Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis Fingerprint
Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis Fingerprint
SKRIPSI
SKRIPSI
SKRIPSI
Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri, kecuali beberapa kutipan
dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
ABSTRAK
Kata Kunci : Atmega 328, Google Maps, Modul GPS, Modul GPS, Modul SIM,
Sensor Fingerprint.
ABSTRACT
Cases of motor vehicle theft still often occur around us, this happens
because there is still a lack of security systems in motorized vehicles that only use
ignition keys and key closures, where weaknesses in standard security systems like
this have been understood by motor vehicle theft perpetrators. To carry out the
action, this research aims to create a security system on a motorcycle that uses a
fingerprint sensor as a substitute for the key to turn on and turn off a motorcycle
engine. This system uses Atmega 328 as a processor, with other enhancements such
as GPS, GSM SIM 8000I, relay and buzzer. The results of this study, the system can
turn on and turn off a motorcycle by simply placing a finger on the fingerprint
sensor. This system is for locating stolen motorbikes via a google maps link. When a
theft occurs, the system will send an SMS link on google maps to the owner of the
motorbike so that he can immediately search for it. It is hoped that this system can
minimize the crime rate in motor vehicle theft cases.
Keywords: Atmega 328, Google Maps, GPS Module, SIM Module, Fingerprint
Sensor.
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
berkat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR DENGAN
SENSOR FINGERPRINT, SMS GATEWAY, DAN GPS TRACKER
BERBASIS ATMEGA328”. Skripsi ini disusun sebagai syarat akademis dalam
menyelesaikan studi program strata satu (S1) Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa selama proses hingga terselesaikannya penyusunan
skripsi ini, banyak mendapat masukan maupun motivasi dari berbagai pihak. Dengan
kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-
besarnya atas segala bantuan, dukungan, semangat yang telah diberikan. Oleh karena
itu, dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
Bapak Dr. Krista Sebayang, MS sebagai dekan FMIPA USU.
Bapak Dr. Perdinan Sinuhaji, MS sebagai ketua Departemen Fisika
FMIPA USU.
Bapak Awan Maghfirah, [Link], [Link] sebagai sekretaris Departemen
Fisika FMIPA USU.
Bapak Prof. Dr. Marhaposan Situmorang sebagai Dosen Pembimbing
yang telah banyak memberikan kritik dan saran, masukan, serta ide-
ide selama penulis mengerjakan skripsi ini.
Seluruh Bapak/Ibu dosen Fisika Universitas Sumatera Utara yang
telah mendidik dan mengajar selama kurang lebih 4 Tahun sehingga
penulis mampu mencapai gelar Sarjana.
Terutama buat kedua orang tua tercinta St. Posman Aritonang dan
Sarmika Nainggolan yang sudah banyak memberikan motivasi,
semangat, doa-doa, bahkan hal-hal yang tidak dapat kusebutkan,
DAFTAR ISI
Halaman
PERSETUJUAN i
ABSTRAK ii
ABSTRACT iii
PENGHARGAAN iv
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR GAMBAR ix
DAFTAR LAMPIRAN xi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Batasan Masalah 2
1.4 Tujuan Penelitian 2
1.5 Manfaat Penelitian 3
1.6 Sistematika Penulisan 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem Keamanan 5
2.2 Mikrokontroler 5
2.2.1 Mikrokontroler ATMega328 6
2.2.2 Konfigurasi Pin ATMega328 7
2.3 Relay 8
2.4 Sensor Fingerprint 9
2.5 Modul GPS 10
2.5.1 Modul GPS NEO-6M 11
2.6 Short Message Service (SMS) 13
2.7 Modul GSM Shield SIM 800 15
2.8 Buzzer 16
2.9 Smartphone 16
DAFTAR TABEL
Nomor
Tabel Judul Halaman
DAFTAR GAMBAR
Nomor
Gambar Judul Halaman
DAFTAR LAMPIRAN
No
Gambar Judul Halaman
BAB 1
PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisikan pendahuluan yang menjelakan mengenai latar belakang, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika
penulisan.
