MAKALAH
PENGANTAR AKUNTANSI
PERUSAHAAN DAN PRINSIP AKUTANSI BERTERIMA UMUM
DISUSUN OLEH :
NAMA : M Rayhan Gibran
NIM : 01011282126139
PROGRAM STUDI : S1 MANAJEMEN
MATA KULIAH : PENGANTAR AKUNTANSI 1
DOSEN PENGAMPU : ARYANTO, SE,MTI, AK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG
FAKULTAS EKONOMI
PRGRAM STUDI MANAJEMEN
1
KATA PENGANTAR
Asaalamualikum [Link]. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan
nikmat selama ini, shalawat beriring salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi
Muhammad SAW yang telah memberikan suri tauladan yang [Link] makalah
yang MAKALAH Perusahaan dan Peinsip Akutansi Berterterima Umum yang ditugaskan
kepada kelompok kami akhir nya dapat diselesaikan [Link] ini sedikit
menggambarkan apa itu pendapatan nasional dan bagaimana juga mengelola pendapatan
nasional. Semoga makalah ini dapat menjawab mengenai sedikit banyak nya tentang
pengelolaan pendapatan. Kami menyadari makalh kami masih jauh dari kesempurnaan, maka
dari itu kritik dan saran dari segala pihak sangat kami butuhkan demi untuk menyempurnakan
karya tulis ini. Atas segala perhatian dan saran kami ucapkan terimakasi.
Palembang, 30 Agustus 2021
M Rayhan Gibran
DAFTAR ISI
2
KATA PENGANTAR...................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG...................................................................................1
1.2 RUMUSAN MASALAH...............................................................................2
1.3 TUJUAN.....................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................3
2.1 Pengertian Akuntansi dan Perusahaan………………………………………3
2.2 Karakteristik Perusahaan…………………………..…………………….….5
2.3 Prinsip Akuntansi Berterima Umum………………………………………..8
2.4 Persamaan Akuntansi…………………………………………...…………15
BAB III KESIMPULAN..........................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................19
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan akuntansi hingga saat ini telah mengalami beberapa fase. Mulai dari
zaman prasejarah, zaman ini telah menunjukkan bahwa manusia pada saat itu telah mengenal
adanya hitung menghitung meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Dengan semakin
majunya peradaban manusia, menyebabkan pentingnya pencatatan, pengihktisaran, dan
pelaporan sebagai bagian dari proses transaksi. Sehingga akuntansi sebagai hasil dari proses
transaksi telah mengalami metamorphosis yang panjang untuk menjadi bentuk yang modern
seperti saat ini.
Saat ini, dunia telah memasuki zaman yang modern, industri berkembang pesat dan
perusahaan semakin berlomba – lomba bersaing demi mencapai target penjualannya. Untuk
mencapai target utama dari perusahaan, peran akuntansi tak bisa lepas dari hal tersebut,
pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi sangat dibutuhkan untuk
memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi pihak
perusahaan.
Oleh karena itu, pembahasan mengenai pengantar akuntansi dan perusahaan merupakan
hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan, pengidentifikasian karakteristik
perusahaan, penguasaan prinsip akuntansi, serta penyusunan akuntansi secara baik tentu
memiliki andil yang besar dalam tercapainya target perusahaan. Hal itula yang menjadi faktor
pendorong saya untuk mengkaji pengantar akuntansi dan perusahaan dalam makalah ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
4
Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, maka adapun perumusan masalah
yang meliputi :
1. Mendefinisikan akuntansi, serta membahas tujuan, fungsi, dan manfaatnya. Pentingnya
peran akuntansi dalam kinerja perusahaan mewajibkan kita untuk mengetahui apa itu yang
dimaksud dengan akuntansi itu sendiri.
2. Menjelaskan pengertian perusahaan, tujuan perusahaan, dan jenis – jenis perusahaan.
Banyaknya perusahaan yang terbentuk di era sekarang ini, bukan hal yang mengejutkan jika
banyak sekali jenis – jenis perusahaan yang berkembang saat ini, untuk itu perlu adanya
pemahaman mengenai definisi perusahaan itu sendiri, jenis, serta tujuannya.
