Laporan Pemerintahan Desa Trimurti 2017
Laporan Pemerintahan Desa Trimurti 2017
(LPPDes)
AKHIR TAHUN ANGGARAN 2017
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
(LPPDes) Trimurti Tahun 2017 dapat tersusun. Laporan ini disusun untuk memenuhi
ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka Kepala Desa mempunyai
kewajiban menyampaikan LPPDes kepada Bupati/walikota, Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan
Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Peraturan Daerah
Kabupaten Bantul Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pedoman Tata Cara Pelaporan dan
Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
Kami menyadari bahwa laporan ini belum sempurna baik dalam penyajian maupun
substansi materi . Untuk itu kami tetap mengharapkan kritik dan saran sebagai masukan
bagi pemerintah desa dan guna penyempurnaan laporan ini pada khususnya dan kemajuan
penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Trimurti pada umumnya.
ii
DAFTAR ISI
COVER i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I. PENDAHULUAN 1
A. DASAR HUKUM 1
B. GAMBARAN UMUM DESA 2
1 Dasar Hukum
Laporan ini disusun untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang –Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka
Kepala Desa berkewajiban menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa kepada Bupati/walikota, Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 35 Tahun 2007
tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Penyelenggaraan Pemerintahan desa dan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 04
Tahun 2012 tentang Pedoman Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
1
7. Peraturan Daerah Kab. Bantul Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pedoman dan
Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
8. Peraturan Bupati Bantul nomor 34 tahun 2015 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
(Berita Daerah Kabupaten Bantul tahun 2015 no 34); sebagaimana telah diubah
beberapa kali perubahan terakhir dengan Peraturan Bupati Bantul no 82 tahun 2015
tentang Perubahan Kedua atas peraturan Bupati Bantul no 34 tahun 2015 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Daerah Kab. Bantul tahun 2015 no 82);
9. Peraturan Desa Trimurti nomor 06 tahun 2017 tentang Perubahan APBDes Desa
Trimurti Tahun 2017
2
f. Kependudukan
1) Jumlah penduduk menurut jenis kelamin : 18.231 jiwa
a) Penduduk laki-laki : 9.061 jiwa
b) Penduduk perempuan : 9.044 jiwa
2) Kepala Keluarga : 5.835 KK
3) Penduduk usia produktif : 63 %
3
13. Dukuh Nengahan yaitu Tantrawan
14. Dukuh Lopati yaitu Sutiyem
15. Dukuh Bendo yaitu Partono
16. Dukuh Celan yaitu Jamat
17. Dukuh Cagunan yaitu Supandi
18. Dukuh Mangiran yaitu Juwarno
19. Dukuh Sapuangin yaitu Subiyanto
5. Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi desa mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Pertumbuhan perekonomian desa Trimurti dapat dilihat dari kondisi/ keadaan di
beberapa-pedukuhan yang masih tersedia lapangan usaha pertanian, adanya usaha-
usaha jasa dan usaha persewaan, misalnya usaha jasa laundry, usaha sewa rumah
dan toko ,bengkel dan sebagainya.
4
Sektor UMKM juga berkembang dengan pesat terutama industri rumah
tangga sektor kuliner dan kerajinan. Di samping itu semakin banyak bangunan-
bangunan rumah yang digunakan untuk/ tempat tinggal maupun untuk disewakan
serta untuk tempat usaha dan perkantoran.
Beberapa pedukuhan telah tumbuh dan berkembang menjadi sentra sentra
ekonomi tertentu ,seperti Gunungsaren Kidul merupakan sentra industri tahu.
Selaim Gunungsaren kidul ada beberapa Pedukuhan lain yang masyarakatnya juga
banyak yang memiliki usaha industri tahu seperti Gerso, Jetis, Puron, Pedak,
Gunungsaren lor, Proketen, Sawahan dan sebagainya. Pedukuhan Lopati dan Bendo
merupakan sentra berbagai produk kuliner dan kerajinan bambu. Berbagai produk
makanan kecil ada di Pedukuhan Lopati ini , yang paling banyak adalah industri
Bakpia ,sedangkan di Pedukuhan Bendo dan Nengahan terkenal dengan produk mie
yang dinamakan mie lethek yang pemasarannya sudah merambah sampai luar DIY.
Kawasan Lopati – Bendo sekarang ini sedang berkembang menjadi kawasan Desa
Wisata Pendidikan khususnya wisata kuliner dan kerajinan bambu. Pengelola Desa
Wisata ini adalah Kelompok sadar Wisata/ Pokdarwis “Mekar”.
