0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan121 halaman

Fungsi Mouse Hole dalam Rig Pengeboran

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai empat sistem utama pada rig pengeboran minyak dan gas, yaitu sistem pengangkat, sistem pemutar, sistem sirkulasi, dan sistem blow out preventer. Dijelaskan pula komponen-komponen penting setiap sistem beserta fungsi dan cara kerjanya.

Diunggah oleh

roony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan121 halaman

Fungsi Mouse Hole dalam Rig Pengeboran

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai empat sistem utama pada rig pengeboran minyak dan gas, yaitu sistem pengangkat, sistem pemutar, sistem sirkulasi, dan sistem blow out preventer. Dijelaskan pula komponen-komponen penting setiap sistem beserta fungsi dan cara kerjanya.

Diunggah oleh

roony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC DRILLING DURASI : 23 JP

RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 1

DAFTAR ISI

Halaman

I. HOISTING SYSTEM 2
II. ROTATING SYSTEM 24
III. CIRCULATING SYSTEM 70
IV. BLOW OUT PREVENTER SYSTEM 104
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 2

I. HOISTING SYSTEM

Gambar 1.1. Drilling Rig


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 3

Sistem pengangkat (Hoisting System) adalah merupakan salah satu


dari antara komponen-komponen utama dari suatu rig. Tugasnya adalah
membantu sistem peralatan pemutar didalam mengebor sumur dengan
menyediakan alat-alat yang sesuai serta ruang kerja yang dibutuhkan
untuk mengangkat dan menurunkan, juga menggantung beban yang
sangat berat dari dari sistem alat-alat pemutar.

Sistem pengangkat terdiri dari dua sub bagian utama, yaitu :

1. Rangka Pendukung (Supporting Structure),


2. Peralatan Pengangkat (Hoisting System)

1.1. Suporting Structure


Suporting Structure terdiri dari tiga bagian utama yang masing-
masing mempunyai tugas dan fungsi berbeda namun terkait satu dengan
lainnya, adapun ketiga bagian utama tersebut adalah :

 Rig atau Menara Pengeboran


 Rig Floor atau Lantai Bor
 Substructure atau Penyangga

A. Rig atau Menara Pengeboran


Menara pengeboran ini mempunyai fungsi yang utama untuk
mendapatkan ruang vertikal yang cukup untuk menaikkan dan
menurunkan rangkaian pipa bor

Menara pengeboran pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua


macam :

1. Derrick, tipe ini pada waktu menyusun dan membongkar dilakukan


perbagian (potongan demi potongan baja). Jenis menara ini jarang
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 4

dijumpai didarat karena untuk menyusun diperlukan waktu yang


lama.
Sedangkan untuk di offshore masih sering digunakan, karena
kontruksinya lebih kokoh terhadap pengaruh ombak dan angin
terutama di floating Offshore Rig yang menaranya dipasang
permanen.

Keuntungan dari tipe menara ini mudah diangkut kemana-mana,


karena terdiri dari bagian-bagian yang kecil-kecil atau pendek-
[Link] kelemahan dari tipe menara ini waktu yang
diperlukan untuk memasang dan membongkar lagi memerlukan
waktu yang lama

Gambar 1.2. Standard Derrick


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 5

2. Portable Mast, tipe ini mendirikannya dilakukan dalam satu unit


penuh. Jenis menara ini dapat dengan cepat dibongkar dan
dipasang kembali serta mudah untuk di transport.
Jenis dari menara ini merupakan menara yang banyak dipakai baik
di onshore maupun di offshore

Portable Mast dibedakan menjadi dua kelompok :

- Free standing portable mast: menara portable yang mudah


dipindah-pindahkan, tetapi didalam operasi tidak memerlukan
guy line pada kondisi normal
- Guyed portable mast : menara yang pada kondisi operasi
normal memerlukan guy line

Gambar 1.3. Portable Mast

Bagian – bagian dari menara :

 Gine pole berfungsi memberi pertolongan saat pemasangan crown


block (hanya pada tipe standart)
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 6

 Water table, lantai dipuncak menara untuk mengetahui bahwa


menara sudah berdiri tegak.
 Monkey board, tempat kerja derrick-man pada saat round trip dan
tempat sandaran drill string
 Cross bracing : penguat menara
 Girt : sabuk menara sebagai penguat menara
 Tiang menara : penahan terhadap semua beban vertikal dan
horizontal

A = Tinggi dari puncak


lantai bor
sampai dasar dari
water table beams.
B = Base square
C = Window opening
D = Water table opening
E = Gin pole clearance
F= Girt

Gambar 1.4. Bagian-bagian menara


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 7

B. Lantai bor (Rig Floor)


Lantai bor atau Rig Floor adalah tutup plat baja yang dipasang diatas
sub structure yang berfungsi untuk :

 Menunjang peralatan pengeboran yang kecil


 Tempat berdirinya menara
 Tempat Drawwork
 Tempat kerja driller

Peralatan-peralatan yang berada dilantai bor adalah :

- Rotary Table atau meja putar berfungsi untuk memutar rangkaian


pipa bor melalui kelly (pipa segi) dan juga untuk menahan pipa bor
dengan rotary slip saat sambungannya dilepas atau akan
disambung lagi
- Rotary drive : memindahkan daya dari draw work ke rotary table
- Draw work : mesin pengangkat pada rotary drilling rig
- Driller control panel : adalah pusat instrumen untuk mengendalikan
operasi draw work, rotary table, pompa lumpur, cat head dan rotary
tong
- Make-up dan break-out tong : adalah kunci-kunci yang
dipergunakan untuk melepas atau mengikat ikatan sambungan
rangkaian pipa bor
- Rat hole : lubang yang berfungsi untuk menyimpan kelly, pada saat
tidak dipergunakan untuk mengebor
- Mouse hole : lubang untuk meletakkan satu batang satu joint pipa
bor untuk disambungkan ke kelly saat menambah pipa bor untuk
mengebor lebih dalam
- Dog house : ruangan atau rumah kecil tempat kerja driller dan
untuk menyimpan alat-alat kecil
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 8

- Casing bridge atau V ramp disisi depan rig floor untuk meletakan
pipa sebelum diangkat ke lantai bor.
- Cat walk ; lantai yang terletak diantara rak pipa, yang berfungsi
untuk meletakkan pipa dari rak sebelum diangkat ke V ramp atau
sebaliknya.
- Hydromatic Brake : rem pembantu hydroulis pada drum untuk
memperlambat kecepatan penurunan rangkaian pipa bor secara
otomatis. Sehingga rem mekanis utama tidak cepat aus saat
menurunkan pipa bor
- Hydraulic cathead : untuk menyambung atau melepas drill pipe
atau drill collar
- Driller console : instrumen panel untuk memonitor kerja dari
peralatan rig yang dioperasikan oleh driller.

Gambar 1 5. Peralatan di lantai bor


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 9

C. Sub Structure atau Penyangga


Kontruksi baja yang disusun untuk menjadi landasan menara atau
mast dan draw work, yang tingginya ditentukan oleh kebutuhan tinggi
susunan Blow Out Preventer (pencegah semburan liar) atau BOP stack
yang harus dipasang saat mengebor.

Sub structure ini menjadi tempat kedudukan lantai bor yang


menjadi tempat untuk kegiatan disekitar meja putar (rotary table), seperti
tempat kedudukan set-back pipa bor yang ditegakkan dimenara saat
mencabut pipa.

Gambar 1.6. Substructure

1.2. Hoisting Equipment


Peralatan pengangkat terletak ditempat-tempat yang tertentu dari
struktur pendukung. Peralatan pengangkat terdiri dari : drawwork, over
head tools dan drilling line
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 10

A. Drawworks
Drawwork yaitu suatu mesin penarik biasanya diletakkan didekat
rotary [Link] utama drawwork adalah :

 Meneruskan power dari prime mover ke rangkaian pipa bor pada


saat operasi berlangsung melalui unit travelling block.
 Meneruskan tenaga ke cathead untuk menyambung (make up)
atau melepas (break out) bagian-bagian pipa bor
 Meneruskan tenaga dari prime mover ke rotary table melalui rotary
drive
Drawwork terdiri dari komponen-komponen utama, yaitu :

 Revalving drum (drum yang berputar)


 Brake system (sistem pengereman)
 Rotary Drive (penggerak meja putar)
 Cathead

- Revolving Drum (drum yang berputar)


Suatu drum digunakan untuk memintal atau mengulur drilling line.
Ada dua jenis permukaan dari drum ada yang rata (plain drum) untuk rig
kecil dan beralur( groove drum). Dengan adanya alur(groove) ini akan
menjadi guide atau drilling line pada waktu digulung,dan mencegah tidak
teraturnya susunan [Link] dari drum tergantung dari
kedalaman, semakin dalam kemampuan dari drawwork,diameter drum
semakin besar.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 11

Gambar 1.7. Drawwork Drum

- Brake System (sistem pengereman)


Sistem pengereman terdiri dari rem mekanis utama (mechanical
brake) dan rem pembantu (auxiliary brake). Rem mekanis mempunyai
fungsi untuk menghentikan putaran drum disamping mengurangi
kecepatan putaran drum untuk sesaat. Sedangkan auxiliary brake
mempunyai fungsi untuk mengurangi percepatan turunnya drillstem
sewaktu tripping. Auxiliary brake digerakkan dengan air (hidromatic brake)
atau arus listrik (electro magnetic brake).

- Cathead
Cathead adalah sub bagian dari drawwork dan terdiri dari dua
cathead, yaitu make up cathead(disisi driller pada drawwork) dan break
out cathead (pada sisi lainnya). Cathead ini digunakan untuk
menyambung dan melepas sambungan pipa bor, selain itu digunakan
untuk mengangkat beban yang ringan di lantai bor.

- Rotary Drive (penggerak meja putar)


Rotary drive berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin
penarik ke meja putar. Ada dua tipe dasar dari rotary drive atau bantalan-
bantalan kelly :
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 12

1. Pin Drive

Mempunyai empat pin yang dimasukkan


kedalam bagian atas dari master bushing.

2. Square Drive

Mempunyai penggerak tunggal berbentuk


segi empat yang dimasukkan kedalam
master bushing

Gambar 1.8. Rotary Drive

B. Over Head Tools


Alat-alat bagian atas merupakan mata rantai penghubung didalam
sistem pengangkat, alat-alat ini terdiri dari:

- Crown block
- Travelling Block
- Hook dan link
- Elevator
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 13

Gambar 1.9. Over head tools

- Crown Block
Crown block adalah suatu susunan roda-roda katrol (sheaves atau
pulleys) yang terletak pada kerangka menara. Drilling line dililitkan pada
sheaves crown block dan sheaves travelling block.

Susunan tersebut dimaksudkan untuk dapat menarik atau mengangkat


beban berat dengan tarikan yang ringan, miskipun tarikannya lambat.
Adapun fungsi dari sheaves adalah sebagai penuntun dan penunjang
drlling line yang melalui block. Jumlah sheaves pada block ditentukan oleh
kapasitas beban yang mau ditahan atau ditarik.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 14

Gambar 1.10. Crown Block

- Travelling block
Travelling block adalah suatu susunan roda-roda katrol (sheaves
atau pulleys) dimana drilling line dililitkan. Dalam hal ini memungkinkan
travelling block dapat bergarak naik dan turun bergantung dibawah crown
block sampai diatas lantai bor.

Ada dua tipe dasar dari travelling block, yaitu :

1. Conventional Block dan Hook


Dipakai pada menara pengeboran dimana diperlukan beban yang
lebih berat untuk mengebor sumur-sumur yang dalam.

2. Combination Block dan hook


Dibandingkan dengan conventional block dan hook, kombinasi block
dan hook lebih kecil dan ringkas.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 15

CONVENTIONAL COMBINATION

144”

157”

Gambar 1.11: Travelling Block

- Hook dan Link


Hook merupakan alat berbentuk kait yang terletak dibawah
travelling block, sebagai penghubung antara travelling block dengan link
atau swivel. Hook harus dapat berputar pada saat terdapat beban
[Link] hook ini memiliki pegas yang membantu menyerap kejutan
dan lompatan pin keluar dari box sewaktu melepas/membuka sambungan.
Disamping itu hook mempunyai safety latch untuk swivel dan locking arm
atau link ears pada samping sisinya untuk tempat menyambung link.

Link adalah gantungan elevator digantungkan pada hook untuk


digunakan selama operasi pengeboran. Ukuran dari link diambil dari
diameter penampang batang cincin bawah. Besarnya kekuatan kapasitas
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 16

dari link harus dilihat dari ukuran tinggi penampang dari batang mata link
atas dan bawah. Panjang link tidak ditentukan atau tergantung pesanan.
Panjang link umum untuk drill pipe dan untuk casing berbeda karena
ukuran casing yang besar dan posisi casing memerlukan kefleksibelan
dari elevator. Panjang diukur dari puncak lubang cincin link atas dan cincin
link bawah.

Gambar 1.12. Hook dan Link


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 17

- Elevator
Elevator adalah suatu clamp pemegang pipa (drill pipe, drill collar,
casing, tubing ataupun sucker rod), pada waktu mengangkat dan
memasukkan kedalam sumur.

Drill pipe elevator dipakai khusus untuk drill pipe, demikian juga lainnya
dibuat spesifik. Elevator digantung pada link, yang dipasang disamping
travelling block atau hook

Tipe dasar elevator ada dua, yaitu :

1. Bottle neck (taper shoulder),yang dipakai untuk hampir semua pipa


pengeboran
2. Collar left (square shoulder),yang dipakai pada pipa pengeboran
berbahu segi empat atau pipa collar. Namun kadangkala disebut
tipe berpintu depan (front door type), juga ada tipe berpintu
samping (side door type)

Gambar 1.13. Elevator


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 18

C. Drilling Line
Drilling line sering disebut wire line atau wire rope didalam industri
pengeboran. Drilling line dalam operasi pengeboran berfungsi untuk
menahan dan menarik beban yang diderita oleh hook. Susunan drilling
line meliputi :

- Reveed drilling line : tali yang melewati roda-roda crown block dan
travelling block
- Dead line : tali yang tidak bergerak yang ditambatkan pada
substructure
- Dead line anchor : tempat tali yang tidak bergerak
- Fast line : tali yang bergerak dan digulung pada drum
- Storage : gulungan tali yang terletak didekat rig

Kontruksi

Wire rope mempunyai tiga komponen yaitu : core, strand dan wire. Wire
rope dibedakan atau klasifikasikan dari jumlah strand, jumlah wire dalam
satu strand dan pattern (susunan) dan strand.

Gambar 1.14. Drilling line


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 19

Preforming adalah proses dimana strand dibentuk helically, mereka


akan menjadi berbentuk tetap demikian pada penyelesaian rope.
Preforming mengembangkan ketahanan terhadap kelelahan, mudah
dihandling dan tahan untuk di rope dengan menyamakan beban disemua
diantara strand-strand dan diantara individual wire dari strand. Apabila
strand mengurai dari wire rope, mereka berbentuk helical sehingga mudah
untuk dikembalikan.

Non preform adalah wire rope yang tidak mengalami proses seperti
diatas dan sebagai ciri, apabila dipotong wire akan mengurai dan
sukar/tidak dapat dikembalikan lagi.

Elemen pertama yang ditulis adalah menunjukkan arah pintalan


strand pada rope dapat kiri atau kanan (right atau left). Apabila anda
melihat memanjang sebuah wire rope arah strand right lay rope akan
spiral ke kanan dan untuk left lay spiral akan ke kiri.

Elemen kedua adalah menunjukan arah didalam hubungan antara


arah strand lay di rope dan arah wire lay pada strand.

Gambar 1.15. Non Preform Wire Rope


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 20

Dalam regular lay, wire dibuat berlawanan arah strand lay di wire
rope. Pada regular lay kawat-kawat (wire) sejajar dengan poros rope.

