PROGRAM KERJA
MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN
TAHUN 2022
I. PENDAHULUAN
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2019,
Puskesmas merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan pelayanan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat
pertama, dengan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif yang wajib
memberikan pelayanan sesuai standar, baik dari sisi pelayanan, sarana, prasarana
serta fasilitas. Standar Pelayanan Puskesmas harus menjamin keselamatan pasien,
pegawai ataupun pengunjung Puskesmas sehingga manajemen Puskesmas dan
tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas perlu melakukan manajemen resiko
yang berbasis keselamatan pasien.
Manajemen risiko di Puskesmas merupakan aktifitas klinis dan administratif
yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengelola, mengevaluasi dan mengurangi
risiko yang terjadi pada pasien, pendamping/keluarga pasien, pegawai/karyawan
Puskesmas, pengunjung dan organisasi lain di Puskesmas itu sendiri. Salah satu
yangang termasuk dalam kategori risiko dalam Manajemen Puskesmas adalah :
risiko terkait dengan fasilitas Puskesmas.
Puskesmas memiliki kewajiban dalam menjamin kondisi dan fasilitas yang
aman, nyaman dan sehat bagi sumber daya manusia (SDM) Puskesmas, pasien,
pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan Puskesmas melalui
pengelolaan fasilitas fisik, peralatan, teknologi medis secara efektif dan efisien.
Kita menyadari bahwa tidak hanya penanggulangan risiko saja yang
dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan
masyarakatnya. Perlunya evaluasi berkelanjutan, fokus pada kepentingan pasien,
dan komponenkomponen lain membentuk sebuah kerangka kerja baru yang disebut
clinical governance. Manajemen risiko merupakan salah satu pilar penerapan
clinical governance dalam institusi pelayanan kesehatan.
Manajemen risiko fasilitas adalah proses yang bertahap dan
berkesinambungan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja secara komperhensif di lingkungan Puskesmas. Hal ini dapat tercapai melalui
kerja sama antara Unit Pelaksana dengan penanggung jawab MFK yang
membantu manajemen dalam mengembangkan dan mengimplementasikan
program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan kerjasama seluruh pihak yang
berada di Puskesmas.
Program ini merupakan alat dan metode yang dipergunakan untuk
mempermudah pencapaian target dari tugas pokok dan fungsi dari unit pelaksana
penanggung jawab MFK dalam melaksanakan Manajemen Risiko Fasilitas di
Puskesmas Disi. Sebagai motor dalam penegakan manajemen risiko fasilitas di
puskesmas, unit pelaksana penanggung jawab MFK bertanggungjawab dalam
menyusun program ini. Dengan adanya program ini diharapkan sebagai langkah
awal untuk meningkatkan mutu puskesmas dalam mewujudkan keselamatan pasien
Untuk itu Puskesmas sebagai suatu publik area Puskesmas Disi melakukan
upaya menyediakan suatu fasilitas manajemen fasilitas dan keselamatan yang
meliputi pogram keamanan dan keselamatan, program penanggulangan bencana,
program penanggulangan kebakaran, program pengelolaan B3 dan limbah, program
pemeliharaan sistem utilitas, program pengelolaan peralatan, program diklat
pengelolaan fasilitas dan keselamatan para karyawan, pasien dan pengunjung
Puskesmas.
II. LATAR BELAKANG
selama ini Puskesmas telah melaksanakan program Manajemen
Fasilitasdan Keselamatan , terutama pemeliharaan gedung, pemeliharaan
peralatan,pemeriksaan kesehatan karyawan, kesehatan lingkungan,
penanggulangankebakaran, penanganan bahan dan limbah B3 dan lain-lain namun
belum optimaldan pada umumnya tidak diawali dengan identifikasi
[Link] pemeliharaanfasilitas/peralatan sudah dilaksanakan,
belumdidasarkan kepada pelaksanaan dan analisis resiko. Pemeriksaan fasilitas, uji
fungsidan identifikasi resiko belum dilaksanakan secara [Link] hal-
halseperti di atas dirasakan perlu untuk menyusun program Manajemen Fasilitas
danKeselamatan dengan melaksanakan program MFK yang lebih
komprehensif,mengutamakan identifikasi resiko untuk keselamatan dan safety dari
fasilitas yangdimiliki Puskesmas sesuai standar-standar yang ditetapkan akreditasi .
Puskesmas perlu menyusun program manajemen fasilitas dan keselamatan(MFK)
untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi pasien, petugas,
[Link] untuk keselamatan dirancang untuk mencegah
terjadinyacedera bagi pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat akibat
Keselamatan danKesehatan Kerja (K3 /pmk 52 th 2018), seperti tertusuk jarum,
tertimpa bangunan,kebakaran, gedung roboh, dan tersengat [Link]
keselamatan bagi petugas terintegrasi dengan programkeselamatan dan
kesehatan kerja. Area-area yang berisiko keamanan dankekerasan fisik
perlu diidentifikasi dan dibuatkan peta, dipantau untukmeminimalkan
terjadinya insiden dan kekerasan fisik baik bagi pasien, petugas,maupun
pengunjung yang lain . Program untuk keamanan dengan menyediakan lingkungan
fisik yang aman bagi pasien, petugas, dan pengunjung Puskesmas perlu
direncanakan untuk mencegah terjadinya kejadian kekerasan fisik maupun
cederaakibat lingkungan fisik yang tidak aman seperti penculikan bayi, pencurian,
dankekerasan pada petugas. Agar dapat berjalan dengan baik, maka program
tersebutjuga didukung dengan penyediaan anggaran, penyediaan fasilitas untuk
mendukungkeamanan dan fasilitas seperti penyediaan Closed Circuit Television
(CCTV), alarm,APAR, jalur evakuasi, titik kumpul, rambu-rambu mengenai
keselamatan dan tanda-tanda pintu [Link] berbahaya beracun (B3) dan
limbah B3 perlu diidentifikasi dandikendalikan secara aman. WHO telah
mengidentifikasi bahan berbahaya dan beracun serta limbahnya dengan katagori
sebagai berikut: infeksius; patologis dananatomi; farmasi; bahan kimia; logam berat;
kontainer bertekanan; benda tajam;genotoksik/sitotoksik; radioaktif. Puskesmas
perlu menginventarisasi B3 meliputilokasi, jenis, dan jumlah serta limbahnya
disimpan. Daftar inventarisasi ini selalumutahir (di-update) sesuai dengan perubahan
yang terjadi di tempat [Link] TPS limbah B3 dan IPAL
sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undanganPotensi terjadinya
bencana di daerah berbeda antara daerah yang satu danyang lain. ( Identifikasi
bencana). Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkatpertama (FKTP) ikut
bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam upaya mitigasidan penanggulangan
bila terjadi bencana baik internal maupun eksternal. Strategidan rencana untuk
menghadapi bencana perlu disusun sesuai dengan potensibencana yang mungkin
terjadi berdasarkan hasil penilaian kerentanan bahaya(Hazard Vulnerability
Assesment). Program persiapan bencana disimulasikan (disaster drill)
setiap tahunsecara internal atau melibatkan komunitas secara luas, terutama
ditujukan untukmenilai kesiapan sistem program manajemen bencana
/disaster. ( strategikomunikasi jika terjadi bencana, manajemen sumber daya,
penyediaan pelayanandan alternatifnya, identifikasi peran dan tanggung
jawab tiap karyawan, danmanajemen konflik yang mungkin terjadi pada saat
bencana). Setiap karyawan wajib mengikuti pelatihan/ lokakarya dan simulasi
dalampelaksanaan program tanggap darurat agar siap jika sewaktu-waktu terjadi
bencanayang diselenggarakan minimal setahun [Link] adalah sebuah
reviewyang dilakukan setelah simulasi bersama peserta simulasi dan
observer yangbertujuan untuk menindaklanjuti hasil dari simulasi. Hasil dari
kegiatan [Link] fasilitas kesehatan termasuk
Puskesmas mempunyai risiko terhadapterjadinya kebakaran. Program pencegahan
dan penanggulangan kebakaran perludisusun sebagai wujud kesiagaan Puskesmas
terhadap terjadinya kebakaran. Jikaterjadi kebakaran, pasien, petugas, dan
pengunjung harus dievakuasi dan dijagakeselamatannya. Yang dimaksud
dengan sistem proteksi adalah penyediaanproteksi kebakaran baik aktif mau
pasif. Proteksi kebakaran aktif, contohnya APAR,sprinkler, detektor panas, dan
detektor asap, sedangkan proteksi kebakaran secara
pasif, contohnya: jalur evakuasi, pintu darurat, tangga darurat, tempat titik
[Link] berdampak negatif terhadap kesehatan, dan dapat menjadi
sumberterjadinya kebakaran. Puskesmas harus menetapkan larangan
merokok dilingkungan Puskesmas baik bagi petugas, pasien, dan pengunjung.
