B.
Instrumen Supervisi dan Rubrik Instrumen Supervisi
1. Supervisi Administrasi Guru
Nama Sekolah :
Nama Guru :
Kelas :
Mapel :
No Fokus Pengamatan Keterangan
1 2 3 4 Tdk Ada
1 Kalender Pendidikan
2 Program Tahunan
3 Program Semester
4 Silabus
5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
6 Jadwal Tatap Muka
7 Agenda Harian
8 Daftar Nilai (Sikap, Pengetahuan, dan
Keterampilan)
9 Kriteria Ketuntasan Minimal
10 Absensi Siswa
11 Buku Pegangan Guru
12 Buku Teks Siswa
NILAI
N= Jumlah Skor x 100 dibagi skor maksimal
3. Supervisi Administrasi RPP
Nama Sekolah :
Nama Guru :
Kelas :
Mapel :
No Fokus Pengamatan Keterangan
1 2 3 4 Tdk Ada
1 Identitas Sekolah
2 Kompetensi Inti
3 Kompetensi Dasar
4 Indikator Pencapaian Kompetensi
5 Tujuan Pembelajaran
6 Materi Pembelajaran
7 Pendekatan, Model, dan Metode
8 Kegiatan Pembelajaran:
a. Pendahuluan
b. Kegiatan inti
c. Penutup
9 Penilaian Pembelajaran, Remedial, dan Pengayaan
a. Teknik penilaian
b. Instrumen penilaian
c. Pembelajaran, remedial, dan pengayaan
10 a. Media/alat
b. Bahan
c. Sumber belajar
NILAI
N= Jumlah Skor x 100 dibagi skor maksimal
BAB III
PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT
A. Pelaksanaan Rencana Tindak Kepemimpinan
1. Judul RTK
Judul Rencana Tindak kepemimpinan (RTK) calon kepala sekolah adalah
Peningkatan Kemampuan Guru pada Pembelajaran Bahasa dalam
Mengintegrasikan Literasi Pengembangan Menulis melalui In House
Training (IHT) di SMP Negeri 02 Batu.
Gambar 3.1 Banner Kegiatan In House Training (IHT) dalam RTK yang
Dilaksanakan
2. Tujuan
Adapun tujuan dilakukan Rencana Tindak Kepemimpinan adalah 1)
untuk meningkatkan kompetensi kepribadian, kewirausahaan, dan sosial
calon kepala sekolah; dan 2) untuk meningkatkan kemampuan guru
pada pembelajaran bahasa dalam mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis.
3. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan Rencana Tindak Kepemimpinan yang dilakukan
adalah 1) meningkatnya pengalaman calon kepala sekolah dalam
mengarahkan dan menggerakkan rekan sejawat untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran di sekolah; 2) meningkatnya kemampuan calon
kepala sekolah dalam memiliki pengalaman menyusun rencana
pengelolaan kegiatan produksi dan jasa di sekolah dengan baik; 3)
meningkatnya pengalaman calon kepala sekolah dalam memahami cara
melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program dan kegiatan
kerjasama dalam perseorangan dan institusi pemerintah atau swasta
Kegiatan tindak kepemimpinan melalui In House Training (IHT) ini
indikator keberhasilannya untuk peningkatan kompetensi
profesionalisme khususnya pada pembelajaran bahasa dalam
mengintegrasikan literasi pengembangan menulis.
4. Program Kegiatan
In House Training (IHT) untuk meningkatkan kemampuan guru pada
pembelajaran bahasa dalam mengintegrasikan literasi pengembangan
menulis yang arahnya pada kompetensi profesionalisme guru.
5. Langkah-langkah Kegiatan
Rencana tindak kepemimpinan yang direncanakan adalah upaya
meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis.
1. Siklus 1
a. Persiapan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam persiapan ini adalah menyusun
rencana kegiatan secara rinci dan sistematis, nama kegiatan, waktu,
tempat dan personil yang terlibat, menyiapkan materi-materi dan
panduan yang akan digunakan dalam In House Training dan
pendampingan, berkoordinasi secara aktif dengan kepala sekolah dan
teman sejawat.
Kegiatan In House Training (IHT) yang dilakukan oleh calon kepala
sekolah diawali dengan:
1. Berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru senior/teman sejawat
yang ditugasi membantu pelaksanaan pelatihan.
2. Sosialisasi kepada warga sekolah.
3. Menyusun program perencanaan tindakan (panduan kegiatan)
4. Menyusun SK kepanitiaan, daftar hadir narasumber, daftar hadir
peserta.
5. Membuat surat undangan untuk narasumber, pengawas, dan peserta.
6. Menentukan narasumber.
7. Menyiapkan materi-materi dan referensi.
8. Menyusun instrumen monitoring kegiatan (mengacu pada langkah-
langkah kegiatan).
9. Menyusun instrumen evaluasi CKS mengacu pada indikator-indikator
yang hendak dicapai oleh CKS.
10. Menyusun instrumen evaluasi sasaran (Guru) mengacu pada
indikator-indikator yang hendak dicapai oleh sasaran (guru).
Pelaksanaan kegiatan In House Training (IHT) yaitu pada tanggal 19 Juli
2019, adapun rincian kegiatan tersebut disajikan dalam tabel berikut:
Waktu Materi Pemateri
09.00 – 09.15 Presensi peserta Panitia
09.20 – 10.00 Pembukaan Kepala Sekolah
10.00 – 10.15 Prakata Pengawas terkait literasi dalam pengembangan
karir guru Pengawas
10.15 – 11.00 Materi tentang materi literasi GLS SMPN 02 Batu
Narasumber
11.00 – 11.30 Pembahasan dan diskusi LK 01 Narasumber dan panitia
11.30 – 12.20 Ishoma
12.20 – 13.00 Penyamaan persepsi tentang literasi pengembangan dalam
LK 02 Narasumber dan panitia
13.00 – 13.45 Materi tentang strategi/daftar pengatur grafis (sintak
pembelajaran) Narasumber
Tabel 3.1 Jadwal In House Training (IHT)
Dari tabel di atas, kegiatan In House Training yang relevan dengan
rencana tindak kepemimpinan yang penulis susun adalah peningkatan
kemampuan guru pada pembelajaran bahasa dalam mengintegrasikan
literasi pengembangan menulis melalui In House Training (IHT) di SMP
Negeri 02 Batu, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2019.
Selanjutnya penulis menentukan narasumber yang sesuai dengan materi
yang akan disusun/dibuat dan menyusun kepanitiaan kegiatan In House
Training sebagaimana tabel di bawah ini.
KEPANITIAAN
Pengarah/Penasehat : Pengawas Dinas Pendidikan Kota Batu
Pelindung : Sudiyono, [Link]., [Link].
Ketua panitia : Ana Puji Astuti, [Link].
Sekretaris : Ida Misaroh, [Link].
Bendahara : Yayuk Sariyastutik, [Link].
Seksi Acara, Bahan/Materi Workshop : Kantiningrum, [Link]., [Link].
Bagian Akomodasi/perlengkapan : Dibsuwanto, [Link].
Seksi Dekorasi dan Dokumentasi : Joko Sulistiyo Hermawan, [Link].
Bagian Konsumsi : Rety Sulistyowati, [Link].
Seksi Pembantu Umum : Kustiningsih, dkk
Tabel 3.2 Susunan Kepanitiaan In House Training (IHT)
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan yang penulis laporkan adalah yang relevan dengan tindak
kepemimpinan yang telah disusun, walaupun secara langsung
pengelolaan rangkaian In House Training (IHT) menjadi tanggung jawab
penulis sebagai calon kepala sekolah. Secara intrinsik pengelolaan
rangkaian kegiatan In House Training (IHT) ini melatih kompetensi
penulis sebagai calon kepala sekolah, yaitu kompetensi manajerial,
kompetensi kewirausahaan dan kompetensi sosial. Hal ini sesuai dengan
tujuan rencana tindak kepemimpinan, yaitu meningkatkan kompetensi
kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi sosial, kompetensi
kewirausahaan, dan kompetensi supervisi calon kepala sekolah.
Sedangkan indikator keberhasilannya adalah calon kepala sekolah
memiliki kemampuan dalam melaksanakan IHT secara baik dengan
menunjukkan sikap kepemimpinan spiritual, kewirausahaan, dan
pembelajaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menghubungi narasumber yang
kebetulan adalah penulis sendiri sebagai tim penggerak literasi di
sekolah dan sekaligus yang akan memberikan materi IHT. Selanjutnya
penulis mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan IHT
untuk berkoordinasi dan memberikan instruksi kepada personal anggota
kepanitiaan yang sesuai dengan tugasnya. Moderator menyiapkan
susunan acara, notulis menyiapkan peralatan tulis, pembantu umum
menyiapkan ruangan, sound system, dan kesiapan LCD projector.
