Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas XYZ
Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas XYZ
Abstrak
UPTD Puskesmas XYZ merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
melayani 1034 pasien pada bulan Desember 2016. Untuk melakukan pengolahan data sebanyak itu
masih dilakukan secara manual di mulai dari pendaftaran sampai pencatatan rekam medis (RM).
Pengelolaan data pasien dan rekam medis masih menggunakan formulir untuk melakukan
pendaftaran dan mencatat data pasien pada buku 1034 pasien pada bulan Desember 2016. Melihat
beban bagian pendaftaran dalam mencatat pendaftaran dan pencarian data pasien serta pencarian
Kartu Status Pasien (KSP) harus dilakukan secara manual. Model Waterfall merupakan salah satu
model dalam pengembangan sistem, dimulai dengan pengumpulan data dengan menggunakan
metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumentasi atas sistem yang berjalan.
Tahapan berikutnya perancangan sistem, alat yang digunakan adalah flowchart, Entity
Relationship Diagram (ERD), dan Data Flow Diagram (DFD). Perancangan sistem pelayanan
kesehatan berbasis web ini diharapkan dapat dibangun suatu sitem untuk menunjang di bagian
pendaftaran dalam memudahkan melakukan pencarian data pasien serta pengelolaan dari data
pasien hingga rekam medis dengan cepat, tepat dan akurat.
Abstract
The UPTD Puskesmas XYZ is one of the first-level health service centers that served 1034 patients
in December 2016. To do so much data processing is still done manually, starting from registration
to recording medical records (RM). Management of patient data and medical records still uses
forms to register and record patient data of 1034 patients in December 2016. Seeing the burden of
the registration section in recording registration and searching of patient data and searching for
Kartu Status Pasien (KSP) must be done manually. The Waterfall Model is one of the models in the
development of the system, starting with the stages of data collection using the method of
observation, interviews, literature study, and documentation studies of the running system. The next
stage is system design, the tools used are flowcharts, Entity Relationship Diagrams (ERD), and
Data Flow Diagrams (DFD). Health service system design web based is expected to built a system
to assist the registration in facilitate the search for patient data and management from patient data
to medical record quickly, precisely and accurately.
1. Pendahuluan
Penerapan Teknologi Informasi saat ini tidak hanya pada jenis kegiatan tertentu.
Akan tetapi telah memasuki semua jenis kegiatan usaha seperti Pemerintahan,
Perdagangan serta Perindustrian sekalipun, termasuk Dinas Kesehatan yang dibawah
naungan Pemerintahan Daerah, dimana Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah
(UPTD) yang berkaitan dengan diperolehnya informasi kesehatan. Sistem informasi
kesehatan pada puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk
2. Kajian Pustaka
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel
yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu [9].
Sedangkan informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan
berarti bagi penggunanya [10]. Berdasarkan definisi sistem dan informasi, maka yang
dimaksud dengan sistem informasi adalah sejumlah komponen (manusia, komputer,
teknologi informasi dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi
informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan [11].
Untuk pengembangan sistem kita mengenal dengan istilah System Development Life
Cycle (SDLC) yang merupakan proses pengembangan atau mengubah suatu sistem
perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodelogi yang digunakan orang
untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya [12]. Perancangan
merupakan salah satu tahapan paling penting dalam pengembangan, Menurut Azhar
Susanto dalam Akhmad Syukron dan Noor Hasan [13] menjelaskan bahwa perancangan
adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah
dipilih selama tahap analisis.
3. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan system adalah dengan
Model Waterfall sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau daur
hidup klasik (classic life cycle). Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang
dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan seperti terlihat
dalam gambar 1 dibawah ini. Pada model Waterfall tahapan yang akan dibahas adalah
sebagai berikut :
Pada Tabel 3 menggambarkan bahwa UPTD Puskesmas XYZ di setiap bulan rata-
rata bisa mencapai 1034 pasien pada poli. Rata-rata pasien yang mendaftar sekitar dua
puluh (20) hingga tiga puluh (30) pasien pada setiap harinya.
Prosedur Pelaporan
1. Bagian Pendaftaran
a. Mencetak laporan dari database pasien dan poli
b. Laporan kunjungan pasien diberikan kepada petugas SP3.
