0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan69 halaman

Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis Fingerprint

Skripsi ini membahas perancangan sistem keamanan sepeda motor dengan sensor fingerprint, SMS gateway, dan GPS tracker berbasis mikrokontroler ATmega328. Sistem ini dirancang untuk menyalakan dan mematikan mesin sepeda motor hanya dengan menempelkan jari pada sensor fingerprint, serta mengirim lokasi sepeda motor lewat SMS ketika terjadi pencurian berdasarkan data dari GPS. Diharapkan sistem ini dapat meminimalisir kasus pencurian sepeda motor.

Diunggah oleh

azisrosidi123
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan69 halaman

Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis Fingerprint

Skripsi ini membahas perancangan sistem keamanan sepeda motor dengan sensor fingerprint, SMS gateway, dan GPS tracker berbasis mikrokontroler ATmega328. Sistem ini dirancang untuk menyalakan dan mematikan mesin sepeda motor hanya dengan menempelkan jari pada sensor fingerprint, serta mengirim lokasi sepeda motor lewat SMS ketika terjadi pencurian berdasarkan data dari GPS. Diharapkan sistem ini dapat meminimalisir kasus pencurian sepeda motor.

Diunggah oleh

azisrosidi123
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR

DENGAN SENSOR FINGERPRINT, SMS GATEWAY, DAN GPS


TRACKER BERBASIS ATMEGA328

SKRIPSI

ESRA FITRI YANTI ARITONANG


160801075

PROGRAM STUDI S1 FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020

Universitas Sumatera Utara


PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR
DENGAN SENSOR FINGERPRINT, SMS GATEWAY, DAN GPS
TRACKER BERBASIS ATMEGA328

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar


Sarjana Sains

ESRA FITRI YANTI ARITONANG


160801075

PROGRAM STUDI S1 FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020

Universitas Sumatera Utara


PERNYATAAN ORISINALITAS

PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR


DENGAN SENSOR FINGERPRINT, SMS GATEWAY, DAN GPS
TRACKER BERBASIS ATMEGA328

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri, kecuali beberapa kutipan
dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, 23 September 2020

Esra Fitri Yanti Aritonang


160801075

Universitas Sumatera Utara


i

Universitas Sumatera Utara


ii

PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR


DENGAN SENSOR FINGERPRINT, SMS GATEWAY DAN GPS
TRACKER BERBASIS ARTMEGA328

ABSTRAK

Kasus pencurian kendaraan bermotor masih seringkali terjadi di sekitar kita,


hal ini terjadi karena masih kurangnya sistem keamanan yang terdapat pada
kendaraan bermotor yang hanya menggunakan kunci kontak dan penutupan kunci
saja, yang dimana kelemahan sistem keamanan standar seperti ini telah dipahami
oleh para pelaku pencurian kendaraan bermotor untuk melakukan aksinya., untuk itu
penelitian ini bertujuan membuat sistem keamanan pada sepeda motor yang
memanfaatkan sensor fingerprint sebagai pengganti kunci untuk menyalakan dan
mematikan mesin sepada motor. Sistem ini menggunakan Atmega328 sebagai
pemroses, dengan perangkat tambahan lain seperti GPS, GSM SIM 8000I, relay dan
buzzer. Hasil dari penelitian ini sistem dapat menyalakan dan mematikan sepeda
motor hanya menempelkan jari pada pada sensor fingerprint. Sistem ini untuk
mencari sepeda motor yang dicuri melalui link google maps. Saat terjadi pencurian,
sistem ini akan mengirim SMS link google maps kepada si pemilik sepada motor
sehingga dapat langsung mencarinya. Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat
meminimalisir angka kriminalitas kasus pencurian kendaraan bermotor.

Kata Kunci : Atmega 328, Google Maps, Modul GPS, Modul GPS, Modul SIM,
Sensor Fingerprint.

Universitas Sumatera Utara


iii

DESIGN OF A MOTORCYCLE SAFETY SYSTEM WITH


FINGERPRINT SENSOR, SMS GATEWAY, AND GPS TRACKER
BASED ON ATMEGA 328 MICROCONTROLLER

ABSTRACT

Cases of motor vehicle theft still often occur around us, this happens
because there is still a lack of security systems in motorized vehicles that only use
ignition keys and key closures, where weaknesses in standard security systems like
this have been understood by motor vehicle theft perpetrators. To carry out the
action, this research aims to create a security system on a motorcycle that uses a
fingerprint sensor as a substitute for the key to turn on and turn off a motorcycle
engine. This system uses Atmega 328 as a processor, with other enhancements such
as GPS, GSM SIM 8000I, relay and buzzer. The results of this study, the system can
turn on and turn off a motorcycle by simply placing a finger on the fingerprint
sensor. This system is for locating stolen motorbikes via a google maps link. When a
theft occurs, the system will send an SMS link on google maps to the owner of the
motorbike so that he can immediately search for it. It is hoped that this system can
minimize the crime rate in motor vehicle theft cases.

Keywords: Atmega 328, Google Maps, GPS Module, SIM Module, Fingerprint
Sensor.

Universitas Sumatera Utara


iv

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
berkat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR DENGAN
SENSOR FINGERPRINT, SMS GATEWAY, DAN GPS TRACKER
BERBASIS ATMEGA328”. Skripsi ini disusun sebagai syarat akademis dalam
menyelesaikan studi program strata satu (S1) Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa selama proses hingga terselesaikannya penyusunan
skripsi ini, banyak mendapat masukan maupun motivasi dari berbagai pihak. Dengan
kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-
besarnya atas segala bantuan, dukungan, semangat yang telah diberikan. Oleh karena
itu, dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
 Bapak Dr. Krista Sebayang, MS sebagai dekan FMIPA USU.
 Bapak Dr. Perdinan Sinuhaji, MS sebagai ketua Departemen Fisika
FMIPA USU.
 Bapak Awan Maghfirah, [Link], [Link] sebagai sekretaris Departemen
Fisika FMIPA USU.
 Bapak Prof. Dr. Marhaposan Situmorang sebagai Dosen Pembimbing
yang telah banyak memberikan kritik dan saran, masukan, serta ide-
ide selama penulis mengerjakan skripsi ini.
 Seluruh Bapak/Ibu dosen Fisika Universitas Sumatera Utara yang
telah mendidik dan mengajar selama kurang lebih 4 Tahun sehingga
penulis mampu mencapai gelar Sarjana.
 Terutama buat kedua orang tua tercinta St. Posman Aritonang dan
Sarmika Nainggolan yang sudah banyak memberikan motivasi,
semangat, doa-doa, bahkan hal-hal yang tidak dapat kusebutkan,

Universitas Sumatera Utara


v

sehingga penulis mampu menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada


waktunya.
 Kepada adik laki laki saya Agus Adrian Aritonang yang sudah
membantu dan memberi semangat kepada penulis selama
mengerjakan skripsi ini.
 Kepada teman satu stambuk saya, Fisika 2016 terkhususnya Physics
Reform, yang paling saya sayangi, terimakasih karena sudah mau
berjuang bersama dalam menyelesaikan masa kuliah kita semuanya.

Tugas Akhir ini penulis dedikasikan untuk mereka sebagai ungkapan


penghargaan atas keikhlasan, kesabaran, kebaikan dan kasih sayang yang teramat
dalam dan hanya Tuhan yang Maha Esa yang dapat membalasnya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan
skripsi ini. Akhir kata Penulis mengucapkan terimakasih dan semoga skripsi ini
bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Medan, 23 September 2020

Esra Fitri Yanti Aritonang

Universitas Sumatera Utara


vi

DAFTAR ISI

Halaman
PERSETUJUAN i
ABSTRAK ii
ABSTRACT iii
PENGHARGAAN iv
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR GAMBAR ix
DAFTAR LAMPIRAN xi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Batasan Masalah 2
1.4 Tujuan Penelitian 2
1.5 Manfaat Penelitian 3
1.6 Sistematika Penulisan 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem Keamanan 5
2.2 Mikrokontroler 5
2.2.1 Mikrokontroler ATMega328 6
2.2.2 Konfigurasi Pin ATMega328 7
2.3 Relay 8
2.4 Sensor Fingerprint 9
2.5 Modul GPS 10
2.5.1 Modul GPS NEO-6M 11
2.6 Short Message Service (SMS) 13
2.7 Modul GSM Shield SIM 800 15
2.8 Buzzer 16
2.9 Smartphone 16

