0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan10 halaman

Pengaruh Leaflet dan Booklet pada Kecemasan Anestesi

Dokumen tersebut membahas latar belakang mengenai kecemasan pasien sebelum operasi dan pentingnya pemberian informasi mengenai prosedur anestesi spinal untuk mengurangi kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan leaflet dan booklet dalam memberikan informasi prosedur anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien.

Diunggah oleh

Azuyddin AzRa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan10 halaman

Pengaruh Leaflet dan Booklet pada Kecemasan Anestesi

Dokumen tersebut membahas latar belakang mengenai kecemasan pasien sebelum operasi dan pentingnya pemberian informasi mengenai prosedur anestesi spinal untuk mengurangi kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan leaflet dan booklet dalam memberikan informasi prosedur anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien.

Diunggah oleh

Azuyddin AzRa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan teknologi membuat pelayanan kesehatan menjadi semakin

berkembang, terutama dalam hal anestesi. Pemberian anestesi adalah upaya

menghilangkan nyeri dengan sadar (spinal anestesi) atau tanpa sadar (general

anestesi) guna menciptakan kondisi optimal bagi pelaksanan pembedahan

(Sabiston, 2011). Prosedur operasi akan memberikan suatu reaksi emosional

bagi pasien seperti ketakutan atau perasaan tidak tenang, marah, dan

kekhawatiran (Muttaqin & Sari, 2009).

Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan

penyuntikan obat anestesi lokal ke dalam ruang subaraknoid. Anestesi spinal

disebut juga sebagai blok spinal intradural atau blok intratekal. Anestesi

spinal dihasilkan bila kita menyuntikkan obat analgesik lokal ke dalam ruang

subaraknoid diantaranya vertebra Lumbal 2 dan Lumbal 3, Lumbal 3 dan

Lumbal 4 atau Lumbal 4 dan Lumbal 5 (Latief, 2009).

Anestesi regional atau spinal beberapa tahun terakhir telah

mendapatkan penerimaan luas dari dunia medis dikarenakan efek

fisiologisnya yang menjadi alasan para petugas medis untuk mengaharapkan

hasil yang lebih baik. Alasan pemilihan blokade regional diantaranya pada

anestesi umum terdapat resiko gagalnya intubasi endotracheal dan

1
2

perpanjangan masa penyembuhan, serta mual dan muntah yang dapat

menyebabkan aspirasi isi lambung ke paru-paru. Terdapat insidensi mortalitas

akibat aspirasi sebesar 10% pada pasien yang menjalani anestesi umum

(Cristiana & Bisri, 2015).

Masalah yang ditemukan pada pasien preanestesi yaitu kecemasan.

Pasien dapat mengalami kecemasan karena merupakan suatu respon antisipasi

terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu

ancaman terhadap perannya dalam hidup, integritas tubuh, bahkan

kelangsungan hidup pasien itu sendiri. Kecemasan dapat menimbulkan

adanya perubahan secara fisik maupun psikologis yang akhirnya

mengaktifkan saraf otonom simpatis sehingga meningkatkan denyut jantung

dan tekanan darah. Pada akhirnya dapat merugikan pasien itu sendiri karena

akan berdampak pada pelaksanaan operasi.

Keadaan pasien yang cemas dalam menghadapi operasi akan

menghambat jalannya operasi. Respon tubuh akan mengalami penurunan

dalam mekanisme sistem tubuh. Akibat dari kecemasan yang sangat hebat

maka ada kemungkinan operasi tidak bisa dilaksanakan karena muncul

kelainan seperti peningkatan tekanan darah cukup tinggi serta irama jantung

tidak normal sehingga kalau tetap dilakukan operasi dapat mengakibatkan

penyulit dalam menghentikan perdarahan bahkan setelah operasi pun sangat

mengganggu proses penyembuhan. Selain itu, kecemasan menyebabkan

gangguan tidur, mual, kelelahan, dan tidak adekuat respon terhadap obat-

obatan anestesi dan analgesia (Fortier, Rosario, Martin&Kain, 2010).


3

Cara untuk membantu pasien dalam mengurangi kecemasan sebelum

operasi yaitu pendidikan kesehatan, kerohanian, pendampingan pasien, dan

konsultasi dengan ahli jiwa. Terapi psikologis dengan pemberian pendidikan

kesehatan dapat dilakukan untuk mempermudah pemberian informasi tentang

kesehatan dimana pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu

kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada

masyarakat, kelompok atau individu. Harapan yang ingin dicapai dengan

adanya pesan tersebut adalah agar masyarakat, keluarga atau individu dapat

memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dengan lebih baik.

Pemberian pendidikan kesehatan tentang prosedur anestesi spinal pada

pasien yang akan menjalani operasi wajib dilaksanakan oleh perawat anestesi.