Laranganmerokok wajib dipatuhi oleh petugas, pasien dan pengunjung,
dan dilakukanperbaikan terhadap [Link] tidak terjadi keterlambatan
atau gangguan dalam pelayanan pasien, alatkesehatan harus tersedia, berfungsi
dengan baik, dan siap digunakan setiap saatdiperlukan. Program yang dimaksud
meliputi kegiatan pemeriksaan dan kalibrasisecara berkala, sesuai dengan panduan
produk tiap alat kesehatan. DalamMelakukan pemeriksaan alat kesehatan,
petugas memeriksa antara lain: kondisi,ada tidaknya kerusakan, kebersihan, status
kalibrasi, dan fungsi [Link] esehatandapat dilakukan recall oleh pemerintah
dan/atau produsen dan/atau distributor akibatadanya risiko keselamatan . Jika ada
alat kesehatan yang dilakukan recall, harusdilaksanakan penarikan agar tidak
digunakan dan dipandu oleh prosedur yang baku.
rasarana atau sistem utilisasi meliputi air, listrik, gas medis dan sistempenunjang
lainnya seperti genset, panel listrik, perpipaan air dan lainnya. Dalammemberikan
pelayanan kesehatan pada pasien, dibutuhkan ketersediaan listrik, airdan gas
medis, serta prasarana lain, seperti Genset, panel listrik, perpipaan air,ventilasi,
sistem jaringan dan teknologi informasi, sistem deteksi dini kebakaran yangsesuai
dengan kebutuhan masing-masing Puskesmas. Program pengelolaan sistemutilitas
perlu disusun untuk menjamin ketersediaan dan keamanan dalam
menunjangkegiatan pelayanan Puskesmas. Sumber air adalah sumber air bersih
dan airminum. Sumber air dan listrik cadangan perlu disediakan untuk pengganti jika
terjadikegagalan air dan/ atau listrik. Prasarana air, listrik, dan prasarana penting
lainnya,seperti genset, perpipaan air, panel listrik, perlu diperiksa dan dipelihara
untukmenjaga ketersediaannya untuk mendukung kegiatan pelayanan
pasien. Untukprasarana air perlu dilakukan pemeriksaan air bersih, termasuk
pemeriksaan ujikualitas air secara periodik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Dalam kurun waktu 2020 hingga 2021 banyak kejadian spt kerusakan gedung dan
keamanan saat terjadi kriminal, pengelolaan bahan dan limbah berbahaya harus
disertai dengan label dan simbol serta di lampiri MSDS, dibentuk tim kedaruratan
bencana untuk mengatasi bencana dilingkungan puskesmas seperti, banjir, tanah
longsor dan angin topan. Dilakukan penanganan kebakaran, tersedianya apar serta
simulasi kejadian kebakaran, sedangkan alat-alat yang digunakan dipuskesmas
harus sesuai dengan strandart dengan cara dilakukan kalibrasi setiap setahun
sekali,selain itu sistem utilitas yang berkaitan dengan sarana prasaranya
dipuskesmas juga harus diperhatikan seperti adanya pipa air yang bocor, kehabisan
oksigen, kerusakan jaringan listrik serta kerusakan ambulan,
Berdasarkan kegiatan tersebut dibuatlah program keselamatan dan
keamanan. Dengan adanya program ini diharapkan dapat sebagai alat untuk
mengukur keefektifan dan kemanfaatan dari kegiatan yang sudah direncanakan
pada tahun berjalan. Tidak menutup kemungkinan program yang sudah
direncanakan dapat berubah sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.
III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh berbagai potensi bahaya dan
risiko serta untuk menjamin fungsi, kenyamanan, keamanan, keselamatan,
efisieni fasilitas dan lingkungan Puskesmas bagi karyawan, pasien ataupun
pengunjung Puskesmas Disi.
B. Tujuan Khusus
1. Mengurangi risiko kegagalan fasilitas yang ada di Puskesmas.
2. Mengawasi dan memonitor risiko terkait fasilitas dan lingkungan di
Puskesmas Disi
3. Meningkatkan keamanan dan keselamatan fungsi fasilitas yang ada di
Puskesmas Disi bagi karyawan, pasien, pendamping/keluarga pasien dan
pengunjung/tamu
4. Melindungi karyawan, Pasien ataupun Pengunjung Puskesmas Disi dari
ancaman kecelakaan maupun penyakit akibat dari pemberian layanan
kesehatan.
5. Meningkatnya pemahaman seluruh karyawan terhadap pengelolaan
fasilitas dan keselamatan
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Adapun kegiatan pokoknya sebagai berikut:
A. Keselamatan dan Kesehatan
1. Keselamatan
a. Melakukan Asessmen Risiko melalui Pemantauan / Inspeksi
Kegiatan kunjungan fasilitas (visite fasilitas) yang terprogram dengan cara
mengindera baik dilihat, didengarkan, dirasakan, dipegang baik dengan
alat ukur ataupun tanpa alat ukur dan dituangkan dalam checklist ataupun
formulir. Area yang dilakukan inspeksi meliputi bangunan, sarana
prasarana, peralatan medis dan non medis, mebelair dan sistem utilitas
yang terpasang dilingkungan Puskesmas
Tujuan inspeksi : Untuk mengetahui atau mengidentifikasi secara dini
terjadinya penyimpangan, kerusakan ataupun gangguan yang dapat
menimbulkan cedera pada siapapun dilingkungan Puskesmassehingga
dapat dilakukan perbaikan sedini mungkin.
b. Pemeliharaan Preventif
Kegiatan Preventif Maintenance (PM) adalah kegiatan perawatan
terprogram yang dilakukan terhadap suatu fasilitas fisik, seperti cleaning
(Pembersihan) , lubrication (Pelumasan), readjustment, penyetelan,
pengukuran dan penggantian-penggantian komponen minor.
