Instrumen Mesin Pesawat Terbang
Instrumen Mesin Pesawat Terbang
Oil presuure indicator diperlukan pada pesawat terbang supaya kita dapat mengetahui besarnya teknanan oli
yang dipergunakan untuk melumasi bearings (bantalan) dan bagian-bagian engine yang bergerak. Pengukuran
tekanan oli ini dilakukan dengan mempergunakan Bourdon Tube. Indikator Bourdon tube dihubungkan dengan
sumber tekanan oli di engine dengan pipa kecil yang terbuat dari logam. Dengan penggunaan lever, sector gear
dan pinion untuk memutar pointer kita dapat mengetahui besarnya tekanan dengan melihat posisi pointer pada
dial yang angka-angkanya sudah dikalibrasikan menjadi satuan tekanan dalam psi atau kg-cm².
Didalam waktu yang tekanan oli ini mengalami penurunan dan penambahan dalam waktu yang realatif singkat ;
hal ini disebabkan karena pressure regulator yang bekerjanya menutup dan membuka, sehingga pointer pada
Untuk menghindari penunjukkan yang beretar ini dipasangkan suatu alat yang dinamakan ORIFICE dan
bergetar maka orifice ini akan meredam getaran tersebut, sehingga teknan oli yang masuk ke dalam Bourdon
Selain mencegah penunjukkan yang bergetar, orifice ini juga dimaksudkan untuk mencegah terlalu banyaknya
Untuk mengetahui apakah indicator ini masih baik atau tidak, maka perlu dikalibrasi penunjukkannya , yaitu
Fuel pressure indicator adalah suatu pressure diggerential instrument yang mekanismen indikatornya dapat
Indikator ini juga dapat menggunakan sistem langsung atau tidak langsung seperti halnya oil pressure indicator ,
Rumah instrument ini dihubungkan dengan uara luar (dengan tekanan atmosfir) sehingga penunjukkan pada dial
adalah merupakan perbedaan tekanan dalam sistem bahan bakar dengan tekanan atmosfir pada setiap
ketinggian.
Instrument ini berguna untuk memberikan peringatan kepada pilot kegagalan operasi engine akibat kerusakan
ppada sistem bahan bakar dan juga memberikan penunjukkan bahwa bahan bakar mengalir normal dengan
tekanan yang konstan ke karburator sebelum pesawat tinggal landas (take off) dan juga memberikan tanda-tanda
adanya gangguan aliran bahan bakar dari sistem hingga karburator. Konstruksi bellows yang dipergunakan
sebagai mekanisme penggerak pada sistem penunjukkan langsung sebagai penggerak pointer dipergunakan
mekanisme konvensional.
Terdapat tipe suatu fuel pressure indicator dimana dua sistem tekanan digabung menjadi satu tempat , akan
tetapi pointer maupun mekanismenya terpisah untuk masing-masing sistem. Instrument jenis ini biasanya
dipergunakan pada pesawat yang mempunyai engine lebih dari satu (multi engine) seperti fuel pressure indicator
untuk engine No.1 dan engine No.2 , atau engine kiri dan engine kanan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi
berat instrument secara keseluruhan dan juga untuk menghemat tempat dalam cockpit.
Fuel pressure indicator sistem tidak langsung umumnya transmitternya ditempatkan pada Firewakk dari
pesawat, sehingga mengurangi bahaya kebakaran dalam cockpit apabila terjadi kebocoran pada instrument.
Mekanisme yang dipakai untuk menaikkan dan menurunkan landing gear (roda pendarat) atau flaps dan brakes
pada kebanyakan pesawat terbang besar dipergunakan sistem hidrolik ; dengan demikian diperlukan penunjuk
tekanan untuk dapat memberikan indikasi berfungsi tidaknya sistem hidrolik tersebut. Hydraulic pressure
indicator di desain untuk memberikan indikasi tekanan pada seluruh sistem atau tekanan masing-masing unit
pada sistem.