3. Menjelaskan karakteristik perusahaan berdasarkan jenisnya.
4. Memaparkan penjelasan prinsip akuntansi berterima umum.
5. Menjelaskan pengertian, fungsi, dan komponen persamaan akuntansi.
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari pengkajian makalah tentang pengantar akuntansi dan perusahaan
ini adalah diantaranya :
1. Memahami pengertian, tujuan, dan fungsi akuntansi.
2. Mencapai pemahaman tentang pengertian perusahaann tujuan, jenis, dan karakteristiknya.
3. Mencapai pemahaman mengenai prinsip akuntansi berterima umum.
4. Mencapai pemahaman tentang pengertian, fungsi, dan komponen persamaan akuntansi
BAB II
PEMBAHASAN
5
2.1 Pengertian Akuntansi dan Perusahaan
Akuntansi dan Perusahaan merupakan dua elemen penting demi terwujudnya sebuah tujuan
utama dari perusahaan, selanjutnya akan dilakukan pembahasan mengenai keduanya.
A. Pengertian Akuntansi
Pengertian dari akuntansi itu sendiri ialah suatu proses mencatat, meringkas,
mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang
berhubungan dengan keuangan, sehingga informasi tersebut dapat digunakan oleh seseorang
yang ahli di bidangnya dan menjadi bahan untuk mengambil suatu keputusan.
Pada dasarnya tujuan akuntansi adalah untuk mencatat, mengumpulkan, dan
melaporkan informasi terkait keuangan, kinerja, posisi keuangan, dan arus kas dalam sebuah
bisnis. Informasi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan
ekonomi.
Adapun fungsi akuntansi secara umum maupun khusus, secara umum diantaranya :
1. Memberikan informasi mengenai keuangan, baik itu aktiva maupun passiva perusahaan.
2. Menyediakan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi (netto)
perusahaan.
3. Memberikan informasi keuangan perusahaan yang dapat membantu dalam pembuatan
estimasi potensi keuntungan perusahaan.
Sedangkan, secara khusus fungsi akuntansi itu sendiri adalah untuk menyediakan informasi
dalam bentuk laporan yang memuat posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi
keuangan lainnya secara wajar sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)
atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).
Selain pengertian, tujuan, dan fungsinya, akuntansi memiliki beberapa manfaat
diantaranya :
1. Sebagai Informasi Keuangan
Seperti disebutkan di atas, proses akuntansi akan memberikan informasi keuangan bagi
pihak-pihak yang memerlukannya, baik itu pihak internal maupun eksternal. Informasi
keuangan tersebut dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan managerial.
2. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan
6
Dengan mengetahui informasi keuangan, maka seseorang atau perusahaan dapat mengetahui
apa yang perlu dilakukan di masa mendatang.
Misalnya, setelah melakukan pencatatan keuangan, seseorang mengetahui keuangannya
mengalami masalah karena terlalu boros dalam membeli kuota internet.
3. Sebagai Alat Kontrol dan Bukti Keuangan
Pencatatan keuangan yang dilakukan dengan baik akan membantu kita dalam
mempertanggungjawabkan keuangan tanpa menebak-nebak pengeluaran.
B. Pengertian Perusahaan
Selanjutnya adalah pembahasan mengenai perusahaan, secara umum perusahaan
(business) adalah suatu organisasi dimana sumber daya (input), seperti bahan baku dan
tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) bagi pelanggan.
Tujuan kebanyakan perusahaan adalah untuk memaksimumkan keuntungan atau
laba. Laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang atau
jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya alam
dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut. Akan tetapi, ada juga perusahaan yang
tujuannya bukan untuk memaksimumkan keuntungan. Tujuan dari perusahaan nirlaba
tersebut adalah adalah untuk menghasilkan kemaslahatan bagi masyarakat, seperti penelitian
bisnis dan cagar alam. Pada kasus lain, unit-unit pemerintahan mengelola air minum atau
memelihara taman kota tidak bertujuan memaksimumkan laba.