Universitas Sumatera Utara


vii

BAB 3 METODE PENELITIAN


3.1 Diagram Blok 18
3.1.1 Penjelasan Fungsi Tiap Blok Dari Diagram Blok 19
3.2 Rangkaian Mikrokontroller ATMega328 20
Dan Rangkaian GPS NEO-6M
3.3 Rangkaian Relay Motor Strater Dan Kabel Kunci Kontak 21
3.4 Rangkaian Fingerprint Sensor 22
3.5 Rangkaian GSM Shield SIM 800 23
3.6 Rangkaian Regulator LM2596 24
3.7 Rangkaian Keseluruhan 25
3.8 Flowchart Sistem 26
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengujian Rangkaian Regulator 27
4.2 Pengujian Rangkaian Kunci Kontak 28
4.3 Pengujian Rangkaian Mikrokontroller ATMega328 29
4.4 Pengujian Rangkaian Modul GPS Neo-6M 30
4.5 Pengujian Rangkaian Relay Motor Starter Dan Kabel Kunci Kontak 32
4.5.1 Pengujian Rangkaian Relay Starter 32
4.5.2 Pengujian Rangkaian Kabel Kunci Kontak 33
4.6 Pengujian GSM Shield SIM 800 35
4.7 Pengujian Fingerprint Sensor 36
4.8 Pengujian Keseluruhan 38
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 39
5.2 Saran 39
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara


viii

DAFTAR TABEL

Nomor
Tabel Judul Halaman

4.1 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Regulator 27


4.2 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Kunci 28
Kontak Dalam Kondisi ON atau OFF
4.3 Pengujian Modul GPS Neo-6M 32
4.4 Pengujian Rangkaian Relay Starter 33
4.5 Pengujian Rangkaian Relay Kabel Kunci Kontak 34
4.6 Pengujian Rangkaian Fingerprint Sensor 37

Universitas Sumatera Utara


ix

DAFTAR GAMBAR

Nomor
Gambar Judul Halaman

2.1 Konfigurasi Pin ATMega328 8


2.2 Relay 9
2.3 Sensor Fingerprint 10
2.4 Modul GPS Neo-6M 12
2.5 Latitude Dan Longitude 12
2.6 Arsitektur Jaringan SMS 13
2.7 Modul GSM SIM 800 15
2.8 Buzzer 16
3.1 Diagram Blok 18
3.2 Rangkaian Mikrokontroller ATMega328 Dan Rangkaian GPS Neo-6M 20
3.3 Rangkaian Relay Motor Starter Dan Kabel Kunci Kontak 21
3.4 Rangkaian Fingerprint Sensor 22
3.5 Rangkaian GSM SIM 800 23
3.6 Rangakain Regulator LM2596 24
3.7 Rangakain Keseluruhan 25
3.8 Flowchart Sistem 26
4.1 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Regulator 27
4.2 Pengujian Tegangan Inpu Dan Output Pada Rangkaian Kunc Kontak 28
Dalam Kondisi On atau Off
4.3 Read Signature Chip Mikrokontroller ATMega328 29
4.4 Pengujian Modul GPS Neo-6M Pada Software Arduino 32
4.5 Pengujian Relay Starter Pada Saat Aktif Dan Tidak Aktif 33
4.6 Pengujian Relay Kabel Kunci Kontak Pada Saat Aktif Dan Tidak Aktif 34
4.7 Pengujian Modul GSM SIM 800 Pada Tampilan SMS User 36
4.8 Pengujian Menambah Sidik Jari 37
4.9 Pengujian Mengahpus Sidik Jari 37

Universitas Sumatera Utara


x

4.10 Pengujian Validasi Sidik Jari 38


4.11 Pengujian Rangkaian Keseluruhan 38

Universitas Sumatera Utara


xi

DAFTAR LAMPIRAN

No
Gambar Judul Halaman

1 Gambar Rangkaian Keseluruhan Sistem 41


2 Kode Program Keseluruhan Sistem 42
3 Gambar Pengujian Rangkaian Keseluruhan 51

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pencurian sepeda motor yang semakin meningkat tiap tahun disebabkan karena
kurangnya sistem keamanan pada sepeda motor. Kebanyakan pengamanan motor
dilakukan oleh sebagian orang dengan mengunci stang dan gembok, hal ini
memungkinkan sepeda motor masih bisa dibobol dengan menggunakan kunci letter
T atau cairan, sehingga perlunya ada kewaspadaan serta meningkatkan
[Link] dengan pesatnya kemajuan yang terjadi dengan diciptakan
peralatan eletronika yang semakin canggih. Banyak keuntungan yang diperoleh dari
perkembangan elekrtonika tersebut, diantaranya adalah semakin mudahnya manusia
dalam menyelesaikan suatu masalah.
Fingeprint atau sensor sidik jari adalah salah satu perkembangan teknologi yang
memiliki keamanan yang cukup tinggi dimana hanya bisa diakses oleh orang yang
sidik jarinya sudah di input ke dalam fingerprint. Dengan makin berkembangnya
teknologi, makin banyak pula tindak kriminal diantaranya pencurian. Terlebih saat
ini, Pencurian kendaraan bermotor yang dikenal dengan curnamor menempati tempat
teratas tindakan kriminal. Oleh karena itu, harus dibuat sistem pengaman pada
kendaraan bemotor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sistem
pelacakan kendaraan adalah rangkaian sistem yang dipasang pada kendaraan agar
dapat dilacak oleh pemilik kendaraan modern umumnya menggunakan perangkat
GPS untuk menentukan lokasi kendaraan, GPS (Global Positioning System)
merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang dapat menunjukkan lokasi dan
informasi waktu di segala kondisi cuaca di mana pun pada permukaan bumi selama
mendapatkan jangkauan.
Berdasarkan referensi diatas maka dilakukan penelitian: “PERANCANGAN
SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR DENGAN SENSOR
FINGERPRINT, SMS GATEWAY, DAN GPS TRACKER BERBASIS
ATMEGA328” dengan tujuan untuk meningkatkan sistem keamanan sepedamotor
dengan smartphone.

Universitas Sumatera Utara


2

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka dapat diambil
suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara merancang sistem menyalakan dan mematikan mesin
kendaran bermotor roda dua secara otomatis yang berbasis ATMega328
dengan menggunakan sensor sidik jari.
2. Bagaiamana cara program dan alat pengontrol sistem keamanan kendaraan
bermotor roda dua berbasis smartphone.

1.3 Batasan Masalah


1. Alat yang digunakan dalam menyalakan dan mematikan mesin kendaran
bermotor roda dua ini adalah fingerprint (sensor sidik jari) berbasis
mikrokontroler ATMega328.
2. Sistem SMS hanya digunakan untuk mengirimkan kondisi kendaraan dan
mengirimkan link posisi kendaraan kepada pemilik kendaraan yang dapat
dilihat melalui google maps..
3. Sistem GPS hanya memberikan informasi titik koordinat keberadaan sepeda
motor.
4. Sistem ini hanya bisa digunakan ketika tersedia jaringan internet dan pulsa.

1.4 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:
1. Merancang sistem keamanan sepeda motor dengan sensor fingerprint, sms
gateway, dan gps tracker berbasis ATMega328.
2. Tidak sembarang orang yang dapat menghidupkan dan mematikan mesin
kendaraan bermotor tersebut.
3. Mengatasi masalah terjadinya kehilangan kunci motor yang menyebabkan
motor tidak bisa (dihidupkan).
4. Mampu membuat alat sistem keamanan pada sepeda motor mengetahui lokasi
sepeda motor menggunakan gps.

Universitas Sumatera Utara


3

1.5 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat penelitian yang dilakukan:
1. Mengantisipasi jika terjadinya kehilangan kunci motor yang dapat
menyebabkan mesin tidak bisa dinyalakan.
2. Memudahkan pemilik kendaraan bermotor mengetahui kondisi kendaraannya
apabila terjadi pencurian pada saat kendaraan ditinggalkan.

1.6 Sistematika Penulisan


Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman maka penulis membuat
sistematika pembahasan bagaimana sebenarnya perancangan sistem keamaan sepeda
motor dengan sensor fingerprint, sms gateway, dan gps tracker berbasis ATMega328,
maka penulis menulis skripsi ini dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisikan pendahuluan yang menjelakan mengenai latar belakang, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika
penulisan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Bab ini menjelaskan tentang teori-teori pendukung dalam penelitian. Adapun teori
pendukung dalam penelitian yaitu mencakup komponen-komponen yang digunakan.

BAB 3 METODE PENELITIAN


Bab ini membahas tentang perancangan alat, diagram blok, penjelasan fungsi kerja
dari alat dan diagram alir.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


Bab ini menguraikan tentang skema yang digunakan, analisis sistem, analisis faktor
dan analisis kebutuhan.