Pada dasarnya In House Traning (IHT) ini pembimbingan teknis
kemampuan guru dalam mengintegrasikan literasi pengembangan
menulis di sekolah magang I (tempat penulis bekerja) SMP Negeri 02
Batu. Dalam kegiatan IHT ini, diawali dengan penyampaian Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) untuk mengetahui bahwa semua guru yang ada di
sekolah terlibat langsung dan paham dengan Gerakan Literasi Sekolah
sebagai salah satu program unggulan di SMP Negeri 02 Batu, kemudian
di sesi selanjutnya peserta dibimbing oleh narasumber untuk
mengidentifikasi indikator literasi di sekolah dengan menggunakan
lembar kerja (LK 01) dan menjelaskan literasi pengembangan dalam
pembelajaran dengan peta konsep di LK 02. Sesi berikunya adalah
penyampaian materi bagaimana kemampuan guru dalam
mengintegrasikan literasi dengan strategi (pengatur grafis) yang tepat
dalam skenario pembelajaran (RPP). Dalam hal ini RPP mata pelajaran
Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahan diskusi dan contoh. Peserta
mendapatkan kesempatan dalam waktu satu minggu untuk
menyelesaikan tagihan RPP yang bersintak literasi dengan iming-iming
reward buku “Berkarya Bersama Berasa Remaja” sebuah kumpulan
cerpen yang sudah diterbitkan sebagai motivasi rangsangan bagi guru
bahasa untuk nantinya terlibat dalam Gerakan Literasi Sekolah jika
dapat menyelesaikan dalam kurun waktu lima hari setelah kegiatan.
Dalam kurun waktu penyelesaian penulis juga melakukan
pendampingan dengan beberapa guru yang tidak mengikuti kegiatan
pada siklus 1 karena bersamaan dengan tugas sekolah dalam kegiatan
peserta didik dan guru yang mengalami kesulitan dalam
mengintegraskan sintak literasi dalam skenario pembelajaran.
Pendampingan ini dilaksanakan di ruang guru, di ruang perpustakaan,
dan di ruang kurikulum sebagaimana posisi masing-masing sesuai
dengan tugasnya. Calon kepala sekolah mendatangi peserta dengan
harapan selalu mempunyai semangat dalam berliterasi dan
menyelesaikan target mengintegrasikan literasi pengembangan menulis
pada pembelajaran.
Gambar 3.2 Pendampingan kepada Peserta yang Tidak Hadir dan Sharing
dalam Penyelesaian LK
Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta mengikuti dengan cukup
konsentrasi dan antusias. Aktivitas guru-guru juga tampak baik. Dalam
kegiatan In House Training (IHT) itu, calon kepala sekolah berusaha
mengimplemantasikan model kepemimpinan kepala sekolah, khususnya
kepemimpinan spiritual, kewirausahaan, dan kepemimpinan
pembelajaran. Bentuk-bentuk kepemimpinan yang tampak dalam
kegiatan In House Training (IHT) itu misalnya dapat dideskripsikan
sebagai berikut.
(1) Kepemimpinan Spiritual
Kepemimpinan spiritual yang muncul dalam kegiatan IHT ini antara lain
berupa:
a) Sikap sabar, berani, rendah hati, dan loyal terhadap tugas yang
diembannya juga berusaha ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.
b) Pelayanan yang prima kepada peserta dengan membantu mereka
apabila membutuhkan, menjaga, dan memelihara kepercayaan, serta
selalu mendengarkan secara afektif segala masukan dari peserta.
c) Sikap empati dari calon kepala sekolah kepada seluruh peserta
sehingga muncul sikap toleran dan saling memahami.
d) Sikap pemaaf dan penuh maklum ditunjukkan ketika calon kepala
sekolah yang mendampingi peserta ketika menemui kendala.
Gambar 3.3 Narasumber Mengawali dengan Semangat, Yakin, dan Salam
untuk Memasuki IHT Siklus 2
(2) Kepemimpinan Kewirausahaan
Kepemimpinan kewirausahaan yang muncul dalam kegiatan In House
Training (IHT) antara lain:
a) Kerja keras dan pantang menyerah, ditunjukkan dengan usaha yang
sungguh-sungguh dalam menyiapkan berbagai hal berkaitan dengan
kebutuhan IHT termasuk di dalamnya, upaya mempengaruhi sekolah
agar segera melaksanakan IHT demi kepentingan sekolah.
b) Inovatif, dengan menunjukkan berbagai informasi baru bagi peserta,
termasuk selingan-selingan berupa ice breaker sehingga suasana IHT
selalu ceria.
c) Berani mengambil resiko, ditunjukkan dengan hal baru yang
ditawarkan kepada peserta yang sebelumnya belum pernah dilakukan
oleh peserta.
d) Proaktif, yang ditunjukkan dengan sikap tanggap dan aktif terhadap
situasi yang terjadi, tidak menunggu komandu atau keluhan dari peserta,
tetapi aktif bertanya apabila ada kesulitan yang dihadapi peserta.
e) Motivasi berprestasi tinggi, ditunjukkan dengan peran utama calon
kepala sekolah sebagai motivator dalam pelaksanaan IHT sehingga
peserta selalu aktif.
3) Kepemimpinan Pembelajaran
Kepemimpinan pembelajaran yang muncul dalam kegiatan In House
Training (IHT) antara lain:
a) Merumuskan dan mengarikulasi kegiatan, ditunjukkan dengan
penyusunan program dan tujuan yang jelas akan pelaksanaan IHT.
b) Mengarahkan dan membimbing peserta dalam pemahaman materi
serta pelaksanaan tugas.
c) Melayani dengan prima, ditunjukkan dengan pelayanan secara ikhlas
dan senang hati apaabila ada peserta yang membutuhkan bantuan.
d) Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional, dengan
memberikan arahan bahwa materi IHT bukan hanya untuk kepentingan
jangka pendek tetapi harapan ke depan.
e) Membangun warga sekolah yang pro perubahan, yakni dengan
memberikan sesuatu yang baru, mengajar dengan memanfaatkan media
power point sebagai media pembelajaran.
f) Membangun teamwork yang kompak, ditunjukkan dengan persiapan
dan pelaksanaan yang profesional, sesuai dengan uraian tugas masing-
masing komponen.
g) Melakukan monitoring dan evaluasi, yakni dengan memantau secara
terus menerus terhadap pelaksanaan IHT, baik sejak persiapan,
pelaksanaan, bahkah hingga pasca kegiatan.
c. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dilaksanakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dari
kegiatan In House Training (IHT) kemampuan guru bahasa dalam
mengintegrasikan literasi pengembangan menulis pada pembelajaran.
Kegiatan monitoring dan evaluasi melibatkan kepala sekolah. Monitoring
dan evaluasi dengan cara pengamaatan terhadap guru selama proses In
House Training (IHT), pendampingan, maupun dalam pembelajaran di
kelas untuk mengetahui sejauh mana guru mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis dalam pembelajaran pada kegiatan In House
Training (IHT) siklus 1.
Tabel 3.3 Interval Skor dan Kriteria Tingkat Keberhasilan Kegiatan IHT
Angka Predikat
86 -100 Amat Baik
71 – 85 Baik
55 – 70 Cukup
00 – 54 Kurang
Hasil isian instrumen monitoring dan evaluasi oleh peserta IHT, ternyata
menghasilkan rata-rata skor capaian 100 % kategori A (Sangat Baik).
Tabel 3.4 Hasil Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan IHT
NO. INDIKATOR KETERLAKSANAAN JAWABAN KET.
YA TIDAK
A. Persiapan
1 Berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru senior/teman sejawat yang
ditugasi membantu pelaksanaan pelatihan. √
2 Sosialisasi kepada warga sekolah √
3 Menyusun program perencanaan tindakan (panduan kegiatan)
meliputi pendahuluan, pelaksanaan dan penutup √
4 Menyusun SK kepanitiaan dan menentukan narasumber √
5 Membuat undangan untuk narasumber/pengawas dan peserta, daftar
hadir narasumber, daftar hadir panitia dan daftar hadir peserta √
6 Menyiapkan materi-materi dan referensi √
7 Menyusun instrumen monitoring kegiatan (mengacu pada langkah-
langkah kegiatan √
8 Menyusun instrumen evaluasi calon kepala sekolah mengacu pada
indikator-indikator yang hendak dicapai oleh calon kepala sekolah. √
9 Menyusun instrumen evaluasi Sasaran (Guru) mengacu pada
indikator-indikator yang hendak dicapai oleh Sasaran (Guru). √
B. Pelaksanaan
1 Melaksanakan kegiatan yg telah disusun berdasarkan panduan yang
telah dibuat. √
2 Ikut terlibat langsung dalam kegiatan sesuai dengan apa yang akan
dicapai atau ditingkatkan berdasarkan indikator yang lemah pada
kompetensi kepribadian, kompetensi kewirausahaan, dan kompetensi
soaial yang ada pada AKPK. √
3 Menyampaikan materi sesuai dengan indikator sasaran (Guru) √
C. Monitoring dan Evaluasi
1 Melakukan monitoring kegiatan RTK meliputi persiapan, pelaksanaan,
monev dan refleksi berdasarkan instrumen yang telah dibuat. √
2 Melakukan evaluasi dan mendeskripsikan hasil pelaksanaan evaluasi
secara kualitatif dan kuantitatif dari kegiatan evaluasi berdasarkan
instrumen yang telah diedarkan sesuai dengan indikator pada
kompetensi kepribadian, kompetensi kewirausahaan dan kompetensi
sosial yang telah disiapkan oleh calon kepala sekolah. √
3 Melakukan evaluasi untuk sasaran (Guru) yang berkaitan dengan
kinerja sekolah hubungannya dengan ketercapaian kegiatan RTK. √
Jumlah Skor 15 0
Jumlah Skor Perolehan (15×1)+(0x0)=15
Nilai = Jumlah Skor Perolehan /15 x 100 15/15×100 =100
d. Refleksi
Melalui kegiatan In House Training (IHT) ini, para peserta In House
Training (IHT) diajak untuk merenungkan manfaat yang diperoleh
selama kegiatan IHT. Dalam kegiatan refleksi ini, calon kepala sekolah
menanyakan kepada peserta akan manfaat dilaksanakannya IHT. Secara
umum, peserta merasa sangat terinspirasi, khususnya dalam
kemampuan mengintegrasikan literasi pengembangan menulis dalam
pembelajaran yang memang selama ini peran literasi masih didominasi
oleh guru Bahasa Indonesia.