Beberapa dusun yang dilintasi Jalur Jalan provinsi seperti Srandakan ,Cagunan,
Mangiran, Sapuangin berkembang menjadi pusat pusat perdagangan dengan
tumbuhnya berbagai macam warung, toko ,sektor usaha jasa dan juga berbagai
lembaga keuangan dan perbankan. Meskipun di Desa Trimurti ada beberapa toko
modern ,namun pasar tradisional yang ada (pasar Mangiran) sampai saat ini masih
berperan sebagai pusat perdagangan/perekonomian dan distribusi hasil
pertanian,perikanan,peternakan maupun berbagai hasil produksi.
Lembaga keuangan dan perbankan sebagai penggerak roda perekonomian di
Desa Trimurti juga berkembang cukup pesat. Lembaga Perbankan yang ada antara
lain BRI, BPD, BANK [Link] lembaga keuangan lainnya yang ada
antara lain Koperasi Tri Guna Boga, Koperasi Arta Mulya Abadi, Koperasi Tahu
Murti, BMT Mitrama, BMT Harapan Kita, BUKP, LKM Arta Murti, LKM Tani
Murti, KPN Sukses,KPN Prestasi, dan sebagainya.
Lahan pertanian di Desa Trimurti yang hanya sekitar 5% dari luas Desa
Trimurti terdapat di beberapa pedukuhan seperti Pedak, Jetis, Proketen, Puron,
Sawahan, Puluhan Lor, Puluhan kidul, Mangiran. Meskipun lahan pertanian hanya
sedikit tetapi sektor ini memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup
baik, bahkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) sebagai wadahnya telah
berhasil mengelola sebuah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan omzet lebih
dari Rp 150.000.000,00. LKM ini namanya Tani Murti yang mendapatkan modal
awal dari bantuan Pemerintah ( Kementerian Pertanian ) sebesar Rp 100.000.000
(Seratus juta Rupiah). Dalam waktui tiga tahun omzetnya telah berkembang 50%
5
Angka kemiskinan di Desa Trimurti pada tahun 2017 mengalami penurunan
[Link] tahun 2016 angka kemiskinan di Desa Trimurti masih sebesar 670
(enam ratus tujuh puluh) KK. Sedangkan pada tahun 2017 angka kemiskinan Desa
Trimurti sebesar 651 (enam ratus enam puluh lima) KK. Dengan berkurangnya
angka kemiskinan ini diharapkan sebanding dengan peningkatan kesejahteraan dan
perekonomian masyarakat di Desa Trimurti.
Disamping itu Pemerintah Desa Trimurti juga mendukung dan melaksanakan
kegiatan yang merupakan Program Pemerintah Pusat seperti penyaluran bantuan
beras untuk warga miskin (raskin) dan Program Keluarga Harapan
(PKH),Pembangunan IPAL Komunal dan sebagainya.
Semua kegiatan yang berkaitan dengan Penanggulangan/pengurangan angka
kemiskinan dilaksanakan dengan melibatkan keberadaan dan fungsi dari Tim
Penanggulangan kemiskinan (TPK) yang telah dibentuk di Desa Trimurti dan juga
di semua Pedukuhan yang ada di Desa Trimurti. Adapun keanggotaan Tim
Penanggulangan Kemiskinan ini melibatkan berbagai elemen/unsur yang ada di
Desa ,baik dari Pemerintah Desa, PKK,Karang Taruna, Kader Desa, LPMD dan
sebagainya
oooOooo
6
BAB II
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
2. Misi
Misi merupakan pernyataan tentang tujuan operasional pemerintah desa
yang diwujudkan dalam kegiatan ataupun pelayanan dan merupakan penjabaran
untuk mewujudkan visi yang telah di tetapkan.
Pernyatan ini merupakan cerminan tentang segala sesuatu yang akan
dilaksankan untuk mencapai gambaran kedepan yang diinginkan.
3. Nilai- nilai
Untuk mencapai misi Desa Trimurti, maka nilai-nilai yang harus dijunjung
tinggi adalah azas Kebersamaan ( Partisipatif ), Transparan, Demokrasi, Efisien dan
Efektif serta Berbudaya.
7
1) Partisipasif ( Kebersamaan )
Setiap anggota masyarakat Trimurti mempunyai hak untuk berpartisipasi
dalam konteks pembangunan dengan prisip dari, oleh dan untuk masyarakat.
Oleh karenanya setiap proses pembangunan masyarakat harus dilibatkan mulai
dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada pemeliharaan.
2) Transparan ( Keterbukaan )
Adanya sifat keterbukaan Pemerintah Desa Trimurti dengan batas-batas
kewajaran dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat.
3) Demokrasi
Masyarakat diberi kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan
menerima pendapat orang lain.
4) Efektif dan Efisien
Mengedepankan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang relatif
sedikit ( biaya maupun waktu ) sehingga berhasil guna dan berdaya guna.