Universitas Sumatera Utara


4

BAB 5 PENUTUP
Bab ini membahas tentang kesimpulan yang merupakan jawaban dari tujuan dalam
penelitian yang telah dilakukan, serta saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk
penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara


5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Keamanan


Sistem keamanan terpadu merupakan penggunaan dari berbagai alat bantu
yang dapat memantau, mencegah, mengontrol, dan melindungi warga dari tindak
kejahatan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Guna mempersulit seseorang
melakukan kejahatan, berbagai jenis peralatan keamanan harus selalu dihadirkan.
Berbagai alat, baik yang bernapas maupun yang tidak, bergerak maupun diam, harus
ikut dilibatkan secara bersama-sama agar warga dapat selalu bebas beraktivitas tanpa
dihantui rasa takut. Keamanan dikategorikan dalam 3 aspek yaitu:
1. Keamanan finansial artinya bebas dari masalah finansial, yaitu ada rasa
takut terhadap harta yang dimilikinya. Orang yg sudah aman secara
finansial berarti dia sudah mempunyai sumber penghasilan yg tiap
bulannya terus mengalirkan dana walau dia sendiri tidakbekerja.
2. Keamanan Informasi atau Information Security adalah proteksi
peralatan komputer, fasilitas, data, dan informasi, baik komputer
maupun non-komputer dari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang
tidak terotorisasi/tidak berwenang.
3. Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal
dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer.
Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan
informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan
ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.

2.2 Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian
elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya. Mikrokontroler
umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan unit
pendukung seperti Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di
dalamnya. Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah tersedianya

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
6

RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi
sangat ringkas. Adapaun mikrokontroler yang kita butuhkan dalam penelitian
iniyaitu mikrokontroler ATMega328, yang memiliki spesifikasi sebagaiberikut:

2.2.1 Mikrokontroler ATMega328


Mikrokontroler Atmega328 adalah mikrokontroler keluaran dari atmel yang
mempunyai arsitektur Reduce Instruction Set Computer (RISC) yang dimana setiap
proses eksekusi data lebih cepat dari pada arsitekstur Complex Instruction Set
Computer (CISC). Mikrokontroler ATmega328 memiliki arsitektur Harvard, yakni
memisahkan memori untuk kode program dan memori untuk data sehingga dapat
memaksimalkan kerja dan parallelism. Instruksi-instruksi dalam memori program
dieksekusi dalam satu alur tunggal, dimana pada saat instruksi dikerjakan instruksi
berikutnya sudah diambil dari memori program (Ferdynal, 2015).
Fitur-fitur yang terdapat pada mikrokontroler Atmega328 antara lain:
A. Memiliki EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory)
sebesar 1KB sebagai tempat penyimpanan data semi permanen karena
EEPROM tetap dapat menyimpan data meskipun catu dayadimatikan.
B. Memiliki SRAM (Static Random Access Memory) sebesar2KB.
C. Memiliki pin I/O digital sebanyak 14 pin 6 diantaranya PWM (Pulse Width
Modulation) output.
D. 32 x 8-bit register serbaguna.
E. Dengan clock 16 MHz kecepatan mencapai 16MIPS.
F. 32 KB Flash memory dan pada arduino memiliki bootloader yang menggunakan
2 KB dari flash memori sebagai bootloader.
G. 130 macam instruksi yang hampir semuanya dieksekusi dalam satu siklus clock.

ATMega328 memiliki 3 buah PORT utama yaitu PORTB, PORTC,danPORTD


dengan total pin input/output sebanyak 23 pin. PORT tersebut dapat difungsikan
sebagai input/output digital atau difungsikan sebagai periperal lainnya.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
7

2.2.2 Konfigurasi Pin ATMega328


ATMega328 memiliki 3 buah PORT utama yaitu PORTB, PORTC, dan
PORTD dengan total pin input/output sebanyak 23 pin. PORT tersebut dapat
difungsikan sebagai input/output digital atau difungsikan sebagai periperal lainnya.
1. PortB
Port B merupakan jalur data 8 bit yang dapat difungsikan sebagai input/output.
Selain itu PORTB juga dapat memiliki fungsi alternatif seperti di bawah ini.
A. ICP1 (PB0), berfungsi sebagai Timer Counter 1 input capture pin.
B. OC1A (PB1), OC1B (PB2) dan OC2 (PB3) dapat difungsikan
Sebagai keluaran PWM (Pulse Width Modulation).
C. MOSI (PB3), MISO (PB4), SCK (PB5), SS (PB2) merupakan jalur
komunikasi SPI.
D. Selain itu pin ini juga berfungsi sebagai jalur pemograman serial
(ISP).
E. TOSC1 (PB6) dan TOSC2 (PB7) dapat difungsikan sebagai
sumber clock external untuk timer.
F. XTAL1 (PB6) dan XTAL2 (PB7) merupakan sumber clock utama
mikrokontroler.
2. PortC
Port C merupakan jalur data 7 bit yang dapat difungsikan sebagai input/output
digital. Fungsi alternatif PORTC antara lain sebagai berikut.
A. ADC6 channel (PC0,PC1,PC2,PC3,PC4,PC5) dengan resolusi
sebesar 10 bit. ADC dapat kita gunakan untuk mengubah input yang
berupa tegangan analog menjadi data digital U
B. I2C (SDA dan SDL) merupakan salah satu fitur yang terdapat pada
PORTC. I2C digunakan untuk komunikasi dengan sensor atau device
lain yang memiliki komunikasi data tipe I2C seperti sensor kompas
3. PortD
Port D merupakan jalur data 8 bit yang masing-masing pin-nya jugadapat
difungsikan sebagai input/output. Sama seperti Port B dan Port C, Port D juga
memiliki fungsi alternatif dibawah ini.

Universitas Sumatera Utara


8

A. USART (TXD dan RXD) merupakan jalur data komunikasi serial dengan
level sinyal TTL. Pin TXD berfungsi untuk mengirimkan data serial,
sedangkan RXD kebalikannya yaitu sebagai pin yang berfungsi untuk
menerima data serial.
B. Interrupt (INT0 dan INT1) merupakan pin dengan fungsi khusus sebagai
interupsi hardware. Interupsi biasanya digunakan sebagai selaan dari
program, misalkan pada saat program berjalan kemudian terjadi interupsi
hardware/software maka program utama akan berhenti dan akan
menjalankan program interupsi.
C. XCK dapat difungsikan sebagai sumber clock external untuk USART,
namun kita juga dapat memanfaatkan clock dari CPU, sehingga tidak perlu
membutuhkan externalclock.
D. T0 dan T1 berfungsi sebagai masukan counter external untuk timer 1 dan
timer 0. e. AIN0 dan AIN1 keduanya merupakan masukan input untuk
analog comparator

Gambar 2.1 Konfigurasi Pin Atmega328

2.3 Relay
Relay adalah sebuah saklar yang dapat digunakan untuk menghubungkan atau
memutuskan aliran listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus
tertentu pada koilnya. Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan. Pada
dasarnya, kontruksi dari relay terdiri dari lilitan kawat (koil) yang dililitkan pada inti
besi lunak. Jika lilitan kawat mendapat aliran arus, inti besi lunak kontak

Universitas Sumatera Utara


9

menghasilkan medan magnet dan menarik switch kontak. Switch kontak mengalami
gaya listrik magnet sehingga berpindah posisi ke kutublain atau terlepas dari kutub
asalnya.
Jenis relay berdasarkan cara kerjanya terbagi atas beberapa bagianseperti berikut:
1. Normal terbuka. Kontak saklar tertutup hanya jika relay dihidupkan
2. Normal tertutup. Kontak saklar terbuka hanya jika relay dihidupkan
3. [Link] saklar berpindah dari satu kutub ke kutub lain
saat relay dihidupkan.
4. Bila arus masuk pada gulungan, maka seketika gulungan akan berubah
Menjadi medan magnet. Gaya magnet inilah yang akan menarik luas sehingga
saklar akan berkerja.
Keadaan ini akan bertahan selama arus mengalir pada kumparan relay. Dan relay
akan kembali ke posisi semula (normal), bila tidak ada lagi arus yang mengalir
padanya. Posisi normal relay tergantung pada jenis relay yang digunakan. Biasanya
kontak yang akan terhubung saat relay bekerja disebut Normally Open (NO),
sedangkan kontak yang membuka saat relay bekerja disebut Normally Close (NC)
(Marsudi, 2006).