Berdasarkan hasil perhitungan dari instrumen monitoring dan evaluasi
yang dilakukan kepala sekolah terhadap calon kepala sekolah tentang
tindak kepemimpinan melalui In House Training (IHT) pada siklus 1
hasilnya adalah sebagai berikut.
Hasil nilai tersebut memberikan gambaran kepada calon kepala sekolah
tentang predikat keberhasilan dalam perencanaan pelaksanaan IHT
peserta dalam kemampuan mengintegrasikan literasi pengembangan
menulis dalam pembelajaran.
Monitoring dan evaluasi yang dilakukan calon kepala sekolah terhadap
pengamatan peserta dalam kemampuan mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis pada pembelajaran itu melalui pengisian
instrumen monev.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap guru mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis dalam pembelajaran pada kegiatan siklus 1
adalah sebagai berikut:
NO. NAMA NOMOR INSTRUMEN JML SKOR KUALIFIKASI
12345678
1 Dra. Dian Maulina 4 4 4 3 3 3 3 3 27 84 Baik
2 Dra. Siti Alifah, [Link]. 4 3 3 3 3 3 4 3 26 81 Baik
3 Diani Kusumawati, [Link]. 4 3 4 3 3 3 4 4 28 88 Sangat Baik
4 Endah Suci Permatasari, [Link]. 4 4 3 4 4 4 3 4 30 94 Sangat Baik
5 Bayu Setyo Handoyo, [Link]. 3 3 3 4 3 3 3 3 25 78 Baik
6 Alvatika Fitria Imtiadewi, [Link]. 4 3 4 4 4 4 4 3 52 92,9 Sangat Baik
7 Devi Puspita Anggrainy, [Link]. 4 4 3 3 3 4 4 4 29 91 Sangat Baik
8 Hariyati, [Link]. 4 3 3 3 2 2 4 3 24 75 Baik
9 Wiwik Ikawati, [Link]., [Link]. 4 3 4 4 3 2 4 4 28 88 Sangat Baik
10 Sri Hastutik, [Link]. 4 3 4 4 3 2 3 4 27 84,3 Baik
11 Dyah Ayuningtyas, [Link]. 4 3 3 3 3 2 3 4 25 78 Baik
12 Iwan Setyahadi, [Link]. 4 3 3 3 4 3 4 4 28 88 Sangat Baik
13 Maharani Khansa, [Link]. 4 3 3 3 4 3 3 4 27 84,3 Baik
14 Dra. Demi Yuliati 4 3 4 3 4 4 3 3 27 84,3 Baik
15 Erni Udayani, [Link]. 4 3 3 3 3 3 3 4 26 81 Baik
16 Riska Rahmi Sukmarini, [Link]. 4 3 3 3 3 2 4 3 25 78 Baik
Tabel 3.5 Rekap Nilai Guru dalam IHT
Berdasarkan hasil penilaian kemampuan guru dalam mengintegrasikan
literasi pengembangan menulis pada pembelajaran bahasa, dapat
disimpulkan bahwa dari 16 guru terdapat 6 guru yang memperoleh nilai
di atas 85 dengan kategori ‘Amat Baik’, 10 guru memperoleh nilai di atas
71 dengan kategori ‘Baik’, tetapi 4 guru yang masih perlu mendapatkan
perhatian khusus agar mendapat nilai di atas 80 dengan kategori tetap
‘Baik’.
Berdasarkan hasil perhitungan data monitoring dan evaluasi yang
dilakukan calon kepala sekolah pada siklus 1 adalah sebagai berikut:
Sebagai tindak lanjut maka keempat orang guru tersebut diberikan
pendampingan oleh calon kepala sekolah dalam pengintegrasian literasi
pengembangan menulis pada pembelajaran terutama dalam kegiatan
berkolaborasi dalam publikasi karya peserta didik.
2. Siklus 2
Sesuai dengan tindak lanjut “Peningkatan Kemampuan Guru pada
Pembelajaran Bahasa dalam Mengintegrasikan Literasi Pengembangan
Menulis melalui In House Training (IHT) di SMP Negeri 02 Batu”, maka
siklus 2 adalah pendampingan terhadap guru dalam mengintegrasikan
literasi pengembangan menulis terutama dalam kegiatan kolaborasi
publikasi karya peserta didik.
a. Persiapan
Mengamati setiap tahapan yang telah dilaksanakan dalam kegiatan In
House Training (IHT) siklus 1 dan hasil monitoring setelah kegiatan
siklus 1 bersama guru mendiskusikan tentang kesulitan dalam
mengintegrasikan literasi pengembangan menulis pada pembelajaran
yang bermanfaat untuk mengintegrasikan literasi pengembangan
menulis pada pembelajaran khusunya pada kolaborasi publikasi karya
peserta didik di In House Training (IHT) siklus 2.
b. Pelaksanaan
Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2019 di ruang yang sama
Serbaguna SMP Negeri 02 Batu dengan diawali review dan refleksi siklus
1 sekaligus pemantapan LK 01 dan LK 02 yang variatif dan kreatif. Pada
awal pelaksanaan siklus 2 juga ditegaskan kembali integrasi sintak
literasi dalam RPP yang digunakan dalam pembelajaran pada siklus 1
supaya peserta mempunyai kesamaan dalam pengintegrasian literasi
tersebut. Calon kepala sekolah melakukan siklus 2 dengan materi
kegiatan mengidentifikasi indikator literasi budaya sekolah, melakukan
kolaborasi dengan guru MGMPS dalam menyiapkan karya yang akan
dipublikasikan, dan mendokumentasikan hasil pembelajaran yang siap
dipublikasikan. Dilanjutkan dengan penyampaian kendala yang dihadapi
peserta saat mengintegrasikan literasi dalam RPP dan integrasi literasi
pengembangan menulis ketika guru berada di kelas. Sesi berikutnya
adalah menuntaskan LK 03 yang berisi bagaimana guru bahasa
memahami dan mengetahui kegiatan literasi (GLS) di sekolah dalam
mengidentifikasi indikator literasi budaya sekolah dengan sesama guru
yang tergabung dalam mata pelajaran masing-masing, yakni Bahasa
Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Pendampingan dilaksanakan sebelum siklus 2. Pendampingan ini
dilakukan secara interpersonal. Pendampingan yang bertujuan untuk
menuntaskan/membantu guru yang mengalami kesulitan di siklus 1
dengan didampingi oleh calon kepala sekolah dengan materi yang sama
pada saat siklus 1 ditambahkan materi pada LK 03 tentang identifikasi
indikator literasi sekolah dan LK 04 tentang kolaborator dalam publikasi
ataupun antarmatpel. merupakan proses melatih dan terlibat langsung
dalam meningkatkan kemampuan mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis dalam pembelajaran.
c. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dilaksanakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dari
kegiatan In House Training (IHT) tentang peningkatan kemampuan guru
dalam mengintegrasikan literasi pengembangan menulis pada
pembelajaran. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi melibatkan
kepala sekolah. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara
melakukan pengamatan terhadap guru dalam mengintegrasikan literasi
pengembangan menulis pada pembelajaran terutama dalam kegiatan
kolaborasi publikasi karya peserta didik di siklus 2.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap guru dalam mengintegrasikan
literasi pengembangan menulis pada pembelajaran dan pendampingan
yang dilakukan secara intens terutama dalam pembelajaran di kelas
yang menghasilkan karya peserta didik yang siap dipublikasikan baik di
mading kelas, mading sekolah, buletin Mendunia, maupun media
publikasi yang lain mengantarkan guru sebagai peserta dapat lebih
maksimal dalam memfasilitasi pembelajaran yang dilakukan. Hasil
penilaian yang diperoleh pada kegiatan siklus 2 mengalami peningkatan
dibandingkan siklus 1 seperti tertera dalam tabel berikut.
Tabel 3.6 Hasil Penilaian Kegiatan IHT Siklus 2
NO. NAMA NOMOR INSTRUMEN JUMLAH SKOR KUALIFIKASI
12345678
1 Dra. Siti Alifah, [Link]. 4 3 3 3 3 3 4 4 27 84 Baik
2 Hariyati, [Link]. 4 3 3 3 3 3 4 4 27 84 Baik
3 Dyah Ayuningtyas, [Link]. 4 3 3 3 3 3 4 4 27 84 Baik
4 Riska Rahmi Sukmarini, [Link]. 4 3 3 3 4 3 4 4 28 88 Baik
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa keempat guru tersebut
mendapatkan nilai kurang dari 80 dengan kategori ‘Baik’ tetap ‘Baik’.
