SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENDIDIKAN KESEHATAN CAD (CORONARY ARTERY DISEASE)
DI POLI JANTUNG
RSUD dr. CHASBULLAH ABDUL MADJID KOTA BEKASI
TAHUN 2022
Nama Mahasiswa :
Tuti Ulwiyah, [Link] : [Link].124
Rohadatul Aisy R, [Link] : [Link].101
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESESEHATAN MEDISTRA INDONESIA
2022
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok Bahasan : CAD (Coronary Artery Disease)
Sub Pokok Bahasa : Edukasi Kesehatan CAD (Coronary Artery Disease)
Sasaran : Pasien Rawat Jalan Poli Jantung
Tanggal Pelaksanaan : Selasa, 18 Januari 2022
Waktu : 30 Menit
Penyaji : Tuti Ulwiyah, [Link]
: Rohadatul Aisy Rosyadi, [Link]
Tempat : Poli Jantung Lantai 3 Gedung A
RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi
A. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang CAD (Coronary Artery
Disease) selama 1x30 menit, diharapkan pasien mampu memahami masalah
kesehatan CAD (Coronary Artery Disease).
B. TUJUAN KHUSUS
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1x30 menit, pasien mampu :
1. Menjelaskan kembali pengertian CAD (Coronary Artery Disease)
2. Menyebutkan penyebab CAD (Coronary Artery Disease)
3. Menyebutkan tanda dan gejala dari CAD (Coronary Artery Disease)
4. Menyebutkan klasifikasi CAD (Coronary Artery Disease)
5. Menyebutkan penatalaksanaan CAD (Coronary Artery Disease)
6. Menyebutkan komplikasi CAD (Coronary Artery Disease)
7. Menyebutkan pencegahan dan perawatan CAD (Coronary Artery Disease)
8. Menyebutkan Pola makan sehat bagi penderita penyakit jantung
C. MATERI PENYULUHAN
Terlampir :
1. Pengertian CAD (Coronary Artery Disease)
2. Penyebab CAD (Coronary Artery Disease)
3. Tanda dan gejala CAD (Coronary Artery Disease)
4. Klasifikasi CAD (Coronary Artery Disease)
5. Penatalaksanaan CAD (Coronary Artery Disease)
6. Komplikasi CAD (Coronary Artery Disease)
7. Pencegahan CAD (Coronary Artery Disease)
8. Pola makan sehat bagi penderita penyakit jantung
D. METODE PENYULUHAN
Ceramah dan tanya jawab
E. MEDIA PENYULUHAN
Leaflet
F. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan
1. 5 menit Fase Orientasi
a. Memberi salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan
d. Kontrak waktu
2. 20 menit Fase Kerja
a. Menjelaskan Pengertian CAD
(Coronary Artery Disease)
b. Menjelaskan Penyebab CAD (Coronary
Artery Disease)
c. Menjelaskan Tanda dan gejala CAD
(Coronary Artery Disease)
d. Menjelaskan Klasifikasi CAD
(Coronary Artery Disease)
e. Menjelaskan Penatalaksanaan CAD
(Coronary Artery Disease)
f. Menjelaskan Komplikasi dari CAD
(Coronary Artery Disease)
g. Menjelaskan Pencegahan CAD
(Coronary Artery Disease)
h. Menjelaskan pola makan sehat bagi
penderita penyakit jantung
3. 5 menit Fase Terminasi
a. Meminta pada klien untuk menjelaskan
kembali materi secara singkat
b. Menyampaikan kesimpulan
c. Memberi evaluasi secara lisan
d. Kontrak waktu untuk pertemuan
berikutnya
e. Memberi salam
G. EVALUASI PENYULUHAN
Prosedur : Post test
Jenis tes : Pertanyaan secara lisan
Butir-butir pertanyaan :
a. Sebutkan penyebab CAD (Coronary Artery Disease)
b. Sebutkan tanda dan gejala CAD (Coronary Artery Disease)
c. Sebutkan klasifikasi CAD (Coronary Artery Disease)
d. Sebutkan pencegahan CAD (Coronary Artery Disease)
e. Sebutkan Komplikasi CAD (Coronary Artery Disease)
MATERI
A. Pengertian
Coronary artery disease (CAD) atau yang lebih dikenal dengan Penyakit
Jantung Koroner (PJK) dapat dikarakteristikan sebagai akumulasi dari plak
yang semakin lama semakin membesar, menebal dan menggeras di dalam
pembuluh darah artery (arterosklerosis) yang menyebabkan berkurangnya aliran
darah dan supply oksigen ke otot jantung (Naettina, 2005).
B. Penyebab
1. Penyebab yang tidak dapat diubah
a) Usia 30-50 tahun.
b) Jenis kelamin.
c) Suku bangsa, penduduk Amerika kulit hitam lebih tinggi daripada
yang berkulit putih.
d) Riwayat penyakit jantung keluarga.