Tujuan : untuk menghindarkan fasilitas dan sarana prasarana dari
timbulnya kegagalan fungsi serta meningkatkan umur pakainya.
c. Pemeliharaan Korektif
Adalah kegiatan perbaikan / pengembalian fasilitas atau sarana yang
mengalami kerusakan dengan cara penggantian komponen, penyetelan.
Tujuan : Mengembalikan fungsi sesuai standar bangunan yang mengalami
kerusakan atau penurunan fungsi sehingga berpenampilan dan berfungsi
seperti semula.
d. Renovasi
Merupakan kegiatan perbaikan dan penggantian komponen suatu
bangunan.
Tujuan : Untuk meningkatkan mutu dan fungsi suatu bangunan, atau
kebutuhan alih fungsi suatu bangunan. Renovasi bisa meliputi antara lain,
perbaikan atau penggantian lantai, perbaikan dinding, atap, plafond, pintu
dan jendela.
e. Melakukan analisis pra konstruksi apabila ada pekerjaan yang
berhubungan dengan renovasi maupun pembangunan gedung baru
2. Keamanan
a. Pengamanan ruangan dan lingkungan Puskesmas oleh tenaga keamanan.
b. Penggunaan kartu identitas seluruh staf Puskesmas dan individu yang
bekerja di Puskesmas, pada pasien rawat inap, penunggu pasien,
pengunjung (termasuk tamu) yang masuk di area terbatas sehingga
menciptakan lingkungan yang aman
c. Mengamankan fasilitas Puskesmas dari gangguan kerusakan, kehilangan
atau maupun perusakan barang milik probadi oleh oknum yang tidak
bertanggungjawab.
d. Menyediakan sarana prasarana dan fasilitas pendukung Puskesmas yang
aman untuk melindungi pasien, pendamping pasien, karyawan,
pengunjung, tamu, pekerja selain karyawan Puskesmas dan peserta didik
dari bahaya dan risiko yang dihasilkan oleh kegiatan pelayanan kesehatan
Puskesmas.
e. Mempersiapkan sistem komunikasi yang efektif pada saat terjadinya
insiden kriminalitas, ,kebakaran, bencana atau kericuhan massal.
f. Meningkatkan penjagaan pada area yang berisiko terhadap keamanan
seperti di pintu masuk dan keluar akses rawat inap, ruang bayi dan ibu
bersalin serta tempat menurunkan pasien rawat jalan dan IGD.
B. Penanggulangan bencana
Beberapa hal yang dilakukan untuk mengendalikan dan mengurangi
bahaya/risiko yang berhubungan dengan Bahan dan Limbah Berbahaya
adalah:
1. Monitoring pemenuhan MSDS/ LDP B3.
2. Monitoring ketersediaan Alat Pelindung Diri, Spill Kit dan eyewasher
untuk unit kerja yang menyimpan B3.
3. Monitoring ketertiban dan kepatuhan pembuangan limbah infeksius
padat
4. Monitoring kerjasama pengelolaan Limbah B3
C. Penanggulangan kebakaran
Beberapa hal yang dilakukan untuk mengendalikan dan mengurangi
bahaya/risiko yang berhubungan dengan kebakaran adalah:
1. Monitoring kesiapan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
2. Monitoring penegakan aturan larangan merokok di lingkungan
Puskesmas oleh tenaga keamanan puskesmas.
3. Melakukan pemeliharaan sarana proteksi kebakaran seperti detektor,
alarm, sprinkler dan Hidran secara berkala.
4. Review tim kode merah
5. Melakukan pelatihan mengenai pencegahan dan pengendalian
kebakaran.
D. Pengelolaan B3 dan limbah
Kegiatan Pokok
1. Pengelolaan limbah medis/klinis infeksius klinis dan limbah bahan
berbahaya dan beracun (LB3).
2. Pengelolaan limbah padat domestik.
3. Penyehatan air.
4. Pengelolaan limbah cair.
5. Dekontaminasi melalui desinfeksi dan sterilisasi.
6. Penyehatan ruang bangunan dan halaman Puskesmas.
7. Persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Minuman (HSM)
8. Pengendalian Serangga, Tikus dan Binatang Pengganggu lainnya
(PSBP).
9. Upaya promosi kesehatan dari aspek kesehatan lingkungan.
10. Penyusunan laporan hasil kegiatan.
Rincian Kegiatan
1. Pengelolaan limbah medis/klinis infeksius klinis dan limbah bahan
berbahaya dan beracun (LB3).
a. Indetifikasi limbah B3 dan limbah B3 yang di Puskesmas
b. Pematauan tempat B3
c. Pembuatan dan ijin TPS B3
d. Pembuatan dan ijin ipal
e. Pelabelan B3 dan limbah B3
f. Pengelolaan dan pengolahan limbah medis/klinis infeksius
menggunakan insinerator atau bekerjasama dengan pihak ketiga
berizin
g. Memfasilitasi pengusulan dan pendistribusian sarana dan alat
pengelolaan limbah medis/klinis infeksius ke seluruh unit yang
membutuhkan
h. Pengemasan, penyimpanan, pelabelan dan penyerahan limbah B3 ke
pihak transporter/pengolah berizin sesuai masa simpan
2. Pengolahan limbah padat domestik.
a. Monitoring kebersihan dan kapasitas kontainer TPS domestik
b. Inspeksi kondisi fisik dan kebersihan sarana pengelolaan limbah padat
domestik
c. Pencatatan dan rekapitulasi frekuensi pengambilan/penggantian
kontainer TPS dan volume total limbah padat yang dihasilkan oleh
Puskesmas
d. Pengajuan perjanjian kerjasama pengelolaan limbah padat domestik
3. Pengelolaan limbah cair.
a. Pemantauan desinfeksi limbah cair setiap hari kerja
b. Pengambilan dan pengiriman sampel effluent limbah cair ke
laboratorium terakreditasi untuk uji kualitas kimia fisika
c. Pengambilan dan pengiriman sampel effluent limbah cair ke
laboratorium terakreditasi untuk uji kualitas biologi
d. Pengurasan bak fishpond, bak desinfeksi dan bak outlet IPAL
e. Pemantauan pembersihan bak kontrol
f. Pemantauan pembersihan bak penampung
4. Penyehatan air.
a. Penghitungan kebutuhan air bersih
b. Pencatatan dan penghitungan debit air bersih setiap hari kerja.
c. Pengambilan dan pengiriman sampel biologi air bersih ke laboratorium
terakreditasi
d. Pengambilan dan pengiriman sampel kimia fisika air bersih ke
laboratorium terakreditasi mewakili musim penghujan dan musim
kemarau.
e. Desinfeksi air bersih
f. Pembersihan water torn
g. Pengajuan dan permintaan pengadaan bahan desinfesi air
5. Desinfeksi ruangan dan pemantauan sterilisasi alat.
a. Melakukan desinfeksi ruangan post infeksi airbone sesuai permintaan
unit/ruangan.