Pada long lay, wire disusun dengan arah yang sama dengan strand
lay, di rope dan wire akan tampak bersilang dengan sebuah sudut
terhadap poros rope.

Sebagian besar grade dan steel wire rope adalah :

– IPS : Improved Plow Steel


– EIPS : Extra Improved Plow Steel
Di samping itu terdapat grade wire rope yang lainnya dipakai di
perminyakan :
– PS : Plow Steel
– MPS : Mill Plow Steel
Grade of steel akan mempengaruhi kekuatan wire rope atau nominal
strength dan wire rope. Drilling line pada umumnya memakai grade IPS
atau EIPS. EIPS grade dengan klasifikasi dan mempunyai type core
sama, ia mempunyai nominal sterngrth 15% lebih tingi dibanding IPS.
Terdapat wire rope dengan jenis galvanized rope yaitu wire rope dimana
pada semua kawat-kawatnya mempunyai lapisan zinc di permukaannya
untuk menaikkan ketahanan terhadap karat.
Core atau inti terletak ditengah wire rope mempunyai fungsi untuk
bantalan mendukung strand-strand dari rope, disamping ini berfungsi
untuk menyimpan pelumas.
Core terdapat beberapa jenis, yaitu :
1. Fiber Core (FC) adalah core dari tali dengan bahan dari serat
sisal/manila atau fiber buatan seperti polypropyline. Wire rope
dengan core ini akan lebih lentur dan lebih murah, tetapi dari segi
kekuatan/normal capacity dan wire rope ini lebih rendah. Type ini
banyak dipakai untuk swab line.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 21

2. Independent Wire Rope Core (IWRC) adalah core yang berupa


wire rope. Type ini yang paling banyak dipakai dalam operasi
perminyakan. Ia mempunyai nominal strength lebih besar dibanding
dengan yang lainnya, tetapi harganya lebih mahal.

Gambar 1.16. Typical Wire Rope Design

Diameter wire rope diukur dari puncak strand Diameter wire rope
diukur dari puncak strand yang berseberangan atau merupakan diameter
terbesar dan bukan diameter terkecil

Ukuran diameter diukur sampai bilangan terkecil 1/64 inch. Ukuran wire
rope umumnya lebih besar sedikit dari ukuran nominalnya. Ini merupakan
kondisi yang normal karena apabila dipakai pada operasi setelah
beberapa saat maka wire rope tersebut akan berukuran sebesar ukuran
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 22

nominal. Ukuran wire rope baru tidak boleh lebih kecil dari ukuran
nominal, tetapi boleh lebih besar sedikit dari table di bawah.

Gambar 1.17. Pengukuran Diameter Wire Rope

Wire rope diidetifikasi dengan angka dan singkatan-singkatan, hal


ini penting untuk dipahami.

Gambar 1.18. Identifikasi Wire Rope


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 23

Contoh :
1” x 5000’ 6 x 19 S PRF RRL IPS IWRC

1” = Diameter Line
5000’ = Length of Line
6 = Number of strands per Line
19 = Number of Wire per Strand
S = Seal Pattern
PRF = Preformed Strands
RRL = Right Regular Lay
IPS = Improved Plow Steel
IWRC = Independent Wire Rope Core
Artinya wire rope tersebut berukuran 1”, panjang 5000 ft, dengan 6 strand,
19 wire setiap strand, dengan susunan strand type seale, pintalan strand
preformed, right regular lay, grade steel improved plow steel dengan core
independent wire rope core.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 24

II. ROTATING SYSTEM


Fungsi utama sistem pemutar adalah untuk memutar rangkaian pipa
bor dan memberikan beratan diatas pahat saat pemboran. Sistem
pemutar ini terdiri dari empat sub komponen utama :

- Swivel
- Rotating Assembly (Unit Pemutar)
- Drill Stem (Batang Bor)
- Bit (Mata Bor)
Peralatan putar berfungsi untuk :

 Memutar rangkaian pipa bor selama operasi pemboran


berlangsung.
 Menggantungkan rangkaian pipa bor yaitu dengan slip yang
dipasang (dimasukkan) pada rotary table ketika menyambung atau
melepas bagian-bagian drill pipe.
Rangkaian pipa bor menghubungkan antara swivel dan mata bor
berfungsi untuk :

 Menaikkan-menurunkan mata bor.


 Memberikan beban diatas pahat untuk penembusan (penetration).
 Meneruskan putaran ke mata bor dan,
 Menyalurkan fluida pemboran yang bertekanan ke mata bor.
Mata bor merupakan peralatan yang langsung menyentuh formasi,
berfungsi untuk menghancurkan dan menembus formasi.

Unit pemutar terletak di lantai bor di bawah crown block dan terdiri dari :

- Rotary table
- Master bushing
- Kelly bushing
- Rotary slips
- Rotary tong
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 25

Gambar 2.1. Rotating System

2.1. Rotary Swivel


Swivel merupakan alat berbentuk khusus yang digantung pada
hook dibawah travelling block. Swivel berada dipuncak batang bor dan
karena konstruksinya, memungkinkan kelly berikut batang bor berputar
bebas selama operasi [Link] berfungsi untuk :

 Memberikan kebebasan kepada rangkaian pipa bor untuk berputar


 Sebagai penghubung antara rotary hose dengan kelly sehingga
memungkinkan lumpur bor untuk sirkulasi tanpa mengalami
kebocoran.
 Menghubungkan drill stem ke sistem pengangkat.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 26

Swivel dikaitkan ke hook dan travelling block melalui swivel bail.


Swivel harus mampu menahan beban berat drill stem selama
operasi pemboran dan ditambah beban tarikan (over pull) bila drill
stem terjepit dan lain-lain.

 Memungkinkan rotary system memutar batang bor (drill stem).


Body/Housing swivel tidak berputar tetapi menahan swivel stem
yang berhubungan dengan kelly dan drill stem dibawahnya.
Badan swivel memiliki unit-unit (bearing) yang menahan dan
mengatur gerakan swivel, dihubungkan dengan kelly dan drill stem
yang diputar oleh meja putar 35 – 200 RPM.

 Mengalirkan lumpur bor tekanan tinggi ke drill stem tanpa


kebocoran. Lumpur yang bertekanan dari rotary hose, melewati
swivel goose neck, wash pipe asembly dan swivel stem lalu masuk
ke kelly dan drill stem dibawahnya.

Swivel dibuat tahan terhadap bahaya kikisan/erosi dari lumpur bor.


Tahan terhadap kebocoran pada tekanan sirkulasi yang mencapai 4500
psi dan debit dapat mencapai 1000 GPM dengan putaran drill stem
mencapai 200 RPM atau lebih dan juga harus mampu menahan beban
lebih dari 500 ton.

Gambar 2.2. Swivel


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 27

Gambar 2.3 Konstruksi Swivel

Bail

Bail adalah bagian atas dari swivel yang berbentuk huruf V dengan ujung
setengah lingkaran yang dikaitkan pada hook dibawah travelling block.
Bail dibuat dari baja tempa (forged steel) demikian juga bail pin-nya. Bail
pin menghubungkan bail dengan body (housing) swivel dimana pin masuk
kedua lubang pada body, sehingga pada kedua lubang dari ujung-ujung
bail tertahan dengan konstruksi double shear pada body swivel. Dengan
demikian membuat hubungan pin dan body lebih kuat, tidak dapat lepas
dan akan tertahan kuat.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 28

Pin dapat diganti, tetapi untuk mencegah keausan antara pin dan lubang
bail, harus diberikan grease setiap kali penggantian. Pemberian grease
dapat sekaligus mencegah korosi yang dapat timbul ditempat tersebut.

Gooseneck

Gooseneck adalah pipa melengkung hampir setengah lingkaran terletak


dibagian atas swivel dimana rotary hose disambung. Sudut yang terbentuk
dari goose neck center line dan vertical line harus 15 0 . Ukuran dari
sambungan swivel goose neck dapat 2”, 2.5”, 3”, 3.5” atau 4 inch.

Wash Pipe Assembly

Wash Pipe Assembly (wash pipe + packing) adalah merupakan suatu


bagian peralatan yang memiliki susunan unit packing yang kedap tekanan
(terletak pada ruangan tertutup bagian atas swivel) yang menghubungkan
rotary hoose (gooseneck) dengan swivel stem yang berputar.

Wash pipe assembly dapat dilepas untuk dibersihkan dan


dirawat/diperbaiki dengan mudah.

Terdapat empat buah packing ring, yang masing-masing packing ring


membuat kerapatan sendiri-sendiri, sehingga packing ring yang pertama
akan membuat kerapatan yang bekerja aktif karena tekanan (pressure
tight seal). Apabila kemudian packing pertama tersebut aus, maka packing
ring yang kedua akan menggantikan memberikan kerapatan, demikian
seterusnya untuk packing yang ketiga dan keempat akan bekerja setelah
packing ring sebelumnya aus/rusak. Agar packing ring dapat berumur
panjang perlu pelumasan dengan grease yang diberikan sekali setiap
penggantian.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 29

Gambar 2.4. Wash Pipe Assembly

Oil Bath System

Pelumasan pada ketiga bearing dalam housing swivel dilakukan dengan


jalan direndam dan disirkulasi langsung oleh minyak pelumas yang
diisikan kedalam housing swivel. Jumlah volume pelumas yang diperlukan
bervariasi tergantung ukuran swivel dan pabrik pembuatnya.

Pelumasan dapat dilakukan dengan minyak pelumas dan grease. Untuk


minyak pelumas yang disarankan pabrik:

• Ambient temp +30ºF sampai +155ºF AGMA#6EP atau SAE 140


• Ambient temp 0ºF sampai +125ºF AGMA#4EP atau SAE 90
• Ambient temp -20ºF sampai +80ºF NO#1EP atau SAE 80/75.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 30

Note :

AGMA = American Gear Manufacture Association.

SAE = Society of Automotive Engineers.

Minyak pelumas di dalam rotary swivel harus bersih dari lumpur dan pasir.
Karena bila ada material tersebut dalam minyak pelumas akan dapat
menyebabkan rusaknya bearing setelah  8 jam operasi.

Bonet

Bonet terbuat dari baja tuang yang melindungi wash pipe assembly.

Housing adalah bagian swivel berbentuk mangkuk terbuat dari baja tuang
(cast steel) yang menjadi rumah dari unit bagian-bagian rotary stem
assembly. Body ini sekaligus sebagai tempat pelumas dan harus
berkekuatan besar untuk menahan beban driil stem.

Bearing pada swivel terdapat 3 buah yaitu upper bearing, main bearing
dan lower bearing.

Main bearing berfungsi untuk menahan beban ke bawah hampir


seluruhnya (  99 %) atau tapered roller bearing dan bearing itu terletak
diantara upper dan lower race. Upper dan lower bearing mempunyai tugas
untuk menaikkan beban kesamping, sehingga swivel stem dapat bergerak
lurus ditengah-tengah. Apabila upper bearing (upthrust bearing) dan main
bearing terlalu banyak clearance (kerenggangan) akan menyebabkan
swivel stem kocak dan antara bearing dan race dari main bearing akan
kocak naik turun, yang akan menyebabkan terjadinya luka-luka kecil pada
roller dan race. Selain dari pada itu gejala lain yang akan menyebabkan
luka pada roller dan race adalah penggantian wash pipe dan packing
berlebihan (frekwensi penggantian tidak normal). Salah satu jalan terbaik
untuk mengatasi itu dilakukan pengecekan clearance tersebut dengan alat
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 31

sistem magnetis dan jarum penunjuk. Pengecekan ini disarankan


dilakukan setiap enam bulan sekali.

Swivel Stem

Swivel Stem adalah poros bantalan berputar yang menonjol dari swivel
kebawah dan untuk dihubungkan dengan swivel sub atau drill stem.

2.2. ROTARY ASSEMBLY


Rotary Assembly (unit Pemutar) adalah suatu perangkat mesin
pemutar yang berkekuatan besar dan mempunyai fungsi utama untuk :

- Memutar batang bor selama operasi-operasi pemboran.


- Menahan dan menggantung batang bor atau pipa lainnya dengan slip-
slip atau melepas pipa dari rangkaian pipa [Link] (rotary slip)
sewaktu menambah atau melepas pipa dari rangkaian pipa bor.

Gambar 2.5. Rotary Assembly


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 32

Unit pemutar terletak dibawah crown Block dan terdiri dari:

 Rotary table
 Master Bushing
 Kelly bushing
 Rotary slips
 Insert bowl/slip bowl
 Make up dan break out tong
 Kelly spiner

2.2.1. Rotary Table


Rotary table (meja putar) bersama-sama dengan bantalan utama
dan bantalan pipa segi dipergunakan untuk memutar batang bor.
Disamping itu rotary table bersama-sama dengan rotary slips dipakai
untuk menggantung dan menahan batang bor atau pipa lainnya sewaktu
melepas atau menambah pipa bor, dengan bantuan kunci tongs. Pada
tahun 1980 an sampai sekarang telah berkembang sistim pemutar batang
bor, tidak diputar dengan rotary table tetapi dengan unit pemutar yang
terletak dibawah hook dan kombinasi dengan swivel. Unit ini disebut Top
Drive atau Power Swivel.

Sistem Penyaluran Tenaga

Ukuran dan kapasitas beban rotary table berkisar antara 100


sampai 600 ton. Kecepatan putaran pengeboran berkisar antara 35
sampai 200 putaran permenit searah jarum jam. Kecepatan diatur oleh
Driller, tergantung pada tipe mata bor yang dipakai dan lapisan yang
ditembus.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 33

Sistem penyaluran tenaga ke meja putar melalui dua cara yaitu :

- Melalui rantai penggerak ke “Drawwork”, meja pemutar digerakkan


dengan sistem transmisi rantai, yang digerakkan oleh gigi gear
(sprocket) di drawwork.
- Hubungan langsung dengan penggerak mula (prime mover
independent drive)

Gambar 2.6. Rotary Table digerakkan Draw work

Motor penggerak yang terpisah/sendiri ini memberi kemungkinan :

a. Pemakaian Drawwork yang lebih leluasa dan pengontrolan


pemutaran string yang lebih tepat.
b. Dapat memperoleh tenaga yang lebih besar untuk memperbaiki
efisiensi dari sistem-sistem sirkulasi dengan memanfaatkan motor
drawwork untuk menggerakkan pompa.
c. Dapat memperpanjang usia drawwork dan memperkecil frekwensi
reparasi.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 34

Gambar 2.7. Rotary Table digerakkan Prime Mover

SPESIFIKASI
Beberapa spesifikasi yang penting untuk mengetahui ukuran dan
kapasitas dari rotary table adalah :
a. Table opening (diameter of the opening) atau Nominal Size.
Yang dimaksud table opening disini adalah merupakan diameter
pembukaan dari meja untuk laluan peralatan yang dimasukkan
kedalam sumur. Diameter ini merupakan ukuran diameter
pembukaan meja putar setelah master bushing diangkat, ukuran
ini akan merupakan nominal dari meja putar (Nominal size).
b. Jarak dari pusat table opening sampai centerline dari sprocket
rantai pertama.
Jarak ini menurut standard API ada 3 macam :
- Berjarak 44 inch untuk rotary table yang tidak dapat dimasuki bit
20”.
- Berjarak 53 ¼ inch untuk rotary table yang dapat dilalui bit 20” atau
lebih besar.
- Berjarak 65” khusus untuk rotary table dengan table opening 49 ½
inch.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 35

Jarak ini perlu diketahui untuk melakukan pemilihan rotary table


dikaitkan dengan posisi dari sprocket drawwork untuk rotary table, agar
nantinya setelah rotary table terpasang, pusat dari lubang rotary table
sesuai dengan posisi travelling block.
c. Rated Capacity
Kapasitas yang dimiliki oleh suatu rotary table akan ditinjau dari dua
keadaan, yaitu :
- Under dead load, yaitu jumlah beban maksimum yang diizinkan
ditahan oleh rotary table saat diam (tidak memutar)
- Under rotating load, yaitu jumlah beban maksimum yang diizinkan
pada saat berputar akibat beban torsi yang timbul untuk memutar
batang bor (drill stem).