Instrument tekanan hidrolik ini pada umumnya memepergunakan mekanisme Bourdon tube, dan kemampuan
menunjukkan tekanan bisa sampai 2000 psi. Sumber teknanan untuk sistem hidrolik ini dihasilkan dari pompa
hidrolik yang diputar oleh engine atau diputar oleh suatu motor listerik. Pada beberapa pesawat dipergunakan
accumulator untuk mempertahankan sistem dalam keadaan berteknan, sehingga indicator akan terus menunjuk ,
sedangkan pada sistem yang hanya membutuhkan tekanan selama bekerja maka, indikatornya hanya menunjuk
Manifold pressure indicator adalah salah satu instrument yang sangat penting pada pesawat terbang yang
mempergunakan motor piston, karena tenaga yang dihasilkan oleh motor piston akan sebanding dengan
Jumlah massa campuran ini sangat diukur dan yang dapat dipakai sebagai referensi adalah mengukur besarnya
tekanan absolut di dalam intake manifold sebelum intake valve (klep masuk).
Lobang pada bagian belakang dari rumah instrument ini adalah tempat untuk menghubungkan manifold dan
indikatornya melalui pipa kapiler. Indikator ini terdiri dari aneroid capsule dan linkage (patang penghubung)
untuk meneruskan gerakan dari capsule ke pointer dengan skala pengukuran pada dial dalam inch Hg. Tekanan
manifold masuk ke capsule melalui damping tube (tabung peredam) yang terdiri dari pipa kapiler dengan bentuk
melingkar pada bagian belakang rumah instrument. Damping tube ini berguna sebagai pengaman yaitu untuk
Selama engine tidak berputar, manifold pressure indicator memberikan penunjukkan tekanan barometer
setempat dan apabila engine berputar idling tekanan pada manifold lebih rendah dari tekanan barometer
setempat (kira-kira 12 sampai 15 inch Hg).Semakin jauh throttle dimajukan ke depan, maka semakin banyak
campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam intake manifold dan akibatnya tekanan manifold
semakin besar.
System penunjukan temperature oli terdiri dari resistance sensing element ( prob ), indicator dan kabel kabel
Setiap engine ( untuk multi engine ) mempunyai system penunjukan sendiri. Sensing element ( bias ditempatkan
pada saluran outlet oil pressure pumpdiseut dengan inlet oil temperature indicator atau pada saluran oli sebelum
oil cooler ( disebut dengan outlet temperature indication ), akan tetapi yang banyak dipergunakan adalah dengan
Temperature probe ini terdiri dari sebuah resistor yang sensitive terhadap perubahan temperatue oli.
Kenaikan atau penurunan temperature oli akan menyebabkan harga tahanan dari resistor berubah. Resistor pada
probe ini dihubungkan secara listrik dengan indicator dan membentuk satu kaki dari bridge circuit ( rangkaian
jembatan ) sedangkan indikatornya terdiri dari rangkaian jembatan yang tidak balance ( seimbang ) dan moving
Gambar 4-6 adalah salah satu jenis oil temperature indicator yang dipakai pada pesaat Lockheed.
Perubahan temperature pada probe akan mengakibatkan keseimbangan pada jembatan berubah, sehingga arus
listrik akan mengalir dan kaki jembatan yang mempunyai resistance lebih kecil ke coil C1dan hasilnya
menunjukan temperature oli. Coil C2 dihubungkan seri dengan satu kaki jembatan yaitu untuk kompensasi
perubahan temperature di sekeliling indicator. Skala penunjukakn yang sudah dikalibrasikan pada indicator
Instrument ini dipakai untuk mengukur temperature kepala silinder dan Barrel ( silinder block ) pada engine
berpendingin udara.
