0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan39 halaman

MMRT

Dokumen ini membahas tentang pelaksanaan musyawarah masalah kesehatan individu dalam keluarga di RT 07 Kel. Sungai Asam. Tujuannya adalah mengenalkan diri mahasiswa kepada masyarakat dan menemukan permasalahan kesehatan di wilayah tersebut.

Diunggah oleh

Putri Balqis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan39 halaman

MMRT

Dokumen ini membahas tentang pelaksanaan musyawarah masalah kesehatan individu dalam keluarga di RT 07 Kel. Sungai Asam. Tujuannya adalah mengenalkan diri mahasiswa kepada masyarakat dan menemukan permasalahan kesehatan di wilayah tersebut.

Diunggah oleh

Putri Balqis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Pelaksanaan
1. MMRT 1
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Pokok Bahasan : Musyawarah masalah kesehatan individu dalam keluarga


Sasaran : Masyarakat Rt.07 [Link] asam
Waktu : 60 menit
Hari/Tanggal : Jum’at, 21 Januari 2022
Jam : 10.00-11.00 WIB
Tempat : Posko Rt.07 Sungai asam
Penyuluh : D4 Sarjana Terapan Keperawatan

A. Latar Belakang
Pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan bagian terpenting dari
kompetensi yang wajib dimiliki oleh mahasiswa profesi ners keperawatan Poltekkes
Kemenkes Jambi yang mampu mengenal, merumuskan, dan menyusun prioritas
masalah kesehatan masyarakat baik sekarang maupun yang akan datang, serta berusaha
dan bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam stase praktik komunitas
profesi keperawatan, selanjutnya mahasiswa akan dipaparkan untuk menyelesaikan
masalah kesehatan didalam masyarakat.
Data tentang kejadian penyakit di masyarakat perlu dikumpulkan dan dinilai
keberadaan masalah keperawatannya, data tersebut bisa diperoleh secara primer
(misalnya survey pendahuluan atau rapid assessment) maupun secara sekunder
(dengan memanfaatkan data yang sudah ada di Puskesmas, Posyandu, kelurahan,
kecamatan, desa, rumah sakit, dsb) ataupun kombinasi dari data sekunder dan primer
rapid assessment merupakan salah satu cara yang sangat bermakna dalam memberikan
data bagi mahasiswa. kegiatan tersebut dapat dilakukan ketika ada pertemuan warga.
Oleh karena itu, perlu dilakukan musyawarah masyarakat desa satu (MMD 1) yang
dapat mempertemukan warga dengan mahasiswa agar menjadi sarana untuk
menemukan permasalahan yang sedang terjadi di suatu wilayah yang dijadikan tempat
praktik oleh mahasiswa profesi ners keperawatan Poltekkes Kemenkes Jambi
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan musyawarah masyarakat di Rt.07 Kel. Sungai asam,
diharapkan mahasiswa dapat memperkenalkan diri pada masyarakat dalam
melakukan rapid assessment terhadap masalah yang muncul dan
menyampaikan rencana kegiatan dalam menjalankan praktik klinik mata
kuliah keperawatan komunitas dan keluarga di Rt.07 Kel. Sungai Asam.
2. Tujuan Khusus
a. Mengenal antara mahasiswa dengan tokoh masyarakat dan warga di
wilayah Rt.07 Kel. Sungai Asam
b. Mengetahui struktur wilayah Rt.07 Kel. Sungai Asam
c. Mengetahui data demografi
d. Menemukan adanya kelompok warga dengan masalah kesehatan
spesifik atau kelompok risiko tinggi
e. Mendapatkan informasi jadwal perkumpulan warga
f. Menjelaskan rencana kegiatan praktik klinik keperawatan komunitas
dan keluarga selama 5 minggu kedepan
3. Sasaran dan Target
a. Kepala Lurah Rt.07 Kel. Sungai Asam
b. Ketua Rt.07 Kel. Sungai Asam
c. Kader Kesehatan Rt.07 Kel. Sungai Asam
d. Tokoh Masyarakat Rt.07 Kel. Sungai Asam
e. Pemuda Pemudi Rt.07 Kel. Sungai Asam

C. Strategi

1. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan Tanya jawab

2. Materi

Terlampir

3. Waktu dan Tempat


Hari/Tanggal : Jum’at, 21 Januari 2022
Jam : 10.00-11.00 WIB
Tempat : Posko Rt.07 Sungai asam

4. Setting Tempat

Tempat yang digunakan adalah posko didepan rumah pak Rt.07 [Link]
Asam yang biasa digunakan warga untuk kegiatan pengajian anak-anak. Semua
peserta duduk secara lesehan dengan alas tikar.

Keterangan:
: Pintu Masuk

: Duduk Peserta

: Pemateri

5. Media

LCD Proyektor dan laptop


D. Proses Pelaksanaan

NO Waktu KEGIATAN PENYAMPAI


1. 10.00-10.20  Registrasi Mahasiswa, Pembimbing
 Pembukaan Klinik, Ketua Rt.07 Kel.
 Sambutan pak Rt.07 [Link] Asam Sungai Asam
 Sambutan Pembimbing Klinik
(puskesmas)
2. 10.20-10.40 Penyampaian Materi Mahasiswa
 Memperkenalkan diri
 Memaparkan hasil survey laporan di
Rt.07 Kel. Sungai Asam
3. 10.40-10.55  Diskusi Mahasiswa Dan
 Penyampaian prioritas masalah dan Perwakilan Masyarakat
program kerja
4. 10.55-11.00  Kesimpulan Mahasiswa
 Penutup