BAB 5 PENUTUP
Bab ini membahas tentang kesimpulan yang merupakan jawaban dari tujuan dalam
penelitian yang telah dilakukan, serta saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk
penelitian selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian
elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya. Mikrokontroler
umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan unit
pendukung seperti Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di
dalamnya. Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah tersedianya
RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi
sangat ringkas. Adapaun mikrokontroler yang kita butuhkan dalam penelitian
iniyaitu mikrokontroler ATMega328, yang memiliki spesifikasi sebagaiberikut:
A. USART (TXD dan RXD) merupakan jalur data komunikasi serial dengan
level sinyal TTL. Pin TXD berfungsi untuk mengirimkan data serial,
sedangkan RXD kebalikannya yaitu sebagai pin yang berfungsi untuk
menerima data serial.
B. Interrupt (INT0 dan INT1) merupakan pin dengan fungsi khusus sebagai
interupsi hardware. Interupsi biasanya digunakan sebagai selaan dari
program, misalkan pada saat program berjalan kemudian terjadi interupsi
hardware/software maka program utama akan berhenti dan akan
menjalankan program interupsi.
C. XCK dapat difungsikan sebagai sumber clock external untuk USART,
namun kita juga dapat memanfaatkan clock dari CPU, sehingga tidak perlu
membutuhkan externalclock.
D. T0 dan T1 berfungsi sebagai masukan counter external untuk timer 1 dan
timer 0. e. AIN0 dan AIN1 keduanya merupakan masukan input untuk
analog comparator
2.3 Relay
Relay adalah sebuah saklar yang dapat digunakan untuk menghubungkan atau
memutuskan aliran listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus
tertentu pada koilnya. Relay biasanya hanya mempunyai satu kumparan. Pada
dasarnya, kontruksi dari relay terdiri dari lilitan kawat (koil) yang dililitkan pada inti
besi lunak. Jika lilitan kawat mendapat aliran arus, inti besi lunak kontak
menghasilkan medan magnet dan menarik switch kontak. Switch kontak mengalami
gaya listrik magnet sehingga berpindah posisi ke kutublain atau terlepas dari kutub
asalnya.
Jenis relay berdasarkan cara kerjanya terbagi atas beberapa bagianseperti berikut:
1. Normal terbuka. Kontak saklar tertutup hanya jika relay dihidupkan
2. Normal tertutup. Kontak saklar terbuka hanya jika relay dihidupkan
3. [Link] saklar berpindah dari satu kutub ke kutub lain
saat relay dihidupkan.
4. Bila arus masuk pada gulungan, maka seketika gulungan akan berubah
Menjadi medan magnet. Gaya magnet inilah yang akan menarik luas sehingga
saklar akan berkerja.
Keadaan ini akan bertahan selama arus mengalir pada kumparan relay. Dan relay
akan kembali ke posisi semula (normal), bila tidak ada lagi arus yang mengalir
padanya. Posisi normal relay tergantung pada jenis relay yang digunakan. Biasanya
kontak yang akan terhubung saat relay bekerja disebut Normally Open (NO),
sedangkan kontak yang membuka saat relay bekerja disebut Normally Close (NC)
(Marsudi, 2006).
tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus
menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau alur yang
membentuk struktur tertentu. Sensor fingerprint akan dikontrol oleh arduino sebagai
pemroses dan pemberi perintah. Kondisi masukan pada sensor kan di atur
sedemikian rupa agar sesuai fungsinya sebagai pengganti kunci kontak sepeda motor.
(Budiharto, widodo. 2005)
Kenapa saya lebih memilih sensor fingerprint dibandingkan sensor pengenal wajah
karena, sidik jari memiliki pola yang tidak tepat sama dan sulit diduplikasi. Juga
sensor fingerprint harganya murah. dan Sidik jari adalah metode kunci layar yang
paling sering dipakai. Pasalnya, lebih mudah digunakan dibanding face unlock.
Metode pengaman fingerprint ini bergantung pada beberapa faktor seperti kualitas
sensor dan penempatan jari saja. Kualitas sensor berarti kecepatan sensor membaca
sidik jari sangat bervariasi antar perangkat. Ada beberapa mekanisme biometrik
tertentu yang membuat metode ini menjadi lebih cepat saat menggunakannya. Untuk
keamanannya sendiri, bisa dibilang fingerprint adalah salah satu metode kunci layar
paling aman saat ini karena bagi para peretas cukup sulit untuk membaca sidik jari.
Selain itu, sensornya juga dikembangkan untuk mengenali panas tubuh dan aliran
darah pengguna yang berarti kamu tidak dapat menggunakan jari 'mati'
meter/detik) untuk menentukan secara tepat berapa jauh pesawat penerima GPS dari
setiap satelit, dengan menggunakan sinyal yang dikirim oleh satelit minimal tiga
sinyal dari satelit yang berbeda, pesawat penerima GPS dapat menghitung posisi
tetap sebuah titik yaitu posisi lintang (latitude) dan bujur bumi (longitude).