Gambar 2.2 Modul Relay

2.4 Sensor Fingerprint


Sensor fingerprint adalah Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint) adalah hasil
reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta,maupun
bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan
atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal
pergelangan sampai ke semua ujung jari, dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari

Universitas Sumatera Utara


10

tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus
menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau alur yang
membentuk struktur tertentu. Sensor fingerprint akan dikontrol oleh arduino sebagai
pemroses dan pemberi perintah. Kondisi masukan pada sensor kan di atur
sedemikian rupa agar sesuai fungsinya sebagai pengganti kunci kontak sepeda motor.
(Budiharto, widodo. 2005)

Gambar 2.3 Sensor Fingerprint

Kenapa saya lebih memilih sensor fingerprint dibandingkan sensor pengenal wajah
karena, sidik jari memiliki pola yang tidak tepat sama dan sulit diduplikasi. Juga
sensor fingerprint harganya murah. dan Sidik jari adalah metode kunci layar yang
paling sering dipakai. Pasalnya, lebih mudah digunakan dibanding face unlock.
Metode pengaman fingerprint ini bergantung pada beberapa faktor seperti kualitas
sensor dan penempatan jari saja. Kualitas sensor berarti kecepatan sensor membaca
sidik jari sangat bervariasi antar perangkat. Ada beberapa mekanisme biometrik
tertentu yang membuat metode ini menjadi lebih cepat saat menggunakannya. Untuk
keamanannya sendiri, bisa dibilang fingerprint adalah salah satu metode kunci layar
paling aman saat ini karena bagi para peretas cukup sulit untuk membaca sidik jari.
Selain itu, sensornya juga dikembangkan untuk mengenali panas tubuh dan aliran
darah pengguna yang berarti kamu tidak dapat menggunakan jari 'mati'

2.5 Modul GPS


Global Positioning System (GPS) adalahsistem navigasi radio berbasis satelit
dikembangkan dan dioperasikan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat.
Pesawat penerima GPS menggunakan sinyal satelit untuk melakukan triangulasi
posisi yang hendak ditentukan dengan cara mengukur lama perjalanan waktu sinyal
dikirimkan dari satelit, kemudian mengalikannya dengan kecepatan cahaya (3x108

Universitas Sumatera Utara


11

meter/detik) untuk menentukan secara tepat berapa jauh pesawat penerima GPS dari
setiap satelit, dengan menggunakan sinyal yang dikirim oleh satelit minimal tiga
sinyal dari satelit yang berbeda, pesawat penerima GPS dapat menghitung posisi
tetap sebuah titik yaitu posisi lintang (latitude) dan bujur bumi (longitude).
Penggunaan sinyal satelit yang keempat membuat pesawat penerima GPS dapat
menghitung posisi ketinggian titik tersebut terhadap rata-rata permukaan laut dan
keadaan ini yang ideal untuk melakukan navigasi, modul GPS di fungsikan untuk
mendapatkan data koordinat lokasi yang nantinya akan diproses oleh arduino. Salah
satu modul GPS yang dapat digunakan untuk keperluan navigasi adalah Ublox NEO-
6M. Modul GPS dengan tipe NEO-6M merupakan modul GPS produksi Ublox AG,
menggunakan komunikasi UART dengan protokol NMEA 0183 dengan pilihan nilai
baudrate yang bervariasi antara lain 4800, 9600, dan 38400. Tegangan masukan yang
dapat diberikan antara 3,3 – 5 Volt. Modul ini memiliki tingkat akurasi sekitar 2,5
meter. Untuk lebih rinci mengenai Modul GPS NEO-6M, dapat dilihat pada
spesifikasi berikut ini:
2.5.1 Modul GPS NEO-6M
GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan sistem
untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit dan
metode Triangulasi. Sistem tersebut merupakan sistem yang pertama kali
dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika yang awalnya diperuntukan
bagi kepentingan militer. NAVSTAR GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging
Global Positioning System) adalah nama asli dari Sistem GPS, yang mempunyai tiga
segmen yaitu: satelit (Space Segment), pengendali (Control Segment), dan
penerima/pengguna (User Segment).
Satelit GPS yang mengorbit bumi seluruhnya berjumlah 24 buah, 21 buah
aktif bekerja dan 3 buah sisanya adalah cadangan. Satelit ini bertugas untuk
menerima dan menyimpan data yang ditransmisikan oleh stasiun-stasiun pengendali,
menyimpan dan menjaga informasi waktu berketelitian tinggi (jam atom disatelit),
dan memancarkan sinyal serta informasi secara kontinyu ke perangkat penerima.
Segmen pengendali bertugas untuk mengendalikan satelit dari bumi yaitu untuk
melihat keadaan satelit, penentuan serta prediksi orbit, sinkronisasi waktu antar
satelit, dan mengirimkan data ke satelit. Sedangkan segmen penerima bertugas

Universitas Sumatera Utara


12

menerima data dari satelit dan memprosesnya untuk menentukan posisi, arah, jarak
dan waktu yang diperlukan penguna (Pangestu et al. 2014).
Pada penelitian kali ini digunakan Modul GPS NEO-6M yang berguna
sebagai alat pencari posisi kendaraan dengan keluaran data yang berupa longitude
dan latitude. Mengapa memilih NEO-6M karena dilihat dari segi sensitivitasnya
lebih bagus dari pada tipe GPS EM-406 dan GPS EM-410 dan ukuranya juga relatif
kecil dari yang lainnya. Dibawah ini gambar dari modul GPS NEO-6M yang
digunakan:

Gambar 2.4 Modul GPS Neo-6M

Disini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang koordinat gps pada google maps untuk
mengetahui selisih perbedaan koordinat dalam jarak dengan satuan meter. Jika
melihat peta atau pada gps google maps, pasti akan ada garis-garis menurun (garis
bujur) dan garis-garis mendatar (garis lintang) yang sudah dibuat berdasarkan
kesepakatan dengan jarak-jarak tertentu, dimana perpotongan antara dua garis itu
disebut sebagai Koordinat. Dimana untuk perngertian dari latitude dan longtitude
yaitu:
1. Latitude adalah garis lintang mengarah dari khatulistiwa (0) ke kutub
selatan, atau khatulistiwa ke kutub utara (sudut 0-90 dan 090).
2. Longtitude adalah garis bujur adalah garis horizontal seperti dari
khatulistiwa. Sudut 0 (Greenwich) ke arah Hawai adalah 0-180,
sedangkan kebalikannya dari 0 ke-180.

Universitas Sumatera Utara


13

Gambar 2.5 Latitude dan Longitude


Kemudian untuk mengetahui selisih jarak pada peta koordinat geografi, yang
harus di ketahui yaitu dikarenakan bentuk bumi itu sendiri bulat, sehingga untuk
satu derajat lintang atau bujur terbagi menjadi garis satuan yang lebih kecil yaitu
60 menit, dan terbagi lagi menjadi satuan terkecil yaitu 3600 detik. Kemudian
untuk satu derajat lintang atau bujur yaitu 111,322 km, bila dirubah ke meter
menjadi 111,322 x 1000 = 111322 m (Febrianto AR. 2017).
Sehingga jika dituliskan menjadi satuan meter, maka akan berlakuketentuan
seperti berikut :
1 derajat (lintang/bujur) = 111,322 Km = 111322 meter
1 derajat (lintang/bujur) = 60 menit = 3600 detik
1 menit (lintang/bujur) = 111,322/60 = 1,85536 kilometer/menit
3 detik (lintang/bujur) = 111322/3600 = 30,9227 meter/detik

2.6 Short Message Service(SMS)


Short Message Service (SMS) adalah salah satu fasilitas dari teknologi GSM
yang memungkinkan mengirim dan menerima pesan-pesan singkat berupa text
dengan kapasitas maksimal 160 karakter dari Mobile Station (MS). Kapasitas
maksimal ini tergantung dari alphabet yang digunakan, untuk alphabet Latin
maksimal 160 karakter, dan untuk non-Latin misalnya alphabet Arab atau China
maksimal 70 karakter.
Service SMS membutuhkan sistem SMS Center (SMSC) yang
menyimpan dan mem-forward text yang dikirimkan. Pada saat pesan SMS
dikirim dari handphone (mobile originated) pesan tersebut tidak langsung
dikirimkan ke handphone tujuan (mobile terminated), akan tetapi dikirim terlebih
dahulu ke SMS Center (SMSC), baru kemudian pesan tersebut diteruskan ke
handphone tujuan (Ma’arif. 2016).

