NAMA : I KOMANG WIRA ADI PRATAMA
NPM : 1832121511
KELAS : C1 MANAJEMEN
TUGAS UTS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. Menurut pendapat saya, perbedaan antara masyarakat prainformasional dengan masyarakat
informasional yaitu jika masyarakat prainformasional masih mendapatkan informasi dari
pengalaman mereka secara langsung dan masih belum menggunakan media dalam bentuk
informasional. Sedangkan, masyarakat informasional mendapatkan informasi dalam
bentuk media informasi.
2. Tahapan-tahapan Penanganan Informasi
Akurasi informasi merupakan hal mutlak karena informasi yang tidak akurat justru akan
mempersulit proses pengambilan keputusan terutama dalam menganalisis berbagai
alternatif untuk kemudian memilih salah satu di antaranya yang diyakini merupakan
alternatif terbaik. Berkaitan dengan akurasinya, informasi harus dapat dipercaya. Artinya,
data tidak dimanipulasi dalam pengolahannya yang apabila terjadi akan mengaburkan
situasi yang sebenarnya. Perkembangan tersebut memungkinkan ditempuhnya delapan
tahap penting dalam penanganan informasi, menurut Gordon B. Davis yaitu:
1) Penciptaan Informasi
2) Pemeliharaan Saluran Informasi
3) Seleksi nformasi
4) Penerimaan Informasi
5) Penyimpanan Informasi
6) Penelusuran Informasi
7) Penggunaan Informasi
8) Penilaian kritis dan umpan balik.
1) Penciptaan Informasi
Teori informatika menekankan bahwa benar-benar mampu memberikan
dukungannya kepada proses pengambilan keputusan manajerial dan agar
aplikasinya tepat, informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi harus
memenuhi persyaratan kelengkapan, kemutakhiran, kehandalan, terolah dengan
baik, tersimpan dengan rapi, dan mudah ditelusuri dari tempat penyimpanannya
apabila diperlukan. Persyaratan-persyaratan tersebut hanya mungkin terpenuhi
apabila data, yang merupakan bahan baku untuk informasi, digali dari sumber-
sumber yang tepat dan dengan mutu yang tinggi. Teori ini perlu mendapat
penekanan karena, seperti dimaklumi data tidak mempunyai nilai intrinsik dalam
proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan dari
berbagai sumber memerlukan pengolahan lebih lanjut agar sifatnya berubah
menjadi informasi yang memiliki nilai sebagai alat pendukung proses.
2) Pengambilan keputusan
Dari segi inilah tahap penciptaan informasi harus dilihat. Menciptakan informasi
tidak terlepas dari identifikasi dan penggalian sumber-sumber yang tepat. Sumber-
sumber informasi yang dapat dan layak digali sangat bervariasi dari satu organisasi
ke organisasi lain karena sangat tergantung pada proses pengambilan apa yang
akan didukungnya dan untuk kepentingan apa informasi tersebut dipergunakan.
Setiap orang yang pernah berkecimpung dalam kegiatan penanganan informasi
[5]
pasti mengetahui bahwa sumber-sumber tersebut dapat berada di dalam suatu
organisasi, seperti berbagai satuan kerja yang terdapat didalamnya akan tetapi
dapat pula berada di luar organisasi yang bersangkutan. Instrumen untuk
memperolehnya pun dapat beraneka ragam, seperti melalui penelitian, eksperimen.
Baik eksperimen laboratorium maupun eksperimen lapangan, penyebaran
kuesioner, wawancara, dan lain sebagainya.
Pentingnya identifikasi dan pengenalan sumber-sumber informasi yang pantas dan
layak digarap semakin relevan untuk diperhatikan karena di samping lebih
menjamin bahwa data yang dikumpulkan untuk diolah bermutu tinggi, juga karena
proses penciptaan informasi tersebut diupayakan agar berlangsung dengan tingkat
efisiensi yang tinggi.
3) Pemeliharaan Saluran Informasi
Telah umum diketahui bahwa salah satu perkembangan pesat yang terjadi dalam
era informasi dewasa ini ialah terjadinya “perkawinan” antara teknologi
komunikasi dengan teknologi informasi. Akibatnya makin banyak saluran
penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain, misalnya dari sumber
informasi kepada penggunanya. Itulah yang dimaksud dengan saluran
informasi multimedia. Baik secara internal maupun eksternal, saluran tersebut
dapat berupa:
a) Saluran melalui komunikasi lisan
b) Saluran dengan menggunakan tulisan
c) Komputer pada satuan-satuan kerja dalam organisasi yang on-line dengan
komputer utama (mainframe)
d) Saluran telepon, teleks, faksimile dan electronic mail.
