2020
PROGRAM KERJA
INSTALASI BEDAH
SENTRAL
RSU TEUNGKU PEUKAN
KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL 1
DAFTAR ISI 2
A. PENDAHULUAN 3
B. LATAR BELAKANG 3
C. TUJUAN 4
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 4
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN 7
F. SASARAN 10
G. JADWAL PELAKSANAAN 11
H. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN 12
2
A. PENDAHULUAN
Dalam program ini kami akan menguraikan tentang
rencana kegiatan IBS RSU Teungku Peukan kabupaten Aceh
Barat daya selama tahun 2020.
Program ini dibuat untuk memudahkan unit dalam
membuat, mengkoordinasikan dan menjalankan rencana
kegiatan Instalasi Bedah Sentral (IBS) terkait pelayanan, mutu
dan keselamatan kerja dalam lingkup IBS, serta akan menjadi
input untuk pembuatan program selanjutnya berdasarkan
evaluasi program ini.
Dengan segala keterbatasan baik pengetahuan, waktu,
tenaga maupun pengalaman kami berusaha membuat program
kerja IBS ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada
pihak yang telah mendukung baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Kami menyadari bahwa dalam program kerja IBS ini masih
terdapat banyak kekurangan baik dari segi pengolahan kata,
gaya bahasa, maupun isi materi yang disajikan. Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
para pembaca. Semoga program ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.
B. LATAR BELAKANG
Perencanaan yang baik dalam sebuah pelayanan yang
diberikan oleh unit sangat dibutuhkan agar pelayanan yang
diberikan dapat terarah dan terencana, serta sesuai dengan
kemampuan rumah sakit, baik kemampuan dana, SDM maupun
sarana dan prasarana rumah sakit.
Selain memberikan perencanaan yang baik, program ini
juga dapat menjadi tolak ukur untuk mengevaluasi pelaksanaan
kegiatan yang telah direncanakan, penentuan target selanjutnya
serta dapat mencapai tujuan yang sebaik-baiknya.
Untuk itu program kerja IBS tahun 2020 ini kami buat
dalam rangka memenuhi kebutuhan perencanaan yang baik
3
serta menuju pada kwalitas terbaik dalam pelayanan bedah di
IBS.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memberikan panduan dan arahan IBS dalam kinerja
selama tahun 2020
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan arahan rencana kerja harian, mingguan dan
bulanan kepada staf
b. Memberikan arahan rencana pengawasan, analisis dan
peningkatan mutu pelayanan IBS
c. Memberikan arahan perencanaan pengembangan staf
(SDM) IBS
d. Membuat rencana pemeliharaan dan peningkatan sarana
serta prasarana IBS
e. Mengarahkan rencana program K3 yang sesuai dengan
rencana kerja rumah sakit
[Link] POKOK dan RINCIAN KEGIATAN
1. Kegiatan Pelayanan Rutin
a. Bedah terencana (ELEKTIF) dana emergensi (CITO)
1) Bedah terencana (elektif) dilaksanakan setiap hari
kerja (senin-jumat) sesuai jam kerja, dengan
pendaftaran pasien/kasus minimal satu hari
sebelumnya.
2) Bedah emergensi dilaksanakan 24 jam sehari, 7 hari
seminggu
3) Petugas pelaksana kegiatan sesuai dengan daftar
jaga masing-masing profesional pemberi asuhan
b. Pembersihan Kamar Operasi
1) Pembersihan harian dilakukan setiap pagi sebelum
kamar bedah digunakan dan setiap selesai tindakan
pembedahan oleh petugas kebersihan khusus kamar
bedah
2) Pembersihan mingguan dilakukan setiap hari minggu
oleh petugas kebersihan IBS
4
3) Pembersihan sewaktu dilakukan bila ada kejadian
luar biasa seperti laporan tingkat luka operasi yang
tinggi atau setelah penggunaan kamar operasi dalam
penanganan kejadian bencana.
