0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan15 halaman

Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas XYZ

Artikel ini membahas perancangan sistem informasi pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas XYZ untuk memudahkan proses pendaftaran pasien, pencarian data pasien, dan pengelolaan rekam medis secara digital. Metode yang digunakan adalah model Waterfall dengan tahapan analisis menggunakan observasi dan wawancara, serta perancangan menggunakan flowchart, ERD, dan DFD.

Diunggah oleh

SIMON 12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan15 halaman

Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas XYZ

Artikel ini membahas perancangan sistem informasi pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas XYZ untuk memudahkan proses pendaftaran pasien, pencarian data pasien, dan pengelolaan rekam medis secara digital. Metode yang digunakan adalah model Waterfall dengan tahapan analisis menggunakan observasi dan wawancara, serta perancangan menggunakan flowchart, ERD, dan DFD.

Diunggah oleh

SIMON 12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)

Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020


E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Perancangan Sistem Informasi


Pelayanan Kesehatan UPTD Puskesmas XYZ
Dudi Awallludin1, Agustin Eka Wulandari2
Program Studi Sistem Informasi, STMIK Rosma, Karawang, Indonesia1
Program Studi Manajemen Informatika, STMIK Rosma, Karawang, Indonesia2
Email : dudi@[Link].id1, agustin_ekawulandari@[Link].id2

Abstrak
UPTD Puskesmas XYZ merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
melayani 1034 pasien pada bulan Desember 2016. Untuk melakukan pengolahan data sebanyak itu
masih dilakukan secara manual di mulai dari pendaftaran sampai pencatatan rekam medis (RM).
Pengelolaan data pasien dan rekam medis masih menggunakan formulir untuk melakukan
pendaftaran dan mencatat data pasien pada buku 1034 pasien pada bulan Desember 2016. Melihat
beban bagian pendaftaran dalam mencatat pendaftaran dan pencarian data pasien serta pencarian
Kartu Status Pasien (KSP) harus dilakukan secara manual. Model Waterfall merupakan salah satu
model dalam pengembangan sistem, dimulai dengan pengumpulan data dengan menggunakan
metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumentasi atas sistem yang berjalan.
Tahapan berikutnya perancangan sistem, alat yang digunakan adalah flowchart, Entity
Relationship Diagram (ERD), dan Data Flow Diagram (DFD). Perancangan sistem pelayanan
kesehatan berbasis web ini diharapkan dapat dibangun suatu sitem untuk menunjang di bagian
pendaftaran dalam memudahkan melakukan pencarian data pasien serta pengelolaan dari data
pasien hingga rekam medis dengan cepat, tepat dan akurat.

Kata Kunci : sistem informasi, pelayanan kesehatan, puskesmas.

Abstract
The UPTD Puskesmas XYZ is one of the first-level health service centers that served 1034 patients
in December 2016. To do so much data processing is still done manually, starting from registration
to recording medical records (RM). Management of patient data and medical records still uses
forms to register and record patient data of 1034 patients in December 2016. Seeing the burden of
the registration section in recording registration and searching of patient data and searching for
Kartu Status Pasien (KSP) must be done manually. The Waterfall Model is one of the models in the
development of the system, starting with the stages of data collection using the method of
observation, interviews, literature study, and documentation studies of the running system. The next
stage is system design, the tools used are flowcharts, Entity Relationship Diagrams (ERD), and
Data Flow Diagrams (DFD). Health service system design web based is expected to built a system
to assist the registration in facilitate the search for patient data and management from patient data
to medical record quickly, precisely and accurately.

Keywords : information systems, health care, puskesmas

1. Pendahuluan
Penerapan Teknologi Informasi saat ini tidak hanya pada jenis kegiatan tertentu.
Akan tetapi telah memasuki semua jenis kegiatan usaha seperti Pemerintahan,
Perdagangan serta Perindustrian sekalipun, termasuk Dinas Kesehatan yang dibawah
naungan Pemerintahan Daerah, dimana Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD) yang berkaitan dengan diperolehnya informasi kesehatan. Sistem informasi
kesehatan pada puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk

doi: 10.34010/jamika.v10i2 187


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan kegiatan manajemen


puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya [1].
Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga
membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh
dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok [2].
Masyarakat yang terdapat di lingkungan pedesaan merupakan salah satu wilayah kerja
puskesmas dalam pelayanan gangguan kesehatan dan kecelakaan [3].
Penelitian yang sudah pernah dilakukan mengenai sistem informasi pelayanan
kesehatan diantaranya : penelitian tentang pemaparan pendaftaran pasien rawat jalan untuk
pasien Jamkesmas dan Askes PNS yang belum memanfaatkan sistem informasi.
Kesimpulan hanya merancang pendaftaran pasien dan Laporan kunjungan pasien [4],
penelitian tentang pembuatan indeks penyakit, indeks tindakan, indeks dokter, dan indeks
pasien secara otomatis serta pembuatan laporan tentang 10 besar penyakit tercatat pada
rekam medis [5], penelitian ini membahas tentang perancangan sistem pelayanan
kesahatan prima terpadu di Kediri, menitikberatkan pada pembahasan pengelolaan data
administrasi pasien, menggunakan perancangan database conceptual dan logical,model
[6], penelitian berikutnya yaitu penelitian tentang digitalisasi surat rujukan pada suatu
puskesma di Garut sehingga dapat mempermudah dalam pembuatan dan pengarsipan surat
rujukan [7], serta penelitian pada jurnal ini mentitikberatkan pada digitalisasi Rekam
Medis sehingga mempermudah dalam pembuatan laporan [8].
Puskesmas seringkali tidak kita manfaatkan secara maksimal, dikarenakan pelayanan
yang diberikan oleh pihak terkait terkadang kurang memuaskan. Khususnya pada
pengelolaan data pasien, mulai dari pendaftaran, pembuatan rujukan hingga pengarsipan
rekam medis pasien. Setiap data yang seharusnya ada dan disimpan di Puskesmas
seringkali tidak kita temui atau sulit untuk dicari. Selain itu, sering terjadi keterlambatan
dan kesulitan dalam memberikan pelaporan kepada petugas Sistem Pencatatan dan
Pelaporan Puskesmas (SP3) dikarenakan sistem yang digunakan belum menggunakan
komputer. Agar bisa lebih mengoptimalkan sistem tersebut, dibutuhkan pengembangan
sistem dengan menggunakan teknologi informasi. Dengan adanya pengembangan sistem
dari sistem manual ke sistem terkomputerisasi maka diharapkan informasi yang diperoleh
akan lebih cepat, akurat, dan efisien.

2. Kajian Pustaka
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel
yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu [9].
Sedangkan informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan
berarti bagi penggunanya [10]. Berdasarkan definisi sistem dan informasi, maka yang
dimaksud dengan sistem informasi adalah sejumlah komponen (manusia, komputer,
teknologi informasi dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi
informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan [11].
Untuk pengembangan sistem kita mengenal dengan istilah System Development Life
Cycle (SDLC) yang merupakan proses pengembangan atau mengubah suatu sistem
perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodelogi yang digunakan orang
untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya [12]. Perancangan
merupakan salah satu tahapan paling penting dalam pengembangan, Menurut Azhar
Susanto dalam Akhmad Syukron dan Noor Hasan [13] menjelaskan bahwa perancangan

doi: 10.34010/jamika.v10i2 188


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah
dipilih selama tahap analisis.

3. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan system adalah dengan
Model Waterfall sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau daur
hidup klasik (classic life cycle). Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang
dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan seperti terlihat
dalam gambar 1 dibawah ini. Pada model Waterfall tahapan yang akan dibahas adalah
sebagai berikut :

3.1 Tahapan Analisis


Pada Tahapan ini hanya mengambil pada kegiatan pengumpulan data. Metode
pengumpulan data dengan menggunakan metode Observasi dilakukan untuk mendapatkan
prosedur aktifitas pada sistem pelayanan kesehatan UPTD Puskesmas XYZ dari kegiatan
observasi tersebut dapat diketahui kesalahan atau proses dan kegiatan tersebut dan metode
wawancara untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka penulis melakukan suatu
metode tanya jawab dengan karyawan dengan semua kegiatan yang berhubungan dengan
pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas XYZ.

