PROPOSAL ANALISA PROSES INTERAKSI
ISOLASI SOSIAL
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Profesi Ners
Stase Keperawatan Jiwa
Oleh:
Vanny Anggiani Putri
201030200047
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKes WIDYA DHARMA HUSADA TANGERANG
TAHUN 2020/2021
ANALISA PROSES INTERAKSI
Identitas Klien : Nn.M
Bangsal : Anggrek
Sasaran Komunikasi : Pasien (Nn.M)
Lingkungan : Di dalam ruang Anggrek, suasana sepi
Deskripsi Klien : Pasien dapat berkomunikasi, interaksi dengan orang lain kurang, kontak mata (<), klien lebih sering
menunduk. Klien menggunakan pakaian seragam RSK, duduk menyendiri di kursi teras ruangan
Anggrek.
Tujuan komunikasi : Membina hubungan saling percaya, melatih pasien untuk bisa berinteraksi dengan 1 orang.
Hari/ Tanggal/ Jam : Senin/ 2 November 2020/ 11.00 WIB
P: Perawat
K: Klien
Komuniksi Verbal Komunikasi Non Analisa berpusat pada Analisa berpusat pada Rasional
Verbal perawat klien
P : “Assalamualaikum P : Kontak mata (+), Perawat senang atas Pasien terlihat tenang, Memulai percakapan
mba memandang tanggapan pasien pasien sedang duduk dengan kalimat
pasien dengan ramah, di pembuka
K : selamat siang” badan kursi yang ada di salah satu cara yang
condong ke depan, teras efektif untuk BHSP.
K : “Walaikumsalam tersenyum ruangan Pada
K : Kontak mata (<), fase orientasi
memandang P diperlukan
tersenyum kepada P dimensi responsive
kemudian yang
menunduk mencakup kesejatian,
hormat, pegertian,
empati
dan kekongkritan
untuk
membina rasa percaya
dan komunikasi
terbuka
serta memungkinkan
klien mencapai
pemahaman
P : “masih ingat kah P : Kontak mata (+), Perawat tenang dan Pasien terlihat Identitas merupakan
mba M?” badan berkomunikasi menerima tindakan keperawatan
K : “Ingat, Sus condong ke depan dengan perawat dengan yang penting untuk
K : Kontak mata (<), lancar terbuka BHSP. Pada fase
menunduk orientasi
P : Kontak mata (+), diperlukan dimensi
badan responsive yang
condong ke depan mencakup kesejatian,
K : Kontak mata (<), hormat, pegertian,
menundu empati
dan kekongkritan
untuk
membina rasa percaya
dan komunikasi
terbuka
serta memungkinkan
klien mencapai
pemahaman
P : “apa kabar mba P : Kontak mata (+), Perawat tenang Pasien terlihat tenang Perhatian merupakan
hari badan tindakan untuk
ini?” condong ke depan meningkatkan BHSP
K : “Baik sus” K : Kontak mata (<), dan
P : “Seperti janji kita menunduk menandakan
kemarin hari ini kita P : Kontak mata (+), kesungguhan perawat.
bertemu badan Pada fase orientasi
lagi dan condong ke depan diperlukan dimensi
juga melatih mba K : Kontak mata (<), responsive yang
nyaman ya menunduk mencakup kesejatian,
beekawanan atau hormat, pegertian,
berkenalan dengan 1 empati
orang, dan kekongkritan
bagaimana mba, mau untuk
kah?” membina rasa percaya
K : “iya, mau sus“ dan komunikasi
terbuka
serta memungkinkan
P : “baik mba, kita P : Kontak mata (+), Perawat tenang dan Pasien tampak tenang Kontrak pertemuan
becakapnya sekitar 10 badan berkomunikasi merupakan hal yang
menit di sini apa mau condong ke depan dengan penting dalam BHSP.
mba?” K : Kontak mata (<), lancar Pada fase orientasi
K : “Iya“ pasien tampak diperlukan dimensi
menunduk dan responsive yang
kadang memandangi mencakup kesejatian,
wajah perawat hormat, pegertian,
empati
dan kekongkritan
untuk
membina rasa percaya
dan komunikasi
terbuka
serta memungkinkan
klien mencapai
pemahaman
P : “mba masih ingat P : Kontak mata (+), Perawat tenang dan Pasien tampak tenang Mengajarkan cara
kah badan berkomunikasi berkenalan dengan 1
cara melakukan condong ke depan dengan orang lain.
berkenalan K : Kontak mata (+), lancar Pada fase kerja
dengan orang lain pasien tampak P mengharapkan K diperlukan dimensi
kaya yang saya tenang menceritakan tindakan yang
ajarkan kemarin?” P : Kontak mata (+), masalahnya mencakup
K : “Ingat sus” badan lebih banyak komunikasi
P : “Sekarang mba condong ke depan Perawat tenang dan kesegaran,
coba lagi berkenalan K : Kontak mata (+), berkomunikasi pengungkapan diri
dengan pasien tampak dengan perawat, dan bermain
kawan baru” tenang lancar peran yang dalam
K : “Iya”. P : Kontak mata (+), pelaksanaannya harus
(Mempraktekkan cara badan diimplementasikan
berkenalan dengan 1 condong ke depan dalam
orang teman) K : Kontak mata (<), konteks kehangatan ,
menunduk penerimaan dan
P : “Nah, bagus mba P : Kontak mata (+), pengertian yang
sudah bisa,bagus badan dibentuk
banar tadi condong ke depan oleh dimensi
mba M sudah berani K : Kontak mata (<), responsive
mencoba”. memandang Hal ini membantu
K : (Diam) wajah P. kemajuan hubungan
P : ” Sekarang mba P : Kontak mata (+), terapeutik dengan
ceritakan, kenapa badan condong ke mengidentifikasi
masih tidak mau depan hubungan
berkawanan, K : Kontak mata (<), pertumbuhan
dengan kawan?”. memandang pasien dan tidak
K: “Malas” wajah perawat, hanya
P: “Kenapa jadi mengangguk- memperhitungkan
begitu? Kan anggukkan kepala kebutuhan akan
kita sudah belajar pengertian atau
kemaren, bila pemahaman internal,
berkawanan tu tetapi juga tindakan
kan ramai mba bisa eksternal dan
bekisahan, perubahan
bisa saling membantu, perilaku
tidak
merasa sepi. Jangan
malas
lagi ya mba,
berkawan
dengan semua yang
ada di
ruangan ini, yang
semangat mba sudah
bagus banget
tadi sudah bisa
mempraktekkan cara
berkenalan”.
K :”Iya”
penerimaan dan P : Kontak mata (+), Perawat tenang dan Pasien tampak tenang kontrak selanjutnya
pengertian yang badan berkomunikasi diperlukan untuk
dibentuk condong ke depan dengan mengingatkan pasien
oleh dimensi K : Kontak mata (+), lancar mengenai tindakan
responsive memandang yang
Hal ini membantu wajah perawat akan dilakukan
kemajuan hubungan P : Kontak mata (+), selanjutnya dan
terapeutik dengan badan meningkatkan BHSP.
mengidentifikasi condong ke depan Dimensi responsive
hubungan K : Kontak mata (+), diperlukan pada fase
pertumbuhan memandang terminasi dimana
pasien dan tidak wajah perawat pada
hanya P : Kontak mata (+), fase ini mencakup
memperhitungkan badan kesejatian, hormat,
kebutuhan akan condong ke depan, pegertian, empati dan
pengertian atau tersenyum kekongkritan untuk
pemahaman internal, K : Kontak mata (+), membina rasa percaya
tetapi juga tindakan memandang dan komunikasi
eksternal dan wajah perawat, terbuka
perubahan tersenyum serta memungkinkan
perilaku klien mencapai
pemahaman