2. Pengawasan dan peningkatan Mutu Pelayanan IBS a.
Pengumpulan Data Mutu Pelayanan Bedah Teratur
1) Petugas pengumpul data melakukan pengumpulan
data mutu pelayanan berupa:
a) Ketidak patuhan pelaksanaan site marking
dengan melakukan random sampling dari data
rekam medis rutin setiap minggu dengan target
0%
b) Ketidak patuhan pelaksanaan ceklis keselamatan
pembedahan dengan melakukan random
sampling dari data rekam medis setiap minggu
dengan target 0%
c) Ketidak lengkapan asesmen pra bedah dengan
melakukan random sampling dari rekam medis
pasien setiap minggu dengan target 0%
d) Ketidak lengkapan informed consent sebelum
pembiusan dimulai dengan melakukan random
sampling setiap minggu dengan target 0%
e) Angka kejadian perbedaan diagnose pre dan post
operatif dengan target kurang dari 5%
f) Ketidak patuhan pelaksanaan SPO hand over
dari perawat ruangan ke kamar operasi dengan
target kurang dari 5%
g) Angka penundaan operasi elektif dengan target
kurang dari 5%
2) Melakukan analisis data mutu pelayanan setiap 3
(tiga) bulan sekali melalui rapat rutin IBS yang
dipimpin oleh kepala IBS dan dihadiri oleh
perwakilan manajemen
3) Membuat perencanaan perbaikan mutu bila
ditemukan adanya target mutu yang tidak tercapai
5
b. Peningkatan Mutu SDM IBS
1) Sertifikasi pelatihan dasar perawat kamar bedah
untuk 4 (empat) orang perawat IBS dan Resertifikasi
pelatihan dasar perawat kamar bedah untuk 3 (tiga)
orang
2) Pertemuan Ilmiah Tahunan Perawat kamar Bedah
untuk kepala ruang IBS dan 1 orang perawat kamar
bedah
3) Refresh pengetahuan dan keterampilan dengan
mengikuti seminar dan workshop terkait keilmuan
bedah dan manajemen IBS
c. Peningkatan Mutu Sarana IBS
1) Perbaikan fisik bangunan pada beberapa area
2) Penambahan alat medis dan instrument bedah THT,
Urologi, serta lampu Operasi OK 5 dan 6
3) Peremajaan instrument bedah yang telah mengalami
kerusakan dan penurunan kualitas
4) Perbaikan atau penggantian scrub station
5) Penambahan AC sentral untuk OK 5 dan 6 serta
koridor steril
d. Peningkatan Mutu Administratif
1) Perbaikan dan penyempurnaan formulir-formulir
rekam medis terkait pembedahan
2) Revisi dan penambahan SPO yang dianggap perlu
3) Perencanaan operasi elektif lebih terjadwal dan
teratur
4) Mengikuti bimbingan akreditasi untuk peningkatan
pemahaman standar pelayanan bedah
5) Menjadi area prioritas dalam penilaian survey
akerditasi SNARS edisi 1
e. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk
semua staf IBS sekurang-kurangnya 2 tahun sekali
2) Melakukan sosialisasi program K3 rumah sakit
kepada seluruh staf IBS
6
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Pelayanan Bedah Elektif
a. Dimulai direncanakan dengan mengumpulkan data
pasien dan kasus bedah yang akan dilaksanakan sehari
sebelum pembedahan dijadwalkan, data akan
dimasukkan dalam daftar kegiatan bedah sesuai hari
pelaksanaan dan dibagikan kepada setiap staf dan SMF
yang terkait kegiatan tersebut dengan menggunakan
fasilitas sosial media dan print out jadwal pembedahan
b. Pada hari kegiatan pembedahan setiap staf IBS akan
menempati area spesialistik tertentu sesuai pembagian
kamar bedah yang diatur oleh kepala ruang IBS yang
telah disebutkan dalam jadwal dinas perawat kamar
bedah
c. Setiap staf akan berbagi peran dan tugas sesuai jumlah
kasus yang akan dijalankan di areanya masing-masing
d. Kegiatan dimulai dengan mempersiapkan kamar bedah,
alat kesehatan, instrument bedah dan bahan medis habis
pakai (BMHP) untuk pembedahan hari tersebut
2. Pelayanan Bedah Emergensi
a. Dimulai dengan laporan dari unit awal pasien tentang
rencana bedah emergensi
b. Staf pelaksana kegiatan bedah emergensi hanya
menempati satu area atau kamar bedah dalam
pelaksanaan kegiatan bedah, sehingga tidak dilakukan
pengaturan atau pembagian tenaga
c. Pengaturan dan pembagian peran dalam kegiatan bedah
emergensi ditentukan oleh koordinator bedah emergensi
yang bertugas saat itu
d. Persiapan kamar bedah, alat kesehatan, instrument
bedah dan BMHP sama seperti saat pelaksanaan bedah
elektif.
3. Pembersihan Harian Kamar Operasi
a. Pembersihan dilakukan pada seluruh area di IBS dengan
membagi menjadi 2 area dan 2 petugas yang berbeda.
Zona merah dan kuning menjadi 1 area, dikerjakan oleh
7
1 orang petugas kebersihan dan zona merah khusus
dikerjakan oleh 1 orang petugas kebersihan yang lain
b. Pembersihan zona merah dilakukan dengan melakukan
pengelapan pada lantai, dinding, dan alat medis dengan
menggunakan bahan desinfektan tertentu. Pembersihan
dilakukan setiap pagi sebelum pembedahan dimulai dan
setelah setiap selesai satu pembedahan
c. Pembersihan zona kuning dan hijau pembersihan
dilakukan dengan penyapuan lantai, pengelapan lantai
dan area-area yang terpapar debu menggunakan bahan
desinfektan
4. Pembersihan Mingguan
a. Dilakukan setiap hari Jumat atau minggu, menyesuaikan
jumlah pembedahan pada hari Jumat.
b. Dilakukan oleh 3 orang tenaga kebersihan dan dengan
pengawasan tenaga perawat IBS
c. Pembersihan dilakukan dengan mengeluarkan semua alat
medis, membersihkan ruangan dengan lebih maksimal,
seperti sikat lantai dan sabun, dilanjutkan menggunakan
bahan desinfektan. Alat medis dibersihkan dan dilakukan
desinfeksi baru kemudian dimasukkan kedalam kamar
bedah
d. Penyemprotan bahan desinfektan dalam kamar bedah
setiap 3 minggu sekali untuk mengantisipasi area yang
tidak terjangkau oleh pembersihan.