3.2 Tahapan Perancangan (Desain)


Tahapan perancangan/desain yang terdapat pada gambar 1 merupakan tahapan yang
mentranslasikan kebutuhan sistem dari tahap analisis kemudian di representasi ke dalam
desain agar dapat diimplementasikan, tools yang dipergunakan dalam perancangan adalah
DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relationship Diagram) sebagai rancangan model
relasi antar database, Rancangan Basis Data, Rancang Input dan Output.

Gambar 1 Model Waterfall

4. Hasil Dan Pembahasan


Pada bagian ini akan dijelaskan hasil dan pembahasan berdasarkan tahapan yang
terdapat pada metode penelitian. Tahapan pada pembahasan ini hanya mencakup Tahapan
Analisis dan Perancangan.
4.1 Tahapan Analisis
Tahapan ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data, dokumen dan prosedur.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 189


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

4.1.1 Pengumpulan Data


Hasil dari pengumpulan data dan dokumen dilakukan berdasarkan sumber daya
manusia puskesmas terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan[1]. Jenis dan
jumlah tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan dihitung berdasarkan analisis beban
kerja, dengan mempertimbangkan jumlah pelayanan yang diselenggarakan, jumlah
penduduk dan penyebarannya, karakteristik wilayah kerja, ketersediaan fasilitas pelayanan
kesehatan dan pembagian waktu kerja. Tenaga medis yang dimiliki oleh UPTD Puskesmas
XYZ adalah tiga puluh sembilan (39) orang seperti ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1 Tenaga Medis


Jabatan Jumlah
Perawat 12 orang
Dokter Umum 5 orang
Dokter Gigi 3 orang
Tenaga Laboran 3 orang
Tenaga Apotek 2 orang
Bidan Desa 10 orang
Staff 7 orang
Total 39 orang
Sumber : UPTD Puskesmas XYZ, 2016

Program pokok puskesmas dilaksanakan sesuai dengan kemampuan tenaga maupun


fasilitasnya [14]. UPTD Puskesmas XYZ memiliki sebelas (11) jenis Fasilitas pelayanan
yang bisa didapatkan oleh masyarakat seperti terlihat pada Tabel 2. Selain itu juga setiap
tahun diadakan program kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk
masyarakat dilingkungan UPTD Puskesmas XYZ.

Tabel 2 Jenis Fasilitas Layanan


No Jenis Layanan
1. Poli Umum
2. Poli Gigi
3. Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
4. TB/Paru
5. UGD
6. PONED
7. Kesehatan Keliling
8. Laboratorium
9. Apotek
10. Rawat Inap
11. ISPA/Diare
Sumber : UPTD Puskesmas XYZ, 2005

Pada Tabel 3 menggambarkan bahwa UPTD Puskesmas XYZ di setiap bulan rata-
rata bisa mencapai 1034 pasien pada poli. Rata-rata pasien yang mendaftar sekitar dua
puluh (20) hingga tiga puluh (30) pasien pada setiap harinya.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 190


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Tabel 3 Jumlah Kunjungan Pasien pada setiap Poli


No Poli Pasien %
1. Poli Umum 357 34,52%
2. Poli Gigi 199 19,24%
3. Poli Kes. Ibu & Anak (KIA) 440 42,55%
4. TB/Paru 38 3,67%
Jumlah 1,034 100
Sumber : Laporan kunjungan pasien per Desember 2016

4.1.2 Pengumpulan Dokumen


Dokumen yang terkait dengan kegiatan pelayanan UPTD Puskesmas XYZ ada 15
dokumen seperti formulir pendaftaran pasien, kartu tanda penduduk, kartu
BPJS/JKM/KIS/SKTM, kartu pasien, kartu status pasien (KSP), buku status pasien, surat
rujukan, buku surat rujukan, laporan kunjungan, laporan status pasien, laporan data
penyakit, laporan rurat rujukan (LSR), laporan data penyakit bulanan, laporan kegiatan
pelayanan puskesmas.

