Support dan Resistant
Strategi Support dan Resistance– sebelum kita menuju inti artikel , kamu harus tahu pengertian
support dan ressistance terlebih dahulu, 2 hal ini merupakan salah satu dasar dalam belajar trading,
support dan resistance adalah bentuk analisa tekhnikal untuk menentukan pegerakan harga, apakah
harga akan naik atau harga akan turun, biasanya harga naik dan turun di pengaruhi oleh supply and
demand, ketika permintaan (demand) naik dan penawaran (supply) turun, maka harga akan naik.
begitu juga sebaliknya saat permintaan (demand) turun dan penawaran (supply) naik, maka harga
akan turun. Support adalah sebuah area level dimana harga di yakini sebagai harga terendah pada
periode tersebut, jika kita melihat lebih detail pada grafik, support bisa juga di artikan sebagai
sebuah batas bahwa harga tidak mampu menembus harga terendah sebelumnya dalam periode itu,
biasanya saat harga sudah mencapai titik support disitu akan menjadi titik balik atau reversal harga
akan naik kembali, namun apabila harga mampu menembus(breakdown) titik support maka harga
akan turun ke bawah dan dia akan membuat titik support baru.
Apa Itu Resistance?
jika support adalah batasan bawah atau harga terendah di periode tersebut maka ressiten atau
resistance adalah batasan atas atau harga tertinggi , jadi ressiten adalah area level dimana harga di
yakini sebagai harga tertinggi di periode tersebut, ressiten juga bisa di artikan sebagai batas bahwa
harga tidak akan mampu menembus harga tertinggi di periode itu, saat harga sudah mencapai titik
resisten atau harga tertinggi , biasanya akan terjadi reversal atau pembalikan harga menjadi turun
kembali, namun apabila harga berhasil menembus titik resisten di periode itu, maka itu bisa
menjadi pertanda bahwa periode itu telah selesai , dan harga akan terus naik hingga sehingga harga
membuat titik resisten baru.
Secara sederhana, Support dan Resistance di ibaratkan sebagai dua atribut yang paling banyak
dibahas dalam analisis. Support didefinisikan sebagai level yang berpotensi menahan penurunan
harga.
Sebaliknya, Resistance adalah area level yang berpotensi menahan kenaikan harga. Level tersebut
digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah.
Pada dasarnya, Support dan Resistance bertujuan untuk mengetahui area yang tepat saat
mengambil posisi beli atau jual dan menentukan target dari pergerakan harga.
Area support pada umumnya adalah area yang dipakai sebagai acuan untuk mencari posisi beli,
sementara area resistance dipergunakan sebagai acuan untuk mencari posisi jual.
Oleh karena itu Support and Resistance dapat digabungkan dalam bentuk candlestick yang
dipercaya dapat menentukan pergerakan selanjutnya.
Support secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran mulai berkurang
dan permintaan bertambah sehingga jika hal tersebut terjadi, harga-harga akan naik pada level
tersebut.
Pada prinsipnya, apabila harga pasar berhasil menembus level support maka diperkirakan harga
pasar akan melanjutkan penurunannya sampai level support berikutnya.
Namun, apabila harga pasar tidak mampu menembus level tersebut, maka sudah dipastikan harga
pasar akan berbalik arah.
Level support yang sudah ditembus, dapat menjadi level resistance dan menekan harga pasar untuk
tetap terus naik.
Berbeda dengan Support, Resistance secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level dimana
penawaran melampaui batas maksimal dan permintaan sudah mulai berkurang, sehingga harga
pasar akan turun pada level tersebut.
Apabila harga pasar berhasil naik dan menembus level resistance, maka diperkirakan harga pasar
akan terus naik hingga level resistance berikutnya. Level resistance yang sudah ditembus akan
menjadi support dan dapat menahan pasar untuk turun melewati level tersebut.
Pada dasarnya, konsep Support dan Resistance sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh:
Pertama:
Anda mengetahui harga suatu barang yang sehari-harinya dijual sebesar Rp 1000. Namun suatu
hari, harga barang tersebut turun hingga Rp 800.
Keesokannya harga kembali naik menjadi Rp 1000. Maka anda akan berpikir pada saat itu bahwa
harga Rp 800 merupakan harga terbaik yang bisa anda dapatkan.
Disini kita dapat mempelajari bahwa, harga Rp 800 menjadi titik support yang menjaga harga
untuk tidak turun kembali karena secara psikologis harga ini cukup diminati oleh banyak orang.
Kedua:
Anda seorang pedagang cabai, dimana harga cabai dapat naik pada suatu tingkat harga tertentu.
Namun harga tersebut gagal untuk naik angka Rp 800.
Ini dikarenakan kekuatan pasar yang tidak cukup sehingga harga cabai tidak akan menjadi naik.
Anda akan berpikir bahwa harga Rp 800 adalah harga terbaik bagi Anda untuk menjual stok
barang Anda.
Oleh karena itu, harga Rp 800 ini menjadi titik resistance yang mencegah harga untuk naik karena
secara psikologis banyak yang ingin menjual di harga itu.
Resistance dianggap sebagai “langit” karena tingkat harga ini mencegah pasar untuk menggerakan
harga ke atas.
Meskipun sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, nyatanya Support dan Resistance cukup
penting untuk anda pelajari dalam trading forex.
Anda harus belajar mengamati chart forex dengan baik karena jika tidak, sudah dipastikan anda
akan mengalami kesulitan dalam melakukan trading.
Penerapan Strategi Support dan Resistance
1. Titik Tertinggi (Top) atau Titik Terendah (Bottom)
Metode ini merupakan cara sederhana untuk menentukan Support Resistance dengan melihat
data historis dimana harga bertahan.
2. Trendline
Trendline merupakan salah satu metode yang dapat digunakan sebagai support dan resistance.
Untuk bisa menggambar trendline dengan baik, anda harus mengenali tren-nya terlebih
dahulu dengan menggabungkan minimal dua titik lembah saat keadaan uptrend, dan
menggabungkan minimal dua titik puncak saat keadaan uptrend. Jika harga mendekati garis
trendline, maka peluang area dapat terbuka menjadi area resistance atau support
Note, jika anda ingin membuka posisi jual pastikan harga berada dalam downtrend dengan
resistance sebagai acuan harganya. Penempatan stop loss (SL) dan take profit (TP) juga bisa
memanfaatkan support dan resistance.
Sebagai contoh, untuk posisi beli anda bisa menempatkan SL di bawah support dan TP di bawah
resistance terdekat. Sebaliknya untuk posisi jual tempatkan SL di atas resistance dan TP di atas
support terdekat.
Teknik support and resistance (snr) adalah strategi klasik yang sering digunakan trader untuk
menentukan reverse/pembalikan harga. jika masih binggung tentang support dan ressiten,
sederhanya seperti ini
Support = interval harga sedang bergerak turun, lalu berbalik arah naik;
Resistance = interval harga sedang bergerak naik, lalu berbalik arah turun.
garis support dan resistance binomo
Dengan mengetahui support dan resistance kita bisa memprediksi kapan kira – kira harga akan
naik atau turun
Chart Eur/Usd 1 menit
Kata kunci untuk menggunakan teknik ini adalah ketika terbentuk pola ZIG-ZAG. Kita dapat
menggambar garis support dan resistance ketika melihat adanya pergerakan harga dengan pola zig
– zag. Seperti contoh di bawah ini
zig zag
kita bisa membuka posisi ketika harga sudah bersentuhan dengan garis support atau resistance.
contoh open posisi sell
Disini saya membuka sell dikarenakan kenaikan harga yang sudah bersentuhan dengan garis
resistance dan memberikan sinyal bahwa harga akan turun.
Analisa Mudah ala candlestick – hanya butuh 1 menit saja!
Candlestick adalah cermin dari tingkah laku para trader. Para trader pro yang sering profit pun
mengakui, bahwa analisa market dengan menggunakan candlestick lebih akurat daripada
menggunakan indikator, dan tidak butuh waktu lama juga! Yang menentukan jalannya market
adalah para trader itu sendiri, jadi candlestick adalah pilihan yang paling tepat untuk menjadi
prediksi, betul kan?
Cara baca candlestick yang akan kami share tidak rumit, dan mudah diterapkan untuk trader pemula
di Binary Options sekalipun. Simak trik candlestick di bawah ini!
Ⓒ Cari candlestick bullish yang muncul secara berurutan.
Jika muncul candlestick yang sama secara beturut-turut, itu berarti sedang ada trend. Nah, yang
akan diincar bukanlah trend tersebut, namun market yang berbalik arah. Ketika tiba-tiba muncul
candle bearish dengan harga closing yang lebih rendah
dari si candle bullish, ini berarti market mulai berbalik ke arah turun. Saatnya pilih LOW
Ⓒ Ketika market sedang flat, dan ada candle bullish / bearish yang menonjol sendiri
Pergerakan market yang flat tidak akan berlanjut selamanya, pada akhirnya market pasti akan
keluar dari keadaan flat dan mulai menunjukkan trend. Jika Anda mendapati ada candlestick
yang tiba-tiba menonjol naik/turun sendiri, pertanda trend akan mulai! Jika candlestick yang
menonjol adalah candlebullish, pilih HIGH. Jika candlestick tersebut adalah bearish, pilih
LOW.