2.2.2. Alat Perlengkapan Pemutar


Ada tiga macam alat perlengkapan pemutar yang dipakai dengan
meja pemutar, perlengkapan-perlengkapan itu adalah :

1. Master bushing, yang di masukkan ke dalam meja pemutar


2. Kelly bushing
Apabila bantalan kelly di sambung dengan bantalan utama akan
dapat menghasilkan gerak putar pada saat pengeboran.

3. Rotary slip, yang di masukkan ke dalam bantalan utama untuk


menggantung batang bor, sebagai tambahan, ada dua pasang
rotary tong, yaitu make up tong dan break out tong yang dipakai
untuk menyambung dan melepas sambungan-sambungan
komponen-komponen batang bor dan kelly spiner untuk
mempercepat penyambungan dan melepas kelly.

Master bushing (bantalan utama) adalah alat yang dapat dilepas


dan diganti dengan ukuran yang sesuai dengan lubang pada meja
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 36

pemutar dan kebutuhan operasi. Alat ini menjadi tempat kedudukan salah
satu dari dua alat-alat perlengkapan pemutar yaitu kelly bushing atau
rotary slip. Kelly dimasukkan melalui bantalan kelly, bantalan utama dan
meja putar. Kemudian tenaga putar (gerakan berputar) diteruskan dari
meja pemutar ke kelly dan batang bor dibawahnya.

Gambar 2.8. Master Bushing

Apabila slips pemutar dimasukkan kedalam bantalan utama, akan


dapat dipakai untuk menggantung batang bor pada saat penambahan
atau pengurangan bagian-bagian dari batang bor. Dapat menahan karena
memiliki gigi-gigi yang tajam dan bentuk yang tirus (dies). Rotary slips
disisipkan kedalam bantalan utama sekeliling batang bor sehingga batang
bor tergantung bebas didalam sumur bor.
MASTER BUSHING

Ada dua tipe dasar dari master bushing (bantalan utama), yaitu : tipe utuh
(solid) dan tipe dua bagian atau tipe terbelah (split)
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 37

[Link] utuh (solid)

Bantalan utama tipe solid adalah yang paling banyak dipakai untuk
operasi-operasi pengeboran biasa.

Gambar 2.9. Tipe Solid

2. Tipe terbelah (split)

Bantalan utama tipe split adalah yang paling umum dipakai untuk operasi
dengan drill collar yang besar dan casing.

Gambar 2.10. Tipe Split


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 38

SLIP BOWL

Slip Bowl adalah bantalan pengisi dari logam yang diletakkan didalam
master bushing untuk mengatur atau menyesuaikan ukuran pipa dan slip
yang dipakai yang berubah-ubah menurut keperluannya.

Gambar 2.11. Slip Bowl

KELLY BUSHING (BANTALAN KELLY)

Kelly bushing ini adalah alat yang dipasang masuk ke dalam master
bushing untuk menyalurkan gaya putar pada kelly dan batang bor sewaktu
mengebor sumur bor (lubang). Lubang pada kelly bushing ini berbentuk
sama dengan bentuk kelly yang dipakai persegi, segitiga atau segi enam.
Ada dua tipe dasar dari bantalan-bantalan kelly :

1. Pin Drive
Mempunyai empat pin yang dimasukkan kedalam bagian atas dari
master bushing.

2. Square Drive
Mempunyai penggerak tunggal berbentuk segi empat yang
dimasukkan kedalam master bushing.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 39

Khusus untuk operasi dilepas pantai dengan rig yang mengapung (floating
rig) maka dipakai kelly bushing pin drive yang memiliki lock assembly.
Dengan pin drive yang berlock assembly akan dapat mengunci kelly drive
bushing ke meja putar, dan dapat menghindari terlepasnya kelly drive
bushing saat floating rig bergerak naik turun karena ombak.

Gambar 2.12. Pin Drive dan Square Drive

ROTARY SLIPS

Kumpulan dari alat-alat pemegang dari baja yang meruncing bentuknya,


dipasang dibagian dalam dari master bushing mengelilingi satu bagian
dari pipa/batang bor untuk menggantung pipa/batang bor di dalam lubang
sewaktu dilakukan penyambungan atau pelepasan sambungan. Slip-slip
ini bergerigi sehingga dapat mencekam batang bor secara erat pada
waktu penyambungan. Ada dua macam slip-slip, yaitu : manual dan power
slip.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 40

Gambar 2.13. Rotary Slips

Gambar 2.14. Rotary Slips Type


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 41

Rotary slip memiliki konstruksi bagian dalam mempunyai gigi


dengan bentuk silinder dengan ukuran tertentu sesuai dengan ukuran pipa
yang akan ditahan. Dibagian luar slip berbentuk taper dengan kemiringan
yang sama dengan kemiringan master bushig atau kemiringan dari slip
bowl. Oleh karena itu slip dapat memakai secara sejajar dengan pipa dan
tanpa menimbulkan luka lekuk di satu tempat (diujung). Rotary slip duduk
di master bushing untuk menahan pipa selama pipa tersebut digantung
dalam proses menambah atau melepas pipa.
Rotary slip dilihat dari pengoperasianya ada dua macam, yaitu
manual slip dan power slip. Power slip merupakan slip yang dapat
dioperasikan/dikontrol oleh driller utuk mengangkat dan memasukkan slip
dengan sistem tenaga pneumatic. Power slip memiliki piston yang
digerakkan dengan tekanan udara dan pada tangkai piston dipasangkan
slip. Kontrol pengendalian piston biasanya berupa pedal kaki yang
diletakkan didekat driller.

Gambar 2.15. Power Slips

Beberapa point penting di dalam pengoperasian yang perlu diperhatikan


diantaranya adalah :
1. Pakailah ukuran slip yang sesuai dengan ukuran pipa yang ditahan.
2. Apabila slip terdiri dari dua slip dan tidak tersusun menjadi satu di
dalam mengoperasikan keduanya harus rata.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 42

3. Jangan membiarkan slip didalam meja bor selama mencabut pipa.


Cara ini akan mempercepat keausan gigi-gigi slip.
4. Gantilah gripping element dan pin-pin bila perlu, untuk mencegah
tergelincir/lolos.
5. Jangan memasang slip di bagian toll joint, karena dapat merusak tool
joint atau lolosnya drill pipe.
Pemeriksaan Slip.
1. Cek isert slot, ganti slip apabila insert slot aus.
2. Cek tapper bagian belakang dan bagian permukaan didalam.
Pengecekan dilakukan dengan mempergunakan penggaris, seperti
gambar di atas. Slip yang bengkok atau aus pada master bushing
baru akan berakibat slip menjadi lurus, akan retak-retak dan slip
dapat patah dan jatuh kedalam lubang.
3. Cek hine pin, dan ganti bila aus.
4. Jangan dipergunakan slips untuk ukuran pipa lebih besar dari
ukuran slip sebenarnya. Hal ini akan dapat membuat retak vertical
dan horizontal.

Pengetesan Slip dan Evaluasinya.


1. Test dilakukan dengan beban yang menggantung, minimum 100.000
lbs, untuk mendapatkan cap (marking) dari pada pipa.
2. Pilih bagian pipa yang halus bersih dari bekas slip sebelumnya.
3. Balut pipa tersebut dengan kertas kedap air (waterproof) dan tahan.
4. Pasang rotary slip disekeliling pipa yang dibalut kertas tersebut,
turunkan pipa dan slip dengan kecepatan normal.
5. Untuk melepas, tahan slip bersama-sama dan angkat pipa. Lepaskan
slip hati-hati bila sudah bebas diatas lubang.
6. Lepas kertas hati-hati.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 43

Evaluasi Hasil Slips Test.


1. Apabila bekas gigi slip merta pada semua gigi slip, menunjukkan
master bushing dan slips pada kondisi baik.
2. Apabila insert hanya kontak pada bagian puncak saja, berarti master
bushing harus diganti, apabila slip masih baik.

ROTARY TONG

Rotary tong adakah kunci-kunci besar yang digantung diatas lantai rig
dekat meja putar, yang dipasang pada bagian-bagian dari batang bor, baik
untuk menyambung maupun melepas sambungan. Kunci tersebut adalah
break out tong atau lead tong dan make up tong atau back up tong.

Gambar 2.14. Rotary Tong


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 44

KELLY SPINNER (PEMUTAR KELLY)

Kelly spiner di pasang pada bagian bawah dari swivel stem. Alat ini
dipakai untuk menyambung kelly dengan pipa bor secara cepat di dalam
rat hole (lubang tempat menyimpan dan memasang atau membongkar
rangkaian pipa).

Gambar 2.15. Kelly Spinner


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 45

TOP DRIVE

Gambar 2.16. Top Drive


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 46

Top drive drilling system merupakan system pemboran dengan memutar


drill stem mempergunakan pemutar yang dipasang langsung dibawah
swivel dan pemutar tersebut bergerak naik turun mengikuti gerakan
traveling block. Dengan sistem ini, kelly bushing dan kelly tidak diperlukan
karena drill stem diputar langsung dengan drilling motor assembly yang
digantung di traveling block. Kontruksi dari top drive ini terdiri dari :
 standard rotary swivel
 Drilling motor assembly
 Guide dolly system assembly
 Pipe handler assembly

DRILING MOTOR ASSEMBLY


DMA disambung dengan standard swivel dengan menghubungkan
swivel stem dengan splined sub dari drilling motor asembly. Untuk top
drive produksi dari Varco, mampu menghasilkan 27600 lb ft (37.400 Nm)
continous torque pada 183 rpm dengan 1050 amps armature current dan
36700 ft lbs (49.800 Nm) peak intermittent torque dengan 1325 amps
armature current. Maximum kecepatan 250 rpm. Motor listrik yang
dipasang 1000 Hp continous, 1250 Hp intermittent. Tenaga listrik yang
diperlukan 750 Volt DC, 1350 amps maximum. Gear ratio : 5.33 : 1.
Motor listrik DC ini dilengkapi dengan blower udara untuk system
pendingin, yang digerakkan motor listrik AC. Selain dari pada itu nmotor
listrik DC tersebut dilengkapi air brake (rem udara) yang berguna untuk
menghentikan putaran drill stem karena ada torsi balik.

GUIDE DOLLY SYSTEM ASSEMBLY


Guide dolly system assembly terdiri dari sepasang rail yang
dipasang kokoh dari atas menara sampai mendekati lantai bor, dan dolly
yang menghubungkan drilling motor assembly dengan rail sehingga dapat
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 47

meluncur bebas ke atas atau kebawah sambil mampu menahan torsi


sewaktu drilling  27600 ft lbs atau 36700 ft lbs saat menyambung pipa.

PIPE HANDLER ASSEMBLY


Pipe Handler Assembly ini merupakan salah satu keistimewaan
dari top drive. Karena dengan sistem ini dapat melepas atau menyambung
drill pipe dengan swivel pada posisi dimana saja dan sekaligus mampu
mengikat dengan torsi yang cukup. Disini dipergunakan link standard dan
sebuah conventional elevator, untuk mengangkat dan menurunkan string
ketika tripping atau menangani stand ketika menyambungnya. Link tilt
assembly berfungsi untuk menggerakkan link dan elevator ke depan
sehingga mudah untuk mleakukan penyambungan dengan pipa di mouse
hole dan juga untuk mendorong stand drillpipe dan drill collar ke arah
posisi derrickman untuk disusun di jari menara.
Pipe handler assembly dilengkapi dengan torque wrench assembly
yang berfungsi sebagai kunci untuk mengikat ataupun melepas
sambungan tool joint drill pipe dengan saver sub dari top drive. Breakout
torque yang dapat diberikan sebesar 60.000 lbs ft (81100 Nm). Tekanan
hydraulicnya 2000 psi dengan 30 GPM. Ukuran pipa = 5 inch x 4 ½ IF
Selain dari pada tersebut di atas, top drive dilengkapi Kelly cock dan Kelly
cock actuator, yang berfungsi untuk dapat menutup Kelly cock pada posisi
traveling block dimana saja dengan system kendali dari driller panel.
Sehingga dengan peralatan ini apabila terjadi kick saat tripping dapat
dengan langsung menyambungkan saver sub sampai terikat kuat dan
dapat menutup Kelly cock bila diperlukan, dengan posisi block dimana
saja dalam menara
Beberapa keuntungan antara lain adalah :
1. Dapat mengebor langsung sepanjang 90 ft (1 stand), sehingga dapat
menghemat/mengurangi pekerjaan 3 kali penyambungan.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 48

2. Dapat melakukan spinning dan memberi torsi sambungan di atas dan


dibawah bersama-sama, sehingga menghemat waktu ½ kali.
3. Mampu melakukan reaming sepanjang tinggi dalam derrick, sehingga
dapat memutar string melalui lubang yang sempit tanpa terjepit dan
memutar string sambil sirkulasi sewaktu cabut untuk lubang dengan
derajat kemiringan yang tinggi.
4. Mampu memutar ke kedua arah selama cabut 90 ft (1 stand),
menghemat waktu pada pekerjaan khusus seperti memancing atau
coring.
5. Apabila tripping kedalam lubang, terjadi bridge dapat dengan cepat
dibor lagi tanpa harus mencabut Kelly.
6. Casing dapat diturunkan dengan standard casing tool. Tambahan
keuntungan lain adalah dapat mengisi lumpur langsung dari top
drive.

2.3. Drill Stem


Drill stem (Batang Bor) adalah suatu rangkaian pipa-pipa
penghubung dari swivel sampai kemata bor dan mempunyai fungsi utama
untuk :

- Menurunkan dan menaikkan mata bor


- Memberikan beban pada mata bor untuk penembusan/
pemecahan batuan.
- Menyalurkan dan meneruskan gaya putar ke mata bor
- Menyalurkan lumpur bor (cairan pemboran) bertekanan tinggi
ke mata bor.
Batang bor berpegangan pada wash pipe dan travelling block dan
memanjang melalui lubang meja putar sampai kedasar lubang sumur,
sebagai sebuah poros pemutar mata bor.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 49

Batang bor terdiri dari :

- Kelly (pipa segi)


- Upper kelly cock dan lower kelly cock
- Kelly saver sub ( sambungan penghemat pipa segi )
- Drill pipe
- Drill collar
- Spesialized down hole tools

Gambar 2.17. Rangkaian Pipa Bor


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 50

2.3.1. Kelly (Pipa Segi /Pipa Pemutar)


Kelly adalah suatu pipa baja yang sangat kuat dan tebal, badannya
berbentuk segi-segi, untuk memungkinkan dapat diangkat naik turun dan
diputar oleh Rotary table.

Fungsi dari Kelly adalah :

 Penghubung antara swivel dan Rangkaian Pemboran untuk dapat


menaikkan, menurunkan dan memutar.
 Meneruskan tenaga gerak putar dari Rotary Table ke Rangkaian
Pemboran.
 Memungkinkan Rangkaian Pemboran bergerak turun sambil
berputar selama pemboran.
 Sebagai sarana penerus aliran sirkulasi cairan pemboran dari
swivel menuju ke rangkaian dibawahnya.
Kelly merupakan bagian tunggal yang paling panjang di antara
bagian batang bor. Panjangnya total sekitar 40 ft, tapi ada juga yang 43,
46, dan 54 ft. Kelly harus lebih panjang dari setiap satu single pipa bor
(yang kira – kira 30 ft panjangnya) karena pada waktu penambahan joint
(Batangan) pipa bor, kita harus menaikan pipa ini sampai tingginya
mencapai sebagian dari Kelly, di atas pemutar. Hal ini untuk menyediakan
cukup tempat untuk mengebor ke bawah pipa yang baru tersebut.