b. Pengujian uji sterilisasi alat steril
c. Pengajuan pengadaan bahan desinfeksi udara dan permukaan
d. Melakukan evaluasi terhadap perrmintaan desinfeksi ruangan
6. Penyehatan ruang dan bangunan dengan pemantauan lingkungan fisik,
kimia serta lingkungan biologi
a. Inspeksi sanitasi Puskesmas
b. Pengujian sampel angka kuman, jamur AC di ruangan
c. Pengujian angka kuman lantai, dinding dan udara serta kultur
sensitivitas/bakteri
d. Pengujian sampel udara ambien
e. Pengujian sampel emisi genset dua kali setahun atau minimal sekali
dalam setahun apabila operasional kurang 500 jam
f. Pengujian sampel getaran dan kebisingan
g. Inspeksi kebersihan ruangan, halaman, selasar dan taman
7. Pemantauan Higiene Sanitasi Makanan (HSM) (Puskesmas rawat inap)
a. Pengujian angka kuman makanan setiap enam bulan.
b. Pengujian sampel angka kuman alat makan/minum (plato) setiap enam
bulan.
c. Pemantauan pengelolaan makanan minuman di Pelayanan Gizi
(pemantauan fisik bahan makanan, suhu ruang penyimpanan bahan
makanan, pemakaian APD petugas, peletakkan bahan makanan di
gudang makanan kering) setiap hari kerja.
8. Pengendalian Serangga dan Binatang Pengganggu (PSBP).
a. Koordinasi jadwal kerja pengendalian serangga dan binatang
pengganggu dengan penyedia jasa
b. Pengawasan dan pemantauan pengendalian serangga dan binatang
pengganggu setiap hari kerja
c. Memberikan masukan/saran dan evaluasi hasil pekerjaan penyedia
jasa
d. Menerima laporan dari unit/ruangan dan meneruskan serta
mengkoordinasi pekerjaan pengendalian serangga binatang
pengganggu di unit/ruangan yang melapor
e. Pemantauan jentik bak penampung air bersih dan penampung
dispenser air minum setiap bulan
f. Pemantauan lalat di Pelayanan Gizi, TPS domestik dan kantin setiap
bulan sebagai dasar pengendalian lalat
9. Penyuluhan Kesehatan Lingkungan.
a. Sosialisasi Kebijakan dan SPO penyehatan lingkungan
b. Penyuluhan kesehatan di bidang penyehatan lingkungan
E. Pemeliharaan sistem utilitas
Beberapa hal yang dilakukan untuk mengendalikan dan mengurangi
bahaya/risiko yang berhubungan dengan sistem utilitas adalah:
a. Pemeliharaan preventif seluruh jaringan/sistem dan sarana prasarana
Puskesmas pemeliharaan korektif dan kuratif seluruh jaringan/sistem dan
sarana prasarana Puskesmas
b. Melakukan kerjasama dengan pihak ketiga sebagai penyedia sumber
alternatif listrik dan air apabila sumber listrik dan air utama mengalami
gangguan/kerusakan
c. Memberikan usulan kebutuhan genset dan UPS
d. Melakukan simulasi tanggap darurat kebutuhan air dan listrik
F. Pemeliharaan pengelolaan peralatan
Kegiatan Pemeliharaan alat medis terdiri dari IPM (Inspeksi, Preventif,
Mantenance) dan kalibrasi :
1. Inspeksi atau Pemantauan
Adalah kegiatan pemeliharaan berupa kujungan atau pemantauan fungsi
dari peralatan medis, dengan melihat fungsi tombol dan monitor apakah
masih berfungsi dengan baik atau tidak.
2. Pemeliharaan Preventif
Adalah kegiatan pemeliharaan berupa perawatan dengan membersihkan
alat yang dilaksanakan oleh operator (user), dan kegiatan pemeriksaan
dengan cara melihat, merasakan, penyetelan, pelumasan, penggantian
bahan serta pengukuran keluaran dan keselamatan. Jumlah alat medis
yang dilakukan pemeliharaan berkala.
3. Pemeliharaan korektif.
Adalah kegiatan pemeliharaan yang bersifat perbaikan terhadap peralatan
yang mengalami kerusakan dengan atau tanpa penggantian suku cadang.
Pemeliharaan korektif dimaksudkan untuk mengembalikan kondisi
peralatan yang rusak ke kondisi siap operasional dan laik pakai.
Perbaikan korektif dilakukan secara terencana, dengan melihat usia pakai
dari suku cadang utama peralatan seperti batere, bacterial filter, sensor,
lampu dan lain lain.
4. Kegiatan Kalibrasi
Adalah kegiatan untuk melihat apakah fungsi peralatan medis masih layak
atau tidak serta aman digunakan ke pasien, dengan membandingkan
output yang dihasilkan dengan besaran standar. Kegiatan kalibrasi ini
dibagi menjadi kalibrasi utuk peralatan medis dan non medis.
5. Pemeliharaan Darurat (tidak terencana)
Adalah kegiatan pemeliharaan yang bersifat darurat berupa perbaikan
terhadap kerusakan alat yang mendadak/tidak terduga dan harus
dilaksanakan mengingat alat sangat dibutuhkan dalam pelayanan. Untuk
dapat melaksanakan pemeliharaan tidak terencana, perlu adanya tenaga
yang selalu siap (stand by) dan fasilitas pendukungnya. Frekuensi
pemeliharaan tidak terencana dapat ditekan serendah mungkin dengan
cara meningkatkan kegiatan pemeliharaan terencana.
G. Diklat pengelolaan fasilitas dan keselamatan
Pendidikan dan pelatihan manajemen risiko bertujuan untuk memberikan
informasi kepada seluruh unit kerja di puskesmas Disi tentang pentingnya
manajemen risiko,pengendalian atau pencegahan risiko serta bahaya yang
mungkin terjadi akibat risiko yang timbul. Diklat manajemen risiko dilakukan
setiap tahun sekali
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
A. Keselamatan dan Keamanan
1. Pembentukan Tim K3
2. Review/Penyusunan dokumen regulasi untuk pengelolaan fasilitas
keamanan Puskesmas
a. Identifikasi kebijakan, panduan, sop
b. Review/Penyususnan kebijakan, panduan, sop
3. Identifikasi karyawan dan pengunjung
4. Identifikasi area area beresiko keamanan
5. Penyusunan kode kode darurat
6. Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala
7. Imunisasi karyawan
8. Konseling karyawan
9. Pemasangan CCTV pada area beresiko keamanan
10. Simulasi code darurat
11. Penyelenggaraan pemeliharaan sarana prasarana selama 24 jam yang
meliputi pemeliharaan preventif, korektif dan kuratif.
