0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan10 halaman

Pengaruh Prenatal Yoga pada Kecemasan Ibu Hamil

Penelitian ini mengkaji pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa rerata tingkat kecemasan sebelum perlakuan lebih tinggi pada kelompok kontrol dibanding intervensi, namun setelah perlakuan prenatal yoga selama 2 minggu, rerata kecemasan kelompok intervensi lebih rendah dari kontrol. Kesimpulann

Diunggah oleh

fahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan10 halaman

Pengaruh Prenatal Yoga pada Kecemasan Ibu Hamil

Penelitian ini mengkaji pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa rerata tingkat kecemasan sebelum perlakuan lebih tinggi pada kelompok kontrol dibanding intervensi, namun setelah perlakuan prenatal yoga selama 2 minggu, rerata kecemasan kelompok intervensi lebih rendah dari kontrol. Kesimpulann

Diunggah oleh

fahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL


TRIMESTER III DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) ELLNA TAHUN 2018

Rezah Andriani
Program Studi DIII Kebidanan STIKes Muhammadiyah Palembang
Email: ahsanalmaisan@[Link]

ABSTRAK

Latar belakang: Perubahan psikologis yang sering terjadi pada ibu hamil adalah
kecemasan. Rasa cemas yang dialami oleh ibu hamil itu disebabkan karena meningkatnya
hormon progesteron. Kecemasan kehamilan terbukti dapat dikurangi melalui latihan fisik
salah satunya dengan prenatal yoga. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengetahui
pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil Trimester III di Bidan Praktik
Mandiri (BPM) Ellna Tahun 2018. Metode Penelitian: menggunakan desain penelitian quasi
eksperiment dengan Pre-Post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua ibu hamil primigravida trimester III yang memeriksakan diri di BPM Ellna pada
bulan Agustus-Oktober 2018 dengan jumlah sampel kelompok intervensi (20 responden)
dan kontrol (20 responden). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive
sampling. Kecemasan pre dan post diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).
Kelompok intervensi diberikan prenatal yoga dengan frekuensi latihan 2 kali seminggu
selama 2 minggu, durasi 2 jam. Kelompok kontrol diberikan senam hamil rutin. Rancangan
analisis dalam penelitian ini adalah dengan uji T. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa
rerata tingkat kecemasan sebelum perlakukan pada kelompok kontrol lebih tinggi (9,75)
dibandingkan kelompok intervensi (8,8) sedangkan sesudah perlakuan, rerata tingkat
kecemasan pada kelompok intervensi lebih rendah (4,2) dibandingkan pada kelompok
kontrol (8,3). Terdapat perbedaan signifikan tingkat kecemasan setelah diberikan perlakuan
antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Baik pada kelompok intervensi maupun
kontrol masing-masing terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan sebelum
dan setelah diberikan perlakuan p<0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh Prenatal Yoga
Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil, sehingga prenatal yoga yang teratur dan
terprogram dapat menangani kecemasan dan meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam
menghadapi persalinan. Kegiatan prenatal yoga sebagai intervensi dalam asuhan
kebidanan yang merupakan alternatif terapi yang dapat diberikan pada ibu hamil.

Kata Kunci: Kecemasan, Kehamilan, Prenatal yoga,

ABSTRACT

Background: The psychological change that often occurs in pregnant women is anxiety.
The anxiety experienced by pregnant women is caused by the increase in the hormone
progesterone. Anxiety pregnancy is proven to be reduced through physical exercise, one of
them with prenatal yoga. This Research study: aims was to determine the effect of prenatal
yoga on the anxiety level of Trimester III pregnant women in the Independent Practice
Midwife (BPM) Ellna in 2018. Research Methods: using a quasi-experimental research
design with a Pre-Post tTest with control group design. The population in this study were all
trimester III primigravida pregnant women who examined themselves at BPM Ellna in
August-October 2018 with a sample of intervention groups (20 respondents) and controls

94
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

(20 respondents). The sampling technique in this study is purposive sampling. Pre and post
anxiety is measured by the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The intervention group
was given prenatal yoga with a frequency of exercise 2 times a week for 2 weeks, duration
of 2 hours. The control group was given routine pregnancy exercises. The design of the
analysis in this study was the T test. The results of the study: showed that the average
anxiety level before treatment in the control group was higher (9.75) compared to the
intervention group (8.8) whereas after treatment, the average anxiety level in the
intervention group was lower (4.2) compared to the control group (8.3). There was a
significant difference in anxiety levels after treatment between the intervention group and the
control group. In both the intervention and control groups there were significant differences
between anxiety levels before and after treatment p <0.05. Conclusion: there is an effect of
Prenatal Yoga on Pregnancy Anxiety Levels, so that regular and programmed prenatal yoga
can handle anxiety and increase the readiness of pregnant women in the face of childbirth.
Prenatal yoga activities as an intervention in midwifery care which is an alternative therapy
that can be given to pregnant women.