2. Perawat
a. Mencetak laporan dari database rekam medis.
b. Laporan status pasien, laporan data penyakit dan laporan surat rujukan diberikan
kepada petugas SP3.
3. Petugas SP3
a. Menerima laporan kunjungan pasien dari bagian pendaftaran.
b. Menerima laporan status pasien, laporan data penyakit dan laporan surat rujukan dari
perawat
c. Membuat laporan kunjungan pasien menjadi LB4, laporan status pasien dan laporan
data penyakit menjadi LB1
d. Memberikan hasil klasifikasi laporan kepada kepala puskesmas
4. Kepala Puskesmas
a. Menerima hasil laporan dari petugas SP3
b. Mengarsipkan laporan surat rujukan
doi: 10.34010/jamika.v10i2 192
Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
E ISSN: 2655-6960 | P ISSN: 2088-4125
OJS: [Link]
1. Diagram Konteks
Penggambaran sistem informasi secara umum digambarakan dengan menggunakan
Diagram Konteks (DK). Pada DK seperti pada gambar 2 memiliki 4 entitas luar yang
berinteraksi dengan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan (SIYANKES). Entitas Luar
tersebut yaitu : Calon Pasien, Pasien, Dokter, Kepala Puskesmas ([Link]).
FP_Invalid
0
KP+KTP+KK KP
Sistem Pelayanan Kesehatan
Permintaan_Laporan
Surat_Rujukan
KSP_ISI
LSR
[Link] LB1
KSP Dokter
LB4
1.0
FP Invalid
Pendaftaran
KP+KTP+KK
BPJS
Pasien
Pasien KP
2.0 Karyawan
KP
Pemeriksaan
KSP
Dokter KSP_ISI
Surat_Rujukan
RM
LSR
3.0
[Link] LB1
Pelaporan
LB4
password tgllahir
norujukan nmkaryawan akses
jk alamat
tmptlahir NIP notelp
nmpasien Surat Rujukan
kdkaryaw
an jenisuser
kdrs
Karyawan
norujukan
Mendapatkan norm
norm tglrujuk
nmpasien nopasien
nopasien tgldaftar kdpoli nmpoli Dikelola
tmptlahir NIK nodaftar
kdpoli
tgllahir noKK
pekerjaan goldar
nobpjs
notelp
jk
status
nopasien
Memiliki norm
tglbuat
norm
norm tglperiksa
norm
anamnesa
teraphi
NIP
ket
b. Pendaftaran Pasien
Rancangan masukan pendaftaran pasien ini diperuntukkan pendaftaran pasien saat
akan melakukan pemeriksaan pada UPTD Puskesmas bisa dilihat pada gambar 6 dibawah
ini. Proses pemasukan data dimulai dengan memasukan No. Pendaftaran terlebih dahulu
secara otomatis oleh system sehingga tidak akan terjadi no. pendaftaran ganda selanjutnya
memasikan No. Pasien sesuai dengan No yang tertera pada Kartu Pasien yang harus
dibawa setiap akan berobat. Selanjutnya urutan pemasukan data sesuai yang tertera pada
Tabel 5.
c. Biodata Pasien
Biodata pasien merupakan data penting yang dibutuhkan oleh UPTD Puskesmas, oleh
karena itu dalam memasukan biodata pasien ini diperlukan suatu interface untuk
memudahkan memasukan data. Rancangan interface adalah seperti pada gambar 7.
Memasukan biodata pasien dimulai dengan memasukan No. Pasien, setelah itu memasukan
No. RM (Rekam Medis), memasukan No. Kartu Keluarga seterusnya sesuai dengan urutan
yang tertera pada Tabel 6.
d. Rekam Medis
Seorang pasien harus memiliki catatan riwayat tindakan dan pelayanan yang
berisikan antara lain biodata pasien, hasil pemeriksaan, catatan pemberian obat[15].
Perancangan untuk memasukan data Rekam Medis (RM) (gambar 8) Sembilan (9) fields
yang dimulai dengan memasukan No. pasien, kemuadian No. RM. Setelah itu anda bisa
memasukan nama poli dimana pasien itu diperiksa kemudian mamasukan NIP dokter yang
memeriksa, seterusnya fields seluruhnya berdasarkan urutan yang tercantum pada Tabel 7.
e. Surat Rujukan
Rancangan masukan seperti pada gambar 9 memberikan kemudahan kepada dokter
dalam membuat surat rujukan. Untuk membuat Surat Rujukan seorang dokter harus
memasukan No. Surat Rujukan terlebih dahulu, setelah itu No. RM seterusnya mengikuti
sesuai dengan urutan yang terdapat pada Tabel 8.