12. Pemeliharaan rambu/penanda tepian lantai yang berpotensi menciderai.
13. Pengadaan jasa keamanan (outsorcing) untuk penyelenggaraan
keamanan lingkungan Puskesmas
14. Monitoring, Evaluasi dan Observasi lapangan ketugasan tenaga
keamanan
15. Review Kebijakan dan prosedur pengamanan serta mitigasi insiden
kehilangan/pencurian
16. Monitoring dan identifikasi tanda pengenal pada karyawan, pendamping
pasien, tamu/pengunjung, karyawan dari vendor/pihak ketiga yang
bekerjasama dengan Puskesmas
17. Pemantauan jika da konstruksi/renovasi
18. Pertemuan dengan penyedia jasa konstruksi terkait analisa pra
konstruksi sebelum pekerjaan dilakukan
19. Monitoring pelaksanaan persetujuan dari analisis pra konstruksi
20. Patroli keamanan tenaga keamanan
B. Penanggulangan bencana
1. Melakukan HVA
2. Penyusunan disaster plan
3. Mengidentifikasi peralatan yang dibutuhkan untuk tanggal darurat
bencana
4. Melakukan disaster drill/ simulasi yang dilakukan oleh semua karyawan
5. Review dan perbaikan jasil simulasi
C. Penanggulangan kebakaran
1. Indetifikasi kebutuhan sistem kebakaran pasif dan aktif yang ada
2. Inspeksi rutin sistem kebakaran yang ada
3. Pengujian dan pemeliharaan sistem kebakaran yang ada
4. Simulasi kebakaran
5. Pematauan pelaksanaan kebijakan larangan merokok
D. Pengelolaan B3 dan limbah
1. Melakukan pengelolaan limbah medis/klinis infeksius klinis dan limbah
bahan berbahaya dan beracun (LB3)
2. Melakukan pengelolaan limbah padat domestik
3. Melakukan pengelolaan limbah cair
4. Melakukan penyehatan air
5. Melakukan dekontaminasi melalui desinfeksi dan sterilisasi
6. Melakukan penyehatan ruang bangunan dan halaman Puskesmas
7. Melakukan persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Minuman (HSM)
8. Melakukan pengendalian Serangga, Tikus dan Binatang Pengganggu
lainnya (PSBP)
9. Melakukan upaya promosi kesehatan dari aspek kesehatan lingkungan.
E. Pemeliharaan sistem utilitas
1. Melengkapi pengisian ASPAK
2. Tidak lanjut terhadap hasil pengsian aspak
3. Penyusunan jadwal pemeliharaan sistem utilitas
4. Pelaksanaan pemeliharaan sistem utilitas
5. Identifikasi area rawat gagal listrik, air , gas, dan sistem informasi
6. Monitoring pelaksanaan pemeliharaan sistem utilitas
7. Uji coba sumber listrik cadangan
8. Back up sistem informasi
F. Pemeliharaan pengelolaan peralatan
1. Melengkapi pengisian aspak untuk peralatan
2. Tindak lanjut hasil pengisian aspak
3. Penyusunan rencana inaspeksi, pemeliharaan dan pengujian alat
(termasuk kalibrasi)
4. Pelaksanaan inspeksi, pemiharaan dan pengujian alat
5. Pelaksanaan kalibrasi
6. Monitoring pelaksanaan pemeliharaan atat
G. Diklat pengelolaan fasilitas dan keselamatan
1. Workshop MFK
2. Pelatihan staf untuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan
3. Pelatihan staf untuk pengoperasian dan pemeliharaan sistem utilitas
4. Pelatihan pengelolaan limbah B3
VI. SASARAN
A. Keselamatan dan keamanan
1. Terlaksananya Pemeliharaan Preventif fasilitas Puskesmas secara rutin
tiap bulan oleh Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Puskesmas
2. Setiap laporan kerusakan dapat diselesaikan dan sesuai dengan
penetapan skala prioritas risiko.
3. Terlaksananya pengecekan kondisi rambu-rambu keselamatan pada
tepian lantai setiap 6 bulan berikut tindak lanjutnya.
4. Tersedia penyedia jasa keamanan Puskesmasyang berkompeten dan
terkualifikasi melakukan pekerjaan tenaga keamanan Puskesmasdalam 1
(satu) tahun
5. Tidak terjadi insiden kehilangan, penculikan maupun perusakan fasilitas
Puskesmas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab selama tahun 2022
6. Penyedia jasa keamanan melakukan tugas pokok sesuai dengan kontrak
7. Semua karyawan Puskesmas, pekerja selain karyawan Puskesmas,
pengunjung/tamu, pendamping pasien rawat inap dan peserta didik telah
memakai identitas
8. Terlaksananya asessmen risiko pra konstruksi selama 1 tahun
9. Terpenuhinya penggantian sistem kamera keamanan (CCTV) di
lingkungan Puskesmas
B. Penanggulangan bencana
1. Terlaksananya HVA
2. Terpenuhinya disaster plan
3. Terpenuhinya identifikasi peralatan yang dibutuhkan untuk tanggal darurat
bencana
4. Terlaksananya disaster drill/ simulasi yang dilakukan oleh semua
karyawan
5. Terlaksananya review dan perbaikan jasil simulasi
C. Penanggulangan kebakaran
1. terdindetifikasinya kebutuhan sistem kebakaran pasif dan aktif yang ada
2. Terlaksananya inspeksi rutin sistem kebakaran yang ada
3. Terlaksananya pengujian dan pemeliharaan sistem kebakaran yang ada
4. Terlaksananya simulasi kebakaran
5. Dilakukan pematauan pelaksanaan kebijakan larangan merokok
D. Pengelolaan B3 dan limbah
1. Terlaksanaya pengelolaan limbah medis/klinis infeksius klinis dan limbah
bahan berbahaya dan beracun (LB3)
2. Terlaksanaya pengelolaan limbah padat domestic
3. Terlaksanaya pengelolaan limbah cair
4. Terlaksanaya penyehatan air
5. Terlaksanaya dekontaminasi melalui desinfeksi dan sterilisasi
6. Terlaksanaya penyehatan ruang bangunan dan halaman Puskesmas
7. Terlaksanaya persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Minuman (HSM)
8. Terlaksanaya pengendalian Serangga, Tikus dan Binatang Pengganggu
lainnya (PSBP)
9. Terlaksanaya upaya promosi kesehatan dari aspek kesehatan
lingkungan.
