0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan15 halaman

Perhitungan Lalu Lintas dan CBR Jalan

Dokumen tersebut memberikan data perencanaan dan perhitungan untuk desain perkerasan jalan. Terdapat data perencanaan seperti umur rencana, fungsi jalan, dan kelas jalan. Dilakukan perhitungan beban sumbu standar kumulatif dengan menggunakan data lalu lintas, faktor pertumbuhan, dan distribusi lajur. Berdasarkan nilai CESAL yang diperoleh, jenis perkerasan yang dipilih adalah aspal beton. Dokumen ini juga meny

Diunggah oleh

Dinda Dinafitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan15 halaman

Perhitungan Lalu Lintas dan CBR Jalan

Dokumen tersebut memberikan data perencanaan dan perhitungan untuk desain perkerasan jalan. Terdapat data perencanaan seperti umur rencana, fungsi jalan, dan kelas jalan. Dilakukan perhitungan beban sumbu standar kumulatif dengan menggunakan data lalu lintas, faktor pertumbuhan, dan distribusi lajur. Berdasarkan nilai CESAL yang diperoleh, jenis perkerasan yang dipilih adalah aspal beton. Dokumen ini juga meny

Diunggah oleh

Dinda Dinafitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LANGKAH KERJA

BAB V
DATA PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

● Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (revisi 2012)

5,1 Data Perencanaan :


a. Umur Rencana : 20 Tahun (2020 - 2040)
b. Fungsi Jalan : Kolektor ( 2 lajur 2 Arah )
c. Kelas Jalan : I
d. Traffic Multiplier ( TM ) : 1.8 - 2 ( diambil 2 )

5,2 Menghitung Beban Sumbu Standar Kumulatif ( CESAL )


a. Data Lintas Harian Rata - Rata 2 arah
Tabel 5.2.1 data lintas harian
Jumlah Distribusi Beban
No. Jenis Kendaraan Berat Total (Kend/2
arah) Depan Tengah Belakang
1 Sepeda Motor - ton 1500 50% - 50%
2 Mobil Penumpang 2,3,4 2 ton 1418 50% - 50%
3 Bus Besar (5b) 9 ton 625 34% - 66%
4 Truk Sedang 2 Sumbu (6b) 8,3 ton 419 34% - 66%
5 Truk 3 Sumbu (7a) 25 ton 229 25% - 75%
6 Truk 4 Sumbu Trailer (7c1) 42 ton 90 16% 28% 54%
b. Menghitung LHR ( Lalu-Lintas Harian Rata-Rata)

n
LHR = ( 1 + i ) x jumlah kendaraan

Dimana : n = Waktu ( tahun )


i = Tingkat pertumbuhan lalu lintas (%) = 3 %

Data LHR awal 2020; tahun pertama setelah pembukaan untuk lalu lintas 2023 (3
tahun setelah 2020); permulan beban normal MST 12 ton tahun 2025 ( 5 tahun
setelah 2020 )
Contoh perhitungan LHR 2022(:n = 3 tahun)
a Bus Besar (5b)
Jumlah kendaraan= 1418
LHR 2020 = ( 1 + 3 % ) 3 x 1418 = 1549,49

Contoh perhitungan LHR 2024(:n = 5 tahun)


b Bus Besar (5b)
Jumlah kendaraan= 1418
LHR 2020 = ( 1 + 3 % ) 5 x 1418 = 1643,85

c. Menghitung Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas (i ) (%)

( 1 + 0.01 i ) UR - 1
R =
0.01 i

Dimana : R : faktor pengali pertumbuhan lalu lintas


i : laju pertumbuhan lalu lintas tahunan
UR : Umur Rencana
Umur Rencana disesuai berdasarkan panduan bina marga dimana diperkirakan
beban faktual kendaraan akan kembali stabil (menjadi beban Normal) pada tahun
2024. maka perhitungan laju pertumbuhan lalu lintas ( R ) harus berbeda dengan
tahun sebelum 2024.

( 1 + 0.01 x3 ) 2 -1
R = = 2,03 = R2020 - 2022 Faktual
0.01 x 3

( 1 + 0.01 x3 ) 18 -1
R = = 23,41 = R2023 - 2040 Normal
0.01 x 3
d. Menentukan Faktor Dsitribusi Lajur ( DL )
Tabel 5.2.2 Faktor Distribusi Lajur ( DL )
Jumlah Lajur Kendaraan Niaga Pada Lajur Desain (% terhadap
Setiap Arah populasi kendaraan niaga )
1 100
2 80
3 60
4 50

e. Menghitung Beban Sumbu Standar Kumulatif ( CESAL )


Menggunakan VDF masing - masing Kendaraan niaga
Tabel 5.2.3 Faktor Distribusi Lajur ( DL )