Penggunaan sinyal satelit yang keempat membuat pesawat penerima GPS dapat
menghitung posisi ketinggian titik tersebut terhadap rata-rata permukaan laut dan
keadaan ini yang ideal untuk melakukan navigasi, modul GPS di fungsikan untuk
mendapatkan data koordinat lokasi yang nantinya akan diproses oleh arduino. Salah
satu modul GPS yang dapat digunakan untuk keperluan navigasi adalah Ublox NEO-
6M. Modul GPS dengan tipe NEO-6M merupakan modul GPS produksi Ublox AG,
menggunakan komunikasi UART dengan protokol NMEA 0183 dengan pilihan nilai
baudrate yang bervariasi antara lain 4800, 9600, dan 38400. Tegangan masukan yang
dapat diberikan antara 3,3 – 5 Volt. Modul ini memiliki tingkat akurasi sekitar 2,5
meter. Untuk lebih rinci mengenai Modul GPS NEO-6M, dapat dilihat pada
spesifikasi berikut ini:
2.5.1 Modul GPS NEO-6M
GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan sistem
untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit dan
metode Triangulasi. Sistem tersebut merupakan sistem yang pertama kali
dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika yang awalnya diperuntukan
bagi kepentingan militer. NAVSTAR GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging
Global Positioning System) adalah nama asli dari Sistem GPS, yang mempunyai tiga
segmen yaitu: satelit (Space Segment), pengendali (Control Segment), dan
penerima/pengguna (User Segment).
Satelit GPS yang mengorbit bumi seluruhnya berjumlah 24 buah, 21 buah
aktif bekerja dan 3 buah sisanya adalah cadangan. Satelit ini bertugas untuk
menerima dan menyimpan data yang ditransmisikan oleh stasiun-stasiun pengendali,
menyimpan dan menjaga informasi waktu berketelitian tinggi (jam atom disatelit),
dan memancarkan sinyal serta informasi secara kontinyu ke perangkat penerima.
Segmen pengendali bertugas untuk mengendalikan satelit dari bumi yaitu untuk
melihat keadaan satelit, penentuan serta prediksi orbit, sinkronisasi waktu antar
satelit, dan mengirimkan data ke satelit. Sedangkan segmen penerima bertugas
menerima data dari satelit dan memprosesnya untuk menentukan posisi, arah, jarak
dan waktu yang diperlukan penguna (Pangestu et al. 2014).
Pada penelitian kali ini digunakan Modul GPS NEO-6M yang berguna
sebagai alat pencari posisi kendaraan dengan keluaran data yang berupa longitude
dan latitude. Mengapa memilih NEO-6M karena dilihat dari segi sensitivitasnya
lebih bagus dari pada tipe GPS EM-406 dan GPS EM-410 dan ukuranya juga relatif
kecil dari yang lainnya. Dibawah ini gambar dari modul GPS NEO-6M yang
digunakan:
Disini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang koordinat gps pada google maps untuk
mengetahui selisih perbedaan koordinat dalam jarak dengan satuan meter. Jika
melihat peta atau pada gps google maps, pasti akan ada garis-garis menurun (garis
bujur) dan garis-garis mendatar (garis lintang) yang sudah dibuat berdasarkan
kesepakatan dengan jarak-jarak tertentu, dimana perpotongan antara dua garis itu
disebut sebagai Koordinat. Dimana untuk perngertian dari latitude dan longtitude
yaitu:
1. Latitude adalah garis lintang mengarah dari khatulistiwa (0) ke kutub
selatan, atau khatulistiwa ke kutub utara (sudut 0-90 dan 090).
2. Longtitude adalah garis bujur adalah garis horizontal seperti dari
khatulistiwa. Sudut 0 (Greenwich) ke arah Hawai adalah 0-180,
sedangkan kebalikannya dari 0 ke-180.
JaringanSMS
Arsitektur dasar jaringan SMS seperti gambar berikut:
B. SMS Broadcast
Yaitu pengiriman SMS ke beberapa MS sekaligus, misalnya dari
operator kepada seluruh pelanggannya menggunakan kanal kontrol
(kanal Signaling).