E. Pengorganisasian

1. Penanggung Jawab: Adlu Ramadhan

2. Seksi Acara: Susilawati, Riapuni, Mutya Rukmayanti, Debby Novita Sari,


Reza Nurmala Sari, Rebecca Uli Sinaga, Riani Lestari, Sumarni

3. Pembawa Acara: Vivianti Dewi

4. Penyaji: Tomi Dwi Putra, Rinda Agustina, Regina S. Turnip

5. Notulen: Ika Minarsih, Putri Sion, Reza Nurmala Sari


F. Evaluasi

1. Evaluasi MMD I

Dokumen SAP MMD I Ada Tidak

Judul Kegiatan

Latar Belakang

Tujuan

Sasaran Dan Target

Strategi Pelaksanaan

Pengorganisasian

Susunan Acara

Total

Presentase

Persiapan MMD I Ada Tidak

Tersebarnya Undangan

Tersusunnya Selembaran MMD

Perizinan Tempat

Total

Presentase
Perlaksanaan MMD I Ada Tidak

Panitia MMD I

Jumlah Kehadiran Peserta >80%

Pembawa Acara Melakukan Pembukaan

Mahasiswa Memperkenalkan Diri

Penyaji Menyampaikan Program

Penyaji Menjabarkan Masalah Kesehatan

Diskusi Dan Tanya Jawab Setelah Materi

Total

Presentase

Hasil MMD I Ada Tidak

Peserta Memahami Tujuan Kegiatan

Peserta Dan Mahasiswa Menemukan Permasalahan Di


Wilayahnya

Mahasiswa Mengetahui Struktur Wilayah

Mahasiswa Mendapatkan Data Demografi

Mahasiswa Menemukan Adanya Kelompok Warga


Dengan Masalah Kesehatan Spesifik / Risiko Tinggi

Mahasiswa Mendapatkan Informasi Jadwal


Perkumpulan Warga

Total

Presentase
2. Edukasi Kesehatan 1
“Edukasi KesehatanTentang Perawatan Hipertensi Dirumah Pada Lansia Di RT 07
[Link] Asam Kota Jambi “
1. Latar Belakang
Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah didalam arteri yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah
terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Secara umum,
hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang
abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko
terhadap stroke, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal
yang merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Hipertensi ditandai
dengan peningkatan tekanan darah sistol ≥ 140 mmHg dan tekanan darah
diastolik ≥ 90 mmHg.
Berdasarkan hasil pengkajian di RT 07 Kel. Sungai Asam, didapatkan
jumlah lansia sebanyak 20 jiwa dan lansia yang mengidap penyakit
Hipertensi sebanyak 12 jiwa. Rata-rata usia lansia lebih dari 60 tahun
keatas. Berdasarkan wawancara pada lansia di Rt 07 didapatkan sebagian
lansia mengatakan kuduknya pegal dan berat, nyeri di bagian kepala
menjalar ke leher dan telah mengalami penurunan fungsi salah satunya
system peredaran darah. Berdasarkan hasil wawancara diketahui Lansia
tidak rutin memeriksa kesehatan dan mengkomsumsi obat. Lansia juga
tidak mengetahui tentang hipertensi, lansia tidak mengetahui diet untuk
penderita hipertensi, cara perawatan hipertensi dirumah serta komplikasi
yang ditimbulkan dari penyakit hipertensi.
Dengan terjadinya peningkatan populasi lansia dan berbagai
macam penyakit degeneratif yang sering menyerang pada usia lansia saat
ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan
Pendidikan kesehatan tentang penyakit Degeneratif (Hipertensi) dan
perawatannya sehingga lansia dapat melakukan perawatan dini secara
mandiri sebelum berkonsultasi pada pusat pelayanan kesehatan.

1. Data Yang Dikaji Lebih Lanjut


Berdasarkan lansia penderita hipertensi Di RT 07 [Link] Asam
termaksud tidak terkontrol. Program ini bertujuan untuk meningkatkan
kualitas hidup para peserta jaminan Kesehatan nasional (JKN) dari BPJS
Kesehatan yang mengidap penyakit kronis dengan biaya pelayanan
Kesehatan yang efektif dan efisien, contoh program prolanis adalah
control ulang tekanan darah, tidak putus obat berupa obat amlodipine dan
mendapatkan Pendidikan Kesehatan dan diet ketat berupa makanan yang
rendah garam. Pada lansia hipertensi yang tidak terkontrol biasanya
datang dengan keluhan sakit kepala dan tidak mendapatkan obat rutin,
biasanya berasal dari pasien baru. Persentase lansia yang mengalami
hipertensi sebesar 44,4% yang berada di RT 07 [Link] Asam.
2. Masalah Keperawatan
Berdasarkan masalah keperawatan ketidakefektifan management
kesehatan pada Lansia dengan Hipertensi

2. Proses Keperawatan Komunitas


1. Diagnosis Keperawatan Komunitas
- Ketidakefektifan management kesehatan pada lansia dengan
hipertensi.
2. Rencana Tindakan
a. Rencana Intervensi : Pemberian Edukasi Kesehatan dan perawatan
Hipertensi dirumah.
b. Tujuan
Untuk Memberikan edukasi Kesehatan Tentang perawatan Hipertensi
dirumah Pada Lansia Di RT 07 [Link] Asam Kota Jambi

