PT.
KASIH ANI
NERACA SALDO
Per 31 Desember 2010
No Nama Akun Debit Kredit
Kas 8.205.000
Piutang 2.500.000
Sewa dibayar dimuka 600.000
Iklan dibayar dimuka 150.000
Perlengkapan 150.000
Peralatan 4.000.000
Kendaraan 15.000.000
Utang usaha 3.000.000
Utang bank 5.000.000
Modal [Link] Ani 20.000.000
Prive PT. Kasih Ani 500.000
Pendapatan salon 4.000.000
Beban utilitas 125.000
Beban asuransi 120.000
Beban gaji 600.000
Beban lain – lain 50.000
32.000.000 32.000.000
Advertisement
REPORT THIS AD
Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2010 :
1. Perlengkapan yang bersisa 31 Desember 2010 menunjukkan Rp 95.000,00.
2. Peralatan disusutkan dengan tarif 3% dari harga pembelian.
3. Kendaraan disusutkan dengan tarif 3,5% dari harga pembelian.
4. Gaji karyawan yang belum dibayarkan sampai dengan 31 desember 2010 sebesar Rp
1.555.250,00.
5. Sewa dibayar tanggal 1 September 2010 untuk satu tahun.
6. Iklan yang telah diterbitkan dalam “Harian Kini” pada bulan Agustus sebesar Rp
122.000,00.
7. Premi asuransi sebesar Rp 105.500,00.
8. Bunga yang belum dibayar sebesar Rp 85.500,00 pada tahun 2010.
9. Berdasarkan catatan perusahaan memperoleh pendapatan pada bulan juli 2010 dan belum
dicatat sebesar Rp 235.425,00.
AYAT JURNAL PENYESUAIAN
No Tanggal Nama akun Debit Kredit
desember 31 Biaya perlengkapanperlengkapan 55.000 55.000
31 Biayapenyusutan [Link] 120.000 120.000
peralatan
31 Biaya pnystn [Link] kendaraan 525.000 525.000
31 Biaya gajiUtang gaji 1.555.250 1.555.250
31 Biaya sewa gedungSewa dibayar dimuka 200.000 200.000
31 Biaya iklanIklan dibyar dimuka 122.000 122.000
31 Asuransi dibayar dimukaBiaya asuransi 34.500 34.500
31 Beban bungaUtang bunga 85.500 85.500
31 Piutan usahapendapatan 235.425 235.425
2931675 2931675
Astuti Tailor
Neraca Saldo
31 Maret 2019
(Dalam ribuan rupiah)
Nama Akun Debit Kredit
Kas 4.150
Piutang Usaha 50
Perlengkapan 3.850
Asuransi dibayar dimuka 1.200
Peralatan 3.000
Tanah 30.000
Utang Usaha 1.500
Pendapatan diterima dimuka 2.000
Modal 35.000
Prive 1.500
Pendapatan Jasa 9.650
Beban Upah 3.250
Beban Sewa 400
Beban Utilitas 650
Beban lain-lain 100
Total 48.150 48.150
Data penyesuaian untuk bulan Maret 2019 sebagai berikut :
1. Perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp 3.500.000
2. Adanya biaya asuransi dibayar dimuka yang telah kedaluwarsa
3. Beban depresiasi pada bulan Maret untuk peralatan sebesar Rp 200.000
4. Astuti Tailor memulai pekerjaan kepada Cita lebih awal dan telah menyelesaikan sebagian
pekerjaan yang telah dicatat sebelumnya sebagai pendapatan diterima dimuka sebesar Rp
300.000
5. Mengakui utang gaji yang belum dibayarkan kepada pegawai sebesar Rp 2.000.000
Jawaban Jurnal Penyesuaian dan Penjelasannya
Berikut jawaban untuk soal jurnal penyesuaian di atas (nilai dinyatakan dalam ribuan rupiah) :
1. Dr. Beban Perlengkapan 350
Cr. Perlengkapan 350
Saldo perlengkapan yang tertera pada neraca saldo sebelum penyesuaian sebesar Rp
3.850.000 dan pada akhir bulan Maret 2019 nilai perlengkapan yang masih tersedia sebesar Rp
3.500.000. Maka, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penggunaan perlengkapan sebesar Rp
350.000 selama bulan Maret 2019. Penggunaan perlengkapan tersebut akan mengakibatkan
diakuinya beban atas penggunaan tersebut karena perlengkapan yang dimiliki sudah berkurang
jumlahnya. Maka, penggunaan perlengkapan akan menambah nilai beban dan mengurangi
nilai perlengkapan pada neraca saldo. Sehingga, dilakukan pembuatan jurnal penyesuaian
dengan menjurnal akun beban di debit (menambah nilai beban) dan
akun perlengkapan di kredit (mengurangi nilai perlengkapan) ebesar Rp 350.000.