E. Pemeliharaan sistem utilitas
1. ASPAK telah diisi dengan lengkap
2. Ada tidak lanjut terhadap hasil pengsian aspak
3. Ada penyusunan jadwal pemeliharaan sistem utilitas
4. Dilakukan pelaksanaan pemeliharaan sistem utilitas
5. Teridentifikasinya area rawat gagal listrik, air , gas, dan sistem informasi
6. Dilakukan monitoring pelaksanaan pemeliharaan sistem utilitas
7. Dilakukan uji coba sumber listrik cadangan
8. Dilakukan back up sistem informasi
F. Pemeliharaan pengelolaan peralatan
1. Pengisian aspak untuk peralatan telah dilengkapi
2. Ada tindak lanjut hasil pengisian aspak
3. Dilakukan penyusunan rencana inaspeksi, pemeliharaan dan pengujian
alat (termasuk kalibrasi)
4. Dilakukan pelaksanaan inspeksi, pemiharaan dan pengujian alat
5. Dilakukan pelaksanaan kalibrasi
6. Dilakukan monitoring pelaksanaan pemeliharaan atat
G. Diklat pengelolaan fasilitas dan keselamatan
1. Terlaksananya workshop MFK
2. Terlaksananya pelatihan staf untuk pengoperasian dan pemeliharaan
peralatan
3. Terlaksananya pelatihan staf untuk pengoperasian dan pemeliharaan
sistem utilitas
4. Terlaksananya pelatihan pengelolaan limbah B3
VII. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan Lokasi Penanggung jawab Pelaksana Waktu Keterangan
Keselamatan dan Keamanan
Pembentukan Tim Aula Kepala puskesmas Penanggungjawab Senin, 3 Januari Wkatu kegiatan di
mutu 2022 sesuaikan
Penyusunan dokumen regulasi Aula Kepala puskesmas Penanggungjawab Senin, 3 Januari
mutu 2022
Identifikasi karyawan dan Aula Kepala puskesmas Penanggungjawab Rabu, 5 Januari
pengunjung mutu dan PJ K3 2022
Identifikasi area area beresiko Semua Ruangan PJ K3 PJ K3 dan anggota Jam pelayanan
keamanan 08.00-12.00
Penyususnan kode kode Semua Ruangan PJ K3 PJ K3 dan anggota Jam Kerja 07.00-
darurat 14.00
Pemeriksaan kesehatan Aula PJ K3 PJ K3 dan anggota Januari 2022
karyawan secara berkala
Imunisasi karyawan Aula PJ K3 PJ K3 dan medis Januari dan Juli
2022
Konseling karyawan Ruang Imunisasi PJ K3 PJ K3 dan Korim Januari 2022
Pemasangan CCTV pada area Ruang Konseling PJ K3 PJ K3 dan Petugas Jam Kerja 07.00-
beresiko keamanan Gizi 14.00
Simulasi code darurat Tempat yang PJ K3 PJ K3 dan pihak ke3 Januari 2022
berisiko
Penyelenggaraan Aula PJ K3 PJ K3 dan anggota Januari dan Juli
pemeliharaan sarana 2022
prasarana selama 24
Pemeliharaan rambu/penanda Semua Ruangan PJ K3 PJ K3 dan petugas Setiap hari
tepian lantai yang berpotensi ASPAK
menciderai
Pengadaan jasa keamanan Semua ruangan PJ K3 PJ K3 dan Cleaning Jam Kerja 07.00-
(outsorcing) Service 14.00
Monitoring, Evaluasi dan Pos Keamanan Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas Jam Kerja 07.00-
Observasi lapangan ketugasan dan PJ K3 dan PJ K3 14.00
tenaga keamanan
Pemantauan jika da Pos Keamanan PJ K3 PJ K3 dan security Jam Kerja 07.00-
konstruksi/renovasi 14.00
Pertemuan dengan penyedia Semua ruangan PJ K3 PJ K3 dan pekerja Setiap hari
jasa konstruksi terkait analisa konstruksi
pra konstruksi sebelum
pekerjaan dilakukan
Monitoring pelaksanaan Aula Kapus dan PJ K3 Kapus, PJ K3 dan Jam Kerja 07.00-
persetujuan dari analisis pra penyedia jasa 14.00
konstruksi konstruksi
Patroli keamanan tenaga Aula Kapus PJ K3 dan penyedia Jam Kerja 07.00-
keamanan jasa konstruksi 14.00
Penanggulangan bencana Semua ruan
Melakukan HVA Penanggulangan
bencana
Penyusunan disaster plan Aula PJ Mutu PJ Mutu dan PJ K3 Jumat, 7 Januari
2022
Mengidentifikasi peralatan yang Aula PJ Mutu PJ Mutu dan PJ K3 Senin, 10 Januari
dibutuhkan untuk tanggal 2022
darurat bencana
Melakukan disaster drill/ Aula PJ Mutu PJ Mutu dan PJ K3 Senin, 10 Januari
simulasi yang dilakukan oleh 2022
semua karyawan
Review dan perbaikan jasil Aula dan Halaman PJ K3 PJ K3 dan anggota Selasa, 18 Januari
simulasi puskesmas 2022
Aula dan Halaman PJ K3 PJ K3 dan anggota Selasa, 18 Januari
puskesmas 2022
Penanggulangan kebakaran
Indetifikasi kebutuhan sistem Penanggulangan
kebakaran pasif dan aktif yang kebakaran
ada
Inspeksi rutin sistem kebakaran Aula PJ Mutu PJ K3 dan Sarpras Senin, 10 Januari
yang ada 2022
Pengujian dan pemeliharaan Semua ruangan PJ K3 PJ K3, anggota dan Jam kerja 07.00-
sistem kebakaran yang ada sarpras 14.00
Simulasi kebakaran Semua ruangan Sarpras PJ K3, anggota dan Januari dan Juli
sarpras 2022
Pematauan pelaksanaan Halaman PJ K3 PJ K3 dan pihak ke3 Selasa, 25 Januari
kebijakan larangan merokok 2022
Semua Ruangan PJ K3 PJ K3 dan promkes Jam kerja 07.00-
14.00
Pengelolaan B3 dan limbah
Pengelolaan limbah medis/klinis infeksius klinis dan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3)
Indetifikasi limbah B3 dan Laborat,poli Pj k3 Penanggung jawab Tiap hari Waktu kegiatan
limbah B3 yang di Puskesmas gigi,ugd,gudang ruangan dsesuaikan
Pematauan tempat B3 Laborat,poli Pj k3 Tim k3 6bln sekali Waktu kegiatan
gigi,ugd,gudang dsesuaikan
Pembuatan dan ijin TPS B3 - Pj k3 kesling 1x per tahun Waktu kegiatan
dsesuaikan
Pembuatan dan ijin ipal - Pj k3 kesling 1x per tahun Waktu kegiatan
dsesuaikan
Pelabelan B3 dan limbah B3 Laborat,poli Pj k3 Penanggung jawab Waktu kegiatan Waktu kegiatan
gigi,ugd,gudang ruangan dsesuaikan dsesuaikan
Pengemasan, penyimpanan, Pj k3 kesling Waktu kegiatan Waktu kegiatan
penyerahan limbah B3 ke pihak dsesuaikan dsesuaikan
transporter/pihak ke tiga
Pengolahan limbah padat domestik
Monitoring kebersihan dan Pj k3 kesling Waktu kegiatan Waktu kegiatan
kapasitas kontainer TPS dsesuaikan dsesuaikan
domestik
Inspeksi kondisi fisik dan Pj k3 kesling Waktu kegiatan Waktu kegiatan
kebersihan sarana pengelolaan dsesuaikan dsesuaikan
limbah padat domestic
Pencatatan dan rekapitulasi Pj k3 Penanggung jawab Waktu kegiatan Waktu kegiatan
frekuensi ruangan dsesuaikan dsesuaikan
pengambilan/penggantian
kontainer TPS dan volume total
limbah padat yang dihasilkan
oleh Puskesmas
Pengajuan perjanjian Pj k3 kesling 1x per tahun Waktu kegiatan
kerjasama pengelolaan limbah dsesuaikan
padat domestik
Desinfeksi ruangan dan pemantauan sterilisasi alat
Melakukan desinfeksi ruangan Semua ruangan PJ K3 PJ K3 dan petugas Jika dibutuhkan