3. Implementasi Keperawatan
1. Metode
Penyuluhan dan Demonstrasi
2. Media dan alat
Power point, LCD, Leaflet, Spanduk, Kursi, Alat tulis
3. Waktu dan Tempat
Jumat,28 Januari 2022 di Puskesmas Koni/Posko RT 07 [Link] Asam
4. Sasaran
Lansia Puskesmas Koni/Posko di RT 07 [Link] Asam Kota Jambi
5. Strategi Pelaksanaan
6. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab: Putri Balqis
- Bertanggung jawab dari awal acara sampai akhir acara
- Berkoordinasi dengan ci klinik dan pembimbing akademik
b. Ketua pelaksana : [Link]
- Melapor kepada ci klinik,dan dosen pembimbing
- Mengkoordinir seksi acara, seksi dokumentasi, seksi perlengkapan,
- Meminta data, file kop surat dengan tata usaha
c. Penyaji :
1. Rinda Agustina sebagai penyaji konsep
- Menyajikan atau menjelaskan materi secara berurutan dan terarah
dengan waktu yang sudah ditentukan

- Memahami dan mampu menjelaskan dengan luas konsep hipertensi dan


perawatan hipertensi di rumah.
d. Moderator : Pita Ayu Lestari
- Memimpin acara dari awal hingga berakhirnya acara sesuai dengan
susuan acara
- Memimpin sesi tanya jawab
- Menyampaikan simpulan dari materi
- Menghubungkan penyaji konsep dengan penyaji [Link]
audiens
e. Notulen dan observer
1. Reza Nurmala Sari
2. Rebecca Uli Sinaga
- Mengobservasi jalannya acara, waktu dan mencatat jikalau ada yang
tidak sesuai dengan SAP
- Mencatat pertanyaan dari peserta dan mengkomunikasikan dengan penyaji
f. Seksi acara
1. Seluruh Anggota kelompok 4
g. Seksi humas & dokumentasi
1. Putrision simamora sebagai dokumentasi foto dan video
- Mendokumentasikan kegiatan selama acara baik foto maupun video
dengan baik.
- Membuat link google drive untuk menyebarkan foto untuk membuat
lampiran.
Tahapan Kegiatan Waktu (menit) Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Lansia
Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam Menjawab salam
2. Menjelaskan tujuan Mendengarkan dan
penyuluhan memperhatikan
3. Mengingatkan
kontrak waktu,
tempat, dan topik
4. Memperkenalkan
kelompok dan
pembimbing
akademik

5. Menggali persepsi
peserta tentang
hipertensi
6. Memberikan
reinforcement
positif pada peserta

Pelaksanaan 30 menit A. Pemaparan Teori Menyimak dan


1. Menjelaskan materi
memperhatikan
penyuluhan tentang ;
a. Pengertian
hipertensi
b. Penyebab
hipertensi
c. Tanda & gejala
hipertensi

d. Perawatan
hipertensi
dirumah

e. Demonstrasi
4. Menanyakan
kembali kepada Memberikan
peserta mengenai kesempatan
materi penyuluhan untuk diskusi (3
5. Memberikan pertanyaan)
reinforment positif
setelah
dilakukannya
penyuluhan
6. Memberikan
kesempatan untuk
Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan dari
Mendengar dan
konsep hipertensi
menyimak Menjawab
dan diet pada salam
penderita Hipertensi
2. Menyampaikan
rencana tindak lanjut
pada pasien
hipertensi tentang
diet yang baik.
Mengucapkan
terimakasih dan
salam penutup

4. Kriteria evaluasi
1. Evaluasi struktur

Pengorganisasian
a. Penanggung jawab: Putri Balqis
b. Ketua pelaksana : Regina [Link]
c. Penyaji : Rinda agustina
d. Moderator : Pita Ayu Lestari
e. Notulen dan observer
1. Reza nurmala sari
2. Rebecca uli sinaga

f. Seksi acara
Regina [Link]
g. Seksi dokumentasi
Putrision simamora

2. Evaluasi proses

Tahapan Kegiatan Waktu (menit) Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Lansia


Pembukaan 6 menit 1. Memberi salam Menjawab salam
(Berjalan dengan (Terlaksana Mendengarkan dan
baik dan sesuai) dan sesuai) memperhatikan
2. Menjelaskan tujuan
penyuluhan
(Terlaksana
dan sesuai)
3. Mengingatkan
kontrak waktu,
tempat, dan topik
Memperkenalkan
kelompok dan CI
klinik dan
pembimbing
akademik
(Terlaksana
dan sesuai)

Pelaksanaan 30 menit A. Pemaparan Teori Menyimak dan


6. Menggali persepsi memperhatikan
peserta tentang
hipertensi
(Terlaksana
dan sesuai)
7. Memberikan
reinforcement
positif pada
peserta
(Terlaksana
dan sesuai)
8. Menjelaskan materi
penyuluhan tentang ;
(Terlaksana dan
sesuai)

f. Pengertian
hipertensi
g. Penyebab
hipertensi
h. Tanda & gejala
hipertensi
i. Patofisiologi
hipertensi
j. Teknik
farmakologi dan
non farmakologi
pengobatan
hipertensi

k. Diet pada
penderita
Hipertensi Mengikuti
l. Menanyakan demonstrasi
kembali
kepada peserta
mengenai
materi
penyuluhan
(Terlaksana Mendemostrasikan
dan sesuai) ulang
m. Memberikan
reinforment
positif setelah
dilakukannya
penyuluhan
7. Memberikan
Peserta aktif bertanya
kesempatan untuk
diskusi (3
pertanyaan)
(Terlaksana
dan sesuai)
Penutup 5 menit 4. Menyimpulkan Mendengar dan
hasil pemaparan menyimak
materi Menjawab salam
(Terlaksana
dan sesuai)
5. Menyampaikan
rencana tindak lanjut
pada pasien
hipertensi seperti
latihan dirumah
Mengucapkan
terimakasih dan
salam penutup
(Terlaksana
dan sesuai)

3. Evaluasi hasil
Peserta aktif bertanya pada sesi tanya jawab
MATERI PENYULUHAN KESEHATAN

HIPERTENSI PADA LANSIA

1) Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah
yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat
sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya (Sustrani,2006). Hipertensi adalah
suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas
normal yang mengakibatkan angka kesakitan atau morbiditas dan angka kematian
atau mortalitas. Hipertensi merupakan keadaan ketika seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal atau kronis dalam waktu yang
lama( Saraswati,2009).
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah
yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. WHO(World Health Organization)
memberikan batasan tekanan darah normal adalah 140/90 mmHg. Batasan ini tidak
membedakan antara usia dan jenis kelamin (Marliani, 2007). Hipertensi dapat
didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140
mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.