2. Perancangan Keluaran/Output
Perancangan keluaran merupakan gambaran tentang keluaran yang disajikan oleh
sistem, baik berupa keluaran dilayar/display maupun keluaran yang berbentuk cetakan.
Dari seluruh rancangan keluaran yang ada rancangan keluaran yang berbentuk laporan
adalah sebagai berikut :
3. Kesimpulan
Sistem informasi pelayanan kesehatan yang sudah dirancang diharapkan akan sangat
membantu dalam mempercepat pengelolaan pendaftaran pasien dan data Pasien, serta
mempermudah pengarsipan secara digital hasil pemeriksaan dokter agar meminimalisir
terjadinya kehilangan/rusak dokumen rekam medis, sehingga pelaporan kepada petugas
SP3 menjadi lebih mudah. Kendala yang sering terjadi adalah pada saat hasil rancangan ini
akan diimplementasikan yaitu sumber daya manusia yang akan mengoperasikan sistem
pelayanan kesehatan ini dari segi jumlah maupun kemampuan. Oleh sebab itu untuk
kelancaran pada tahap implementasi saya sarankan harus dilakukan pelatihan
pengoperasikan sistem ini untuk semua operator/pengguna.
Daftar Pustaka
[1] R. Kemenkes, “Permenkes RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas,”
Kementrian Kesehat., 2014, doi: 10.1038/132817a0.
[2] M. F. Efendi, Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika, 2009.
[3] Kementrian Kesehatan RI, Permenkes RI Nomor 1 tahun 2012 tentang Sistem
Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. 2012.
[4] Z. Arifin and A. Kurniadi, “Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di
Puskesmas Juwana Kabupaten Pati Tahun 2012,” VisiKes UDINUS Semarang, vol.
12, no. 2, pp. 147–155, 2013.
[5] D. Budiarti, J. W. Fernanda, and M. C. Untoro, “Sistem Informasi Indeks Untuk
Rekam Medis,” J. MIKI Inst. Ilmu Kesehat. Bhakti Wiyata Kediri, vol. 3, no. 2, pp.
58–67, 2015.
[6] F. Rohman, A. B. Setiawan, and I. Fauzi, “Perancangan Sistem Pelayanan
Kesehatan Prima Puskesmas Terpadu Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri,” in
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia, 2014, pp. 2.10-2.19, ISSN :
2302-3805.
[7] Y. Purwasandina, E. Gunadhi, and D. Destiani Siti Fatimah, “Rancang Bangun
Sistem Informasi Pengelolaan Data Rujukan Pasien Untuk Puskesmas Pembangunan
Garut,” J. Algoritm., vol. 12, no. 2, pp. 393–397, 2015, doi:
10.33364/algoritma/v.12-2.393.
[8] B. Nugroho, S. H. Fitriasih, and B. Widada, “Sistem Informasi Rekam Medis di
Puskesmas Masaran I Sragen,” J. TIKomSiN, vol. 3, no. 2, pp. 49–56, ISSN : 2338-
4018, 2015, doi: 10.30646/TIKOMSIN.V3I2.203.
[9] T. Sutabri, Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta, 2012.
[10] Jeperson Hutahean, “Konsep Sistem Informasi - Jeperson Hutahaean - Google
Buku,” Deepublish. Deepublish, Yogyakarta, 2015.
[11] Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi, Revisi. Yogyakarta: Andi
Publisher, 2014.
[12] Rosa dan Shalahuddin, Rekayasa Perangkat Lunak (Terstrukur dan Berorientasi
Objek). Bandung: Informatika Bandung, 2016.
[13] A. Syukron and N. Hasan, “Perancangan Sistem Informasi Rawat Jalan Berbasis
Web Pada Puskesmas Winong,” J. Bianglala Inform., vol. 3, no. 1, pp. 28–34, ISSN
: 2338-9761, 2015, doi: 10.31294/bi.v3i1.574.
[14] R. I. Kementerian Hukum dan HAM, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44
Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas. 2016.
[15] Permenkes, “Permenkes No. 269/Menkes/Per/III/2008,” Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269. 2008.