Konstruksi Kelly

Bentuk dasar dari kelly ada tiga macam, yaitu segi tiga (triangular),
segi empat (square) dan segi enam (hexagonal). Yang umum dipakai
pada saat ini adalah square kelly an hexagonal kelly. Bagian tengah kelly
yang berbentuk segi-segi disebut drive surface section, ini adalah bagian
permukaan yang berkaitan dengan kelly drive bushing untuk dapat diputar
sambil turun atau naik.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 51

Bagian ujung atas dari kelly terdapat top upset (semacam tool joint),
mempunyai ulir kiri, yang berfungsi untuk penyambungan dengan upper
kelly cock dan swivel. Ulir kiri dibagian atas kelly ini dimaksudkan agar
pada saat kelly diputar oleh rotary table kekanan, ulir ini tidak akan
terlepas. Intinya semua peralatan yang penyambungannya dengan ulir
dan bekerja diatas rotary table, semuanya menggunakan ulir kiri.

Bagian ujung bawah dari kelly terdapat bottom upset (semacam tool
joint) mempunyai ulir kanan, yang berfungsi untuk penyambungan dengan
lower kelly cock dan kelly saver sub, untuk disambungkan ke drill pipe.

Gambar 2.18. Konstruksi Kelly


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 52

Spesifikasi Kelly

Untuk memesan sebuah Kelly, perlu menyebutkan spesifikasi yang


lengkap, seperti :

- Type Kelly, Square atau Hexagonal


- Ukuran Nominal, 2.1/2 inc, 3 inc, 3.1/2 inc, 4.1/4 in, 5.1/4 inc, 6 inc
untuk Square Kelly dan mulai 3 inc sampai 6 inc untuk Hexagonal.
- Ukuran Panjang total, 40 ft, 46 ft atau 54 ft.
- Upper Connection, Standard 6.5/8 in Reg LH atau Optional 4.1/2 in
Reg LH.
- Lower Connection, 2.3/8 in IF RH, 2.7/8 in IF RH, 3.1/2 in IF RH, 4.1/2
in IF RH 5.1/2 in FH RH atau 6.5/8 in FH RH.

Pemeliharaan Kelly

Dalam Operasi Pemboran, Kelly merupakan alat yang paling berat


kerjanya, menerima beban tegangan, tekanan dan beban putar yang
paling berat, maka harus sering diperiksa kondisinya untuk dilakukan
perawatan dan pemeliharaan yang sebaik-baiknya. Pada waktu tidak
dipergunakan kelly harus dalam keadaan bersih dan tersimpan didalam
selongsong kelly (kelly scabbard). Kelly tidak dapat dipergunakan lagi
apabila bengkok atau melengkung, apabila bagian segi-seginya sudah
membulat. Bengkoknya telly dapat diakibatkan oleh :

 Perlakuan yang tidak benar, misalnya pada waktu membuka


sambungan di atas rotary table tidak ditahan dengan rotary tong
yang benar.
 Terjadi kecelakaan, misalnya jatuh pada waktu diangkut.
 Diangkat dengan sling dan transport tidak menggunakan
scabbards.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 53

Bengkoknya sebuah kelly dapat diluruskan dengan alat pelurus


hydraulic kelly straightner, namun masih perlu dilakukan pemeriksaan
apakah tidak terjadi keretakan setelah diluruskan.

Terjadinya proses pembulatan pada kelly merupakan hal yang tidak


dapat dihindari secara total, namun dapat dikurangi kecepatan ausnya
dengan perlakuan yang benar, sebagai berikut :

 Pergunakan drive bushing roller assembly yang baru pada


penggunaan Kelly yang baru.
 Atur shim pada roler ass, untuk memperkecil clearence.
 Drive roller assembly harus diganti secara periodik, sehingga
clearance keausan dapat dikurangi.

Upper Kelly Cock

Merupakan suatu valve yang dipasang antara swivel dan kelly. Fungsi
utamanya (pada saat tertutup) adalah untuk menjaga agar tidak terjadi
tekanan dari lubang bor yang bertekanan tinggi.

Lower Kelly Cock

Adalah suatu keran yang terletak diantara kelly dan kelly saver sub, tugas
utamanya untuk menutup lubang dalam pipa agar tidak ada semburan dari
dalam pipa bila ada tekanan dari sumur atau dapat pula untuk menahan
lumpur dari kelly sewaktu melaksanakan penyambungan, sehingga
terhindar lumpur tumpah tercecer.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 54

2.3.2. Drill Pipe


Drill Pipe atau Pipa Bor adalah pipa baja yang dibuat khusus untuk
mengebor, merupakan sambungan pipa terpanjang dalam susunan
rangkaian pipa pemboran, terletak diantara kelly dan drill collar.

Fungsi Drill Pipe adalah :

 Menghubungkan kelly dengan drill collar


 Memperpanjang drill stem untuk memungkinkan penambahan
kedalaman lubang bor.
 Memungkinkan menaikkan dan menurunkan pahat bor.
 Meneruskan tenaga gerak putar dari rotary table ke pahat bor.
 Sebagai laluan sirkulasi cairan pemboran
Type drill pipe menurut beratnya antara lain standard drill pipe, heavy
weight drill pipe dan alumunium drill pipe

Gambar 2.19. Bagian-bagian Drill Pipe


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 55

Konstruksi Drill Pipe

Drill pipe terdiri dari tiga bagian, yaitu pipa (body) dan connection pada
kedua ujungnya yang disebut tool joint.

a. Body pipa
Body drill pipe diperkuat dengan dipertebal pada tiap ujungnya agar
kuat untuk menerima tegangan tarik yang tinggi ditempat sambungan
dengan Tool Joint.

 Penebalan diujung pipa ini disebut Upset.


 Penebalan kearah keluar disebut External Upset (EU)
 Penebalan kearah dalam disebut Internal Upset (IU)
 Penebalan kearah luar dan dalam disebut Internal External Upset
(IEU)
b. Tool joint
Pada ujung Upset ada tambahan potongan pipa yang tebal lagi yang
berguna untuk tempat sambungan ulir, disebut tool joint. Dengan tool joint
inilah drill pipe disambung satu dengan lainnya, baik antara drill pipe itu
sendiri atau antara drill pipe dengan peralatan lain. Setiap batang drill pipe
mempunyai sebuah tool joint yang berulir dalam disebut box dan sebuah
tool joint yang berulir luar disebut pin.

Spesifikasi dan Identifikasi Drill Pipe

Spesifikasi Drill Pipe meliputi :

- Ukuran drill pipe, diukur dari diameter luar body pipa.


Ukuran yang standard : 2.3/8”, 2.7/8”, 3.1/2”, 4”, 4.1/2”, 5”, 5.1/2”,
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 56

Gambar 2.20. Pengukuran ID Drill Pipe

- Berat nominal, adalah berat rata-rata drill pipe per foot termasuk berat
tool joint. Drill pipe grade E mempunyai berat nominal : 2.3/8” 6.65
lb/ft, 2.7/8” 10.40 lb/ft, 3.1/2” 13.3 lb/ft, 4” 14.00 lb/ft, 4.1/2” 16.60
Lb/ft, 5” 19.50 lb/ft, 5.1/2” 21.90 lb/ft.
- Grade, menunjukkan kualitas baja sebagai bahan yang dibuat drill
pipe. Minimum Yield Strength Grade D 55000 Psi, Grade E 75000 Psi,
Grade 95 (X) 95000 Psi, Grade 105(G) 105000 Psi, Grade 135(S)
135000 Psi.

- Panjang , diukur dari shoulder box sampai shoulder pin.


Range I antara 18 sampai 22 Feet

Range II antara 27 sampai 30 Feet

Range III antara 38 sampai 45 Feet

- Spesifikasi Drill Pipe dapat diidentifikasikan dari cap atau tanda yang
terdapat di pangkal ulir tool joint pin, contoh : ZZ 6 70 N E, artinya ZZ
nama perusahaan pembuat Tool Joint, bulan 6 th 1970 pasang lass
pada body pipa, N nama perusahaan pembuat body pipa, Grade E
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 57

Heavy Weight Drill Pipe

Heavy Weight Drill Pipe dikembangkan sejak tahun 1960, adalah


merupakan pipa yang menyerupai drill pipe, berdinding lebih tebal dan
lebih berat. Fungsi HW DP adalah :

1. Sebagai rangkaian transisi antara drill pipe dan drill collar.


2. Sebagai pemberat yang fleksibel pada rangkaian pemboran berarah
(directional drilling)
3. Sebagai rangkaian pemberat pada rig kecil untuk mengebor lubang
yang relatif kecil diameternya.

Konstruksi HW DP

 Menyerupai drill pipe biasa, mempunyai tool joint pin dan box.
 Body pipa lebih tebal dibanding DP biasa dan mempunyai center
upset.
 Ukuran HWDP disebutkan sesuai dengan ukuran diameter body
tengah, yang standard adalah : 3.1/2”, 4”, 4./2”, 5”, 5.1/2” dan 6.5/8”

Karakteristik dimensi HW DP

 Dinding pipa lebih tebal 1”


 Tool joint lebih besar
 Bagian tengah pipa berdiameter lebih besar untuk menjaga keausan
body pipa
 Beberapa pabrik membuat Spiral Groove pada bagian pipa yang
menebal, untuk membuat lubang lebih bersih dan mengurangi resiko
differential pressure stacking.
 Biasanya bagian tengah dan bagian tool joint dilapisi dengan bahan
pengeras tambahan.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 58

Rekomendasi cara penggunaan HW DP

- Pada lubang bor vertikal, pakai HW DP secukupnya diantara DC


dan DP sehingga titik transisi berada pada rangkaian HW DP,
sekitar18– 21 joint.
- Bila diameter lubang bor melebihi 4” dari diameter HW DP, maka
HW DP tidak boleh kena beban kompresi.

- Untuk Directional Drilling dipakai sampai 60 joint.

Pemeliharaan HW DP

Seperti pipa-pipa yang lain, maka terhadap HW DP juga perlu


diperiksa secara periodik terhadap kemungkinan fatique crack pada tool
joint dan body pipa.

Gambar 2.21. HWDP

2.3.3. Drill Collar


Drill collar adalah pipa baja yang tebal dan relatif sangat berat.
Dalam susunan rangkaian pemboran terletak diantara pahat bor dan drill
pipe. Pada bagian dalam terdapat lubang untuk saluran fluida pemboran.

Fungsi drill collar adalah :

 Memberikan beban pada pahat bor, sehingga pahat dapat


menembus lapisan tanah yang terkadang cukup keras.
 Memberikan effek kekakuan rangkaian pemboran bagian bawah,
untuk mempertahankan kelurusan lubang bor.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 59

 Untuk menempatkan bottom hole assembly, terutama pada


pemboran berarah.
 Dengan beratnya drill collar ini akan memberi efek tegangan tarik
pada seluruh drill pipe yang diatasnya, sehingga akan cenderung
lurus selama proses pemboran.

Gambar 2.22. Drill Collar

Konstruksi Drill Collar

Konstruksi drill collar dapat dikatakan cukup sederhana, hanya


merupakan pipa tebal dan berat yang pada ujung-ujungnya dibuat ulir box
dan pin. Ada 4 tipe dasar dari drill collar, yaitu :
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 60

1. Drill collar standard, bodynya bulat halus mempunyai ulir box diatas
dan ulir pin dibagian bawah.
2. Drill collar spiral, pada permukaan bodynya dibuat alur berbentuk
spiral.
3. Square drill collar, permukaan bodynya berbentuk persegi empat.
4. Non magnetic drill collar, terbuat dari stainless steel (non magnetic),
umumnya berbentuk seperti dc standard atau spiral.

Spesifikasi Drill Collar

Drill Collar yang standard masih sering dipergunakan pada pemboran


sumur, namun cara menyambung memerlukan waktu lebih lama karena
harus memasang DC Clamp terlebih dahulu untuk safety jangan sampai
merosot jatuh kedalam lubang bor.

Drill collar spiral, dipergunakan pada pemboran yang banyak


menembus lapisan-lapisan porous. Dengan adanya paritan spiral pada
body drill collar maka akan mengurangi luas permukaan body c yang
menempel pada dinding lubang bor sehingga dapat mengurangi
kemungkinan terjepitnya rangkaian pemboran yang diakibatkan oleh
Differential Pressure (perbedaan tekanan antara tekanan formasi dengan
tekanan hydrostatic cairan pemboran). Pada ukuran dc yang sama, dc
spiral mempunyai berat berkurang 4 %

Square Drill Collar, dipergunakan hampir sama dengan dc Spiral,


yaitu memperkecil kemungkinan differential sticking. dc ini jarang
dipergunakan karena torsi yang timbul cukup besar dan apabila terjadi
Twist Off (patah) sulit memancingnya.

Non Magnetic Drill Collar, dipergunakan khusus pada operasi


pemboran berarah (Directional Drilling), agar peralatan pengukur
kemiringan dan arah yang ditempatkan di atas pahat tidak terpengaruh
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 61

oleh medan magnit drill collar, tetapi hanya terpengaruh oleh medan
magnit bumi, sehingga hasil pengukuran dapat lebih akurat.

Ukuran Drill Collar

Out Side Diameter : 3.1/8” sampai 14”

In Side Diameter : 1.1/4” sampai 3”

Panjang : 10, 15, 20, 30, 31, 32, 42 Ft

Koneksi : 2.3/8 Reg, 2.3/8 IF, 2.7/8 IF, 3.1/2 IF, 4 FH, 4 IF,
4.1/2 IF, 6.5/8 Reg, 7.5/8 Reg, 8.5/8 Reg.

2.4. Drilling Bit


Drilling bit atau pahat bor adalah suatu alat yang dipasang paling
ujung bawah pada rangkaian pemboran, yang berfungsi untuk
menghancurkan batuan sehingga terjadilah lubang bor. Bermacam-
macam jenis pahat bor dibuat oleh pabrik, disesuaikan dengan jenis-jenis
batuan yang sering dijumpai di operasi pemboran.

Jenis-jenis pahat bor

a. Wing Bit
Wing Bit terbuat dari sebuah nipple baja yang pada ujung bawahnya
diberi sayap, dilas kuat dan dilapisi dengan bahan penguat. Di antara
sayap-sayap terdapat lubang Nozzle untuk aliran cairan pemboran
menyemprot secara kuat kearah bawah sehingga membantu
membersihkan dasar lubang bor. Wing Bit hanya dipergunakan untuk
mengebor lapisan batuan yang lunak, biasanya hanya untuk mengebor
trajec conductor atau surface casing.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 62

Gambar 2.23. Wing Bit

Persoalan-persoalan yang timbul dalam penggunaan drag bit adalah :

- Lubang bengkok.
- Lubang berdiameter kurang dari yang diminta (undergauge).
- Balling (dilapisi padatan) pada pemboran formasi shale.
Lubang bengkok dapat dikurangi dengan pemakaian drill collar, sedang
undergauge dapat dikurangi dengan membuat otomatis pada nozzle,
dimana bila bitnya rusak, nozzle bertumpu pada lubang dan tertutup
secara otomatis. Sehingga menaikkan tekanan pompa dipermukaan.
Balling dapat dikurangi dengan menggunakan jet nozzle pada blandenya.
Pemeliharaan Pahat ini cukup mudah, karena hanya melakukan rewelding
dan rebuilding apabila pahat telah aus atau rusak. Pada operasi
pemboran saat ini sudah jarang menggunakan pahat bor jenis ini.

b. Roller Cone (Rock Bit).