2. Penyebab Hipertensi

Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu hipertensi essensial


(primer) merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya dan ada
kemungkinan karena faktor keturunan atau genetik (90%).Hipertensi sekunder yaitu
hipertensi yang merupakan akibat dari adanyapenyakit lain. Faktor ini juga erat
hubungannya dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang baik. Faktor makanan
yang sangat berpengaruh adalah kelebihan lemak (obesitas), konsumsi garam dapur
yang tinggi, merokok dan minum alkohol.

Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka kemungkinan
menderita hipertensi menjadi lebih besar. Faktor-faktor lain yang mendorong
terjadinya hipertensi antara lain stress, kegemukan (obesitas), pola makan, merokok
([Link],2009).

3. Gejala Hipertensi
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala
khusus. Menurut Sutanto (2009), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu :
gejala ringan seperti, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk
terasa pegal, mudah marah,telinga berdengung, sukar tidur, sesak napas, rasa berat
ditengkuk,mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan (keluar darah darihidung).

4. Diit hipertensi

Ada 3 macam diet untuk menanggulangi atau minimal mempertahankan keadaan


tekanan darah, yaitu :

a. Diet Rendah Garam


Diet rendah garam dalam arti sebenarnya adalah sodium atau natrium. Dalam
diet rendah garam (sodium), selain membatasi sumber konsumsi garam dapur
juga harus membatasi sumber sodium lainnya. sumber sodium lainnya antara lain
makanan yang mengandung soda, kue, baking powder, MSG (Monosodium
Glutamat yang lebih dikenal dengan nama bumbu penyedap makanan), pengawet
makanan atau natrium benzoat (biasanya terdapat di dalam saos, kecap, selai,
jelli). Makanan yang dibuat dari mentega serta obat yang mengandung Na,
biasanya obat sakit kepala atau obat lainnya.

Ada 2 macam diet rendah garam :

1) Diet rendah garam I (200 – 400 mgNa)


Diberikan pada pasien edema, acites dan / hipertensi berat, tidak
ditambahkan garam dapur, hindari bahan makanan tinggi natrium.

2) Diet rendah garam II (600 – 800 mgNa)


Diberikan pada pasien edema, acites dan / hipertensi sedang. Pemberian

makanan sama dengan diet rendah garam I, boleh menggunakan ¼ sedok teh

perhari garam dapur, hindari makanan tinggi natrium.

3) Diet rendah garam III (1000 – 12000 mg Na)

Diberikan pada pasien edema dan / hipertensi ringan. Pemberian makanan


sama dengan diet rendah garam I. Pada pengolahan makanan boleh
menggunakan ½ sendok teh garam dapur dalam sehari.
b. Diet rendah kolesterol dan lemak terbatas

kolesterol diperlukan untuk kelancaran metabolisme dalam tubuh tetapi


apabila jumlah yang dikonsumsi lebih banyak dari pada yang dibutuhkan oleh
tubuh akan membayakan. Kolesterol merupakan bagian dari lemak. Tubuh
memperoleh kolesterol dari makanan sehari-hari dan dari hasil sintesis dalam hati
(hepar). Sekitar 25-50% kolesterol yang berasal dari makanan dapat diabsorbsi
oleh tubuh, selebihnya akan dibuang melalui feses (kotoran). Beberapa makanan
yang tinggi kandungan kolesterolnya, yaitu daging, jeroan, keju keras, susu,
yogurt, kuning telur, kepiting, kerang, udang, cumi-cumi, coklat, mentega,
margarin, hati, lemak babi.

Di dalam makanan, lemak terdiri dari dua macam, yakni lemak jenuh dan
tidak jenuh. Lemak jenuh bersifat menaikkan kadar kolesterol, yang terdapat pada
makanan yang berasal dari hewan, seperti daging, sapi, kerbau, babi, kambing,
mentega, susu, keju dan sebagian kecil dari tumbuh-tumbuhan, seperti minyak
jagung, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak biji matahari, sebagian
kecil hewani, antara lain seperti ikan dan minyak ikan. Diet ini bertujuan untuk
menurunkan kolesterol darah.

c. Diet tinggi serat

Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, dan serat makanan


terdapat pada beras, kentang, singkong dan kacang ijo.

Di dalam tubuh manusia, kolesterol dibuat di dalam hati dan kemudian


diubah menjadi asam empedu untuk membantu proses penyerapan makanan.
Asam empedu tersebut sebagian masuk ke dalam darah untuk di bawa hati dan
sebagian lainnya dibuang bersama kotoran. Jika kadar kolesterol dalam darah
cukup tinggi maka kolesterol tersebut akan menempel pada dinding bagian dalam
dari saluran darah. Kolesterol itupun akan mengikat kolesterol lainnya sehingga
saluran darah akan tertutup oleh tumpukan kolesterol.