Berdasarkan hasil perhitungan data monitoring dan evaluasi yang
dilakukan calon kepala sekolah tentang peningkatan kemampuan
mengintegrasikan literasi pengembangan menulis pada pembelajaran
setelah kegiatan siklus 2 sebagai berikut.
Secara garis besar bahwa kegiatan RTK tentang Pengintegrasian literasi
pengembangan menulis pada pembelajaran bahasa memberikan manfaat
dengan bukti adanya peningkatan jumlah guru dalam mengintegrasikan
literasi pengembangan menulis pada pembelajaran dengan target akhir
yaitu kolaborasi publikasi karya peserta didik baik di mading, kelas,
mading sekolah, maupun buletin Mendunia.
e. Sumber Daya
Kegiatan In House Training (IHT) ini bisa berjalan dengan lancar dan
sesuai dengan aturan dalam Prosedur Operasional Standar (POS), maka
calon kepala sekolah peserta OJL memanfaatkan sumber daya yang ada
di antaranya:
1) Memanfaatkan guru yang sudah mahir dalam mengintegrasikan
literasi pengembangan menulis pada pembelajaran terutama dalam
kolaborasi publikasi untuk membimbing guru lain yang belum
memahami dan masih perlu pembimbingan dan atau pendampingan;
2) Buku petunjuk operasional (POS) IHT;
3) Buku Student Hand Book (SHB); dan
4) Alat Tulis Kantor (ATK).
f. Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang nantinya digunakan untuk pelaporan
kegiatan OJL maka diperlukan metode untuk pengumpulan data. Metode
yang digunakan antara lain:
1) Observasi, kegiatan ini adalah kegiatan kunjungan yang dilakukan
oleh calon kepala sekolah kepada para guru
2) Wawancara, kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang
akurat. Untuk itu wawancara dilakukan kepada guru peserta In House
Training (IHT) untuk mendapatkan gambaran tentang kesulitan yang
dialami dalam mengintegrasikan literasi pengembangan menulis pada
pembelajaran.
3) In House Training (IHT), kegiatan ini dilakukan sebagai sarana untuk
meningkatkan kompetensi guru, sebab kegiatan ini langsung
menghasilkan produk maka dapat terukur tingkat keberhasilan kegiatan.
B. SUPERVISI GURU DAN TENDIK
Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi
akademik, membantu guru mengembangkan kemampuan pengelolaan
pembelajaran. Kepala sekolah dituntut dapat memberikan pengarahan
professional pada masalah belajar dan pembelajaran yang terjadi di
kelas.
Supervisi akademik merupakan kegiatan terencana, terpola, dan
terprogram, mengubah perilaku guru, meningkatkan kualitas
pendidikan.
Sasaran supervisi akademik adalah guru melaksanakan proses kegiatan
pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok proses pembelajaran,
penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik
pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi pembelajaran,
menilai proses dan hasil pembelajaran. Supervisi akademik yang
dilakukan antara lain:
1. Membimbing guru memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik
pembelajaran/ bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi
peserta didik.
2. Membimbing guru melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan
untuk mengembangkan potensi peserta didik.
3. Membimbing guru mengelola, merawat, mengembangkan, dan
menggunakan media pembelajaran dan fasilitas pembelajaran.
4. Memotivasi guru memanfaatkan teknologi informasi untuk
pembelajaran.
Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan guru
merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian
untuk peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan
belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang
tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode,
teknik) yang tepat.
Melakukan supervisi akademik pada kegiatan On the Job Learning (OJL)
terhadap guru Junior merupakan implementasi pemberian pengalaman
pembelajaran praktik pengembangan kompetensi supervisi calon kepala
sekolah.
Supervisi akademik terhadap guru Junior yang dilaksanakan di SMP
Negeri 02 Batu adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII.
Teknik supervisi yang digunakan adalah teknik supervisi individual yaitu
melaksanakan supervisi perseorangan terhadap guru Junior. Supervisor
hanya berhadapan secara langsung dengan seorang guru. Tahapan
pelaksanaan supervisi terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Tahap Praobservasi
Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, cara
mengobservasi selama kunjungan kelas, dan melihat RPP, silabus yang
telah dibuat.
2. Tahan Observasi
Pada tahap kedua, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran
berlangsung, apakah sudah sesuai dengan RPP yang telah dibuat.
3. Tahap Pascaobservasi
Pada tahap ketiga, supervisor bersama guru Junior merefleksi
pelaksanaan pembelajaran dengan mendiskusikan kelebihan dan
kekurangan. Hasil refleksi dijadikan dasar untuk perbaikan proses
pembelajaran berikutnya.
Supervisi guru Junior dilakukan selama dua kali, yaitu siklus 1 dan siklus
2 dengan hari yang berbeda. Setelah berkoordinasi dengan kepala
sekolah dan kurikulum disepakati bahwa guru yang disupervisi sebagai
berikut.
Nama : Alvatika Fitria Imtiadewi, [Link].
Mengajar : Bahasa Indonesia
Kelas VII E-F-G-H
Status : CPNS
Gambar 3.4 Guru Junior Sekolah Magang I (SMP Negeri 02 Batu)
Ibu Alvatika Fitria Imtiadewi adalah Guru Junior yang disupervisi,
dengan alasan karena ibu Alvatika Fitria Imtiadewi adalah guru yang
paling muda di SMP Negeri 02 Batu dan berstatus CPNS.
Adapun tahap dan proses supervisi guru Junior dapat diuraikan sebagai
berikut.
1. Pelaksanaan Supervisi Pertama
a. Perencanaan
Pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2019 sebelum melaksanakan supervisi
akademik, supervisor menyusun program supervisi akademik. Hari
Kamis tanggal 25 Juli 2019, program supervisi yang telah dibuat
dikonsultasikan kepada kepala sekolah untuk mendapatkan koreksi dan
persetujuan. Dalam proses koreksi ini juga disepakati guru junior yang
ditunjuk untuk disupervisi oleh calon kepala sekolah. Berdasarkan
rencana supervisi Guru Junior dilakukan dalam dua tahap atau dua
siklus.
Selain penyususnan program supervisi, calon kepala sekolah juga
menyusun instrumen supervisi di antaranya: (a) instrumen penelaah
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (b) instrumen observasi kelas,
(c) daftar pertanyaan pra observasi dan pasca observasi, serta (d) format
tindak lanjut hasil. Ditentukan juga indikator atau pedoman penskoran,
baik yang berhubungan dengan perencanaan maupun pelaksanaan.
Program supervisi guru Junior terlampir.
b. Pelaksanaan
(1) Pelaksanaan Supervisi Guru
1) Praobservasi
Pra observasi siklus pertama supervisi guru Junior dimulai dengan
pertemuan awal antara supervisor dan guru Junior yang akan
disupervisi. Supervisor menemuai ibu Alvatika Fitria Imtiadewi di ruang
guru, pada hari Jumat, 9 Agustus 2019. Pada pertemuan tersebut
supervisor meminta kesediaan guru Junior untuk diobservasi proses
pembelajarannya. Setelah guru Junior menyatakan bersedia, berikutnya
disepakati penentuan waktu pelaksanaan observasi, yaitu hari Selasa,
tanggal 13 Agustus 2019. Observasi materi yang akan dibahas supervisor
mengikuti jadwal materi guru Junior. Supervisor menginformasikan
bahan-bahan yang perlu dipersiapkan oleh guru Junior dalam
pelaksanaan observasi, di antaranya silabus, RPP, bahan ajar, media
pembelajaran, dan penilaian yang akan digunakan. Kegiatan pra
observasi dilakukan di ruang guru. Kegiatan pra observasi juga
supervisor mewawancarai guru Junior tentang kompetensi dasar apa
yang akan disajikan, metode apa yang akan digunakan dalam
pembelajaran dan lain-lain. Guru Junior menyerahkan RPP yang akan
digunakan pada saat disupervisi guna ditelaah oleh supervisor.
Supervisor menginformasikan pula tujuan observasi yang akan
dilakukan oleh supervisor, untuk menghindari kemungkinan munculnya
kekakuan dan ketegangan guru Junior pada pelaksanaan observasi
nantinya. Observasi guru Junior adalah salah satu tugas peserta diklat
calon kepala sekolah pada kegiatan On the Job Learning (OJL) sebagai
supervisor yang sekaligus pendampingan dan penilaian guru dalam
Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di SMP Negeri 02 Batu. Observasi
ini juga dapat membantu guru Junior memperbaiki dan meningkaatkan
kualitas proses dan hasil pembelajarannya.
Gambar 3.5 Kegiatan Praobservasi Guru Junior
2) Observasi
Pada hari Selasa tanggal 13 Agustus 2019, supervisor melakukan
observasi terhadap guru Junior. Kegiatan observasi dilaksanakan di kelas
VII F SMP Negeri 02 Batu. Kompetensi dasar yang disajikan pada saat
observasi guru Junior adalah “Menulis Teks Deskripsi dengan
Memperhatikan Pilihan Kata, Kelengkapan Struktur, dan Kaidah
Penggunaan Kata, Kalimat, Tanda Baca, serta Ejaan”.
Observasi dilaksanakan sebanyak 3 x 40 menit (3 jam pembelajaran).