Keywords: Anxiety, Pregnancy, Prenatal yoga

PENDAHULUAN kehamilan merupakan masalah dengan


Hamil merupakan suatu fenomena prevalensi yang cukup tinggi yaitu sekitar
fisiologis yang dimulai dengan pembuahan 12,5-42% bahkan diperkirakan gangguan
dan diakhiri dengan proses persalinan ini akan menjadi penyebab penyakit
(Sholihah, 2010). Selama kehamilan, tubuh kedua terbesar pada tahun 2020 (WHO,
ibu hamil mengalami perubahan besar yang 2008). Kecemasan dan depresi pada
bisa membuat ibu hamil seringkali merasa negara maju sekitar 7-20% dan di negara
tidak nyaman, baik itu perubahan fisiologis berkembang sekitar lebih dari 20%
maupun psikologis. Perubahan ini (Biaggi et al., 2016).
menimbulkan gejala spesifik sesuai dengan Kecemasan pada ibu hamil dapat
tahapan kehamilan yang terdiri dari tiga muncul karena masa panjang saat
trimester. Perubahan psikologis yang sering menanti kelahiran dan juga bayangan
terjadi pada ibu hamil seperti kecemasan/ tentang hal-hal yang menakutkan saat
stress. Rasa cemas yang dialami oleh ibu proses persalinan. Ketakutan ini sering
hamil itu disebabkan karena meningkatnya dirasakan pada kehamilan pertama atau
hormon progesteron. Selain membuat ibu primigravida terutama dalam
hamil merasa cemas, peningkatan hormon itu menghadapi persalinan (Kartono, 2007).
juga menyebabkan gangguan perasaan dan Kecemasan akan dirasakan berbeda
membuat ibu hamil cepat lelah. (Pieter dan selama kehamilan dan kecemasan
Lubis, 2010). Kecemasan dan depresi pada trimester ketiga lebih tinggi dibanding

95
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

trimester sebelumnya. Kehamilan dengan menurunkan kecemasan dan depresi


kecemasan akan mempengaruhi lingkungan pada kehamilan normal (Davis et al.,
intrauterine dan perkembangan janin. 2015). Yoga dapat menurunkan stres,
Rubertsson et al (2014) menyatakan bahwa meningkatkan kualitas hidup, self efficacy
kecemasan berpeluang meningkatkan 3 kali pada persalinan, hubungan
ketakutan dalam persalinan dan berpeluang interpersonal, fungsi sistem saraf
1,7 kali meningkatkan kejadian sectio otonom, memberi rasa nyaman,
cesarea. Kehamilan dengan kecemasan yang mengurangi atau menurunkan nyeri
tinggi akan mempengaruhi hasil persalinan dan memperpendek durasi
perkembangan saraf janin yang berkaitan persalinan (Curtis et al., 2012).
dengan perkembangan kognitif, emosi dan Kecemasan dapat dikontrol oleh
perilaku sampai masa anak-anak (Sandman teknik pernapasan dalam yoga
et al., 2011). Hall et al tahun 2016 (Pranayama), janushirsasana postur dan
menyatakan kesehatan mental termasuk metta meditasi, yang dapat memberikan
kecemasan kehamilan terbukti dapat efek menenangkan dan mengurangi
dikurangi atau dihilangkan melalui latihan fisik kecemasan dengan meningkatkan ikatan
(physical excersice) dan hal ini perlu batin dengan bayi. Konsentrasi dan
dipromosikan. Salah satu latihan fisik yang perasaan digunakan sebagai objek
direkomendasikan adalah yoga karena biaya konsentrasi tambahan yang akan
rendah, mudah untuk dilakukan dan sangat memperdalam sensasi cinta dan
bermanfaat untuk kebugaran fisik dan kenyamanan, sebagai bantuan diri untuk
psikologi (Shiraishi et al., 2016). mengatasi kecemasan, ketakutan atau
Menurut Verrastro G tahun 2014 ketika perhatian tersebar (Shindu P,
menjelaskan bahwa Prenatal Yoga adalah 2009). Peningkatan sirkulasi CSF
sistem gerakan dan latihan pernapasan yang membantu dalam meningkatkan endorfin
menggabungkan gerakan fisik, mental, dan serotonin yang bertindak sebagai
emosional dan spiritual. Yoga merupakan koneksi tubuh ke tubuh, pengurangan
pendekatan secara holistic berupa fisik, rasa sakit yang akan menggantikan
mental dan spiritual yang melibatkan katekolamin. Selain itu, yoga dapat
kombinasi peregangan otot tubuh, meditasi mengurangi kinerja hipotalamus untuk
pernafasan, dan mendorong peningkatan melepaskan neuropeptida yang
kesehatan dan spiritual bila dilakukan secara selanjutnya akan merangsang kelenjar
teratur. (Bayu, 2013) Yoga lebih efektif dalam hipofisis untuk melepaskan ACTH, yang