5. Cara mengatasi dan mencegah Hipertensi

a. Periksakan tekanan darah secara teratur


b. Diit
c. Menghindari makanan yang berlemak
d. Mengurangi asin atau garam
e. Menjaga keseimbangan berat badan
f. Hindari minum minuman keras (beralkohol) dan kurangi/hentikan merokok
a. Istirahat yang cukup
b. Hindari stress
c. Olah raga yang teratur
d. Taati petunjuk pemakian obat dari dokter
DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Agustina Pungki, Didit Damayanti, and Iskari Ngadiarti. 2021. “Penerapan Anjuran
Diet Dash Dibandingkan Diet Rendah Garam Berdasarkan Konseling Gizi Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Larangan Utara.” Gizi
Indonesia 44(1):109–20. doi: 10.36457/gizindo.v44i1.559.

Kii, Maria Ina, Dwi Soelistyoningsih, and Nicky Danur Jayanti. 2021. “HUBUNGAN
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM
PADA PENDERITA HIPERTENSI SISTOLIK Darah Sistolik ≥ 140 MmHg Dengan
Tekanan Darah Populasi Lansia . Berdasarkan Data Dari Survei Hipertensi Menurut
Data World Health Organization ( WHO ) Pada Tahun 2011 Tercatat Terdapat 1 Milyar
Menyebabkan Peningkatan Beban Biaya Kesehatan Dampak Buruk Hipertensi Sistolik
Adalah Suatu Faktor Risiko Kardiovaskuler Penting Pada Lansia . Ada 2 ( Dua ) Faktor
Yang Bisa Memprediksi Dan Pantulan Gelombang Karotid Secara Dini . Hipertensi
Sistolik Jelas Berhubungan Dengan Kardiovaskuler 2 , 5 Kali Lipat Pada Kedua Jenis
Fisik Saja Tetapi Juga Berdampak Pada Psikis , Dimana Cemas , Dan Tidak Bisa
Kontrol Emosi Ketika Psikologis Sebagian Besar Terdapat Bentuk Depresi Dan
Kecemasan Tekanan Darah , Peningkatan Tekanan Darah Ini Akan Tersebut Dan Dapat
Berdampak Pada Kualitas Hidup Dukungan Keluarga Merupakan Faktor Terpenting
Dalam Membantu Individu Menyelesaikan Masalah , Dukungan Keluarga Akan
Menambah Rasa Sehingga Keluarga Dapat Memenuhi Kebutuhan Pasien , Mengetahui
Kapan Keluarga Harus Mencari Pertolongan Dan Mendukung Kepatuhan Terhadap
Penting , Keluarga Dapat Menjadi Faktor Yang Sangat Kesehatan Individu
( Handayani , 2014 ).” 2(3):132–40.

Rachmawati, Diah, Retno Sintowati, Nining Lestari, and Tri Agustina. 2021. “Pengaruh Diet
Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Pada Penderita Hipertensi: Studi Literatur.” Proceeding of The URECOL 150–57.

Soewito, Bambang, and Marta Pastari. 2021. “Edukasi Dan Pendampingan Diet Lansia
Dengan Hipertensi.” 5:566–69.

Taufandas, Muh Jumaidi Sapwal Maruli, Novi Hermawati, Novi Hermawati Maruli
Taufandas [Link] Sapwal, and Novi Hermawati Maruli Taufandas [Link]
Sapwal. 2021. “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Pada
Lansia Di Dusun Ladon Wilayah Kerja Puskesmas Wanasaba.” Jurnal Medika Hutama
2(Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Medika Hutama):801–15.
Agoes, H. A. (2011). Penyakit Diusia Tua. Jakarta: EGC.
Dinkes Jateng. (2013). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013. Semarang: Dinas
Kesehatan Jawa Tengah.
Dinkes Kota Semarang. (2013, April). Profil Kesehatan Kota Semarang 2015. Dipetik
Desember Sabtu, 5, 2015, dari [Link].
Kuswardhani, T. (2007). Penatalaksanaan Hipertensi pada Lanjut Usia. Jurnal Penyakit
Dalam.
Laksono, R. A. (2013). Hubungan Antara Stress, Pola Makan, dan Kebiasaan Merokok
dengan Terjadinya Kekambuhan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Bendosari
Sukoharjo. 1-14.
Palmer, A. B. (2007). Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Erlangga.
Riskesdas. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional Tahun 2013.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Sudoyo, A. W. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit
Dalam FKUI.
Susanto. (2010). Cegah & Rangkal Penyakit Modern. Yogyakarta: Andi.
WHO. (2011). Hypertension. Departement of Sustainable and Healthy Environments.
Adip, M. Cara Mudah Memahami dan Menghindari Hipertensi, Jantung, dan Stroke.
Yogyakarta : Dianloka; 2009.

Corwin, E.J. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009

Gunawan, L. Hipertensi Tekanan Darah Tinggi. Yogyakarta : Kanisius; 2001.

Price, S.A., dan L.M. Wilson. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit
Volume 2 Edisi 6. Jakarta : EGC; 2006

Wahyu Nugroho, SKM. 1992. Buku Kedokteran. Edisi 1. Perawatan Lanjut Usia. EGC :
Jakarta
Edukasi Kesehatan 2
“Edukasi Tentang NAPZA Pada Remaja Di RT 07 [Link] Asam “