Roller-cone adalah merupakan bit yang mempunyai kerucut (cone)
yang dapat berputar untuk menghancurkan batuan. Bit ini pertama kali
didesain oleh Howard [Link] (1909) dan hingga sekarang banyak
dipergunakan untuk pemboran di lapangan minyak. Pada masing-
masingnya terdapat gigi. Jika diperhatikan secara seksama maka bentuk
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 63

gigi tersebut berbeda-beda. Gigi yang relatif panjang dan jarang letaknya
atau sedikit jumlahnya untuk formasi batuan lunak. Sedang gigi-gigi yang
relatif pendek dan rapat letaknya adalah digunakan untuk formasi medium
hard atau hard (keras). Umumnya jumlah conner pada setiap bit adalah
tiga, setiap cone mempunyai sumbu yang berbeda, setiap as-nya
berpotongan pada satu titik. Panjang jarak gigi-gigi serta pola dari bit
dibuat untuk memperoleh laju pemboran yang tertinggi dengan minimum
pengaruh balling pada gigi tersebut. Roller cone bit ada dua macam :

a. Steel tooth bit (Milled tooth bit)


Merupakan satu diantara jenis mata bor (bit) yang paling banyak
dipakai, dikenal dari gigi-gigi pemotongnya yang dibentuk
dengan jalan menggiling / memotong conenya, sehingga
menjadi gigi.

b. Insert bit (Tungsten carbite bit)


Gigi-gigi dibuat dari karbit tungsten yang tahan keausan.
Biasanya mata bor jenis ini dipakai untuk menembus lapisan
yang paling keras atau paling abrasif.

Gambar 2.24. Rock Bit


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 64

Pahat Bor model ini sangat banyak jenisnya, menyesuaikan


berbagai macam sifat batuan, dari lapisan yang sangat lunak sampai yang
sangat keras. Pabrik pembuat Rock Bit yang terkenal diantaranya Reed,
Hughes, Smith dan Security, Varel telah membuat sesuai Standard IADC
(International Association Of Drilling Contractors) dengan code masing-
masing yang dapat dikomparasikan.

c. Fixed Cutter Bit


Fixed Cutter Bit tidak mempunyai cone yang dapat berputar,
bentuknya menyerupai Wing Bit. Pahat ini dikenal dengan nama PDC
(polycrystalline diamond compact) dan Natural Diamond Drill Bit,
mempunyai performance lebih baik dibandingkan dengan Cone Bit dan
dapat menghasilkan interval pemboran yang panjang karena umur
pemakaian juga lebih panjang.

Gambar 2.25. Diamond Bit

Pengeboran dengan diamond bit ini sifatnya bukan penggalian


(pengerukan dengan gigi-gigi berputar), tetapi diamond bit ini membor
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 65

batuan berdasarkan penggoresan dari butir-butir intan yang dipasang


pada matrix besi (carbite) sehingga menghasilkan laju pemboran yang
relatif lambat. Kontak langsung antara intan-intan dengan formasi
menyebabkan kerusakan yang cepat karena panas yang ditimbulkan.
Pemakaian ini diperhitungkan karena intan merupakan zat padat yang
sampai sekarang dianggap paling keras dan abrasif. Pada prakteknya
diamond bit jarang/tidak selalu digunakan di lapangan. Keistimewaan dari
diamond bit ini adalah mempunyai umur pemakaian yang relatif panjang
sehingga mengurangi frekwensi roundtrip, dengan demikian biaya
pemboran dapat diperkecil.

PDC Bit juga dibuat berbagai ukuran, dari 2” – 5.1/2” untuk Slim
Hole dan sampai 17.1/2” pada pemboran biasa, juga dibuat untuk lapisan
tanah yang sangat lunak sampai lapisan yang sangat keras.

Untuk lapisan yang lunak mempunyai cutter yang besar-besar dan


semakin keras lapisannya semakin kecil cutternya. Pada akhir-akhir ini
pahat jenis ini paling banyak dipergunakan, interval lubang bor yang
terbentuk oleh tiap pahat lebih panjang sehingga mengurangi jumlah Trip
rangkaian pemboran untuk mengganti pahat

Bit Nozzle

Bit nozzle adalah alat kelengkapan pahat, yang dipasang pada body
pahat diantara cone, mempunyai lubang yang bermacam-macam
ukurannya. Kegunaan dari nozzle adalah untuk membuat aliran cairan
pemboran menyemprot dengan sangat kuat kebawah pahat bor sehingga
membantu menghancurkan batuan dan segera membersihkan dasar
lubang bor.

Ukuran nozzle yang akan dipasang pada pahat harus diperhitungkan


sesuai dengan evaluasi Hidrolika Pemboran. Intinya makin kecil ukuran
nozzle makin kuat daya semprotnya namun harus memperhitungkan
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 66

aspek lainnya, yakni : kemampuan pompa lumpur (flow rate, pressure)


dan pressure loss sepanjang aliran cairan pemboran sampai perkiraan
kedalaman akhir pahat.

2.5. Special Down Hole Tools (Bottom Hole Assembly)


Bottom Hole Assembly adalah peralatan pemboran yang termasuk
perlengkapan khusus, yang dipakai pada kondisi operasi pemboran
tertentu

A. Bit Subs
Bit Subs adalah alat penyambung antara pahat bor dengan alat
diatasnya, dapat langsung dengan Drill Collar, Near Bit Stabilizer, Down
Hole Motor , Orienting Sub dan lain sebagainya. Ukuran dan jenis thread
disesuaikan dengan pahat disatu sisi dan disesuaikan dengan peralatan
diatasnya disisi lainnya. Bit Subs selalu dipakai dalam operasi pemboran
Vertikal maupun berarah.

Gambar 2.26 Bit Subs dan Pup Joint


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 67

B. Pup Joints
Pupjoints adalah pipa yang pendek, dipergunakan pada susunan
rangkaian pemboran vertikal dan berarah. Gunanya untuk memungkinkan
penempatan stabilizer dan peralatan lain pada waktu akan menambah /
mengurangi sudut kemiringan lubang bor.

C. Stabilizer
Stabilizer meupakan alat penyambung diantara DC namun tugas
utamanya adalah :

- Membuat rangkaian bor lebih kaku, sehingga lubang lurus


- Mengurangi bahaya Differential Pressure Sticking
- Dengan pengaturan jarak penempatan di sekitar pahat bor dan DC,
sudut kemiringan lubang bor dapat dinaikkan atau diturunkan untuk
mencapai target tujuan pemboran Menghindari lubang keyseat dan
dogleg.

Gambar 2.27. Stabilizer

D. Down Hole Motor


Down Hole Motor adalah pemutar pahat bor yang berada sedekat
mungkin dengan pahat bor, sehingga rangkaian pemboran tidak perlu
berputar selama mengebor kecuali pahat bor. Bekerjanya alat ini karena
ada aliran cairan pemboran; makin kuat aliran cairan pemboran akan
menambah kecepatan berputarnya pahat bor. Dilihat dari luar bentuknya
seperti drill collar biasa namun didalamnya terdapat mekanisme berupa
rotor yang berbentuk pipa spiral yang berfungsi seperti sudu-sudu turbin,
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 68

rubber stator, bearing assembly dll. Down Hole Motor dibuat oleh masing-
masing pabrik dengan konstruksi yang berbeda, namun prinsip kerjanya
sama dengan nama masing-masing alat, seperti : Mud Motor, Turbodrill,
Dynadrill, dll.

Gambar 2.29. Down Hole Motor

E. Drilling Jar
Drilling jar adalah suatu alat yang dapat dipasang pada rangkaian
pemboran, berfungsi untuk memberikan pukulan keatas sewaktu terjadi
jepitan pada rangkaian pemboran, dalam usaha untuk melepaskan jepitan
tersebut. Pada umumnya drilling jar dipasang diantara dc dan dp karena
pada umumnya bagian yang terjepit dari rangkaian pemboran ada di
bagian dc, sehingga Jar tidak ikut terjepit dan dapat bekerja dengan
tarikan dp. Ada dua macam drilling jar, yaitu mechanical dan hydraulic
drilling jar.

Gambar 2.30. Drilling Jar


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 69

F. Hole Opener
Hole Opener adalah suatu alat untuk memperbesar diameter lubang
bor. Konstruksinya seperti three cone rock bit tetapi pada bagian tengah
bawah terdapat ekor yang berdiameter lebih kecil dari diameter lubang
lama dan menjadi guidance agar pembesaran lubang tidak menyimpang
dari lubang lama.

Gambar 2.31. Hole Opener

G. Under Reamer
Under Reamer adalah suatu alat untuk memperbesar lubang bor
dibagian bawah, misalnya dibawah shoe casing atau pada formasi
tertentu yang perlu diperbesar melebihi diameter lubang bor diatasnya.

Alat ini mempunyai tangan atau cone yang dapat membuka karena
adanya sirkulasi cairan pemboran, maka bila rangkaian pemboran diputar
dan diturunkan pelan-pelan kebawah akan terjadi pembesaran lubang bor.

Gambar 2.32. Under Reamer


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 70

III. CIRCULATING SYSTEM


Sistem sirkulasi merupakan salah satu sistem yang memegang
peranan penting di dalam operasi pengeboran putar (rotary drilling).

Tugas utamanya adalah membantu sistem pemutar didalam “mengebor


sumur” dengan menyediakan perlengkapan – perlengkapan yang sesuai
untuk mengatur bahan – bahan lumpur dan tempat – tempat kerja untuk
mempersiapkan, merawat dan mengganti fluida pengeboran. Sistem
sirkulasi terdiri dari empat sub-komponen utama, yaitu :

1. Fluida pengeboran (drilling fluid)


2. Tempat persiapan (preparation area)
3. Peralatan sirkulasi (circulating equipment)
4. Conditioning area atau solid control equipment

3.1. Fluida Pengeboran (Drilling Fluid)


Fluida pengeboran adalah merupakan suatu campuran cairan
(liquid) dari beberapa komponen yang terdiri dari : air (tawar atau asin),
minyak, lempung (clay), bahan-bahan kimia (chemical additives), gas,
udara, busa maupun detergen. Di lapangan, fluida pengeboran dikenal
sebagai “lumpur pengeboran” (mud). Komposisi lumpur pengeboran
ditentukan oleh kondisi lubang bor dan jenis formasi yang ditembus
mata bor. Ada 2 (dua) hal penting dalam penentuan komposisi lumpur
pengeboran, yaitu :

- Semakin ringan dan encer suatu lumpur pengeboran, semakin


besar laju penembusan.
- Semakin berat dan kental suatu lumpur pengeboran, semakin
mudah untuk mengontrol kondisi bawah permukaan, seperti
masuknya fluida formasi bertekanan tinggi (dikenal sebagai “kick”).
Bila keadaan ini tidak dapat diatasi akan menyebabkan terjadinya
semburan liar (blow out).
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 71

3.1.1. Water–Base Mud

Lumpur pengeboran yang paling banyak digunakan adalah water-base


mud (80%). Komposisi lumpur ini terdiri dari air tawar atau air asin,
clay dan chemical additives. Komposisi ini ditentukan oleh kondisi
lubang bor.

Pedoman operasional secara umum :

- Surface drilling operation : digunakan lumpur biasa (natural mud)


dengan sedikit additive yang digunakan.
- Hard Subsurface Drilling Operations : bila menembus formasi keras
(porositas rendah) digunakan lumpur encer.
- Soft Subsurface drilling operations : bila menembus formasi
bertekanan tinggi (porositas tinggi), digunakan lumpur berat.
Water-base mud merupakan jenis lumpur yang paling umum
digunakan karena murah, mudah penggunaannya dan dapat
membentuk “filter cake” (kerak lumpur) untuk melindungi gugurnya
dinding lubang bor.

3.1.2. Oil–Based Mud

Digunakan pada pengeboran dalam, hotholes, formasi shale dan


sebagainya. Lumpur ini lebih mahal, tetapi mengurangi terjadinya
korosi pada rangkaian pipa bor, dsb.

3.1.3. Air or Gas–Based Mud

Keuntungan dari lumpur jenis ini terutama adalah dapat menghasilkan


laju pengeboran yang lebih besar. Karena digunakan kompressor,
kebutuhan peralatan dan ruang lebih sedikit.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 72

3.2. Tempat Persiapan (Preparation Area)

Penempatan dimulai dari sistem sirkulasi. Tempat persiapan lumpur


pengeboran terdiri dari peralatan-peralatan yang diatur untuk memberikan
fasilitas persiapan atau “treatment” lumpur bor.

Tempat ini meliputi :

- Mud House : merupakan gudang untuk menyimpan additives.


- Steel mud pits/tank : merupakan bak penampung lumpur di
permukaan terbuat dari baja.
- Mixing hopper : merupakan peralatan yang digunakan untuk
menambah additives ke dalam lumpur.
- Chemical mixing barrel : merupakan peralatan untuk
menambahkan bahan-bahan kimia (chemicals) ke dalam lumpur.
- Bulk storage bins : merupakan bin yang berukuran besar digunakan
untuk menambah additives dalam jumlah yang banyak.
- Water tank : merupakan tangki penyimpanan air yang digunakan
pada tempat persiapan lumpur.
- Reserve pit : merupakan kolam yang besar digunakan untuk
menampung serbuk bor dan kelebihan lumpur.

Tempat ini merupakan tempat dimana cairan pengeboran dipersiapkan


dan dirawat atau diganti, tergantung dari keadaan di dalam lubang sumur.

Perubahan – perubahan mungkin diperlukan antara lain untuk :

- Agar selalu mendapatkan lubang sumur bor yang baik / stabil


- Untuk membentuk cairan pengeboran yang memiliki berat jenis yang
cukup
- Untuk membentuk cairan pengeboran yang mampu mentoleransi
kemungkinan kontaminasi dari lubang bor yang sedang ditembus.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 73

- Untuk mendapat sifat – sifat fluida pengeboran yang baik agar


memperoleh sifat aliran yang baik.
- Untuk mempersiapkan lumpur agar tidak menimbulkan kerusakan
pada formasi produktif.
Terdapat 4 (empat) macam kerja rutin utama didalam mempersiapkan
lumpur pengeboran yang biasa dilakukan tim pengeboran :

- Persiapan pertama, untuk membuat kekentalan (viskositas) lumpur.


- Mengurangi air tapisan.
- Penambahan bahan – bahan kimia lumpur, untuk membuat perubahan
ikatan – ikatan kimia dalam lumpur pengeboran agar memiliki sifat
lumpur yang baik.
Kolam lumpur (slush pit), dimana potongan – potongan batuan, bahan
pembuangan dan sebagainya disimpan. Duck nesh adalah tempat
kelebihan cairan pengeboran disimpan untuk dipakai kembali pada waktu
gawat / darurat.

Mixing Hopper

Peralatan ini berbentuk corong yang dipakai untuk menambahkan


bahan lumpur berbentuk tepung ke dalam cairan pengeboran padawaktu
perawatan lumpur di tangki lumpur. Jenis yang banyak dipakai adalah
Hopper Jet, yang bekerja berdasarkan prinsip tekanan ruang hampa
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 74

Gambar 3.1. Mixing Hopper

Rumah Lumpur (Mud house)

Adalah suatu gudang penyimpan bahan lumpur tertutup. Terletak di


samping kolam lumpur dan di samping mixing hopper, di area tempat
mempersiapkan lumpur.

Didalam mud house ini terdapat tumpukan karung berisi bahan – bahan
lumpur yang kering yang akan dipakai bila diperlukan didalam program
perawatan cairan pengeboran untuk suatu formasi yang sedang dibor.
Gudang ini biasanya diletakkan sama tingginya dengan bagian atas dari
tangki lumpur, untuk mempermudah jalannya truk pengeboran dan agar
bahan – bahan kimia tambahan tersimpan dalam keadaan kering,
sehingga mempermudah untuk pencampuran bahan lumpur tersebut ke
sistem pencampuran.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 75

Gambar 3.2. Mud House

Tanki – tangki Baja untuk Lumpur

Kotak – kotak baja berbentuk segi empat yang dipakai untuk menampung
dan mengatur cairan pengeboran setelah keluar dari sumur bor. Pada
umumnya semua kolam lumpur adalah serupa kecuali, yang dinamakan
“shaker pit” atau “tangki pengendapan” (settling tank). Shaker pit atau
tangki pengendap atau settling tank adalah tangki besi yang terletak di
bawah shale shaker dengan dinding – dinding yang miring 450 sehingga
serbuk bor ukuran kecil yang belum terbuang akan mengendap.