Lalu perusahaan memiliki berbagai macam jenis, terdapat tiga jenis perusahaan yang
beroperasi menghasilkan laba, yaitu: Perusahaan manufaktur (manufacturing), perusahaan
dagang (Merchandising), dan perusahaan jasa (service). Setiap jenis perusahaan mempunyai
karakteristik masing- masing.
2.2 Karakteristik Perusahaan
Seperti yang telah dijelaskan di dalam jenis perusahaan diatas, perusahaan terbagi
atas 3 jenis yaitu Perusahaan Manufaktur, Perusahaan Dagang, dan Perusahaan Jasa.
A. Pengertian dan Karakteristik Perusahaan Manufaktur
7
Perusahaan Manufaktur adalah sebuah badan usaha yang mengoperasikan mesin,
peralatan dan tenaga kerja dalam suatu medium proses untuk mengubah bahan- bahan
mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual. Semua proses dan tahapan yang
dilakukan dalam kegiatan manufaktur dilakukan dengan mengacu pada Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang dimiliki oleh masing- masing satuan kerja. Di Indonesia sendiri kita
pasti sering sekali mendengar kata “pabrik” atau dalam bahasa inggris disebut “factory”.
Pabrik adalah istilah penyebutan tempat yang digunakan untuk proses manufakturing atau
fabrikasi.
Adapun beberapa karakteristik yang dimiliki oleh perusahaan manufaktur,
diantaranya sebagai berikut:
1. Pengolahan Material dan Hasil Produksi
Berbeda dengan perusahaan dagang yang hanya menjual barang dari pemasok, perusahaan
manufaktur menitikberatkan pada proses pengolahan bahan-bahan mentah menjadi produk
jadi.
2. Mesin dan Skala yang Besar
Dalam pengelolaan produksi, perusahaan manufaktur biasanya menggunakan setup mesin
dan tenaga manusia dengan pembagian kerja dalam produksi skala besar.
3. Terdapat Biaya Produksi
Biaya Produksi yang dikeluarkan biasanya terdiri dari 3 elemen biaya, yaitu biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik (BOP).
B. Pengertian dan Karakteristik Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah jenis perusahaan yang kegiatan utamanya adalah membeli,
menyimpan dan menjual kembali persediaan barang dagang tanpa memberikan nilai tambah
terhadapnya. Nilai tambah dapat berupa mengolah / merubah bentuk atau sifat asli barang
sedemikian rupa sehingga barang tersebut mempunyai nilai jual yang tinggi.
Perusahaan dagang memperoleh pendapatan yang berasal dari transaksi jual beli barang yang
berupa bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi.
8
Barang yang diperdagangkan bisa juga berupa hasil perkebunan, pertanian dan barang hasil
industri pengolahan (manufacture). Contoh perusahaan dagang adalah toko, showroom,
hypermart, swalayan, dan depot.
Adapun karakteristik dari Perusahaan Dagang, yaitu :
1. Tidak ada Aktivitas Pengolahan Produk
Karakteristik perusahaan dagang yang paling mudah dikenali adalah, perusahaan dagang
tidak ada proses pengolahan produk. Jadi produk yang di jual apa adanya, seperti produk
awal yang pertama kali diproduksi.
2. Bisnis Utama Perusahaan Dagang Adalah Menjual Barang
Karakteristik perushaaan selanjutnya adalah dari aktivitas bisnisnya.
Bisnis perusahaan dagang satu-satunya adalah dengan menjual persediaan barang dagangnya.
Keuntungan perusahaan ditentukan langsung dari proses penjualan. Ketika aktivitas
penjualan terganggu, maka pendapatan perusahaan akan menurun. Jika penjualan tinggi maka
keuntungan perusahaan juga meningkat.
3. Bentuk Produk yang Diperjuabelikan
Dalam perusahaan dagang, produk yang diperjualbelikan adalah barang yang berwujud
(tangible). Contohnya adalah kendaraan bermotor, mebel, beras dan sebagianya. Sedangkan
dari jenis perusahaan jasa, produk yang diperjualbelikan adalah bentuknya berupa pelayanan
(jasa) dengan karakteristik dari jasa adalah tidak berwujud (intangilble).