A. Latar Belakang
1. Karakteristik
Masalah penggunaan Narkotika, Psikotropika,dan Zat Adiktif (NAPZA)
atauistilah yang populer di masyarakat sebagai NARKOBA merupakan masalah
yangsangat kompleks, yang memerlukan penanganan secara komprehensif
denganmelibatkan kerja sama multidisipliner, multisektor, dan peran serta
masyarakat secaraaktif yang dilaksanakan berkesinambungan, konsekuen dan
konsisten. Meskipundalam kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika,
Psikotropika, dan Zat Adiktiflainnya masih bermanfaat bagi pengobatan, namun
bila disalahgunakan ataudigunakan tidak menurut indikasi medis atau standar
pengobatan terlebih lagi jikadisertai peredaran di jalur ilegal, akan sangat
merugikan bagi individu maupunmasyaraka luas khususnya generasi
[Link] penggunaan tidak hanya di kota kota besar saja, tapi sudah
sampaike kota kota kecil di seluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat
ekonomimenengah ke bawah sampai tingkat ekonomi atas. Dari data yang ada,
penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15-24 tahun.
Tampaknyagenerasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA.
Oleh karena itu,kita semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap
ancamankelangsungan pembinaan generasi muda. Sektor kesehatan memegang
peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA
Remaja adalah periode ketika individu menjadi matur secara fisik maupun
psikologis dan memperoleh identitas personal. Di akhir periode kritis
perkembangan ini, individu harus siap memasuki dunia dewasa dan mengembang
berbagai tanggung jawab. Periode remaja seringkali dibagi ke dalam tiga tahap ;
remaja awal, berlangsung dari usia 12 hingga 13; remaja menengah, dari usia 14
hingga 16 tahun; remaja akhir ,dari usia 17 hingga 18 atau 20 tahun.

2. Data Yang Dikaji Lebih Lanjut


Data yang perlu dikaji lebih lanjut pada remaja di RT 07 Kel. Sungai Asam
yaitu melakukan pengontrolan lebih lanjut terhadap remaja RT 07 Sungai Asam
terhadap ada atau tidaknya penggunaan NAPZA. (jumlah remaja, kebiasaan
remaja)dll

3. Masalah Keperawatan
Berdasarkan masalah keperawatan perilaku kesehatan cenderung
beresiko karena remaja di RT 07 jarang melakukan aktifitas fisik.

B. Proses Keperawatan Komunitas

1. Diagnosis Keperawatan Komunitas

Perilaku kesehatan cenderung beresiko

2. Rencana Tindakan

a. Rencana Intervensi : Pemberian Edukasi Kesehatan tentang NAPZA


pada remaja di RT 07 Kel. Sungai Asam.

b. Tujuan

Untuk Memberikan edukasi kesehatan tentang NAPZA pada remaja di


RT 07 Kel. Sungai Asam.

C. Implementasi Keperawatan
1. Metode
CTJ, diskusi
2. Media dan alat
LCD, Leaflet, video
3. Waktu dan Tempat
Jumat, 28 Januari 2022 di Puskesmas Koni/Posko RT 07 [Link] Asam
4. Sasaran
Remaja Puskesmas Koni/Posko di RT 07 [Link] Asam Kota Jambi
5. Strategi Pelaksanaan
6. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab: Putri Balqis
- Bertanggung jawab dari awal acara sampai akhir acara
- Berkoordinasi dengan ci klinik dan pembimbing akademik
b. Ketua pelaksana : Rinda Agustina
- Melapor kepada ci klinik,dan dosen pembimbing
- Mengkoordinir seksi acara, seksi dokumentasi, seksi perlengkapan,
- Meminta data, file kop surat dengan tata usaha
c. Penyaji :
Regina S. Turnip sebagai penyaji konsep
- Menyajikan atau menjelaskan materi secara berurutan dan terarah
dengan waktu yang sudah ditentukan

d. Moderator :
- Memimpin acara dari awal hingga berakhirnya acara sesuai dengan
susuan acara
- Memimpin sesi tanya jawab
- Menyampaikan simpulan dari materi
- Menghubungkan penyaji konsep dengan penyaji [Link]
audiens
e. Notulen dan observer
3. Reza Nurmala Sari
4. Rebecca Uli Sinaga
- Mengobservasi jalannya acara, waktu dan mencatat jikalau ada yang
tidak sesuai dengan SAP
- Mencatat pertanyaan dari peserta dan mengkomunikasikan dengan penyaji
f. Seksi acara
1. Seluruh Anggota kelompok 4
g. Seksi humas & dokumentasi
2. Putrision simamora sebagai dokumentasi foto dan video
- Mendokumentasikan kegiatan selama acara baik foto maupun video
dengan baik.
- Membuat link google drive untuk menyebarkan foto untuk membuat
lampiran.
Tahapan Kegiatan Waktu (menit) Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Remaja
Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam Menjawab salam
2. Menjelaskan tujuan Mendengarkan dan
penyuluhan memperhatikan
3. Mengingatkan kontrak
waktu, tempat, dan topik
4. Memperkenalkan
kelompok dan
pembimbing akademik
5. Menggali persepsi peserta
tentang NAPZA.
6. Memberikan reinforcement
positif pada peserta
Pelaksanaan 30 menit A. Pemaparan Teori Menyimak dan
1. Menjelaskan materi penyuluhan memperhatikan
tentang ;
 Pengertian NAPZA.
 Penyebab, tanda dan gejala NAPZA.
 Upaya pencegahan dan penanganan
NAPZA.