Cylinder head temperature indicator terdiri dari sebuah indicator, termokoperl dan termokopel leads ( kabel
Termokopel ini pada umumnya dipasangkan pada master silinder untuk radial engine, atau pada cylinder yang
adalah tipe moving coil. Coil tersebut apabila mendapat arus listrik dari hasil perbedaan temperatureantara hot-
junction dan cold junction bergerak berputar membawa pointer dan untuk mengimbangi gerakan pointer
berhenti menunjuk pada posisi tertentu apabila kedua gaya yang berlawanan antara coil dan spring dalam
keadaan seimbang, dan spring ini juga berguna sebagai penghantar atus ke coil: skala penunjukan berkisar
Mekanisme ini ditempatkan pada kotak bakelit ( Bakelite case ) dan ditutup dengan static shield thermocouple
lead dibuat dari bahan besi ( iron ) dan constantan ( campuran tembaga dan nikel ).
Thermocouple lead ini mempunyai panjang yang standar yaitu 15 feet, 25 feet dan 30 feet dan masing masing
Untuk mendapatkan tahanan yang seragam dengan panjang yang berbeda maka dipakai kabel yang ukurannya
berbeda pula, yaitu untuk lead 15 feet dipergunakan kawat ( wire ) no 16, lead 25 feet mempergunakan no 14
Leads ( kabel ini di isolasi dan mempunyai terminal yang baik untuk menghubungkan kedua ujungnya. Untuk
mendapatkan penunjukan temperature yang sebenarnya, maka perlu di kompensasikan terhadap perubahan
temperature pada cold junction. Hal ini bisa diatasi dengan mempergunakan bimetallic spiral spring dimana
ujung luarnya dipasangkan pada salah satu control spring dari indicator, dan dengan demikian indicator initidak
hanya digerakan oleh voltage dari termokopel, akan tetapi juga oleh temperature sekeliling indicator itu sendiri.
Pemasangan termokopel untuk silinder head temperature indicator adalah pada sprak-plug (busi) yang disebut
gasket type thermokopel dan dibuatkan lebang tersendiri pada kepala silinder untuk bayonet type thermokopel
( gambar 4-8).
sangat penting untuk mengetahui temperature gas dalam engine selama engine tersebut bekerja. Apabila EGT
naik melebihi limit tertentu, maka akan menyebabkan kerusakan yang serius pada komponen-komponen dari
engine. Dengan alas an-alasan tersebut diatas, maka EGT indicator dipasangkan untuk dapat memonitor
System penunjukan EFT memberikan penunjukan temperature yang dapat dilihat didalam kokpit, dimana
pengukuran temperature ini diambil dari temperature gas setelah meninggalkan turbin. (turbine Outlet
Temperatur disingkat menjado TOT ) pada suatu jenis motor turbin ada kalanya pengukuran temperature ini
diambil dari temperature gas sebelum memasuki turbin. ( Turbine Inlet Temperature ) yang disingkat dengan
TIT.
Sistim penunjukan yang umum dipakai adalah TOT, karena TIT mempunyai kerugian-kerugian seperti : jumlah
termokopel yang dibutuhkan lebih banyak dan temperature sekeliling dimana termokopel tersebut ditempatkan
lebih tinggi.
Beberapa termokopel dipasang disekeliling rumah turbin dan ditempatkan pada jarak tertentu satu sama lainnya,
dimana rangkaian termokopel ini dihubungkan secara pararel satu sama lain, yaitu untuk mendapatkan
Pada gambar 4-9 tampak penempatan termokopel pada salah satu jenis motor turbin dan gambar 4-10 adalah
termokopelnya sendiri .
Termokopel-termokopel ini mengukur EGT dalam millivolt, yaitu hasil dari perbedaan temperature pada hot
junction dan coil junction dan kemudian arus listrik tersebut dialirkan ke indicator melalui resistor yang dapat
diubah-ubah tahanannya.
Resistor termokopel ini ditempatkan dibagian belakang instrument dalam indicator, dihubungkan seri dengan
rangkaian termokopel yang dipergunakan menyetel tahanan rangkaian untuk mendapatkan sensitivitas dan
Untuk indicatornya dapat dipergunakan moving coil instrument atau moving magnet instrument.
