0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan30 halaman

Laporan Pemerintahan Desa Trimurti 2017

Laporan ini memberikan ringkasan tentang penyelenggaraan pemerintahan Desa Trimurti tahun 2017. Terdiri dari pendahuluan yang menjelaskan dasar hukum dan gambaran umum Desa Trimurti. Kemudian rencana pembangunan, kebijakan pengelolaan keuangan, penyelenggaraan urusan pemerintahan, tugas pembantuan, dan urusan pemerintahan lainnya di Desa Trimurti. Laporan ini bertujuan untuk melapork

Diunggah oleh

SDN 2 MATA IE
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan30 halaman

Laporan Pemerintahan Desa Trimurti 2017

Laporan ini memberikan ringkasan tentang penyelenggaraan pemerintahan Desa Trimurti tahun 2017. Terdiri dari pendahuluan yang menjelaskan dasar hukum dan gambaran umum Desa Trimurti. Kemudian rencana pembangunan, kebijakan pengelolaan keuangan, penyelenggaraan urusan pemerintahan, tugas pembantuan, dan urusan pemerintahan lainnya di Desa Trimurti. Laporan ini bertujuan untuk melapork

Diunggah oleh

SDN 2 MATA IE
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

(LPPDes)
AKHIR TAHUN ANGGARAN 2017

DESA TRIMURTI KECAMATAN SRANDAKAN


KABUPATEN BANTUL

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
(LPPDes) Trimurti Tahun 2017 dapat tersusun. Laporan ini disusun untuk memenuhi
ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka Kepala Desa mempunyai
kewajiban menyampaikan LPPDes kepada Bupati/walikota, Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan
Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Peraturan Daerah
Kabupaten Bantul Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pedoman Tata Cara Pelaporan dan
Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Laporan kami sajikan dengan sistematika sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN
BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
BAB III KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
BAB III PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA
BAB IV TUGAS PEMBANTUAN
BAB V URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA
BAB IV PENUTUP
Laporan ini memberikan gambaran kepada berbagai pihak tentang berbagai capaian
kinerja, baik resiko makro maupun mikro dalam penyelenggaraan pemeritahan desa di
Desa Trimurti tahun 2017, sekaligus merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas
dalam melaksanakan berbagai urusan yang menjadi kewenangan dan ketugasan
Pemerintah Desa.

Kami menyadari bahwa laporan ini belum sempurna baik dalam penyajian maupun
substansi materi . Untuk itu kami tetap mengharapkan kritik dan saran sebagai masukan
bagi pemerintah desa dan guna penyempurnaan laporan ini pada khususnya dan kemajuan
penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Trimurti pada umumnya.

Akhirnya kami menyampaikan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada seluruh


masyarakat Desa Trimurti yang telah bersama-sama dengan pemerintah desa membangun
Desa Trimurti serta ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung
penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa trimurti.

Trimurti , Januari 2018


Lurah Desa Trimurti
Agus Purwaka

ii

DAFTAR ISI

COVER i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I. PENDAHULUAN 1
A. DASAR HUKUM 1
B. GAMBARAN UMUM DESA 2

BAB II. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA 7


A. VISI DAN MISI 7
B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DESA 8
C. PRIORITAS DESA 10

BAB III. KEBIJAKAN UMUMPENGELOLAAN KEUANGAN DESA 13


A. PENGELOLAAN PENDAPATAN DESA 13
B. PENGELOLAAN BELANJA DESA 15

BAB IV. PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA 17


A. BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN 17
B. BIDANG PEMBANGUNAN 18
C. BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN 19
D. BIDANG PEMBERDAYAN MASYARAKAT 19

BAB V. PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN 21


A. PROGRAM LKM 21

BAB VI. PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA 23


A. BATAS DESA 23
B. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA 23
C. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM 24

BAB VII. PENUTUP 27


iii
BAB I
PENDAHULUAN

1 Dasar Hukum
Laporan ini disusun untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang –Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka
Kepala Desa berkewajiban menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa kepada Bupati/walikota, Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 35 Tahun 2007
tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Penyelenggaraan Pemerintahan desa dan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 04
Tahun 2012 tentang Pedoman Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Adapun dasar hukumnya :


1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah
Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta ( Berita Negara
Republik Indonosia tanggal 8 Agustus Tahun 1950 );
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437); sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-
Undang ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548 );
3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5495);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 20014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539);
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 tentang Pedoman Umum
Tata Cara Pelaporan dan Pertangungjawaban Penyelenggaraa Pemerintahan Desa;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman
Organisasi Pemerintahan Desa (Lembaran Daerah Kabupatn Bantul Tahun 2015
nomor 2,Tambahan lembaran Daerah kabupaten Bantul nomor 46) ;

1
7. Peraturan Daerah Kab. Bantul Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pedoman dan
Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
8. Peraturan Bupati Bantul nomor 34 tahun 2015 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
(Berita Daerah Kabupaten Bantul tahun 2015 no 34); sebagaimana telah diubah
beberapa kali perubahan terakhir dengan Peraturan Bupati Bantul no 82 tahun 2015
tentang Perubahan Kedua atas peraturan Bupati Bantul no 34 tahun 2015 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Daerah Kab. Bantul tahun 2015 no 82);
9. Peraturan Desa Trimurti nomor 06 tahun 2017 tentang Perubahan APBDes Desa
Trimurti Tahun 2017

A. Gambaran Umum Desa


1. Kondisi Geografis
a. Ketinggian Tanah dari permukan laut :8 M
b. Banyak curah hujan : 2.233 mm/thn
c. Topografi : Dataran Rendah
d. Suhu udara rata rata : 28o C
e. Jarak dari Pusat Kecamatan : 0,1 Km
f. Jarak dari Ibukota Kabupaten : 12 Km
g. Jarak dari Ibukota Propinsi : 23 Km
h. Jarak dari Ibukota Negara : 500 Km