2.7 Modul GSM SIM 800
Modul GSM SIM 800L adalah modul GSM yang bisa untuk project mikrokontroler
seperti monitoring melalui SMS, menyalakan atau mengendalikan saklar listrik
melalui SMS dan sebagainya. Modul GSM ini juga dapat berfungsi sebagai SMS
gateway apabila dihubungkan dengan mikrokontroler. Spesifikasi Modul GSM
SIM800L :
A. Operasi tegangan: 3.7 ~ 4.2V.
B. Ukuran modul: 2.2cmx1.8cm.
C. TTL port serial dapat digunakan dengan link langsung ke
mikrokontroler
D. Tidak memerlukan MAX232.
E. Power pada modul otomatis boot secara otomatis mencari jaringan
F. Onboard lampu sinyal (dengan sinyal lampu kilat perlahan, tidak ada flash
sinyal cepat).
Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan kata lain sebuah pesan
bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit untuk
bahasa Jepang, bahasa Mandarin dan bahasa Korea yang memakai Hanzi (Aksara
Kanji / Hanja). Selain 140 bytes ini ada data- data lain yang termasuk. Adapula
beberapa metode untuk mengirim pesan yang lebih dari 140 bytes, tetapi seorang
pengguna harus membayar lebih dari sekali. Salah satu kelebihan modul GSM ini
adalah sangat mudah digunakan dan di operasikan baik melalui komputer langsung
maupun menggunakan mikrokontroler seperti Arduino uno. Apabila menggunakan
Arduino uno di butuhkan sebuah tambahan listing program berupa library yang dapat
membantu mempermudah dalam pemogramanan modul GSM ini (Gusmanto. 2016).
2.9 Smartphone
Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan
pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang
menentukan arti ponsel cerdas. Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan
telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang
menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang
lainnya, ponsel cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur
canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku
elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baiksebagaimana jadi maupun
dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, ponsel cerdas
merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.
BAB III
METODE PENELITIAN
Power
supply Buzzer
Fingerprint
Sensor
Mikrokontroler Modul Handph
Atmega 328 GSM one
SIM 800l
Modul GPS
Relay
Sepeda
Motor
motor berada. Untuk mendapatkan lokasi sepeda motor dengan menggunakan neo 6
dan untuk mengirimkan sms pengguna menggunakan sim800l.
Inisialisasi
Sensor Deteksi
Finger
Jika Ya Mikrokontroller
Finger ATMega328
Sesuai
Tidak
Salah +1
Jika Salah 3
Tidak kali
Ya
Alarm Aktif
Kirim Lokasi
Dengan SMS
Selesai
Universitas Sumatera Utara
27
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 4.1 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Regulator
In (Volt) Out(Volt)
11,94 5,05
(a) (b)
Gambar 4.1 Pengujian Tegangan Input Dan Ouput Pada Rangakain Regulator .
Pengujian rangkaian Kunci kontak ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang
dikeluarkan oleh sumber tegangan melalui Kunci Kontak, dengan mengukur
tegangan keluaran dari Kunci Kontak saat keadaan On atau Off menggunakan
[Link] pengujian yang dilakukan tegangan masuk dari sumber
tegangan sebesar 12V DC kemudian tegangan 12V DC itu melewati Kunci Kontak
dan diubah oleh Regulator menjadi 5V DC. Setelah dilakukan pengukuran maka
diperoleh besarnya tegangan keluaran sebesar [Link] begitu dapat dipastikan
apakah terjadi kesalahan terhadap rangkaian atau tidak. Jika diukur, hasil dari
keluaran tidak murni sebesar +5 Volt dikarenakan beberapa faktor, diantaranya
kualitas dari tiap-tiap komponen yang digunakan tidak stabil. Di bawah ini dapat
dilihat tabel dan gambar tegangan pada rangkaian Kunci Kontak yang digunakan
pada saat pengujian.
Tabel 4.2 Pengujian Tegangan Input Dan Ouput Pada Rangkaian Kunci
Kontak Dalam Kondisi On Atau Off
Kondisi Input Output
Kunci Kontak IC Regulator 7805 (volt) IC Regulator
7805 (volt)
On 11,99 4,82
Off 0,00 0,00
(a) (b)
Gambar 4.2 Pengujian Tegangan Input Dan Output Pada Rangkaian Kunci
Kontak Dalam Kondisi On atau Off.
Kemudian setelah read signature telah berhasil maka mikrokontroller diuji lagi
dengan memberikan program sebagai berikut:
void setup(){
pinMode(LED_BUILTIN, OUTPUT);}
void loop() {digitalWrite(LED_BUILTIN,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(LED_BUILTIN, LOW);
delay(1000)
Ketika program tersebut dijalankan, maka PORTB5 akanbernilai “high”
selama satu detik dan dan “low” selama satu detik, dengan memberikan
indikator LED pada pin tersebut. Demikian maka mikrokontroller
ATMEGA328 telah berjalan dengan baik.
#include<SoftwareSerial.h>
#include<TinyGPS.h>
TinyGPS gps;
SoftwareSerial ss(0,1);
Void setup(){
[Link](9600);
[Link](9600);
[Link](“Pengujian Modul GPS NEO-6M”);
[Link](“Esra 160801075”);
[Link]();}
Void loop(){
bool newData=false;
unsigned long chars;
unsigned short sentences, failed;
for (unsigned long start = millis(); millis()- start
< 10000;){
while ([Link]()){
char c = [Link]();
if ([Link](c))
newData = true;}}
if(newData){
float flat, flon;
unsigned long age;
[Link]([Link]()==TinyGPS::GPS_INVALID_SA
TELIT ? 0:
[Link]());
[Link](“PREC=”);
[Link]([Link]()==TinyGPS_INVALID_SATELLITES
? 0 : [Link]());}
[Link](&chars, &sentences, &failed);
[Link](“CHARS=”);
[Link](chars);
[Link](SENTENCES=”);
[Link](sentences);
[Link](CSUM ERR=”);
[Link](failed);
If (chars==0)
[Link](“**No characters received from
GPS: check wiring**”);}
Output dari program ini dapat dilihat pada serial monitor software Arduino. Nilai
yang keluar dari serial monitor pada pengujian berupa nilai latitude/garis lintang
dan longtitude/garis bujur. Pengujian yang ditampilkan serial monitor dapat
dilihat pada tabel dan gambar berikut:
Gambar 4.4 Pengujian Modu GPS Neo-6M Pada Serial Software Arduino
delay(1000);
digitalWrite(stater, LOW);
delay(1000);}
(a) (b)
Gambar 4.5 Pengujian Relay Starter Pada Saat (a) Aktif dan (b) Tidak Aktif
void setup(){
pinMode(10,OUTPUT);}
void loop(){
digitalWrite(10,HIGH);
delay(1000);
digitalWrite([Link]);
delay(1000);}
(a) (b)
Gambar 4.6 Pengujian Relay Kabel Kunci Kontak Pada Saat (a) Aktif dan
(b) Tidak Aktif
#include <GPRS_Shield_Arduino.h>
#include <SoftwareSerial.h>
#include <Wire.h>
#define PIN_TX 4
#define PIN_RX 5
#define BAUDRATE 9600
#define PHONE_NUMBER "085711144166"
#define MESSAGE "Tes SMS"
GPRS gprs(PIN_TX,PIN_RX,BAUDRATE);//RX,TX,BaudRate
void setup() {
[Link]();
[Link](9600);
while(![Link]()) {
delay(1000);
[Link]("Initialization failed!");
}
while(![Link]())
{
delay(1000);
[Link]("Network has not registered yet!");
}
[Link]("gprs initialize done!");
[Link]("start to send message ...");
Gambar 4.7 Pengujian Modul GSM SIM 800 Pada Tampilan SMS User
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil perancangan sistem hingga pengujian dan pembahasan sistem maka
penulis dapat menarik kesimpulan, antara lain:
1. Telah berhasil dirancang sebuah sistem keamanan sepeda motor dengan
fingerprint sensor menggunakan mikrokontroler ATMega328 dengan
memanfaatkan SMS dan GPS.
2. Berdasarkan pengujian tidak sembarangan orang yang dapat menghidupkan
dan mematikan mesin kendaraan bermotor karna, sidik jari sipemilk
kendaraan yang hanya terdeteksi.
3. Berdasarkan pengujian maka untuk mengatasi masalah terjadinya kehilangan
kunci motor yang menyebabkan motor tidak bisa (dihidupkan) bisa di
gantikan dengan hanya dengan menscan sidik, maka kendaraan dapat
dihidupkan.
4. Berdasarkan pengujian maka untuk membuat alat sistem keamanan pada
sepeda motor menggunakan gps untuk mengetahui lokasi sepada motor
berada.