Hubungan antara termokopel dan indicator yang dapat menunjukan temperature hingga 1000⁰C terlihat pada
gambar 4-11.
Tachometer Indicator
Tachometer indicator adalah suatu instrument yang menunjukan kecepatan berputar poros engkol (crankshaft)
pada motor piston dan kecepatan rotor utama ( main motor ) pada motor turbin.
Skala penunjukan (indicating dial) pada tachometer indicator yang dipakai untuk motor piston dikalibrasikan
menjadi R.P.M (revolution per minute ) seperti pada gambar 4-12A sedangkan tachometer indicator pada motor
turbin dikalibrasikan menjadi persentase R.P.M ( % R.P.M ) seperti pada gambar 4-12B
Tachometer system yang banyak dipakai pada pesawat terbang adalah system mekanik ( mechanical system )
Indicator ini dinamakan centrifugal tipe dikarenakan cara kerjanya mempergunakan system centrifugal.
Hubungan antara engine dan indicator di kokpit adalah dengan mempergunakan flexible cable.
Indikatornya terdiri dari komponen-komponen seperti spindle yang diputar oleh flexible drive shaft, bandulan
(flyweight) yang dipasang pada sprindle, sliding collar yang bebas bergerak turun naik pada sprindle yang
berputar, sector gear, pinion gear pointer seperti terlihat pada gambar 4-13.
CARA KERJA : apabila engine berputar maka putaran ini diteruskan melalui flexible drive shaft untuk
memutarkan sprindle pada indicator. Perputaran sprindle yang juga memutar bandulan ( weight ) akan
mengakibatkan timbulnya gaya centrifugal. Gaya centrifugal yang dihasilkan ini mempunyai tendensi untuk
membawa bandulan ke posisi horizontal : akibatnya sliding collar akan ditarik kevawah. Pergerakan sliding
collar ini diteruskan pada sector gear untuk memutar pinion gear dimana pointer dipasangkan satu shaft
Makin besar putaran engine maka makin besar pula putaran pada sprindle dan pula gaya centrifugalnya :
akibatnya sliding collar bergerak semakin ke bawah, sector gear berputar lebih banyak dan pointer menunjuk
angka yang lebih besar. Untuk mendapatkan penunjuikan yang tidak berubah-ubah pada RPM tertentu maka
dipasangkan hair spring pada axis bandulan ( weight ) sebagai balancing untuk mengimbangi gaya sentrifugal
sehingga setiap penambahan gaya sentrifugal, karena penambahan RPM dapat menambah penunjukan pada
pointer dan apabila gaya sentifugal sudah sama dengan spring tension maka pointer akan berhenti pada posisi
tersebut.
Sama halnya dengan sentrifugal type, maka tipe ini juga mempergunakan flexible drive shaft untuk
menghubungkan engine dan indicator. Indicator tipe ini terdiri dari permanen magnet yang langsung diputar
oleh flexible drive shaft sesuai dengan putaran engine, drag cup, hair spring dan pointer.
Apabila motor berputar, maka permanen magnet yang dihubungkan dengan flexible drive shaft pada indicator
akan berputar sama dengan putaran motor, karena adanya gerakan relative antar permanen magnet dengan drag
cup maka drag cup akan mendapat induksi arus berputar ( eddy current ).
Arus berputar( eddy current ) ini menimbulkan medan magnet pada drag cup yang mana mendapat reaksi medan
magnet dari permanen magnet dan sesuai dengan hokum Lenz maka akan selalu timbul tendensi untuk melawan
arus induksi yang dihasilkan : hal ini menimbulkan reaksi torque dari medan-medan magnit dan reaksi torque
dari medan-medan magnit ini menyebabkan drag cup berputar terus menerus searah dengan putaran permanen
magnet dan pointer memutar terus menerus searah denga putaran permanen magnet dan pointer mendapat
putaran yang sama dengan drag cup. Untuk menghindari perputaran drag cup yang terus menerus maka pada
batang penghubung dengan pointer dipasang spring ( bair spring ) yang sudah dikalibrasikan untuk
mengimbangi reaksi torque, sehingga drag cup akan berhenti pada posisi tertentu apabila torque tersebut sudah
seimbang dengan tensi dari spring. Dengan demikian setiap penambahan RPM pada motor akan mengakibatkan
penambahan reaksi torque dan drag cup berputar semakin bertambah: demikian juga dengan pointer akan
Pada pesawat-pesawat besar dengan multi engine, jarak antara engine dengan cockpit cukup jauh, mak a
penggunaan flexible drive shaft untuk menggerakan tachometer indicator seperti pada pesawat-pesawat kecil
tidak memungkinkan. Sebagai pengganti system diatas dikembangkan penggunaan tachometer elektrik.
System ini menggunakan sebuah D.C generator yang sederhana diputar oleh engine, dimana arus listrik yang
dihasilkan diteruskan kesuatu voltmeter yang sudah dikalibrasikan menjadi skala RPM dicockpit dengan
menggunakan kabel-kabel listrik(gambar 4-15). Tegangan arus listrik yang dihasilkan D.C generator ini
berbanding lurus dengan besarnya putaran engine dengan demikian penunjukan dari voltmeter adalah
Tachometer yang banyak dan umum dipakai untuk penunjukan engine RPM adalah dengan menggunakan
altenator tiga phase yang diputar oleh engine untuk mendapatkan arus A.C tiga phase dimana frequensinya
Arus dari altenator ini dialirkan kesuatu synchronous motor tiga phase pada tachometer indicator.
Kecepatan putaran motor ditentukan oleh frequensi arus yang dihasilkan altenator dari putaran engine.
Gambar4-16 memperlihatkan A.C tachometer system. Altenator yang diputar oleh engine menghasilkan arus
A.C tiga phase yang kemudian disalurkan melalui kawat-kawat listrik ke synchronous motor.
Arus tiga phase ini menimbulkan medan magnet yang berputar pada stator dari synchronous motor. Rotor dari
synchronous motor ini adalah permanen magnet yang kemudian meluruskan diri dengan medan magnet yang
berputar dan hasilnya rotor dari synchronous motor ini akan berputar sebesar putar altenator. Synchrounous
motor tersebut dipergunakan memutar sebuah magnet didalam drag cup, sehingga menyebabkan drag cup
Seperti pada penjelasan sebelumnya, gerakan drag cup diimbangi oleh tensi dari spring : gerakan drag cup ini
akan berhenti pada suatu posisi dimana gay dari drag cup sama besar dengan tensi spring. Dengan demikian
pointer akan bergerak sebanding dengan besarnya engine dan memberikan pembacaan pada skala RPM.
Generator ini terdiri dari sebuah rotor, terbuat dari permanen magnet, berputar didalam stator yang mempunyai
gulungan 3 phase hubungan star. Rotor ini ada yang dua pole dan empat pole dan dijadikan magnet setelah
Perlu diketahui bahwa pole-pole dari rotor dibuat membentuk sudut, sehingga apabila satu ujung dari pole
melewati satu bagian gulungan stator maka ujung yang sudah memasuki gulungan stator berikutnya sehingga
akan menghasilkan wave-form yang baik dan torque penggerak yang merata.
Cara yang dipakai untuk memutar generator ini pada umumnya dengan memasang langsung pada motor
(engine) atau pada accessories gear box dengan spline gear.(gambar 4-18).
Apabila motor dari generator ini berputar ini berputar didalam stator, setiap pole, melewati gulungan stator dan
menghasilkan tiga wave atau phase arus bolak balik ( A.C ) yaitu 120⁰ satu sama lain.
Besarnya voltage yang dihasilkkan tergantung dari besarnya medan magnet dan kecepatan berputar dari rotor
didalam phase coil (Hukum faraday). Pada setiap pasang pole magnit , melewati setiap coil(gulungan), maka
yang dihasilkan menjadi 1 cycle penuh pada frekuensi yang ditentukan oleh kecepatan berputar dari rotor.
Dengan demikian kecepatan rotor dan frekuensi adalah berbanding langsung dank arena rotor diputar oleh
motor (engine) pada perbandingan tertentu pula, maka frekuensi gaya gerak listrik (EMF) yang dihasilkan
Arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini dihubungkan dengan indicator(gambar 4-19) dimana terdapat
Suatu alat yang menunjukan jumlah bahan bakar dalam satuan volume atau dalam satuan berat.
Untuk operasi suatu pesawat terbang, penunjukan jumlah bahan bakar yang tepat setiap saat didalam tangki
sangat diperlukan agar supaya penerbang dapat mengoperasikan pesawatnya sesuai dengan jumlah bahan bakar
yang ada. Penunjukan jumlah ini biasa dalam satuan volume atau dalam satuan berat, akan tetapi umumnya
1. Satuan berat mengukur jumlah bahan bakar yang sebenarnya dapat dipakai untuk operasi suatu engine
dimana satuan berat tidak dipengaruhi oleh density (kepadatan) dan temperatur.
2. Berat bahan bakar dapat langsung memberikan figur dalam gross weight (berat keseluruhan) dari suatu
pesawat.
Ada beberapa tipe fuel quantity indicating system yang berbeda dalam prinsip kerja dan konstruksinya
sedangkan penggunaan dari tipe-tipe ini tergantung dari tipe pesawat dan sistem bahan bakarnya.
Sistem ini menggunakan pelampung yang bergerak naik turun diatas permukaan bahan bakar didalam tank
sebagai penggerak bevel gear untuk memutar magnet. Pada ujung lain diluar tank terdapat pointer yang juga
terbuat dari magnet, sehingga pergerakan dari magnet didalam tank yang sesuai dengan tinggi rendahnya
permukaan bahan bakar akan diikuti oleh ponter dan memberikan penunjukan jumlah bahan bakar didalam tank.
dan resistor. Pelampung bergerak naik turun sesuai dengan tinggi rendahnya permukaan bahan bakar didalam
tank, gerakan ini diteruskan oleh transmitter arm untuk merubah besar kecilnya harga tahan dari resistor.
Indikator yang dipergunakan adalah suatu moving magnet instrument. Perubahan jumlah bahan bakar didalam
tank akan mengakibatkan perubahan harga tahanan dari transmitter, sehingga menyebabkan perubahan besar
arus yang mengalir melalui coil A dan B, pada indikator. Besar kecilnya arus pada coil tersebut akan
menentukan besar kecilnya medan magnet yang timbul. Permanent magnet yang jadi satu dengan pointer akan
Pada keadaan kosong maka harga tahanan transmitter lebih besar dari pada tahanan R, arus listrik melaui coil A
Dalam keadaan setengah penuh, harga tahanan transmitter sama besar dengan R, sehingga arus listrik pada
kedua coil mengalir sama besar, medan magnet yang timbul juga sama besar dan akibatnya posisi pointer berada
di tengah-tengah.
Apabila tank diisi penuh, maka harga tahanan transmitter lebih kecil dari R, arus listrik yang mengalir melalui
coil B lebih besar dan medan magnet yang timbul juga menjadi lebih besar, akibatnya pointer bergerak kearah F
( FULL ). Untuk skala penunjukan pada indikator bisa berupa empty dan full dalam satuan volume ( gallon atau
litter ).
a) Tank transmitter mempunyai komponen-komponen bergerak, hal ini dapat menyebabkan bahaya,
khususnya kontak antara transmitter arm dan resistor yang dialiri arus listrik ( bahaya percikan bunga api ).
b) Penunjukan tidak tepat dengan perubahan altitude ( posisi ) dari pesawat.
c) Ekspansi bahan bakar didalam tank akibat pertambahan temperatur menjadikan penunjukan dari indikator
Penggunaan pelampung diatas permukaan bahan bakar didalam tank hanya mengukur volumenya saja,
sedangkan tenaga dari engine akan tergantung pada jumlah massa ( berat ) bahan bakar yang dipergunakan
dengan demikian penunjukan jumlah bahan bakar didalam tank lebih baik dalam satuan berat. Disamping
hubungan berat dengan tenaga, satuan berat dari bahan bakar ini juga dapat memberikan gambaran langsung
Dalam evolusi pengukuran jumlah bahan bakar, capacitance bridge sistem ( sistem jembatan kapasitansi ) telah
dikembangkan yang mana mempunyai keuntungan- keuntungan sepertu : pengukuran jumlah bahan bakar dalam
satuan berat, keseluruhan unit-unit dati tank tidak rumit, tidak mempunyai komponen-komponen yang bergerak
kecuali servomotor pada indikator, mempunyai kemampuan yang tinggi, dan dapat diperlengkapi dengan alat-
Apabila harga dari kedua inductor dan kedua capasitor sama besar, maka jembatan tersebut dalam keadaan
seimbang ( balanced ), karena phase dari kedua rangkaian ini adalah 180 derajat satu sama lain, akibatnya tidak
akan ada arus listrik yang mengalir melalui indikator. Kapasitas dari suatu capasitor tergantung pada :
Capasitor ini yang dipakai untuk pengukuran jumlah bahan bakar dibuat dari dua buah plat atau lebih yang
dibentuk melingkar berbentuk silinder ( disebut dengan sensing probe ) dimana plat bagian luar berlubang-
lubang sehingga bahan bakar diantara kedua plat dan diluar lingkaran saling berhubungan.
Luas permukaan dari plat dan jarak antara kedua plat tersebut adalah tetap, jadi hanya dielektrik konstanta yang
dapat berubah.
Udara adalah sebagai dielektrik pemisah apabila tank dalam keadaan kosong, dimana konstantanya satu, dan
bahan bakar dengan konstanta kira-kira dua sebagai dielektrik pemisah kalau tank penuh.
Apabila tank terisi penuh, probe akan mempunyai kapasitansi yang jauh lebih besar dari pada waktu tank dalam
keadaan kosong, dan pada setiap keadaan dari isi tank antara penuh dan kosong akan memberikan suatu
Apabila kapasitas dari probe berubah karena perubahan permukaan bahan bakar, amplifier akan menerima
Amplifier akan memperbesar signal tersebut, yaitu untuk memberikan energi listrik yang cukup pada satu
gulungan ( variable phase winding ) dari serve motor dua phase pada indikator dan gulungan satunya lagi yang
disebut dengan fixed phase winding mendapat arus listrik yang selalu konstan pada transformer dari rangkaian
jembatan, akan tetapi phasenya dipindahkan 90 derajat dengan menggunakan capacitor dihubungkan seri.
Sebagai hasil dari susunan diatas motor dari indicator menjadi sensitif terhadap perubahan phase(phase
sensitive), dan menjadikan motor ini dapat berputar bolak balik tergantung dari apakah capacitance probe
Servo motor ini tidak hanya memutar pointer, melainkan juga menggerkan Rebalancing Potentiometer agar
supaya pointerberhenti menunju pada posisi yang tepat setelah jembatan seimbang.
Untuk mendapat penunjukan yang tepat, indikator ini perlu dikalibrasi yaitu dengan menggunakan empty
adjustment dan full adjustment. Kedua adjustment ini ada diluar rumah instrument dan dapat dilaksanakan
Pertama, tank dikosongkan, kemudian empty adjustment potentiometer digerakan hingga indikator menunjuk
Kedua, tank diisi penuh, kemudian full adjusment potentiometer digerakan hingga indikator menunjuk pada
posisi Full