2. Gambaran Umum Demografis


a. Luas wilayah : 618,83 Ha
b. Cakupan Wilayah /Pedukuhan : 19 Pedukuhan
c. Jumlah Rukun Tetangga : 135 RT
d. Berdasarkan Penggunaan Lahan :
1) Pemukiman : 69,0 %
2) Pertanian : 5,7 %
3) Jalan : 20,2 %
4) Lain lain : 5,1 %
e. Batas Wilayah :
1) Sebelah Utara : Sungai Progo
2) Sebelah Timur : Desa Caturharjo dan
Desa Triharjo
3) Sebelah Selatan : Desa Poncosari
4) Sebelah Barat : Sungai Progo

2
f. Kependudukan
1) Jumlah penduduk menurut jenis kelamin : 18.231 jiwa
a) Penduduk laki-laki : 9.061 jiwa
b) Penduduk perempuan : 9.044 jiwa
2) Kepala Keluarga : 5.835 KK
3) Penduduk usia produktif : 63 %

g. Data Pamong Desa


1) Lurah /Kepala Desa : 1 orang
2) Carik /Sekretaris Desa : 1 orang
3) Kepala Seksi : 3 orang
4) Kepala Urusan : 3 orang
5) Dukuh : 19 orang
6) Staf /Tenaga Honorer : 7 orang

Lurah Desa adalah Agus Purwaka, ST


Carik Desa yaitu Heri Purwanto
Kepala Seksi ada 3 (Tiga) orang yang terdiri dari :
1. Kepala Seksi Pemerintahan yaitu .Gunawan
2. Kepala Seksi Kesejahteraan yaitu Rini Lestari, S.T.
3. Kepala Seksi Pelayanan yaitu Nivika Putri Agustin, [Link].
Kepala Urusan ada 3 (tiga) orang yang terdiri dari :
1. Kepala Urusan Keuangan yaitu Eko Herwantoro
2. Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum yaitu Printa Kusumastuti, [Link].
4. Kepala Urusan Perencanaan yaitu [Link] Kuswantara, SH
Dukuh ada 19 orang yang terdiri :
1. Dukuh Srandakan yaitu Parwoto
2. Dukuh Gerso yaitu Sutiyah
3. Dukuh Klurahan yaitu Haryadi
4. Dukuh Proketen yaitu Susanto
5. Dukuh Jetis yaitu Sukirno
6. Dukuh Sawahan yaitu Dasimin
7. Dukuh Puron yaitu Wahyudi Purwanto
8. Dukuh Puluhan Kidul yaitu Bambang Sudarisno
9. Dukuh Puluhan Lor yaitu Wongso Mulyono
10. Dukuh Pedak yaitu Suprapdiyanto
11. Dukuh Gunungsaren Kidul yaitu Heru Kintoko
12. Dukuh Gunungsaren Lor yaitu Suwardi

3
13. Dukuh Nengahan yaitu Tantrawan
14. Dukuh Lopati yaitu Sutiyem
15. Dukuh Bendo yaitu Partono
16. Dukuh Celan yaitu Jamat
17. Dukuh Cagunan yaitu Supandi
18. Dukuh Mangiran yaitu Juwarno
19. Dukuh Sapuangin yaitu Subiyanto

Staf / Honorer : Sulisdiriyanto, Sudarmaji, Landung Rofi’I, Hargi Okta F.,


Suryanto, Sugiyati dan Heti Nuryatmi
h. Kelembagaan :
Kelembagaan yang ada di Desa Trimurti
1) LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat desa)
2) BPD (Badan Permusyawaratan Desa)
3) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP. PKK )
4) Karang Taruna
5) Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani)
6) Paguyuban Kaum Rois
7) P3A ( Perkumpulan Petani Pemakai Air)
8) Perlindungan masyarakat (Linmas)
9) Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM)
10) Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB)
Kelembagaan yang ada di Pedukuhan :
1) Pokgiat LPMD
2) Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Kelompok PKK
Pedukuhan)
3) Karang Taruna Pedukuhan
4) Rukun Tetangga sejumlah 135 RT
5) Kelompok Wanita Tani (KWT)
6) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)

5. Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi desa mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Pertumbuhan perekonomian desa Trimurti dapat dilihat dari kondisi/ keadaan di
beberapa-pedukuhan yang masih tersedia lapangan usaha pertanian, adanya usaha-
usaha jasa dan usaha persewaan, misalnya usaha jasa laundry, usaha sewa rumah
dan toko ,bengkel dan sebagainya.