4.1.3 Prosedur-prosedur Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan


Setelah dilakukan pengamatan/observasi terhadap sistem yang sedang berjalan
diperoleh beberapa prosedur, yaitu :
Prosedur Pendaftaran Pasien Baru
1. Calon pasien
a. Formulir pendaftaran yang sudah terisi diberikan kepada bagian pendaftaran beserta
kartu identitas dan kartu keluarga
b. Menerima kartu pasien dari bagian pendaftaran
2. Bagian pendaftaran
a. Menerima formulir pendaftaran, kartu identitas dan kartu keluarga dari calon pasien
b. Mengecek data pasien di database
c. Jika data pasien ada, input data formulir pendaftaran dan poli tujuan
d. Jika data pasien tidak tersedia, formulir pendaftaran invalid
e. Mencetak kartu pasien
f. Memberikan kartu pasien, kartu identitas dan kartu keluarga kepada pasien

Prosedur Pendaftaran Pasien Lama


1. Pasien
a. Memberikan kartu pasien kepada bagian pendaftaran
b. Menerima kartu pasien dari bagian pendaftaran
c. Melampirkan kartu BPJS
2. Bagian Pendaftaran
a. Menerima kartu pasien
b. Mengecek kategori pasien
c. Jika pasien umum, cek data pasien pada database
d. Jika bukan pasien umum, lampirkan kartu BPJS
e. Input poli tujuan pasien
f. Memberikan kartu pasien dan kartu jaminan kesehatan (jika ada) kepada pasien

doi: 10.34010/jamika.v10i2 191


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Prosedur Pemeriksaan Pasien


1. Pasien
a. Kartu pasien diberikan kepada bagian pendaftaran.
b. Menerima kartu pasien setelah bagian pendaftaran mencetak kartu status pasien.
c. Menerima surat rujukan dari perawat
2. Bagian Pendaftaran
a. Menerima kartu pasien.
b. Cari kartu status pasien.
c. Jika ada, kartu status pasien diberikan kepada perawat.
d. Jika tidak ada, cetak kartu status pasien.
e. Mengembalikan kartu pasien setelah kartu status pasien dicetak
f. Menerima kartu status pasien yang sudah terisi dari perawat
g. Mengarsipkan kartu status pasien
3. Perawat
a. Menerima kartu status pasien dari bagian pendaftaran.
b. Memberikan katru status pasien kepada dokter
c. Menerima kartu status pasien yang sudah diisi dari dokter
d. Input hasil diagnosa pada database
e. Memberikan kartu status pasien yang sudah terisi kepada bagian pendaftaran
f. Menerima surat rujukan dari dokter
g. Input data surat rujukan dari dokter
h. Memberikan surat rujukan kepada pasien
4. Dokter
a. Menerima kartu status pasien dari perawat
b. Mencatat hasil diagnosa pasien
c. Jika diperlukan tindakan lanjut, buat surat rujukan
d. Jika tidak diperlukan tindakan lanjut, berikan kartu status pasien yang sudah terisi
diagnosa kepada perawat
e. Memberikan surat rujukan kepada perawat.

Prosedur Pelaporan
1. Bagian Pendaftaran
a. Mencetak laporan dari database pasien dan poli
b. Laporan kunjungan pasien diberikan kepada petugas SP3.
2. Perawat
a. Mencetak laporan dari database rekam medis.
b. Laporan status pasien, laporan data penyakit dan laporan surat rujukan diberikan
kepada petugas SP3.
3. Petugas SP3
a. Menerima laporan kunjungan pasien dari bagian pendaftaran.
b. Menerima laporan status pasien, laporan data penyakit dan laporan surat rujukan dari
perawat
c. Membuat laporan kunjungan pasien menjadi LB4, laporan status pasien dan laporan
data penyakit menjadi LB1
d. Memberikan hasil klasifikasi laporan kepada kepala puskesmas
4. Kepala Puskesmas
a. Menerima hasil laporan dari petugas SP3
b. Mengarsipkan laporan surat rujukan
doi: 10.34010/jamika.v10i2 192
Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

c. Memberikan cap dan tanda tangan pada laporan


d. Setiap periode laporan LB1 dan LB4 diberikan kepada Dinas Kesehatan

4.2 Tahapan Perancangan


Pada tahapan ini alat yang digunakan adalah mulai dari DFD (Data Flow Diagram),
ERD (Entity Relationship Diagram) sebagai rancangan model relasi antar database,
sampai Rancang Input dan Output.

4.2.1 Data Flow Diagram (DFD)


Penggambaran sistem baik itu secara manual maupun terkomputerisasi dengan
menggunakan diagram disusun berdasarkan komponen-komponen sistem yang saling
berinteraksi sesuai dengan aturan [9].