96
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

kemudian menekan produksi kortisol. gangguan yang berkaitan dengan


Penurunan tingkat kortisol menyebabkan kehamilan dan meningkatkan indeks
gejala kecemasan yang dirasakan menjadi kesehatan mental perempuan.
berkurang (Hagins M, 2014). Berdasarkan studi pendahuluan
Prenatal yoga memiliki lima cara yaitu yang dilakukan terhadap 10 primigravida
latihan fisik yoga, pernafasan (pranayama), di BPM Elna Palembang dengan
position (mudra), meditasi, dan deep wawancara didapatkan informasi bahwa
relaksasi yang dapat digunakan untuk 8 orang ibu menyatakan merasakan
mendapatkan manfaat selama kehamilan kecemasan dalam menanti kelahiran
sehingga dapat membantu kelancaran dalam anak pertamanya. Kecemasan tersebut
kehamilan dan kelahiran secara alami dan disebabkan karena ketakutan dalam
membantu memastikan bayi yang sehat. mengahadapi proses persalinan,
Unsur pada yoga yang dikatakan dapat kekhawatiran tentang anak yang akan
membantu menurunkan kecemasan adalah dilahirkan, apakah akan lahir dengan
pada bagian relaksasi dan meditasi. Yoga sehat dan sempurna. Hanya 5 orang ibu
selama kehamilan dapat membantu wanita yang melakukan senam hamil atau olah
fokus pada proses persalinan, bersiap untuk raga ringan selama kehamilan, dan
mentolerir nyeri, serta mengubah stres dan mereka tidak mengetahui bahwa prenatal
kecemasan menjadi energi (Sun, et all, 2010). yoga dapat mengurangi kecemasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dalam kehamilan.
dilakukan Bonura et al tahun 2014 Berdasarkan uraian sebelumnya,
menunjukkan efek menguntungkan dari maka penelitian ini dilakukan dengan
dilakukannya yoga pada wanita hamil yaitu tujuan untuk mengetahui pengaruh
dapat mengurangi stres dan kecemasan. prenatal yoga terhadap tingkat
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh kecemasan ibu hamil Trimester III di
Fauziah tahun 2016 bahwa ibu primigravida Bidan Praktik Mandiri (BPM) Ellna Tahun
yang melakukan prenatal yoga menunjukkan 2018.
penurunan kecemasan terkait proses
persalinan, menambah keyakinan dan METODE PENELITIAN
kemampuan diri terkait persalinan, serta Jenis atau rancangan penelitian
mengurangi keluhan fisik. Menurut ini menggunakan desain penelitian quasi
Khalajzadeh tahun 2012 yoga memiliki efek eksperiment dengan Pre-Post test with
positif pada pengurangan stres, kecemasan, control group design. Populasi dalam