Walaupun tidak semuanya mutlak menggunakan semua saluran tersebut, karena
tergantung pada banyak faktor, seperti jarak, lokasi, persyaratan kecepatan
penyampaian informasi dan berbagai faktor lainnya, yang jelas ialah bahwa
berbagai saluran tersebut tersedia dan pemilikannya pun dewasa ini tidak lagi
memerlukan biaya yang besar.
4) Seleksi dan Transmisi Informasi
Tidak semua satuan kerja dan tidak semua orang yang terdapat dalam satu
organisasi memerlukan informasi yang sama. Misalnya, satuan kerja yang
menangani kegiatan produksi memerlukan informasi yang berbeda dengan
informasi yang dibutuhkan oleh satuan kerja yang menangani sumber daya
manusia.
Dengan kata lain, informasi yang dimiliki perlu diseleksi oleh berbagai pemakai
informasi tersebut. Berarti mengetahui informasi apa yang dikirim kepada siapa
dan untuk kepentingan apa menjadi sangat penting.
5) Penerimaan Informasi Secara Selektif
Jika diatas telah ditekankan pentingnya kemampuan memilih informasi apa yang
akan disampaikan kepada siapa dan untuk kepentingan apa, berarti penerima
informasi pun perlu memiliki kemampuan untuk melakukan seleksi.
6) Penyimpanan Informasi
Sebagai salah satu sumber daya strategis dalam organisasi, informasi yang telah
terkumpul dan terolah dengan baik perlu disimpan dengan sebaik mungkin.
Kegiatan penyimpanan informasi sangat penting karena pengalaman menunjukkan
bahwa tidak semua informasi yang digunakan segera. Oleh karena itu, informasi
yang telah diolah dengan mengeluarkan biaya tertentu jangan sampai hilang atau
sukar ditelusuri apabila diperlukan.
Perkembangan teknologi informasi menunjukkan bahwa disamping ingatan
manusia, terdapat berbagai alat penyimpan informasi yang dapat digunakan,
misalnya sistem kartu, tape, microfilm, harddisk, floppy disk, dan sebagainya.
Salah satu manfaat dari berbagai alat penyimpanan informasi yang sarat teknologi
ialah penghematan biaya penyimpanan, terutama karena tempat yang diperlukan
tidak lagi merupakan ruangan yang besar. Disamping itu, dengan sarana
berteknologi tinggi, kemampuan informasi pun lebih terjamin.
7) Penggunaan informasi
Sekarang ini umat manusia sudah berada pada era informasi, hal itu berarti bahwa
informasi sudah menyentuh seluruh segi kehidupan dan penghidupan, baik pada
tingkat individual, tingkat kelompok dan tingkat organisasi. Pada tingkat individu
misalnya, aneka ragam informasi dibutuhkan termasuk informasi tentang
pendidikan, kesehatan, situasi pasar berbagai produk yang diperlukannya untuk
memuaskan kebutuhannya, lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya. Berbagai
kelompok dimasyarakat, mulai dari rumah tangga dan kelompok-kelompok lainnya
juga memerlukan informasi untuk berbagai kepentingan termasuk untuk
memperlancar proses pengambilan keputusan oleh kelompok tersebut. Hal yang
sama juga berlaku bagi organisasi, terlepas apakah organisasi tersebut bergerak di
bidang Agama, politik, ketatanegaraan, kegiatan bisnis, mulai dari toko kecil
hingga konglomerat yang bergerak di berbagai bidang bisnis dan yang wilayah
operasinya mungkin mencakup seluruh dunia, sosial kemayarakatan dan
pendidikan, kesehatan, penelitian dan pengembangan, dan lain sebagainya.
8) Penilaian Kritis Dan Sistem Umpan Balik
Berhubungan dengan semua tahap yang telah disinggung di muka, diperlukan pula
kegiatan penilaian yang kritis terhadap informasi. Seperti telah dibahas
sebelumnya, sistem yang diperlukan dan yang digunakan dalam penilaian
informasi adalah sistem yang mempunyai nilai aplikatif yang tinggi, artinya
memberikan kontribusi nyata dalam memperlancar kegiatan manajemen operasi.