1. Diagram Konteks
Penggambaran sistem informasi secara umum digambarakan dengan menggunakan
Diagram Konteks (DK). Pada DK seperti pada gambar 2 memiliki 4 entitas luar yang
berinteraksi dengan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan (SIYANKES). Entitas Luar
tersebut yaitu : Calon Pasien, Pasien, Dokter, Kepala Puskesmas ([Link]).

Calon pasien FP+KTP+KK KP Pasien


BPJS

FP_Invalid
0
KP+KTP+KK KP
Sistem Pelayanan Kesehatan

Permintaan_Laporan
Surat_Rujukan
KSP_ISI

LSR
[Link] LB1
KSP Dokter
LB4

Gambar 2 Diagram Konteks

2. Data Flow Diagram (DFD) Level 1


DFD level 1 pada SIYANKES memiliki tiga proses utama seperti yang terlihat pada
gambar 3, yaitu Pendaftaran, Pemeriksaan, dan Pelaporan. Proses Pendaftaran (P1)
memproses data pasien dan calon pasien yang akan berobat, kemudian meng-update data
store Poli dan Pasien. Proses Pemeriksaan (P2) mendapatkan data masukan dari Pasien dan
Dokter yang hasil prosesnya disimpan dalam data store Pasien, Karyawan, dan Rekam
Medis (RM). Proses yang ketiga Pelaporan (P3) membuat laporan LSR, LB1, dan LB4
yang memproses data dari datastore Poli, Pasien, dan RM.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 193


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Calon pasien FP+KTP+KK Poli

1.0
FP Invalid
Pendaftaran

KP+KTP+KK
BPJS

Pasien

Pasien KP

2.0 Karyawan
KP
Pemeriksaan

KSP

Dokter KSP_ISI
Surat_Rujukan

RM

LSR
3.0
[Link] LB1
Pelaporan
LB4

Gambar 3 Data Flow Diagram Level 0

4.2.2 Entity Relationship Diagram (ERD)


ERD merupakan penggambaran hubungan antar data ddari suatu database. ERD
SIYANKES adalah seperti yang terlihat pada gambar 8 dengan penjelasan sebagai berikut :
Relasi entitas pasien dengan entitas poli memiliki hubungan antar entitas Many to Many
dimana beberapa pasien dapat mendaftar dibeberapa poli begitu juga sebaliknya.
Relasi entitas poli dengan entitas karyawan memiliki hubungan antar entitas One to Many.
Dimana satu poli bisa dikelola oleh beberapa karyawan, begitu juga sebaliknya beberapa
karyawan hanya bisa mengelola hanya satu poli saja.
Relasi entitas pasien dengan entitas rekam medis memiliki hubungan antar entitas
One to Many. Dimana satu pasien bisa memiliki lebih dari satu atau beberapa rekam medis.
Dikarenakan setiap lima tahun terjadi pergantian rekam medis. Relasi entitas rekam medis
dengan entitas rekam medis detail memiliki hubungan antar entitas One to Many. Dimana
satu rekam medis dapat memiliki beberapa detail atau rincian hasil dari diagnosa.
Pada gambar 4, entitas pasien dengan entitas surat rujukan memiliki hubungan antar
entitas One to Many. Dimana satu pasien bisa tidak mendapatkan atau mendapatkan satu
atau lebih surat rujukan.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 194


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

password tgllahir
norujukan nmkaryawan akses
jk alamat
tmptlahir NIP notelp
nmpasien Surat Rujukan
kdkaryaw
an jenisuser
kdrs

Karyawan

norujukan

Mendapatkan norm

norm tglrujuk
nmpasien nopasien
nopasien tgldaftar kdpoli nmpoli Dikelola
tmptlahir NIK nodaftar
kdpoli
tgllahir noKK