Gambar 3.3. Settling Tank


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 76

Kolam Cadangan (Reserve Pit)

Kolam cadangan (reserve pit) adalah suatu kolam di permukaan yang


menampung cutting dari dalam sumur bor, dan kadang – kadang untuk
menampung zat zat pengeboran ekstra yang diperlukan pada suasana
yang darurat. Kolam itu dibagi menjadi dua tempat : shlush pit dan duck
nest.

Gambar 3.3. Reserve Pit

Gambar 3.4. Bulk Storage Bin


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 77

Bulk storage bins

Merupakan bejana tempat menyimpan yang berbentuk corong yang


terletak disamping kolam lumpur daerah tempat mempersiapkan lumpur.

Tangki – tangki ini berisi bahan – bahan tambahan yang besar seperti
bentonite dan bahan – bahan pemberat (barite). Bejana tempat
menyimpan bahan lumpur ini bekerja berdasarkan prinsip gravitasi (gravity
feed).

Tangki Air

Tangki air merupakan tempat menyimpan air yang diperlukan sebagai


cadangan / persiapan. Sumber air berasal dari sumur-sumur air atau
sumber air lainnya di sekitar lokasi pengeboran.

3.3. Peralatan Sirkulasi (Circulating Equipment)

Peralatan sirkulasi merupakan komponen utama dalam sistem sirkulasi.


Peralatan ini mengalirkan lumpur pengeboran dari peralatan sirkulasi,
turun ke rangkaian pipa bor dan naik ke annulus membawa serbuk bor ke
permukaan menuju conditioning area sebelum kembali ke mud pits untuk
sirkulasi kembali. Peralatan sirkulasi terdiri dari beberapa komponen
khusus :

1. Mud pit.
2. Mud pump.
3. Pump dischange and return lines.
4. Stand pipe
5. Rotary hose.

Peralatan sirkulasi adalah salah satu dari bagian – bagian yang


utama dari sistem sirkulasi. Perlengkapan ini menyalurkan fluida
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 78

pengeboran. Fkuida ini disalurkan dari tangki tempat mempersiapkan


lumpur memakai pompa lumpur ke dalam drill stem dan naik ke
permukaan melalui annulus, dan kemudian dipindahkan ke tangki
pengkondisi lumpur, sebelum ditempatkan kembali ke dalam tangki
lumpur untuk disirkulasikan kembali.

Peralatan sirkulasi ini terdiri dari beberapa bagian – bagian yang spesial,
yaitu :

1. Tangki lumpur (mud pit)


2. Pompa lumpur (mud pump).
3. Pipa penyalur dari pompa dan pipa pengembalian (discharge line
dan return line)
4. Pipa tegak (stand pipe)
5. Selang pembasuh (rotary hose)

Sirkulasi

Flow line dan disharge line serta return line, adalah pipa – pipa
penyambung yang penting dalam memindahkan fluida pengeboran
bertekanan ke dalam dan kembali dari sumur bor. Discharge line
menyalurkan fluida pengeboran yang baru atau yang dikondisikan line
kembali ke dalam drill stem dengan tekanan tinggi. Return line membawa
fluida pengeboran yang membawa cutting dan gas – gas dari sumur bor
ke tempat pengkondisian dengan menggunakan tenaga gravitasi.

Annulus, adalah ruangan antara batang bor dan dinding sumur bor, dan
berfungsi sebagai laluan fluida pengeboran beserta cutting kembali ke
permukaan.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 79

Pipa Tegak (Stand Pipe)

Pipa tegak (stand pipe) adalah suatu pipa baja yang dijepit secara vertical
di samping dari derrick atau mast dan menghubungkan discharge line
dengan selang pembasuh (rotary hose).

Rotary hose ini disambungkan pada ujung stand pipe dan pada bagian
swivel yaitu goose neck. Rotary hose ini mengalirkan fluida pengeboran
ke swivel dan disalurkan kedalam batang bor. Pipa tegak ini
memungkinkan swivel dan Rotary hose untuk bergerak vertikal ke atas
atau ke bawah seperlunya. Di bagian bawah stand pipe terdapat manifold
yang berfungsi untuk mengatur aliran lumpur selain ke stand pipe juga
untuk ke pencegah semburan liar dan ke bell nipple.

Gambar 3.5. Stand Pipe


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 80

Gambar 3.6. Stand Pipe Manifold

Rotary Hose

Rotary hose adalah suatu selang karet bertulang anyaman baja yang
lemas dan sangat kuat, yang menghubungkan stand pipe dengan swivel.
Selang ini harus elastic , untuk memungkinkan swivel bergerak bebas
secara vertikal. Selang ini juga harus sangat kuat untuk tahan lama,
karena pekerjaannya yang sangat berat dalam memindahkan fluida
pengeboran yang kasar dan bertekanan tinggi itu (sampai 5.000 psi).
Selang pemutar ini dapat diperoleh dengan ukuran panjang sampai
kurang lebih 75 feet.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 81

Gambar 3.7. Rotary Hose

Pompa Lumpur

Pompa lumpur adalah bagian utama dari peralatan sistem sirkulasi.


Tugas utamanya adalah menyalurkan fluida pengeboran yang banyak dan
bertekanan tinggi. Ada 2 (dua) macam utama dari pompa – pompa lumpur
itu, yaitu :

1. Duplex
2. Triplex
Perbedaan utamanya adalah di dalam jumlah toraknya dan cara kerjanya.
Pompa gerak ganda (duplex) adalah pompa yang sering dipakai, akan
tetapi pompa bertorak pergerakan tunggal (tripex) mulai dipakai seiring
perkembangan teknologi.

Pompa triplex memberikan tekanan yang tinggi dengan harga yang lebih
murah (kira – kira 20 – 50% lebih murah). Pompa triplex juga 40 sampai
50 % lebih ringan, sehingga mudah moving-nya.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 82

Gambar 3.8. Duplex Mud Pump

Gambar 3.9. Triplex Mud Pump


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 83

Pompa duplex double acting memiliki dua piston (torak) dan pada
setiap piston memiliki pasangan 4 buah valve tekan (discharge valve) dan
dua valve hisap (suction valve). Pompa duplex bekerja ganda (double
acting) artinya untuk gerakan piston pompa kedepan ataupun ke belakang
akan senantiasa menghasilkan pendorongan cairan. Gerakan piston
pompa ini umumnya relatif lambat sehingga lumpur mengalir dari tangki
masuk ke dalam pompa sewaktu langkah hisap cukup mengalir dengan
baik tanpa diberi tenaga bantuan pompa atau lumpur mengalir sendiri
karena perbedaan tinggi permukaan lumpur dan pompa.

Pompa triplex single acting memiliki tiga piston, dengan masing –


masing piston berpasangan dengan satu valve tekan (discharge valve)
dan satu valve hisap (suction valve). Pompa triplex single acting atau kerja
tunggal artinya piston hanya bekerja satu arah saja yaitu saat gerakan ke
depan, sedang untuk gerakan piston ke belakang hanya akan
menghasilkan penghisapan lumpur dari tangki masuk ke dalam ruang liner
pompa.

Gerakan piston pompa ini lebih cepat dibanding dengan pompa


duplex, yaitu antara 1 ½ sampai 2 kali lebih cepat, sehingga sebagai
akibatnya diperlukan pengisian lumpur ke ruang liner dari tangki dengan
cepat pula, untuk keperluan itu pada pompa triplek pada saluran hisapnya
senantiasa memerlukan bantuan aliran lumpur dengan pompa centrifugal
sebagai supercharging.

Pompa dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu power end
dan fluid end (cylinders, valve assembly, liners and pistons). Power end
mempunyai fungsi merubah gerakan mekanis berputar yang berasal dari
putaran motor, dirubah menjadi gerakan maju mundur secara bergantian
untuk semua piston. Fluid end mempunyai fungsi untuk merubah tenaga
mekanis menjadi tenaga hidrolik, dengan menghasilkan sejumlah
kapasitas aliran dengan bertekanan tinggi.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 84

Gambar 3.10. Power End

Gambar 3.11. Fluid End Assembly


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 85

Bagian – bagian Pompa

A. Saluran hisap Pompa


Konstruksi dari saluran hisap pompa lumpur harus dibuat agar
permukaan lumpur terhadap pompa harus dapat memberikan tekanan
yang positip, karena permukaan lumpur lebih tinggi dari letak / posisi
piston pompa (positive head). Dengan positive head ini sewaktu piston
bergerak langkah hisap, piston akan terus langsung diikuti lumpur
dibelakangnya tanpa ada ruang yang kosong karena lumpur terlambat
mengisi (kekosongan).

Apabila terdapat keterlambatan pengisian lumpur pada saat piston


bergerak langkah hisap, maka akan terjadi ketukan (knocking) sewaktu
piston berubah ke langkah tekan. Ketukan yang demikian akan
mengakibatkan :

- Menurunkan effisiensi volumetris pompa


- Menurunkan usia pakai bagian – bagian dari pompa
- Dapat merusak power end dari pompa.
Besar positive suction head atau tekanan lumpur di saluran hisap semakin
tinggi, apabila :

- Panas lumpur tinggi


- Di dalam lumpur mengandung gas
- Viscositas lumpur tinggi
- Kecepatan gerak langkah pompa yang semakin tinggi.
Dilihat dari segi penyediaan atau terbentuknya positive head pada saluran
hisap, maka dapat dibedakan adanya dua sistem saluran hisap :

- Flooded suction, yaitu sistem saluran hisap dimana penyaluran


lumpurnya masuk ke dalam ruang liner pompa hanya karena gaya
gravitasi.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 86

Gambar 3.12. Flooded Suction

- Charged (super charged) suction, yaitu sistem saluran hisap dimana


pengaliran lumpurnya masuk ke dalam ruang liner dengan diberikan
tekanan oleh pompa.

Gambar 3.13. Charged suction


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 87

B. Centrifugal Super Charging

Tujuan mempertinggi tekanan saluran hisap, untuk mencegah


keterlambatan pengisian ruang hisap pompa. Cara ini hanya diperlukan
terutama pada pompa yang berkecepatan tinggi yaitu pompa triplex.

Keuntungan dengan sistem ini adalah :

1. Mempertinggi pump out put (volumetric effisiensi naik)


2. Operasi lebih halus
3. Memperpanjang usia pakai spare part pompa
4. Memperbesar HHP.

Dari pengalaman sebagian besar triplex pump memerlukan equivalent 60


– 70 feet head dari super charging pump supaya pengisian ruang hisap
cukup baik. Tekanan yang terlalu tinggi akan berakibat suction valve tetap
terbuka pada saat awal piston mulai bergerak untuk menekan (power
stroke), sehingga akan memperpendek usia valve dan seat.

Sebagian besar triplex pump memerlukan pompa centrifugal 5 x 6 atau 6 x


8 centrifugal pump, 1150 – 1200 Rpm 11 sampai 13 inch diameter
impeller.

Pemasangan saluran hisap pompa centrifugal dari kemungkinan


terperangkanya udara, karena :

- Tidak memakai excentric reducer


- Pipa hisap agak kendor dibanding posisi pompa
Bagian pipa yang lurus di depan pompa centrifugal pada saluran hisap
minimal 2 kali diameter pipa.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 88

Knocking adalah suara ketukan yang menunjukkan pompa tidak


beroperasi benar / baik / normal. Bermacam – macam jenis knocks
dimana umumnya disebut valve hammer, valve knock dan fluid hammer.

Perubahan suara mungkin disebabkan kesulitan mekanis atau abnormal


kondisi operasi.

a. Mechanical knocking
Mechanical knocks umumnya terjadi disebabkan kecepatan rendeman
pompa tinggi, memberikan suara metal.

Suara di power end selalu mechanical knock, tetapi ada kalanya suara
itu dari fluid end yang merambat sehingga susah membedakan hal –
hal tersebut.

Mechanical knocking umumnya mempunyai ciri – ciri satu atau lebih


karakteristik berikut :

1. Suara di satu tempat dan metalic


2. Knock timbul setelah pekerjaan pemeliharaan
3. Knock terjadi pada kecepatan rendah dan tinggi.
b. Operational knocks, adalah suara yang terjadi dari operasi pompa
yang normal.
c. Hydraulic knocking, terjadi akibat poor priming, air, water hammer.
C. Suction Pulsation Dampener

Peralatan ini dapat meredam dan menstabilkan tekanan saluran


hisap. Suction dampener tidak mempertinggi pump horse power tetapi
dapat mencegah menurunnya volumetric efficiency pompa dan mencegah
problem knocking.

Jenis :

1. Open suction dampener, bisa dipakai pada pompa duplex


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 89

2. Air chamber type suction dampener, dapat untuk duplex double acting
atau triplex.
3. Precharged suction dampener, memerlukan tekanan udara 10 – 15 psi

Gambar 3.14. Pulsation Dampener

D. Sistem Saluran Tekan


Discharge Pulsation Dampener, mempunyai fungsi untuk meredam
pulsa (gelombang) tekanan lumpur di saluran tekan. Agar dapat berfungsi
effectif pulsation dampener ini harus dipasang sedekat mungkin dengan
fluid end dan diberikan precharge nitrogen dengan tekanan yang cukup.

Tekanan precharge yang diperlukan harus diikuti petunjuk pabrik


pembuat.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 90

Sebagai contoh : untuk pulsation dampener produksi Emsco, tekanan


precharge maksimum 2/3 tekanan rata – rata discharge tetapi tidak boleh
lebih dari 650 psi.

Adapun gas yang digunakan untuk pengisian harus mempergunakan


nitrogen dan bukan udara atau oksigen. Getaran yang terjadi sepanjang
saluran tekan perlu dihindari untuk mencegah terjadinya kerusakan atau
pecah karena kelelahan, untuk menghindari hal tersebut digunakan
vibrating hose.

Gambar 3.15. Vibration Hose

E. Pressure Relief Valve


Pressure relief valve mempunyai fungsi untuk melindungi pompa dan
discharge line untuk menghindari tekanan yang berlebihan, yang mungkin
terjadi misalnya akibat bit tersumbat dan lain-lain.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 91

Relief valve ini mampu membuka atau membuang tekanan apabila


tekanan pipa melebihi tekanan tertentu yang telah disetting atau
direncanakan bekerja untuk relief valve tersebut.

Besar tekanan pengesetan untuk suatu pompa didasarkan atas tekanan


kerja maksimum dari liner yang terpasang dan biasanya sedikit besar dari
tekanan kerja maksimum liner yang terpasang.

Terdapat dua jenis relief valve, yaitu :

- Shear type relief valve


- Automatic resetting relief valve

Gambar 3.16. Relief Valve

Pengesetan shear type relief valve dilakukan dengan mengganti ukuran


shear pin atau paku. Dan untuk type ini tutup pelindung (protective cover)
harus selalu dipasang untuk melindungi pekerja.

Setiap relief valve harus dipasang sebelum strainer dan saluran buang
tekanan harus diikat, dijangkarkan ke arah kembali ke tangki dan jangan
dihubungkan ke pipa saluran hisap.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 92

Bagian-bagian Fluid End

- Piston
Piston meluncur di dalam liner, untuk mendorong lumpur menghasilkan
aliran lumpur dengan bertekanan. Semakin tinggi tekanan pompa yang
harus dihasilkan diperlukan semakin kecil gap (clearance) antara piston
dan liner. Masa kerja piston sangat dipengaruhi oleh clearence antara
piston dengan liner.