Universitas Sumatera Utara


14

 JaringanSMS
Arsitektur dasar jaringan SMS seperti gambar berikut:

Gambar 2.6 Arsitektur Jaringan SMS

Jaringan SMS terdiri dari beberapa elemen, yaitu:


A. SME (Short Message Entity), merupakan tempat penyimpanan dan pengiriman
message yang akan dikirimkan ke MStertentu.
B. SMSC (SMS Centre), bertugas untuk menerima message dari SME dan
melakukan forwarding ke alamat MS yangdituju.
C. SMS-GMSC (Short Message Service – Gateway MSC ), melakukan penerimaan
message dari SMSC dan memeriksa parameter yang ada. Selain itu GMSC juga
mencari alamat MS yang dituju dangan bantuan HLR, dan mengirimkannya
kembali ke MSC yangdimaksud.
D. SMS – IWMSC (Short Message Service – Interworking MSC), berperan dalam
SMS MessageOriginating, yaitu menerima pesan dariMSC.
E. Home Location Register (HLR), database untuk penyimpanan dan manajemen
pendaftaran serta service profile. Bersama dengan SMSC, HLR menyediakan
informasi routing pelanggan.
F. Mobile Switching Center (MSC), melaksanakan fungsi switching dari sistem dan
mengontrol hubungan untuk dan dari Subscriber serta mengirimkan pesan SMS
tersebut melalui rute yangtepat.
G. Visitor Location Register (VLR), database sementara mengenai informasi
pelanggan. Informasi ini dibutuhkan oleh MSC untuk melihat service yang
dimiliki oleh pelanggan yang datang tersebut.
H. Base Station Subsystem (BSS), mengatur hubungan radio antara MSC dan mobile
stations.

Universitas Sumatera Utara


15

 Proses Pengiriman SMS ke Subscriber

Pengiriman SMS menggunakan kanal kontrol (kanal Signaling) memiliki


dua tipe:

A. SMS Point toPoint

Yaitu pengiriman SMS hanya dari satu MS ke MS tertentu.

B. SMS Broadcast
Yaitu pengiriman SMS ke beberapa MS sekaligus, misalnya dari
operator kepada seluruh pelanggannya menggunakan kanal kontrol
(kanal Signaling).
2.7 Modul GSM SIM 800
Modul GSM SIM 800L adalah modul GSM yang bisa untuk project mikrokontroler
seperti monitoring melalui SMS, menyalakan atau mengendalikan saklar listrik
melalui SMS dan sebagainya. Modul GSM ini juga dapat berfungsi sebagai SMS
gateway apabila dihubungkan dengan mikrokontroler. Spesifikasi Modul GSM
SIM800L :
A. Operasi tegangan: 3.7 ~ 4.2V.
B. Ukuran modul: 2.2cmx1.8cm.
C. TTL port serial dapat digunakan dengan link langsung ke
mikrokontroler
D. Tidak memerlukan MAX232.
E. Power pada modul otomatis boot secara otomatis mencari jaringan
F. Onboard lampu sinyal (dengan sinyal lampu kilat perlahan, tidak ada flash
sinyal cepat).
Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan kata lain sebuah pesan
bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit untuk
bahasa Jepang, bahasa Mandarin dan bahasa Korea yang memakai Hanzi (Aksara
Kanji / Hanja). Selain 140 bytes ini ada data- data lain yang termasuk. Adapula
beberapa metode untuk mengirim pesan yang lebih dari 140 bytes, tetapi seorang
pengguna harus membayar lebih dari sekali. Salah satu kelebihan modul GSM ini
adalah sangat mudah digunakan dan di operasikan baik melalui komputer langsung
maupun menggunakan mikrokontroler seperti Arduino uno. Apabila menggunakan

Universitas Sumatera Utara


16

Arduino uno di butuhkan sebuah tambahan listing program berupa library yang dapat
membantu mempermudah dalam pemogramanan modul GSM ini (Gusmanto. 2016).

Gambar 2.7 Modul GSM 800


2.8 Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen yang memilikifungsi mengubah arus listrik
menjadi suara. Dan pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan speaker.
Buzzer terdiri dari sebuah diafragma yang memilikii kumparan. Ketika kumparan
tersebut dialiri arus listrik sehingga menjadi electromagnet, kumparan akan tertarik
kedalam atau keluar tergantung dari polaritas magnetnya. Karena kumparan dipasang
pada diafragma maka setiap getaran diafragma secara bolak – balik sehingga
membuat udara bergetar dan menghasilkan suara. Buzzer ini akan digunakan sebagai
indikator apabila stang motor dipaksa lurus pada saat stang sepeda motor dikunci.
Buzzer difungsikan sebagai alarm pertanda bila ada percobaan menyalakan
kendaraan yang tidak dikenali oleh sistem, jika terjadi percobaan menyalakan
kendaraan yang tidak dikenali satu kali maka buzzer berbunyi sekali. Jika terjadi
percobaan menyalakan kendaraan yang tidak dikenali oleh sistem sebanyak tiga kali
maka buzzer akan berbunyi secara kontinu.

Gambar 2.8 Buzzer

Universitas Sumatera Utara


17

2.9 Smartphone
Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan
pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang
menentukan arti ponsel cerdas. Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan
telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang
menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang
lainnya, ponsel cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur
canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku
elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baiksebagaimana jadi maupun
dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, ponsel cerdas
merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.

Universitas Sumatera Utara


18

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Diagram Blok


Diagram blok merupakan diagram dari sebuah sistem dimana bagaian utama atau
fungsi diwakili oleh blok dan dihubungkan dengan garis yang menunjukkan
hubungan dari blok. Diagram blok menyatakan hubungan yang berurutan dari satu
lebih komponen yang memiliki kesatauan kerja dan mempengaruhi komponen yang
lainnya.

Power
supply Buzzer
Fingerprint
Sensor
Mikrokontroler Modul Handph
Atmega 328 GSM one
SIM 800l

Modul GPS
Relay

Sepeda
Motor

Gambar 3.1 Diagram Blok

Keamanan sepeda motor dapat dijaga menggunakan sensor fingerprint, dengan


sensor fingerprint pengguna dapat menghidupkan sepeda motor yaitu dengan
menscan jari pengguna ke alat sensor fingerprint yang ada di sepeda motor. Sepeda
motor yang dapat digunakan oleh user hanya pengguna yang telah mengidentifikasi
jarinya ke sistem sepeda motor. Jika terjadi kesalahan 3 kali, maka alarm sepeda
motor akan aktif dan akan mengirimkan sms ke user dengan isi sms lokasi sepeda

Universitas Sumatera Utara


19

motor berada. Untuk mendapatkan lokasi sepeda motor dengan menggunakan neo 6
dan untuk mengirimkan sms pengguna menggunakan sim800l.

3.1.1 Penjelasan Fungsi tiap Blok Dari Diagram Blok


1. Blok fingerprint sensor : Sebagai pengganti kunci kontak.
2. Blok Modul GPS NEO-6M : Pencari posisi keberadaan sistem.
3. Blok Mikrokontroler ATMega328 : Pengendali keseluruhan sistem.
4. Blok Relay : Menghidupkan Starter dan
Memutuskan Kabel Kunci Kontak .
5. Blok Buzzer : Output suara sebagai alarm.
6. Blok Modul GSM SIM 800 : Mengirim/Menerima SMSkepada
pemilik kendaraan (user)
7. Blok Handphone : Menerima isi pesan.

Universitas Sumatera Utara


20

3.2 Rangkaian Mikrokontroler ATMega328 Dan Rangkaian GPS NEO-6M


Rangkaian sistem minimum mikrokontoler ATMega328 terdiri dari rangkaian
sistem minimum dan rangkaian I/O. Rangkaian minimum mikrokontroler
terdiri dari rangkaian clock dan rangkaian reset. Rangkaian clock pada
mikrokontroler ATMega328 membutuhkan osilator kristal dan 2 buah kapasitor
non polar agar dapat berosilasi. Pada perancangan ini, besar frekuensi osilator
kristal yang digunakan adalah 16 MHz dan besar kapasitas kapasitor adalah 22
pF. Pemilihan frekuensi dan besar kapasitor tersebut dirancang berdasarkan
datasheet mikrokontroler ATMega328. Rangkaian reset pada mikrokontroler
ATMega328 berfungsi untuk mengembalikan mikrokontroler pada program
awal (vektor reset). Rangkaian ini terhubung dengan 2 pin yaitu PC4 dan PC5
yang akan digunakan sebagai komunikasi dengan ATMega328. Berikut gambar
rangkaian mikrokontroler ATMega328 dan gambar rangkaian GPS NEO-6M:

Gambar 3.2 Rangkaian Mikrokontroler ATMega328 dan GPS NEO-6M

Universitas Sumatera Utara


21

3.3 Rangkaian Relay Motor Starter Dan Kabel Kunci Kontak


Rangkaian driver relay atau sering disebut dengan penggerak relay atau saklak
elektrik. Pada rangkaian alat ini menggunakan driver relay sebanyak 2 buah yang
digunakan untuk mengendalikan starter dan kabel kontak.