alamat nmKK Pasien Mendaftar Poli

pekerjaan goldar
nobpjs
notelp
jk
status
nopasien

Memiliki norm

tglbuat

norm
norm tglperiksa
norm
anamnesa

kdpoli Rekam Medis Memiliki Rekam Medis Detail diagnosa

teraphi
NIP

ket

Gambar 4 Entity Relationship Diagram


4.2.3 Perancangan Antarmuka/Interface
Adapun perancangan antarmuka terdiri atas dua (2) yaitu perancangan masukan dan
perancangan keluaran.
1. Perancangan Masukan/Input
Perancangan masukan yang dirancang berdasarkan dokumen dan rancangan database
yang sudah dirancang pada pembahasan diatas.
a. Data Karyawan
Rancangan masukan pada gambar 5 berfungsi untuk memasukan seluruh data
karyawan yang ada pada puskesmas tersebut. Proses pemasukan data dimulai dari
memasukan Nomor Induk Pegawai (NIP) kemudian memasukan Nama Karyawan dan
seterusnya sesuai dengan urutan yang terdapat pada Tabel 4.

Gambar 5 Rancangan Masukan Data Karyawan

doi: 10.34010/jamika.v10i2 195


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Tabel 4 Penjelasan Gambar Rancangan Masukan Data Karyawan


No. Label Komponen Panjang Keterangan
1 NIP Textfield 18 Input Nomor Induk Pegawai
2 Nama Karyawan Textfield 6 Input Nama Karyawan
3 Jenis Kelamin Option 1 Laki-laki dan Perempuan
4 Alamat Textfield 50 Input Alamat Lengkap
5 Tempat Lahir Textfield 15 Input Tempat Lahir (Kabupaten)
6 Tanggal Lahir Textfield 10 Input Tgl Lahir (kalender)
7 No. Telp Textfield 12 Input No Telepon/Handphone
8 Jenis User Combo 15 Input Posisi/jabatan user
9 Jenis Poli Combo 15 Input Poli Penempatan Karyawan
10 Akses Combo 12 Input hak akses sistem
11 Password Textfield 15 Input Password bagi user kary.

b. Pendaftaran Pasien
Rancangan masukan pendaftaran pasien ini diperuntukkan pendaftaran pasien saat
akan melakukan pemeriksaan pada UPTD Puskesmas bisa dilihat pada gambar 6 dibawah
ini. Proses pemasukan data dimulai dengan memasukan No. Pendaftaran terlebih dahulu
secara otomatis oleh system sehingga tidak akan terjadi no. pendaftaran ganda selanjutnya
memasikan No. Pasien sesuai dengan No yang tertera pada Kartu Pasien yang harus
dibawa setiap akan berobat. Selanjutnya urutan pemasukan data sesuai yang tertera pada
Tabel 5.

Gambar 6 Rancangan Masukan Data Pendaftarn Pasien

Tabel 5 Penjelasan Gambar Rancangan Masukan Data Pendaftaran Pasien


No. Label Komponen Panjang Keterangan
1 No. Pendaftaran Textfield 5 Input Nomor Pendaftaran
2 No. Pasien Textfield 5 Input Nomor Pasien
3 Tanggal Daftar Textfield 10 Input Tgl Pendaftaran (kalender)
4 No. Telp Textfield 12 Input No Telepon/Handphone
5 Poli Tujuan Combo 15 Input Poli Tujuan Pasien

c. Biodata Pasien
Biodata pasien merupakan data penting yang dibutuhkan oleh UPTD Puskesmas, oleh
karena itu dalam memasukan biodata pasien ini diperlukan suatu interface untuk
memudahkan memasukan data. Rancangan interface adalah seperti pada gambar 7.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 196


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Memasukan biodata pasien dimulai dengan memasukan No. Pasien, setelah itu memasukan
No. RM (Rekam Medis), memasukan No. Kartu Keluarga seterusnya sesuai dengan urutan
yang tertera pada Tabel 6.