4
Sektor UMKM juga berkembang dengan pesat terutama industri rumah
tangga sektor kuliner dan kerajinan. Di samping itu semakin banyak bangunan-
bangunan rumah yang digunakan untuk/ tempat tinggal maupun untuk disewakan
serta untuk tempat usaha dan perkantoran.
Beberapa pedukuhan telah tumbuh dan berkembang menjadi sentra sentra
ekonomi tertentu ,seperti Gunungsaren Kidul merupakan sentra industri tahu.
Selaim Gunungsaren kidul ada beberapa Pedukuhan lain yang masyarakatnya juga
banyak yang memiliki usaha industri tahu seperti Gerso, Jetis, Puron, Pedak,
Gunungsaren lor, Proketen, Sawahan dan sebagainya. Pedukuhan Lopati dan Bendo
merupakan sentra berbagai produk kuliner dan kerajinan bambu. Berbagai produk
makanan kecil ada di Pedukuhan Lopati ini , yang paling banyak adalah industri
Bakpia ,sedangkan di Pedukuhan Bendo dan Nengahan terkenal dengan produk mie
yang dinamakan mie lethek yang pemasarannya sudah merambah sampai luar DIY.
Kawasan Lopati – Bendo sekarang ini sedang berkembang menjadi kawasan Desa
Wisata Pendidikan khususnya wisata kuliner dan kerajinan bambu. Pengelola Desa
Wisata ini adalah Kelompok sadar Wisata/ Pokdarwis “Mekar”.
Beberapa dusun yang dilintasi Jalur Jalan provinsi seperti Srandakan ,Cagunan,
Mangiran, Sapuangin berkembang menjadi pusat pusat perdagangan dengan
tumbuhnya berbagai macam warung, toko ,sektor usaha jasa dan juga berbagai
lembaga keuangan dan perbankan. Meskipun di Desa Trimurti ada beberapa toko
modern ,namun pasar tradisional yang ada (pasar Mangiran) sampai saat ini masih
berperan sebagai pusat perdagangan/perekonomian dan distribusi hasil
pertanian,perikanan,peternakan maupun berbagai hasil produksi.
Lembaga keuangan dan perbankan sebagai penggerak roda perekonomian di
Desa Trimurti juga berkembang cukup pesat. Lembaga Perbankan yang ada antara
lain BRI, BPD, BANK [Link] lembaga keuangan lainnya yang ada
antara lain Koperasi Tri Guna Boga, Koperasi Arta Mulya Abadi, Koperasi Tahu
Murti, BMT Mitrama, BMT Harapan Kita, BUKP, LKM Arta Murti, LKM Tani
Murti, KPN Sukses,KPN Prestasi, dan sebagainya.
Lahan pertanian di Desa Trimurti yang hanya sekitar 5% dari luas Desa
Trimurti terdapat di beberapa pedukuhan seperti Pedak, Jetis, Proketen, Puron,
Sawahan, Puluhan Lor, Puluhan kidul, Mangiran. Meskipun lahan pertanian hanya
sedikit tetapi sektor ini memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup
baik, bahkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) sebagai wadahnya telah
berhasil mengelola sebuah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan omzet lebih
dari Rp 150.000.000,00. LKM ini namanya Tani Murti yang mendapatkan modal
awal dari bantuan Pemerintah ( Kementerian Pertanian ) sebesar Rp 100.000.000
(Seratus juta Rupiah). Dalam waktui tiga tahun omzetnya telah berkembang 50%

5
Angka kemiskinan di Desa Trimurti pada tahun 2017 mengalami penurunan
[Link] tahun 2016 angka kemiskinan di Desa Trimurti masih sebesar 670
(enam ratus tujuh puluh) KK. Sedangkan pada tahun 2017 angka kemiskinan Desa
Trimurti sebesar 651 (enam ratus enam puluh lima) KK. Dengan berkurangnya
angka kemiskinan ini diharapkan sebanding dengan peningkatan kesejahteraan dan
perekonomian masyarakat di Desa Trimurti.
Disamping itu Pemerintah Desa Trimurti juga mendukung dan melaksanakan
kegiatan yang merupakan Program Pemerintah Pusat seperti penyaluran bantuan
beras untuk warga miskin (raskin) dan Program Keluarga Harapan
(PKH),Pembangunan IPAL Komunal dan sebagainya.
Semua kegiatan yang berkaitan dengan Penanggulangan/pengurangan angka
kemiskinan dilaksanakan dengan melibatkan keberadaan dan fungsi dari Tim
Penanggulangan kemiskinan (TPK) yang telah dibentuk di Desa Trimurti dan juga
di semua Pedukuhan yang ada di Desa Trimurti. Adapun keanggotaan Tim
Penanggulangan Kemiskinan ini melibatkan berbagai elemen/unsur yang ada di
Desa ,baik dari Pemerintah Desa, PKK,Karang Taruna, Kader Desa, LPMD dan
sebagainya

oooOooo

6
BAB II
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

A. Visi Dan Misi


1. Visi
Visi (Sesuatu yang ingin dicapai ) dari Pembangunan Desa Trimurti adalah
“ PADAT BERISI “
Visi ini di rasa tepat dan masih relevan untuk periode enam tahun (2013-2018).
Visi tersebut mengandung makna bahwa Desa Trimurti adalah sebuah desa
dengan kondisi masyarakatnya yang Produktif dalam bekerja ,Agamis berbudaya,
Demokratis dan Aspiratif, Tertib dalam bermasyarakat ,Bersih ,Edukatif Ramah
,Inovatif serta Sehat dalam lingkungan yang Ijo Royo royo.

2. Misi
Misi merupakan pernyataan tentang tujuan operasional pemerintah desa
yang diwujudkan dalam kegiatan ataupun pelayanan dan merupakan penjabaran
untuk mewujudkan visi yang telah di tetapkan.
Pernyatan ini merupakan cerminan tentang segala sesuatu yang akan
dilaksankan untuk mencapai gambaran kedepan yang diinginkan.

Misi Desa Trimurti dalam RPJMDes tahun 2013-2018 adalah sebagai


berikut :
a. Menciptakan kultur masyarakat yang agamis dengan didasari pada keimanan dan
ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mewujudkan masyarakat yang madani dan berwawasan lingkungan..
c. Mewujudkan kesejahteran masyarakat melalui peningkatan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang dilandasi oleh iman dan taqwa (sejahtera dan agamis).
d. Mewujudkan demokratisasi dalam segala aspek kehidupan, menghormati hak
asasi manusia dan menegakkan supremasi hukum.
e. Mewujudkan tercapainya kehidupan masyarakat yang sehat dan dinamis, kreatif
dan inovatif dengan produktifitas tinggi.
f. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang professional baik dan bertanggung
jawab dengan memperkuat kelembagaan yang ada, serta kerukunan masyarakat

3. Nilai- nilai
Untuk mencapai misi Desa Trimurti, maka nilai-nilai yang harus dijunjung
tinggi adalah azas Kebersamaan ( Partisipatif ), Transparan, Demokrasi, Efisien dan
Efektif serta Berbudaya.