ESATH-1 = ( ∑LHRTJK x VDFJK ) x 365 x DD x DL x R

Keterangan :
ESATH-1 = kumulatif lintasan sumbu standar ekivalen (equivalent standard
axle) pada tahun pertama
LHRTJK = Lintas harian rata – rata tiap jenis kendaraan niaga (satuan
kendaraan per hari).
VDFJK = Faktor Ekivalen Beban (Vehicle Damage Factor) tiap jenis
kendaraan niaga Tabel 4.2.3.
DD = Faktor distribusi arah
DL = Faktor distribusi lajur (table 4)
CESAL = Kumulatif beban sumbu standar ekivalen selama umur rencana.
R = Faktor pengali pertumbuhan lalu lintas kumulatif
TABEL 5.2.4 PERHITUNGAN BEBAN SUMBU STANDAR KUMULATIF ( CESAL )
Lalu Lintas
VDF 5 VDF 5 ESA 5 faktual ESA 5 normal
Jenis Kendaraan Harian Rata - LHR 2020 LHR 2023
faktual normal ( 2020-2022 ) ( 2023-2040 )
rata (2 arah)
1 2 3 4 5 6 7 8

Mobil Penumpang 2,3,4 1418 1549,49 1643,85 - - - -

Bus Besar (5b) 625 682,95 724,55 1,0 1,0 263138,22 3219927,09

Truk Sedang 2 Sumbu


419 471,32 485,74 9,0 4,0 1634364,03 8634556,50
(6b)

Truk 3 Sumbu (7a) 229 250,23 265,47 11,4 6,7 1099117,83 7904534,62

Truk 4 Sumbu Trailer


90 98,35 104,33 25,5 8,8 966243,55 4080291,61
(7c1)

Jumlah ESA5 3962863,64 23839309,83

CESA518-38 27802173,47

Keterangan
(3) = ( 1 + 0,040 )3 (2)
5
(4) = ( 1 + 0,040 ) (2)
(5) = (berdasarkan tabel 4.2.3)
(6) = (berdasarkan tabel 4.2.3)
(7) = ( 3 x 5 ) x 365 x DD x DL x R15-20
(8) = ( 4 x 6 ) x 365 x DD x DL x R21-35

DD = 0,65 (berdasarkan data yang diketahui)


DL = 0,8 ( berdasarkan tabel 4)

R18-20 = 2,030
R21-38 = 23,414
5.3 Pemilihan Jenis Perkerasan

Berdasarkan umur rencana 20 tahun dan nilai CESA5 yang sudah diperoleh dari
perhitungan sebelumya. Maka, jenis stuktur perkerasan yang dipilih adalah AC
dengan CTB (ESA pangkat 5) dan acuan berdasarkan dari bagan desain 3.
4.4 Penentuan Nilai CBR
a. CBR Segmen 1

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
STASION 00+100 00+200 00+300 00+400 00+500 00+600 00+700 00+800 00+900 00+1000
CBR 6 7 5 3 5 4 7 7 4 4

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
00+1100 00+1200 00+1300 00+1400 00+1500 00+1600 00+1700 00+1800 00+1900 00+2000
7 5 7 7 4 3 7 6 7 6

No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
STASION 00+2100 00+2200 00+2300 00+2400 00+2500 00+2600 00+2700 00+2800 00+2900 00+3000
CBR 6 6 3 3 5 5 7 5 7 6

8 Segmen 1
7
6
5
CBR

4
3
2
1
0

Station

Menghitung Nilai Koefisien Variasi untuk segmen 1 (Cv)

Standar Deviasi
Cv = x 100%
Nilai Rata-Rata CBR

= 1,43
x 100%
5,47
= 26,19 %

Karena nilai Cv kurang dari 30% maka data-data CBR yang ada, dapat digunakan dalam perhitungan satu segmen jalan
b. CBR Segmen 2

No 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
STASION 00+3100 00+3200 00+3300 00+3400 00+3500 00+3600 00+3700 00+3800 00+3900 00+4000
CBR 6 7 13 13 14 14 11 11 12 12

41 42 43 44 45 46 47 48 49 50
00+4100 00+4200 00+4300 00+4400 00+4500 00+4600 00+4700 00+4800 00+4900 00+5000
11 11 11 14 13 12 12 11 11 14

No 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60
STASION 00+5100 00+5200 00+5300 00+5400 00+5500 00+5600 00+5700 00+5800 00+5900 00+6000
CBR 11 12 12 10 14 11 11 10 14 14