5) Berbudaya
Setiap gerak langkah pembangunan selaras dengan adat istiadat dan
budaya yang berkembang di masyarakat, dengan demikian pelaksanaan
Pemerintah Desa Trimurti senantiasa menjunjung tinggi budaya dan budi pekerti
yang luhur.
8
b. Analisa Lingkungan Eksternal
Unsur Peluang antara lain :
1) Undang - Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(otonomi daerah) dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
2) Sistem perencanan nasional dan daerah dengan sistem bottom up
3) Adanya indikasi tawaran pihak ke tiga (swasta) dalam rangka investasi
4) Predikat kota Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pendidikan, pusat
pertumbuhan industri kecil dan tujuan wisata
5) Adanya jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulon
Progo serta Jalur Jalan Congot - Parangtritis yang melintasi Desa Trimurti
Yang merupakan unsur ancaman:
1) Dampak krisis multidimensial yang berkepanjangan
2) Belum optimalnya koordinasi antara wilayah pedukuhan
3) Persaingan kebijakan pengembangan wilayah dengan desa lain maupun
antara pedukuhan di wilayah Desa Trimurti
4) Letak geografis Desa Trimurti yang berbatasan dengan Kabupaten Kulon
Progo
5) Globalisasi ekonomi maupun perdagangan
9
3. Langkah – Langkah Strategis
Berbagai pencermatan dari langkah-langkah yang telah ditempuh pada
tahun-tahun sebelumnya yang masih relevan untuk terus dilanjutkan dalam kurun
waktu Tahun 2017 oleh Pemerintah Desa Trimurti adalah sebagai berikut :
1) Meningkatkan Keilmuan dan Kultur Agamis dalam Masyarakat
2) Peningkatan kualitas Pelayanan dalam Masyarakat
3) Peningkatan kualitas Kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah
Desa Trimurti
4) Peningkatan perekonomian Desa Trimurti dengan memberdayakan
potensi yang tersedia untuk memperluas Lapangan Pekerjaan
5) Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) Trimurti yang tidak
membebani Masyarakat
6) Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana
7) Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat
C. Prioritas Desa
1. Analisis Skala Prioritas
Keberhasilan pembangunan selalu dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi,
sedang pembangunan ekonomi akan kurang bermakna apabila tidak mampu
meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Berdasarkan ekonomi mikro pertumbuhan ekonomi kurang dari 6 % maka
akan terjadi kesenjangan terhadap peluang kerja, sehingga pengganguran akan
menjadi permasalahan.
Pengangguran merupakan salah satu penyebab adanya kemiskinan.
Pengangguran dan kemiskinan merupakan saudara kembar yang saling terkait dan
mempunyai implikasi terhadap :
a. Rendahnya partisipasi Masyarakat
b. Rendahnya kualitas dan produktifitas Masyarakat
c. Terhambatnya pencapaian tujuan Pembangunan
d. Menurunnya ketertiban umum dan meningkatnya pekat
e. Dan menurunnya kepercayaan Masyarakat terhadap Pemerintah Desa
Oleh karena itu dalam RPJMDes ini Pemerintah Desa Trimurti menempatkan
Program Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran serta Pembangunan
sarana prasarana infrastruktur pedesaan sebagai Prioritas Utama sehingga
diharapkan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi semakin lama akan semakin
kecil seiring dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.
10
2. Tujuan Pembangunan Desa Trimurti
Tujuan Pembangunan Desa Trimurti adalah sebagai berikut :
1) Mewujudkan Masyarakat Madani dan Agamis
2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat
3) Meningkatkan kesejahteraan sosial dan taraf hidup masyarakat
4) Meningkatkan pemerataan pembangunan
5) Memujudkan Tata kelola Pemerintah Desa yang empatik dan Akuntabel
6) Menciptakan ketertiban dan keamanan Masyarakat
11
d. Kualitas Pemerintah Desa meningkat, dengan tolok ukur sebagai berikut:
1) Kualitas sumber daya Manusia Perangkat Desa ( kemampuan dan
ketrampilan ) meningkat
2) Efektif dan efesiensi keuangan meningkat
3) Penyerapan aspirasi Masyarakat naik
4) Sarana Prasarana semakin lengkap
5) Peningkatan peran perempuan dalam berbagai bidang
12
BAB III
KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
13
Target dan Realisasi Pendapatan
Target pendapatan desa dituangkan dalam Peraturan Desa Trimurti Nomor 6 Tahun
2017 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran
2017 sebesar
Rp [Link],00 (Tiga miliar Lima ratus Tujuh puluh Lima juta Tiga ratus
Delapan ratus ribu Delapan ratus Enam puluh rupiah ) dengan rincian sebagai berikut :
14
A. PENGELOLAAN BELANJA DESA
Kebijakan Umum Keuangan Desa
Target Belanja desa dituangkan dalam Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Aggaran 2017.
Rencana Belanja Desa Trimurti tahun 2017 adalah sebesar Rp [Link],00
dengan rincian sebagai berikut :
oooOooo
15
BAB IV
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA
17
B. Bidang Pembangunan
Pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Desa lebih banyak melaksanakan
program sebagai berikut :
1. Rehabilitasi Bangunan Pendukung Kantor Desa
2. Pembangunan Jalan Lingkungan Permukiman di :
No. Lokasi Volume
1. Srandakan Rt.07 45.25 M3
Srandakan Rt.07 18.00 M3
Srandakan Rt.08 12.60 M3
2. Klurahan Rt.20 107.80 M3
Klurahan Rt.20 17.85 M3
3. Proketen Rt. 27 20.25 M3
Proketen Rt. 26 82.80 M3
4. Jetis Rt 30-31 51.80 M3
Jetis Rt 33 21.00 M3
Jetis Rt 33 22.50 M3
Jetis Rt 35 13.60 M3
5. Sawahan Rt.36 44.53 M3
Sawahan Rt 37 32.40 M3
Sawahan Rt 38 39.00 M3
6. Puron Rt 45 21.00 M3
Puron Rt 46 39.00 M3
7. Puluhan Kidul Rt 50 38.50 M3
Puluhan Kidul Rt 51 20.00 M3
8. Puluhan Lor 78.00 M3
9. Pedak Rt 62 25.60 M3
Pedak Rt 63 21.00 M3
10. Gunungsaren Lor 120.00 M3
11. Lopati 76.44 M3
12. Nengahan 47.85 M3
13. Bendo 91.75 M3
14. Celan 80.00 M3
15. Mangiran 55.75 M3
16. Sapuangin 90.00 M3
3. Pembangunan Talud/ Bronjong/ Turap/ Bangket di Puron
4. Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong-gorong Desa DI Gerso
5. Pembangunan Peresapan Air Hujan Gerso, Cagunan, Pedak dan Gunungsaren
Kidul.
6. Pembangunan Jaringan Irigasi Desa di Mangiran
7. Pembangunan Jaringan Air Bersih/ Air Minum Desa di Kluraham
8. Pembangunan Balai Dusun di Puluhan Kidul
C. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Program yang dilaksanakan Bidang Kemasyarakatan selama tahun 2017
antara lain:
1. Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Desa
2. Pembinaan Linmas Desa
3. Pembinaan Kaum rois dan Takmir Masjid
4. Pembinaan PKK Desa, Dusun dan Dasa Wisma
5. Fasilitasi Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional
6. Fasilitasi Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Keagamaan
7. Kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana
8. Pendataan keluarga miskin dan pengklarifikasian kemiskinan
9. Pengelolan dan pembinaan kelompok belajar masyarakat
10. Pengelolaan dan pengembangan PAUD desa
11. Pengelolaan dan pengembangan TK desa
12. Pelaksanaan Lomba Potensi Kepemudaaan
13. Pelaksanaan Lomba Potensi Keagamaan
14. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
15. Penyuluhan Ibu Hamil
16. Penyuluhan Hatinya PKK
17. Penyuluhan Pemanfaatan Lahan Pekarangan
18
18. Pembinaan dan Penanganan bagi Kaum Difabel
19. Optimalisasi peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan
20. Penanggulangan orang yang mengalami Gangguan Jiwa
21. Pelaksanaan dan Fasilitasi Upacara Adat Daerah / Merti Dusun
22. Fasilitasi Keikutsertaan dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten
23. Pelaksanaan Gelar Seni Budaya Daerah
24. Pengembangan, Pembinaan dan Fasilitasi Kegiatan Keagamaan
25. Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita, Lansia dan anak PAUD
26. Pemberantasan Sarang Nyamuk
27. Pembinaan Kader Kesehatan, PPKBD dan Sub PPKBD
28. Pengelolaan Posyandu Balita dan Lansia
29. Pembinaan Kesehatan Pamong Desa bersama Instansi Terkait
19
BAB V
PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN
20
4. Unit Mikro
[Link] dan penagihan serta pembinaan kepada peminjam
[Link] terhadap usulan calon peminjam
[Link] plafon pinjaman
21
BAB VI
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA
A. Batas Desa
Wilayah Desa Trimurti berbatasan dengan
Sebelah Utara : Sungai Progo
Sebelah Timur : Desa Caturharjo dan Desa Triharjo
Sebelah Selatan : Desa Poncosari
Sebelah Barat : Sungai Progo
22
23
BAB VII
PENUTUP
AGUS PURWAKA
25