4. Tidak Ada Nilai Tambah Produk
Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagang tanpa
mengubah atau menambah bentuk dan sifat produknya.
C. Pengertian dan Karakteristik Perusahaan Jasa
9
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menyediakan produk tidak berwujud
sebagai layanan yang dibutuhkan konsumen untuk menghasilkan pendapatan. Mereka
menjual layanan kepada klien dan biasanya dibayar berdasarkan proyek atau per jam.
Contoh bisnis jasa adalah kantor akuntan. Kantor akuntan memperoleh pendapatan mereka
dengan melakukan audit dan jasa audit untuk bisnis, melakukan semua pengaturan kebutuhan
bisnis mengenai pajak, dan melakukan akuntansi keuangan bisnis.
Adapun karakteristik dari perusahaan jasa, antara lain :
1. Tidak Memiliki Produk Fisik
Karakteristik perusahaan jasa yang pertama adalah tidak mempunyai barang ataupun produk
fisik. Kenapa? karena perusahaan jasa menjual produk yang praktis tidak terlihat, maka
mereka tidak memiliki persediaan. Produk yang dijual oleh mereka akan sulit dilihat, tetapi
pelanggan dapat merasakan kebaikan layanannya.
2. Layanan yang Berbeda atau Heterogen
Karakteristik perusahaan jasa yang kedua adalah pelayanan yang berbeda karena setiap tidak
semua konsumen tidak memiliki masalah yang sama persis, karena tergantung pada
kebutuhan konsumen dan harga yang ditetapkan oleh perusahaan.
3. Tidak ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
Konsumen mencari para tenaga profesional untuk memecahkan masalah mereka. Dalam hal
ini, perusahaan jasa menjadi ahli dalam membantu menyelesaikan masalah konsumen.
Konsumen seringkali memiliki keluhan dan harapan yang berbeda, sehingga perusahaan jasa
menawarkan solusi lain.
4. Tidak Ada Kepemilikan
Tidak adanya unsur kepemilikan barang adalah salah satu ciri pembeda perusahaan dagang
dan jasa. Konsumen hanya dapat menggunakan utilitas setelah pembayarannya selesai. Hal
ini bisa ditemukan di transportasi umum.
2.3 Prinsip Akuntansi Berterima Umum
10
PABU atau prinsip akuntansi berterima umum adalah suatu kerangka pedoman
operasional yang terdiri dari standar akuntansi dan sumber-sumber lain yang didukung
berlakunya secara resmi (yuridis), teoritis, dan praktis.
Sebelum melanjutkan pembahasan, Prinsip Akuntansi Berterima Umum ini tidak bisa
terpisahkan dari Prinsip dan Standar Akuntansi.
Prinsip Akuntansi adalah segala ideologi, gagasan, asumsi, konsep, postulat, kaidah,
prosedur, metode, dan teknik akuntansi yang tersedia baik secara teoritis maupun praktis
yang berfungsi sebagai pengetahuan.
Sedangkan, Standar akuntansi adalah konsep, prinsip, metode, teknik, dan lainnya yang
sengaja dipilih atas dasar kerangka konseptual oleh badan penyusun standar (atau yang
berwenang).
Ketiga pengertian tersebut saling berkaitan dan membentuk pengertian PABU sebagai suatu
kerangka pedoman.
Kaitan atau hubungan antara ketiga hal tersebut (PABU, Prinsip Akuntansi, dan Standar
Akuntansi) dapat digambarkan sebagai berikut :
11
A. PABU Sebagai Kerangka Pedoman
Kerangka pedoman PABU berisi komponen-komponen yang tersusun secara
hierarkis, baik atas dasar konseptualitas maupun otoritas.
Kerangka pedoman ini mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan kebutuhan
praktik dan profesi.
1. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) versi Accounting Principles Board (APB)
APB telah meletakkan dasar-dasar penting penyusunan dokumen yang dikenal dengan
kerangka konseptual.
PABU yang didefinisikan APB adalah bagian dari dokumen tersebut.