5. Pembersihan Sewaktu
Sama dengan melakukan pembersihan mingguan,
hanya waktunya tidak dilakukan teratur, dapat dilakukan
kapan saja tergantung masalah sterilitas yang dialami kamar
bedah
6. Pengumpulan Data Mutu Pelayanan Bedah
a. Penentuan data mutu yang dikumpulkan dilakukan oleh
kepala IBS dengan berkoordinasi dengan PMKP rumah
sakit serta berdasarkan acuan standar pelayanan bedah
dalam akreditasi
8
b. Data dikumpulkan oleh staf IBS yang ditunjuk oleh rumah
sakit dengan SK penugasan sebagai pengumpul data
c. Data dikumpulkan dengan sistem random sampling
sebanyak satu kali dalam seminggu atau setiap ada
kejadian untuk data tertentu
d. Hasil data akan ditampilkan dalam bentuk diagram dan
dipasang pada papan informasi IBS
7. Analisis Data Mutu
a. Dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan cara pelaksanaan
rapat rutin yang diadakan oleh kepala IBS dengan
mengundang SMF terkait, pihak manajemen rumah sakit
dan staf IBS
b. Dalam rapat akan dibahas mengenai data yang
ditemukan tentang pelayanan bedah, permasalahan
terkait data tersebut serta solusi perbaikan apabila terjadi
masalah atau capaian target yang tidak sesuai
8. Peningkatan Mutu SDM
Dilakukan dengan mengajukan telaahan kepada kepala
bidang terkait, untuk selanjutnya mengikuti program diklat
rumah sakit sesuai ketersediaan dana rumah sakit
9. Peningkatan Mutu Sarana
a. Dengan melengkapi isian usulan tambahan sarana baik
fisik bangunan maupun alat medis yang dilakukan
rumah sakit secara berkala setiap tahun
b. Membuat telaahan untuk penambahan sarana tertentu
yang tidak terdapat dalam perencanaan regular
c. Berkoordinasi dengan Instalasi Pemeliharaan Rumah
Sakit (IPRS) untuk penanganan masalah terkait sarana
IBS
10. Peningkatan Mutu Administratif
a. Melakukan data ulang standar sertifikat, lisensi dan
kewenangan staf IBS
b. Melakukan pembahasan perumusan perbaikan formulir
rekam medis pasien bedah pada rapat IBS
9
c. Melakukan revisi atau penambahan SPO yang dianggap
perlu
11. Laporan Bulanan
Laporan bulanan terkait pelayanan pada instalasi bedah
sentral termasuk laporan pemakaian Logistik Bedah Sentral
diserahkan setiap akhir bulan.
F. SASARAN
Program ini menyasar setiap individu yang menjadi staf IBS
dan tenaga lain yang terkait dengan pelayanan bedah di IBS,
seperti SMF maupun instalasi pendukung lain.
10
G. JADWAL PELAKSANAAN
NO KEGIATAN BULAN KET
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Bedah Elektif
2 Bedah emergensi
3 Pembersihan harian
4 Pembersihan mingguan
5 Pembersihan sewaktu
6 Pengumpulan data mutu
7 Analisis data mutu
8 Sertifikasi bedah dasar
9 Resertifikasi bedah dasar
10 Seminar dan workshop
11 Perbaikan fisik bangunan
12 Penambahan alat medis
13 Perbaikan alat medis
14 Perbaikan/penggantian scrub station
15 Pemeriksaan kesehatan staf
16 Rapat rutin IBS
17 Sosialisasi program K3RS
18 Laporan Bulanan
19 Family Gathering IBS
11
H. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Program ini akan dievaluasi setiap tahun pada rapat rutin
di bulan januari tahun 2021, hasil pencapaian program akan
dilaporkan kepada direktur melalui pembuatan laporan kegiatan
tahunan IBS. Laporan tahunan tersebut juga akan menjadi input
utk pembuatan program kerja IBS tahun 2021 yang akan datang.
Mengetahui,
Ka. Instalasi Bedah Sentral RSUTP Kepala Ruang Bedah Sentral RSUTP
Kabupaten Aceh Barat Daya Aceh Barat Daya,
dr. Irfansyah, Sp.U Cut Mutia Imelda, [Link]
NIP. 19850820 201412 1 003 NIP. 19881008 201003 2003
Mengetahui,
Direktur RSU Teungku Peukan
Kabupaten Aceh Barat Daya
dr. Adi Arulan Munda
NIP. 19750808 200804 1 001
12