2. Menanyakan kembali kepada


peserta mengenai materi
penyuluhan
3. Memberikan reinforment positif
setelah dilakukannya penyuluhan
Memberikan kesempatan untuk
diskusi (3 pertanyaan)
Penutup 5 menit 4. Menyimpulkan
dari Mendengar dan
Konsep NAPZA. menyimak Menjawab
Menyampaikan salam
rencana tindak lanjut
Mengucapkan
terimakasih dan
salam penutup
D. Kriteria evaluasi
1. Evaluasi struktur
2. Evaluasi proses

Tahapan Kegiatan Waktu (menit) Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Lansia


Pembukaan 6 menit 1. Memberi salam Menjawab salam
(Berjalan dengan (terlakaksana Mendengarkan dan
baik dan sesuai) dan sesuai) memperhatikan
2. Menjelaskan tujuan
penyuluhan
(terlakaksana
dan sesuai)
3. Mengingatkan
kontrak waktu,
tempat, dan topik
Memperkenalkan
kelompok dan CI
klinik dan
pembimbing
akademik
(terlakaksana
dan sesuai)
4. Menggali persepsi
peserta tentang
NAPZA
(terlakaksana
dan sesuai)
5. Memberikan
reinforcement
positif pada
peserta
(terlakaksana
dan sesuai)
Pelaksanaan 30 menit A. Pemaparan Teori Menyimak dan
1. Menjelaskan materi memperhatikan
tentang :
 Pengertian Peserta aktif bertanya
NAPZA.
 Penyebab, tanda
dan gejala
NAPZA.
 Upaya
pencegahan dan
penanganan
NAPZA.
(terlakaksana
dan sesuai)
2. Menanyakan kembali
kepada peserta
mengenai materi
penyuluhan
(terlakaksana
dan sesuai)
3. Memberikan
reinforment positif
setelah dilakukannya
penyuluhan
(terlakaksana
dan sesuai)
4. Memberikan
kesempatan untuk
diskusi (3
pertanyaan)
(terlakaksana
dan sesuai)
Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan Mendengar dan
hasil pemaparan menyimak Menjawab
materi salam
(terlakaksana
dan sesuai)
2. Menyampaikan
rencana tindak lanjut
(terlakaksana dan
sesuai)
3. Mengucapkan
terimakasih dan
salam penutup
(terlakaksana
dan sesuai)

3. Evaluasi hasil
Peserta aktif bertanya pada sesi tanya jawab

Pembimbing Kelompok Ketua Kelompok

[Link] Renylda [Link] Putri Balqis


LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian
NAPZA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan /
psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan
ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

2. Mekanisme terjadinya penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA


a. Organobiologik
Dari sudut pandang organobiologik ( susunan saraf pusat atau otak) mekanisme
terjadinya adiksi (ketagihan) hinggs dependensi ( ketergantungan NAPZA dikenal dua
istilah, yaitu gangguan mental organic akibat NAPZA : kegaduhan, gelisahan dan
kekacauan dalam fungsi kognitif ( alam pikiran), afektif ( alam perasaan/ emosi ) dan
psikomotor ( perikaku ), yang disebabkan oleh efek langsung NAPZA terhadap
susunan saraf pusat atau otak.

b. Psikodinamik
1) Faktor Predisposisi
Seseorang dengan gangguan kepribadiaan yaitu gangguan kejiwaan atau anti
sosial, kecemasan dan depresi. Selain daripada itu, yang bersangkutan tidak
mampu untuk berkomunikasi secara wajar dan efektif dirumah, sekolah atau di
dalam pergaulan sosialnya.

2) Faktor Kontribusi
Seseorang dalam kondisi lingkungan yang tidak baik akan merasa tertekan dan
ketertekananya itu dapat merupakan faktor pendorong bagi dirinya terlibat dalam
penyalangunaan atau ketergantungan NAPZA. Kondisi lingkungan yang tidak baik
meliputi faktor keluarga, lingkungan teman sebaya, sekolah dan masyarakat.

3) Faktor Pencetus
Merupakan faktor Interaksi antar Ketiga faktor di [Link] pencetus
mengakibatkan seseorang mempuyai resiko jauh lebih besar terlibat
penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA di bandingkan dengan satu dua faktor
saja.

3. Penyebab
Penyalahgunaan NAPZA sangatlah kompleks, tetapi selalu merupakan interaksi tiga
faktor, yaitu :

1) Faktor NAPZA
2) Faktor individual
3) Faktor lingkungan yang berkontribusi penyalahgunaan NAPZA
a) Lingkungan Keluarga
b) Lingkungan Sekolah
c) Lingkungan Teman sebaya

4. Tanda dan gejala


1. Perubahan Fisik

Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel), apatis
( acuh tak atuh ), mengantuk, agresif.. Saat sedang ketagihan ( sakau ) : mata merah,
hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang,
kesadaran menurun.

Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan
dan kebersihan , gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.

1. Perubahan sikap dan perilaku :


a. Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering
membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.
b. Pola tidur berubah, bergadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di
kelas.
c. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan,
pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.

5. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA


1) Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan
melakukan intervensi. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang
mempunyai resiko tinggi untuk penyalahgunaan NAPZA, setelah itu melakukan
intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Upaya pencegahan
ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses
tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
2) Pencegahan Sekunder : Mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan
NAPZA
3) Pencegahan Tersier : Merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.