Tindakan perawat dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien

didasarkan pada UU No.38 tahun 2014 pasal 37 yang menyebutkan perawat

mempunyai kewajiban untuk memberikan informasi yang lengkap, jujur,

benar, jelas, dan mudah dimengerti mengenai tindakan keperawatan pada

klien dan/atau keluarga sesuai dengan batas kewenangannya (Kementerian

Hukum dan HAM RI, 2014).

Pesan yang hanya disampaikan dengan kata-kata saja atau secara lisan

kurang efektif dalam menyampaikan informasi. Media/alat bantu dapat

digunakan dalam membantu menyampaikan informasi, sehingga dapat

meningkatkan persepsi penerima pesan. Media yang digunakan untuk

pendidikan kesehatan terdiri atas media elektronik dan media cetak. Media
4

cetak terdiri dari leaflet, booklet, flyer, flip chart, dan rubric (Notoatmodjo,

2014).

Leaflet adalah selembar kertas yang mengandung isi tertentu berisikan

tulisan dan gambar untuk menyampaikan sebuah pesan dan mudah dibawa

(Suiraoka, 2012). Leaflet termasuk media cetak yang bermanfaat

menyampaikan pesan dan diharapkan dapat membawa akibat terhadap

perubahan perilaku kesehatan. Menurut hasil penelitian Rizki tahun 2019 di

RSUD Ungaran, didapatkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan

menggunakan media leaflet dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien pre

operasi.

Booklet sebagai salah satu media edukasi yang dapat memuat informasi

lebih banyak dan terinci dibanding dengan media edukasi visual lainnya

seperti leaflet dan poster (Adawiyani, 2013). Booklet terdiri dari beberapa

baris dan bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi,

anjuran, maupun larangan-larangan kepada masyarakat. Hasil dari penelitian

Sukariaji, dkk tahun 2017 di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo yaitu

sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan booklet spinal

anestesi sebagian besar mengalami cemas berat sebelum menjalani anestesi.

Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan booklet spinal anestesi

sebagian besar mengalami kecemasan ringan.

Leaflet dan booklet merupakan media cetak yang digunakan untuk

memberikan pendidikan kesehatan. Keduanya merupakan media yang mudah

dibawa kemana-mana dan dapat dibaca atau dipelajari kembali sewaktu-


5

waktu. Namun, keduanya memiliki proporsi dan ukuran yang berbeda.

Leaflet merupakan media selembar kertas yang berisi tulisan dan gambar

yang lebih singkat, sedangkan booklet terdiri dari berlembar-lembar kertas

dan menyajikan informasi yang lebih banyak dari leaflet.

Berdasarkan catatan dari rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah

Wates Kulon Progo dari bulan September-November tahun 2019, jumlah

pasien yang menjalani spinal anestesi sebanyak 341 pasien. Sehingga

didapatkan rata-rata pasien menjalani spinal anestesi 114 pasien per bulan.

Data kecemasan menghadapi spinal anestesi di ruang rawat inap tidak tercatat

secara empiris. Belum ada penanganan yang dilakukan di ruangan jika terjadi

kecemasan pre operasi. Kunjungan yang dilakukan saat pre operasi di ruang

rawat inap oleh dokter ataupun perawat belum menggunakan media hanya

melakukan penjelasan secara lisan khusus tentang teknik spinal anestesi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul “Penggunaan Leaflet dan Booklet dalam Pemberian

Informasi Prosedur Anestesi Spinal terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi

di RSUD Wates”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya, peneliti

merumuskan masalah sebagai berikut : “apakah ada perbedaan pengaruh

penggunaan leaflet dan booklet dalam pemberian informasi prosedur anestesi

spinal terhadap kecemasan pasien pre operasi di RSUD Wates?”


6

C. Tujuan penelitian

1. Tujuan umum

Mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan leaflet dan booklet dalam

pemberian informasi prosedur anestesi spinal terhadap kecemasan pasien

pre operasi di RSUD Wates.

2. Tujuan khusus

a. Mengetahui pengaruh penggunaan leaflet dalam pemberian informasi

prosedur anestesi spinal terhadap kecemasan pasien pre operasi di

RSUD Wates.

b. Mengetahui pengaruh penggunaan booklet dalam pemberian informasi

prosedur anestesi spinal terhadap kecemasan pasien pre operasi di

RSUD Wates.

D. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang keperawatan

anestesiologi pada tahap pre spinal anestesi yang dilakukan di RSUD Wates.

E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam

pengembangan ilmu keperawatan khususnya di bidang keperawatan

anestesi tentang tata laksana penurunan tingkat kecemasan pasien pre

operasi salah satunya dengan pemberian informasi prosedur anestesi.