Generally accepted accounting principles (GAAP) versi APB adalah sarana atau jembatan
untuk mengoperasionalkan konsep akuntansi agar secara langsung mempengaruhi bentuk, isi,
dan jenis laporan keuangan.
Dengan kata lain, GAAP versi APB merupakan pedoman operasional dalam praktik
akuntansi.
Prinsip mendasar berisi prinsip tentang pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan
atau objek pelaporan lainnya. Misalnya, dalam kategori ini dijelaskan secara umum :
Kapan suatu objek harus diukur
Bagaimana menentukan unit pengukur
Kapan hasil pengukuran harus dicatat
Apa kriteria pengakuan pendapatan atau biaya
Bagaimana pendapatan diasosiasi dengan biaya dalam rangka menentukan laba
Dalam kondisi bagaimana penerapan prinsip dapat dikecualikan.
Prinsip operasi umum adalah penjabaran lebih lanjut penerapan prinsip mendasar untuk
elemen atau pos-pos laporan keuangan.
Dengan kata lain, kategori ini mendeskripsi tentang perlakuan akuntansi untuk tiap
komponen laporan keuangan.
12
Perlakuan akuntansi meliputi:
Pengertian elemen pos
Pengukuran, pengakuan, penilaian dan penyajian elemen dalam laporan keuangan.
2. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) Versi Rubin
Steven Rubin menganalogi hierarki tersebut dengan suatu bentuk bangunan rumah. PABU
bukan merupakan satu buku atau dokumen, tapi lebih merupakan kerangka pedoman yang
terdiri atas berbagai sumber dengan berbagai tingkat ke-otoritatifan yang membentuk suatu
hiearki. Hierarki dilukiskan sebagai lantai rumah bertingkat dengan pondasi berupa landasan
konseptual. Tiap lantai menggambarkan tingkat ke-otoritatifan dengan lantai paling bawah
yang berisi sumber yang paling otoritatif. Makin ke atas suatu sumber makin berkurang
tingkat ke-otoritatifannya.
3. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) Versi SAS
Kerangka pedoman PABU versi Rubin hanya ditujukan untuk entitas non pemerintahan.
Entitas bisnis (khususnya swasta) dan entitas non bisnis atau non laba keduanya adalah
sebagai entitas non pemerintahan sebagai pasangan entitas pemerintahan. Karena tujuan,
karakteristik, dan juridiksi operasi entitas kepemerintahan yang berbeda, maka diperlukan
pelaporan keuangan yang berbeda pula. Untuk itu dibentuklah Governmental Accounting
Standards Board (GASB) yang bertanggungjawab untuk menentukan PABU (terutama
standar akuntansi) untuk entitas pemerintahan.
4. Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia
Dan secara umum, berikut ini kerangka prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia:
a. Landasan Konseptual dalam Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Merupakan kerangka dasar penyusunan dan penyajian Laporan
13
b. Landasan Operasional/ Landasan Praktek dalam Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Terbagi menjadi 3 tingkatan, diantaranya :
Tingkat 1 :
- Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Pedoman tingkat 1 telah dilayani oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam bentuk
pengumuman resmi, berupa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
- Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Dan Intepretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikodifikasi dalam Standar
Akuntansi Keuangan.
Tingkat 2 :
- Buletin Teknis :
Buletin ini dapat berisi petunjuk teknis yang diberikan oleh penyusun standar atau badan
otoritas lainnya yang beranggotakan ahli akuntansi untuk tujuan menjawab pertanyaan dari
praktisi atau untuk tujuan memberi contoh pelaksanaan teknis yang dianggap bermanfaat.
- Peraturan Pemerintah :Banyak peraturan pemerintah yang mempengaruhi atau
bahkan harus dijalankan dalam kaitannya dengan penyusunan laporan keuangan atau
penyampaian informasi suatu industri tertentu.
Misalnya peraturan pemerintah mengenai BUMN, asuransi dan perbankan.
Karena harus dipenuhi dalam pelaporan keuangan, sumber-sumber tersebut jelas merupakan
bagian dari kerangka pedoman.
- Pedoman atau Praktik Akuntansi Industri:
Karena kebutuhan dan kepraktisan dalam industri tertentu, berkembang praktik akuntansi
yang banyak digunakan dalam industri tersebut.