97
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

penelitian ini adalah semua ibu hamil prenatal yoga secara rutin dan lengkap),
primigravida trimester III yang memeriksakan Kriteria Eksklusi (Ibu hamil yang memiliki
diri di BPM Ellna terhitung dari bulan Agustus tekanan darah rendah/ tekanan darah
sampai dengan Oktober tahun 2018 tinggi, riwayat obstetrik buruk seperti
berjumlah 40 ibu hamil. Besar sampel perdarahan dalam kehamilan, abortus).
dihitung mengunakan rumus untuk penelitian Variabel dependen dalam
analisis kategorik-numerik tidak berpasangan penelitian ini yaitu tingkat kecemasan ibu
yaitu sebagai berikut: hamil trimester III sebelum dan setelah
2
(Zα + Zβ)S perlakuan. Variabel independen yaitu
n = 2� �
X1 − X 2 prenatal yoga.
Sampel minimal yang didapat melalui Sebelum diberi perlakuan subjek
rumus di atas dalam penelitian ini yaitu diberikan kuisioner yang bertujuan untuk
sebesar 17 responden pada masing-masing mengetahui tingkat kecemasan.
kelompok penelitian. Upaya mengantisipasi Kuisioner yang diberikan adalah
apabila ada data yang tidak bisa digunakan, kuisioner Hamilton Anxiety Rating Scale
klien drop out atau tidak taat protokol maka (HARS) setelah kuesioner diisi maka
dilakukan penambahan responden sebesar dihitung hasilnya. Kemudian subjek
10% dari total subjek agar besar sampel tetap diberikan perlakuan, pada kelompok
terpenuhi. Jumlah kemungkinan drop out intervensi diberikan prenatal yoga
sebesar 3 responden, maka jumlah sampel dengan frekuensi latihan 2 kali seminggu
yang diperlukan pada tiap kelompok dalam selama 2 minggu dengan durasi 2 jam
penelitian ini adalah 20 responden, sehingga setiap pertemuan. Sedangkan kelompok
total sampel sebanyak 40 responden. kontrol diberikan senam hamil rutin juga
Teknik pengambilan sampel dalam dengan frekuensi latihan 2 kali seminggu
penelitian ini yaitu non probability sampling selama 2 minggu. Setelah 2 minggu
dengan pendekatan purposive sampling maka subjek diberikan kuisioner kembali
dengan cara responden dipilih berdasarkan untuk mengetahui tingkat
kriteria yang telah ditentukan, adapun kecemasannya.
kriterianya adalah: Rancangan analisis dalam
Kriteria Inklusi (Ibu hamil dengan usia penelitian ini adalah analisis univariat
kehamilan 28 minggu sampai dengan 40 dan bivariat untuk menganalisis
minggu atau ibu hamil trimester III, hubungan antara variabel independen
primigravida, bersedia mengikuti program dan variabel dependen. Data numerik

98
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

yang berdistribusi normal untuk melihat Tidak 13 14


bekerja
perbedaan tingkat kecemasan ibu sebelum 4. Gravida
Primigravida 14 9
dan setelah intervensi dilakukan uji T Multigravida 6 11 0,110
*)

berpasangan, dan data yang tidak


berdistribusi normal dianalisis menggunakan Keterangan: *) Uji chi kuadrat
uji nonparametrik yaitu uji wilcoxon.
Sedangkan untuk melihat pengaruh Tabel 1 menunjukkan bahwa pada

penerapan prenatal yoga terhadap tingkat kelompok intervensi, responden paling

kecemasan ibu untuk data yang berdistribusi banyak berusia 25-29 tahun yaitu 8

normal dilakukan uji T tidak berpasangan, orang dan paling sedikit berusia 20-24

dan data yang tidak berdistribusi normal tahun yaitu 5 orang, sedangkan pada

dianalisis menggunakan uji nonparametrik kelompok kontrol responden paling

yaitu uji Mann Whitney. banyak berusia 20-24 tahun yaitu 9


orang dan paling sedikit berusia 30-35
HASIL PENELITIAN tahun yaitu 6 orang. Responden pada
Penelitian dilakukan terhadap 40 kelompok intervensi dan kelompok
responden yaitu 20 ibu hamil yang melakukan kontrol paling banyak berpendidikan
prenatal yoga dan 20 ibu hamil yang SMA yaitu masing-masing 10 dan 9
melakukan senam hamil biasa sebagai orang, dan paling sedikit berpendidikan
kontrol di BPM Ellna. Pengumpulan data D3 yaitu masing-masing 1 dan 0 orang.
dilakukan 10 Agustus – 20 Oktober 2018. Responden pada kelompok intervensi
Hasil penelitian disajikan sebagai berikut: dan kelompok kontrol yang tidak bekerja
1. Karakteristik Responden sebanyak masing-masing 13 dan 14