Gambar 7 Rancangan Masukan Biodata Pasien

Tabel 6 Penjelasan Gambar Rancangan Masukan Biodata Pasien


No. Label Komponen Panjang Keterangan
1 No. Pasien Textfield 5 Input Nomor Pasien
2 No. Rekam Medis Textfield 6 Input No. Rekam Medis
3 No. KK Textfield 16 Input No Kartu Keluarga
4 Nama KK Textfield 50 Input Nama Kepala Keluarga
5 NIK Textfield 16 Input Nomor Induk Kependudukan
6 Nama Pasien Textfield 50 Input Nama Pasien
7 Tempat Lahir Textfield 15 Input Tempat Lahir (Kabupaten)
8 Tanggal Lahir Textfield 10 Input Tgl Lahir (kalender)
9 Jenis Kelamin Option 1 Pilih Laki-laki atau Perempuan
10 Alamat Textfield 50 Input Alamat Lengkap
11 No. Telp Textfield 12 Input No Telepon/Handphone
12 Golongan Darah Option 1 Pilih A, B, AB atau O
Pilih Status Pernikahan (Blm Kawin,
13 Status Option 1
Kawin, Janda, atau Duda)
10 Pekerjaan Combo 12 Pilih Jenis Pekerjaan
11 No. BPJS Textfield 13 Input No Kepesertaan BPJS

d. Rekam Medis
Seorang pasien harus memiliki catatan riwayat tindakan dan pelayanan yang
berisikan antara lain biodata pasien, hasil pemeriksaan, catatan pemberian obat[15].

doi: 10.34010/jamika.v10i2 197


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Perancangan untuk memasukan data Rekam Medis (RM) (gambar 8) Sembilan (9) fields
yang dimulai dengan memasukan No. pasien, kemuadian No. RM. Setelah itu anda bisa
memasukan nama poli dimana pasien itu diperiksa kemudian mamasukan NIP dokter yang
memeriksa, seterusnya fields seluruhnya berdasarkan urutan yang tercantum pada Tabel 7.

Gambar 8 Rancangan Masukan Rekam Medis

Tabel 7 Penjelasan Gambar Rancangan Masukan Rekam Medis


No. Label Komponen Panjang Keterangan
1 No. Pasien Textfield 5 Input Nomor Pasien
2 No. Rekam Medis Textfield 6 Input No. Rekam Medis
3 Tanggal Buat RM Textfield 10 Input Tgl Buat RM (kalender)
4 Nama Poli Combo 15 Input Poli Tujuan Pasien
5 NIP Textfield 18 Input NIP khusus Dokter
6 Anamnesa Textfield 200 Input Gejala dirasakan Pasien
7 Diagnosa Textfield 200 Input Hasil Pemeriksaan Dokter
8 Teraphi Textfield 200 Input Pengobatan Pasien
9 Keterangan Textfield 200 Input Catatan Tamb. hasil periksa

e. Surat Rujukan
Rancangan masukan seperti pada gambar 9 memberikan kemudahan kepada dokter
dalam membuat surat rujukan. Untuk membuat Surat Rujukan seorang dokter harus
memasukan No. Surat Rujukan terlebih dahulu, setelah itu No. RM seterusnya mengikuti
sesuai dengan urutan yang terdapat pada Tabel 8.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 198


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Gambar 9 Rancangan Masukan Surat Rujukan

Tabel 8 Penjelasan Gambar Rancangan Masukan Surat Rujukan


No. Label Komponen Panjang Keterangan
1 No. Surat Rujukan Textfield 10 Input Nomor Surat Rujukan ke RS
2 No. Rekam Medis Textfield 6 Input No. Rekam Medis
3 Tanggal Textfield 10 Input Tgl Buat Rujukan (kalender)
4 Nama Pasien Textfield 50 Input Nama Pasien
5 Kode RS Rujukan Textfield 5 Input Kode Rumah Sakit
6 Diagnosa Textfield 200 Input Hasil Pemeriksaan Dokter

2. Perancangan Keluaran/Output
Perancangan keluaran merupakan gambaran tentang keluaran yang disajikan oleh
sistem, baik berupa keluaran dilayar/display maupun keluaran yang berbentuk cetakan.
Dari seluruh rancangan keluaran yang ada rancangan keluaran yang berbentuk laporan
adalah sebagai berikut :

a. Laporan Kunjungan Pasien


Interface pada gambar 10 merupakan laporan kunjungan pasien kunjungan
pendaftaran maupun pemeriksaan pasien periode tertentu/rentang tanggal tertentu.

Gambar 10 Rancangan Keluar Laporan Kunjungan Pasien

doi: 10.34010/jamika.v10i2 199


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

b. Laporan Data Penyakit


Rancangan Laporan Data Penyakit ini menggambarkan keadaan jumlah pasien
berdasarkan jenis kelamin dengan jenis penyakit apa yang ditangani oleh setiap poli pada
periode tertentu. Rancangannya seperti pada gambar 11.