16 Segmen 2
14

12

10
CBR

0
00+3100
00+3200
00+3300
00+3400
00+3500
00+3600
00+3700
00+3800
00+3900
00+4000
00+4100
00+4200
00+4300
00+4400
00+4500
00+4600
00+4700
00+4800
00+4900
00+5000
00+5100
00+5200
00+5300
00+5400
00+5500
00+5600
00+5700
00+5800
00+5900
00+6000
Station

Menghitung Nilai Koefisien Variasi untuk segmen 1 (Cv)

Standar Deviasi
Cv = Nilai Rata-Rata CBR x 100%

= 1,40
11,97 x 100%
= 11,71 %

Karena nilai Cv kurang dari 30% maka data-data CBR yang ada, dapat digunakan dalam perhitungan satu segmen jalan
Menghitung Nilai Koefisien Variasi (Cv)

Standar Deviasi
Cv = x 100%
Nilai Rata-Rata CBR

= 3,57
x 100%
8,72
= 40,91 %

Karena nilai Cv lebih dari 30% (memenuhi)


Maka data-data CBR yang ada dapat digunakan dalam satu segmen jalan

Perhitungan CBR Analisis


Segmen 1
CBR rata-rata segmen = 5,47
CBR max = 7
CBR min = 3
CBR Segmen = 4,21 %

Segmen 2
CBR rata-rata segmen = 11,97
CBR max = 14
CBR min = 10
CBR Segmen = 10,71 %
4.4.1 CBR Grafik

Frekuensi lebih besar atau sama dengan untuk CBR segmen 1

CBR Jumlah Data Frekuensi % Lebih besar atau sama dengan

3 4 30 100,00

4 4 26 86,67

5 6 22 73,33

6 6 16 53,33

7 10 10 33,33

Jumlah 30

100

90

80
% LEBIH BESAR ATAU SAMA DENGAN

70

60

50

40

30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
CBR
Gambar 4.1 Grafik penentuan CBR design untuk segmen 1

Dengan menggunakan persamaan garis linear maka nilai CBR yang mewakili CBR design kepadatan 90% untuk segmen 1 adalah 3,70%

Untuk mendapatkan Daya Dukung Tanah digunakan Rumus DDT = 1,6649 + 4,3592 Log(CBR)

Maka DDT = 4,14

Frekuensi lebih besar atau sama dengan untuk CBR segmen 2

CBR Jumlah Data Frekuensi % Lebih besar atau sama dengan

10 4 30 100,00

11 10 26 86,67

12 6 16 53,33

13 3 10 33,33

14 7 7 23,33

Jumlah 30
Gambar 4.2 Grafik penentuan CBR design untuk segmen 2

Dengan menggunakan persamaan garis linear maka nilai CBR yang mewakili CBR design kepadatan 90% untuk segmen 2 adalah 10,75%

Untuk mendapatkan Daya Dukung Tanah digunakan Rumus DDT = 1,6649 + 4,3592 Log(CBR)

Maka DDT = 6,16


4.4.2 CBR Analitis
Tabel [Link] Nilai R untuk perhitungan CBR segmen :
Jumlah Titik Uji Nilai R
2 1,41
3 1,91
4 2,24
5 2,48
6 2,67
7 2,83
8 2,96
9 3,08
> 10 3,18

a. Segmen 1
Diketahui :
CBR rata-rata = 5,47
CBR tertinggi = 7,00
CBR terendah = 3,00
R = 3,18

( CBR tertinggi - CBR terendah )


CBR Analitis = CBR rata-rata -
R
( 7,00 - 3,00 )
= 5,47 -
3,18
= 4,21

b. Segmen 2
Diketahui :
CBR rata-rata = 11,97
CBR tertinggi = 14,00
CBR terendah = 10,00
R = 3,18

( CBR tertinggi - CBR terendah )


CBR Analitis = CBR rata-rata -
R
( 14,00 - 10,00 )
= 11,97 -
3,18
= 10,71
4.4.3 CBR Karakteristik
Tabel [Link] Nilai f untuk menghitung CBR segmen :
Penggunaan Jalan Probabilitas Koefisien f

Jalan tol atau jalan bebas


95% 1,65
hambatan

90% 1,28
Jalan Arteri dan Kolektor

80% 0,84
Jalan Lokal dan kecil

a. Segmen 1
Diketahui :
CBR rata-rata = 5,47
Standar Deviasi = 1,43
f = 1,28

CBR Karakteristik =CBR rata-rata - f x Standar Deviasi


= 5,47 - 1,28 x 1,43
= 3,63

b. Segmen 2
Diketahui :
CBR rata-rata = 11,97
Standar Deviasi = 1,40
f = 1,28

CBR Karakteristik =CBR rata-rata - f x Standar Deviasi


= 11,97 - 1,28 x 1,40
= 10,17

Anda mungkin juga menyukai