Metode Penanganan Jalan Pada Daerah Rawa adalah metode khusus
yang digunakan untuk menangani jalan-jalan pada daerah rawa atau
gambut.
1. Metode pembuangan dan penggantian
Cocok untuk jalan pada daerah rawa dengan material yang tidak stabil dengan
kedalaman (± 3m).
Metode kerja :
Buang semua lumpur sampai pada titik kedalaman tanah dasar yang stabil.
Setelah selesai pembuangan lumpur, ganti dengan timbunan tanah yang
lebih stabil
2. Metode Pemindahan
Cocok untuk jalan pada daerah rawa dengan material yang tidak stabil dan kedalaman
(± 3m) sama denga metode nomor satu mengganti lumpur dgn material yg baik.
Metode Kerja :
Dengan berat timbunan, beban tambahan, berat timbunan ditambah
dengan bahan peledak, pemancaran air.
Untuk timbunan dangkal, material baik ditempatkan disepanjang lereng
timbunan sebelumnya sehingga material tersebut meluncur, mengalir dibawah
lumpur yang kurang rapat.
Selain itu, suatu parit selebar timbunan jalan diledakakkan dan segera
ditimbun kembali dengan material yang baik.
3. Metode Underfill
Cocok jalan pada daerah rawa dengan lumpur yang cukup dalam.
Metode Kerja :
Sebuah parit diledakkan dan material timbunan ditempatkan.
Bahan peledak yang dipasang didasar lumpur memaksa lapisan lumpur
tersebut keluar dari bawah timbunan yang akan turun menggantikan tempatnya.
4. Metode Relatif
Merupakan perbaikan dari metode underfill.
Metode Kerja :
Siapkan bahan timbunan disekitar lokasi pekerjaan
Parit pertolongan dibuat di sepanjang sisi timbunan untuk memudahkan
pemindahan lumpur di bagian dasarnya
5. Metode Vertical sand drains
Cocok untuk mempercepat konsolidasi lapisan lumpur yang dalam.
Metode Kerja :
Saluran pasir merupakan kolam vertikal yang menembus lumpur.
Melintang diatasnya dipasang lapisan pasir horisontal sampai lereng tepi
timbunan.
6. Metode Fabrics Reinforcement
Cocok digunakan pada jalan daerah rawa yang dangkal
Metode Kerja :
Melapisi tanah rawa dengan fabrics reinforcement
Lapisan tersebut dapat menambah kekuatan-tarik pada bagian bawah
timbunan
7. Metode Bahan Tambahan
Cocok digunakan pada jalan daerah rawa dengan kedalaman sampai kedalaman 5 m.
Metode Kerja :
Material timbunan ditempatkan sampai mendekati permukaan akhir.
Bahan tambahan kemudian ditempatkan
Tambahan berat ini mempercepat keluarnya air dari lumpur dan
mempercepat konsolidasi.
8. Metode Pemancangan Mandrel
Cocok digunakan pada jalan daerah rawa dengan kedalaman diatas 5 m.
Metode Kerja :
Tabung baja kosong dgn dasar bersendi dipancangkan.
Setelah tabung yang terpancang diisi pasir, tabung tersebut kemudian
dicabut perlahan-lahan, dan pasir mengalir keluar melalui dasar tabung dan
mengisi lubang.
9. Metode Pemancaran Mandrel
Cocok digunakan pada daerah rawa dengan kedalaman diatas 5 m.
Metode Kerja :
Pemancaran air pada tabung mandrel dapat melubangi permukaan tanah.
Pasir dimasukkan pada saat tabung mandrel dicabut.
10. Metode Bor
Cocok digunakan pada jalan daerah rawa dengan kedalaman diatas 5 m.
Metode Kerja :
Bor menembus tanah lumpur dengan diputar sampai mencapai kedalaman
yang diinginkan.
Pada saat bor dicabut, pasir yang mengisi rongga diberikan melalui bagian
tengah batang bor.
11. Pembangunan Jalan Di Daerah Rawa
Pada proses pembangunan jalan desa teknik untuk membuat jalan didaerah rawa
dianjurkan dengan menggunakan teknologi penggantian sebagian subbase (lapisan
pondasi jalan diatas subgrade), kemudian dipasang matras galar kayu, cerucuk kayu,
cerucuk dari papan atas, atau yang lain dengan memperhatikan ketinggian air
minimum agar kayu selalu dalam keadaan terendam. Timbunan biasa tidak termasuk
tanah lempung dengan plastisitas tinggi, tidak termasuk bahan organik, dan
mempunyai CBR diatas 6%. Timbunan terpilih mempunyai CBR diatas 10% dan PI
diatas 6%. Teknogi lain yang dianjurkan yaitu Tiang Turap Kayu atau Stabilisasi
dengan Cerucuk.