Gambar 11 Rancangan Keluaran Laporan Data Penyakit

c. Laporan Surat Rujukan


Rancangan keluaran Laporan Surat Rujukan seperti pada gambar 12 untuk mengetahui
surat rujukan yang dikeluarkan oleh UPTD puskesmas dalam periode tertentu.

Gambar 12 Rancangan Keluaran Laporan Surat Rujukan

3. Kesimpulan
Sistem informasi pelayanan kesehatan yang sudah dirancang diharapkan akan sangat
membantu dalam mempercepat pengelolaan pendaftaran pasien dan data Pasien, serta
mempermudah pengarsipan secara digital hasil pemeriksaan dokter agar meminimalisir
terjadinya kehilangan/rusak dokumen rekam medis, sehingga pelaporan kepada petugas
SP3 menjadi lebih mudah. Kendala yang sering terjadi adalah pada saat hasil rancangan ini
akan diimplementasikan yaitu sumber daya manusia yang akan mengoperasikan sistem
pelayanan kesehatan ini dari segi jumlah maupun kemampuan. Oleh sebab itu untuk
kelancaran pada tahap implementasi saya sarankan harus dilakukan pelatihan
pengoperasikan sistem ini untuk semua operator/pengguna.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 200


Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]

Daftar Pustaka
[1] R. Kemenkes, “Permenkes RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas,”
Kementrian Kesehat., 2014, doi: 10.1038/132817a0.
[2] M. F. Efendi, Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika, 2009.
[3] Kementrian Kesehatan RI, Permenkes RI Nomor 1 tahun 2012 tentang Sistem
Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. 2012.
[4] Z. Arifin and A. Kurniadi, “Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di
Puskesmas Juwana Kabupaten Pati Tahun 2012,” VisiKes UDINUS Semarang, vol.
12, no. 2, pp. 147–155, 2013.
[5] D. Budiarti, J. W. Fernanda, and M. C. Untoro, “Sistem Informasi Indeks Untuk
Rekam Medis,” J. MIKI Inst. Ilmu Kesehat. Bhakti Wiyata Kediri, vol. 3, no. 2, pp.
58–67, 2015.
[6] F. Rohman, A. B. Setiawan, and I. Fauzi, “Perancangan Sistem Pelayanan
Kesehatan Prima Puskesmas Terpadu Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri,” in
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia, 2014, pp. 2.10-2.19, ISSN :
2302-3805.
[7] Y. Purwasandina, E. Gunadhi, and D. Destiani Siti Fatimah, “Rancang Bangun
Sistem Informasi Pengelolaan Data Rujukan Pasien Untuk Puskesmas Pembangunan
Garut,” J. Algoritm., vol. 12, no. 2, pp. 393–397, 2015, doi:
10.33364/algoritma/v.12-2.393.
[8] B. Nugroho, S. H. Fitriasih, and B. Widada, “Sistem Informasi Rekam Medis di
Puskesmas Masaran I Sragen,” J. TIKomSiN, vol. 3, no. 2, pp. 49–56, ISSN : 2338-
4018, 2015, doi: 10.30646/TIKOMSIN.V3I2.203.
[9] T. Sutabri, Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta, 2012.
[10] Jeperson Hutahean, “Konsep Sistem Informasi - Jeperson Hutahaean - Google
Buku,” Deepublish. Deepublish, Yogyakarta, 2015.
[11] Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi, Revisi. Yogyakarta: Andi
Publisher, 2014.
[12] Rosa dan Shalahuddin, Rekayasa Perangkat Lunak (Terstrukur dan Berorientasi
Objek). Bandung: Informatika Bandung, 2016.
[13] A. Syukron and N. Hasan, “Perancangan Sistem Informasi Rawat Jalan Berbasis
Web Pada Puskesmas Winong,” J. Bianglala Inform., vol. 3, no. 1, pp. 28–34, ISSN
: 2338-9761, 2015, doi: 10.31294/bi.v3i1.574.
[14] R. I. Kementerian Hukum dan HAM, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44
Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas. 2016.
[15] Permenkes, “Permenkes No. 269/Menkes/Per/III/2008,” Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269. 2008.

doi: 10.34010/jamika.v10i2 201

Anda mungkin juga menyukai