Gamabar 3.3 Rangkaian Relay Motor Starter Dan Kunci Kontak

Universitas Sumatera Utara


22

3.4 Rangkaian Fingerprint Sensor


Rangkaian Fingerprint ini terhubung ke PB2 dan PB3 yang merupakan pin I/O
dua arah dan pin fungsi khusus, sebagai pengirim data serial yang dapat dikendalikan
oleh mikrokontroler ATMega328

Gambar 3.4 Rangkain Fingerprint Sensor

Universitas Sumatera Utara


23

3.5 Rangkaian GSM SIM 800


SIM 800 GSM/GPRS Shield sendiri merupakan modul GSM untuk ATMega328
yang berperan untuk melakukan fungsi pengiriman sms. Modul ini menggunakan
protokol komunikasi UART dalam berkomunikasi data dengan ATMega328. Modul
ini mempunyai 8 pin yang dapat digunakan. Rangkaian ini menggunakan 2 pin
sebagai RX dan TX yaitu PD4 dan PD5 yang akan digunakan pada komunikasi
UART dengan ATMega328. Berikut gambar rangkaian modul GSM Shield SIM800:

Gambar 3.5 Rangkaian GSM Shield SIM 800

Universitas Sumatera Utara


24

3.6 Rangkain Regulator LM2596

LM2596 adalah IC regulator aktif yang berfungsi sebagai step-down (buck)


switching regulator yang mampu menggerakan beban hingga 3A. Tegangan output
IC regulator ini dapat diatur mulai dari 3.3V, 5V, 12V dan dapat distel sesuai
kebutuhan pengguna.

Gambar 3.6 Rangkaian Regulator LM259

Universitas Sumatera Utara


25

3.7 Rangkaian Keseluruhan


Berdasarkan uraian-uraian yang telah diterapkan pada bagian sebelumnya, maka
dibuat rangakian keseluruhan dari sistem. Adapun rangkaian keselurahan dari
perancangan sistem ini dapat dilihat pada gambar 3.7 berikut ini:

Gambar 3.7 Rangkaian Keseluruhan

Universitas Sumatera Utara


26

3.8 Flowchart Sisem


Mulai

Inisialisasi

Sensor Deteksi
Finger

Jika Ya Mikrokontroller
Finger ATMega328
Sesuai

Tidak

Buzzer Aktif Sepeda Motor


Aktif

Salah +1

Jika Salah 3
Tidak kali

Ya

Alarm Aktif

Kirim Lokasi
Dengan SMS

Selesai
Universitas Sumatera Utara
27

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengujian Rangkaian Regulator


Pengujian rangkaian Regulator ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang di
keluarkan oleh rangkaian tersebut, dengan mengukur tegangan keluaran dari
Regulator menggunakan multimeter digital. Pada pengujian yang dilakukan tegangan
masuk dari sumber tegangan sebesar 12V DC kemudian tegangan 12V DC itu
diubah oleh Regulator menjadi 5V DC. Setelah dilakukan pengukuran maka
diperoleh besarnya tegangan keluaran sebesar 5V. Dengan begitu dapat dipastikan
apakah terjadi kesalahan terhadap rangkaian atau tidak. Jika diukur, hasil dari
keluaran tidak murni sebesar +5 Volt dikarenakan beberapa faktor, diantaranya
kualitas dari tiap-tiap komponen yang digunakan tidak stabil. Di bawah ini dapat
dilihat tabel dan gambar input dan output pada rangkaian Regulator yang digunakan
pada saat pengujian.

Tabel 4.1 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Regulator

In (Volt) Out(Volt)
11,94 5,05

(a) (b)
Gambar 4.1 Pengujian Tegangan Input Dan Ouput Pada Rangakain Regulator .

4.2 Pengujian Rangkaian Kunci Kontak

Universitas Sumatera Utara


28

Pengujian rangkaian Kunci kontak ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang
dikeluarkan oleh sumber tegangan melalui Kunci Kontak, dengan mengukur
tegangan keluaran dari Kunci Kontak saat keadaan On atau Off menggunakan
[Link] pengujian yang dilakukan tegangan masuk dari sumber
tegangan sebesar 12V DC kemudian tegangan 12V DC itu melewati Kunci Kontak
dan diubah oleh Regulator menjadi 5V DC. Setelah dilakukan pengukuran maka
diperoleh besarnya tegangan keluaran sebesar [Link] begitu dapat dipastikan
apakah terjadi kesalahan terhadap rangkaian atau tidak. Jika diukur, hasil dari
keluaran tidak murni sebesar +5 Volt dikarenakan beberapa faktor, diantaranya
kualitas dari tiap-tiap komponen yang digunakan tidak stabil. Di bawah ini dapat
dilihat tabel dan gambar tegangan pada rangkaian Kunci Kontak yang digunakan
pada saat pengujian.

Tabel 4.2 Pengujian Tegangan Input Dan Ouput Pada Rangkaian Kunci
Kontak Dalam Kondisi On Atau Off
Kondisi Input Output
Kunci Kontak IC Regulator 7805 (volt) IC Regulator
7805 (volt)
On 11,99 4,82
Off 0,00 0,00

(a) (b)

Gambar 4.2 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Kunci
Kontak Dalam Kondisi On atau Off.

4.3 Pengujian Rangkaian Mikrokontroller ATMega328

Universitas Sumatera Utara


29

Pengujian rangkaian mikrokontroler ini bertujuan untuk mengetahui apakah


rangkaian mikrokontroller bekerja dengan baik. Pengujian pada rangkaian ini dengan
melakukan read signature pada chip mikrokontroller seperti gambar di bawah ini:

Gambar 4.3 Read Signature Chip Mikrokontroller ATMega 328.

Kemudian setelah read signature telah berhasil maka mikrokontroller diuji lagi
dengan memberikan program sebagai berikut:

void setup(){
pinMode(LED_BUILTIN, OUTPUT);}
void loop() {digitalWrite(LED_BUILTIN,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(LED_BUILTIN, LOW);
delay(1000)
Ketika program tersebut dijalankan, maka PORTB5 akanbernilai “high”

Universitas Sumatera Utara


30

selama satu detik dan dan “low” selama satu detik, dengan memberikan
indikator LED pada pin tersebut. Demikian maka mikrokontroller
ATMEGA328 telah berjalan dengan baik.

4.4 Pengujian Rangkaian Modul GPS Neo-6M


Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah rangkaian Modul GPS Neo- 6M
dapat bekerja dengan baik, pengujian dilakukan dengan memberikan input tegangan
5V DC kemudian dihubungkan dengan mikrokontroler yang telah diberi program.
Adapun mikrokontroler diprogram dengan program sebagai berikut:

#include<SoftwareSerial.h>
#include<TinyGPS.h>
TinyGPS gps;
SoftwareSerial ss(0,1);
Void setup(){
[Link](9600);
[Link](9600);
[Link](“Pengujian Modul GPS NEO-6M”);
[Link](“Esra 160801075”);
[Link]();}
Void loop(){
bool newData=false;
unsigned long chars;
unsigned short sentences, failed;
for (unsigned long start = millis(); millis()- start
< 10000;){
while ([Link]()){
char c = [Link]();
if ([Link](c))
newData = true;}}
if(newData){
float flat, flon;
unsigned long age;

Universitas Sumatera Utara


31

gps.f_get_position(&flat, &flon, &age);


[Link](“LAT=”);
[Link](flat==TinyGPS::GPS_INVALID_F_ANGLE ?
0.0 : flat, 6);
[Link](“LON=”);
[Link](flat==TinyGPS::GPS_INVALID_F_ANGLE ?
0.0 : flon,6);
[Link](“SAT=”);

[Link]([Link]()==TinyGPS::GPS_INVALID_SA
TELIT ? 0:
[Link]());
[Link](“PREC=”);
[Link]([Link]()==TinyGPS_INVALID_SATELLITES
? 0 : [Link]());}
[Link](&chars, &sentences, &failed);
[Link](“CHARS=”);
[Link](chars);
[Link](SENTENCES=”);
[Link](sentences);
[Link](CSUM ERR=”);
[Link](failed);
If (chars==0)
[Link](“**No characters received from
GPS: check wiring**”);}

Output dari program ini dapat dilihat pada serial monitor software Arduino. Nilai
yang keluar dari serial monitor pada pengujian berupa nilai latitude/garis lintang
dan longtitude/garis bujur. Pengujian yang ditampilkan serial monitor dapat
dilihat pada tabel dan gambar berikut:

Tabel 4.3 Pengujian Modul GPS Neo-6M

Universitas Sumatera Utara


32

No. Latitude / Garis Lintang Longtitude / Garis Bujur


1. 3.550397 98.639488
2. 3.550415 98.639541
3. 3.550422 98.639595
4. 3.550366 98.639518
5. 3.550343 98.639488

Gambar 4.4 Pengujian Modu GPS Neo-6M Pada Serial Software Arduino

4.5 Pengujian Rangkaian Relay Starter Dan Kabel Kunci Kontak


4.5.1 Pengujaian Rangkain Relay Starter
Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah rangkaian Starter dapat
bekerja dengan baik. Sumber tegangan 12V DC terhubung ke NO relay dan starter
terhubung ke COM dan Ground, kemudian pengujian dilakukan dengan memberikan
input tegangan 5V DC dari mikrokontroler untuk pengujian rangkaian Relay Starter
adalah sebagai berikut:
void setup() {
pinMode(stater, OUTPUT);}
void loop() {
digitalWrite(stater, HIGH);

Universitas Sumatera Utara


33

delay(1000);
digitalWrite(stater, LOW);
delay(1000);}

Setelah program dijanlankan ke mikrokontroler, saat relay dalam kondisi


aktif maka starter hidup dan arus dari sumber tegangan akan mengalir NO dan COM.
Namun saat relay dalam kondisi tidak aktif maka starter mati. Dibawah ini dapat
dilihat tabel dan gambar pada rangkain Relay Starter yang digunakan pada saat
pengujian.