7
1) Partisipasif ( Kebersamaan )
Setiap anggota masyarakat Trimurti mempunyai hak untuk berpartisipasi
dalam konteks pembangunan dengan prisip dari, oleh dan untuk masyarakat.
Oleh karenanya setiap proses pembangunan masyarakat harus dilibatkan mulai
dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada pemeliharaan.
2) Transparan ( Keterbukaan )
Adanya sifat keterbukaan Pemerintah Desa Trimurti dengan batas-batas
kewajaran dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat.
3) Demokrasi
Masyarakat diberi kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan
menerima pendapat orang lain.
4) Efektif dan Efisien
Mengedepankan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang relatif
sedikit ( biaya maupun waktu ) sehingga berhasil guna dan berdaya guna.
5) Berbudaya
Setiap gerak langkah pembangunan selaras dengan adat istiadat dan
budaya yang berkembang di masyarakat, dengan demikian pelaksanaan
Pemerintah Desa Trimurti senantiasa menjunjung tinggi budaya dan budi pekerti
yang luhur.

B. Strategi Dan Arah Kebijakan Desa


1. Analisa Lingkungan Internal dan Eksternal
a. Analisa Lingkungan Internal
Kekuatan Desa Trimurti
1) Memiliki jumlah penduduk dan angkatan kerja yang relatif banyak.
2) Memiliki sumber daya alam ( lahan pertanian dan pekarangan) .
3) Terjalinnya hubungan yang sinergis antara Pemerintah Desa dengan lembaga
pemberdayaan masyarakat dan lembaga lain yang ada di desa.
4) Memiliki sarana perkantoran meskipun belum sempurna.
5) Adanya kemitraan Pemerintah Desa untuk mensejahterakan masyarakatnya.
6) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Adapun Yang Menjadi Unsur Kelemahan
1) Masih tinginya angka kemiskinan ( warga miskin )
2) Lemahnya profesionalisme perangkat desa
3) Terbatasnya kemampuan keuangan desa
4) Belum optimalnya pengelolaan tanah kas desa sebagai sumber pendapatan
5) Kualitas sarana dan prasarana umum yang belum sempurna
6) Adanya indikasi penurunan kualitas lingkungan (limbah dan sampah)

8
b. Analisa Lingkungan Eksternal
Unsur Peluang antara lain :
1) Undang - Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(otonomi daerah) dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
2) Sistem perencanan nasional dan daerah dengan sistem bottom up
3) Adanya indikasi tawaran pihak ke tiga (swasta) dalam rangka investasi
4) Predikat kota Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pendidikan, pusat
pertumbuhan industri kecil dan tujuan wisata
5) Adanya jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulon
Progo serta Jalur Jalan Congot - Parangtritis yang melintasi Desa Trimurti
Yang merupakan unsur ancaman:
1) Dampak krisis multidimensial yang berkepanjangan
2) Belum optimalnya koordinasi antara wilayah pedukuhan
3) Persaingan kebijakan pengembangan wilayah dengan desa lain maupun
antara pedukuhan di wilayah Desa Trimurti
4) Letak geografis Desa Trimurti yang berbatasan dengan Kabupaten Kulon
Progo
5) Globalisasi ekonomi maupun perdagangan

2. Faktor Penentu Keberhasilan


Kunci keberhasilan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJM)
Desa Trimurti ditentukan oleh tiga pilar yakni :
Pertama : Pembagian Wilayah (scoring of region}
Kedua : Pembagian Pendapatan APBDes (distribution of income)
Ketiga : Pemberdayan dan partisipasi masyarakat (Participation and
Empowerment )
Dengan demikian Pemerintah Desa menetapkan diri atau berfungsi sebagai
fasilitator pembangunan guna mewujudkan keberhasilan pembangunan melalui
pemberdayaan masyarakat, di tempuh dengan cara sebagai berikut :
a. Membangun kepercayan masyarakat pada pemerintah
b. Membangun sistem pemerintahan yang baik di topang dengan peningkatan
sumber daya manusia berkualitas (perangkat dan masyarakat)
c. Mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif dan efisien
d. Mewujudkan penyelenggaran pelayanan masyarakat secara prima
(berorientasi pada kepuasan masyarakat )

9
3. Langkah – Langkah Strategis
Berbagai pencermatan dari langkah-langkah yang telah ditempuh pada
tahun-tahun sebelumnya yang masih relevan untuk terus dilanjutkan dalam kurun
waktu Tahun 2017 oleh Pemerintah Desa Trimurti adalah sebagai berikut :
1) Meningkatkan Keilmuan dan Kultur Agamis dalam Masyarakat
2) Peningkatan kualitas Pelayanan dalam Masyarakat
3) Peningkatan kualitas Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah
Desa Trimurti
4) Peningkatan perekonomian Desa Trimurti dengan memberdayakan
potensi yang tersedia untuk memperluas Lapangan Pekerjaan
5) Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) Trimurti yang tidak
membebani Masyarakat
6) Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana
7) Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat

C. Prioritas Desa
1. Analisis Skala Prioritas
Keberhasilan pembangunan selalu dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi,
sedang pembangunan ekonomi akan kurang bermakna apabila tidak mampu
meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Berdasarkan ekonomi mikro pertumbuhan ekonomi kurang dari 6 % maka
akan terjadi kesenjangan terhadap peluang kerja, sehingga pengganguran akan
menjadi permasalahan.
Pengangguran merupakan salah satu penyebab adanya kemiskinan.
Pengangguran dan kemiskinan merupakan saudara kembar yang saling terkait dan
mempunyai implikasi terhadap :
a. Rendahnya partisipasi Masyarakat
b. Rendahnya kualitas dan produktifitas Masyarakat
c. Terhambatnya pencapaian tujuan Pembangunan
d. Menurunnya ketertiban umum dan meningkatnya pekat
e. Dan menurunnya kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah Desa
Oleh karena itu dalam RPJMDes ini Pemerintah Desa Trimurti menempatkan
Program Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran serta Pembangunan
sarana prasarana infrastruktur pedesaan sebagai Prioritas Utama sehingga
diharapkan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi semakin lama akan semakin
kecil seiring dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.

10
2. Tujuan Pembangunan Desa Trimurti
Tujuan Pembangunan Desa Trimurti adalah sebagai berikut :
1) Mewujudkan Masyarakat Madani dan Agamis
2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat
3) Meningkatkan kesejahteraan sosial dan taraf hidup masyarakat
4) Meningkatkan pemerataan pembangunan
5) Memujudkan Tata kelola Pemerintah Desa yang empatik dan Akuntabel
6) Menciptakan ketertiban dan keamanan Masyarakat

3. Sasaran Pembangunan Desa Trimurti

Sasaran Pembangunan Desa Trimurti dalam rencana pembangunan jangka


menengah periode 2013 s/d 2018 yang merupakan kondisi yang dicapai pada akhir
Tahun 2017 adalah sebagai berikut :

a. Turunnya Angka Kemiskinan dan Pengangguran


1) Angka kemiskinan turun dari 670 KK menjadi 651 KK
2) Angka pengangguran turun dari 448 orang menjadi 408 orang atau
sekitar 10%
3) Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan masih cukup tinggi
4) Pendapatan Asli Desa dalam tahun 2017 ini adlah Rp 78.182.413,00
( Tujuh puluh Delapan juta seratus Delapan puluh Dua ribu empat ratus
Tiga belas rupiah )

b. Sarana dan Prasarana ( Infrastruktur ) semakin baik


1) Sarana Pendidikan dan tempat Ibadah semakin baik
2) Jalan Desa dan Jalan Lingkungan kondisinya semakin baik
3) Saluran irigasi kondisi sebagian besar sudah baik
4) Sarana Olah Raga kondisi relatif baik
5) Sarana sanitasi dan IPAL semakin banyak
6) Kawasan Kumuh semakin berkurang

c. Kualitas hidup masyarakat meningkat dengan tolok ukur


1) Pemahaman dan pengamalan Ajaran Agama meningkat
2) Prestasi Seni, Budaya, Pemuda dan Olah Raga meningkat
3) Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat meningkat

11
d. Kualitas Pemerintah Desa meningkat, dengan tolok ukur sebagai berikut:
1) Kualitas sumber daya Manusia Perangkat Desa ( kemampuan dan
ketrampilan ) meningkat
2) Efektif dan efesiensi keuangan meningkat
3) Penyerapan aspirasi Masyarakat naik
4) Sarana Prasarana semakin lengkap
5) Peningkatan peran perempuan dalam berbagai bidang

12
BAB III
KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

2 PENGELOLAAN PENDAPATAN DESA

Intensifikasi dan Ekstensifikasi


Pendapatan desa tahun 2017 terdiri dari Pendapatan Asli Desa (PADes), Pendapatan
Dana Transfer, dan Pendapatan Lain-Lain. Pendapatan Asli Desa terdiri dari hasil
Usaha Desa, Hasil Aset Desa dan Lain-lain PADes yang sah. Pendapatan Dana Transfer
terdiri dari Dana Desa (DD), Aloksi Dana Desa (ADD),Bagian Hasil Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah serta Bantuan Keuangan.
Di dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 34 Tahun 2015 tentang Pengelolaan
Keuangan Desa sebagaimana telah diubah beberapa kali,terakhir dengan Peraturan
Bupati Bantul nomor 82 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Bupati
Bantul Nomor 34 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Keuangan Desa merupakan salah
satu Pedoman Pemerintah Desa dalam merencanakan, melaksanakan serta
mempertanggungjawabkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
Demikian juga dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 112
tahun 2014 tentang Tanah Desa dan Peraturan Bupati Bantul nomor 24 tahun 2015
tentang Tata cara Pengadaan Barang/jasa di Desa , merupakan acuan Pemerintah Desa
dalam melaksanakan kegiatan-kegitan di berbagai bidang seperti Pemerintahan,
pembangunan, Pembinaan Kemasyarakatan dan Pemberdayan masyarakat.
Anggaran Desa berpegang pada prinsip efisiensi dan produktifitas, menekan biaya
dan memperbesar hasil. Pendapatan desa diupayakan semaksimal mungkin, sesuai
dengan sumber dan potensi yang ada, Sebaliknya penggunaan pembelanjaannya
ditekan, diupayakan tidak terjadi pemborosan keuangan desa.
Untuk pengelolaan pendapatan dan belanja desa, Pemerintah Desa mengangkat /
menunjuk bendaharawan desa yaitu dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Lurah
Nomor 82 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Eko Herwantoro Kaur. Keuangan Desa
Trimurti Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul sebagai Bendaharawan Desa Trimurti
Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul Tahun Angaran 2017.

13
Target dan Realisasi Pendapatan

Target pendapatan desa dituangkan dalam Peraturan Desa Trimurti Nomor 6 Tahun
2017 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran
2017 sebesar
Rp [Link],00 (Tiga miliar Lima ratus Tujuh puluh Lima juta Tiga ratus
Delapan ratus ribu Delapan ratus Enam puluh rupiah ) dengan rincian sebagai berikut :

1. Pendapatan asli desa ( PADesa ) Rp 121.578.000,00


2. Bagi hasil pajak dan retribusi daerah Rp 144.221.660,00
3. Alokasi Dana Desa ( ADD ) Rp [Link],00
4. Dana Desa (DD) Rp. [Link],00
5. Bantuan keuangan dari pemerintah,
Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Rp 421.051.200,00
6. Pendapatan Lain-Lain Rp 2.250.000,00
Jumlah Rp [Link],00

Realisasi pendapatan desa Trimurti tahun 2017.


Realisasi Pendapatan Desa Trimurti tahun 2017 sebesar Rp [Link],00 (Empat
miliar Empat puluh Tiga juta Sembilan ratus Dua puluh Tiga rupiah ) dengan rincian
sebagai berikut :
1. Pendapatan asli desa ( PADesa ) Rp 78.182.413,00
2. Bagi hasil pajak dan retribusi daerah Rp 144.221.660,00
3. Alokasi Dana Desa ( ADD ) Rp [Link],00
4. Dana Desa (DD) Rp. [Link],00
5. Bantuan keuangan dari pemerintah,
Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Rp 928.624.850,00
6. Pendapatan Lain-Lain Rp 6.030.000,00
Jumlah Rp [Link],00

14
A. PENGELOLAAN BELANJA DESA
Kebijakan Umum Keuangan Desa
Target Belanja desa dituangkan dalam Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Aggaran 2017.
Rencana Belanja Desa Trimurti tahun 2017 adalah sebesar Rp [Link],00
dengan rincian sebagai berikut :

1. Belanja Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Rp. [Link],00


2. Belanja Bidang Pelaksanaan Pembangunan Rp. [Link],18
3. Belanja Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp. 480.383.700,00
4. Belanja Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp. 215.469.600,00
5. Bidang Tak Terduga Rp 79.001.739,82
Jumlah Rp [Link],00
Realisasi Belanja desa Trimurti Tahun 2017.
Realisasi belanja Desa trimurti tahun 2017 adalah sebesar Rp [Link],00 dengan
rincian sebagai berikut :

1. Belanja Bidang Pemerintahan Rp. [Link],00


2. Belanja Bidang Pelaksanaan Pembangunan Rp. [Link],00
3. Belanja Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp. 406.965.025,00
4. Belanja Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp. 124.264.453,00
5. Belanja Bidang Tak Terduga - ,…
Jumlah Rp [Link],00
Realisasi Belanja Desa Trimurti belum bias mencapai target yang telah ditentukan,
Hal in disebabkan antara lain :

a. Waktu pelaksanaan APBDes yang sangat minim/ terbatas karena


Pencairan ADD dan DD sering terlambat
b. SDM Pemerintah Desa Trimurti yang masih sangat terbatas kualitasnya
dan kuantitasnya
c. Adanya beberapa perubahan aturan yang berrkaitan dengan pengelolaan
keuangan Desa termasuk Penundaan ADD dan sebagainya

oooOooo

15
BAB IV
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA

Urusan Hak Asal Usul Desa


Pada dasarnya di dalam melaksanakan kegiatan baik di bidang Pemerintahan,
Pembangunan, Pembinaan Kemasyarakatan serta Pemberdayaan masyarakat mengacu dan
berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2017 khususnya yang telah
dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2017.
Selama kurun waktu satu tahun ini kami dapat melaksanakan berbagai program /
kegiatan yang telah direncanakan,walaupun dalam pelaksanaannya juga sering ada berbagai
macam kendala maupun [Link] dengan pencermatan permasalahan dan
koordinasi dengan berbagai fihak terkait, program bisa dilaksanakan dan dipertanggung-
jawabkan dengan baik .
Adapun hasil kegiatan Pemerintah Desa Trimurti yang telah dicapai antara lain:
A. Bidang Pemerintahan

1. Kegiatan Operasional Perkantoran.


2. Pemberian Penghasilan Tetap, Tunjangan-tunjangan dan Penghasilan Tambahan.
3. Operasional Badan Permusyawaratan Desa
4. Operasional Kelembagaan Masyarakat Desa
5. Mengadakan rapat rutin dan koordinasi perangkat desa Trimurti.
6. Penyususnan Monografi dan Profi Desa.
7. Penyusunan Produk-produk Hukum Desa.
8. Penyelenggaraan Musyawarah Desa, Musyawarah Pedukuhan, Musyawarah
Pelaksanaan Pembangunan dan Musrenbang.
9. Intensifikasi PBB
10. Pembentukan Kelmbagaan Desa yang baru.
11. Pengelolaan Arsib Desa.
12. Pengelolaan Perpustakaan Desa
13. Pembinaan Lomba-lomba di Desa.
14. Fasilitasi Pelaksanaan Program Nasional Agraria (PRONA)

17
B. Bidang Pembangunan
Pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Desa lebih banyak melaksanakan
program sebagai berikut :
1. Rehabilitasi Bangunan Pendukung Kantor Desa
2. Pembangunan Jalan Lingkungan Permukiman di :
No. Lokasi Volume
1. Srandakan Rt.07 45.25 M3
Srandakan Rt.07 18.00 M3
Srandakan Rt.08 12.60 M3
2. Klurahan Rt.20 107.80 M3
Klurahan Rt.20 17.85 M3
3. Proketen Rt. 27 20.25 M3
Proketen Rt. 26 82.80 M3
4. Jetis Rt 30-31 51.80 M3
Jetis Rt 33 21.00 M3
Jetis Rt 33 22.50 M3
Jetis Rt 35 13.60 M3
5. Sawahan Rt.36 44.53 M3
Sawahan Rt 37 32.40 M3
Sawahan Rt 38 39.00 M3
6. Puron Rt 45 21.00 M3
Puron Rt 46 39.00 M3
7. Puluhan Kidul Rt 50 38.50 M3
Puluhan Kidul Rt 51 20.00 M3
8. Puluhan Lor 78.00 M3
9. Pedak Rt 62 25.60 M3
Pedak Rt 63 21.00 M3
10. Gunungsaren Lor 120.00 M3
11. Lopati 76.44 M3
12. Nengahan 47.85 M3
13. Bendo 91.75 M3
14. Celan 80.00 M3
15. Mangiran 55.75 M3
16. Sapuangin 90.00 M3
3. Pembangunan Talud/ Bronjong/ Turap/ Bangket di Puron
4. Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong-gorong Desa DI Gerso
5. Pembangunan Peresapan Air Hujan Gerso, Cagunan, Pedak dan Gunungsaren
Kidul.
6. Pembangunan Jaringan Irigasi Desa di Mangiran
7. Pembangunan Jaringan Air Bersih/ Air Minum Desa di Kluraham
8. Pembangunan Balai Dusun di Puluhan Kidul
C. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Program yang dilaksanakan Bidang Kemasyarakatan selama tahun 2017
antara lain:
1. Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Desa
2. Pembinaan Linmas Desa
3. Pembinaan Kaum rois dan Takmir Masjid
4. Pembinaan PKK Desa, Dusun dan Dasa Wisma
5. Fasilitasi Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional
6. Fasilitasi Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Keagamaan
7. Kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana
8. Pendataan keluarga miskin dan pengklarifikasian kemiskinan
9. Pengelolan dan pembinaan kelompok belajar masyarakat
10. Pengelolaan dan pengembangan PAUD desa
11. Pengelolaan dan pengembangan TK desa
12. Pelaksanaan Lomba Potensi Kepemudaaan
13. Pelaksanaan Lomba Potensi Keagamaan
14. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
15. Penyuluhan Ibu Hamil
16. Penyuluhan Hatinya PKK
17. Penyuluhan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