14
Untuk kepentingan industri, badan yang berwenang dalam suatu industri tidak jarang
mengeluarkan pedoman akuntansi tertentu yang khusus berlaku dalam industri tersebut.
Karena pedoman tersebut berlaku umum dalam industri dan sudah dikenal secara luas, maka
sumber ini jelas merupakan bagian dari kerangka kerja PABU.
Misalnya pedoman akuntansi untuk industri gula, pedoman akuntansi perbankan, dan
pedoman akuntansi untuk pemerintah daerah.
Tingkat 3 :
- Praktik Akuntansi yang Sehat:
Praktik, konversi, dan kebiasaan akuntansi/ pelaporan yang dianggap baik dan sehat dapat
juga dijadikan acuan untuk menentukan kelayakan perlakuan akuntansi tertentu.
Ketiga tingkatan tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini :
B. Pedoman yang Ditetapkan Prinsip Akuntansi Berterima Umum
15
Sebagai kerangka pedoman, PABU menetapkan pedoman untuk memperlakukan
suatu objek yang harus dilaporkan yang menyangkut hal-hal berikut ini :
1. Definisi :
PABU memberikan batasan atau definisi (definition) berbagai elemen, pos, atau objek
Laporan Keuangan. Atau istilah yang digunakan dalam pelaporan keuangan agar tidak terjadi
kesalahan klasifikasi oleh penyusun dan kesalahan interpretasi oleh pemakai.
Definisi akan sangat kritis untuk elemen atau pos laporan keuangan. Batasan tersebut
diperlukan karena laporan keuangan banyak menggunakan istilah atau nama-nama yang
digunakan sehari-hari yang sudah terlanjur mempunyai arti umum.
Hal ini sering menimbulkan salah arti di berbagai pihak pemakai karena pemakai cenderung
mengartikan istilah dengan pengertian umum yang berbeda dengan arti yang dimaksudkan
dalam laporan keuangan.
Dengan pendefinisian elemen. pos, atau istilah dengan cermat, diharapkan pemakai laporan
mengartikan simbol-simbol tersebut sesuai dengan pengertian yang didefinisikan dalam
standar akuntansi.
2. Pengukuran Penilaian :
Pengukuran adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek yang
terlibat dalam suatu transaksi keuangan.
Pengukuran lebih berhubungan dengan masalah penentuan jumlah rupiah yang dicatat
pertama kali pada saat suatu transaksi terjadi. Pengukuran sering pula disebut penilaian
(valuation). Akan tetapi, penilaian lebih ditujukan untuk penentuan jumlah rupiah yang harus
dilekatkan pada suatu elemen atau pos pada saat dilaporkan dalam laporan keuangan.
Penilaian berkaitan dengan masalah apakah misalnya persediaan dilaporkan sebesar kos atau
harga pasar.
Di dalam teori akuntansi terdapat beberapa pendekatan penilaian antara lain:
- Biaya historis
16
- Biaya pengganti
- Biaya likuidasi
- Harga masukan
- Harga keluaran
- Daya beli konstan. 3. Pengakuan :
Pengakuan (recognition) adalah pencatatan jumlah rupiah ke dalam sistem akuntansi
sehingga jumlah tersebut akan mempengaruhi suatu pos dan terefleksi dalam Laporan
Keuangan.
Jadi pengakuan berhubungan dengan masalah apakah suatu transaksi dicatat (di jurnal atau
tidak).
PABU memberi pedoman tentang pengakuan ini dengan menetapkan beberapa kriteria
pengakuan agar suatu jumlah rupiah suatu objek transaksi dapat diakui serta saat
pengakuannya.
Misalnya. PABU memberi pedoman tentang kriteria yang harus dipenuhi untuk mengakui
pendapatan atau biaya.
4. Penyajian dan Pengungkapan :
Penyajian (presentation) menetapkan tentang cara-cara melaporkan elemen atau pos dalam
seperangkat Laporan Keuangan agar elemen atau pos tersebut cukup informatif.
