0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan28 halaman

SAP Penyuluhan Keluarga Berencana

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan alat kontrasepsi. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada sasaran tentang berbagai jenis alat kontrasepsi, keuntungan, efek samping, dan komplikasinya agar dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai. Materi penyuluhan mencakup pengertian keluarga berencana, jenis alat kontrasepsi, keuntungan, efek samping, dan evaluasi penyuluhan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan28 halaman

SAP Penyuluhan Keluarga Berencana

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan alat kontrasepsi. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada sasaran tentang berbagai jenis alat kontrasepsi, keuntungan, efek samping, dan komplikasinya agar dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai. Materi penyuluhan mencakup pengertian keluarga berencana, jenis alat kontrasepsi, keuntungan, efek samping, dan evaluasi penyuluhan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ALAT KONTRASEPSI

Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah


Praktik Asuhan Kebidanan Holistik Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi

Dosen Pengampu:
Asworoningrum, SST.,[Link].

Disusun Oleh :
Natasya Cindy Saraswati P17312215035

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN MALANG
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


ALAT KONTRASEPSI

Mahasiswa,

Natasya Cindy Saraswati


NIM P17312215035

Pembimbing Institusi Pembimbing Klinik

Asworoningrum, SST., [Link] Sumidjah, A. Md. Keb


NIP 198207052008122003
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Keluarga Berencana (KB)


Hari/Tanggal : Kamis, 13 Januari 2022
Waktu : 16.00 WIB
Penyaji : Natasya Cindy Saraswati
Tempat : PMB Sumidjah

A. LATAR BELAKANG

Paradigma baru program keluarga berencana nasional telah diubah


visinya dari mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
(NKKBS) menjadi visi untuk mewujudkan “Keluarga Berkualitas Tahun 2015”.
Program Keluarga Berencana (KB) salah satu kebijakan kependudukan yang
sangat populer dalam bidang kelahiran (fertilitas). Menurut Sulistyawati (2012),
program KB bertujuan untuk memenuhi permintaan pelayanan kesehatan
reproduksi yang berkualitas serta mengendalikan angka kelahiran yang pada
akhirnya akan meningkatkan kualitas penduduk dan mewujudkan keluarga kecil
berkualitas. Penentuan jarak kehamilan salah satu cara untuk mengendalikan
angka kelahiran, menentukan berapa jarak yang akan direncanakan diantara
kehamilan yang satu dengan yang lain (Mustikawati, 2015: 16).
Berdasarkan pandangan dari World Health Organisation (WHO) tahun
1970 keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan
suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan atau mendapatkan
kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan
menentukan jumlah anak dalam keluarga. Kontrasepsi adalah upaya untuk
mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula
bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang
mempengaruhi fertilitas (Sundari, 2016: 9).
World Health Organization (WHO) tahun 2014 penggunaan kontrasepsi
telah meningkat di banyak bagian dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin dan
terendah di Sub-Sahara Afrika. Secara global, pengguna kontrasepsi modern
telah meningkat tidak signifikan dari tahun 1990 sampai tahun 2014, mengalami
peningkatan dari 54% menjadi 57,4% pada tahun 2014. Secara regional, proporsi
pasangan usia subur 15-49 tahun melaporkan penggunaan metode kontrasepsi
modern telah meningkat minimal 6 tahun terakhir. Di Afrika dari 23,6% menjadi
27,6%, di Asia telah meningkat dari 60,9% menjadi 61,6%, sedangkan Amerika
latin dan Karibia naik sedikit dari 66,7% menjadi 67,0% (WHO, 2014).
Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama
diperlukannya pelayanan keluarga berencana. Masih banyak alasan lain,
misalnya membebaskan wanita dari rasa khawatir terhadap terjadinya kehamilan
yang tidak diinginkan. Banyak perempuan mengalami kesulitan di dalam
menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya terbatasnya metode
yang tersedia tetapi juga oleh ketidak tahuan mereka tentang persyaratan dan
keamanan metode kontrasepsi tersebut (Prihatin & lisa, 2015: 30).
Berbagai macam kontrasepsi terdiri dari metode nonhormonal, hormonal,
mekanis dan kontrasepsi mantap. Kontrasepsi nonhormonal meliputi metode
kalender, suhu basal, lendir serviks, simpto, coitus interuptus, kondom, barrier,
metode hormonal, yaitu kontrasepsi pil, Suntik, implant, kontrasepsi mekanis
yaitu IUD, sedangkan kontrasepsi mantap yaitu tubektomi dan vasektomi (Siti
dan Mega, 2013:1)
KB suntik juga mempunyai banyak efek samping seperti peningkatan
berat badan, sakit kepala, dan nyeri payudara. Efek-efek samping seperti ini tidak
berbahaya dan cepat hilang. Pemberian kontrasepsi suntikan juga sering
menimbulkan gangguan haid seperti spotting dan amenorhea. Amenorhea adalah
keadaan tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita amenorhea sendiri
terbagi menjadi dua yaitu amenorea primer dan sekunder. Amenorhea primer,
yang menurut definisinya adalah kegagalan mencapai menarche, seringkali
merupakan hasil penyimpangan kromosom yang menyebabkan insufisiensi
ovarium primer (misalnya, sindrom Turner) atau kelainan anatomis (misalnya
agenesis Müllerian). Amenorhea sekunder didefinisikan sebagai penghentian
menstruasi reguler selama tiga bulan atau penghentian menstruasi tidak teratur
selama enam bulan (Klein, AD, 2013:1)
Suntik depo progestin dengan gangguan haid berupa amenorhea
disebabkan oleh progesteron dalam komponen Depo Medroksi Progesteron
Asetat (DMPA) menekan Luteinizing Hormone (LH). Meningkatnya DMPA
dalam darah akan menghambat LH , perkembangan folikel dan ovulasi selama
beberapa bulan. Selain itu, DMPA juga mempengaruhi penurunan Gonadotropin
Releasing Hormone (GnRH) dari hipotalamus yang menyebabkan pelepasan
Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) dari
hipofisis anterior berkurang. Penurunan FSH akan menghambat perkembangan
folikel sehingga tidak terjadinya ovulasi atau pembuahan. Pada pemakaian
DMPA menyebabkan endometrium menjadi lebih dangkal dan atropis dengan
kelenjar- kelenjar yang tidak aktif sehingga membuat endometrium menjadi
kurang baik atau tidak layak untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi
(Riyanti, 2011: 8).

