.6
( 7 ) ( 7 )
2
−7
3
Jadi, vektor satuan yang searah dengan 𝑎 adalah 𝑒𝑎⃗ = 7
.
6
( 7 )
19
5. Kesamaan Dua Vektor
Sama seperti pada vektor pada bidang, dua vektor dikatakan sama apabila kedua
vektor itu memiliki besar dan arah yang sama. Jika vektor 𝑎 dan vektor 𝑏⃗ adalah
dua vektor sama maka 𝑎 = 𝑏⃗
Contoh
Diberikan vektor-vektor berikut.
1 2 −1
𝑎 = (2) , 𝑏 = (−1) dan 𝑐 = (−3)
⃗
3 4 −2
Tentukan :
a. 𝑎 + 𝑏⃗
b. 𝑐 + 𝑏⃗
c. 𝑎 + 𝑏⃗ + 𝑐
Penyelesaian
1+2 (−1) + 2
a. 𝑎 + 𝑏⃗ = (2 + (−1)) b. 𝑐 + 𝑏⃗ = ((−3) + (−1))
3+4 (−2) + 4
3 1
= (1 ) = (−4)
7 2
1 + 2 + (−1) 2
c. 𝑎 + 𝑏 + 𝑐 =
⃗ ( 2 + (−1) + (−3) ) = −2)
(
3 + 4 + (−2) 5
20
b. Pengurangan Vektor
Dalam operasi pengurangan, hanya komponen sejenis yang dijumlahkan.
𝑎1 𝑏1
Misal, vektor 𝑎 = (𝑎2 ) dan 𝑏⃗ = (𝑏2 ), maka:
𝑎3 𝑏3
𝒂𝟏 𝒃𝟏 𝒂𝟏 − 𝒃𝟏
⃗ = (𝒂𝟐 ) − (𝒃𝟐 ) = (𝒂𝟐 − 𝒃𝟐 )
⃗ −𝒃
𝒂
𝒂𝟑 𝒃𝟑 𝒂𝟑 − 𝒃𝟑
Contoh
1 2
Diketahui 𝑎 = (2) dan 𝑏⃗ = (−4). Tentukan 𝑏⃗ − 𝑎!
3 7
Penyelesaian
2 1 2−1 1
𝑏⃗ − 𝑎 = (−4) − (2) = (−4 − 2) = (−6)
7 3 7−3 4
c. Perkalian Vektor
1) Perkalian Vektor dengan Skalar
Seperti perkalian vektor dan skalar di 𝑅 2 , setiap komponen dikalikan
dengan skalar tersebut.
𝑎1
Jika vektor 𝑎 = ( 2 ) dan 𝑘 adalah skalar (bilangan riil) maka:
𝑎
𝑎3
𝒂𝟏 𝒌𝒂𝟏
⃗ = 𝒌 (𝒂𝟐 ) = (𝒌𝒂𝟐 )
𝒌𝒂
𝒂𝟑 𝒌𝒂𝟑
Contoh
3
Misalkan 𝑎 = (−6), maka tentukan 6𝑎 .
5
Penyelesaian
3 6×3 18
6𝑎 = 6 (−6) = (6 × (−6)) = (−36)
5 6×5 30
21
⃗ = 𝒂𝟏 𝒃𝟏 + 𝒂𝟐 𝒃𝟐 + 𝒂𝟑 𝒃𝟑
⃗ ⋅𝒃
𝒂
atau
⃗ = |𝒂
⃗ ⋅𝒃
𝒂 ⃗ |𝒄𝒐𝒔𝜽
⃗ ||𝒃
Contoh 1
4 −3
Diketahui 𝑎 = (−2) dan 𝑏 = ( 4 ), maka tentukan 𝑎 ⋅ 𝑏⃗!
⃗
1 2
Penyelesaian
4 −3
𝑎 ⋅ 𝑏⃗ = (−2) ( 4 )
1 2
= (4 × (−3)) + ((−2) × 4) + (1 × 2)
= (−12) + (−8) + 2
= −18
Contoh 2
Panjang vector 𝑎 = |𝑎|= 5 satuan, panjang vektor 𝑏⃗ = |𝑏⃗|= 6 satuan, dan
sudut yang dibentuk kedua vektor ∠(𝑎1 , 𝑎2 ) = 60° . Hitunglah nilai perkalian
skalar antara 𝑎 dan 𝑏⃗.
Penyelesaian
𝑎 ∙ 𝑏⃗ = |𝑎||𝑏⃗|𝑐𝑜𝑠 θ
= 5 . 6 . cos 60°
1
= 30 .
2
= 15
⃗ . ⃗𝒃
𝒂 𝒙𝟏 . 𝒙𝟐 + 𝒚𝟏 . 𝒚𝟐 + 𝒛𝟏 . 𝒛𝟐
𝒄𝒐𝒔 𝜽 = =
⃗⃗⃗ |. |𝒃
|𝒂 ⃗⃗⃗ |
√𝒙𝟐𝟏 + 𝒚𝟐𝟏 + 𝒛𝟐𝟏 . √𝒙𝟐𝟐 + 𝒚𝟐𝟐 + 𝒛𝟐𝟐
22
Contoh
3 0
Diketahui 𝑎 = 2 dan 𝑏 = 4)
( ) ⃗ (
−2 4
Hitunglah besar sudut antara kedua vektor tersebut.
Penyelesaian
𝑥1 . 𝑥2 + 𝑦1 . 𝑦2 + 𝑧1 . 𝑧2
cos 𝜃 =
√𝑥12 + 𝑦12 + 𝑧12 . √𝑥22 + 𝑦22 + 𝑧22
(3.0) + (2.4) + ((−2). 4)
𝑐𝑜𝑠 𝜃 =
√32 + 22 + (−2)2 . √02 + 42 + 42
0
cos 𝜃 = =0
√17. √32
Maka 𝜃 = 90° (karena sudut yang nilai cosinusnya sama dengan 0 adalah 90°
23
LATIHAN 2
3 4
1. Diketahui 𝑢
⃗ = (7) dan 𝑣 = (−2), tentukan:
1 −6
a. Panjang vektor 𝑢
⃗
b. Panjang vektor 𝑣
2. Jika 𝑎 = 3𝑖 + 4𝑗 − 2𝑘
⃗ dan 𝑏⃗ = 2𝑖 − 3𝑗 + 𝑘
⃗ maka tentukan panjang vektor ⃗⃗⃗⃗⃗
𝐴𝐵 !
3. Tentukan vektor satuan dari:
−3
a. 𝑎 = ( 4 )
−12
6
b. 𝑏⃗ = (−24),
−8
−3 6 2
4. Diketahui 𝑎 = ( 2 ), 𝑏⃗ = (−1), dan 𝑐 = ( 0 ).
6 6 −3
Tentukan hasil operasi vektor dari:
a. 𝑏⃗ + 2𝑐
b. 3𝑐 − 𝑎
5. Diketahui |𝑎| = 4, |𝑏⃗| = 4, dan ∠(𝑎, 𝑏⃗) = 60°. Tentukan 𝑎. 𝑏⃗!
−1 −1
6. Tentukan sudut antara vektor 𝑎 = ( 1 ) dan 𝑏⃗ = ( 0 )!
0 −1
−1 1
7. Diketahui 𝑝 = ( 1 ) dan 𝑞 = ( 0 ). Tentukan besar cosinus sudut yang dibentuk
0 −7
antara 𝑝 dan 𝑞 !
24