Gambar 3.17. Piston

Gambar 3.18. Liner


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 93

Sebagian contoh untuk clearance 0,040 untuk tekanan 3000 psi akan
hanya mampu bekerja selama 50% dan usia pakai dari piston baru
dengan liner baru (clearance 0,010”).

Apabila piston rusak, dan terjadi kebocoran dengan kecepatan tinggi


diantara liner dan piston akan dapat merusak piston flange, piston rubber
dan permukaan dalam liner.

Mengingat harga piston jauh lebih murah dibanding harga liner,


maka lebih baik cepat mengganti piston bila diketahui adanya kerusakan
piston. Piston karet yang dipasang pada piston flange lama akan lebih
dahulu rusak jika dibanding dengan piston karet baru dipasang pada
piston flange baru. Untuk mengetahui keausan dari piston flange dapat
dilihat pada alur yang berbentuk dua tingkat pada tengah piston flange.

Untuk bekerja dengan tekanan 1500-3000 kalau tingkat pertama habis,


maka flange harus diganti. Untuk bekerja dengan tekanan sampai 1500
kalau tingkat kedua habis, maka flange harus diganti.

Piston rubber yang bekerja untuk pompa triplex single acting,


dimana liner tidak disemprot dengan pendingin akan cepat mengalami
kerusakan. Pendingin dan pembersihan liner akan bekerja atau berhasil
baik apabila range pembersihannya antara 5-10 GPM atau sebesar yang
disarankan oleh pabrik pembuat pompa.

Cara pembersihan yang dilakukan adalah langsung


menyemprotkan air ke permukaan dalam liner, dengan mengatur
sedemikian rupa konstruksi sistem pendinginannya sehingga seluruh
permukaan liner dapat disemprot. Pendinginan yang baik diperlukan untuk
pompa yang memiliki kecepatan semakin tinggi.

Terdapat tiga jenis rubber piston, yang harus dipilih agar sesuai dengan
jenis lumpur yang dipompa untuk mendapatkan usia pakai yang lama.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 94

- Oil resisting high pressure supreme bertanda sabuk biru.


- Oil resisting normal Misupreme bertanda sabuk kuning.
- Water resisting regular bertanda sabuk hitam.

Gambar 3.19. High Pressure Piston

Duplex Piston Rod

Duplex piston rod harus diganti secara periodik karena telah aus
diameter luarnya, yang disebabkan oleh gesekan dengan rod packing.

Piston rod duplex ada 2 macam grade :

- Standard grade
- Premium grade

Standard grade piston rod terbuat dari baja yang diheattreated sekeras
premium grade rod. Piston rod ini memiliki kelemahan tidak tahan korosi
dan cepat aus. Piston rod standard grade coch dipakai untuk pompa yang
bekerja dengan tekanan rendah dan lumpur/cairan yang dipompa tidak
korosif. Premium grade piston rod, terbuat dari baja yang diperkeras dan
dilapisi chrome atau nickel-chrom-boron. Type ini tahan abrasi, korosi dan
tekanan tinggi.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 95

Gambar 3.20. Piston Rod

Pelumas Piston Rod

Terdapat 3 macam bahan pelumas yang biasa dipakai untuk pendingin


dan pelumas piston rod :

1. Air bersih, bahan ini biasa dipakai pada pengeboran di darat sebagai
pendingin dan pembersih relatif cukup baik, tetapi kualitas pelumasnya
kurang.
2. Pelumas motor ditambah minyak solar.
Apabila minyak pelumas dipakai sebagai bahan pengental SAE 40, 1
bagian + 10 bagian diesel oil, maka akan equivalent dengan SAE 5
motor oil.

3. Solube oil.
Apabila emulsi minyak dipakai akan cukup baik, campuran itu dapat
dibuat dari 10 sampai 20 bagian air tawar ditambah 1 bagian solube
oil.

Apabila emulsi ini dipakai lama-lama akan menjadi kental, untuk


mengatasi hal ini dapat langsung ditambah air.

Emulsi ini sangat baik melumasi karet dan sangat baik sifat pelumasan
dan pembersihannya.

Adanya endapan lumpur dan material abrassive, akan mudah terpisah


mengendap di baik resirvoir dan selanjutnya dapat ditap (dibuang).
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 96

Liner packing

Setiap pabrik mempunyai design untuk liner packingnya. Satu type


dari packing ini adalah liner packing karet dan disarankan hanya untuk
tekanan rendah dan horse power pompa kecil. Sumber rubber packing
liner umumnya tahan minyak dan dipakai pada pompa tekanan rendah
dan pompa tidak memiliki tell tale hole atau pompa yang memerlukan
bentuk packing khusus. Packing tekanan tinggi dapat dipakai pada pompa
bertekanan rendah, menengah dan tinggi.

Packing liner tekanan tinggi paling populer dipakai saat ini. Linernya lebih
gampang dilepas dengan kualitas packing yang tidak berubah bentuk dan
melebar di dalam liner, dan tidak membuat liner macet di dalam pompa.
Liner packing membuat kerapatan, memisahkan sekeliling liner dari
hubungan antara kedua ujung liner. Liner packing harus dikeraskan/diikat
merata untuk menambah tekanan terus menerus dari arah bergantian
berlawanan. Adanya gerakan packing akan dapat menyebabkan ausnya
silinder pompa. Salah satu type packing dibuat dengan metal ring dengan
di kedua sisi sampingnya diberi nylon back up ring dan rubber seal
packing ring.

Khusus untuk pompa lumpur single acting tidak memerlukan liner


packing pada sisi diameter luarnya, tetapi hanya memerlukan gasket yang
diletakkan pada alur di ujung liner dan ia akan membuat kerapatan
dengan fluid end cylinder.

Pompa – pompa khusus dan alat – alat pengaduk

Pompa Centrifugal

Pompa – pompa kecil (sampai 100 HP) ditempatkan pada beberapa


tempat di sekeliling rig, digunakan untuk keperluan alat – alat
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 97

pencampuran, seperti mud gun dan pengaduk lumpur lainnya, untuk


memindahkan fluida pengeboran dari tangki ke tangki lainnya

Gambar 3.21. Centrifugal Pump

Pengaduk Lumpur (Mud Agitator)

Pengaduk lumpur ini mempunyai tugas yang sama dengan mud gun,
hanya lebih effektif. Pengaduk ini pada umumnya banyak digunakan
pada rig pengeboran yang modern.

Gambar 3.22. Mud Agitator


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 98

Mud Gun

Peralatan ini berupa pipa dan bertekanan tinggi yang dipasang pada
tangki – tangki lumpur, digunakan seperlunya dalam mengaduk dengan
memancarkan cairan pengeboran. Pengadukan ini membantu mencegah
pengendapan bahan pemberat di dalam cairan pengeboran.

Gambar 3.23. Mud Gun

3.4. Conditioning Area atau Solid Control Equipment

Ditempatkan di dekat rig. Area ini terdiri dari peralatan-peralatan


khusus yang digunakan untuk “clean up”(pembersihan) lumpur bor setelah
keluar dari lubang bor. Fungsi utama peralatan-peralatan untuk
membersihkan lumpur bor dari serbuk bor (cutting) dan gas-gas yang
terikut, ada dua metode pokok untuk memisahkan cutting dan gas :
Pertama, yaitu menggunakan prinsip gravitasi, dimana lumpur dialirkan
melalui shale shaker dan settling tanks. Kedua, yaitu secara mekanik
dimana peralatan-peralatan khusus yang dipasang pada mud pit dapat
memisahkan lumpur dan gas. Peralatan “Conditioning Area” terdiri dari :
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 99

- Settling tanks : merupakan bak terbuat dari baja digunakan untuk


menampung lumpur bor selama conditioning.
- Reserve pits : merupakan kolam besar yang digunakan untuk
menampung cutting dari dalam lubang bor dan kadang-kadang
untuk menampung kelebihan lumpur bor.
- Mud-Gas separator : merupakan suatu peralatan yang memisahkan
gas yang terlarut dalam lumpur bor dalam jumlah yang besar.
- Shale-shaker : merupakan peralatan yang memisahkan cutting
yang besar-besar dari lumpur bor.
- Desander : merupakan peralatan yang memisahkan butir-butir pasir
dari lumpur.
- Desilter : merupakan peralatan yang memisahkan partikel-partikel
cutting berukuran paling halus dari lumpur bor.
- Degasser : merupakan peralatan yang secara kontinyu
memisahkan gas terlarut dari lumpur bor.

A. Shale Shaker
Shale shaker merupakan saringan yang digetarkan dan biasanya
ditempatkan pada ujung tangki lumpur pertama (disebut “shaker tank”).
Pertama kali cairan pengeboran akan langsung datang dari sumur bor ke
shale shaker. Tugas utamaya adalah untuk memisahkan cutting atau
partikel-partikel yang berukuran > 150 micron dari lumpur.

Gambar 3.24. Dry Cutting


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 100

Gambar 3.25. Shale Shaker

B. Mud Gas Separator


Peralatan untuk memisahkan gas dari lumpur di tempatkan pada
ujung bagian luar dari perlengkapan pengkondisi lumpur, disebelah shale
shaker. Berbentuk tangki tegak dan kadang – kadang horizontal serta
disambungkan pada choke manifold, dengan memakai pipa – pipa
bertekanan tinggi.

Tugas – tugas utamanya adalah :

1. Mengeluarkan gas dari dalam cairan pengeboran.


2. Memisahkan cairan pengeboran yang masih dapat dipakai, dengan
mengalirkannya kembali ke degasser.
3. Mengalirkan gas – gas yang mudah terbakar dan beracun melalui
pipa.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 101

Gambar 3.26. Mud Gas Separator

C. Degasser
Pembuang gas biasanya ditempatkan pada kolam – kolam lumpur.
Tugas utamanya adalah mengeluarkan gas dari dalam cairan pengeboran
secara terus menerus. Gas harus dikeluarkan karena gas dapat :

1. Menurunkan berat jenis cairan pengeboran.


2. Menurunkan efisiensi pompa
3. Menurunkan tekanan hidrostatis dari cairan pengeboran, dan
4. Memperbanyak isi tangki.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 102

Kondisi – kondisi seperti di atas tidak diinginkan. Bila gas berjumlah besar
dibiarkan masuk lubang bor, maka kick bisa terjadi dan dapat
mengakibatkan semburan liar (blowout).

Gambar .3.27. Degasser

D. Desander
Desander terdiri dari beberapa buah silinder berbentuk kerucut.
Berfungsi untuk mengeluarkan partikel-partikel yang berukuran 50 - 70
micron yang dapat lewat melalui shale shaker. Cairan pengeboran masuk
dengan tekanan tinggi melalui silinder dan bagian – bagian yang berat
akan dikeluarkan oleh tenaga centrifugal dan selanjutnya keluar melalui
dasar silinder.

Gambar 3.28. Desander


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 103

E. Desilter
Mekanisme kerjanya sama dengan desander perbedaannya adalah
ukuran partikelnya < 50 micron. Pemisahan partikel-partikel tersebut
dapat mengurangi keausan pompa lumpur.

Gambar 4.14. Desilter


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 104

IV. BLOW OUT PREVENTER SYSTEM


Lumpur pengeboran merupakan pencegah semburan liar (blow out)
yang utama atau primer, sedangkan blowout preventer (BOP) system
merupakan pencegah blowout sekunder. Apabila kick sudah terjadi,
segera penutupan sumur sesuai prosedur kemudian dilakukan sirkulasi
untuk mematikannya.

Pada kondisi dimana casing belum terpasang, apabila terjadi kick


sumur tidak boleh ditutup total, tetapi dilakukan pengelakan atau diverter
operation untuk menghindari pecahnya formasi dan keluarnya gas di
sekeliling unit menara pengeboran (underground blowout).

Untuk keperluan penutupan sumur diperlukan suatu perlengkapan khusus


yang disebut peralatan pencegah semburan liar (blowout preventer
equipments). Peralatan ini harus memiliki dan memenuhi persyaratan
serta dapat melakukan beberapa tugas penting sebagai berikut :

– Dapat melakukan penutupan lubang sumur dalam keadaan lubang


kosong, atau ada pipa didalamnya dan dapat untuk melakukan
stripping
– Dapat menahan tekanan sumur tertinggi yang akan timbul
– Dapat dipergunakan untuk mengendalikan tekanan saat sirkulasi
mematikan kick.
– Dapat untuk menggantung drill pipe (hangging off), memotong driil
pipe pada keadaan darurat, dan dapat dengan mudah melepas riser
dari subsea BOP stack.
– Memiliki sistem peralatan cadangan (redundancy) apabila salah satu
rusak, khusus untuk pengeboran lepas pantai dengan subsea BOP
stack.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 105

4.1. PERALATAN PENCEGAH SEMBURAN LIAR TIPE ANNULAR


Pencegah semburan liar (PSL) tipe annular merupakan alat
penutup lubang yang paling fleksibel karena dapat dipergunakan untuk
menutup lubang baik ada pipa dengan segala macam bentuk dan ukuran
maupun tidak ada pipa di dalamnya (tidak direkomendasi). Selain itu
dapat membuat kerapatan saat pipa bor bisa dinaik-turunkan atau diputar.

Beberapa pertimbangan untuk pengoperasian yang perlu diperhatikan


antara lain :

Untuk mendapatkan usia pakai dari packing element yang panjang :

 Tekanan hidrolis untuk menutup tidak lebih dari 1500 psi (kecuali
Cameron Type D) dan selanjutnya turunkan tekanan tersebut
serendah mungkin, sesuai yang disarankan oleh pabrik pembuat.
 Besarnya tekanan hidrolis minimum untuk mendapatkan kerapatan
penutupan berbeda-beda tergantung jenis dan pabrik pembuat.
 Jangan pergunakan PSL jenis annular untuk menutup lubang
sumur tanpa pipa atau untuk wire line, kecuali dalam keadaan
darurat.
 Saat uji tekanan PSL jenis annular, dipasang drill pipe di dalam
lubang bor dan tekanan tutup hidrolis diatur sebesar yang
disarankan pabrik.
 Untuk pekerjaan stripping tekanan hidrolis penutupan turunkan
sekecil mungkin sehingga ada sedikit kebocoran lumpur bor
sekeliling pipa atau berikan pelumas pada permukaan pipa bila hal
tersebut tidak memungkinkan.
– Pemasangan sebuah botol accumulator pada saluran penutup
PSL jenis annular bertujuan meredam perubahan tekanan
sewaktu tool joint melewati packing element.
– Rubber packing element yang terpasang harus sesuai dengan
jenis lumpur dan kondisi temperatur lingkungan.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 106

1. Natural Rubber (karet alam), dipergunakan untuk jenis


lumpur pengeboran dengan bahan dasar air (water base
mud), temperatur antara –300 F sampai 2250 F,
diidentifikasikan dengan warna hitam dengan kode huruf
“NR” atau “R”.
2. Nitrile Rubber (synthetic compound) dipergunakan untul
jenis lumpur pengeboran dengan bahan dasar minyak (oil
base mud), temperatur antara -20 0F sampai 190 0
F,
diidentifikasikan dengan warna merah dengan kode huruf
“NBR” atau “S”.
3. Neoprene Rubber (synthetic compound), dipergunakan
untul jenis lumpur pengeboran dengan bahan dasar minyak
(oil base mud), temperatur antara -300 F sampai 170 0F ,
diidentifikasikan dengan warna hijau dengan kode huruf
“CR” atau “N”.