Tabel 1. Karakteristik Responden orang, sedangkan yang bekerja masing-


Kelompok masing 7 dan 6 orang. Responden pada
Karakteristik Intervensi Kontrol Nilai p
(n=20) (n=20) kelompok intervensi paling banyak
1. Usia (thn)
20-24 th 5 9 dengan primigravida 14 orang dan
25-29 th 8 5 *)
0,384 multigravida 6 orang, sedangkan pada
30-35 th 7 6
x (SD) 2,1(0,7) 1,8(0,8)
Rentang 20-35 20-35
kelompok kontrol responden paling
2. Pendidika banyak yaitu dengan multigravida 11
n 5 7
SMP 10 9
0,709
*) orang dan primigravida 9 orang.
SMA 1 0
D3 4 4 Secara statistik tidak ada
S1
3. Pekerjaan *) perbedaan yang bermakna antara kedua
0,736
Bekerja 7 6

99
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

kelompok penelitian dalam hal usia, dibandingkan pada kelompok kontrol


pendidikan, pekerjaan, dan gravida (p> 0,05). (8,3). Tabel 2 menunjukkan bahwa baik
Berdasarkan homogenitas karakteristik dari kelompok intervensi maupun kelompok
kedua kelompok penelitian, maka kedua kontrol masing-masing terdapat
kelompok penelitian tersebut layak untuk perbedaan yang bermakna antara tingkat
diperbandingkan. kecemasan sebelum dan setelah
diberikan perlakuan p<0,05. Tabel 2 juga
2. Perbedaan tingkat kecemasan Ibu menunjukkan bahwa tidak terdapat
Sebelum dan Setelah Perlakuan pada
perbedaan yang bermakna pada tingkat
Kelompok Intervensi dan Kelompok
Kontrol kecemasan sebelum diberikan perlakuan
antara kelompok intervensi dan
Tabel 2. Analisis Perbedaan tingkat
kecemasan ibu Sebelum dan Setelah kelompok kontrol (p>0,05). Namun,
Perlakuan pada Kelompok intervensi dan
terdapat perbedaan yang bermakna pada
Kelompok Kontrol
tingkat kecemasan setelah diberikan
Kelompok
Tingkat perlakuan antara kelompok intervensi
Intervensi Kontrol Nilai p
Kecemasan
(n=20) (n=20) dan kelompok kontrol p<0,05.
1. Tingkat
Kecemasan
Pre *) Tabel 3. Analisis Perbedaan selisih
0,463
x (SD) 8,8(5,1) 9,75(4,7) tingkat kecemasan ibu Sebelum dan
Median 7,5 9,0 Setelah Perlakuan pada Kelompok
Rentang 3-17 3-18 intervensi dan Kelompok Kontrol
2. Tingkat
Kecemasan Selisih Kelompok
Post *) Nilai
0,000 Tingkat Intervensi Kontrol *)
x (SD) 4,2(2,4) 8,3(3,3) p
Kecemasan (n=20) (n=20)
Median 3,0 8,0 Selisih 0,001
Rentang 2-10 2-15 Tingkat
Perbandingan Kecemasan
**) **)
pre vs post 0,000 0,010 x (SD) 4,6(3,4) 1,4(2,2)
Nilai p Median 4,5 0,0
*) **)
Keterangan: Uji Mann-Whitney, Uji T- Rentang 0-11 0-7
berpasangan
Keterangan: *) Uji Mann-Whitney
Tabel 2 menunjukkan bahwa pada awal
penelitian rerata tingkat kecemasan kelompok Tabel 3 menunjukkan rata-rata
kontrol lebih tinggi (9,75) dibandingkan tingkat kecemasan pada kelompok
kelompok intervensi (8,8) sedangkan pada intervensi (4,6) lebih tinggi dibandingkan
akhir penelitian rerata tingkat kecemasan pada kelompok kontrol (1,4). Hal ini
pada kelompok intervensi lebih rendah (4,2) berarti tingkat kecemasan pada