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran
mengetahui tentang KB.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran diharapkan dapat:
a. Menjelaskan kembali pengertian KB dengan tepat
b. Menyebutkan 3 dari 5 jenis KB dengan tepat
c. Menyebutkan 3 dari 5 keuntungan dan kerugian KB dengan tepat
d. Menyebutkan 3 dari 5 efek samping KB dengan tepat
C. SASARAN
Ny. “O” Pasien Nifas PMB Sumidjah

D. GARIS BESAR MATERI


1. Pengertin KB
2. Jenis KB
3. Keuntungan KB
4. Efek samping KB
5. Komplikasi KB

E. PELAKSANAAN KEGIATAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 10 menit Pembukaan - Menyampaikan salam
- Perkenalan diri
- Menjelaskan tujuan
- Apersepsi
2 15 menit Pelaksanaan - Menjelaskan dan
menguraikan materi
- Memberi kesempatan
peserta untuk
bertanya
- Menjawab pertanyaan
peserta yang belum
jelas
3 10 menit Evaluasi - Feedback
- Memberikan reward
4 5 menit Terminasi - Menyimpulkan hasil
peyuluhan
- Mengakhiri kegiatan
(salam)
E. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

F. MEDIA
1. ABPK
2. Leaflat

[Link] EVALUASI
1. Struktur
a. Persiapan Media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan
siap digunakan. Media yang akan digunakan adalah APBK dan leaflet
b. Persiapan Materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dalam
bentuk leaflet.
c. Undangan atau Peserta
Dalam penyuluhan ini yang diundang yakni pasangan suami istri.

2. Proses Penyuluhan
a. Kehadiran peserta suami dan istri
b. Peserta aktif mendengarkan materi yang disampaikan.
c. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara
penyuluh dan peserta.
d. Peserta yang hadir diharapkan tidak ada yang meninggalkan tempat
penyuluhan.
e. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai materi yang diberikan.