5.2 Saran
Setelah melakukan penelitian, diperoleh beberapa hal yang dapat dijadikan saran
untuk melakukan penelitian ini lebih lanjut yaitu:
1. Untuk pengembangan lebih lanjut, perlu diaplikasikan langsung di
sepeda motor secara nyata.
2. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem GPS dapat diaplikasikan
langsung dengan pihak kepolisian sehingga dapat membantu pihak
kepolisian dapat mengurangi pencurian kendaraan bermotor yang
saat ini sangat marak terjadi.
3. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem GPS lebih diakuratkan
sistem jaringannya, dan dapat di pakai pada saat di dalam ruangan
dan cuaca hujan.
DAFTAR PUSTAKA
Febrianto AR. 2017. Sistem Pengaman Sepeda Motor Menggunakan SMS Gateway
Dan GPS. [Tugas Akhir]. Batam: Politeknik Negeri Batam, Program Studi
Teknik Elektronika.
Marsudi D. 2006. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Graha Ilmu. Yogyakarta
Ferdynal. 2015. Mikrokontroler ATMega328 [serial online].
[Link] [07 Feb
2018].
Ma’ arif S. 2016. Sistem Pelacak Mobil Berbasis Mikrokontroler Dengan Pelaporan
Melalui SMS. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, Jurusan
Teknik Informatika.
Wijaya, surya purba,dkk. 2010. Alat pelacak lokasi berbasis gps viaKomunikasi
seluler. Universitas dipenogoro semarang.
Pangestu A, sumardi, sudjadi. 2014. Perancangan Alat Pengaman dan Tracking
Kendaraan Sepeda Motor Dengan Menggunakan Mikrokontroller
ATMega544PA. TRANSIENT, 3: 433-441.
Budiharto, widodo. 2005. Panduan lengkap belajar mikrokpntroler perancangan
dan aplikasi mikrokontroler. Jakarta : Gramedia putra.
Oroh joyner R. 2014. Rancang bangun sistem keamanan motor denganPengenalan
sidik jari. Universitas sumatera barat.
Gusmanto. 2016. Rancang bangun sistem peringatan dini dan pelacakan pada
Kendaraan sepeda motor dengan menggunakan mikrokontroler Arduino nano
Yudhistira, Himsa. 2015. Pembuatan Mab (Motor Anti Begal) Sebagai Control
Sepeda Motor Melalui Smartponsel. Jurnal skripsi Universitas AMIKOM
Yogyakarta.
LAMPIRAN
Lampiran 1
Gambar Rangkaian Keseluruhan
Lampiran 2
Kode Program Keseluruhan Sistem
//gps
#include <TinyGPS++.h>
#include <SoftwareSerial.h>
#include <Wire.h>
#include <Adafruit_Fingerprint.h>
#include <GPRS_Shield_Arduino.h>
staticconstintRXPin = A5, TXPin = A4;
staticconst uint32_t GPSBaud = 9600;
TinyGPSPlusgps;
SoftwareSerialss(RXPin, TXPin);
//finger
SoftwareSerialmySerial(12, 11);
Adafruit_Fingerprint finger =
Adafruit_Fingerprint(&mySerial);
//modulgsm
#define PIN_TX 4
#define PIN_RX 5
#define BAUDRATE 9600
#define PHONE_NUMBER "085711144166"
#define MESSAGE "Esra - 160801075"
GPRS gprs(PIN_TX,PIN_RX,BAUDRATE);
constint buzzer = 13;
unsigned long previousMillis = 0; // will store last time
LED was updated
const long interval = 500;
int buzz = LOW;
intsalah=0;
boolean taken;
booleanhidup=0;
intdetek=0;
intdeteksi=0;
booleanulang;
charlati[20];
charlngi[20];
floatlaat;
floatlnng;
char messages[160];
//
#define cek_kontak A0
#define kontak A2
#define starter A3
void setup()
{
pinMode(cek_kontak, INPUT);
pinMode(kontak, OUTPUT);
pinMode(starter, OUTPUT);
digitalWrite(kontak, HIGH);
digitalWrite(starter, HIGH);
digitalWrite(cek_kontak, LOW);
[Link](9600);
//gps
[Link](GPSBaud);
//finger
[Link](57600);
[Link]();
if ([Link]()) {
[Link]("Found fingerprint sensor!");
} else {
[Link]("Did not find fingerprint sensor :(");