Tabel 4.4 Pengujian Rangkaian Relay Starter


Kondisi Relay Tegangan Pada Starter Kondisi Starter
Aktif 11,95 Hidup
Tidak Aktif 0,00 Tidak Hidup

(a) (b)

Gambar 4.5 Pengujian Relay Starter Pada Saat (a) Aktif dan (b) Tidak Aktif

4.5.2 Pengujian Rangkaian Relay Kabel Kunci Kontak


Pengujian dilakukan apakah rangkaian Relay Kabel Kunci Kontak dapat
bekerja dengan baik. Sumber tegangan 12V DC terhubung ke NC relay dan kabel
kunci kontak terhubung ke COM dan Ground, kemudian pengujian dilakukan dengan
memberikan input tegangan 5V DC dari mikrokontroler. Adapun program pada
mikrokontroler untuk pengujian rangkain Relay Kunci Kontak adalah sebagai
berikut:

Universitas Sumatera Utara


34

void setup(){
pinMode(10,OUTPUT);}
void loop(){
digitalWrite(10,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite([Link]);
delay(1000);}

Setelah program dijalankan ke mikrokontroler, saat relay dalam kondisi aktif


maka kabel kunci kontak terputus dan mesin kendaraan akan mati. Namun saat relay
dalam kondisi tidak aktif maka kabel kunci kontak terhubung dengan arus dari
sumber tegangan akan mengalir melalui NC dan COM. Dibawah ini dapat dilihat
tabel dan gambar tegangan pada rangkaian Relay Kabel Kunci Kontak yang
digunakan pada saat pengujian.

Tabel 4.5 Pengujian Rangkaian Relay Kabel Kunci Kontak


Kondisi Relay Tegangan Pada Kabel Kondisi Kabel Kunci
Kunci Kontak (volt) Kontak
Aktif 0,00 Terputus
Tidak Aktif 11,94 Terhubung

(a) (b)

Gambar 4.6 Pengujian Relay Kabel Kunci Kontak Pada Saat (a) Aktif dan
(b) Tidak Aktif

4.6 Pengujian Rangkain Modul GSM Shield SIM 800

Universitas Sumatera Utara


35

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah rangkaian Modul GSM Shield


SIM 800 dapat bekerja dengan baik, penguji dilakukan dengan memberikan input
tegangan 5V DC kemudian dihubungkan dengan mikrokontroler yang telah diberi
program. Adapun mikrokontroler di program sebagai berikut:

#include <GPRS_Shield_Arduino.h>
#include <SoftwareSerial.h>
#include <Wire.h>
#define PIN_TX 4
#define PIN_RX 5
#define BAUDRATE 9600
#define PHONE_NUMBER "085711144166"
#define MESSAGE "Tes SMS"

GPRS gprs(PIN_TX,PIN_RX,BAUDRATE);//RX,TX,BaudRate

void setup() {
[Link]();
[Link](9600);

while(![Link]()) {
delay(1000);
[Link]("Initialization failed!");
}
while(![Link]())
{
delay(1000);
[Link]("Network has not registered yet!");
}
[Link]("gprs initialize done!");
[Link]("start to send message ...");

Universitas Sumatera Utara


36

if([Link](PHONE_NUMBER,MESSAGE)) //define phone


number and text
{
[Link]("Send SMS Succeed!\r\n");
}
else {
[Link]("Send SMS failed!\r\n");
}
}
void loop() {
}

Gambar 4.7 Pengujian Modul GSM SIM 800 Pada Tampilan SMS User

4.7 Pengujian Rangkaian Fingerprint Sensor


Pengujian sensor fingerprint dilakukan dengan cara meletakkan melakukan
perekaman pada sidik jari sebagai data dan setelah itu melakukan pengecekan dengan
jari yang sama apakah dapat dibaca dan dikenali sebagai data yang telah tersimpan.
Pengujian awal dilakukan dengan merekam semua jari pada tangan sebelah kanan.
Kemudian dilakukan pengujian terhadap data yang telah direkam dengan melakukan
scan pada jari tangan sebelah kanan serta kiri secara acak.

Universitas Sumatera Utara


37

Tabel 4.6 Hasil Pengujian Sensor Fingerprint


Pengujian Hasil
Jari Jempol Tangan Kanan Ditemukan
Jari Jempol Tangan Kiri Tidak Ditemukan
Jari Manis Tangan Kanan Tidak Ditemukan
Jari Telunjuk Tangan Kanan Tidak Ditemukan
Jari Telunjuk Tangan Kiri Tidak Ditemukan

Gambar 4.8 Pengujian Menambah Sidik Jari

Gambar 4.9 Pengujian Menghapus Sidik Jari

Universitas Sumatera Utara


38

Gambar 4.10 Pengujian Validasi Sidik Jari


4.8 Pengujian Rangkaian Keseluruhan
Pengujian keseluruhan ini bertujuan untuk mengetahui apakah fungsi tiap blok
berjalan dengan baik atau tidak. Prinsip kerja dari sistem ini dimulai dengan sistem
akan mendeteksi kunci kontak apakah ada paksaan pencurian [Link]
ketika adanya paksaan dari pencuri untuk menghidupkan kunci kontak maka sistem
akan mendeteksi adanya pencurian. Lalu sistem akan mengirimkan SMS terus
menerus ke user dalam rentang waktu 1 menit berupa SMS link google maps yang
berisi koordinat dimana posisi sepeda motor yang dicuri saat [Link] dapat
mencari sepeda motornya dengan mengikuti jalan yang ada pada google maps.

Gambar 4.11 Pengujian Rangkaian Keseluruhan.

Universitas Sumatera Utara


39

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil perancangan sistem hingga pengujian dan pembahasan sistem maka
penulis dapat menarik kesimpulan, antara lain:
1. Telah berhasil dirancang sebuah sistem keamanan sepeda motor dengan
fingerprint sensor menggunakan mikrokontroler ATMega328 dengan
memanfaatkan SMS dan GPS.
2. Berdasarkan pengujian tidak sembarangan orang yang dapat menghidupkan
dan mematikan mesin kendaraan bermotor karna, sidik jari sipemilk
kendaraan yang hanya terdeteksi.
3. Berdasarkan pengujian maka untuk mengatasi masalah terjadinya kehilangan
kunci motor yang menyebabkan motor tidak bisa (dihidupkan) bisa di
gantikan dengan hanya dengan menscan sidik, maka kendaraan dapat
dihidupkan.
4. Berdasarkan pengujian maka untuk membuat alat sistem keamanan pada
sepeda motor menggunakan gps untuk mengetahui lokasi sepada motor
berada.

5.2 Saran
Setelah melakukan penelitian, diperoleh beberapa hal yang dapat dijadikan saran
untuk melakukan penelitian ini lebih lanjut yaitu:
1. Untuk pengembangan lebih lanjut, perlu diaplikasikan langsung di
sepeda motor secara nyata.
2. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem GPS dapat diaplikasikan
langsung dengan pihak kepolisian sehingga dapat membantu pihak
kepolisian dapat mengurangi pencurian kendaraan bermotor yang
saat ini sangat marak terjadi.
3. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem GPS lebih diakuratkan
sistem jaringannya, dan dapat di pakai pada saat di dalam ruangan
dan cuaca hujan.