Pengungkapan (disclosure) berkaitan dengan cara penyajian atau penjelasan hal-hal
informatif yang dianggap penting dan bermanfaat bagi pemakai selain apa yang dapat
dinyatakan melalui Laporan Keuangan utama.
2.4 Persamaan Akuntansi
A. Pengertian Persamaan Akuntansi dan Rumus Persamaan Akuntansi
Secara singkat, persamaan akuntansi didefinisikan sebagai suatu kesatuan atau
hubungan yang melibatkan harta atau kekayaan dengan modal dan hutang yang dimiliki oleh
17
satu perusahaan. Sebagian besar perusahaan asing menggunakan persamaan ini sebagai acuan
dalam pembuatan laporan laba rugi atau neraca akuntansi.
Rumusan sederhana dari persamaan tersebut yaitu aset perusahaan sama dengan
ekuitas atau modal yang dimiliki ditambah dengan kewajiban perusahaan. Atau, secara
matematika dituliskan dengan :
Aset = Kewajiban (Liabilitas) + Modal (Ekuitas)
Apabila dalam persamaan dasar tersebut dilakukan modifikasi dengan melibatkan beban serta
akun pendapatan, maka rumusan yang didapat adalah :
Aset = Ekuitas + Kewajiban + Pendapatan – Beban
Atau bisa juga didapatkan rumusan perhitungan sebagai berikut:
Beban + Aset = Pendapatan + Ekuitas + Kewajiban
Ada pun aset yang dimiliki perusahaan terdiri dari kas, persediaan, piutang, biaya yang
dibayarkan di muka, dan peralatan. Sementara kewajiban pemilik meliputi pendapatan yang
ditunda, wesel bayar, dan kewajiban perusahaan lainnya. Lalu, modal perusahaan yaitu
berupa kontribusi dan pendapatan perusahaan yang dikurangi dengan pengeluaran
operasional.
B. Fungsi Persamaan Akuntansi
Persamaan akuntansi memiliki beberapa fungsi yang bisa dikatakan penting untuk
pedoman transaksi perusahaan, di antaranya :
1. Sumber Utama Pencatatan Keuangan Perusahaan
Fungsi pertama adalah membantu memudahkan perusahaan saat pembuatan laporan finansial.
Pasalnya, perusahaan perlu mencatat semua data transaksi yang pernah dilakukan, dan tabel
inilah yang menjadi pedoman perhitungan saat membuat laporan nantinya.
2. Tempat Pencatatan Segala Bentuk Transaksi Finansial Perusahaan
Selain itu, tabel dalam persamaan tersebut digunakan untuk mencatat semua transaksi yang
pernah dilakukan oleh perusahaan. Misalnya, pembelian atau penjualan kepada pihak tertentu
18
dengan nominal yang pasti. Berdasarkan data ini, perusahaan akan lebih mudah mengetahui
jika terjadi bentuk kecurangan keuangan.
3. Mengetahui Jumlah Saldo
Tabel persamaan akuntansi juga akan membantu perusahaan mengetahui berapa saldo dari
aset, kewajiban, dan modal yang dimiliki tanpa perlu melakukan perhitungan secara manual
atau mencari tahu sumber dana tersebut. Tentunya, ini akan menjadi hal yang
menguntungkan saat membuat laporan finansial karena bisa lebih menghemat waktu
4. Pedoman Pemeriksaan Ketepatan
Fungsi terakhir adalah membantu perusahaan melakukan pemeriksaan terkait ketetapan
antara liabilitas dan besaran aset. Pasalnya, kesalahan perhitungan akan memberikan dampak
yang cukup signifikan pada perusahaan, terutama dalam aspek keuangan.
C. Komponen dalam Persamaan Akuntansi
Jika diamati dalam rumus persamaan akuntansi, ada tiga hal yang menjadi komponen
utamanya, yaitu:
1. Aset
Aset merupakan sumber daya atau segala bentuk kekayaan yang dimiliki perusahaan yang
didapatkan dari kejadian pada masa lalu. Sementara nilai ekonomi dari sumber kekayaan dan
pendapatan tersebut bisa dipakai untuk kelangsungan perusahaan di masa mendatang. Tentu
saja, seiring waktu, aset perusahaan bisa mengalami pengurangan atau penyusutan nilai.