Agar penilaian dilakukan mencapai sasarannya, diperlukan serangkaian standar
penilaian. Sasaran penilaian, antara lain:
a) Validitas informasi yang diterima
b) Signifikansi informasi tersebut
c) Kegunaan spesifiknya, termasuk mendukung proses pengambilan
keputusan,
d) Hubungan informasi tersebut dengan informasi lain.
3. Dikarenakan kepemimpinan sebagai inti dalam manajemen, maka kepemimpinan sangat
berpengaruh terhadap system informasi yang digunakan dalam organisasi tersebut. Dalam
hal ini pimpinan dapat bertindak sebagai :
a) Pencipta sistem informasi.
b) Penerima informasi.
c) Penyalur informasi.
d) Penilai informasi.
4. Jelaskan 3 Kategori Peranan Manajamen !
A) Peran Antarpribadi (Interpersonal Roles)
Kategori Peran Antarpribadi ini adalah kategori peran seorang Manajer untuk memberikan
informasi dan Ide yang terbagi mennjadi 3 peran, yaitu:
1) Sosok atau Figur (Figurehead)
Manajer memiliki tanggung jawab terhadap legal, sosial, seremonial dan juga bertindak
sebagai simbol perusahaan, biasanya dengan melakukan hal-hal seremonial seperti
menghadiri acara peresmian, menandatangani dokumen legal (hukum), menyapa tamu
perusahaan dan menjadi tuan rumah resepsi.
2) Pemimpin (Leader)
Manajer bertugas sebagai pemimpin dalam Tim, departemen, ataupun organisasinya.
Menyeleksi, Melatih, serta mengelola kinerja dan memotivasi karyawannya.
3) Penghubung (Liaison)
Manajer harus membangun dan menjaga komunikasi dengan kontak Internal maupun
kontak eksternal perusahaan. Contohnya berpartisipasi dalam pertemuan dengan
perwakilan dari divisi/departemen atau organisasi lainnya.
B) Peran Informasional (Informational Roles)
Pada Peran Informasional ini, Seorang Manager berperan sebagai pengelola Informasi, yang
juga terbagi menjadi 3 peran, yaitu:
1) Pemantau (Monitor)
Manajer berperan sebagai pencari informasi yang berkaitan dengan industri dan
organisasinya, selain juga memantau tim yang dipimpinnya baik dari segi produktivitas,
kinerja, maupun kenyamanan kerja anggota timnya.
2) Penyebar Informasi (Disseminator)
Manajer harus menyebarkan dan mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada
orang lain yang ada di dalam organisasinya. Contohnya dengan menyampaikan memo,
email atau laporan kepada bawahannya mengenai informasi dan keputusan yang telah
diambil.
3) Juru Bicara (Spokesperson)
Manajer berperan sebagai Juru Bicara yang meneruskan informasi tentang organisasinya
dan tujuan organisasinya ke pihak luar.
C) Peran Pengambilan Keputusan (Decisional Roles)Seorang Manajer juga berperan sebagai
Wirausahawan, Pemecah masalah, pembagi sumber daya dan perunding sebagai berikut:
1) Wirausahawan (Entrepreneur)
Manajer harus mampu membuat suatu perubahaan dan mengendalikannya untuk kemajuan
organisasinya. Manajer harus merencanakan masa depan organisasinya, membuat proyek-
proyek perbaikan dan peningkatan kualitas dan produktivitas.
2) Pemecah masalah (Disturbance Handler)
Manajer bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap permasalahan dan konflik yang
terjadi di dalam orhnisasinya.
3) Pembagi Sumber Daya (Resource Allocator)
Manajer berperan sebagai pembagi sumber daya baik berupa dana, tenaga kerja, material,
mesin dan sumber daya lainnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
4) Negosiator (Negotiator)
Manajer berpartisipasi atau mengambil bagian dalam melakukan negosiasi dengan pihak
luar untuk memperjuangkan kepentingan bisnis perusahaannya.
5. Proses manajerial dalam organisasi selalu terlibat dalam serangkaian manajerial yang dimana
keseluruhan proses tersebut memanfaatkan informasi secara system agar manejerial yang
dilakukan dapat menghasilkan output yang sesuai dengan harapan dan tujuan dari organisasi
tersebut. Dalam proses manajerial terdapat 10 proses didalamnya, yaitu:
a) Penentuan tujuan dan sasaran
b) Perumusan strategi
c) Penyusunan program kerja
d) Penilaian
e) Perencanaan
f) Pengorganisasian
g) Penggerakan SDM
h) Penyelenggaraan kegiatan
i) Pengorganisasian
j) System umpan balik