100
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

kelompok intervensi lebih banyak turun/ cenderung malas, sensitif, gampang


berkurang dibandingkan pada kelompok cemburu, minta perhatian lebih,
kontrol. Secara statistik terdapat perbedaan perasaan tidak nyaman, depresi, stres,
yang bermakna pada selisih tingkat dan mengalami kecemasan.
kecemasan sebelum dan setelah diberikan Kecemasan adalah suatu
perlakuan antara kelompok intervensi dan pengalaman subjektif mengenai
kelompok kontrol p<0,05. ketegangan mental sebagai reaksi umum
Berdasarkan data tersebut diperoleh dan ketidakmampuan menghadapi
bahwa ada penurunan tingkat kecemasan masalah atau adanya rasa aman.
setelah melakukan prenatal yoga. Menurut Perasaan kecemasan ini umumnya
Sindhu tahun 2009 dari segi psikologis, menimbulkan gejala-gejala fisiologis dan
dengan menggunakan teknik–teknik gejala-gejala psikologis. Dengan makin
pernapasan yoga yang dapat menenangkan tuanya kehamilan, maka perhatian dan
diri dan memusatkan pikiran. Selain itu, pikiran ibu hamil mulai tertuju pada
digunakan sebagai media self help yang akan sesuatu yang dianggap klimaks,
membantu saat dilanda kecemasan dan sehingga kecemasan yang dialami ibu
ketakutan. Menurut Wiadnyana tahun 2011, hamil akan semakin intensif saat
rasa cemas yang dialami oleh ibu hamil menjelang persalinan. Upaya untuk bisa
disebabkan karena meningkatnya hormon dilakukan dalam mengurangi tingkat
progesteron. Selain membuat ibu hamil kecemasan dan mempersiapkan ibu
merasa cemas, peningkatan hormon tersebut dalam menghadapi persalinan yaitu
juga menyebabkan gangguan perasaan dan melalui yoga. Gerakan prenatal yoga
membuat ibu hamil cepat lelah. Hormon lain terkandung efek relaksasi yang dapat
yang meningkat selama kehamilan adalah menstabilkan emosi ibu hamil, sebab
hormon adrenalin. Hormon adrenalin dapat gerakan yoga memfokuskan perhatian
menimbulkan disregulasi biokimia tubuh pada ritme napas, mengutamakan
sehingga muncul ketegangan fisik pada ibu kenyamanan serta keamanan dalam
hamil seperti mudah marah, gelisah, tidak berlatih sehingga memberikan banyak
mampu memusatkan pikiran, ragu-ragu manfaat (Krisnandi, 2010).
bahkan mungkin ingin lari dari kenyataan Manfaat prenatal yoga dikatakan
hidup. Menurut Pieter dan Lubis tahun 2010 memudahkan proses persalinan,
ibu hamil akan mengalami bentuk bentuk mengurangi kecemasan dan
perubahan psikis yaitu perubahan emosional, mempersiapkan mental sang ibu untuk