Rentang waktunya pun beragam, bisa saja dalam jangka pendek, tetapi tak menutup
kemungkinan dalam jangka panjang.
2. Kewajiban atau Liabilitas
Komponen kedua adalah kewajiban atau liabilitas, merupakan bentuk tanggung jawab suatu
perusahaan yang muncul karena adanya kejadian pada masa lalu. Kewajiban ini salah
satunya adalah hutang milik perusahaan yang dibuat demi tercapainya tujuan perusahaan.
Setelah berhasil memiliki pendapatan dan meraup keuntungan, perusahaan tentu akan
membagi keuntungan tersebut untuk melunasi berbagai hutang yang pernah dibuat.
19
3. Modal atau Ekuitas
Terakhir adalah modal atau ekuitas, yang merupakan sisa aset yang dimiliki perusahaan
setelah dikurangi dengan kewajiban yang dibayarkan. Biasanya, perusahaan akan
menggunakan modal tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas operasional bisnis.
BAB III
KESIMPULAN
Setelah kita membahas dan mengkaji materi di dalam makalah yang bertemakan
Pengantar Akuntansi dan Perusahaan, didapatkan beberapa pemahaman mengenai pengertian,
fungsi, tujuan, dan manfaat dari akuntansi dan perusahaan, dilanjutkan dengan pembahasan
materi mengenai karakteristik perusahaan, disini didapatkan bahwasannya perusahaan terbagi
menjadi 3, yaitu perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa yang mana
ketiga perusahaan ini memiliki karakteristik yang berbeda – beda, adapun pembahasan
mengenai Prinsip Akuntansi Berterima Umum yang dimana terdapat pengkajian mengenai
PABU sebagai kerangka pedoman dan versi – versi PABU seperti versi APB, SAS, dsb.
Selanjutnya, pembahasan materi mengenai pengertian, fungsi, dan komponen dari persamaan
akuntansi.
Akuntansi dan perusahaan merupakan dua elemen penting yang apabila dipahami
dan diterapkan dengan baik maka akan terciptanya perealisasian cita – cita perusahaan dalam
mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya, oleh karena itu perlu dilakukannya
pemahaman mengenai akuntansi itu sendiri, mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, prinsip,
serta persamaan dan rumus – rumusnya. Begitu juga dengan perusahaan, perlu diadakan
pendalaman pemahaman mengenai karakteristik, fungsi, tujuan, serta jenis – jenisnya agar
harapannya setelah kita mempelajari kedua hal ini, kita dapat mengambil atau menentukan
keputusan yang tepat demi suksesnya bisnis atau perusahaan yang tengah kita jalankan.
20
DAFTAR PUSAKA
Haryanto, A. (2020, 14 01). Perusahaan Manufaktur adalah: Contoh dan Sistem
Perusahaannya. Didapat dari [Link]:
[Link]
Ismail, I. (2021, 06 03). Karakteristik Perusahaan Jasa dan Perbedaannya dengan
Perusahaan Dagang. Didapat dari [Link]:
21
[Link]
Karakteristik Perusahaan Dan Jenis – Jenis Perusahaan. (2020, 07 28). Didapat dari
[Link]: [Link]
jenis-perusahaan/
Ma'ruf. (2021, 02 14). Pengertian, Jenis dan Karakteristik Perusahaan Dagang. Didapat dari
[Link]: [Link]
jenis-dan-karakteristik-perusahaan-dagang/
Prawiro, M. (2020, 08 01). Pengertian Akuntansi: Memahami Apa Itu Akuntansi, Tujuan,
Fungsi, dan Manfaatnya. Didapat dari [Link]:
[Link]
Ramadhani, N. (2021, 08 05). Persamaan Akuntansi: Fungsi dan Rumusnya. Didapat dari
[Link]: [Link]
Wadiyo, S. (2021, 08 17). Mengenal Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Didapat
dari Manajemen Keuangan: [Link]
berterima-umum-pabu/
22