2. Dr. Beban Asuransi 500
Cr. Asuransi dibayar dimuka 500
Saldo asuransi dibayar dimuka yang terdapat pada neraca saldo yaitu sebesar Rp 1.200.000.
Pembayaran dimuka atas asuransi tersebut terjadi pada tanggal 14 Maret 2019. Hal ini berarti
telah terdapat sebagian dari jasa asuransi yang telah diberikan oleh perusahaan asuransi kepada
Astuti Tailor selama bulan Maret 2019 (Perusahaan asuransi dianggap telah memberikan jasa
berupa memberikan perlindungan jika terjadi suatu hal sesuai dengan polis asuransi, meskipun
tidak ada pembayaran atas klaim dari Astuti Tailor). Karena sudah adanya pemberian jasa oleh
perusahaan asuransi dan Astuti Tailor sudah menikmati jasa tersebut maka sebagian jasa
tersebut tidak boleh lagi diakui sebagai asuransi dibayar dimuka tetapi sebagai beban.
Maka, dibuatlah jurnal beban asuransi di debit (menambah nilai asuransi) dan asuransi
dibayar dimuka di kredit (mengurangi nilai asuransi dibayar dimuka) sebesar Rp 500,000 (Rp
1.200.000/12 * 1/2) . Jasa tersebut telah diberikan selama kurang lebih setengah bulan maka
beban asuransi selama setahun dibagi 12 untuk menghitung nilainya per bulan, kemudian di kali
1/2 untuk menghitung nilainya per setengah bulan. Untuk penghitungan yang lebih tepat dapat
pula dihitung dengan (Rp 1.200.000 * 14/365). 14 merupakan lamanya hari jasa asuransi telah
diberikan dan 365 adalah jumlah hari dalam setahun.
3. Rr. Beban Depresiasi - peralatan 200
Cr. Akumulasi Depresiasi - peralatan 200
Diasumsikan bahwa di akhir masa peralatan tersebut terdapat nilai residu sebesar Rp
600.000 dan metode penyusutan yang digunakan adalah metode garis lurus. Peralatan yang dibeli
pada bulan Maret 2019 memiliki nilai sebesar Rp 3.000.000 dengan masa manfaat 1 tahun atau
12 bulan. Maka telah terjadi penggunaan peralatan selama 1 bulan yang menyebabkan
munculnya beban atas peralatan. Nilai beban depresiasi sebesar Rp 200.000 diperoleh dari
(3.000.000-600.000)/12.
Tidak seperti perlengkapan dimana ketika perlengkapan digunakan akan langsung mengurangi
nilai perlengkapan, penggunaan peralatan seperti mesin dan aset tetap lainnya seperti gedung
akan memunculkan akun beban depresiasi dan akumulasi depresiasi.
Alasannya adalah supaya pembaca laporan keuangan (dari pihak eksternal seperti investor,
supplier, dan kreditur) tidak salah mengartikan kondisi perlengkapan perusahaan. Jika nilai dari
peralatan langsung dikurangi dengan menjurnal peralatan pada posisi kredit, maka pihak
eksternal tersebut dapat menganggap bahwa telah terjadi penjualan peralatan padahal peralatan
perusahaan tetap sama hanya nilainya saja yang berkurang. Nilai berkurang tersebut misalnya
karena mesin sudah digunakan beberapa kali maka kemampuan produksi barangnya sudah
berkurang.
4. Dr. Pendapatan diterima dimuka 300
Cr. Pendapatan Jasa 300
Konsep penjelasan ini mirip seperti pada kasus asuransi dibayar dimuka. Pada kasus ini
Astuti tailor berperan sebagai pemberi jasa. Sebelumnya Astuti Tailor telah menerima uang
terlebih dahulu sebelum memberikan jasa apapun sehingga belum boleh mengakui pendapatan
jasa. Ketika Astuti Tailor sudah memberikan jasa tersebut, maka Astuti Tailor akan
mengakui pendapatan jasa dan mengurangi nilai pendapatan diterima dimuka sebesar
nilai dari jasa yang telah diberikan. Maka, Astuti Tailor akan membuat jurnal yaitu
pendapatan diterima dimuka di debit dan pendapatan jasa di kredit sebesar Rp 300.000
5. Dr. Beban Gaji 2.000
Cr. Utang Gaji 2.000
Untuk jurnal penyesuaian ini, Astuti Tailor telah "menggunakan jasa" dari pegawainya selama
satu bulan namun belum membayarkan gaji kepada pegawainya. Maka, atas "penggunaan
jasa" tersebut akan menimbulkan beban gaji yang harus dicatat. Karena gaji tersebut
belum dibayar maka muncul utang gaji pada sisi kredit. Maka, jurnal penyesuaian yang
harus dibuat yaitu Beban Gaji pada debit dan Utang Gaji pada kredit sebesar Rp 2.000.000.