3. Hasil penyuluhan
a. Jangka Pendek
 Peserta dapat menjelaskan pengertian KB dengan benar
 Peserta dapat menyebutkan 2 jenis KB dengan benar
 Peserta dapat menyebutkan satu keuntungan dan kerugian KB
dengan benar
 Peserta dapat menjelaskan 2 efek samping KB dengan tepat
b. Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai pentingnya menggunakan
serta memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi klien.
Lampiran 1

MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian KB
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu
untukmendapatkan objek – objek tertentu, menghindari kehamilan yang
tidak diinginkan mendapatkan kehamilan yang diinginkan, mengatur
interval kehamilan, menentukanjumlah anak dalam keluarga, mengontrol
saat kelahiran dalam hubungan dengan umur
suami istri. (Hanafi. 2003).Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah
terjadinya kehamilan, alat yangdigunakan untuk menunda kehamilan dan
menjarangkan jarak kelahiran.( Hanifa. 2003 dan Manuaba. 2008).
2. Jenis-jenis KB
a. Kontrasepsi PIL
Kontrasepsi Pil adalah metode kontrasepsi hormonal yang digunakan
wanita,berbentuk tablet. Pada dasarnya kontrasepsi pil terbagi menjadi
tiga bagian, yaitu pilkombinasi, pil yang mengandung progesteron dan
pil yang mengandung [Link] Pil adalah salah satu
kontrasepsi yang paling banyak digunakan kontrasepsi pil mengandung
hormon ekstrogen dan progesterone serta dapatmenghambat
[Link] pil ini harus diminum setiap hari secara [Link]
klinis terhadap pil memperlihatkan angka kegagalan pada tahun pertama
2,7 5di Indonesia. (Pendit, 2006)
 Jenis – jenis pil kombinasi ada 3 macam yaitu :
- Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
mengandung hormon
- estrogen/progesterone dalam dosis yang sama, dengan 7
tablet tanpa hormon.
- Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
mengandung hormon
- Estrogen/progesterone dengan dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpahormon.
- Trifasi : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
mengandung hormone
estrogen/progesterone dengan tiga dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpahormon (Saifuddin. 2003).
 Efektivitas
Pada pemakaian yang seksama, pil kombinasi 99 % efektif
mencegah [Link], pada pemakaian yang kurang
seksama, efektivitasnya masih mencapai 93 %.(Everett. 2007).
 Keuntungan
Keuntungan menggunakan kontrasepsi pil adalah dapat diandalkan
jikapemakaiannya teratur, meredakan dismenorea, mengurangi
resiko anemia mengurangi resiko penyakit payudara, dan
melindungi terhadap kankerendometrium dan ovarium.
 Kerugian
Kerugian menggunakan kontrasepsi pil adalah harus diminum
secara teratur, cermat, dan konsisten, tidak ada perlindungan
terhadap penyakit menular, peningkatan resiko hipertensi dan tidak
cocok digunakan ibu yang merokokpada usia 35 atahun. (Everett,
2007).
 Indikasi
Indikasi penggunaan kontrasepsi pil adalah usia reproduksi, telah
memiliki anak, Ibu yang menyusui tapi tidak memberikan asi
esklusif, ibu yang siklus haid tidak teratur, riwayat kehamilan
ektopik. (Sifuddin. 2003).
 Kontra indikasi
Kontra indikasi pengguna kontrasepsi pil adalah ibu yang sedang
hamil, perdarahan yang tidak terdeteksi, diabetes berat dengan
komplikasi, depresiberat dan obesitas.(Everett, 2007).
 Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja pil adalah dengan cara menekan gonadotropin
releasing hormon. Pengaruhnya pada hifofisis terutama adalah
penurunan sekresi luitenezing hormon (LH), dan sedikit folikel
stimulating [Link] tidakadanya puncak LH, maka ovulasi
tidak terjadi. Disamping itu, ovariummenjadi tidak aktif, dan
pemasakan folikel terhenti beserta lendir sevik mengalami
perubahan, menjadi lebih kental, gambaran daun pakis menghilang
sehingga penetrasi sperma menurun.
 Efek Samping
Efek samping kontrasepis pil Kombinasi adalah pertambahan berat
badan,perdarahan diluar siklus haid, mual, pusing dan amenorea.
(Hanifa. 2003).
 Cara pemakaian
Pil pertama dari bungkus pertama diminum pada hari kelima siklus
haid, dapat juga dimulai pada suatu hari yang diinginkan, misalnya
hari minggu, agar mudah diingat lalu diminum terus – menerus pada
pil yang berjumlah 28 tablet.(Hanifa. 1999).