6. Upaya penanganan penyalahgunaan NAPZA


1. Upaya pre-emtif
a. Memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang NAPZA
b. Melaksanakan kegiatan masyarakat terutama generasi muda yang ada kepada
kegiatan positif seperti olahraga, kesenian dan lain-lain
c. Melaksanakan kegiatan edukatif dengan sasaran menghilangkan faktor-faktor
peluang, pola hidup bebas NAPZA dan penerangan secara dini terhadap
penyalahgunaan NAPZA.
2. Upaya preventif
a. Melaksanakan pengawasan secara berjenjang oleh orang tua maupun tenaga
pendidik terhadap putra-putri dan keluarga baik di lingkungan urmah sampai
lingkungan yang lebih luas.
b. Mengadakan penertiban/lokalisir pengguna minuman keras pada tempat
keramaian termasuk pada ijin penjualan.
c. Memperketat pengawasan, patroli pada tempat rawan penyalahgunaan dan
peredaran gelap NAPZA, penanaman/pengolahan serta jalur peredaran secara
ilegal ke wilayah Indonesi khususnya wilayah NTT.
3. Upaya penegakan hukum
a. Melakukan penyelidikan dan menindak dengan melibatkan instansi terkait dan
partisipasi masyarakat secara swakarsa dan terkoordinasi.
b. Melakukan proses hukum bagi pelaku penyalahgunaan danperedaran gelap
NAPZA secara obyektif, transparan, cepat, tepat tuntas dan adil oleh penegak
hukum yang profesional dan bertanggung jawab.
c. Memutuskan jalur peredaran gelap NAPZA diwilayah NTT
d. Mengungkapkan jaringan peredaran gelap NAPZA

7. Penanganan penyalahgunaan NAPZA


1) Supply Control
Adalah upaya yang dilakukan untuk menekan atau menurunkan ketersediaan
NAPZA di pasar gelap atau ditengah-tengah masyarakat. Kegiatan yang dilakukan
seperti :

a. Pengawasan cultivasi/penanaman NAPZA ilegal


b. Pengawasan masuknya bahan-bahan prekusor dari luar negeri
c. Pencegahan terhadap upaya penyelundupan
d. Razia atau opeasi kepolisian untuk mencegah peredaran NAPZA dalam
masyarakat
e. Penindakan terhadap laboratorium gelap
f. Penindakan terhadap pelaku penanaman, pengedar, Bandar
2) Demand Reduction
Adalah upaya yang dilakukan guna menekan atau menurunkan permintaan pasar
sehingga memiliki daya tangkal untuk menolak keberadaan NAPZA. Kegiatan yang
dilakukan seperti :
a. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) baik secara langsung, brosur, iklan,
bill board atau melalui media cetak dan media elektronik kepada masyarakat.
b. Penyuluhan kepada masyarakat (keluarga, sekolah dan kelompok masyarakat
lainnya)
c. Promosi kesehatan secara umum
d. Seminar/diskusi
e. Dialog interaktif di radio/TV
f. Pembatasan dan pengawasan ijin diskotik, pub, karaoke dan tempat hiburan lain
yang sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan NAPZA.

3) Harm Reduction
Adalah upaya yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk
menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan
ketergantungan terhadap NAPZA. Kegiatan yang dilakukan seperti :

a. Memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna/ korban tersebut dapat
lepas dari keracunan, overdosis dan terbebas dari penyakit fisik lainnya.
b. Memberikan rehabilitasi agar pengguna tersebut dapat lepas dari
ketergantungan dan dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat.
c. Memberikan konseling guna mencegah kekambuhan dan mencegah penularan
penyakit berbahaya seperti penularan HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan
kela-min dan lain-lain.

8. Pengobatan pecandu NAPZA


Rehabilitatif, yaitu membantu korban atau pengguna untuk keluar dari ketergantungan
terhadap NAPZA untuk dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat. Saat ini
perannya yang baru pada tingkat memberikan ”back up” kepada fungsi operasional,
seperti pemberian informasi kepada fungsi Reserse dalam menentukan tanda-tanda
ketergantungan/ sebagai pengguna atau dalam pembuatan Visum/BAP test urine tersang-
ka dan kepada fungsi Binamitra dalam memberikan materi penyuluhan terhadap
masyarakat.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Keperawatan komunitas adalah praktik keperawatan professional yang
diberikan secara holistic (biopsikososiospritual) dan difokuskan pada kelompok resiko
tinggi yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif,
preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitative dengan melibatkan komunitas
sebagai mitra yang handal dalam menyelesaikan masalah. Tujuan Keperawatan
Komunitas (1) Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care), (2) Perhatian
langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general community).
Falsafah/ Paradigma Keperawatan Komunitas (1) Manusia, (2) Kesehatan , (3)
Lingkungan dan (4) Keperawatan . Trend dan Issue dalam Keperawatan Komunitas
(1) Pengaruh Pengaruh politik terhadap keperawatan professional, (2) Pengaruh
Perawat dalam Peraturan dan Praktik Keperawatan dan (3) Puskesmas Idaman
Banyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya
adalah: (1) Pemberi Asuhan Keperawatan (Cave Provider) (1) Peran Sebagai
Pendidik (Educator), (2) Peran Sebagai Konselor (Counselor) (3) Peran Sebagai
Panutan (Role Model) (3) Peran Sebagai Pembela (Advocate) (4) Peran Sebagai
Manajer Kasus (Case Manager) dan (5) Peran Sebagai Kolabolator.

B. Saran
Diharapkan kepada pembaca dapat memahami dan mengerti materi tentang
Konsep Keperawatan Komunitas. Semoga keperawatan komunitas kedepan
memberikan harapan yang cerah pada perkembang keperawatan komunitas di
Indonesia. Selain itu diharapkan juga kepada pembaca dapat memberikan masukkan
kepada kelompok agar bisa menjadi pelajaran bagi kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

Candra Widyanto, Faisalado. 2014. Keperawatan Komunitas. Yogyakarta : Nuha Medika.

Chairani, [Link] Keperawatan Komunitas I. Jakarta : Australian AID

Harnilawati.2013. Pengantar Ilmu Keperawatan [Link] : Pustaka As Salam

Swarjana, I Ketut.2016. Keperawatan Kesehatan Komunitas. Yogyakarta : ANDI

Kholifah,Siti Nur, [Link] Bahan Ajar Keperawatan Keluarga dan Komunitas.


Jakarta
Selatan : Pusdik SDM Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai