Laporan Kerja Praktik PLTU Gresik
Laporan Kerja Praktik PLTU Gresik
Disusun Oleh:
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTIK DIVISI HAR MESIN PLTU-G
PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK
Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan bahwa mahasiswa Departemen Teknik
Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
Surabaya :
Oleh:
Fidya Fajar Cahyani NRP. 0421184000001
LEMBAR PENGESAHAN
Oleh:
Menyetujui:
Mentor Utama, Supervisor Divisi HAR-Mesin PLTU-G
PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK
LEMBAR PENGESAHAN
Oleh:
Menyetujui:
Mentor Pendamping, Divisi HAR-Mesin PLTU-G
PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
anugerahnya, kami dapat menyelesaikan laporan Kerja Praktik di PT. PJB Unit Pembangkitan
Gresik dengan tepat waktu. Adapun tujuan dari laporan ini adalah untuk memenuhi persyaratan
akademik serta persyaratan kegiatan Kerja Praktik di PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik.
Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah SWT atas segala limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan kerja
praktik dan menyelesaikan laporan kerja praktik,
2. Orang tua kami, yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan,
3. Bapak Beny Cahyono, S.T., M.T., Ph.D, selaku Kepala Departemen Teknik Sistem
Perkapalan,
4. Bapak Dr. Eddy Setyo Koenhardono, S.T., [Link]., selaku Koordinator Kerja Praktik,
5. Bapak Regi Subian Amdriadi, selaku Supervisor Divisi HAR Mesin PLTU-G,
6. Bapak Ahmad Dwi Novriandy, selaku pembimbing mahasiswa PKL
7. Segenap pegawai HAR Mesin PLTU-G, yang telah membimbing dan membagikan ilmunya
selama kegiatan Kerja Praktik
Laporan Kerja Praktik ini disusun berdasarkan referensi, materi video dan presentasi,
observasi, dan tanya jawab secara langsung dengan para pegawai Divisi HAR Mesin PLTU-G
PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik. Dalam penyusunan Laporan ini, penulis menyadari bahwa
laporan Kerja Praktik yang dibuat masih jauh dari kata sempurna, Oleh sebab itu kritik dan saran
yang membangun sangat diharapkan sehingga dapat menjadi acuan untuk lebih baik lagi di masa
mendatang. Semoga laporan Kerja Praktik ini dapat menjadi wawasan para pembaca dan
bermanfaat bagi peningkatan ilmu pengetahuan.
Penulis
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari Kerja Praktik ini sebagai berikut:
A. Mengenal dan mempelajari berbagai permasalahan teknis yang sering
terjadi di lapangan, dan kemudian dicari penyelesaiannya berdasarkan
ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah.
B. Mengenal lebih jauh kondisi dunia kerja, khususnya sistem-sistem yang
berhubungan dengan Departemen Teknik Sistem Perkapalan. Sehingga
diharapkan dari pelaksanaan kerja praktik ini dapat terjadi timbal balik
yang menguntungkan dari kedua belah pihak, dapat menciptakan
lulusan sarjana Teknik Sistem Perkapalan yang siap kerja dan handal
dalam bidangnya. Serta dapat memberikan sumbangan pikiran yang
bermanfaat bagi perusahaan yang menjadi tempat pelaksanaan kerja
praktik tersebut dengan menerapkan teori-teori yang diperoleh untuk
memecahkan permasalahan yang terjadi di dalam perusahaan yang
bersangkutan.
C. Peserta kerja praktik dapat mempelajari dan memahami hal – hal berikut
yang meliputi :
1. Safety Management Representative pada sebuah perusahaan
pembangkit listrik tenaga gas dan uap,
2. Sistem pendistribusian pembangkit listrik tenaga gas dan uap serta
sistem perpipaan yang bekerja di dalamnya,
3. Permesinan, seperti turbin, pompa, kompresor, boiler dan lain
sebagainya,
4. Memahami cara-cara pengoperasian, perawatan, dan perbaikan
(reparasi)
masing- masing peralatan serta fasilitas yang ada pada perusahaan
D. Peserta kerja praktik dapat mengetahui dan memahami berbagai
kendala yang terjadi selama berlangsungnya kerja praktik di perusahaan
serta cara menaggulanginya yang disusun dalam bentuk laporan
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
Lalu dibuat surat keputusan oleh direktur utama PT. PLN PJB II
No.023.K/023/DIR/1996 tanggal 14 Juni 1996 tentang penggabungan Unit
pelaksana Pembangkitan sektor Gresik dan sektor Gresik baru menjadi PT.
PLN PJB II Sektor Gresik. Kemudian pada tanggal 30 Mei 1997 Direktur
Utama PT. PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan tentang perubahan
sebutan sektor menjadi unit pembangkitan (No. 021/023/DIR/1997), serta
pada tanggal 24 Juni 1997 Direktur Utama PT. PLN PJB II mengeluarkan
surat keputusan kembali tentang pemisahan fungsi pemeliharaan dan fungsi
operasi pada PT. PLN PJB II Unit Pembangkitan Gresik (No.
024A.K/023/DIR/1997). Kemudian pada tanggal 3 Oktober 2000 hingga
saat ini nama perusahaan menjadi menjadi PT. Pembangkitan Jawa Bali
(PJB) Unit Pembangkitan Gresik
Dengan luas 78 Ha PT. PJB UP Gresik memiliki unit pembangkit
yang terdiri dari beberapa bagian operasional yaitu PLTU (Pembangkit
Listrik Tenaga Uap), PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas), dan PLTGU
(Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap). Dengan jumlah pembangkit
ada 18 unit yang terdiri dari 2 blok unit untuk PLTG, 2 blok PLTU, dan 3
blok PLTGU yang menghasilkan total kapasitas 2218 MW (18 Generator).
Letak PT. PJB UP Gresik ini sangat dekat dengan pusat kota Gresik yaitu
berada di Jalan Harun Tohir No. 1 Desa Sidorukun Kecamatan Kebomas
Kabupaten Gresik.
Gresik, PT. PJB UP Gresik dapat menghasilkan jumlah listrik dengan total
daya yang terpasang sebesar 2.218 MW, serta energi listrik sebesar 10.859
GWh per tahunnya, yang disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan
ekstra tinggi 150kV dan 500kV. Sedangkan untuk bahan bakarnya PT. PJB
UP Gresik menggunakan HSD (High Speed Diesel) atau MFO (Marine
Fuel Oil) dipasok dengan kapal tangker, untuk gas (gas alam) yang dipasok
melalui pipa bawah laut yang berasal dari sumur gas Pagerungan (ARCO)
dan dari Madura Utara seperti PT. Pertamina Hulu (dulu Codeco) sebagai
pemasok minyak untuk produksi, sedangkan untuk gas pembelinya adalah
gabungan dengan PT. Petrokimia Gresik.
penghargaan, maupun sistem hukuman yang [Link] juga menjadi figur yang
bertugas mengasuh anggota unit kerjanya untuk bisa bekerja secara maksimal sesuai
potensinya [Link] tanggung jawab pemimpin apabila anggota unit
kerja tidak bisa menunjukkan kinerja [Link] itu coaching dan counseling
merupakan sebuah keniscayaan, mau tidak mau harus dilakukan seorang pemimpin di
segala tingkatan. Menurut paradigma change management, keberhasilan organisasi
terletak pada kemampuannya beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang muncul di
lingkungan. Pemberdayaan karyawan menjadi penting dalam upaya membentuk pribadi
yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Penerapan coaching dan counseling yang
efektif oleh pemimpin akan membantu karyawan untuk selalu belajar mengatasi
masalah secara mandiri, dan pada akhirnya melakukan langkah-langkah yang
diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pribadi mereka secara berkesinambungan.
Berikut ini adalah bahan bakar yang digunakan dalam tiap-tiap pembangkit :
- PLTG Gresik menggunakan bahan bakar HSD / Gas
- PLTU Gresik menggunakan bahan bakar MFO / Gas
- PLTGU Gresik menggunakan bahan bakar HSD / Gas
[Link] UP Gresik sejak tahun 1994 telah meraih Zero [Link] tahun
2002 PT. PJB UP Gresik juga mendapat ISO 14001 tentang penghargaan bebas
limbah dan tahun berikutnya mendapat ISO 18001 tingkat internasional yaitu
penghargaan bebas limbah terintegrasi dengan [Link]. PJB UP Gresik merupakan
pelopor adanya K3 yang dilengkapi oleh PT. PLN pada saat itu di seluruh unit
termasuk juga PT. PLN Kantor [Link] saat ini seluruh PT. PJB telah mempunyai
K3.
K3 di PT. PJB UP Gresik ditunjang dengan manajemen K3 yang mana tiap
Gambar tahunnya
2. SEQ Gambar_2. \* ARABICaudit
selalu diadakan 3 Bagan Strukturdan
internal Organisasi [Link]
tiap tiga PAL Indonesia (Persero)dari pusat.
sekali di-audit
Auditor dari pusat dilakukan oleh SUCOFINDO, badan independen yang dipercaya
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
oleh pemerintah yang dalam hal ini adalah Depnaker. Terdapat tiga criteria penilaian
audit yaitu :
● Program Kerja K3
Kegiatan K3 yang dilaksanakan di PT. PJB UP Gresik terdiri atas
kegiatan rutin, beberapa pelatihan dan sertifikasi guna meningkatkan
profesionalisme personal dan kualitas dari K3 itu sendiri. Program secara umum
antara lain :
1. Kegiatan rutin
Kegiatan ini meliputi : diklat, pemeriksaan alat-alat yang berhubungan dengan
produksi dan peralatan safety, upacara serta berbagai lomba K3 antar unit.
2. Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pemadam kebakaran dan juga
SOP (Standard Operational Procedure).
3. Sertifikasi
Dikeluarkan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang bekerja sama
dengan pihak ketiga dalam penetapannya. Beberapa penetapan yang sampai
saat ini mendapat sertifikasi antara lain : Pesawat Angkat (crane), Pesawat
angkut (lift), penangkal petir dan boiler. Prosedur untuk mendapatkan
sertifikasi :
● House Keeping 5S
BAB III
ISI
Pada gambar 3.3 proses 1-2-3-4 merupakan siklus rankine ideal dengan
pemanasan lanjut untuk mendapatkan uap kering. Adapun penjelasan proses
tersebut adalah sebagai berikut :
Proses 1 - 2 : Kompresi isentropik pada pompa
Proses 2 - 3 : Penambahan kalor dengan tekanan konstan di boiler
Proses 3 - 4 : Ekspansi isentropik pada turbin
Proses 4 - 1 : Pelepasan kalor dengan tekanan konstan pada kondensor
Penjelasan diatas adalah proses umum dari siklus rankine ideal yang terjadi di
PLTU. Namun, dalam langkah peningkatan efisiensi, ada beberapa cara untuk
meningkatkannya dari siklus rankine, yaitu:
1. Siklus Rankine Reheater
Pada siklus rankine reheater, digunakan dua turbin yang bekerja
dalam satu poros. Turbin tersebut disebut dengan Low Pressure Turbine
dan High Pressure Turbine. Uap yang keluar dari High Pressure Turbine
akan masuk ke boiler dan melakukan proses pemanasan ulang (reaheat)
dengan tujuan meningkatkan entalpi uap.
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
Proses siklus rankine reheater yag dapat dilihat dari diagram diatas
penjelasanya adalah sebagai berikut :
Proses 1 – 2 : Air dipompa menuju boiler, ekspansi isentropik pompa.
Proses 2 – 3 : Air berubah menjadi superheated steam di dalam boiler dengan
tekanan konstan.
Proses 3 – 4 : Ekspansi isentropik turbin pada high pressure turbine.
Proses 4 – 5 : Pemanasan ulang uap dari high pressure turbine di dalam boiler
dengan tekanan konstan.
Proses 5 – 6 : Ekspansi isentropis pada low pressure turbine.
Proses 6 – 1 : Proses kondensasi dengan kondensor mengubah steam menjadi
air.
yaitu :
a. Open Feedwater Heater Open feedwater artinya air dingin dari kondensor
yang dialirkan ke Open feedwater dalam proses pertukaran panas (heat
exchanger) akan berkontak langsung dengan uap hasil ekstraksi turbin
1. Air laut di pompa oleh sea water feed pump di olah menjadi air tawar dengan proses
desalination
2. pada waktu proses di desalination plant tersebut terjadi penguapan. Karena adanya
vakum uap tersebut tertari k ke ataslebih cepat dan menyentuh pipa-pipa di atasnya
yang di aliri oleh air laut yang temperaturnya lebih dingin sehingga terjadi
kondensasi disebut air distilate
3. kemurnian air distilate belum 100% karena masih megandung unsur-unsur garam
(NaCl) yang terbawa uap air, sehinggaair distilate di proses lagi di Water Treatment
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
5. Air dari raw water tank 3 dan 4 di pompa oleh supply water pump melewati pre filter
kemudian mix bed. Di dalam mix bed ini ada resin anion dan kation, dimana anion
mengikat ion-ion positif yang selanjutnya melewati resin kation, dimana kation
mengikat ion negatif. Setelah proses di mix bed selanjutnya hasilnya (demin water)
di tampung di make-up water tank.
6. Air dari make-up water tank di pompa oleh make-up water transfer pump untuk di
tampung di hotwell kondensor.
7. Air dari kondensat di pompa oleh condensate pump melalui SJAE dan GSC menuju
LP 1 heater (pemanas awal tekanan rendah) kemudian LP 2 heater untuk dipanaskan
lagi.
8. Setelah itu air di alirkan ke deaerator untuk di panaskan secara langsung dengan uap
pemanas dari extraction steam 3 turbin. Di deaerator ini gas-gas O2 dihilangkan
dengan menginjeksikan hydrazine pada saat start-up unit kemudian di tampung
dalam deaerator storage tank.
9. Level deaerator dipertahankan oleh Levell Control (LC). Pada kondisi air kondnesat
di alirkan ke deaerator mak LV-53 akan membuka dan FV-23 menutup, namun jika
air di deaerator sudah memenuhi setting point maka FV-23 untuk membuka sehingga
aliran air dikembalikan lagi ke hotwell.
10. Air dari deaerator di pompa oleh BFP (Boiler Feed Pump) untuk di alirkan ke HP
heater.
11. HP 4 heater (pemanas tekanan tinggi) memanaskan air tsb. Kemudian ke HP 5 heater
sehingga temperature air pengisi mendekati temperature air dalam boiler.
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
12. Air masuk ke economizer untuk pemanasan terakhir dimaksudkan untuk menaikan
efisiensi boiler. Di Economizer, air dipanaskan dengan gas panas buang ruang bakar
(furnace) yang keluar dari superheater 1 sebelum di buang ke atmosfir melalui
cerobong.
13. Untuk mengontrol kebutuhan air boiler, drum di pasang Level Control (LC) sebelum
air pengisi masuk ke HP heater yaitu FV-20. Untuk mengontrol kualitas air, drum
boiler, dipasang saluran injeksi bahan kimia dan saluran pembuangan (blowdown).
Injeksi phospat berfungsi untuk menaikkan PH air di drum jika terjadi penurunan pH
air akibat kebocoran di sisi kondensor.
14. Pembakaran di boiler dilakukan secaraa kontinyu di dalam furnace dengan alat
pembakar (burner) menggunakan bahan bakar dan udara dari luar.
15. FDF (Forced Draft Fan) menghisap udara dari atmosfir dan di alirkan ke steam coil
air heater (SCAH). SCAH memanasi udara dengan uap dari HP aux steam header
boiler sampai temperature mencapai 115’C. Kemudian udara panas dialirkan ke air
heater untuk dipanasi dengan gas buang dari furnace. Setelah udaea di panasi di air
heater kemudian masuk ke adlaa windbox dan selanjutnya di distribusikan ke tiap-
tiap burner untuk proses pembakaran.
16. HSD digunakan sebagai bahan bakar pembakaran awal. Sedangakan residu
digunakan sebagai bahan bakar utama yang disimpan dalam Residual Oil Storage
Tank.
17. Untuk kesempurnaan proses pembakaran, maka HSD yang disemprotkan ke ruang
bakar di atomisasi (dikabutkan) dnegan menggunakan udara SAC (Service Air
Compressor).
18. Sebelum mengalirkan residu dari RO storage tank ke burner digunakan RO.
preheater untuk pemanasan awal kemudian dipompa dengan RO Transfer Pump ke
dalam RO. Service Tank
19. Setelah itu residu di pompa dengan RO. Pump dan dimasukkan ke RO Heater untuk
mmenurunkan kekentalan residu agar dapat di semprotkan ke ignition burner.
Pengaturan aliran residu ke ignition burner dengan katup pengatur (FV-26)
dilakukan sebelum burner
20. Sebagaimana pada HSD untuk kesempurnaan reaksi pembakaran, maka residu
distomisasi dengan menggunakan uap dari HP Auxillary steam header boiler atau
extraction steam turbin secara mekanik pada burner. jika beban sudah tinggi maka
atomisasi residu menggunakan extraction steam dari turbin.
21. uap dari drum boiler dengan tekanan dan temperature tertentu di alirkan ke
superheater 1 (primary SH) dan ke SUperheater 2 (secondary SH), dan juga di
alirkan ke outlet header ynag selanjutnya digunakan sebagai auxilary steam
22. apabila temperature uap melebihi batas kerjanya, maka de superheater spray
(attemperator) menyemprotkan air kondensat untuk menurunkan temperatur uap
sesuai dengan temperatur yang diijinkan (510’C)
23. Uap jenuuh dari superheater dengan tekanan dan temperatur tinggi mengalir melalui
nozzle. uap dengan tekanan 88 kg/cm2 dan temperatur 510’C ini yang akan
mendorong sudu-sudu turbin sehingga mengakibatkan poros turbin berputar.
24. Uap tsb di atur oleh MSV (main stop valve) yang berfungsi sebagai katup penutup
cepat jika turbin trip atau katup pengisolasi turbin terhadap uap masuk. MSV bekerja
dalam dua posisi, yaitu menutup penuh atau membuka penuh
25. turbin harus dapat beroperasi dengan putaran yang konstan pada beban yang
berubah-ubah. Untuk membuat agar putaran turbin selalu tetap digunakan control
valve (load limit) yang bertugass untuk mengatur aliran uap masuk turbin sesuai
dengan bebannya. Governor valve tidak dipakai sehingga full open (membuka
penuh)
26. Uap jenuh yang masuk ke turbin akan menggerakkan sudu-sudu turbin sehingga
poros turbin ikut berputar. Generator yang dikopel langsung dnegan turbin akan
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
30. Air di hotwell ini dipompa oleh condensate pump menuju deaerator melalui SJAE
(Steam Jet Air Ejector) dan GSC, LP 1 heater dan LP 2 heater. Starting Ejector
berfungsi untuk menarik vakum kondensor pada saat awal hingga vakum kondensor
mencapai 650 mmHg, kemudian vakum di condenser ini dipertahankan oleh SJAE.
31. Uap panas di SJAE yang berasal dari HP auxiliary steam header boiler ini bertemu
dengan air kondensat sehingga mengalami kondensasi kemudian air kondensasi ini
dialirkan kembali ke hotwell condensor.
32. GSSR (Gland Steam Seal Regulator) bekerja untuk mengatur tekanan uap yang
berasal dari HP auxiliary steam header boiler untuk perapat turbin sesuai setting
yaitu 0.08 kg/cm2, sehingga tekanan selalu konstan dan tidak terjadi kebocoran-
kebocoran, yaitu pada sisi tekanan tinggi (HP) untuk mencegah uap dari turbin bocor
keluar dan dari sisi tekanan rendah (LP) untuk mencegah udara luar masuk ke
exhaust turbin karena vakum.
33. Uap perapat yang telah dipakai turbin tadi ditarik oleh GSEB (Gland Steam Exhaust
Blower) agar tidak terjadi kondensasi di labirin-labirin turbin dan karena uap perapat
tsb. menyentuh pipa-pipa yang dialiri air kondensat maka terjadilah terkondensasi di
GSC (Gland Steam Condenser) dan kondensasinya dialirkan ke hotwell. Sedangkan
uap yang tidak terkondensasi di GSC dihisap oleh GSEB di buang ke atmosfer.
34. Untuk sistem air pendingin, air laut disaring melalui bar screen untuk memisahkan
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
air dari sampah/kotoran laut, kemudian air laut diinjeksi dengan chlorine untuk
melemahkan biota laut agar tidak berkembangbiak di dalam kondensor sebelum air
laut disaring lagi melalui traveling screen untuk menyaring kotoran-kotoran yang
lolos dari bar screen sebelum dipompa oleh circulating water pump.
35. Saringan traveling screen dibersihkan secara otomatis dengan water spray yang
dihasilkan oleh screen wash pump yang dikontrol oleh timer tiap 4 jam selama 25-
40 menit beroperasi atau perbedaan tinggi permukaan air sebelum dan sesudah
saringan.
36. CWP (Circulating Water Pump) akan mengalirkan air melalui kanal atau pipa-pipa
besar yang dilapisi karet masuk ke kondensor untuk proses kondensasi, selain itu
juga dilairkan ke CWHE (Cooling Water Heat Exchanger) untuk mendinginkan air
tawar sebagai cooling water. Air tawar dari CWHE ini dipompa oleh cooling water
pump untuk digunakan sebagai pendingin auxiliary machines seperti condensate
pump, boiler feed pump, circulating water pump, air heater, forced draft fan, service
air compressor, instrument air compressor, lube oil cooler, dan H2 gas generator
cooler.
37. Proses konversi energi di dalam generator adalah dengan memutar medan magnet di
dalam kumparan. Rotor generator sebagai medan magnet menginduksi kumparan
yang dipasang pada stator sehingga timbul tegangan diantara kedua ujung kumparan
generator. Untuk membuat rotor agar menjadi medan magnet, maka dialirkan arus
DC ke kumparan rotor. Sistem pemberian arus DC kepada rotor agar menjadi magnet
ini disebut eksitasi.
38. Untuk menjaga agar tegangan keluaran generator stabil, maka diperlukan AVR
(Automatic Voltage Range) untuk mengontrol tegangan keluar generator selalu tetap
walaupun beban berubah-ubah sekaligus menjaga mesin berada dalam sinkron.
39. Untuk menyalurkan energi listrik yang dihasilkan dari generator, maka generator
harus dihubungkan ke sistem jaringan (transmisi) yang disebut sinkronisasi.
40. PLTU tidak dapat dijalankan (start) atau shutdown tanpa adanya pasokan dari luar.
Dalam kondisi operasi normal, suplai listrik untuk kebutuhan alat-alat bantu
(auxiliary common) diambil dari starting transformer.
41. Kebutuhan listrik untuk start disuplai dari luar (ke jaringan sistem) melalui main
transformer, sedangkan kebutuhan listrik untuk operasi normal (pemakaian sendiri)
disuplai dari generator melalui auxiliary transformer.
2. Sootblower
Fungsi dari sootblower adalah untuk membersihkan abu, debu atau jelaga
yang menempel pada pipa-pipa boiler, superheater, economizer dan pada
elemen air heater. Tujuan dari pembersihan tersebut adalah untuk menaikkan
perpindahan panas. Sootblower menggunakan uap ekstraksi untuk proses
pembersihan.