101
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

menghadapi persalinan, melancarkan Diharapkan dapat dijadikan salah satu


sirkulasi darah dan asupan oksigen ke janin, pilihan olahraga yang baik dan aman
menjalin komunikasi antara ibu dan anak bagi ibu hamil dalam mengatasi masalah
sejak masih berada di dalam kandungan, fisiologis dan psikologis yang dialami
mempercepat pemulihan fisik dan mengatasi selama masa kehamilan, sehingga pada
depresi pasca melahirkan, meningkatkan saat persalinan kondisi ibu bisa jauh
kekuatan dan stamina tubuh saat hamil. lebih siap baik dari segi fisiologis maupun
(Wiadnyana, 2011) psikologis.
Berdasarkan hal tersebut maka untuk
menangani kecemasan dan meningkatkan
DAFTAR PUSTAKA
kesiapan ibu hamil dalam menghadapi
persalinan diperlukan kegiatan prenatal yoga 1. Bayu, I. D. (2013). Asuhan
Kehamilan Berbasis Bukti
yang teratur dan terprogram sebagai salah Paradigma Baru Dalam Asuhan
satu intervensi dalam asuhan kebidanan yang Kebidanan. Bandung: Sagung
Seto.
merupakan suatu alternatif terapi yang dapat 2. Biaggi, A., Conroy, S., Pawlby, S. &
diberikan pada ibu hamil. Pariante, C. (2016) Identifying the
women at risk of antenatal anxiety
and depression: a systematic
SIMPULAN review. J Affect Disord, 191: 62-77.
3. Bonura, Kimberlee Bethany.
Pada awal penelitian rerata tingkat (2014). Yoga Mind While Expecting
kecemasan kelompok kontrol lebih tinggi : The Psychological Benefits Of
Prenatal Yoga Practice.
(9,75) dibandingkan kelompok intervensi (8,8) International Journal of Childbirth
sedangkan pada akhir penelitian rerata Education, 29(4):49-56.
4. Curtis, K, Weinrib, A, Katz, J.
tingkat kecemasan pada kelompok intervensi (2012). Systematic review of Yoga
lebih rendah (4,2) dibandingkan pada for pregnant women: current status
and future direction. Evid Based
kelompok kontrol (8,3). Ada pengaruh Complement Alternat Med,1:1-13.
Prenatal Yoga Terhadap Tingkat Kecemasan 5. Davis, K., Goodman, S. H.,
Leiferman, J., Taylor, M. &
Ibu Hamil. Baik pada kelompok intervensi Dimidjian, S. (2015)
maupun kelompok kontrol masing-masing Complementary therapies in clinical
practice a randomized controlled
terdapat perbedaan yang bermakna antara trial of yoga for pregnant women
tingkat kecemasan sebelum dan setelah with symptoms of depression and
anxiety. Complement Ther Clin
diberikan perlakuan p<0,05. Pract, 21 (3): 166–72.
SARAN 6. Fauziah, Lestari. (2016). Efektivitas
latihan yoga prenatal dalam
menurunkan kecemasan pada ibu

102
Volume 7, Nomor 1, Desember 2019

primigravida trimester III. (Tesis). 18. Verrastro G. (2014). Yoga for the
Magister Kebidanan Universitas Treatment of Post-Traumatic
Padjadjaran. Bandung. Stress Disorder, Generalized
7. Hagins M. (2014). Perceived Benefits of Anxiety Disorder, Depression, and
Yoga among Urban School Students: A Substance Abuse: A Review of the
Qualitative Analysis. Evidence-Based Clinical Effectiveness and
Complementary and Alternative Guidelines. Canadian Agency for
Medicine, 16:1-7. Drugs and Technologies in Health,
8. Hall, H. G., Beattie, J., Lau, R., East, C. 1:1-46.
& Anne, M. (2016) Mindfulness and 19. WHO. (2008). Mental Health:
perinatal mental health: a systematic Deppression. Geneva.
review. Women Birth, 29 (1): 62-71. 20. Wiadnyana, M.S. (2011). The
9. Kartono. (2007). Psikologi Wanita (jilid power of yoga for pregnancy and
2): Mengenal Wanita sebagai Ibu dan postpregnancy. Gramedia
Nenek. Bandung: Mandar Maju. widiasarana Indonesia. Jakarta:
10. Khalazjadeh, Mona, et all. (2012). The Taruna Grafika.
Effect Of Yoga On Anxiety Among
Pregnant Women In Second And Third
Trimester Of Pregnancy. Scholars
Research Library.
11. Krisnadi, sofie rifayani. (2010). Sinopsis
yoga untuk kehamilan: sehat, bahagia
dan penuh makna. Sagung Seto:
Bandung.
12. Pieter H.Z & Lubis N. L. 2010.
Pengantar Psikologi Untuk Kebidanan.
Rapha Publishing. Medan.
13. Rubertsson, C., Hellström, J., Cross, M.
& Sydsjö, G. (2014) Anxiety in early
pregnancy: prevalence and contributing
factors. Arch Womens Ment Health, 17
(3): 221-8.
14. Sandman, C. A., Davis, E.P., Buss, C. &
Glynn, L. M. (2011) Prenatal
programming of human neurological
function. Int J Pept,1: 1-9.
15. Shiraishi, J. C., Mara, L. & Bezerra, A.
(2016) Complementary therapies in
clinical practice effects of yoga practice
on muscular endurance in young
women. Complement Ther Clin Pract,
22: 69–73.
16. Sholihah, L. (2010). Panduan Lengkap
Hamil Sehat. Yogyakarta: Diva Press.
17. Sindhu, P. (2009). Yoga untuk
kehamilan sehat, bahagia dan penuh
makna. Seri [Link]: Qonita,
Mizan Pustaka.

103

Anda mungkin juga menyukai