while (1);
}
//gprsSerial
[Link]();
[Link]();
while(![Link]()) {
delay(1000);
[Link]("Initialization failed!");
}
while(![Link]())
{
delay(1000);
[Link]("Network has not registered yet!");
}
void loop()
{
//delay(1000);
[Link]();
while ([Link]() > 0)
if ([Link]([Link]()))
displayInfo();
voiddisplayInfo()
{
[Link](F("Location: "));
if ([Link]())
{
dtostrf([Link](), 1, 6, lati);
dtostrf([Link](), 1, 6, lngi);
[Link](); //fingerprint
getFingerprintID();
}
else
{
[Link](F("INVALID"));
dtostrf(0, 1, 6, lati);
dtostrf(0, 1, 6, lngi);
[Link](); //fingerprint
getFingerprintID();
} //end else
strcpy(messages,
"[Link]
// strcpy(messages, "tes");
strcat(messages,lati);
strcat(messages,"+");
strcat(messages,lngi);
strcat(messages,"");
[Link](lati);
[Link](lngi);
buzzeRp();
detek=digitalRead(cek_kontak);
[Link]("cekkontak ");[Link](detek);
if ( detek==1 &&hidup==0)deteksi=1;
[Link]("deteksipaksa ");[Link](deteksi);
if (deteksi==1){
for(int x=0;x<10;x++){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(50);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(50);
}
if(ulang==0){
[Link]();
[Link]("start to send message ...");
[Link]("085711144166",messages);
// [Link]("081376425352",messages);
ulang=1;}
}//end if deteksipaksa
} //end DisplayInfo
uint8_tgetFingerprintID() {
uint8_t p = [Link]();
switch (p) {
case FINGERPRINT_OK:
[Link](" Image taken");
beep();taken=1;
break;
case FINGERPRINT_NOFINGER:
// [Link](" No finger detected");
return p;
case FINGERPRINT_PACKETRECIEVEERR:
[Link](" Communication error");
return p;
case FINGERPRINT_IMAGEFAIL:
[Link](" Imaging error");
return p;
default:
[Link](" Unknown error");
return p;
}
// OK success!
p = finger.image2Tz();
switch (p) {
case FINGERPRINT_OK:
[Link]("Image converted");
break;
case FINGERPRINT_IMAGEMESS:
[Link]("Image too messy");
return p;
case FINGERPRINT_PACKETRECIEVEERR:
[Link]("Communication error");
return p;
case FINGERPRINT_FEATUREFAIL:
[Link]("Could not find fingerprint features");
return p;
case FINGERPRINT_INVALIDIMAGE:
[Link]("Could not find fingerprint features");
return p;
default:
[Link]("Unknown error");
return p;
}
// OK converted!
p = [Link]();
if (p == FINGERPRINT_OK) {
[Link]("Found a print match!"); //DISINI KALAU
SCAN FINGER BENAR
salah=0;deteksi=0;ulang=0;
[Link]("salah=");[Link](salah);
if (hidup == 0) {
digitalWrite(buzzer, LOW);
digitalWrite(kontak, LOW);
for(int x=0;x<5;x++){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(900);
}
digitalWrite(starter, LOW);
delay(1500);
digitalWrite(starter, HIGH);
hidup = 1;
} else {
hidup = 0;
digitalWrite(kontak, HIGH);
}
} else if (p == FINGERPRINT_PACKETRECIEVEERR) {
[Link]("Communication error");
return p;
} else if (p == FINGERPRINT_NOTFOUND) {
// found a match!
[Link]("Found ID #");
[Link]([Link]);
[Link](" with confidence of ");
[Link]([Link]);
}
voidbuzzeRp(){
unsigned long currentMillis = millis();
if (currentMillis - previousMillis>= interval) {
previousMillis = currentMillis;
if (salah>=3){
if (buzz == LOW) {
buzz = HIGH;
} else {
buzz = LOW;
}
// set the LED with the ledState of the variable:
digitalWrite(buzzer, buzz);
if(taken==1){
[Link]();
[Link]("start to send message ...");
[Link]("085711144166",messages);
taken=0;
}
}
}
}
void beep(){
digitalWrite(buzzer, HIGH);
delay(50);
digitalWrite(buzzer, LOW);
delay(50);
Lampiran 3
Gambar Pengujian Rangkaian Keseluruhan