3. Fan
Fan pada boiler terdiri dari Induced Draft Fan (ID Fan), Primary Air Fan (PA
Fan), dan Forced Draft Fan (FD Fan). ID Fan berfungsi sebagai pengendali
tekanan di ruang bakar. PA Fan berfungsi mendorong bahan bakar batubara
menuju ruang bakar. FD Fan berfungsi sebagai pemasok udara pembakaran
kedalam ruang bakar.
4. Air Heater
Air heater terpasang dari jenis elemen-elemen plat yang berfungsi mengambil
panas dari gas bekas dan kemudian ditransfer ke udara pembakaran dengan
mekanisme perpindahan panas konveksi.
5. Economizer
Economizer adalah penukar kalor yang dipasang pada saluran air pengisi
sebelum air masuk ke Boiler Drum.
6. Boiler Drum
Boiler drum adalah bejana tempat menampung air yang datang dari
Economizer dan uap hasil penguapan dari Tube Wall . Di dalam boiler drum
terjadi pemisahan anatara fasa cair dan fasa uap.
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
2. Turbin Uap
Turbin adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah energi panas yang
terkandung dalam uap panas menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Uap
bertekanan dan temperatur tinggi mengalir melalui nozzle sehingga kecepatannya
naik dan mengarah tepat untuk mendorong sudu - sudu turbin. Besar daya yang
dihasilkan turbin tergantung dari suplai uap yang masuk pada turbin.
3. Generator
Generator adalah sumber tegangan listrik yang diperoleh melalui perubahan
energi mekanik menjadi energi listrik. Generator bekerja berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik, yaitu dengan memutar suatu kumparan dalam medan magnet
sehingga timbul ggl induksi. Generator mempunyai dua komponen utama, yaitu
bagian yang diam (stator) dan bagian yang bergerak (rotor). Rotor berhubungan
dengan poros generator yang berputar di pusat stator. Poros generator biasanya
diputar menggunakan usaha luar yang dapat berasal dari turbin, baik turbin air atau
turbin uap dan selanjutnya berproses menghasilkan arus listrik.
4. Kondensor
Kondensor merupakan salah satu alat yang menggunakan prinsip perpindahan
panas untuk mengkondensasikan uap dari keluaran low pressure turbin yang dipakai
lagi didalam siklus. Terdapat 2 jenis kondensor, yaitu kondensor kontak langsung
(direct contact condenser) dan kondensor permukaan (surface condenser).
Kondensor yang dipakai pada PLTU unit 1-2 adalah tipe kondensor permukaan yang
berupa shell and tube heat exchanger. Mekanisme kondensor ini yaitu
mengembunkan uap jenuh di luar tube dengan konveksi paksa melalui media
pendingin berupa air sirkulasi di dalam tube. Air pendingin mengalir pada tube
dengan sistem two passes reverse flow condenser. Sedangkan air yang digunakan
sebagai pendingin kondensor adalah air laut.
Kegiatan pemeliharaan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu
:
• Kegiatan pemeliharaan terencana dan
• Kegiatan pemeliharaan tak terencana.
Macam-Macam Pemeliharaan
1. Preventive Maintenance :
Pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal, umumnya secara
periodik, dimana sejumlah tugas pemeliharaan seperti :
• Inspeksi
• Perbaikan / pengencangan
• Penggantian
• Pembersihan
• Pelumasan
Preventive maintenance adalah suatu kegiatan perawatan dan
pencegahan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan
peralatan. Peralatan akan mengalami nilai depresiasi (penurunan) apabila
dipakai terus menerus. Oleh karena itu, dibutuhkannya inspeksi dan
servis secara rutin maupun periodik.
a. Routine maintenance :
Kegiatan perawatan yang dilakukan secara rutin.
Contohnya, yaitu pembersihan fasilitas atau peralatan, pelumasan
(lubrication) atau pengecekan oli, pengecekan isi bahan bakarnya dan
apakah termasuk dalam pemanasan (warming up) dari mesin-mesin
selama beberapa menit sebelum dipakai beroperasi sepanjang hari.
b. Periodic maintenance :
Kegiatan perawatan yang dilakukan secara periodic atau dalam jangka
waktu tertentu.
2. Predictive Maintenance
Predictive Maintenance merupakan perawatan yang bersifat prediksi,
dalam hal ini merupakan evaluasi dari perawatan berkala (Preventive
Maintenance). Pendeteksian ini dapat dievaluasi dari indikator-indikator yang
terpasang pada instalasi suatu alat dan juga dapat melakukan pengecekan
vibrasi dan alignment untuk menambah data dan tindakan perbaikan
selanjutnya.
3. Breakdown Maintenance
Breakdown Maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan tanpa
adanya rencana terlebih dahulu. Dimana kerusakan terjadi secara mendadak
pada suatu peralatan yang sedang beroperasi, yang mengakibatkan kerusakan
bahkan hingga peralatan tidak dapat beroperasi.
Contoh kerusakan tesebut pada pompa adalah:
● Rusaknya bantalan karena kegagalan pada pelumasan
● Terlepasnya couple penghubung antara poros pompa dan poros
penggeraknya akibat kurang kencangnya baut-baut yang tersambung.
● Macetnya impeller karena terganjal benda asing.
4. Corrective Maintenance
Corrective Maintenance merupakan kegiatan perawatan yang
dilakukan untuk mengatasi kegagalan atau kerusakan yang ditemukan selama
masa waktu peralatan beroperasi. Dilakukan setelah sebuah komponen
mengalami kerusakan dan bertujuan untuk mengembalikan kehandalan sebuah
komponen atau sistem ke kondisi semula.
Pengertian Corrective Maintenance (CM) :
Kegiatan ini biasa disebut juga dengan kegiatan reparasi atau
perbaikan. Dalam Kegiatan ini biasanya tidak dapat direncanakan terlebih
dahulu sebab hanya dapat diperbaiki setelah terjadi kerusakan, bahkan
terkadang perbaikan tersebut bisa tertunda dan terlambat.
SOP / IK Pemeliharaan
Prosedur pemeliharaan yang didapat dari manual Book hanya secara garis
besar. Untuk prosedur yang lebih detail harus dibuatkan SOP / IK (Standing
Operation Prosedure / Instruksi Kerja). Manual Book dari pabrikan tidak
berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. Perubahan
pada SOP / IK biasanya berdasarkan dari : Pengalaman-pengalaman yang
sudah dilakukan, Referensi dari pekerjaan yang sejenis, Referensi dari
perusahaan lain.
Penyusunan SOP / IK terbaru tindakan harus lebih Cepat, Lebih aman terhadap
manusia dan peralatan, Lebih akrab dengan lingkungan dari pada SOP yang
sebelumnya.
Memakai APD yang sesuai : (Pakaian Kerja, kaca mata pelindung, sarung
tangan, masker hidung, safety shoes, safety belt, safety helmet)
1. Pahami prinsip kerja peralatan yang akan dipelihara.
2. Pahami Prosedur Pemeliharaan (SOP / IK, Manual Book dll).
3. Pahami betul PID nya.
4. Periksa sesuaikanlah gambar yang dipakai dengan aktual dilapangan (No.
Cable, Code Rack, dsb harus sesuai, gambar harus yang As Build jangan
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
BAB IV
KESIMPULAN & SARAN
Kesimpulan dan saran dari kami selama melakukan kerja praktek di PT.
PJB UP Gresik adalah sebagai berikut :
5.1 Kesimpulan
1. PT. PJB UP Gresik adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
produksi listrik.
2. Pengenalan lingkungan kerja dan safety yang diterapkan di perusahaan ini
sangatlah diutamakan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.
3. Dalam melaksanakan pekerjaannya, PT. PJB UP Gresik terbagi atas
beberapa bidang yaitu Enjiniring & QA, Operasi, CNG & Bahan Bakar,
Pemeliharaan, Logistik dan KAD.
4. Bidang Pemeliharaan terdiri dari 8 (delapan) departemen, yaitu :
Departemen Rendal Har PLTGU,PLTU-G, Departemen Har Mesin
PLTGU,PLTU-G, Departemen Har Konin PLTGU,PLTU-G, Departemen
Har Listrik PLTGU,PLTU-G, Departemen Outage Management,
Departemen Sarana, Departemen Lingkungan, dan Departemen K3.
5. Pengalaman dan ilmu yang didapat selama kerja praktek berlangsung
sangatlah bervariasi dan tak jarang belum ditemui dalam perkuliahan.
5.2 Saran
1. Dalam pelaksanaan kerja praktek ini, penulis banyak mendapat ilmu dari
diberitahu langsung ataupun tanya jawab oleh para pembimbing.
Diharapkan kedepannya para peserta kerja praktek agar diberi tugas-tugas
yang regular agar peserta bisa belajar dan bekerja dengan lebih baik dan
dapat menerapkan ilmu-ilmu yang didapat saat perkuliahan.
2. Karena Protokol Kesehatan yang di jalankan pegawai dan mahasiswa PKL
sangat di taati, alangkah baiknya waktu PKL luring di perbanyak.
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1 Form Evaluasi
LAPORAN KERJA PRAKTIK 2
Departemen
Teknik Sistem Perkapalan
Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2021
FORM KP-02
NRP : 04211840000016
Dosen Pembimbing : Ir. Agoes Ahmad Masroeri, M. Eng, D. Eng
Perusahaan Tempat KP : PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK
Kerja Praktek : II
Minggu : I
Jumat, 03/09/2021 Penjelasan dan pengenalan tentang Norma Kesehatan Kerja Pak Fahmi
Senin, 06/09/2021 Melakukan pembelajaran tentang Pemeliharaan Level Pak Rizky Haryo F
Transmitter Ultrasonic
Selasa, 07/09/2021 Diskusi dan memahami Pemeliharaan Turbin Uap Pak Tri Joko S
FORM KP-02
Kamis, 09/09/2021 Role Model & Program Pengembangan Masyarakat Pak Saleh
Jumat, 10/09/2021 Pemberian materi dan diskusi tentang Valve dan Safety Valve Pak Wery
Senin, 13/09/2021 Pengenalan dan materi tentang macam – macam Karakteristik Pak Reka
Minyak
FORM KP-02
Kamis, 16/09/2021 Pemberian materi dan pembelajaran mengenai Pressure Pak Dwi
Part
Jumat, 17/09/2021 Materi dan pembelajaran tentang macam- macam FAN Pak Dwi
Senin, 20/09/2021 Diskusi tentang Pompa dan Bagian-Bagian Pompa Pak Dwi
Selasa, 21/09/2021 Pemberian materi dan pembelajaran mengenai Fuel Pak Dwi
FORM KP-02
Kamis, 23/09/2021 Melakukan kunjungan dan pembelajaran tentang Preventive Pak Dwi
Maintenance
Selasa, 28/09/2021 Melakukan kunjungan dan pembelajaran tentang Predictive Pak Dwi
Maintenance
FORM KP-03
- Hari pertama kerja praktik di PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik kami diberi sambutan oleh pihak dep. SDM
yaitu bapak Bachtiar. Pada meeting tersebut dijelaskan syarat – syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi
dalam melaksanakan kerja praktik di PT. PJB UP Gresik. Seperti mengisi daftar kehadiran setiap hari dan
health meter. Peraturan untuk kerja praktik juga ditetapkan 80% melalui online dengan mentor melalui zoom
meeting dan 20% melalui offline dimana pada saat sesi offline ini disepakati pada seminggu terakhir kerja
praktik.
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Pengenalan Perusahaan
- Pada hari kedua ini kami diberikan pengenalan dan pemahaman tentang perusahan, PT. PJB UP GRESIK atau
Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Gresik merupakan perusahaan BUMN terkemuka yang bergerak
dalam bidang jasa produksi listrik yang tempatnya berada di kota Gresik Jawa Timur. Dengan luas 78 Ha PT.
PJB UP Gresik memiliki unit pembangkit yang terdiri dari beberapa bagian operasional yaitu PLTU
(Pembangkit Listrik Tenaga Uap), PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas), dan PLTGU (Pembangkit Listrik
Tenaga Gas dan Uap). PT. PJB UP GRESIK ini memiliki beberapa divisi diantaranya yaitu engineering &
QA, operasi, CNG & bahan bakar, pemeliharaan, KAD, dan logistik.
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
- Hari ketiga kerja praktik kami dijelaskan oleh mentor tentang latar belakang K3,setelah dijelaskan tentang
latar belakang K3 kami dijelaskan tentang landasan K3 bidang kesehatan kerja(landasan filosfis,landasan
konstitusional,landasan operasional),kami jug a dijelaskan mengenai isi dari UU Keselamatan Kerja
No 1 Th 1970,Undang-undang RI No 13 Th 2003 tentang ketenagakerjaan.
- Mentor menjelaskan pengertian kesehatan kerja,ruang lingkup pengawasan kesehatan kerja dan faktor yang
mempengaruhi kesehatan dan produktivitas tenaga [Link] yang terpenting adalah mentor menjelaskan
bahwasannya terdapat potensi kecelakaan kerja yaitu yang pertama adalah dari fisik,yang kedua dari
kimia,yang ketiga biologis,yang keempat pskilogis dan yang kelima adalah ergonomis
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
- Pada hari keempat kerja praktek,mentor menjelaskan tentang pemeliharaan Level Transmitter Ultrasonic
dengan materi sebagai berikut yang diberikan kepada kami.
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
- Pada hari kelima kerja praktek,mentor menjelaskan tentang pemeliharaan turbin uap dengan materi sebagai
berikut yang diberikan kepada kami.
● Tampilan Gambar umum pada turbin uap
● Definisi turbin uap
● Outline sistem turbin uap
● Aliran dari steam turbine
● Gambaran dan penjelasan valve utama pada turbin (main stop valve,control valve,combine reheat
valve)
● Klasifikasi dari turbin uap (turbin aksi/impulse turbine,turbin reaksi/reaction turbine)
● Komponen-komponen dalam turbin uap serta pemeliharaannya (casing,nozzle,rotor turbin,journal
bearing set,thrust bearing,bolts,cross over pipe,flange steam inlet,gland labirinth steal,fronth
standard,MOP,motor turning gear,kopling)
● Jenis-jenis pekerjaan inspection (simple inpection,mean inspection,serious inspection)
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
- Pada hari keeenam kerja praktek,mentor menjelaskan tentang Sistem Udara Komprei PLTU Gresik dengan
materi sebagai berikut yang diberikan kepada kami
FORM KP-03
- Pada hari ketujuh kerja praktek,mentor menjelaskan tentang role model & pengembangan masyarakat dengan
materi sebagai berikut yang diberikan kepada kami
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
Karakteristik Minyak
- Pada hari kesembilan kerja praktek, mentor menjelaskan tentang karakteristik minyak dengan materi sebagai
berikut yang diberikan kepada kami
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Pressure Part
- Pada hari kesebelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang pressure part dengan materi sebagai berikut
yang diberikan kepada kami
Gambar Economizer
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
FAN
- Pada hari keduabelas kerja praktek,mentor menjelaskan tentang Fan dengan materi sebagai berikut yang
diberikan kepada kami
1. Primary Air Fan
2. Forced Draft fan
3. Induced Draft Fan
4. Secondary Air Fan
5. Recirculating /Reinjection Blower
Gas Injection Fan
Gas Recirculating Fan
6. Air Motor Dumper Fan
Gambar Fan
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
- Pada hari ketigabelas kerja praktek,mentor menjelaskan tentang pompa dengan materi sebagai berikut yang
diberikan kepada kami
● Pompa adalah peralatan mekanis yang diperlukan untuk mengubah kerja poros menjadi energi fluida
(yaitu energi potensial atau energi mekanik). Pompa digunakan untuk menaikkan fluida dari suatu
tempat ke tempat yang lain yang lebih tinggi. Juga dapat digunakan untuk memompa fluida dari
suatu tingkat tertentu ke suatu tempat dengan melalui pipa panjang atau melalui suatu tahanan
hidraulik yang besar
● Bagian - bagian pompa
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
Fuel
- Pada hari keeempatbelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang Fan dengan materi sebagai berikut yang
diberikan kepada kami
Seperti yang telah kita ketahui bahwa proses pembakaran apapun melibatkan dua komponen utama, yaitu
bahan bakar serta oksigen di dalam udara.
Proses pembakaran pada boiler melibatkan komponen-komponen yang mengatur supply udara serta bahan
bakar ke dalam furnace boiler sehingga terjadi proses pembakaran yang tepat. berikut komponen utamanya
1. Fuel
2. Coal Feeder
3. Pulverizer / Crusher
4. Coal Burner
5. Oil Gun Burner
6. Stocker Boiler
● Sprader Stocker
● Chain Grate / Travelling Grate Stocker
7. Coal Bunker
8. Lime Stone
Gambar Fuel
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Turbin Uap
- Pada hari kelimabelas kami diberikan oleh mentor tentang turbin uap,definisi turbin uap adalah mesin penggerak utama
yang mengubah energi panas yang terkandung dalam uap secara langsung menjadi energi mekanik berupa gerak putar
pada poros mesin.
- Kami juga dijelaskan tentang bermacam-macam jenis turbin uap yaitu
Berdasarkan proses transformasi energi:
- Turbin impulse
- Turbin reaksi
Berdasarkan tekanan uap keluar turbin
- Back pressure
- Condensing.
Berdasarkan tekanan uap masuk turbin
- Tekanan super kritis ( 225 bar )
- Tekanan sangat tinggi ( 170 bar keatas )
- Tekanan tinggi ( diatas 40 bar ).
- Tekanan menengah ( s/d 40 bar ).
- Tekanan rendah ( 1,2 – 2bar abs )
Berdasarkan pengaturan uap masuk
- Constant pressure with throttle control.
- Constant pressure with Nozzle control.
- Sliding pressure
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Cooling Tower
- Pada hari keempatbelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang Fan dengan materi sebagai berikut yang
diberikan kepada kami
● Secara umum cooling tower dapat dikategorikan sebagai pendingin evaporatif yang digunakan untuk
mendinginkan air atau media kerja lainnya sampai bertemperatur mendekati temperatur bola basah
udara sekitar. Kegunaan utama dari cooling tower adalah untuk membuang panas yang diserap akibat
sirkulasi air sistem pendingin yang digunakan pada pembangkit.
● Cooling tower dapat digunakan untuk membuang panas ke atmosfir sebagai pengganti angin serta
difusi udara yang menyebarkan panas ke area yang lebih luas
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Pembersihan Strainer
- Persiapan
1. Siapkan tool dan special tools
2. koordinasi dengan pihak K3 untuk mengamankan area kerja
3. koordinasi dengan operator untuk mengisolasi line Gas Codeco
- Pelaksanaan pengkatan strainer
1. Pastikan codeco sudah terisolasi
2. Pastikan valve by pass terbuka dan valve yang melewati strainer tertutup
3. Pastikan sudah tidak ada aliran gas yang masuk ke strainer
4. Venting sisa gas yang ada didalam rumah strainer sampai habis
5. Pasang chain block diatas rumah strainer
6. Lepas baut cover strainer dengan mengunakan kunci moment 46
7. Angkat dan keluarkan strainer dari rumah strainer.
8. Angkat dan geser cover secara perlahan dengan mengunakan chain block
- Pembersihan Stainer
1. Membersihkan rumah strainer dari kotoran (serbuk besi) dengan menggunakan gayung berukuran
kecil yang bertujuan memudahkan pengambilan kotoran tersebut.
2. Gunakan hidrant untuk pembersihan kerak-kerak yang menempel di dinding rumah strainer.
3. Buka valve drain, untuk mengeluarkan air yang bercampur kotoran.
4. Membersikan strainer dengan majun dan hidrant.
5. Kemudian menganti kasa yang suda rusak dengan yang baru.
6. Lakukan pengelasan pada strainer untuk penahan kasa strainer.
- Pemasangan Kembali
1. Pasang kembali strainer kerumah strainer.
2. Pastikan strainer sudah berada diposisi yang pas dan benar.
3. Berikan molycote pada rumah SWG ( spiral work gasket ).
4. Berikan molycote pada permukan packing SWG .
5. Pasang packing SWG.
6. Pasang kembali cover strainer.
7. Pasang baut secara menyilang dan kerasi secara merata.
8. Lakukan kembali pengecekan baut.
9. Lakukan pengecekan apakah ada kebocoran .
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Preventive Maintenance
- Pada hari keenambelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang preventive maintenance dengan materi
sebagai berikut yang diberikan kepada kami
● Preventive maintenance merupakan satu paket aktivitas yang dilakukan pada peralatan, mesin, dan
sistem sebelum terjadi kerusakan untuk melindungi, mencegah, atau mengeliminasi terjadinya
degradasi selama beroperasi, yang dilakukan pada interval atau sesuai dengan kriteria yang
ditentukan.
● Diaplikasikan pada peralatan yang kerusakannya menyebabkan lossess serius.
● Bertujuan mencegah terjadinya breakdown.
● Meliputi : penyetelan, major overhoul, inspeksi, pembersihan, dan pelumasan
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Corrective Maintenance
- Pada hari ketujuhbelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang corrective maintenance dengan materi
sebagai berikut yang diberikan kepada kami
● Corrective maintenance merupakan pemeliharaan yang dilaksanakan setelah kerusakan diketahui dan
dimaksudkan untuk membawa peralatan ke keadaan dimana dia dapat menjalankan fungsi yang
diinginkan.
● CM VS PM : Pada CM kerusakan harus terjadi sebelum langkah perbaikan dilakukan
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Predictive Maintenance
- Pada hari ke delapanbelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang predictive maintenance dengan materi
sebagai berikut yang diberikan kepada kami
● Predictive maintenance merupakan bentuk ativitas dalam mendeteksi perubahan fisik dari peralatan
(gejala kerusakan) untuk menentukan pemeliharaan yang tepat sehingga dapat memaksimalkan
waktu operasi peralatan tanpa meningkatkan risiko kerusakan. Kesuksesan PdM sangat ditentukan
kelengkapan ketepatan interpretasi data
● PdM VS PM
PdM : waktu kerusakan ditentukan berdasar monitoring kondisi mesin atau peralatan
PM : waktu rata-rata kerusakan tergantung pada statistik lifetime industri
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Improvement Maintenance
- Pada hari ke sembilanbelas kerja praktek, mentor menjelaskan tentang Improvement maintenance dengan
materi sebagai berikut yang diberikan kepada kami
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek
FORM KP-03
Kunjungan Workshop
- Pada hari terakhir kerja praktek, mentor menjelaskan membawa kami menuju workshop untuk melihat
berbagai peralatan yang tersedia untuk menunjang pemeliharaan dalam PLTU,terdapat berbagai
macam pelaratan seperti mesin bubut,hand forklift dan mesin bending,didalam workshop tampak
tertata rapi dikarenakan perusahaan selalu memberikan reward terhadap workshop tiap bagian sebagai
workshop yang mengutamakan kerapian dan kelengkapan. Namun ketika kami kesana workshop tidak
dalam keadaan beroperasi sehingga kami tidak bisa mengamati perkerjaan yang dilakukan didalam
workshop tersebut.
Gambar Workshop
Mengetahui / Menyetujui
Supervisor Kerja Praktek