b. Kontrasepsi Suntik
Kontrasepsi Suntik adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon
progesterone dan ekstrogen, kontrasepsi ada ada 2 macam yaitu suntil
yang sebulan sekali (syclopen) dan suntik 3 bulan sekali (depo propera),
akan tetapi ibu lebih suka menggunakan suntik yang sebulan karena
suntik sebulan dapat menyebabkan perdarahan bulanan teratur dan
jarang menyebabkan spoting. (Pendit. 2006).
 Efektifitas
Efektivitas kontrasepsi suntik adalah antara 99 % dan 100 % dalam
[Link] tinggat kegagalannya sangat kecil.
Keefektifannya 0,1 – 0,4 kehamilan per 100 perempuan selama
tahun pertama pemakaian. (Everett.2007).
 Kerugian
Kerugian kontrasepsi suntik adalah perdarahan tidak teratur,
perdarahan bercak, mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan,
efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat
epilepsi dan kemungkinan terjadi tumor hati.(Saifuddin. 2003).
 Keuntungan
Keuntungan kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sederhana setiap
8 sampai 12 mingggu, tingkat keefektivitasannya tinggi, tidak
menggagu pengeluaran pengeluaran asi. (Manuaba. 2008).
 Indikasi
Indikasi kontrasepsi suntik adalah usia reproduksi, telah mempunyai
anak, ibuyang menyusui, ibu post partum, perokok, , nyeri haid yang
hebat dan ibu yang sering lupa menggunakan kontrasepsi pil.
(Saifuddi. 2003).
 Kontra indikasi
Kontra indikasi kontrasepsi adalah ibu yang dicuriagai hamil,
perdarahan yangbelum jelas penyebabnya, menderita kanker
payudara dan ibu yang menderita diabetes militus disertai
komplikasi.
 Efek samping
Efek samping kontrasepsi suntik adalah sakit kepala, kembung,
depresi, berat badan meningkat, perubahan mood, perdarahan tidak
teratur dan amenore.
 Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja kontrasepsi suntik adalah menghalangi
pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum,
mengentalkan lendir serviks sehingga sulit ditembus spermatozoa,
perubahan peristaltik tuba fallopi sehingga konsepsi dihambat
mengubah suasana endometrium sehingga tidaksempurna untuk
implantasi hasil konsepsi
 Jenis – jenis suntik
Jenis kontrasepsi suntik ada 3 macam yaitu depopropera yang berisi
progesterone asetat dan diberikan dalam suntikan 150 mg setiap 12
[Link] berisi noresteron dan diberikan dalam suntikan
200 mg setiap [Link] diberikan melaui suntikan setiap 4
minggu. (Everett. 2007).
 Cara pemakaian
Cara pemakaian kontrasepsi suntik adalah melaui suntikan, dapat
dilakukan segera setelah post partum, setelah post abortus
:Depopropera harus diberikan dalam 5 haripertama haid, tidak
dibutuhkankontrasepsi tambahan dan selajutnya diberikan setiap 12
minggu. Noristerat harus diberikan pada masa mestruasi, tidak
dibutuhkan kontrasepsitambahan setelah itu diberikan setiap 8
[Link] diberikan melaui suntikan setiap 4 minggu
(Everett. 2007).
c. Kontrasepsi Susuk
Implant adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam bawah kulit,
yang memiliki keefektivitas yang cukup tinggi, dan merupakan
kontrasepsi jangka panjang 5 tahun serta efek perdarahan lebih ringan
tidak menaikan tekanan darah. Sangat efektif bagi ibu yang tidak boleh
menggunakan obat yang mengandung estrogen.(Hanifa. 1999).
 Mekanisme kerja
Mekanisme kerja implant adalah dapat menekan ovulasi, membuat
getah serviks menjadi kental, membuat endometrium tidak siap
menerima kehamilan. Dengan konsep kerjanya adalah progesteron
dapat mengahalangi pengeluaranLH sehingga tidak terjadi ovulasi
dan menyebabkan situasi endometrium tidaksiap menjadi tempat
nidasi.
 Jenis – jenis