post infeksi airbone sesuai cleaning service
permintaan unit/ruangan
Pengujian uji sterilisasi alat Semua ruangan PPI Semua petugas Januari, Mei,
steril pelayanan medis pelayanan Agustus 2022
kesehatan
Pengajuan pengadaan bahan Farmasi PJ mutu Petugas farmasi Setiap awal bulan
desinfeksi udara dan
permukaan
Melakukan evaluasi terhadap Farmasi PJ Mutu Petugas farmasi Setiap akhir bulan
perrmintaan desinfeksi ruangan
Limbah cair
Pemantauan desinfeksi limbah Semua Ruangan Sanitarian K3 dan petugas Selesai jam
cair setiap hari kerja pelayanan medis sanitarian pelayanan 12.00
Pengambilan dan pengiriman Laboratorium Sanitarian Petugas sanitarian Januari, Mei,
sampel effluent limbah cair ke September 2022
laboratorium terakreditasi untuk
uji kualitas kimia fisika
Pengambilan dan pengiriman Laboratorium Sanitarian Petugas sanitarian Januari, Mei,
sampel effluent limbah cair ke September 2022
laboratorium terakreditasi untuk
uji kualitas biologi
Pengurasan bak fishpond, bak bak fishpond, bak Sanitarian Pihak ke3
desinfeksi dan bak outlet IPAL desinfeksi dan
bak outlet IPAL
Pemantauan pembersihan bak Bak kontrol sanitarian Pihak ke3
kontrol
Pemantauan pembersihan bak Bak penampung Sanitarian Pihak ke3
penampung
Penyehatan air
Penghitungan kebutuhan air Semua ruangan Sanitarian Pihak ke3 Januari-desember
bersih
Pencatatan dan penghitungan Semua ruangan Sanitarian Pihak ke3
debit air bersih
Pengambilan dan pengiriman Semua ruangan Sanitarian Sanitarian
sampel biologi air bersih
Pengambilan dan pengiriman Semua ruangan Sanitarian Sanitarian
sampel kimia fisika air bersih
Desinfeksi air bersih Bak tampung Sanitarian Pihak ke3
Pembersihan water torn Bak tampung Sanitarian Pihak ke3
Pengajuan dan permintaan Bak tampung sanitarian sanitarian
pengadaan bahan desinfesi air
Penyehatan ruang dan bangunan dengan pemantauan lingkungan fisik, kimia serta lingkungan biologi
Inspeksi sanitasi Puskesmas Semua ruangan Sanitarian PJ K3 dan
sanitarian
Pengujian sampel angka Semua ruangan PJ K3 Pihak ke3
kuman, jamur AC di ruangan
Pengujian angka kuman lantai, Semua ruangan PJ K3 Pihak ke3
dinding dan udara serta kultur
sensitivitas/bakteri
Pengujian sampel udara Semua ruangan PJ K3 Pihak ke3
ambien
Pengujian sampel emisi genset Ruang genset PJ K3 Pihak ke3
Pengujian sampel getaran dan Ruang genset PJ K3 Pihak ke3
kebisingan
Inspeksi kebersihan ruangan, Semua ruangan PJ K3 Petugas cleaning
halaman, selasar dan taman service
Pemantauan Higiene Sanitasi Makanan (HSM) (Puskesmas rawat inap)
Pengujian angka kuman
makanan setiap enam bulan
Pengujian sampel angka
kuman alat makan/minum
(plato)
Pemantauan pengelolaan
makanan minuman di
Pelayanan Gizi (pemantauan
fisik bahan makanan, suhu
ruang penyimpanan bahan
makanan, pemakaian APD
petugas, peletakkan bahan
makanan di gudang makanan
kering)
Pengendalian Serangga dan Binatang Pengganggu (PSBP)
Koordinasi jadwal kerja
pengendalian serangga dan
binatang pengganggu dengan
penyedia jasa
Pengawasan dan pemantauan
pengendalian serangga dan
binatang pengganggu
Memberikan masukan/saran
dan evaluasi hasil pekerjaan
penyedia jasa
Pemantauan jentik bak
penampung air bersih dan
penampung dispenser air
minum setiap bulan
Pemantauan lalat di Pelayanan
Gizi, TPS domestik dan kantin
sebagai dasar pengendalian
lalat
Penyuluhan Kesehatan Lingkungan
Sosialisasi Kebijakan dan SPO
penyehatan lingkungan
Penyuluhan kesehatan di
bidang penyehatan lingkungan
Pemeliharaan sistem utilitas
Melengkapi pengisian ASPAK
Tidak lanjut terhadap hasil
pengsian aspak
Penyusunan jadwal
pemeliharaan sistem utilitas
Pelaksanaan pemeliharaan
sistem utilitas
Identifikasi area rawat gagal
listrik, air , gas, dan sistem
informasi
Monitoring pelaksanaan
pemeliharaan sistem utilitas
Uji coba sumber listrik
cadangan
Back up sistem informasi
Pemeliharaan pengelolaan peralatan
Melengkapi pengisian aspak
untuk peralatan
Tindak lanjut hasil pengisian
aspak
Penyusunan rencana
inaspeksi, pemeliharaan dan
pengujian alat (termasuk
kalibrasi)
Pelaksanaan inspeksi,
pemiharaan dan pengujian alat
Pelaksanaan kalibrasi
Monitoring pelaksanaan
pemeliharaan atat
Diklat pengelolaan fasilitas dan keselamatan
Workshop MFK
Pelatihan staf untuk
pengoperasian dan
pemeliharaan peralatan
Pelatihan staf untuk
pengoperasian dan
pemeliharaan sistem utilitas
Pelatihan pengelolaan limbah
B3
No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov Des
Keselatan dan keamanan
1 Pembentukan Tim √
2 Penyusunan dokumen √
regulasi
3 Identifikasi karyawan dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pengunjung
4 Identifikasi area area √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
beresiko keamanan
5 Penyususnan kode kode √ √
darurat
6 Pemeriksaan kesehatan √
karyawan secara berkala
7 Imunisasi karyawan √
8 Konseling karyawan √
9 Pemasangan CCTV pada
area beresiko keamanan
10 Simulasi code darurat √
11 Penyelenggaraan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pemeliharaan sarana
prasarana selama 24
12 Pemeliharaan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
rambu/penanda tepian
lantai yang berpotensi
menciderai
13 Pengadaan jasa keamanan
(outsorcing)
14 Monitoring, Evaluasi dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Observasi lapangan
ketugasan tenaga
keamanan
15 Pemantauan jika da
konstruksi/renovasi
16 Pertemuan dengan
penyedia jasa konstruksi
terkait analisa pra
konstruksi sebelum
pekerjaan dilakukan
17 Monitoring pelaksanaan
persetujuan dari analisis pra
konstruksi
18 Patroli keamanan tenaga
keamanan
Penanggulangan bencana
1 Melakukan HVA √
2 Penyusunan disaster plan √
3 Mengidentifikasi peralatan √
yang dibutuhkan untuk
tanggal darurat bencana
4 Melakukan disaster drill/
simulasi yang dilakukan
oleh semua karyawan
5 Review dan perbaikan jasil
simulasi
6
Penanggulangan kebakaran
1 Indetifikasi kebutuhan √
sistem kebakaran pasif dan
aktif yang ada
2 Inspeksi rutin sistem √
kebakaran yang ada
3 √ √
4 Simulasi kebakaran
5 Pematauan pelaksanaan √
kebijakan larangan merokok
6
Pengelolaan B3 dan limbah