7

2. Manfaat praktis

a. Pasien pre operasi di RSUD Wates

Dapat memberi dan menambah pemahaman tentang prosedur anestesi

spinal sehingga dapat mengurangi kecemasan saat akan menjalani

operasi.

b. Perawat pelaksana di RSUD Wates

Dapat digunakan sebagai acuan bagi profesi perawat anestesi dalam

meningkatkan kualitas pelayanan dan memaksimalkan persiapan

psikologis pasien pre operasi khususnya dengan pemberian penkes

dengan media yang tepat.

c. Institusi RSUD Wates

Dapat memberi masukan dalam menyusun prosedur tata laksana

penurunan tingkat kecemasan pasien pre operasi salah satunya

dengan pemberian informasi prosedur anestesi dengan menggunakan

media yang tepat. Dalam praktik di rumah sakit sehingga

memaksimalkan persiapan psikologis pasien sebelum operasi.

d. Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Sebagai bahan kajian dan wawasan mahasiswa agar dapat

mengetahui perbedaan penggunaan leaflet dan booklet dalam

pemberian informasi prosedur anestesi spinal terhadap penurunan

kecemasan pasien pre operasi.


8

F. Keaslian Penelitian

1. Affandi (2017) dengan judul ”Pendidikan Kesehatan Menggunakan

Media Leaflet Menurunkan Kecemasan pada Pasien Pre Anestesi dengan

Teknik Spinal Anestesi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

Purwokerto”. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment

dengan desain pre dan post tes pada kelompok intervensi dan kontrol.

Pengambilan sampel dengan cara concecutive sampling dengan jumlah 72

responden. Pengukuran kecemasan menggunakan The Amsterdam Pre

Operative Anxiety And Information Scale (APAIS).

Persamaan dengan penelitian ini yaitu terletak pada variabel bebas

yang diteliti yaitu kecemasan, metode penelitian yaitu quasi eksperiment,

subyek penelitian yaitu pada pasien spinal anestesi, alat ukur yang

digunakan yaitu APAIS, dan uji statistic dengan uji Wilcoxon dan uji

Mann Whitney. Perbedaan pada penelitian terdahulu hanya meneliti

pengaruh leaflet terhadap kecemasan sedangkan penelititan ini meneliti

perbedaan penggunaan leaflet dan booklet terhadap kecemasan. cara

pengambilan sampel pada penelitian terdahulu dengan concecutive

sampling sedangkan penelitian ini menggunakan purposive sampling.

Selain itu perbedaan juga terletak pada desain penelitian yang tidak

menggunakannya kelompok kontrol.

2. Sukariaji, dkk (2017) dengan judul penelitian “Pengaruh Pemberian

Pendidikan Kesehatan Menggunakan Booklet Spinal Anestesi Terhadap

Kecemasan Pada Pasien Sectio Caecarea di RSUD Dr. Tjitrowardojo


9

Purworejo”. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment without control

group. Tehnik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive

sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Alat ukur dengan

menggunakan The Amsterdam Preoperative Anxiety an Information Scale

(APAIS).

Persamaan dengan penelitian ini yaitu terletak pada variabel bebas

yang diteliti yaitu kecemasan, metode penelitian yaitu quasi eksperiment,

teknik sampling, dan alat ukur dengan APAIS. Perbedaan pada penelitian

terdahulu hanya meneliti pengaruh booklet terhadap kecemasan

sedangkan penelititan ini meneliti perbedaan penggunaan leaflet dan

booklet terhadap kecemasan. Kemudian perbedaan lain subyek pada

penelitian terdahulu adalah pasien sectio caecarea sedangkan penelitian

ini pada pasien pre operasi dengan spinal anestesi. Uji analisa data

peneliti terdahulu menggunakan uji paired t-test.

3. Rizki (2019) di RSUD Ungaran dengan judul “Pengaruh Pendidikan

Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Tingkat Kecemasan

Pada Pasien Pre Operasi”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian

quasy pre-post test design. Teknik consecutive sampling dengan non-

probability sampling dengan purposive sampling sebanyak 15 responden

pada kelompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol.

Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner HARS. Analisa data dengan

menggunakan uji Wilcoxon.


10

Persamaan terletak pada variabel bebas yang diteliti yaitu

kecemasan, metode penelitian yaitu quasi eksperiment. Perbedaan pada

penelitian terdahulu hanya meneliti pengaruh leaflet terhadap kecemasan

sedangkan penelititan ini meneliti perbedaan penggunaan leaflet dan

booklet terhadap kecemasan. subyek penelitian pada penelitian terdahulu

adalah pasien pre operasi, sedangkan subyek penelitian ini adalah pasien

pre operasi dengan spinal anestesi. Perbedaan juga terletak pada desain

penelitian yaitu quasy pre-post test design menggunakan kelompok

kontrol sedangkan penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol.

Instrumen pada penelitian terdahulu menggunakan kuesioner HARS

sedangkan penelitian ini dengan APAIS. Analisa data menggunakan uji

Wilcoxon.

Anda mungkin juga menyukai