Jenis – jenis kontrasepsi susuk adalah : Norplan dari 6 batang
silastik lembutberongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter
2,4 mm, yang di isi dengan36 mg levonolgestrel dengan lama
kerjanya 5 tahun. Implanon terdiri dari satu batang putih lentur
dengan panjang kira – kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang di isi
dengan 68 mg 3-keto desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
Jedenadan indoplan Terdiri dari 2 batang yang di isi dengan 75 mg
levonolgesterdengan lama kerjanya 3 tahun. (Saifuddin. 2003)
 Keuntungan
Keuntungan kontrasepsi implant adalah dipasang selama 5 tahun,
control medisringan, dapat dilayani di daerah pedesaan, penyulit
tidak terlalu tingggi, biaya ringan. (Manuaba 2008).
 Kerugian
Kerugian kontrasepsi implant adalah terjadi perdarahan bercak,
meningkatnyajumlah darah haid, berat badan bertambah,
menimbulkan acne, dan membutuhkan tenaga yang ahli untuk
memasang dan membukanya.
 Indikasi
Indikasi kontrasepsi implant adalah wanita usia subur, wanita yang
inginkontrasepsi jangka panjang, ibu yang menyusui, pasca
keguguran
 Kontra indikasi
Kontra indikasi kontrasepsi implant adalah ibu yang hamil,
perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya, adanya penyakit hati
yang berat, obesitas dan depresi. (Everett. 2007).
 Efek samping
Efek samping kontrasepsi implant adalah nyeri , gatal atau infeksi
pada tempatpemasangan, sakit kepala, mual, perubahan moot,
perubahan berat badan, jerawat, nyeri tekan pada payudara, rambut
rontok. ( Everett. 2007).
 Waktu pemasangan
Waktu pemasangan yang baik dalam pemasangan implan adalah :
Setiap saatselama siklus haid hari ke – 2 sampai hari ke- 7 tidak
diperlukan metodekontrasepsi tambahan. Insersi dapat dilakukan
setiap saat, asal saja diyakini tidak terjadi kehamilan, bila insersi
setelah hari ke – 7 siklus haid, klien janganmelakukan hubungan
seksual atau menggunakan kontrasepsi lainnya untuk 7 hari saja.
Bila menyusui antara 6 minggu sampai 6 bulan pasca persalinan
insersi dapat dilakukan setiap saat, bila menysui penuh, klien tidak
perlu memakai metode kontrasepsi lain. Waktu yang paling untuk
pemasangan implant adalah sewaktu haid berlangsung atau masa pra
ovulasi dari siklushaid, sehingga adanya kehamilan dapat
disingkirkan. (Hanifa. 2003).
 Cara pemasangan
Cara pemasangan implant adalah :
- Mempersiapkan pasien yaitu dengan menganjurkan pasien
membersihkanlengan yang akan [Link] lengan yang
jarang digunakan.
- Gunakan cara pencegahan infeksi.
- Pastikan kapsul – kapsul tersebut berad sedikit 8 cm diatas
lipatan siku di daerah media lengan.
- Suntikan lidokain sebanyak 0,5 ml lalu lakukan insisi yang
kecil, hanya sekedar menembus kulit.
- Masukkan trokar melalui luka insisi dengan sudut yang
kecil.
- Kemudian masukkan implant secara perlahan – lahan sampai
semua implant masuk kedalam bawah kulit.
- Kapsul pertama dan keenam harus membentuk sudut 750
- Kemudian cabut trokar perlahan, kemudian bersihkan luka
insisi dengan bethadine setelah itu tutup dengan kain kasa.
(Sifuddin. 2003).
 Cara pencabutan
Cara pencabutan implant adalah :
- Desinfeksi daerah yang akan di insisi.
- Suntikkan lidocain 5cc.
- Insisi diperdalam dan jaringan ikat lemak melekat pada kapsul
implant.
- Tangan kanan mendorong implant kearah insisi
- Tangan kiri memegang arteri klem untuk menjepit kapsul
implant
- Keluarkan kapsul implant satu – persatu.
- Setelah selesai bersihkan luka insisi, jahit jika luka terlalu dalan
ataulebar agar tidak terjadi perdarahan. (Manuaba, 2008).

d. Kontrasepsi IUD
IUD adalah suatu benda kecil dari plastic lentur, kebanyakan
mempunyai lilitan tembaga yang dimasukkan kedalam rahim. IUD
adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang
megandung tembaga. Kontrasepsi ini sangat efektif digunakan bagi ibu
yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormonal
dan merupakan kontrasepsi jangka panjang 8 -10 [Link] efek dari
IUD dapat menyebabkan perdarahan yanglama dan kehamilan ektopik.
Angka kegagalan pada tahun petama 2,2%. (Pendit.2006).
 Jenis – jenis IUD
Menurut Speroff 2003, jenis IUD ada beberapa macam yaitu : Lippe
lopp yang terbuat dari plastic, berbentuk huruf S. TCU – 380A
adalah alat yang berbentuk T, yang dililit tembaga pada lengan
horizontal dan lilitan tembaga memiliki inti perak pada batang. Sof
– T adalah IUD tembaga yang berbentukmirip rongga uterus.
Multiload 375, kawat tembaga yang dililit pada batangnya dan
berbentuk 2/3 lingkaran elips. Nova T mempunyai inti perak pada
kawat tembaganya pada batang dan sebuah lengkung besar pada
ujung [Link] adalah alat yang berbentuk T
mempunyai arah merekat padalengan vertical.
 Keuntungan
Menurut Saifuddin. 2003 dan V Taree. 2007 keuntungan
pemakaiankontrasepsi IUD adalah : Dapat segera aktif setelah
pemasangan. Metode jangkapanjang, tidak mempengaruhi produksi
asi. Tidak mengurangi laktasi. Kesuburan cepat kembali setelah IUD
[Link] di pasang segera setelah melahirkan. Meningkatkan
kenyamanan hubungan suami istri karena rasa aman terhadap resiko
kehamilan. Menurut PKMI. 2007 keuntungan IUD ada beberapa hal,
yaitu : Sangat efektif 0,6 - 0,8 kehamilan / 100 perempuan dalam 1
tahun pertama pemakaian. IUD dapat segera aktif setelah
[Link] jangka panjang (8 – 10 tahun pemakaian).
Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Tidak ada efek samping
hormonal. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume asi. Dapat
digunakan hingga menopause. Tidak ada interaksi dengan obat –
obatan.
 Efek Samping
Efek samping adalah akibat yang ditimbulkan atau reaksi yang
disebabkan oleh benda asing yang masuk kedalam tubuh dan tidak
diharapkan. Efek samping IUD menurut Saifuddin. 2003 antara
lain : Haid lebih banyak dan lama. Saat haid terasa sakit. Perdarahan
spoting. Terjadinya pedarahan yang banyak. Kehamilan insitu
 Indikasi
Menurut Glasier. 2005 yang merupakan indikasi pemakaian
kontrasepsi IUD adalah : Wanita yang menginginkan kontrasepsi
jangka panjang. Multigravida. Wanita yang mengalami kesulitan
menggunakan kontrasepsi lain.
 Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja IUD adalah mencegah terjadinya pembuahan
dengan penghambatan bersatunya ovum dengan sperma,
mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi dan
menonaktifkan sperma. Mekanisme kerja IUD adalah menghambat
bersatunya sperma dan ovum, mengurangi jumlah sperma yang
mencapai tuba fallopi, menonaktifkan sperma, menebalkan lendir
serviks sehingga menghalangi pergerakan sperma (Mansjoer 2007).
Mekanisme kerja IUD adalah dapat menimbulkan reaksi radang
pada endometrium dengan mengeluarkan leokosit yang dapat
menghancurkan blastokista atau [Link] yang mengandung
tembaga juga dapat menghambat khasiat anhidrase karbon dan
fosfase alkali, memblok bersatunya sperma dan ovum, mengurangi
jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi dan menonaktifkan
sperma. IUD dapat menimbulkan infeksi benda asing sehingga akan
terjadi migrasi leokosit, makrofag dan menimbulkan perubahan
susunan cairan endometrium yang akan menimbulkan gangguan
terhadap spermatozoa sehingga gerakannya menjadi lambat dan
akan mati dengan sendirinya. (Manuaba. 2008). IUD bentuk insert,
contohnya lippes loop, menimbulkan reaksi benda asingdengan
terjadinya migrasi leokosit, limfosit dan makrofag. Pemadatan
lapisanendometrium menyebabkan gangguan nidasi hasil konsepsi
sehingga kehamilan tidak terjadi (Manuaba. 2008).
 Kerugian
Kerugian pemakaian kontrasepsi IUD adalah : Menstruasi yang
lebih banyak dan lebih lama. Infeksi dapat terjadi saat pemasangan
yang tidak steril. Ekspulsi (IUD yang keluar atau terlepas dari
rongga rahim). Sedangkan kerugian pemakaian kontrasepsi IUD
adalah : Haid menjadi lebih lama dan banyak. Perdarahan spoting
(bercak – bercak). Kadang – kadang nyeri haid yang hebat, perlu
tenaga terlatih untuk memasangkan dan membuka IUD.
 Kontra Indikasi
Menurut Saifuddin. 2003 dan Burns. 2000 yang merupakankontra
indikasi pemakaian kontrasepsi IUD adalah : Wanita yang sedang
hamil. Wanita yang sedang menderita infeksi alat genitalia.
Perdarahan vagina yang tidak diketahui. Wanita yang tidak dapat
menggunakan kontrasepsi IUD. Wanita yang menderita PMS.
Wanita yang pernah menderita infeksi rahim. Wanita yangpernah
mengalami pedarahan yang hebat.
 Waktu Pemasangan
Waktu pemasangan IUD yang baik menurut Manuaba 2008 antara
lain : Bersamaan dengan menstruasi, Segera setelah menstruasi,
Pada masa akhir masa nifas, Bersamaan dengan seksio secaria, Hari
kedua dan ketiga pasca persalinan,Segera setelah post abortus.
 Waktu Pencabutan
Waktu pencabutan IUD yang baik menurut (Manuaba 2008) antara
lain : Ingin hamil lagi, Terjadi infeksi, Terjadi perdarahan, Terjadi
kehamilan insitu.

 Jadwal Pemeriksaan Ulang


Setelah dilakukan pemasangan IUD maka ibu harus melakukan
jadwal pemeriksaan ulang menurut Manuaba [Link] 458 antara
lain :
- Dua minggu setelah pemasangan
- Satu bulan setelah pemeriksaan pertama
- Tiga bulan setelah pemeriksaan kedua
- Setiap enam bulan sekali sampai satu tahun
- Jika ada keluhan
 Komplikasi
Komplikasi yang ditimbulkan karena pemasangan kontrasepsi IUD
menurut Manuaba 2008 yaitu :
- Perforasi, sering terjadi saat pemasangan dengan disertai ras
sakit sehingga perlu dibuka segera dan dilakukan observasi
terhadap infeksi atau perdarahan infeksi dapat menimbulkan
kehamilan ektopik karena pernah memakai IUD
- Abortus infeksi. Pemasangan IUD tanpa diketahui telah terjadi
kehamilan dapat menimbulkan perdarahn yang banyak karena
terjadi peningkatan aliran darah menuju uterus dan mudah
terjadi infeksi sampai abortus serta sepsis.

e. Kontrasepsi Mantap
Kontap adalah kontrasepsi permanen yang digunakan untuk mencegah
kehamilan. Kontap ada 2 macam yaitu tubektomi yang digunkan pada
wanita dan vasektomi yang digunakan pada pria. Keunggulan kontap
adalah merupakan kontrasepsi yang hanya dilakukan atau dipasang
sekali, relatif aman. Angka kegagalan kontap pada pria 0,1%-0,5 5
dalam tahun pertama sedangkan kegagalan pada kontap wanita kurang
dari 1% perseratus setelah satu tahun pemasangan. Kontap adalah alat
kontrasepsi mantap yang paling efektif digunakan, aman danmempunyai
nilai demografi yang tinggi. Kontap ada 2 macam yaitu tobektomi yang
dilakukan pada wanita dan vasektomi yang dilakukan pada pria.
 Tubektomi
Tubektomi adalah satu – satunya kontrasepsi yang permanent.
Metode ini melibatkan pembedahan abdominal dan perawatan di
rumah sakit yang melibatkan waktu yang cukup lama.
- Efektivitas
Tubektomi ini mempunyai efektivitas nya 99,4 % - 99,8 % per
100 wanitapertahun. Dengan angka kegagalan 1 – 5 per 100
kasus
- Keuntungan
Keuntungan tobektomi adalah efektivitas tinggi, permanen,
dapat segeraefektif setelah pemasangan.
- Kerugian
Kerugian tobektomi adalah melibatkan prosedur pembedahan
dan anastesi, tidak mudah kembali kesuburan.
- Indikasi
Indikasi tubektomi adalah wanita usia subur, sudah mempunyai
anak, wanita yang tidak menginginkan anak lagi.
- Kontra indikasi
Kontra indikasi adalah ketidak setujuan terhadap operasi dari
salah satu pasangan, penyakit psikiatik, keadaan sakit yang
dapat meningkatkan resiko saat operasi.
- Efek samping
Efek samping tubektomi dalah jika ada kegagalan metode maka
ada resikotinggi kehamilan ektopik, meras berduka dan
kehilangan (Everett. 2007).

 Vasektomi
Vasektomi adalah pilihan kontrasepsi permanent yang popular untuk
banyak pasangan. Vasektomi adalah pemotongan vas deferen, yang
merupakan saluranyang mengangkut sperma dari epididimis di
dalam testis ke vesikula seminalis.
- Efektivitas
Vasektomi adalah bentuk kontrasepsi yang sangat efektif.
Angka kegagalanlangsungnya adalah 1 dalam 1000, angka
kegagalan lanjutnya adalah antara 1dalam 3000.
- Keuntungan
Keuntungan adalah metode permanent, efektivitas permanen,
menghilangkankecemasan akan terjadinya kehamilan yang tidak
direncanakan, proseduraman dan sederhana
- Kontra indikasi
Kontra indikasi adalah ketidak mampuan fisik yang serius,
masalah urologi, tidak didukung oleh pasangan.
- Efek samping
Efek samping adalah infeksi, hematoma, granulose sperma.
3. Kondom
Kondom adalah suatu selubung atau sarung karet yang dipasang pada penis
(kondom pria) atau vagina (kondom Wanita) pada saat senggama. Kondom
pertama kali dipakai untuk menghindari terjadinya penularan penyakit
kelamin terbuat dari karet tipis (Lateks).
 Cara kerja:
- Barier penis sewaktu melakukan coitus
- Mencegah pengumpulan sperma pada vagina
 Efektifitas
- Gagal karena kondom yang bocor atau kurangnya kedisiplinan
pemakai.
- Kondom hanya digunakan untuk sekali pakai
- Pakailah kondom manakala penis sudah ereksi penuh
- Sarungkan dan tinggalkan sebagain kecil dari ujung kondom untuk
menampung sperma
- Kondom yang mempunyai kantong kecil diujungnya, jepit ujung
kondom sehingga yakin tidak ada udara
- Gunakan lubrikan ketika vagina kering untuk mencegah pergesekan
atau sobeknya kondom
- Keluarkan penis dari vagina sewaktu masih dalam keadaan ereksi
dan tahan sisi kondom untuk mencegah tertumpahnya sperma ke
dalam atau dekat vagina
- Simpan kondom ditempat yang kering dan sejuk
- Jangan memakai Vaselin sebagai pelumas karena dapat merusak
karet
- Periksa kondom setelah senggama untuk melihat adanya kerusakan
ataukah masih utuh atau tidak
 Keuntungan
- Memberi perlindungan terhadap PMS
- Tidak menggangu kesehatan klien
- Murah dan dibeli secara umum
- Tidak perlu pemeriksaan medis
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Metode kontrasepsi sementara
 Kerugian
- Angka kegagalan cukup tinggi ( 3-15 kehamilan per 100 wanita
pertahun)
- Perlu dipakai pada setiap saat hubungan seksual
- Mungkin mengurangi kenikmatan hubungan seksual
- Memerlukan penyediaan setiap kali hubungan seksual
 Indikasi
- Seseorang yang memerlukan kontrasepsi sementara
- Pasangan yang ingin menjarangkan anak
- Pasangan yang mengkhawatirkan efek samping metode lain
- Klien yang pernah atau sedang menderita PMS termasuk AIDS
- Wanita hamil dengan atau punya resiko menderita PMS selama
hamil
 Efek Samping
- Pernah dilaporkan kondom yang tertinggal di vagina
- Infeksi ringan
- Reaksi alergi terhadap kondom karet
DAFTAR PUSTAKA

Hanifa Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono


Prawiroharjo. 2003

Manuaba IBG. [Link] Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana


Untuk Pendidikan [Link]: EGC

Abdul Bari Saifuddin, dkk. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepasi.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Everett, S., 2007. Buku saku kontrasepsi & kesehatan seksual reproduktif. Jakarta
:EGC

Glasier Anna dkk, 2005. Keluarga Berencana &Kesehatan [Link] : EGC

Arif, Mansjoer, dkk., ( 2007 ), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Medica


Aesculpalus, FKUI, Jakarta.

Burn. A. pemberdayaan wanita dalam bidang kesehatan. editor edisi Indonesia.


Tanuan achmad. Yogyakarta: yayasan esentria medica
Lampiran

Anda mungkin juga menyukai