Nama : Havidzlazuardi
Kelas : 12 IPS 4
BAB 2 Wirausaha Rekayasa Jasa Profesi dan Profesionalisme
A. Perencanaan Usaha Jasa Profesi dan Profesionalisme
Profesional adalah orang yang berprofesi mempraktikkan keahlian tertentu sebagai kegiatan
pokok untuk dapat memperoleh nafkah hidup.
Jasa Profesi dan Profesionalisme
Ciri profesionalisme diantaranya :
1) Terus menerus mengembangkan ilmu dan keahlian.
2) Memiliki keahlian khusus dengan latar belakang pendidikan tertentu.
3) Mandiri independen.
4) Bekerja sebagai kegiatan utama.
5) Cara kerja tertib dan bertanggung jawab.
6) Berorientasi pada pelayanan mengabdi kepentingan umum.
Wirausahawan bidang jasa profesi menjadi penting untuk terus meningkatkan kompetensi. Hal
penting yang menjadi perhatian bagi calon wirausahawan terdapat berbagai ciri – ciri seperti
diantaranya :
1) Melangkah dengan berorientasi pada efektivitas dan efisiensi.
2) Memliki jiwa kepemimpinan.
3) Bertindak sebagai motivator.
4) Berani mengambil resiko.
5) Semangat mengatasi kesulitan.
6) Memiliki daya inovasi, kreasi dan imajinasi tinggi
7) Tepat dalam menerapkan prinsip ekonomi.
8) Memilih sistem manajemen yang tepat.
9) Adaptif terhadap perubahan lingkungan.
10) Berfikir analisis.
11) Melakukan review untuk pengembangan berkelanjutan.
B. Produk Jasa Profesi dan Profesionalisme
1. Identifikasi Produk Jasa
Produk jasa memiliki ciri tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, mudah
berubah – ubah, tergantung pada kapan, dimana dan siapa penyedia jasanya, serta daya tahan
tergantung permintaan.
Kunci dari keberhasilan usaha jasa adalah terus melakukan inovasi dan belajar untuk
menyempurnakan kompetensi dalam menjalankan usaha yang sedang ditekuni dan menjadi
pilihan untuk benar – benar bertindak secara profesionalisme dengan memperhatikan rambu –
rambu yang harus dikuasai untuk mendukung profesi tersebut.
2. Sistem Produksi Usaha Jasa
a. Ide dan Peluang Usaha Jasa Profesi dan Profesionalisme
Ide dan peluang usaha jasa dibangun melalui kreativitas dan inovasi pelaku usaha.
Industri kreatif (creative industry) merupakan pemanfaatan kreativitas, keterampilan,
serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan
menghasilkan cipta dan kreasi seseorang.
Kekuatan industri kreatif saat ini diantaranya industri kreatif berbasis teknologi digital
(digital company) yang terdapat pada games, education, music, animation, software dan
social media. Kemandirian dalam menggali ide, memilih potensi produk yang dapat
bersaing, baik di tingkat lokal maupun global dapat meningkatkan keanekaragaman
produk yang memiliki nilai dan daya saing tinggi dalam memenuhi kebutuhan.
Industri kreatif digital di bidang pendidikan (education) dapat dikembangkan antara lain
sistem informasi aplikasi pendidikan, media pembelajaran interaktif, promosi produk,
pariwisata dan budaya.
Industri games dapat dikembangkan melalui passion, hobi, pengetahuan dan keterampilan
di bidang computer scient ditambah dengan mengembangkan sikap percaya diri, jujur,
mandiri, disiplin, kerja sama dan bertanggung jawab dapat membawa produk jasa kreatif
dan inovatif mampu bersaing secara global.
b. Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Jasa Profesi dan Profesionalisme
1. Kompetensi personal (emotional stability, self management, orientation towards
work.)
2. Kompetensi sosial (capability for communication and teamwork.)
3. Kompetensi teknis (subject related skill, knowledge and abilities.)
4. Kompetensi metodologi (analysis, planning, abstract thinking, implementation and
control, information.)
Keterampilan bekerja dikembangkan oleh seseorang profesional meliputi :
1. Komunikasi, berkontribusi peoduktif dan hubungan yang harmonis di antara
karyawan dan pelanggan.
2. Teamwork, berkontribusi produktif terhadap hubungan dan hasil kerja.
3. Problem solving, berkontribusi produktif terhadap hasil guna.
4. Inisiatif dan enterprise, berkontribusi untuk hasil guna yang inovatif.
5. Self-management, berkontribusi untuk kepuasan dan pertumbuhan pekerja.
6. Belajar, berkontribusi pada peningkatan berkelanjutan dan ekspansi pada pekerja
dan operasi perusahaan dan basilnya.
7. Teknologi, berkontribusi untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif.
Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam usaha jasa profesi dan memiliki
profesionalisme tinggi, diantaranya :
• Profesi Bidan
• Profesi Aircraft Engineer
• Profesi Auditor atau akuntan publik
Secara independen memberikan jasa bagi masyarakat berupa jasa penjaminan dan jasa
bukan penjaminan. Jasa penjaminan merupakan jasa profesional independen untuk
meningkatkan informasi bagi pengambil keputusan yang diperlukan keandalan dan
relevansi sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Jasa bukan penjaminan merupakan
jasa independen, meliputi jasa akuntansi, jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen.
c. Potensi Produk Jasa di Daerah
Jasa profesi berkembang tergantung wilayah setempat dimana masyarakat membutuhkan
pelayanan jasa tersebut, diantaranya :
a. Wilayah industri.
b. Wilayah perdagangan.
c. Wilayah pemukiman.
1.1 Wilayah pariwisata.
1.2 Wilayah pertanian.
1.3 Wilayah peternakan dan perkebunan.
1.4 Wilayah pendidikan.
Kemampuan dasar yang dibutuhkan, diantaranya keterampilan membuat desain,
membuat sistem mekanik dan elektronika, serta keterampilan dalam membuat
pemograman melalu tahapan sebagai berikut :
1. Kegiatan awal mendesain dengan membuat gambar sketsa bentuk produk yang akan
dibuat.
2. Menyiapkan bahan untuk menbuat mekanik.
3. Pengukuran material yang akan digunakan agar diperokeh hasil sesuai bentuk yang
diinginkan.
4. Pemotongan sesuai dengan gambar desain.
5. Merakit material yang digunakan.
6. Pemasangan sensor yang digunakan.
Adapun peralatan standar untuk kerja di bidang jasa perakitan elektronika diantaranya
meliputi :
a) Tang potong.
b) Tang lancip.
c) Bor tangan ukuran kecil.
d) Obeng.
e) Gergaji.
f) Setrika listrik.
g) Solder.
h) Jangka sorong.
i) Cutter.
j) Gunting.
k) Busur derajat.
l) Multitester.