Universitas Sumatera Utara


40

DAFTAR PUSTAKA

Febrianto AR. 2017. Sistem Pengaman Sepeda Motor Menggunakan SMS Gateway
Dan GPS. [Tugas Akhir]. Batam: Politeknik Negeri Batam, Program Studi
Teknik Elektronika.
Marsudi D. 2006. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Graha Ilmu. Yogyakarta
Ferdynal. 2015. Mikrokontroler ATMega328 [serial online].
[Link] [07 Feb
2018].
Ma’ arif S. 2016. Sistem Pelacak Mobil Berbasis Mikrokontroler Dengan Pelaporan
Melalui SMS. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, Jurusan
Teknik Informatika.
Wijaya, surya purba,dkk. 2010. Alat pelacak lokasi berbasis gps viaKomunikasi
seluler. Universitas dipenogoro semarang.
Pangestu A, sumardi, sudjadi. 2014. Perancangan Alat Pengaman dan Tracking
Kendaraan Sepeda Motor Dengan Menggunakan Mikrokontroller
ATMega544PA. TRANSIENT, 3: 433-441.
Budiharto, widodo. 2005. Panduan lengkap belajar mikrokpntroler perancangan
dan aplikasi mikrokontroler. Jakarta : Gramedia putra.
Oroh joyner R. 2014. Rancang bangun sistem keamanan motor denganPengenalan
sidik jari. Universitas sumatera barat.
Gusmanto. 2016. Rancang bangun sistem peringatan dini dan pelacakan pada
Kendaraan sepeda motor dengan menggunakan mikrokontroler Arduino nano
Yudhistira, Himsa. 2015. Pembuatan Mab (Motor Anti Begal) Sebagai Control
Sepeda Motor Melalui Smartponsel. Jurnal skripsi Universitas AMIKOM
Yogyakarta.

Universitas Sumatera Utara


41

LAMPIRAN

Lampiran 1
Gambar Rangkaian Keseluruhan

Universitas Sumatera Utara


42

Lampiran 2
Kode Program Keseluruhan Sistem
//gps
#include <TinyGPS++.h>
#include <SoftwareSerial.h>
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_Fingerprint.h>
#include <GPRS_Shield_Arduino.h>
staticconstintRXPin = A5, TXPin = A4;
staticconst uint32_t GPSBaud = 9600;
TinyGPSPlusgps;
SoftwareSerialss(RXPin, TXPin);
//finger
SoftwareSerialmySerial(12, 11);
Adafruit_Fingerprint finger =
Adafruit_Fingerprint(&mySerial);
//modulgsm
#define PIN_TX 4
#define PIN_RX 5
#define BAUDRATE 9600
#define PHONE_NUMBER "085711144166"
#define MESSAGE "Esra - 160801075"
GPRS gprs(PIN_TX,PIN_RX,BAUDRATE);
constint buzzer = 13;
unsigned long previousMillis = 0; // will store last time
LED was updated
const long interval = 500;
int buzz = LOW;
intsalah=0;
boolean taken;
booleanhidup=0;
intdetek=0;
intdeteksi=0;

Universitas Sumatera Utara


43

booleanulang;
charlati[20];
charlngi[20];
floatlaat;
floatlnng;
char messages[160];

//
#define cek_kontak A0
#define kontak A2
#define starter A3
void setup()
{
pinMode(cek_kontak, INPUT);
pinMode(kontak, OUTPUT);
pinMode(starter, OUTPUT);
digitalWrite(kontak, HIGH);
digitalWrite(starter, HIGH);
digitalWrite(cek_kontak, LOW);
[Link](9600);

//gps
[Link](GPSBaud);

//finger
[Link](57600);
[Link]();
if ([Link]()) {
[Link]("Found fingerprint sensor!");
} else {
[Link]("Did not find fingerprint sensor :(");
while (1);
}

Universitas Sumatera Utara


44

//gprsSerial
[Link]();
[Link]();
while(![Link]()) {
delay(1000);
[Link]("Initialization failed!");
}

while(![Link]())
{
delay(1000);
[Link]("Network has not registered yet!");
}

[Link]("gprs initialize done!");


[Link]("start to send message ...");

if([Link](PHONE_NUMBER,MESSAGE)) //define phone


number and text
{
[Link]("Send SMS Succeed!\r\n");
}
else {
[Link]("Send SMS failed!\r\n");
}

void loop()
{
//delay(1000);

Universitas Sumatera Utara


45

[Link]();
while ([Link]() > 0)
if ([Link]([Link]()))
displayInfo();

voiddisplayInfo()
{
[Link](F("Location: "));
if ([Link]())
{
dtostrf([Link](), 1, 6, lati);
dtostrf([Link](), 1, 6, lngi);
[Link](); //fingerprint
getFingerprintID();
}
else
{
[Link](F("INVALID"));
dtostrf(0, 1, 6, lati);
dtostrf(0, 1, 6, lngi);
[Link](); //fingerprint
getFingerprintID();
} //end else

strcpy(messages,
"[Link]
// strcpy(messages, "tes");
strcat(messages,lati);
strcat(messages,"+");
strcat(messages,lngi);
strcat(messages,"");

Universitas Sumatera Utara


46

[Link](lati);
[Link](lngi);
buzzeRp();
detek=digitalRead(cek_kontak);
[Link]("cekkontak ");[Link](detek);
if ( detek==1 &&hidup==0)deteksi=1;
[Link]("deteksipaksa ");[Link](deteksi);
if (deteksi==1){
for(int x=0;x<10;x++){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(50);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(50);
}
if(ulang==0){
[Link]();
[Link]("start to send message ...");
[Link]("085711144166",messages);
// [Link]("081376425352",messages);
ulang=1;}
}//end if deteksipaksa

} //end DisplayInfo

uint8_tgetFingerprintID() {
uint8_t p = [Link]();
switch (p) {
case FINGERPRINT_OK:
[Link](" Image taken");
beep();taken=1;
break;

Universitas Sumatera Utara


47

case FINGERPRINT_NOFINGER:
// [Link](" No finger detected");
return p;
case FINGERPRINT_PACKETRECIEVEERR:
[Link](" Communication error");
return p;
case FINGERPRINT_IMAGEFAIL:
[Link](" Imaging error");
return p;
default:
[Link](" Unknown error");
return p;
}

// OK success!

p = finger.image2Tz();
switch (p) {
case FINGERPRINT_OK:
[Link]("Image converted");
break;
case FINGERPRINT_IMAGEMESS:
[Link]("Image too messy");
return p;
case FINGERPRINT_PACKETRECIEVEERR:
[Link]("Communication error");
return p;
case FINGERPRINT_FEATUREFAIL:
[Link]("Could not find fingerprint features");
return p;
case FINGERPRINT_INVALIDIMAGE:
[Link]("Could not find fingerprint features");
return p;

Universitas Sumatera Utara


48

default:
[Link]("Unknown error");
return p;
}

// OK converted!
p = [Link]();
if (p == FINGERPRINT_OK) {
[Link]("Found a print match!"); //DISINI KALAU
SCAN FINGER BENAR
salah=0;deteksi=0;ulang=0;
[Link]("salah=");[Link](salah);
if (hidup == 0) {
digitalWrite(buzzer, LOW);
digitalWrite(kontak, LOW);
for(int x=0;x<5;x++){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(900);
}
digitalWrite(starter, LOW);
delay(1500);
digitalWrite(starter, HIGH);
hidup = 1;
} else {
hidup = 0;
digitalWrite(kontak, HIGH);
}
} else if (p == FINGERPRINT_PACKETRECIEVEERR) {
[Link]("Communication error");
return p;
} else if (p == FINGERPRINT_NOTFOUND) {

Universitas Sumatera Utara


49

[Link]("Did not find a match"); //DISINI KALAU


SCAN FINGER SALAH
salah++;
[Link]("salah=");[Link](salah);
for(int x=0;x<3;x++){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(100);
}
return p;
} else {
[Link]("Unknown error");
return p;
}

// found a match!
[Link]("Found ID #");
[Link]([Link]);
[Link](" with confidence of ");
[Link]([Link]);
}

voidbuzzeRp(){
unsigned long currentMillis = millis();
if (currentMillis - previousMillis>= interval) {
previousMillis = currentMillis;

if (salah>=3){
if (buzz == LOW) {
buzz = HIGH;
} else {
buzz = LOW;

Universitas Sumatera Utara


50

}
// set the LED with the ledState of the variable:
digitalWrite(buzzer, buzz);
if(taken==1){
[Link]();
[Link]("start to send message ...");
[Link]("085711144166",messages);
taken=0;
}
}
}
}

void beep(){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(50);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(50);

Universitas Sumatera Utara


51

Lampiran 3
Gambar Pengujian Rangkaian Keseluruhan

Universitas Sumatera Utara


52

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai