MMRT
MMRT
Pelaksanaan
1. MMRT 1
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
A. Latar Belakang
Pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan bagian terpenting dari
kompetensi yang wajib dimiliki oleh mahasiswa profesi ners keperawatan Poltekkes
Kemenkes Jambi yang mampu mengenal, merumuskan, dan menyusun prioritas
masalah kesehatan masyarakat baik sekarang maupun yang akan datang, serta berusaha
dan bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam stase praktik komunitas
profesi keperawatan, selanjutnya mahasiswa akan dipaparkan untuk menyelesaikan
masalah kesehatan didalam masyarakat.
Data tentang kejadian penyakit di masyarakat perlu dikumpulkan dan dinilai
keberadaan masalah keperawatannya, data tersebut bisa diperoleh secara primer
(misalnya survey pendahuluan atau rapid assessment) maupun secara sekunder
(dengan memanfaatkan data yang sudah ada di Puskesmas, Posyandu, kelurahan,
kecamatan, desa, rumah sakit, dsb) ataupun kombinasi dari data sekunder dan primer
rapid assessment merupakan salah satu cara yang sangat bermakna dalam memberikan
data bagi mahasiswa. kegiatan tersebut dapat dilakukan ketika ada pertemuan warga.
Oleh karena itu, perlu dilakukan musyawarah masyarakat desa satu (MMD 1) yang
dapat mempertemukan warga dengan mahasiswa agar menjadi sarana untuk
menemukan permasalahan yang sedang terjadi di suatu wilayah yang dijadikan tempat
praktik oleh mahasiswa profesi ners keperawatan Poltekkes Kemenkes Jambi
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan musyawarah masyarakat di Rt.07 Kel. Sungai asam,
diharapkan mahasiswa dapat memperkenalkan diri pada masyarakat dalam
melakukan rapid assessment terhadap masalah yang muncul dan
menyampaikan rencana kegiatan dalam menjalankan praktik klinik mata
kuliah keperawatan komunitas dan keluarga di Rt.07 Kel. Sungai Asam.
2. Tujuan Khusus
a. Mengenal antara mahasiswa dengan tokoh masyarakat dan warga di
wilayah Rt.07 Kel. Sungai Asam
b. Mengetahui struktur wilayah Rt.07 Kel. Sungai Asam
c. Mengetahui data demografi
d. Menemukan adanya kelompok warga dengan masalah kesehatan
spesifik atau kelompok risiko tinggi
e. Mendapatkan informasi jadwal perkumpulan warga
f. Menjelaskan rencana kegiatan praktik klinik keperawatan komunitas
dan keluarga selama 5 minggu kedepan
3. Sasaran dan Target
a. Kepala Lurah Rt.07 Kel. Sungai Asam
b. Ketua Rt.07 Kel. Sungai Asam
c. Kader Kesehatan Rt.07 Kel. Sungai Asam
d. Tokoh Masyarakat Rt.07 Kel. Sungai Asam
e. Pemuda Pemudi Rt.07 Kel. Sungai Asam
C. Strategi
1. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan Tanya jawab
2. Materi
Terlampir
4. Setting Tempat
Tempat yang digunakan adalah posko didepan rumah pak Rt.07 [Link]
Asam yang biasa digunakan warga untuk kegiatan pengajian anak-anak. Semua
peserta duduk secara lesehan dengan alas tikar.
Keterangan:
: Pintu Masuk
: Duduk Peserta
: Pemateri
5. Media
E. Pengorganisasian
1. Evaluasi MMD I
Judul Kegiatan
Latar Belakang
Tujuan
Strategi Pelaksanaan
Pengorganisasian
Susunan Acara
Total
Presentase
Tersebarnya Undangan
Perizinan Tempat
Total
Presentase
Perlaksanaan MMD I Ada Tidak
Panitia MMD I
Total
Presentase
Total
Presentase
2. Edukasi Kesehatan 1
“Edukasi KesehatanTentang Perawatan Hipertensi Dirumah Pada Lansia Di RT 07
[Link] Asam Kota Jambi “
1. Latar Belakang
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah didalam arteri yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah
terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Secara umum,
hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang
abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko
terhadap stroke, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal
yang merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Hipertensi ditandai
dengan peningkatan tekanan darah sistol ≥ 140 mmHg dan tekanan darah
diastolik ≥ 90 mmHg.
Berdasarkan hasil pengkajian di RT 07 Kel. Sungai Asam, didapatkan
jumlah lansia sebanyak 20 jiwa dan lansia yang mengidap penyakit
Hipertensi sebanyak 12 jiwa. Rata-rata usia lansia lebih dari 60 tahun
keatas. Berdasarkan wawancara pada lansia di Rt 07 didapatkan sebagian
lansia mengatakan kuduknya pegal dan berat, nyeri di bagian kepala
menjalar ke leher dan telah mengalami penurunan fungsi salah satunya
system peredaran darah. Berdasarkan hasil wawancara diketahui Lansia
tidak rutin memeriksa kesehatan dan mengkomsumsi obat. Lansia juga
tidak mengetahui tentang hipertensi, lansia tidak mengetahui diet untuk
penderita hipertensi, cara perawatan hipertensi dirumah serta komplikasi
yang ditimbulkan dari penyakit hipertensi.
Dengan terjadinya peningkatan populasi lansia dan berbagai
macam penyakit degeneratif yang sering menyerang pada usia lansia saat
ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan
Pendidikan kesehatan tentang penyakit Degeneratif (Hipertensi) dan
perawatannya sehingga lansia dapat melakukan perawatan dini secara
mandiri sebelum berkonsultasi pada pusat pelayanan kesehatan.
3. Implementasi Keperawatan
1. Metode
Penyuluhan dan Demonstrasi
2. Media dan alat
Power point, LCD, Leaflet, Spanduk, Kursi, Alat tulis
3. Waktu dan Tempat
Jumat,28 Januari 2022 di Puskesmas Koni/Posko RT 07 [Link] Asam
4. Sasaran
Lansia Puskesmas Koni/Posko di RT 07 [Link] Asam Kota Jambi
5. Strategi Pelaksanaan
6. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab: Putri Balqis
- Bertanggung jawab dari awal acara sampai akhir acara
- Berkoordinasi dengan ci klinik dan pembimbing akademik
b. Ketua pelaksana : [Link]
- Melapor kepada ci klinik,dan dosen pembimbing
- Mengkoordinir seksi acara, seksi dokumentasi, seksi perlengkapan,
- Meminta data, file kop surat dengan tata usaha
c. Penyaji :
1. Rinda Agustina sebagai penyaji konsep
- Menyajikan atau menjelaskan materi secara berurutan dan terarah
dengan waktu yang sudah ditentukan
5. Menggali persepsi
peserta tentang
hipertensi
6. Memberikan
reinforcement
positif pada peserta
d. Perawatan
hipertensi
dirumah
e. Demonstrasi
4. Menanyakan
kembali kepada Memberikan
peserta mengenai kesempatan
materi penyuluhan untuk diskusi (3
5. Memberikan pertanyaan)
reinforment positif
setelah
dilakukannya
penyuluhan
6. Memberikan
kesempatan untuk
Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan dari
Mendengar dan
konsep hipertensi
menyimak Menjawab
dan diet pada salam
penderita Hipertensi
2. Menyampaikan
rencana tindak lanjut
pada pasien
hipertensi tentang
diet yang baik.
Mengucapkan
terimakasih dan
salam penutup
4. Kriteria evaluasi
1. Evaluasi struktur
Pengorganisasian
a. Penanggung jawab: Putri Balqis
b. Ketua pelaksana : Regina [Link]
c. Penyaji : Rinda agustina
d. Moderator : Pita Ayu Lestari
e. Notulen dan observer
1. Reza nurmala sari
2. Rebecca uli sinaga
f. Seksi acara
Regina [Link]
g. Seksi dokumentasi
Putrision simamora
2. Evaluasi proses
f. Pengertian
hipertensi
g. Penyebab
hipertensi
h. Tanda & gejala
hipertensi
i. Patofisiologi
hipertensi
j. Teknik
farmakologi dan
non farmakologi
pengobatan
hipertensi
k. Diet pada
penderita
Hipertensi Mengikuti
l. Menanyakan demonstrasi
kembali
kepada peserta
mengenai
materi
penyuluhan
(Terlaksana Mendemostrasikan
dan sesuai) ulang
m. Memberikan
reinforment
positif setelah
dilakukannya
penyuluhan
7. Memberikan
Peserta aktif bertanya
kesempatan untuk
diskusi (3
pertanyaan)
(Terlaksana
dan sesuai)
Penutup 5 menit 4. Menyimpulkan Mendengar dan
hasil pemaparan menyimak
materi Menjawab salam
(Terlaksana
dan sesuai)
5. Menyampaikan
rencana tindak lanjut
pada pasien
hipertensi seperti
latihan dirumah
Mengucapkan
terimakasih dan
salam penutup
(Terlaksana
dan sesuai)
3. Evaluasi hasil
Peserta aktif bertanya pada sesi tanya jawab
MATERI PENYULUHAN KESEHATAN
1) Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah
yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat
sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya (Sustrani,2006). Hipertensi adalah
suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas
normal yang mengakibatkan angka kesakitan atau morbiditas dan angka kematian
atau mortalitas. Hipertensi merupakan keadaan ketika seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal atau kronis dalam waktu yang
lama( Saraswati,2009).
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah
yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. WHO(World Health Organization)
memberikan batasan tekanan darah normal adalah 140/90 mmHg. Batasan ini tidak
membedakan antara usia dan jenis kelamin (Marliani, 2007). Hipertensi dapat
didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140
mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.
2. Penyebab Hipertensi
Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka kemungkinan
menderita hipertensi menjadi lebih besar. Faktor-faktor lain yang mendorong
terjadinya hipertensi antara lain stress, kegemukan (obesitas), pola makan, merokok
([Link],2009).
3. Gejala Hipertensi
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala
khusus. Menurut Sutanto (2009), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu :
gejala ringan seperti, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk
terasa pegal, mudah marah,telinga berdengung, sukar tidur, sesak napas, rasa berat
ditengkuk,mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan (keluar darah darihidung).
4. Diit hipertensi
makanan sama dengan diet rendah garam I, boleh menggunakan ¼ sedok teh
Di dalam makanan, lemak terdiri dari dua macam, yakni lemak jenuh dan
tidak jenuh. Lemak jenuh bersifat menaikkan kadar kolesterol, yang terdapat pada
makanan yang berasal dari hewan, seperti daging, sapi, kerbau, babi, kambing,
mentega, susu, keju dan sebagian kecil dari tumbuh-tumbuhan, seperti minyak
jagung, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak biji matahari, sebagian
kecil hewani, antara lain seperti ikan dan minyak ikan. Diet ini bertujuan untuk
menurunkan kolesterol darah.
Astuti, Agustina Pungki, Didit Damayanti, and Iskari Ngadiarti. 2021. “Penerapan Anjuran
Diet Dash Dibandingkan Diet Rendah Garam Berdasarkan Konseling Gizi Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Larangan Utara.” Gizi
Indonesia 44(1):109–20. doi: 10.36457/gizindo.v44i1.559.
Kii, Maria Ina, Dwi Soelistyoningsih, and Nicky Danur Jayanti. 2021. “HUBUNGAN
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM
PADA PENDERITA HIPERTENSI SISTOLIK Darah Sistolik ≥ 140 MmHg Dengan
Tekanan Darah Populasi Lansia . Berdasarkan Data Dari Survei Hipertensi Menurut
Data World Health Organization ( WHO ) Pada Tahun 2011 Tercatat Terdapat 1 Milyar
Menyebabkan Peningkatan Beban Biaya Kesehatan Dampak Buruk Hipertensi Sistolik
Adalah Suatu Faktor Risiko Kardiovaskuler Penting Pada Lansia . Ada 2 ( Dua ) Faktor
Yang Bisa Memprediksi Dan Pantulan Gelombang Karotid Secara Dini . Hipertensi
Sistolik Jelas Berhubungan Dengan Kardiovaskuler 2 , 5 Kali Lipat Pada Kedua Jenis
Fisik Saja Tetapi Juga Berdampak Pada Psikis , Dimana Cemas , Dan Tidak Bisa
Kontrol Emosi Ketika Psikologis Sebagian Besar Terdapat Bentuk Depresi Dan
Kecemasan Tekanan Darah , Peningkatan Tekanan Darah Ini Akan Tersebut Dan Dapat
Berdampak Pada Kualitas Hidup Dukungan Keluarga Merupakan Faktor Terpenting
Dalam Membantu Individu Menyelesaikan Masalah , Dukungan Keluarga Akan
Menambah Rasa Sehingga Keluarga Dapat Memenuhi Kebutuhan Pasien , Mengetahui
Kapan Keluarga Harus Mencari Pertolongan Dan Mendukung Kepatuhan Terhadap
Penting , Keluarga Dapat Menjadi Faktor Yang Sangat Kesehatan Individu
( Handayani , 2014 ).” 2(3):132–40.
Rachmawati, Diah, Retno Sintowati, Nining Lestari, and Tri Agustina. 2021. “Pengaruh Diet
Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Pada Penderita Hipertensi: Studi Literatur.” Proceeding of The URECOL 150–57.
Soewito, Bambang, and Marta Pastari. 2021. “Edukasi Dan Pendampingan Diet Lansia
Dengan Hipertensi.” 5:566–69.
Taufandas, Muh Jumaidi Sapwal Maruli, Novi Hermawati, Novi Hermawati Maruli
Taufandas [Link] Sapwal, and Novi Hermawati Maruli Taufandas [Link]
Sapwal. 2021. “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Pada
Lansia Di Dusun Ladon Wilayah Kerja Puskesmas Wanasaba.” Jurnal Medika Hutama
2(Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Medika Hutama):801–15.
Agoes, H. A. (2011). Penyakit Diusia Tua. Jakarta: EGC.
Dinkes Jateng. (2013). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013. Semarang: Dinas
Kesehatan Jawa Tengah.
Dinkes Kota Semarang. (2013, April). Profil Kesehatan Kota Semarang 2015. Dipetik
Desember Sabtu, 5, 2015, dari [Link].
Kuswardhani, T. (2007). Penatalaksanaan Hipertensi pada Lanjut Usia. Jurnal Penyakit
Dalam.
Laksono, R. A. (2013). Hubungan Antara Stress, Pola Makan, dan Kebiasaan Merokok
dengan Terjadinya Kekambuhan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Bendosari
Sukoharjo. 1-14.
Palmer, A. B. (2007). Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Erlangga.
Riskesdas. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional Tahun 2013.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Sudoyo, A. W. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit
Dalam FKUI.
Susanto. (2010). Cegah & Rangkal Penyakit Modern. Yogyakarta: Andi.
WHO. (2011). Hypertension. Departement of Sustainable and Healthy Environments.
Adip, M. Cara Mudah Memahami dan Menghindari Hipertensi, Jantung, dan Stroke.
Yogyakarta : Dianloka; 2009.
Corwin, E.J. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009
Price, S.A., dan L.M. Wilson. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit
Volume 2 Edisi 6. Jakarta : EGC; 2006
Wahyu Nugroho, SKM. 1992. Buku Kedokteran. Edisi 1. Perawatan Lanjut Usia. EGC :
Jakarta
Edukasi Kesehatan 2
“Edukasi Tentang NAPZA Pada Remaja Di RT 07 [Link] Asam “
A. Latar Belakang
1. Karakteristik
Masalah penggunaan Narkotika, Psikotropika,dan Zat Adiktif (NAPZA)
atauistilah yang populer di masyarakat sebagai NARKOBA merupakan masalah
yangsangat kompleks, yang memerlukan penanganan secara komprehensif
denganmelibatkan kerja sama multidisipliner, multisektor, dan peran serta
masyarakat secaraaktif yang dilaksanakan berkesinambungan, konsekuen dan
konsisten. Meskipundalam kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika,
Psikotropika, dan Zat Adiktiflainnya masih bermanfaat bagi pengobatan, namun
bila disalahgunakan ataudigunakan tidak menurut indikasi medis atau standar
pengobatan terlebih lagi jikadisertai peredaran di jalur ilegal, akan sangat
merugikan bagi individu maupunmasyaraka luas khususnya generasi
[Link] penggunaan tidak hanya di kota kota besar saja, tapi sudah
sampaike kota kota kecil di seluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat
ekonomimenengah ke bawah sampai tingkat ekonomi atas. Dari data yang ada,
penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15-24 tahun.
Tampaknyagenerasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA.
Oleh karena itu,kita semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap
ancamankelangsungan pembinaan generasi muda. Sektor kesehatan memegang
peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA
Remaja adalah periode ketika individu menjadi matur secara fisik maupun
psikologis dan memperoleh identitas personal. Di akhir periode kritis
perkembangan ini, individu harus siap memasuki dunia dewasa dan mengembang
berbagai tanggung jawab. Periode remaja seringkali dibagi ke dalam tiga tahap ;
remaja awal, berlangsung dari usia 12 hingga 13; remaja menengah, dari usia 14
hingga 16 tahun; remaja akhir ,dari usia 17 hingga 18 atau 20 tahun.
3. Masalah Keperawatan
Berdasarkan masalah keperawatan perilaku kesehatan cenderung
beresiko karena remaja di RT 07 jarang melakukan aktifitas fisik.
2. Rencana Tindakan
b. Tujuan
C. Implementasi Keperawatan
1. Metode
CTJ, diskusi
2. Media dan alat
LCD, Leaflet, video
3. Waktu dan Tempat
Jumat, 28 Januari 2022 di Puskesmas Koni/Posko RT 07 [Link] Asam
4. Sasaran
Remaja Puskesmas Koni/Posko di RT 07 [Link] Asam Kota Jambi
5. Strategi Pelaksanaan
6. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab: Putri Balqis
- Bertanggung jawab dari awal acara sampai akhir acara
- Berkoordinasi dengan ci klinik dan pembimbing akademik
b. Ketua pelaksana : Rinda Agustina
- Melapor kepada ci klinik,dan dosen pembimbing
- Mengkoordinir seksi acara, seksi dokumentasi, seksi perlengkapan,
- Meminta data, file kop surat dengan tata usaha
c. Penyaji :
Regina S. Turnip sebagai penyaji konsep
- Menyajikan atau menjelaskan materi secara berurutan dan terarah
dengan waktu yang sudah ditentukan
d. Moderator :
- Memimpin acara dari awal hingga berakhirnya acara sesuai dengan
susuan acara
- Memimpin sesi tanya jawab
- Menyampaikan simpulan dari materi
- Menghubungkan penyaji konsep dengan penyaji [Link]
audiens
e. Notulen dan observer
3. Reza Nurmala Sari
4. Rebecca Uli Sinaga
- Mengobservasi jalannya acara, waktu dan mencatat jikalau ada yang
tidak sesuai dengan SAP
- Mencatat pertanyaan dari peserta dan mengkomunikasikan dengan penyaji
f. Seksi acara
1. Seluruh Anggota kelompok 4
g. Seksi humas & dokumentasi
2. Putrision simamora sebagai dokumentasi foto dan video
- Mendokumentasikan kegiatan selama acara baik foto maupun video
dengan baik.
- Membuat link google drive untuk menyebarkan foto untuk membuat
lampiran.
Tahapan Kegiatan Waktu (menit) Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Remaja
Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam Menjawab salam
2. Menjelaskan tujuan Mendengarkan dan
penyuluhan memperhatikan
3. Mengingatkan kontrak
waktu, tempat, dan topik
4. Memperkenalkan
kelompok dan
pembimbing akademik
5. Menggali persepsi peserta
tentang NAPZA.
6. Memberikan reinforcement
positif pada peserta
Pelaksanaan 30 menit A. Pemaparan Teori Menyimak dan
1. Menjelaskan materi penyuluhan memperhatikan
tentang ;
Pengertian NAPZA.
Penyebab, tanda dan gejala NAPZA.
Upaya pencegahan dan penanganan
NAPZA.
3. Evaluasi hasil
Peserta aktif bertanya pada sesi tanya jawab
1. Pengertian
NAPZA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan /
psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan
ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
b. Psikodinamik
1) Faktor Predisposisi
Seseorang dengan gangguan kepribadiaan yaitu gangguan kejiwaan atau anti
sosial, kecemasan dan depresi. Selain daripada itu, yang bersangkutan tidak
mampu untuk berkomunikasi secara wajar dan efektif dirumah, sekolah atau di
dalam pergaulan sosialnya.
2) Faktor Kontribusi
Seseorang dalam kondisi lingkungan yang tidak baik akan merasa tertekan dan
ketertekananya itu dapat merupakan faktor pendorong bagi dirinya terlibat dalam
penyalangunaan atau ketergantungan NAPZA. Kondisi lingkungan yang tidak baik
meliputi faktor keluarga, lingkungan teman sebaya, sekolah dan masyarakat.
3) Faktor Pencetus
Merupakan faktor Interaksi antar Ketiga faktor di [Link] pencetus
mengakibatkan seseorang mempuyai resiko jauh lebih besar terlibat
penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA di bandingkan dengan satu dua faktor
saja.
3. Penyebab
Penyalahgunaan NAPZA sangatlah kompleks, tetapi selalu merupakan interaksi tiga
faktor, yaitu :
1) Faktor NAPZA
2) Faktor individual
3) Faktor lingkungan yang berkontribusi penyalahgunaan NAPZA
a) Lingkungan Keluarga
b) Lingkungan Sekolah
c) Lingkungan Teman sebaya
Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel), apatis
( acuh tak atuh ), mengantuk, agresif.. Saat sedang ketagihan ( sakau ) : mata merah,
hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang,
kesadaran menurun.
Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan
dan kebersihan , gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
3) Harm Reduction
Adalah upaya yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk
menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan
ketergantungan terhadap NAPZA. Kegiatan yang dilakukan seperti :
a. Memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna/ korban tersebut dapat
lepas dari keracunan, overdosis dan terbebas dari penyakit fisik lainnya.
b. Memberikan rehabilitasi agar pengguna tersebut dapat lepas dari
ketergantungan dan dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat.
c. Memberikan konseling guna mencegah kekambuhan dan mencegah penularan
penyakit berbahaya seperti penularan HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan
kela-min dan lain-lain.
A. Kesimpulan
Keperawatan komunitas adalah praktik keperawatan professional yang
diberikan secara holistic (biopsikososiospritual) dan difokuskan pada kelompok resiko
tinggi yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif,
preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitative dengan melibatkan komunitas
sebagai mitra yang handal dalam menyelesaikan masalah. Tujuan Keperawatan
Komunitas (1) Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care), (2) Perhatian
langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general community).
Falsafah/ Paradigma Keperawatan Komunitas (1) Manusia, (2) Kesehatan , (3)
Lingkungan dan (4) Keperawatan . Trend dan Issue dalam Keperawatan Komunitas
(1) Pengaruh Pengaruh politik terhadap keperawatan professional, (2) Pengaruh
Perawat dalam Peraturan dan Praktik Keperawatan dan (3) Puskesmas Idaman
Banyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya
adalah: (1) Pemberi Asuhan Keperawatan (Cave Provider) (1) Peran Sebagai
Pendidik (Educator), (2) Peran Sebagai Konselor (Counselor) (3) Peran Sebagai
Panutan (Role Model) (3) Peran Sebagai Pembela (Advocate) (4) Peran Sebagai
Manajer Kasus (Case Manager) dan (5) Peran Sebagai Kolabolator.
B. Saran
Diharapkan kepada pembaca dapat memahami dan mengerti materi tentang
Konsep Keperawatan Komunitas. Semoga keperawatan komunitas kedepan
memberikan harapan yang cerah pada perkembang keperawatan komunitas di
Indonesia. Selain itu diharapkan juga kepada pembaca dapat memberikan masukkan
kepada kelompok agar bisa menjadi pelajaran bagi kelompok.
DAFTAR PUSTAKA