Natural Rubber Nitrile Rubber Neoprene Rubber

Gambar 4.1. Rubber Packing Element

Bermacam-macam BOP (PSL) jenis annular dan pabrik pembuat,


diantaranya :
1. Hydril (Type MSP, Type GK, Type GL)
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 107

2. Shaffer (Type Head Batled Cover dan Wedge Cover Clatch


Down)
3. Cameron (Type D)
4. Regan (Type ICFD, Type ICFL)

Gambar 4.2 PSL Annular Type GK

PSL Annular Dari Hydril

PSL Annular Hydril merupakan PSL jenis annular yang telah lama
dipergunakan di lapangan, dengan model yang dibuat ada 4 macam :

1. Type GK (dipermukaan & di dasar laut)


2. Type GL (dipakai di dasar laut)
3. Type MSP (dipermukaan & di dasar laut)
4. Type BKS (untuk operasi Snubbing / ukuran kecil 3000 -10000 Psi)
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 108

Gambar 4.3. PSL Annular Type DL

A. PSL Annular Hydril


PSL Annular Hydril Type GK
PSL ini merupakan produksi Hydril yang paling banyak dipakai dan
dapat dipasang di permukaan (surface BOP) maupun dipasang di dasar
laut (subsea BOP ).
PSL Hydril type GK didesign “Well bore assist” atau Well Pressure
Energize yang berarti bahwa tekanan sumur akan menambah gaya
dorong pada piston sehingga rubber packing element menutup lebih rapat.
Ini merupakan kelebihan dari jenis tersebut, tetapi kelemahannya apabila
tekanan hidrolis penutupannya tidak diturunkan dapat menyebabkan
rubber packing element rusak dan menyebabkan casing 6 5/8” atau lebih
besar pecah (collapse).

PSL Annular Hydril Type GL

PSL jenis ini dikembangkan untuk keperluan operasi pengeboran


dengan BOP di dasar laut dan di permukaan, dengan rubber packing
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 109

element yang mempunyai umur lebih panjang untuk keperluan operasi


penutupan, stripping dan sering melakukan pengujian.
Annular BOP jenis ini sedikit sekali dipengaruhi oleh tekanan sumur pada
saat tertutup baik waktu kick atau waktu pengujian. Pada PSL jenis ini
dilengkapi secondary chamber yang dapat memberikan fleksibilitas lebih
besar untuk menyusun saluran untuk membuka dan menurup BOP
dengan empat kemungkinan :

a. Untuk mempercepat waktu penutupan karena dapat memperkecil


volume yang diperlukan untuk menutup dan memperkecil volume cairan
pembuka yang kembali.
b. Untuk memperkecil tekanan yang diperlukan untuk menutup.
c. Untuk menkopensasi efek dari tekanan hidrostatis lumpur di dalam
marine riser untuk sub sea BOP.

Gambar 4.4. PSL Annular Type GL


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 110

PSL Annular Hydril Type MSP


Annular jenis ini didesign untuk tekanan rendah sampai menengah.
Tersedia untuk tekanan kerja 2000 psi dan 1000 psi, dan didesign mirip
dengan GK yaitu well bore pressure energize”, khusus MSP 29 ½” – 500
psi dirancang apabila tekanan sumur naik, tekanan penutupan sumur
harus dinaikkan.

B. Shaffer Spherical Annular Preventer


Dilihat dari ukuran tingginya, BOP ini lebih pendek 15% sampai 20%
dibanding dengan beberapa jenis BOP lain.

Type BOP ini tersedia dengan head bolted cover dan wedge cover (latch
down) tergantung dari ukuran BOP dan packing unit (Rubber Seal element
tersedia dari karet alam dan nitrile sintetic rubber). BOP ini dapat
dipergunakan pada instalasi di dasar laut (subsea stack). Untuk operasi di
subsea stack pengaruh tekanan hidrostatis lumpur di marine riser relatif
kecil terhadap tekanan penutupan.

Tekanan sumur di well head setelah BOP tertutup tidak dapat membantu
merapatkan penutupan BOP (Non Well Pressure Energized), sehingga
semakin tinggi tekanan sumur diperlukan tekanan hidrolis penutupan yang
semakin tinggi pula. BOP ini memerlukan tekanan hidrolis untuk menutup
1500 psi untuk pipa yang berukuran 7 inch atau lebih kecil berada dalam
lubang, tetapi apabila ukuran pipa lebih besar dari 7 inch tekanan hidrolis
penutup harus diturunkan sesuai grafik/tabel yang dikeluarkan pabrik
pembuat agar supaya casing yang ditutup tidak collapse.

Selain itu untuk pemakaian di subsea disarankan memakai surge chamber


pada saluran penutup, dengan precharge 500 psi ditambah 45 psi per 100
ft kedalaman laut. Apabila tekanan penutupan hidrolis mencapai 1500 psi
disarankan untuk tidak mempergunakan BOP ini untuk stripping.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 111

C. Cameron Type “D” Annular BOP


Type ini cukup banyak dipakai dengan kelebihan : lebih ringan, lebih
pendek dan memerlukan lebih sedikit hydraulic fluid untuk menutup
dengan ukuran dan tekanan kerja yang sama.

Packer dan unit ini merupakan heavy molded ring dari karet dengan
reinfarced steel insert. Pada operasi penutupan tekanan hidraulis akan
mendorong “T” piston bergerak mendorong pusher plate. Karena pusher
plate bergerak ke atas maka karet yang besar (do nut) mengembang
kedalam dan mendorong. Tekanan hidrolis penutupan untuk semua
ukuran, pada tahapan awal (initial closure) 1500 psi dan maksimum 3000
psi.

Gambar 4.5. PSL Annular Cameron Type “D”


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 112

Element penutupan BOP ini tidak dipengaruhi oleh tekanan sumur.


Semakin tinggi tekanan sumur, semakin tinggi pula tekanan hidrolis
penutupan yang diperlukan.
Cameron tidak mengijinkan mengganti rubber packing element dengan
memotong untuk mengganti. Tetapi harus memakai split packer yang
disediakan khusus di Cameron.

4.2. Pencegah Semburan Liar Jenis Ram


Pencegah semburan liar jenis ram (Ram Type Blowout Preventer)

berfungsi untuk menutup annulus baik ada pipa maupun tidak ada pipa
dengan dan memotong pipa sekaligus menutup annulus. Proses buka
tutup PSL jenis ram menggunakan tenaga hidrolis yang berasal dari botol-
botol accumulator. Pada keadaan darurat dapat ditutup atau dibuka
dengan mempergunakan gas nitrogen yang bertekanan cukup (nitrogen
back up system) melalui saluran cairan hidrolis yang ada. Pada jenis ram
tertentu dapat ditutup secara mekanis dengan memutar stem penguncinya
sedangkan untuk membukanya memakai tenaga hidrolis.

Gambar 4.6. PSL tipe Ram


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 113

Gambar 4.7. PSL beberapa tipe Ram

Ram type BOP terdiri dari beberapa macam antara lain :

 Pipe Ram
Pipe Ram dipergunakan untuk menutup annulus pada satu kondisi
tertentu, atau untuk variasi ukuran pipa tertentu (variable ram)

Gambar 4.8. PSL Variable Ram

 Single offset pipe ram


Single offset pipe ram dipakai untuk menutup sumur yang sedang
memasukkan dual production packer masih dengan satu tubing.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 114

Gambar 4.9. Pipe Single Offset Ram dan Dual Offset Ram

 Dual offset pipe ram


Dual offset pipe ram untuk menutup sumur sedang ada dua buah
tubing

 Blind Ram
Ram buta (blind ram) dipergunakan untuk menutup lubang sumur pada
saat didalam lubang bor tidak ada pipa (lubang kosong)

 Shear Ram
Shear ram, merupakan modifikasi blind ram yang dilengkapi dengan
pisau (blades) yang berfungsi untuk memotong pipa yang sekaligus
menutup annulus setelah pipa dipotong, ram jenis ini dapat pula untuk
menutup lubang tanpa pipa.

Ukuran pipa drill pipe, tubing dan casing yang dapat dipotong adalah
terbatas maksimum 60% dari diameter dalam PSL. Beberapa Blind
shear ram mempunyai

packing element yang kecil. Packing element akan mengembang bila


tekanan sumur bekerja pada shear rams, sehingga pada tekanan
pengetesan yang berlebihan pada shear rams akan dapat
menyebabkan rusaknya packing element ram.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 115

Gambar 4.10. Shear Ram

Setiap pencegahan semburan liar jenis ram, dilengkapi dengan


mekanisme pengunci (locking mechanism), untuk mengunci ram pada
saat posisi menutup. Sehingga ram tidak akan bergerak membuka
meskipun tekanan hidrolis dibuang.
Terdapat tiga macam jenis cara penguncian, yaitu :
– Secara manual : yaitu dengan sistem baut berulir kasar yang dapat
diputar secara langsung atau disambung universal joint dan roda
pemutar.

Gambar 4.11. Penguncian secara Manual


BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 116

– Secara hidrolis dengan remote control (dikendalikan dari jauh). Pada


sistim ini ram yang telah menutup dapat dikunci dengan memberi
tekanan pengunci yang mengakibatkan piston dari sistem pengunci
(Wedge lock) akan bergeser dan menahan tangkai piston ram
sehingga betul-betul terkunci dan tidak akan dapat membuka
kembali sebelum piston pengunci diberi tekanan untuk membuka.
Contoh, Wedge lock dari Cameron.

– Secara otomatis mengunci sendiri saat ram pipa menutup pada


posisi akhir (Post Lock) dan ada pula yang mampu mengunci pada
segala posisi ram (Multi position Lock) dari prouduk hydril, post lock
pada shafer

4.3. PERALATAN PENCEGAH SEMBURAN LIAR DARI DALAM PIPA


Peralatan pencegah semburan liar dari dalam pipa, antara lain :
– Upper
– Lower kelly cock
– Full Opening Safety Valve (FOSV)

4.3.1. Upper Kelly Cock


Upper kelly cock disebut juga upper kelly valve. Ia dipasang
diantara kelly joint dan swivel dan memiliki ulir kiri. Fungsi dari kelly cock
adalah untuk mengisolasi semburan dan tekanan dari drill stem ke swivel,
rotary hose dan stand pipe, sehingga mencegah pecahnya peralatan
tersebut. Dengan adanya kelly cock memungkinkan untuk mereparasi dan
mengganti peralatan di swivel dan lain-lain.
Kelly cock harus memiliki tekanan kerja sama atau lebih besar dari
blowout preventer yang dipakai dan harus mempunyai diameter
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 117

pembukaan sama dengan kelly. Kelly cock umumnya tersedia dengan


tekanan kerja 5000 dan 10000 psi, dan mampu menahan berat string.

4.3.2. Lower Kelly Cock


Lower Kelly cock disebut juga kelly valve, ini dipasang dibawah kelly dan
dipakai bila upper kelly cock rusak dan adakalanya untuk mencegah
semburan pada saat melepas kelly.

4.3.3. Safety Valve / Full Opening Safety Valve (FOSV)


Safety valve adalah merupakan ball valve yang dapat terbuka
penuh (full open ball type safety valve). Oleh karena dapat terbuka penuh,
maka safety valve lebih mudah untuk dipasang pada kondisi ada aliran
dalam string.
Safety valve dapat dibuat dari lower kelly cock yang kemudian dilengkapi
dengan tangkai yang dapat mudah dilepas kembali agar dapat dengan
mudah untuk memasangnya.
Setelah safety valve dipasang dilakukan pekerjaan stripping dan dapat
dilakukan pemasangan inside BOP atau drop in safety valve dart type.

4.4. DRILLING SPOOL, CHOKE DAN KILL LINE


Drilling spool, choke dan kill line diperlukan pada pemasangan
peralatan pencegah semburan liar, berfungsi untuk saluran pengendali
pada sirkulasi mematikan kick. Drilling spool, choke dan kill line minimal
mempunyai tekanan kerja sama atau lebih besar dari blowout preventer
stack yang terpasang. Selama operasi menangani kick sambungan-
sambungan, choke dan kill line akan mengalami tekanan dan getaran-
getaran, oleh karena itu harus diberi pendukung dan dijangkarkan.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 118

4.4.1. Drilling Spool


Pada mulanya drilling spool merupakan satu-satunya cara untuk
menghubungkan choke dan kill flow line ke pencegah semburan liar
(blowout preventer). choke dan kill line dapat dihubungkan pada body
BOP. Tujuan penyambungan choke dan kill line pada body BOP adalah
untuk meniadakan pemakaian drilling spool sehingga dapat menghemat
ruangan dan memperpendek tinggi BOP stack dan juga mengurangi
jumlah sambungan pada BOP stack. Salah satu kelemahan dari
pemakaian kill dan choke line pada body BOP adalah terkikisnya choke
line outlet oleh pasir yang keluar bersama fluida formasi, apabila
kerusakan terlalu besar dapat menyebabkan BOP tidak dapat dipakai lagi.
Sedangkan apabila menggunakan drilling spool yang diletakkan diantara
ram single unit dapat menambah ruangan untuk tooljoint drill pipe saat
operasi stripping ram BOP ke ram BOP.

Gambar 4.12. Drilling Spool

4.4.2. Choke Flow Line


Choke flow line atau choke line berfungsi menghubungkan mengalirkan
fluida bertekanan dari sumur ke choke manifold.

Ukuran choke line umumnya minimum 3”. Choke line yang kecil
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 119

menyebabkan timbulnya pressure drop yang besar dan mengakibatkan


pembacaan tekanan di choke manifold tidak sama dengan tekanan yang
sebenarnya.

Sebuah manual operated master valve harus dipasang sedekat mungkin


dengan BOP di choke line pada posisi terbuka.

Sebuah power operated valve dipakai sebagai valve, dipasang di bagian


luar dari master valve pada posisi menutup. Valve ini dioperasikan untuk
dibuka dan ditutup dari jarak jauh (Choke Panel).

Beberapa jenis power operated valve ada yang dilengkapi dengan tangkai
yang panjang dan universal joint untuk memungkinkan menutup valve
secara manual dari tempat yang jauh apabila cairan hidrolis tidak dapat
dipergunakan untuk operasi.

Choke line yang disambungkan ke choke manifold disarankan untuk


dipasang selurus mungkin, dan hindari pemakaian belokan-belokan tajam,
hindari pemakaian reducer

4.4.3. Kill Flow Line


Kill flow line sering disebut kill line berfungsi untuk saluran ke
sumur apabila diperlukan untuk mematikan sumur.

Kill line minimum harus ada sebuah dan idealnya dipasang dua buah
dengan letak yang dapat bervariasi tergantung susunan BOP stack,
peraturan perusahaan minyak dan aturan pemerintah dan lain-lain. Pada
kill line dipasang satu atau dua valve pada drilling spool atau outlet BOP
dan satu check valve untuk safety apabila terjadinya kebocoran atau
pecah pada saluran kill line.

Dengan adanya ceck valve memungkinkan kill line valve tetap dibuka
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 120

selama kick dan dapat memompakan ke sumur setiap saat tanpa


membuka valve terlebih dahulu.

Kill line valve yang utama (primer) yang terletak paling luar dapat berupa
remote hydraulic operated valve, sedang yang manual diletakkan dekat
BOP disebut master valve. Master valve dalam operasi selalu dibuka.
Ada kemungkinan untuk sumur tekanan tinggi jumlah valve dan check
valve ditambah.
BASIC DRILLING DURASI : 23 JP
RIG FUNCTIONS
REVISI : 4

BOR RFN 02 002 Halaman: 121

REFERENSI

1. A. Mudhofir, “Hoisting System”, Diklat Advance Drilling, Pusdiklat


Migas, Cepu, 2005
2. A. Mudhofir, “Circulating System”, Diklat Advance Drilling, Pusdiklat
Migas, Cepu, 2005
3. A. Mudhofir, “Rotating System”, Diklat Advance Drilling, Pusdiklat
Migas, Cepu, 2005
4. IADC Team, “The Rotary Rig And Its Components”, University Texas
Austin, USA, 1976
5. IADC, “IADC Drilling Manual”, USA, 2000
6. Moore L., “Drilling Practices Manual”, PennWell Publishing
Company, Tulsa Oklahoma, 1986
7. RigTrain, “Well Control For The Drilling Team”, Down Hole
Technology Limited, Weateherford Company, 2001

Anda mungkin juga menyukai