Supervisor melakukan pengamatan langsung pelaksanaan pembelajaran
mulai dari kegiatan awal sampai pada kegiatan penutup. Objek
pengamatan adalah aktivitas guru dan peserta didik yang dicatat pada
lembar pengamatan dan mengisi instrumen observasi kelas yang telah
dipersiapkan. Catatan pengamatan dijadikan sebagai bahan diskusi
sekaligus bahan evaluasi pada saat kegiatan refleksi pembelajaran pasca
observasi. Untuk memperoleh bukti pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Pada kegiatan awal, setelah ketua kelas menyiapkan teman-temannya
berdoa dan mengucapkan salam yang dibalas oleh guru dengan salam.
Peserta didik difasilitasi untuk bertanya jawab pentingnya mengawali
setiap kegiatan dengan doa. Guru mengajak peserta didik merefleksi
ulang kegiatan pramenulis teks deskripsi yang dilakukan pada
pertemuan sebelumnya. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya pramenulis teks deskripsi sebagai pintu masuk memahami
dan menulis teks deskripsi. Peserta didik diminta memeriksa kerapian
diri dan kebersihan kelas. Peserta Didik memperhatikan penjelasan guru
tentang tujuan, manfaat dan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan.
Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap
disiplin yang akan dikembangkan dalam pembelajaran. Peserta didik dan
guru melakukan pembiasaan membaca dalam kegiatan literasi. Guru
kemudian menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dipelajari dan memberikan motivasi menulis kepada peserta
didik untuk lebih meningkatkan kompetensi menulisnya melalui latihan-
latihan yang diberikan.
Berikutnya guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang
materi sebelumnya, yaitu, menulis teks deskripsi dengan objek teman di
kelasnya. Selanjutnya, pada kegiatan inti peserta didik diajak kembali
untuk melihat hasil tulisan deskripsi yang telah dihasilkan pada
pertemuan sebelumnya. Kemudian memberikan kesempatan kepada
peserta didik menanyakan hal-hal yang dianggap masih menyulitkan
dalam hal menulis teks deskripsi. Guru berusaha memberikan jawaban
yang membantu peserta didik untuk mendapatkan penjelasan dan
pemahaman tentang menulis khusunya pada kegiatan merangkai
kalimat-kalimat yang tersusun menjadi sebuah paragraf deskripsi. Dari
jumlah peserta didik yang ada di kelas VII F saat itu yang sudah
mengerjakan hampir 90 persen. Sementara peserta didik yang belum
menyelesaikan didampingi dan diberi perpanjangan waktu untuk
menyelesaikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penunjukan peserta didik untuk
membacakan teks deskripsi tentang teman sekelasnya. Sementara
peserta didik yang lain mendengarkan dan langsung menebak siapa yang
dideskripsikan oleh si pembaca. Guru memfasilitasi peserta didik dengan
memanggil peserta didik yang mendapatkan giliran setelahnya. Dengan
kegiatan yang sama peserta didik yang mendengarkan langsung
menebak teman-teman mereka yang dideskripsikan oleh si penyusun
dengan variasi penunjukkan yang dilakukan oleh guru, ada yang
langsung tunjuk, panggil nama, atau yang mengacungkan tangannya.
Dalam menit yang ketiga guru menyampaikan dan bertanya kepada
peserta didik tentang kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi ketika
menyusun teks deskripsi sekaligus sekaligus ketika menyampaikannya
di depan kelas. Ternyata dari beberapa peserta didik yang bertanya,
mereka kesulitan dalam menyusun kalimat kompleks. Guru menguatkan
dengan memberi alternatif pemecahan kesulitan yang dihadapi.
Pada bagian penutup, guru membimbing peserta didik menarik
kesimpulan tentang materi yang sudah dilaksanakan dan mengakhiri
pelajaran dengan tanya jawab tentang materi yang sudah dipelajari hari
itu dikaitkan dengan materi pada pertemuan berikutnya. Beriring
dengan pemberian tugas rumah yang sifatnya menguatkan keterampilan
menulis peserta didik dengan objek yang keluarga, saudara, atau
kerabat. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran sudah berhasil
dengan cukup baik seperti gambar berikut.
Gambar 3.6 Kegiatan
Pelaksanaan Observasi Guru
Junior
3) Pascaobservasi
Gambar 3.7 Kegiatan Pascaobservasi Guru Junior
Setelah kegiatan observasi, supervisor dan Guru Junior langsung
bertanya tentang kesulitan atau kendala yang dihadapi Guru Junior. Guru
tersebut menyampaikan kesulitannya tentang penyampaian materi
kebahasaan majas. Sebelum pelaksanaan refleksi pembelajaran dimulai,
supervisor menghitung nilai kemampuan guru Junior melaksanakan
pembelajaran berdasarkan hasil isian instrumen observasi kelas. Dari
perhitungan tersebut diperoleh nilai 79,41 %. Hal ini
mengidentifikasikan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran
termasuk ke dalam kategori kemampuan baik.
Tindak lanjut berikutnya adalah merefleksi pembelajaran yang telah
dilaksanakan Guru Junior. Supervisor mereflesi kejadian pelaksanaan
pembelajaran, semua yang menjadi catatan-catatan sebagai bahan kajian
bagi Guru Junior. Kesulitan, kesan yang diperoleh serta pesan untuk
perbaikan pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Pada akhir refleksi
disimpulkan bagian-bagian pembelajaran yang perlu dipertahankan dan
bagian-bagian yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki.
Pelaksanaan tindakan ini dengan melakukan wawancara atau saling
bertukar pikiran membahas kelebihan dan kekurangan pada waktu
proses pembelajaran berlangsung. Kelebihan yang dilakukan oleh Guru
Junior pada proses kegiatan pembelajaran supaya tetap dipertahankan
atau lebih ditingkatkan lagi, sedang hal-hal yang dianggap masih kurang
atau lemah perlu diperbaiki pada pelaksanaan pembelajaran berikutnya.
Pada proses pembelajaran siklus yang pertama ini hasil analisis
instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran dapat
disajikan sebagai berikut:
Tabel 3.7 Capaian Skor Rata-rata Aspek yang Diamati
Siklus 1 pada Guru Junior
NO. URAIAN KEGIATAN KRITERIA NILAI
1234
A. PENDAHULUAN
1. Guru memberikan apersepsi dan motivasi √
2. Guru memberitahu kompetensi yang akan dicapai (tujuan
pembelajaran) √
B. KEGIATAN INTI
1. Guru tampak menguasai materi pembelajaran (materi pembelajaran
disampaikan dengan jelas) √
2. Guru mengelola kelas dengan baik √
3. Metode/pendekatan variatif √
4. Guru menggunakan alat bantu/media pembelajaran (alat peraga, peta,
OHP, kaset & tape recorder, computer & LCD, CD interaktif, dsb) √
5. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membantu mengatasi
kesulitan peserta didik √
6. Guru menggunakan teknik bertanya dengan bahasa yang baik dan
benar √
7. Guru mendorong peserta didik untuk memanfaatkan teknologi
informasi (Komputer, internet) √
8. Peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran √
9. Pada kegiatan pembelajaran Nampak ada proses : eksplorasi, elaborasi
dan konfirmasi √
10. Peserta didik tampak ceria dan antusias dalam belajar √
11. Ada penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi
(ketercapaian tujuan pembelajaran) √
12. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP √
13. Pembelajaran diselesaikan tepat waktu √
C. PENUTUP
1. Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman hasil
pembelajaran √
2. Pemberian tugas untuk pertemuan berikutnya √
Dari tabel terlihat bahwa pada komponen pendahuluan, ketika guru
memberikan apersepsi dan memberi tahu kompetensi yang akan dicapai,
pada komponen kegiatan inti, kegiatan penguasaan materi
pembelajaran, peran sebagai fasilitator, ketika peserta didik aktif dalam
pembelajaran, saat pembelajaran ada proses eksplorasi, elaborasi,
konfirmasi, ketika peserta didik tampak ceria dan antusias dalam
pembelajaran, pada komponen penutup, ketika pemberian tugas untuk
pertemuan berikutnya memperoleh capaian 4. Pada kegiatan inti,
metode yang digunakan, penggunaan alat bantu, penggunaan teknik
bertanya, dorongan kepada peserta untuk memanfaatkan teknologi
informasi, ada penilaian untuk mengetahui ketercapaian kompetensi
masih mendapatkan capaian 2. Bagian komponen kegiatan inti, pada
kegiatan pengelolaan kelas, pelaksanaan pembelajaran yang sesuai
dengan RPP, penyelesaian tepat waktu, dan bagian penutup, pada
kegiatan membimbing peserta didik membuat rangkuman hasil
pembelajaran mendapatkan capaian 3.
Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran guru Junior di kelas
sudah baik, hasil analisis instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran
dan catatan-catatan kejadian pada pelaksanaan pembelajaran
disampaikan kepada guru Junior. Ternyata guru Junior menyadari
kelemahannya pada waktu pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Selanjutnya Guru Junior dipersilakan berkomentar mengenai
pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Adapun hasil
komentar atas pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut.
Tabel 3.8 Wawancara dengan Guru Junior Pascaobservasi
NO PERTANYAAN JAWABAN
1. Bagaimana pendapat saudara setelah menyajikan pelajaran ini
Menyenangkan karena ada perkembangan lebih baik pada kemampuan
menulis dibanding materi sebelumnya.
2. Apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan?
Sudah sesuai dengan yang direncanakan
3. Dapatkah saudara menceritakan hal-hal yang dirasakan memuaskan
dalam proses pembelajaran tadi? Kemampuan peserta didik lebih baik
dan lebih memperhatikan dalam proses pembelajaran serta lebih aktif
untuk menulis/berproses.
4. Bagaimana perkiraan saudara mengenai ketercapaian tujuan
pembelajaran? Belum tercapai secara maksimal masih 81 persen, karena
peserta didik yang belum mampu masih 6 orang dari 31 peserta didik.
5. Apa yang menjadi kesulitan peserta didik? Peserta didik kesulitan
menyusun kalimat kompleks.
6. Apa yang menjadi kesulitan Saudara? Mengajarkan peserta didik
tentang materi kebahasaan, majas.
7. Adakah alternatif lain untuk mengatasi kesulitan Saudara? 1) Diberi
contoh variasi kalimat dengan harapan dapat membuat.
2) Pendampingan pada peserta tertentu dengan penjelasan ulang.
8. Marilah bersama-sama kita identifikasi hal-hal yang telah mantap dan
hal-hal yang perlu peningkatan, berdasarkan kegiatan yang baru saja
saudara lakukan dan pengamatan saya. Kemampuan peserta didik dalam
menulis deskripsi dengan objek selain teman sekelasnya.
9. Dengan demikian, apa yang akan saudara lakukan untuk pertemuan
berikutnya? Lebih telaten dalam membimbing peserta didik khususnya
dalam merangkai kalimat.
Kesan umum :
Sudah baik dalam memotivasi peserta didik pada kemampuan menulis
deskripsi.
Saran :
Lebih banyak variasi metode/cara/teknik dalam
menyampaikan/mengemas materi ajar.
Dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan untuk melakukan
refleksi ternyata guru Junior mengakui kekurangan dan kelemahannya
dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kesadaran itu akan
memudahkan untuk menentukan komponen-komponen pembelajaran
yang perlu dipertahankan dan yang perlu mendapat perhatian untuk
diperbaiki dan atau ditingkatkan.
(2) Pelaksanaan Supervisi Tendik
Supervisi tenaga kependidikan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19
Agustus 2019. Dari kesepakatan kami bertiga yang mengikuti diklat
calon kepala sekolah sepakat bahwa dalam supervisi Tendik kita bagi
tugas. Kebetulan peserta CKS mendapatkan Administrasi
keuangan/bendahara SMP Negeri 02 Batu untuk disupervisi.
Persiapan pertama yang dilakukan setelah memahami modul keuangan,
calon kepala sekolah menyiapkan instrumen, dan membuat perjanjian
kapan bisa dipertemukan untuk supervisi administrasi keuangan
sekolah. Sesuai dengan yang dijadwalkan calon kepala sekolah bertemu
dengan Bagian Administrasi Keuangan, Bapak Mujianto.
Dengan menggunakan Lembar Supervisi Administrasi Keuangan, peserta
menanyakan tentang keberadaan buku kas umum dan buku
pembantukas tunai. Beliau menjelaskan detail tentang perbedaan kedua
buku tersebut, hanya saja bendel laporan BOS yang ditunjukkan tahun
2018. Berikutnya saya beralih pada pertanyaan penggalian yang lain
tentang buku pembantu pajak, buku pembantu bank, dan buku rekening
bank. Dari apa yang peserta amati buku pembantu pajak lengkap terisi
lembaran pajak-pajak karena memang diminta setelah kegiatan selesai
harus dilaporkan supaya tujuan untuk tertib administrasi keuangan bisa
terpercaya. Buku Rekening Bank hanya satu pintu, biasanya bendahara
sekolah yang memegang. Buku ini selalu berdampingan dengan buku
pembantu bank.
Berikutnya peserta CKS melanjutkan pertanyaan tentang berita acara
pemeriksaan kas dan laporan pertanggungjawaban. Pak Mujianto selaku
bendahara menjelaskan dengan rinci dengan bukti fisik yang ada. Semua
terlaporkan secara cermat, teliti, dan detail walaupun laporan BOS 2019
yang dimaksud masih belum bisa ditunjukkan. Karena sebagian masih di
laptop. Peserta CKS hanya mendengarkan dan menulis apa yang
disampaikan.
Peserta CKS hanya menulis dalam saran bahwa pada triwulan pertama
bulan Maret 2019 seharusnya sudah dalam bentuk laporan final
pengerjaan, karena memang sudah ada pencairan di bulan April.
Selanjutnya pemberian saran dan usulan yang biasa dituangkan dalam
lembar supervisi. Saran yang ditunjukkan adalah ‘Laporan triwulan
pertama mohon segera dijilid sementara supaya memudahkan
bendahara pada pelaporan’. Pak Muji, selaku bendahara siap untuk
segera menata laporan triwulan pertama 2019 sehingga bisa segera
terbaca oleh yang berkepentingan.
Pertemuan diakhiri dengan ucapan terima kasih atas kesempatan yang
diberikan dan pemotretan dokumen laporan BOS sesuai lembar
supervisi yang terlampir.
Dari pertemuan tersebut, peserta CKS menyimpulkan bahwa ‘Pelaporan
BOS tahun 2018 sudah dalam bentuk jilidan rapi yang sudah tertata da
sesuai aturan/rambu-rambu Juknis BOS, tetapi laporan triwulan kedua
di tahun 2019 masih dalam proses pengerjaan tapi sudah pelaporan
sampai triwulan kedua.
Kegiatan dilanjutkan oleh peserta CKS untuk menyampaikan Tindak
Lanjut Supervisi Tendik kepada Kepala Sekolah. Adapun Tindak Lanjut
Tendik yang dimaksud adalah ‘Laporan tahun 2019 yang sudah dijilid
sementara dalam pelaporan triwulan kedua sudah ada, tinggal
melengkapi tanda tangan sesuai perubahan KS, tetap disimpan dan
nantinya di akhir tahun tinggal menggabungkan antar laporan triwulan
yang sudah dilakukan/dibukukan.
c. Tindak Lanjut
Pada tahap tindak lanjut, supervisor memuji pelaksanaan yang telah
dilaksanakan guru Junior. Berdasarkan hasil penelaahan kajian RPP,
hasil observasi pembelajaran di kelas, dan diskusi tentang kelebihan dan
kekurangan hasil supervisi, maka dicapai kesimpulan bahwa perlu
adanya perbaikan-perbaikan dalam penampilan pembelajaran pada
siklus 1. Adapun beberapa hal yang menjadi catatan dan perlu perbaikan
dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain: guru merasa kesulitan
mengajarkan tentang materi kebahasaan majas. Hal ini berdampak pada
peserta didik yang kesulitan dalam menyusun kalimat kompleks menjadi
sebuah paragraf. Sehingga pembelajaran dirasakan belum tercapai
secara maksimal masih 81 persen, karena peserta didik yang belum
mampu masih 6 orang dari 31 peserta didik. Padahal pembelajaran
sudah dilakukan sesuai rencana dan sudah baik dalam memotivasi
peserta didik menulis deskripsi.
Pada pertemuan tersebut juga mendiskusikan bahan-bahan yang akan
dipersiapkan guru Junior untuk pertemuan berikutnya yang perlu
dilakukan perbaikan-perbaikan. Guru Junior kembali mempersiapkan
RPP, materi ajar yang variatif metode/cara/teknik dalam menyampaikan
atau mengemas, media pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi
Komunikasi, dan penilaian yang akan digunakan pada pertemuan kedua.
Semisal pada pendahuluan, guru Junior mengajukan pertanyaan yang
mengkaitkan pengetahuan sebelumnya dan menyampaikan tujuan
pembelajaran. Pada kegiatan ini guru Junior menunjukkan kemampuan
mengkaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan, perkembangan
IPTEK, dan kehidupan nyata. Guru Junior sudah menunjukkan
kemampuan penerapan pendekatan scientific, hanya saja pada
penggunaan teknik bertanya dalam bahasa yang baik dan benar belum
tampak baik. Metode yang digunakan disiapkan lebih variatif, perlunya
digunakan alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran berbasis
Teknologi Informasi Komunikasi. Merencanakan penilaian untuk
mengetahui pencapaian kompetensi. Selanjutnya pada kegiatan penutup,
guru Junior melakukan refleksi dan atau membuat rangkuman dengan
melibatkan peserta didik. Secara keseluruhan pembelajaran di kelas
sudah baik dilaksanakan.
Supervisor memberikan masukan yang sifatnya melengkapi bahwa
pengembangan materi masih kurang. Materi kebahasaan majas perlu
disisipkan dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat terbantu
dalam menyusun kalimat bermajas termasuk dalam merangkai kalimat.
Untuk pengembangan materi, jika kurang atau sulit dipahami dari buku
pegangan guru/peserta didik bisa mencari sumber lain selain buku teks.
Dengan demikian disepakati untuk melaksanakan pembelajaran siklus 2.
d. Hasil
Supervisi guru Junior siklus 1 pada penyusunan RPP dan pelaksanaan
pembelajaran, secara umum sudah berhasil. Instrumen penelaah
rencana pelaksanaan pembelajaran menunjukkan guru Junior
memperoleh nilai 77 persen dengan perhitungan nilai perolehannya
adalah sebagai berikut.
Jumlah skor Nilai
Nilai Perolehan = ———————- x 100 %
Skor ideal
34
= —- x 100%
44
= 77 %
Instrumen observasi kelas, guru Junior memperoleh nilai 79,41 persen
dengan perhitungan nilai perolehannya adalah sebagai berikut:
Jumlah skor Nilai
Nilai Perolehan = ———————- x 100 %
Skor ideal
56
= —- x 100%
68
= 79, 41%
Supervisor menyarankan pada saat observasi kelas Guru Junior
memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran dan di akhir
pembelajaran Guru Junior membimbing peserta didik membuat
rangkuman hasil pembelajaran. Supervisor bersama guru Junior
mendiskusikan hal-hal yang perlu ditingkatkan untuk perbaikan dalam
pembelajaran pada siklus 2. Kesimpulan hasil obeservasi Guru Junior
pada siklus 1 adalah guru sudah melaksanakan pembelajaran secara baik
dengan hasil ‘Cukup Baik’, karena Guru Junior belum menggunakan
penyajian materi ajar yang variatif dan berbasis Teknologi Informasi
Komunikasi (power point). Pembelajaran belum mendorong peserta
didik memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Alat
penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi belum maksimal
digunakan.
2. Pelaksanaan Supervisi Kedua
a. Perencanaan
Kegiatan supervisi guru Junior siklus 2 diawali dengan pertemuan
supervisor dan Guru Junior. Supervisor dan guru Junior membuat
kesepakatan mengenai hal-hal yang akan disupervisi antara lain:
penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, materi dan media
pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi Komunikasi, dan
instrumen penilaian yang digunakan pada saat pembelajaran
berlangsung. Disepakati pula bahwa jadwal supervisi siklus 2
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019 sesuai jadwal
pelajaran.
b. Pelaksanaan
1) Praobservasi
Pelaksanaan observasi Guru Junior yang kedua prosesnya sama seperti
pada waktu kegiatan observasi pertama. Supervisor menyiapkan
sejumlah instrumen yang akan digunakan pada pelaksanaan observasi
yang meliputi instrumen penelaah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP).
Dalam tahapan ini guru diberitahu dan dinyatakan kesiapannya untuk
disupervisi oleh calon kepala sekolah atau guru senior, setelah ada
kesepakatan jadwal, guru diminta untuk mengisi format pra observasi
dan memberikan RPP yang akan digunakan pada saat disupervisi.
Supervisor dalam hal ini calon kepala sekolah atau guru senior menelaah
RPP yang telah diberikan oleh guru yang akan disupervisi.
Gambar 3.8 Kegiatan Praobservasi Guru Junior Siklus 2
2) Observasi
Adapun kegiatan pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a) Pendahuluan
Pada kegiatan awal, ketua kelas menyiapkan teman-temannya berdoa
dan mengucapkan salam yang dibalas oleh guru dengan salam. Peserta
didik difasilitasi untuk bertanya jawab pentingnya mengawali setiap
kegiatan dengan doa, guru dapat memberikan penguatan tentang sikap
syukur. Peserta didik diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Guru
memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat
kebangsaan. Peserta didik diminta memeriksa kerapian diri dan
kebersihan kelas. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang
tujuan, manfaat dan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan. Peserta
didik menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap disiplin yang
akan dikembangkan dalam pembelajaran. Peserta didik dan guru
melakukan pembiasaan membaca dalam kegiatan literasi. Guru
kemudian menyampaikan tema dan tujuan pembelajaran yang akan
dipelajari dan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk lebih
giat belajar agar menjadi peserta didik yang lebih berguna. Berikutnya
guru melakukan apersepsi.
b) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti peserta didik diajak mengamati tayangan video
penampilan temannya saat presentasi pada pertemuan sebelumnya. Dari
tayangan tersebut peserta didik diajak bertanya jawab untuk kelebihan
dan kekurangan dalam penampilan terutama pada struktur teks
deskripsi yang dibacakan.
Slide berikutnya adalah tayangan materi kebahasaan yang disajikan
interaktif. Peserta didik mencermati slide demi slide untuk dipahami
sebagai modal mereka untuk menyusun teks deskripsi yang lebih baik.
Teks deskripsi salah satu peserta didik yang ditayangkan tadi
ditampilkan kembali dalam slide, sehingga peserta didik dapat membaca
detail teksnya. Guru Junior memfasilitasi untuk memperbaiki penulisan
imbuhan di- dan meN-, penggunaan huruf kapital, penulisan kalimat
yang menunjukkan citraan, penulisan kalimat bermajas dalam
melukiskan sesuatu. Berikutnya guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik menanyakan hal-hal yang mereka belum mengerti.
Kegiatan berikutnya peserta didik
menerima kertas HVS warna untuk tempat menuliskan teks deskripsi
tentang tokoh idola yang ada di sekitar mereka. Peserta didik diminta
mengidentifikasi apa saja ciri fisik, dan sifat dari tokoh idolanya.
Kegiatan berikutnya adalah menyusun kalimat deskripsi ciri-ciri idola
yang telah dideskripsikan. Dilanjutkan denagn mendeskripsikan bagian
identifikasi. Guru Junior membimbing dan memandu tahap demi tahap.
Beberapa peserta didik ada yang bertanya tentang kesulitan
menuangkan kalimat dari identifikasi tokoh. Dengan cukup sabar Guru
Junior mengarahkan. Tahapan berikutnya masih dalam kegiatan inti,
peserta didik menyusun kalimat deskripsi bagian rincian yang
dilanjutkan dengan menyusun pada bagian kesimpulan atau kesan.
Setelah Guru Junior menjelaskan kegiatan berikutnya, dengan bimbingan
guru Junior peserta didik bertanya dan menanggapi materi tentang
penyuntingan teks deskripsi. Peserta didik mendengarkan dan mengikuti
apa yang disampaikan oleh gurunya. Dalam penyelesaiannya mereka
mengerjakan dengan sangat antusias untuk menyelesaikan. Sesekali
mereka sharing dengan teman di luar bangkunya. Ada beberapa siswa
dalam kelompok yang aktif tetapi tetap mau mengerjakan tugasnya
hingga selesai. Berikutnya peserta didik diminta untuk menukarkan hasil
pekerjaan dengan teman lainnya untuk disunting dari segi isi, struktur,
dan bahasa. Setelah beberapa menit waktu yang diberikan, peserta didik
mendapatkan kembalian teks deskripsi yang telah disunting oleh
temannya. Guru Junior memberikan hitungan waktu dan angka untuk
segera mengembalikan pada pemiliknya. Masih dalam perjanjian waktu
peserta didik langsung menyempurnakan teks deskripsi dengan
memperhatikan masukan-masukan dari temannya di kertas HVS warna
dengan spidol warna warni, stabilo, pensil warna, alat lukis yang lain.
Alhasil peserta didik dapat menyelesaikan tepat lima belas menit. Pada
bagian akhir kegiatan inti, peserta didik membacakan hasil pekerjaannya
di depan kelas. Dengan penampilan peserta didik secara bergantian
maka waktu pembelajaran ada penambahan karena mereka antusias
dalam menebak siapa yang dideskripsikan oleh teman mereka di depan
kelas. Sehingga peserta didik meminta untuk melanjutkan beberapa teks
deskripsi yang dibacakan. Rata-rata tebakan mereka tidak pernah
meleset, karena rangkaian kalimat yaang disusun sangat sederhana tapi
beberapa bisa langsung dimaknai. Semua aktivitas terjawab dalam foto-
foto yang ada di bagian lampiran walaupun hanya sebagian tampak pada
gambar berikut.
Gambar 3.9 Aktivitas dalam Pembelajaran ketika Observasi Siklus 2
c) Kegiatan Penutup
Pada bagian penutup, guru membimbing peserta didik menarik
kesimpulan tentang pembelajaran menulis teks deskripsi, menyunting,
dan membacakan teks deskripsi yang telah ditulisnya. Peserta didik
digiring untuk mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan
pembelajaran hari itu. Mengakhiri pembelajaran guru Junior mengajak
peserta didik untuk mengucapkan syukur alhamdullilah dan mengakhiri
dengan salam dan semangat pagi.
3) Pascaobservasi
Setelah kegiatan observasi, supervisor dan guru Junior langsung
bertanya tentang kesulitan atau kendala yang dihadapi guru Junior,
sebelum pelaksanaan refleksi pembelajaran dimulai, supervisor
menghitung nilai kemampuan guru Junior melaksanakan pembelajaran
berdasarkan hasil isian instrumen observasi kelas. Dari perhitungan
tersebut diperoleh nilai 83,82 %. Hal ini mengidentifikasikan
kemampuan guru melaksanakan pembelajaran termasuk ke dalam
kategori kemampuan ‘Baik’.
Tindak lanjut berikutnya adalah merefleksi pembelajaran yang telah
dilaksanakan guru Junior. Supervisor mereflesi kejadian pelaksanaan
pembelajaran, semua yang menjadi catatan-catatan sebagai bahan kajian
bagi Guru Junior. Kesulitan, kesan yang diperoleh serta pesan untuk
perbaikan pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Pada akhir refleksi
disimpulkan bagian-bagian pembelajaran yang perlu dipertahankan dan
bagian-bagian uang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki.
Pelaksanaan tindakan ini dengan melakukan wawancara atau saling
bertukar pikiran membahas kelebihan dan kekurangan pada waktu
proses pembelajaran berlangsung. Kelebihan yang dilakukan oleh Guru
Junior pada proses kegiatan pembelajaran supaya tetap dipertahankan
atau lebih ditingkatkan lagi, sedang hal-hal yang dianggap masih kurang
atau lemah perlu diperbaiki pada pelaksanaan pembelajaran berikutnya.
Pada proses pembelajaran siklus yang pertama ini hasil analisis
instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran dapat
disajikan sebagai berikut.
Tabel 3.9 Capaian Skor Rata-rata Aspek pada Siklus 2
NO URAIAN KEGIATAN KRITERIA NILAI
1234
A. PENDAHULUAN
1. Guru memberikan apersepsi dan motivasi √
2. Guru memberitahu kompetensi yang akan dicapai (tujuan
pembelajaran) √
B. KEGIATAN INTI
1. Guru tampak menguasai materi pembelajaran (materi pembelajaran
disampaikan dengan jelas) √
2. Guru mengelola kelas dengan baik √
3. Metode/pendekatan variatif √
4. Guru menggunakan alat bantu/media pembelajaran (alat peraga, peta,
OHP, kaset & tape recorder, computer & LCD, CD interaktif, dsb) √
5. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membantu mengatasi
kesulitan peserta didik √
6. Guru menggunakan teknik bertanya dengan bahasa yang baik dan
benar √
7. Guru mendorong peserta didik untuk memanfaatkan teknologi
informasi (Komputer, internet) √
8. Peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran √
9. Pada kegiatan pembelajaran Nampak ada proses : eksplorasi, elaborasi
dan konfirmasi √
10. Peserta didik tampak ceria dan antusias dalam belajar √
11. Ada penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi
(ketercapaian tujuan pembelajaran) √
12. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP √
13. Pembelajaran diselesaikan tepat waktu √
C. PENUTUP
1. Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman hasil
pembelajaran √
2. Pemberian tugas untuk pertemuan berikutnya √
Dari tabel terlihat bahwa pada komponen pendahuluan ketika guru
memberikan apersepsi motivasi, penyampaian tujuan pembelajaran,
pada komponen kegiatan inti ketika peran guru sebagai fasilitator,
penguasaan materi, mengajak peserta didik aktif berpartisipasi, antusias
dalam belajar, dan pada bagian penutup ketika membimbing peserta
didik membuat rangkuman dan merefleksi kegiatan memperoleh
capaian 4 dengan kriteria ‘Baik’. Sudah ada peningkatan dibandingkan
siklus 1. Sedangkan pada kegiatan inti, penggunaan metode/pendekatan
variatif, penggunaan media pembelajaran, dan dorongan pada peserta
didik untuk memanfaatkan TIK sudah mulai tampak walaupun belum
maksimal. Pada kegiatan inti yang lain yaitu pengelolaan kelas, teknik
bertanya dengan bahasa yang baik dan santun, penilaian untuk
mengetahui pencapaian kompetensi, pelaksanaan pembelajaran sesuai
dengan RPP, dan ketepatan waktu juga ada sedikit peningkatan dengan
capaian 3. Dibandingkan siklus 1 sudah ada sedikit peningkatan.
Pengakuan dari guru Junior pelaksanaan observasi pada siklus 1 ke
siklus 2 hanya berselang satu hari, sehingga diakui persiapannya masih
kurang maksimal. Supervisor tetap memberikan apresiasi positif dan
memberikan pujian atas upaya yang dilakukan guru Junior. Untuk
menentukan tujuan pembelajaran, menentukan metode pembelajaran
dan menentukan penilaian hasil belajar memperoleh capaian 3 dengan
kriteria Baik. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran guru Junior
di kelas sudah ‘Baik’.
3.10 Kegiatan Pascaobservasi Guru Junior Siklus 2
Dari instrumen observasi kegiatan pembelajaran di kelas dilakukan
tanya jawab pada guru Junior dengan hasil yang tertera sebagai berikut.
Tabel 3.10 Daftar Pertanyaan Pascaobservasi pada Siklus 2
NO. PERTANYAAN JAWABAN
1. Bagaimana pendapat saudara setelah menyajikan pelajaran ini Perlu
ada metode lain yang lebih bervariasi terkait dengan pembelajaran
menyunting.
2. Apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan?
Sudah sesuai, tapi belum maksimal dalam mnggali potensi menulis
peserta didik.
3. Dapatkah saudara menceritakan hal-hal yang dirasakan memuaskan
dalam proses pembelajaran tadi? Peserta didik mampu menulis dengan
struktur yang tepat.
4. Bagaimana perkiraan saudara mengenai ketercapaian tujuan
pembelajaran? Apa yang diharapkan guru belum tercapai secara
maksimal
5. Apa yang menjadi kesulitan peserta didik? Peserta didik kesulitan
menggunakan huruf kapital
6. Apa yang menjadi kesulitan Saudara? Mengajarkan peserta didik
menggunakan huruf kapital dalam mengembangkan paragraf.
7. Adakah alternatif lain untuk mengatasi kesulitan Saudara?
Menambahkan kegiatan pramenulis pertahap
8. Marilah bersama-sama kita identifikasi hal-hal yang telah mantap dan
hal-hal yang perlu peningkatan, berdasarkan kegiatan yang baru saja
saudara lakukan dan pengamatan saya. 1) Perlu latihan berkelanjutan
tentang menyuntin teks deskripsi.
2) Perlu diberi materi kebahasaan tentang huruf kapital
9. Dengan demikian, apa yang akan saudara lakukan untuk pertemuan
berikutnya? Menambahkan media yang lebih bervariasi untuk
pembelajaran menyunting
Kesan umum :
Pembelajaran sudah mengajak peserta didik untuk senang dalam
menulis
Saran :
Perlu disisipkan media berbasis IT dalam pembelajaran yang menggali
kreatifitas dan aktif untuk berpikir
Secara umum pembelajaran sudah mengajak peserta didik untuk senang
dalam menulis dan masih diperlukan latihan berkelanjutan tentang teks
deskripsi. Dari kesulitan guru Junior dalam mengajarkan penggunaan
huruf kapital dalam mengembangkan paragraf perlu disisipkan media
berbasis IT dalam pembelajaran yang menggali kreatifitas dan aktivitas
dalam berpikir dan menambahkan media yang lebih bervariasi untuk
pembelajaran menyunting.
c. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dengan pembimbingan dan ketika mengisi instrumen
pascaobservasi calon kepala sekolah memperlihatkan hasil penilaian
tentang instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran untuk guru
Junior masih perlu ditingkatkan kembali untuk lebih baik. Peserta didik
perlu dimotivasi dengan keterampilan dalam menulis dengan model
multi literasi dan menantang. Model pembelajaran yang variatif dan
kooperatif perlu dipelajari lebih mendalam untuk dapat menerapkannya
dengan tepat.
d. Hasil
Hasil dalam instrumen perencanaan kegiatan pembelajaran
menunjukkan guru Junior memperoleh nilai 84 %, dengan perhitungan
nilai perolehannya adalah sebagai berikut.
Jumlah skor Nilai
Nilai Perolehan = ———————- x 100 %
Skor ideal
37
= —- x 100%
44
= 84 %
Dalam instrumen observasi kegiatan pembelajaran di kelas, memperoleh
nilai 83,82 % dengan perhitungan nilai perolehannya sebagai berikut.
Jumlah skor nilai
Nilai Perolehan = ———————- x 100 %
Skor ideal
57
= —- x 100%
68
= 83,82 %
Untuk observasi kelas calon kepala sekolah sudah melihat guru Junior
mengajar dengan memanfaatkan Teknologi Informai Komputer (TIK), di
akhir pembelajaran guru Junior mengajar peserta didik untuk
menyimpulkan dan merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan.
Selanjutnya supervisor bersama guru Junior mendiskusikan hal-hal yang
sudah dilaksanakan dalam supervisi siklus 2 yang nantinya digunakan
sebagai tindak lanjut.
Kesimpulan hasil observasi guru Junior siklus 2 adalah : Guru yang
bersangkutan merasakan ada perubahan ke arah yang lebih baik
dibandingkan sebelumnya, walaupun belum sempurna, guru yang
bersangkutan menyatakan seandainya kegiatan seperti ini sering
dilakukan akan sangat memberikan manfaat yang positif dan lebih bagi
guru dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran yang menantang.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan
supervisi akademik merupakan kegiatan yang seharusnya dilaksanakan
untuk menghasilkan kegiatan pembelajaran yang lebih baik dan
meningkatkan kompetensi guru.
C. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
Kompetensi paedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus
dimiliki guru, termasuk oleh seorang kepala sekolah. Kompetensi
paedagogik menyangkut kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran diawali dengan proses
penyusunan perangkat perencanaan pembelajaran. Menyusun perangkat
pembelajaran merupakan tugas guru yang paling utama dan pokok
dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari. Perangkat
pembelajaran ini terdiri atas silabus dan RPP, yang di dalamnya memuat
bahan ajar dan perangkat