18
18. Pembinaan dan Penanganan bagi Kaum Difabel
19. Optimalisasi peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan
20. Penanggulangan orang yang mengalami Gangguan Jiwa
21. Pelaksanaan dan Fasilitasi Upacara Adat Daerah / Merti Dusun
22. Fasilitasi Keikutsertaan dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten
23. Pelaksanaan Gelar Seni Budaya Daerah
24. Pengembangan, Pembinaan dan Fasilitasi Kegiatan Keagamaan
25. Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita, Lansia dan anak PAUD
26. Pemberantasan Sarang Nyamuk
27. Pembinaan Kader Kesehatan, PPKBD dan Sub PPKBD
28. Pengelolaan Posyandu Balita dan Lansia
29. Pembinaan Kesehatan Pamong Desa bersama Instansi Terkait

D. BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Pemerintah Desa Trimurti melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat selama


tahun 2017 antara lain :
1. Peningkatan Kapasitas Pamong Desa
2. Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong dan Fasilitasi Gotong royong
3. Pelatihan Kader Kesehatan Masyarakat
4. Pelatihan dalam Bidang Kesenian
5. Pelatihan Kelompok Usaha Mikro dan Kecil
6. Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan Wisata Desa
7. Pelatihan Pemberdayaan Kelompok Tani
8. Promosi/ Pameran Produk-produk desa
9. Fasilitasi Kegiatan P3A dan Gapoktan
10. Pelatihan Management BUMDES
11. Penyelenggaraan Program DB4MK
12. Monitoring Balita Penderita kurang Gizi
13. Sarasehan Bulan Bhakti Karang Taruna
14. Pengembangan dan Pengelolaan Desa Siaga
15. Seleksi Calon Direksi BUMDES

19

BAB V
PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

A. Program LKM (Lembaga Keswadayan Masyarakat)


Untuk mengelola dana pemberdayaan masyarakat yaitu dilaksanakan oleh
suatu Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang ada di Trimurti. LKM ini
merupakan mitra kerja Pemerintah Desa Trimurti yang namanya LKM ARTA
MURTI. Kegiatan LKM ini sangat sinergi dan mendukung program-program
pemerintah desa Trimurti terutama untuk Program pembangunan
fisik,ekonomi,social serta Pengentasan [Link] ketika melaksanakan
Musrenbang pasti melibatkan LKM terutama dalam menyusun program
penanggulangan [Link] juga ketika LKM akan menyusun PJM
Pronangkis maupun program lainnya selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa
Trimurti.
Kegiatan LKM ARTA MURTI pada tahun 2017 antara lain :
1. Pertemuan rutin LKM setiap bulan
2. Rapat koordinasi dengan pemerintah Desa
3. Monitoring dan pembinaan KSM
4. Pelatihan administrasi keuangan untuk semua pengurus LKM
5. Pelatihan KSM Infrastruktur
6. Pelatihan KSM Ekonomi
7. Pelatihan Relawan dan Anggota
8. Pemetaan Pra KSI
9. Review partisipasif dan Rapat Warga Tahunan (RWT) Tutup Buku Tahun
2017
10. Studi banding Pengelola LKM dan Relawan
11. Audit independen tutup buku 2017 dengan hasil “Wajar Tanpa Syarat”
12. Pelaksanaan Program channeling.
13. Fasilitasi proposal masyarakat ke Pemerintah/channelling (5 unit)

20

Disamping itu Program Kerja LKM Tahun 2017 yaitu :


1. Kegiatan Unit Pengelola Lingkungan
a. Pembangunan Fisik yang tercantum dalam PJM Program Penanggulangan
kemiskinan 2017
b. Fasilitasi kredit perguliran semen
2. Kegiatan Unit Pengelola Sosial
[Link] 5 macam seperti yang tercantum dalam PJM Pronangkis dengan
BLM
[Link] dana ternak kambing
[Link] pembuatan proposal dan laporan kegiatan
3. Kegiatan Unit Pengelola Keuangan
[Link] fungsi-fungsi managemen dan evaluasi kinerja
[Link] verifikasi dan analisa usulan pinjaman
[Link] asset UPK
[Link] kapasitas SDM UPK
[Link] program IT untuk mempermudah dan mempercepat pembukuan
[Link] software aplikasi akuntansi computer bersama LPP UGM
[Link] KSM bermasalah

4. Unit Mikro
[Link] dan penagihan serta pembinaan kepada peminjam
[Link] terhadap usulan calon peminjam
[Link] plafon pinjaman

21

BAB VI
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA

A. Batas Desa
Wilayah Desa Trimurti berbatasan dengan
Sebelah Utara : Sungai Progo
Sebelah Timur : Desa Caturharjo dan Desa Triharjo
Sebelah Selatan : Desa Poncosari
Sebelah Barat : Sungai Progo

B. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana


Di wilayah Propinsi DIY diperkirakan memasuki musim hujan pada akhir Bulan
November 2017. Kabupaten Bantul merupakan wilayah rawan bencana banjir,gempa,
tanah longsor dan angin puting beliung. Termasuk wilayah Desa Trimurti juga rawan
bencana banjir,gempa, erosi dan angin puting beliung. Mengingat memasuki musim
hujan maka Pemerintah Desa melaksanakan persiapan dan langkah-langkah antisipasi
agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun materi sebagai berikut :
1. Bersama warga masyarakat (Pedukuhan ) mengaktifkan ronda malam, lebih-lebih
bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai
2. Bersama dengan masyarakat mengaktifkan lembaga FPRB (Forum Pengurangan
Resiko bencana) dan menyiapkan jalur evakuasi dan tempat-tempat pengungsian
yang aman
3. Menghimbau masyarakat agar memangkas pohon-pohon yang membahayakan dan
minta kepada Dianas Pekerjaan Umum Kabupaten Bantul untuk memangkas
pohon-pohon yang membahayakan yang terletak dipinggir jalan Kabupaten.
4. Melaksanakan gotong royong / kerja bhakti secara rutin seperti membersihkan
selokan-selokan/parit dan kebersihan lingkungan lainnya untuk mencegah
datangnya berbagai penyakit.
5. Melaksanakan kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong di semua Pedukuhan yang ada
di Desa Trimurti dan di sekitar kantor Pemerintah Desa Trimurti dengan
pembersihan lingkungan kantor, selokan dan gorong gorong sehingga air hujan
tidak menggenang dan menyebabkan banjir.

22

C. Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum


Di sebagian wilayah Desa Trimurti masih banyak terjadi tindak kejahatan atau
gangguan keamanan dan trantib terhadap harta milik warga masyarakat, yaitu antara
lain :
1. Perjudian 1 kasus
2. Perkelahian 1 kasus
3. Penipuan (motor dan mobil) -
4. Perampasan -
5. Perkosaan -
6. Pencurian 1 kasus
Disamping itu letak wilayah Desa Trimurti yang secara geografis ber ada di
perbatasan dengan kabupaten Kulon Progo dan dilintasi jalur jalan provinsi yang
menghubungkan kedua kabupaten, sehingga banyak terjadi mobilitas warga dari luar
dan keluar daerah. Hal tersebut berpotensi semakin meningkatnya kerawanan sosial dan
tindakan kejahatan yang mengangu ketentraman dan ketertiban umum masyarakat Desa
Trimurti.
Untuk mengantisipasi dan menanggulangi hal tersebut, harus dilakukan
peningkatan. kewaspadaan bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat untuk
mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan keamanan, Pemerintah Desa
mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Pamong Desa melakukan pemantapan wilayah dalam hal keamanan dan ketertiban
bersama Babinkamtibmas Desa Trimurti yaitu Bripka Eko Rustamaji dari Polsek
Srandakan dengan Serma Solikhin sebagai Babinsa dari Koramil Srandakan.
2. Diadakan pembinaan dan pemberdayaan Linmas yang ada di desa trimurti agar
senantiasa siap dan tanggap dengan berbagai kondisi yang ada.
3. Kegiatan Safari Kamtibmas di Pedukuhan-pedukuhan oleh Pemerintah Desa bekerja
sama dengan Polsek Srandakan
4. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom dan pelayan
masyarakat, Anggota Bhabinkamtibmas ikut melekat di kantor desa
5. Mengiri salah satu Poskamling yang ada di Desa Trimurti untuk mengikuti
pembinaan dan lomba siskamling yang difasilitasi Polda DIY
6. Meningkatkan koordinasi pengamanan lingkungan sampai dengan Desa/ Kelurahan
dengan melibatkan warga masyarakat pada RT dan RW masing-masing di daerah
dengan menerapkan metode SISKAMLING.

23

7. Meningkatkan peran RT dan RW dalam mengintensifkan kembali kewajiban warga


melapor dan menunjukkan identitas sah untuk tamu yang menginap 1 x 24 jam, dan
jika tamu tersebut tidak dapat/tidak mau menunjukkan identitas sah diharapkan
RT/DUKUH melaporkan kepada pihak Keamanan setempat (POLSEK dan Koramil)
8. Mengingatkan kepada Masyarakat untuk melaporkan kepada ketua RT maupun
Aparat lain apabila ada orang yang tidak dikenal, ketidaklaziman di lingkungan RT,
Rumah Ibadat, Pusat Keramaian, Fasilitas Umum serta melaporkan jika ada kegiatan
massal yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal dan tidak berijin.

Sebagai pelaksana dan yang bertanggtungjawab terhadap kegiatan ini adalah


Kasi. Pemerintahan .
24

BAB VII
PENUTUP

Demikian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) Desa Trimurti


Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul selama 1 (satu) Tahun Anggaran 2017 kepada
Bupati Bantul.
Saya menyadari bahwa karena dengan berbagai keterbatasan yang ada tentu saja masih
banyak kekurangan-kekurangan dan kelengkapan dalam menyusun Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) ini.
Kepada semua pihak besar harapan kami untuk memberikan kritik, saran dan
dorongan demi perbaikan di masa yang akan datang.
Selanjutnya atas bantuan semua pihak Saya ucapkan terimakasih dan segala
kekurangan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Trimurti, Januari 2018


LURAH DESA,

AGUS PURWAKA

25

Anda mungkin juga menyukai