2. Penyebab yang dapat diubah
a) Merokok
b) Obesitas
c) Hipertensi
d) Diabetes Melitus
e) Kurang aktivitas
f) Stress.
C. Tanda dan Gejala
1. Nyeri dada atau ketidaknyamanan pada dada, nyeri ini bisa menjalar ke
leher, rahang, bahu, dan tangan sisi kiri, punggung, perut sisi kiri (sering
dianggap maag). Nyeri ini ringan sampai dengan berat. Nyeri dada ini
disebut dengan “angina” yang dapat bertahan selama beberapa menit. Jika
plak belum menyumbat arteri koronaria secara total, maka angina akan
mereda dengan sendirinya. Jika angina bertahan terus-menerus, maka
segera bawa diri ke dokter.
2. Keringat dingin, mual, muntah, atau mudah lelah.
3. Sesak Napas
4. Irama denyut jantung yang tidak stabil (aritmia), bahkan bisa
menyebabkan henti jantung (sudden cardiac arrest) yang bila tidak
ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian.
D. Klasifikasi
Menurut Nazmah (2012) dalam Muhammad Supri D (2019) klasifikasi CAD
atau penyakit jantung koroner ada 4 yaitu sebagai berikut:
1. Angina Pectoris atau Stable Angina adalah jenis penyakit jantung yang
paling ringan yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan suplai
darah dengan kebutuhan otot jantung yang sifatnya hanya sementara.
2. Angina Tidak Stabil atau Unstable Angina adalah Definisi dari angina
tidak stabil kurang lebih sama dengan angina pectoris hanya saja yang
membedakan yaitu derajat sakitnya lebih berat, waktu kemunculan angina
tidak stabil bisa kapan saja dan intensitas keluhan yang lebih lama.
3. Prinzmetal Angina adalah gangguan yang terjadi karena adanya sumbatan
secara komplit disebabkan karena adanya spasm pada pembuluh darah
[Link] dalam waktu 20 menit tidak segera ditangani maka dapat
menyebabkan injury pada sel – sel otot jantung.
4. Infark Miokard Akut, dibagi 2 :
a. ST Segmen Elevasi Myocardial Infraction (STEMI) : disebabkan
karena adanya sumbatan total pada pembuluh darah koroner yang
dapat menyebabkan injury pada sel sel otot jantung bahkan sampai
mengenai lapisan otot jantung bagian luar. Tanda dari STEMI yaiu
adanya kenaikan enzim pada jantung (CKMB atau Troponin)
b. Non ST Segmen Elevasi Myocardial Infraction (NSTEMI) : sudah
terjadi injury ada sel sel otot jantung. NSTEMI terjadi pada saat
angina pectoris atau angina tidak stabi tidak dideteksi secara dini
maupun tidak ditangani dengan tepat. Keluhan yan dialami kurang
lebih sama dengan angina tidak stabil
E. Penatalaksanaan
1. Istirahat total dalam waktu 24 jam pertama atau masih ada keluhan nyeri
atau keluhan lainnya. Hal ini berguna untuk mengurangi beban kerja
jantung dan membantu membatasi luas permukaan infark.
2. Oksigen 2-4 liter/menit, untuk meningkatkan oksigenasi darah sehingga
beban kerja jantung berkurang dan perfusi sistematik meningkat.
3. IVFD Dextrose 5% atau NaCL 0,9% untuk persiapan pemberian obat
intravena
4. Pemberian morfin 2,5-5 mg IV atau petidin 25-50 mg IV, untuk
menghilangkan rasa nyeri . Bila dengan pemberian ISDN nyeri tidak
berkurang atau tidak hilang.
5. Sedatif seperti Diazepam 3-4x, 2 mg per oral.
6. Diet
Diet yang diberikan adalah diet jantung I-IV sesuai dengan keadaan klien.
Diet Jantung I : makanan saring
Diet Jantung II : bubur
Diet Jantung III : nasi tim
Diet Jantung IV : nasi
7. Antikoagulan seperti heparin Sebelum pemberian heparin harus diperiksa
APTT sebagai base line, Dosis heparin pertama diberikan secara bolus
dengan dosis 60 U/KgBB, dilanjutkan dengan heparin drip 121
U/KgBB/jam. Hasil heparin yang diberikan dievaluasi dengan pemeriksaan
APTT tiap 12 jam, target pencapaian APTT yaitu 1,5-2xAPTT base line.
F. Komplikasi
Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit jantung koroner menurut
Wicaksono Saputro (2019) adalah sebagai berikut:
1. Syok Kardiogenik : Pada syok kardiogenik dapat ditandai dengan adanya
gangguan pada fungsi ventrikel kiri yang dapat mengakibatkan gangguan
fungsi ventrikel kiri yaitu mengakibatkan gangguan berat pada perfusi
jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan yang khas pada syok
kardiogenik yang di sebabkan oleh infark miokardium akut.
2. Gagal Jantung Kongestif : suatu keadaan dimana jantung tidak dapat
memompa darah yang cukp untuk memenuhi kebutuhan metabolisme
jaringan.
3. Disfungsi otot papilaris : Kontraksi otot papilaris di koordinasi oleh
ventrikel kiri secara keseluruhan.
4. Sindrom Dissler (postpericardiotomy syndrome) : ini biasanya trjadi 23
bulan setelah tindakan pembedahan. Pada keadaan ini pericardium
mengalami penipisan sebesar 0,8 mm. pada kasus ini akan muncul tanda
dari inflamasi, fibrosis dan tanda lainnya yang sesuai dengan klasifikasi
pericardium intraoperative (Kudaiberdiev, 2017).
5. Pericarditis Akut : peradangan pada pericardium
6. Aneurisme Ventrikel : dilatasi abnormal dari pembuluh darah / aorta.
Terjadi suatu perubahan pada dindin aorta, elastin dan otot polos
mengalami suatu proses dan menjadi jaringan ikat, akibatnya dinding
menjadi lemah lalu menggembung.
7. Rupture Miokard : terjadinya robekan pada bagian – bagian jantung seperti
otot, dinding, septum, korda tendinea atau katup – katup jantung.
G. Pencegahan
1. Tidak merokok/berhenti merokok untuk menghindari efek yang
membahayakan dari rokok
2. Mengurangi asupan natrium (garam)
3. Memperhatikan berat badan agar tidak terjadi obesitas
4. Mengindari makan makanan yang mengandung kafein
5. Berolahraga secara teratur sedikitnya 3 hari dalam 1 minggu dengan waktu
30 menit
6. Hindari dan meminimalkan stress lingkungan dan penyebab asietas
7. Mengonsumsi obat yang diberikan
8. Memperbanyak istirahat dan relaksasi jika diperlukan.
H. Pola Makan Sehat bagi penderita penyakit jantung
1. Terapkan menu makan yang kaya serat dan cukup nutrisi, perhatikan pula
cara pengolahannya, sebaiknya hindari makanan yang diolah dengan cara
digoreng di dalam banyak minyak, sebaliknya olah makanan dengan cara
ditumis, direbus, ataupun dikukus. Jika harus mengolah makanan dengan
cara menggoreng, sebaiknya gunakan minyak zaitun daripada minyak
goreng, sebab minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang rendah.
2. Hindari makanan makanan yang mengandung kolesterol dan lemak
tinggi, misalnya seafood – kandungan kolesterol tinggi di dalamnya dapat
membahayakan jantung. Pilih produk makanan yang rendah lemak atau
bahkan tanpa lemak. Konsumsi susu, keju, ataupun mentega yang rendah
lemak.
3. Selain lemak, hindari juga makanan yang mengandung gula yang tinggi,
misalnya soft drink. Konsumsi karbohidrat secukupnya karena secara
alami tubuh akan memproses karbohidrat menjadi gula dan lemak.
Mengonsumsi oat atau gandum dapat membantu menjaga kesehatan
jantung.
DAFTAR PUSTAKA
Adam Sagan, 2009. Coronary Heart Disease Risk Factors and Cardiovascular Risk
in Physical Workers and Managers.
Anwar, B. 2004. Dislipidemia sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung
Koroner. [Link] [diakses 17 Januari 2022].
Corwin J. Elizabeth, ( 2009 ), Buku Saku Patofisiologi, Edisi Revisi 3, Penerbit :
Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Davidson Christopher. (2003), Penyakit Jantung Koroner. Penerbit Dian Rakyat,
Jakarta.
Diah Krisnatuti dan Rina Yenrina. (1999). Panduan Mencegah & Mengobati
Penyakit Jantung. Jakarta: Pustaka Swara
Hendriantika, H. (2012), Penelitian Tentang Studi Komparatif Aktivitas Fisik dengan
Faktor Resiko Terjadinya Penyakit jantung Koroner.
Hermansyah, Citrakesumasari, Aminuddin. (2009). Aktifitas Fisik dan Kesehatan
Mental Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner.
Hariadi, Ali Arsad Rahim, (2005). Hubungan Obesitas dengan Beberapa Faktor
Risiko Penyakit Jantung Koroner.
Kurniastuti, Y. (2009). Faktor Resiko Penyakit Janting Koroner di Indonesia.
Tracey C. C. W. Rompas, A. Lucia Panda, Starry H. Rampengan. (2012), Hubungan
Obesitas Umum dan Obesitas Sentral dengan Penyakit Jantung Koroner
Sallim Annisa Yuliana, (2013), Hubungan Olahraga dengan Kejadian Penyakit
Jantung Koroner.
Sulistiani, W. (2005). Analisis factor Resiko Yang Berkaitan Dengan Penyakit
Jantung. Universitas Diponegoro.