Pengelolaan limbah medis/klinis infeksius klinis dan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3)
1 Indetifikasi limbah B3 dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
limbah B3 yang di
Puskesmas
2 Pematauan tempat B3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Pembuatan dan ijin TPS B3
4 Pembuatan dan ijin ipal
5 Pelabelan B3 dan limbah √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
B3
6 Pengemasan, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
penyimpanan, penyerahan
limbah B3 ke pihak
transporter/pihak ke tiga
Pengolahan limbah padat domestic
1 Monitoring kebersihan dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kapasitas kontainer TPS
domestik
2 Inspeksi kondisi fisik dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kebersihan sarana
pengelolaan limbah padat
domestic
3 Pencatatan dan rekapitulasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
frekuensi
pengambilan/penggantian
kontainer TPS dan volume
total limbah padat yang
dihasilkan oleh Puskesmas
4 Pengajuan perjanjian √
kerjasama pengelolaan
limbah padat domestik
Desinfeksi ruangan dan pemantauan sterilisasi alat
1 Melakukan desinfeksi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
ruangan post infeksi airbone
sesuai permintaan
unit/ruangan
2 Pengujian uji sterilisasi alat √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
steril
3 Pengajuan pengadaan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
bahan desinfeksi udara dan
permukaan
4 Melakukan evaluasi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
terhadap perrmintaan
desinfeksi ruangan
Limbah cair
1 Pemantauan desinfeksi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
limbah cair setiap hari kerja
2 Pengambilan dan
pengiriman sampel effluent
limbah cair ke laboratorium
terakreditasi untuk uji
kualitas kimia fisika
3 Pengambilan dan
pengiriman sampel effluent
limbah cair ke laboratorium
terakreditasi untuk uji
kualitas biologi
4 Pengurasan bak fishpond,
bak desinfeksi dan bak
outlet IPAL
5 Pemantauan pembersihan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
bak kontrol
6 Pemantauan pembersihan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
bak penampung
Penyehatan air
1 Penghitungan kebutuhan air
bersih
2 Pencatatan dan
penghitungan debit air
bersih
3 Pengambilan dan
pengiriman sampel biologi
air bersih
4 Pengambilan dan
pengiriman sampel kimia
fisika air bersih
5 Desinfeksi air bersih
6 Pembersihan water torn
7 Pengajuan dan permintaan
pengadaan bahan desinfesi
air
Penyehatan ruang dan bangunan dengan pemantauan lingkungan fisik, kimia serta lingkungan biologi
1 Inspeksi sanitasi
Puskesmas
2 Pengujian sampel angka
kuman, jamur AC di
ruangan
3 Pengujian angka kuman
lantai, dinding dan udara
serta kultur
sensitivitas/bakteri
4 Pengujian sampel udara
ambien
5 Pengujian sampel emisi
genset
6 Pengujian sampel getaran
dan kebisingan
7 Inspeksi kebersihan
ruangan, halaman, selasar
dan taman
Pemantauan Higiene Sanitasi Makanan (HSM) (Puskesmas rawat inap)
1 Pengujian angka kuman
makanan setiap enam bulan
2 Pengujian sampel angka
kuman alat makan/minum
(plato)
3 Pemantauan pengelolaan
makanan minuman di
Pelayanan Gizi
(pemantauan fisik bahan
makanan, suhu ruang
penyimpanan bahan
makanan, pemakaian APD
petugas, peletakkan bahan
makanan di gudang
makanan kering)
Pengendalian Serangga dan Binatang Pengganggu (PSBP)
1 Koordinasi jadwal kerja
pengendalian serangga dan
binatang pengganggu
dengan penyedia jasa
2 Pengawasan dan
pemantauan pengendalian
serangga dan binatang
pengganggu
3 Memberikan
masukan/saran dan
evaluasi hasil pekerjaan
penyedia jasa
4 Pemantauan jentik bak
penampung air bersih dan
penampung dispenser air
minum setiap bulan
5 Pemantauan lalat di
Pelayanan Gizi, TPS
domestik dan kantin
sebagai dasar
pengendalian lalat
Penyuluhan Kesehatan Lingkungan
1 Sosialisasi Kebijakan dan
SPO penyehatan
lingkungan
2 Penyuluhan kesehatan di
bidang penyehatan
lingkungan
Pemeliharaan sistem utilitas
1 Melengkapi pengisian
ASPAK
2 Tidak lanjut terhadap hasil
pengsian aspak
3 Penyusunan jadwal
pemeliharaan sistem utilitas
4 Pelaksanaan pemeliharaan
sistem utilitas
5 Identifikasi area rawat gagal
listrik, air , gas, dan sistem
informasi
6 Monitoring pelaksanaan
pemeliharaan sistem utilitas
7 Uji coba sumber listrik
cadangan
8 Back up sistem informasi
Pemeliharaan pengelolaan peralatan
1 Melengkapi pengisian
aspak untuk peralatan
2 Tindak lanjut hasil pengisian
aspak
3 Penyusunan rencana
inaspeksi, pemeliharaan
dan pengujian alat
(termasuk kalibrasi)
4 Pelaksanaan inspeksi,
pemiharaan dan pengujian
alat
5 Pelaksanaan kalibrasi
6 Monitoring pelaksanaan
pemeliharaan atat
7
Diklat pengelolaan fasilitas dan keselamatan
1 Workshop MFK
2 Pelatihan staf untuk
pengoperasian dan
pemeliharaan peralatan
3 Pelatihan staf untuk
pengoperasian dan
pemeliharaan sistem utilitas
4 Pelatihan pengelolaan
limbah B3
VIII. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dilakukan saat pelaksanaan kegiatan. Pelaporan dilakukan paling
lambat 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan kegiatan. Analisis dan Evaluasi
dilakukan paling lambat 1 (satu) minggu setelah laporan kegiatan
dilaksanakan.
Evaluasi program kerja dilakukan setiap 6 bulan sekali. Hasil evaluasi
dipergunakan sebagai dasar perubahan program manajemen risiko fasilitas
apabila ditemukan potensi bahaya diluar hasil identifikasi risiko yang telah
dilakukan sebelumnya. Dalam hal evaluasi pelaporan dilakukan untuk melihat
ketepatan waktu pelaksanaan program dan hambatan yang ditemukan.
IX. PENUTUP
Dalam program manajemen fasilitas dan keselamatan ini disesuaikan dengan
situasi dan kondisi lingkungan Puskesmas Disi. Program manajemen risiko ini
dalam penyusunannya telah diusahakan dengan sebaik-baiknya, namun
demikian tentu masih terdapat beberapa kekurangan dan kekeliruan dalam
penyusunannya. Semoga dengan adanya program ini dapat menciptakan
lingkungan yang aman, selamat dan nyaman bagi seluruh orang yang berada
di Puskesmas Disi