100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
512 tayangan13 halaman

Analisis Pohon Kejadian dalam Risiko

Teknik Event Tree Analysis (ETA) digunakan untuk memodelkan urutan kejadian yang mungkin terjadi setelah peristiwa risiko awal berdasarkan apakah sistem penanganan berfungsi atau tidak. ETA membantu menilai apakah risiko dapat dikendalikan dan menentukan tingkat dampak setiap skenario. Teknik ini melibatkan penentuan peristiwa awal, skenario penanganan, kemungkinan keberhasilan/kegagalan, dan tingkat dampak

Diunggah oleh

Chiko YU
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
512 tayangan13 halaman

Analisis Pohon Kejadian dalam Risiko

Teknik Event Tree Analysis (ETA) digunakan untuk memodelkan urutan kejadian yang mungkin terjadi setelah peristiwa risiko awal berdasarkan apakah sistem penanganan berfungsi atau tidak. ETA membantu menilai apakah risiko dapat dikendalikan dan menentukan tingkat dampak setiap skenario. Teknik ini melibatkan penentuan peristiwa awal, skenario penanganan, kemungkinan keberhasilan/kegagalan, dan tingkat dampak

Diunggah oleh

Chiko YU
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

31 TEKNIK PENILAIAN RISIKO BERBASIS ISO 31010

Event Tree Analysis


Analisis Pohon Kejadian

Penulis:

Dr. Antonius Alijoyo, CERG, QRGP.


Bobby Wijaya, M.M., ERMCP, QRMP
Intan Jacob, M.M.

R I SK I D EN TI F I C ATI ON
R I SK A N A LYS I S :
Consequences Dipublikasikan oleh:
Probability
Level of Risk

R I SK E VA LUATI ON
PENDAHULUAN

Seri e-booklet (buku saku daring) Teknik Asesmen Risiko dikembangkan


oleh tim ‘knowledge management’ CRMS Indonesia yang didukung oleh
tim digital Cyber Whale. Tersedia 31 buku saku bagi praktisi dan profesional
bidang manajemen risiko (daftar selengkapnya ada di bagian belakang
buku saku).
Keseluruhan seri buku saku ditulis berdasarkan dokumen ISO 31010 yang
merupakan standar internasional ‘risk assesment techniques’ yang terdiri dari
31 teknik asesmen risiko mulai dari identifikasi , analisis , dan evaluasi risiko.
Setiap teknik memiliki karakteristik masing-masing, sehingga setiap teknik
ada yang hanya dapat digunakan untuk identifikasi risiko, atau analisis risiko
saja, atau evaluasi risiko saja. Namun, ada juga teknik yang memiliki lebih dari
satu karakteristik.

ISO 31010 merupakan dokumen pendukung dari dokumen induk ISO 31000
Standar Internasional Manajemen Risiko.

Buku saku ini juga dapat digunakan sebagai PSB (Pendidikan Sertfikasi
Berkelanjutan) bagi para pemegang sertifikasi kompetensi manajemen risiko
yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MKS ([Link].-
[Link]) yaitu pemegang sertifikasi QRGP (Qualified Risk Governance Profes-
sional), QCRO (Qualified Chief Risk Officer), QRMP (Qualified Risk Manage-
ment Professional), QRMA (Qualified Risk Management Analyst), dan QRMO
(Qualified Risk Management Officer).

Cara mengklaim PSB sangat mudah yaitu mengunduh tautan ‘e-learning’


PSB di bagian akhir buku saku dan kemudian menjawab 5-10 pertanyaan
ulasan (review question) yang disediakan.

Karena sifat buku saku yang adaptif terhadap perubahan, masukan dan
usulan para pembaca dan pengguna buku saku sangat diharapkan, dan
mohon dikirimkan melalui email ke alamat berikut:
support@[Link]

Selamat membaca

Tim Penulis

Dr. Antonius Alijoyo, ERMCP, CERG, CCSA, CFSA, CGAP, CRMA, CFE, QRGP,
QCRO, QRMP
Bobby Wijaya, M.M., ERMCP, QRMP, CEH
Intan Jacob, M.M.
Event Tree Analysis
Analisis Pohon Kejadian

A. Tinjauan Singkat

Event Tree Analysis atau ETA merupakan suatu analisis untuk merepresentasikan

urutan kejadian yang saling ekslusif dari suatu peristiwa risiko awal (initial event)

sesuai alur berfungsi atau tidak berfungsinya sebuah sistem yang dirancang untuk

menangani peristiwa tersebut. Tujuan teknik ETA adalah untuk menentukan apakah

peristiwa tersebut dapat dikendalikan oleh sistem dan prosedur keselamatan yang

telah didesain dan diterapkan dalam sistem, atau akankah peristiwa tersebut

berkembang menjadi suatu kecelakaan serius.

Dalam penerapannya, selain untuk menentukan apakah sebuah peristiwa risiko dapat

dikendalikan atau tidak, teknik ETA juga dapat digunakan untuk memodelkan suatu

peristiwa risiko sisi atas (up-side risk¹). Dengan kata lain, teknik ETA tidak hanya mampu
memodelkan suatu peristiwa ancaman, tetapi juga peluang. Pada pemodelan peristiwa

risiko sisi atas, teknik ETA menentukan apakah peluang tersebut dapat dicapai atau

tidak dengan menggunakan perlakuan-perlakuan atau strategi-strategi yang telah

direncanakan. Perlakuan atau strategi untuk penanganan peristiwa risiko dapat bersifat

protektif maupun preventif.

¹ Up-side Risk atau risiko sisi atas merupakan peristiwa risiko karena tidak mampu memanfaat-
kan peluang. Dengan kata lain, apabila risiko sisi atas dapat dikelola dengan baik maka organi-
sasi dapat memanfaatkan atau mengeksploitasi peluang tersebut.
B. Penggunaan

Teknik ETA dapat digunakan secara umum dalam melakukan penilaian risiko pada tahap

identifikasi dan analisis risiko, terutama dalam penentuan tingkat dampak risiko. Teknik ETA

memiliki logika berpikir matematis yang sama seperti teknik FTA (Fault Tree Analysis²).

Perbedaan antara kedua teknik tersebut terletak pada keluarannya, teknik FTA berfokus

pada peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang dapat memicu kejadian puncak / peris-

tiwa risiko utama. Sementara itu, teknik ETA berfokus pada dampak-dampak yang mungkin

timbul apabila suatu peristiwa terjadi atau memperkirakan peristiwa apa yang selanjutnya

akan terjadi mengikuti alur berfungsi atau tidak berfungsinya sebuah sistem yang dirancang

untuk menangani peristiwa tersebut.

Penerapan teknik ETA dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Tentukan peristiwa risiko awal (initial event).

Peristiwa risiko awal dapat dicontohkan seperti ledakan kecil yang menyebabkan kebakaran.

Peristiwa risiko awal biasanya dikategorikan ke salah satu dari empat kategori berikut:

a. Kegagalan suatu peralatan / mesin beroperasi sesuai dengan fungsinya;

b. Kesalahan manusia / Human Error;

c. Kegagalan suatu sistem;

d. Peristiwa eksternal seperti bencana alam dan lain-lain.

² Fault Tree Analysis dapat diakses melalui: [Link]


ment-techniques/
2. Tentukan skenario suatu peristiwa.

Setelah menentukan peristiwa risiko awal, Anda dapat membuat skenario bagaimana peristi-

wa risiko tersebut akan ditangani / dimitigasi. Penanganan yang ada untuk memitigasi peristi-

wa tersebut kemudian dicantumkan berurutan secara horizontal.

3. Tentukan tingkat kemungkinan berhasil dan gagalnya suatu penanganan.


Untuk setiap penanganan yang diberikan, perlu dicantumkan tingkat kemungkinan ber-

hasil maupun tingkat kemungkinan gagal. Tingkat kemungkinan tersebut dapat dibuat

berdasarkan penilaian para ahli atau dengan menggunakan piranti lunak tertentu. Anda

perlu memperhatikan bahwa tingkat kemungkinan pada pohon kejadian adalah tingkat

kemungkinan yang bersyarat, misalnya tingkat kemungkinan berfungsinya alat penyiram

air (water sprinkler) bukanlah tingkat kemungkinan yang diperoleh dari pengujian dalam

kondisi normal, melainkan dalam kondisi kebakaran yang disebabkan oleh ledakan.

Untuk menentukan tingkat kemungkinan setiap alternatif peristiwa, Anda dapat melaku-

kan perkalian pada setiap kemungkinan berhasil dan gagalnya pada suatu penanganan.

Contoh penentuan tingkat kemungkinan untuk setiap alternatif peristiwa dapat Anda

lihat pada gambar 1.

4. Tentukan tingkat dampak apabila suatu skenario terjadi.

Dari setiap skenario yang telah dibuat, tentukan hasil akhir ETA dengan membuat

perkiraan tingkat dampak yang akan diterima bila suatu peristiwa terjadi. Pada tahapan

ini, Anda dapat menentukan tingkat dampak dari suatu risiko dengan cara menentukan

tingkat kriteria dampak risiko terlebih dahulu pada tahapan penetapan cakupan, kon-

teks, dan kriteria dalam proses manajemen risiko (ISO 31000:2018).


Dalam menentukan tingkat dampak, Anda dapat mengacu pada data historis atau

melakukan analisis perbandingan dengan perusahaan sejenis atau meminta penilaian

para ahli. Tingkat dampak dalam teknik ETA dapat dilakukan secara kualitatif maupun

kuantitatif. Contoh penentuan tingkat dampak untuk setiap alternatif peristiwa dapat

Anda lihat pada gambar 2.

5. Lakukan Evaluasi dan Berikan Rekomendasi.

Hasil akhir ETA perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa seluruh upaya/usaha

penanganan peristiwa yang penting sudah dimasukkan ke dalam analisis dan

dihitung hasil akhirnya. Setelah evaluasi dilakukan dan dirasa tidak ada yang perlu

ditambahkan atau diperbaiki, Anda dapat memberikan rekomendasi berupa kepu-

tusan yang akan diambil atau saran terkait dengan keputusan yang akan diambil.

C. Keluaran

Hasil dari teknik ETA adalah sebuah ilustrasi pohon kejadian yang menghasilkan visualisasi

dari sebuah peristiwa risiko awal mengenai penanganan apa saja yang dapat dilakukan, beri-

kut dengan tingkat kemungkinan terjadinya dan besaran tingkat dampak yang akan dihadapi

pada setiap alternatif kejadian akhir.


Berikut ini adalah contoh ilustrasi ETA yang menceritakan sebuah peristiwa risiko yang diawali

dengan terdeteksinya suatu ancaman atau hambatan pada jalur kereta api cepat.

Gambar 1 . Contoh Event Tree Analysis - Tingkat Kemungkinan

Hambatan Track Sistem Rem


Circuit Rem Manual Kemungkinan

Ya Sangat
0.576
Ya 0.9 Tinggi
0.8 Tidak
0.1 0.064 Sedang
Ya
0.8 Ya
0.144 Tinggi
Tidak 0.9
0.2 Tidak 0.016 Kecil
Terdeteksi 0.1
ancaman/
Hambatan
Ya 0.126 Tinggi
Ya 0.9
0.7 Tidak 0.014 Kecil
Tidak 0.1
0.2 Ya 0.054 Sedang
Tidak 0.9
0.3 Tidak
0.006 Kecil
0.1
Gambar 2 . Contoh Event Tree Analysis - Tingkat Dampak

Hambatan Track Sistem Rem Dampak


Circuit Rem Manual

Ya Aman
Ya
Tidak Tabrakan (Sedang)
Ya
Ya Tabrakan (Kecil)
Tidak
Tidak
Tabrakan (Besar)
Terdeteksi
ancaman/
Hambatan
Ya Tabrakan (Kecil)
Ya
Tidak
Tabrakan (Besar)
Tidak
Ya Tabrakan (Besar)
Tidak
Tidak Tabrakan (Sangat Besar)

Gambar 3 . Contoh Event Tree Analysis - Tingkat Kemungkinan dan Dampak

Hambatan Track Sistem Rem


Circuit Rem Manual Kemungkinan Dampak

Ya Sangat Aman
0.576
Ya 0.9 Tinggi
0.8 Tidak
0.064 Sedang Tabrakan (Sedang)
Ya 0.1
0.8 Ya
0.9 0.144 Tinggi Tabrakan (Kecil)
Tidak
0.2 Tidak 0.016 Kecil Tabrakan (Besar)
Terdeteksi 0.1
ancaman/
Hambatan
Ya 0.126 Tinggi Tabrakan (Kecil)
Ya 0.9
0.7 Tidak
0.014 Kecil Tabrakan (Besar)
Tidak 0.1
0.2 Ya
0.9 0.054 Sedang Tabrakan (Besar)
Tidak
0.3 Tidak
0.006 Kecil Tabrakan (Sangat Besar)
0.1
Alur proses dari peristiwa risiko pada gambar 1, 2, dan 3 adalah sebagai berikut:
Ketika sebuah hambatan/rintangan menempati jalur laju kereta api dan sistem monitor

berhasil mendeteksi keberadaan hambatan tersebut, informasi akan dikirimkan ke CI

(Computer Interlocking system) melalui Track Circuit - TC.

Selanjutnya, CI akan menginformasikan sinyal untuk menampilkan aspek merah (sinyal yang

menunjukkan kondisi normal pada jalur kereta api).

Pada saat yang sama TC mengirim kode perlambatan untuk kereta api bersangkutan.

Jika sistem pengereman normal, maka tabrakan dapat dicegah dan dampaknya adalah

"Aman".

Jika sinyal TC, sistem rem, dan rem manual gagal beroperasi maka tabrakan tidak dapat

terhindarkan dan dampak yang dihasilkan adalah “Sangat Besar”.

D. Kekuatan dan Keterbatasan

Kekuatan meliputi:
Teknik ETA dapat digunakan pada sebuah sistem yang rumit dengan banyak penanganan

atau usaha perlindungan (safeguards and protective layers) untuk menangani peristiwa

risiko. Contohnya pada industri energi nuklir;

Teknik ETA dapat membantu penggunanya untuk memahami dengan cepat penanganan
apa yang diperlukan agar peristiwa risiko awal dapat dicegah atau diminimalkan dampak-

nya. Dengan demikian, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam

penanganan suatu peristiwa risiko;

Teknik ETA dapat digunakan untuk menemukan beberapa alternatif hasil yang mungkin

terjadi dari suatu peristiwa risiko awal yang telah ditentukan;

Teknik ETA dapat dibuat dengan metode yang sederhana tanpa bantuan piranti lunak.
Keterbatasan meliputi:
Teknik ETA tidak dapat mengidentifikasi semua peristiwa risiko awal, sehingga akan selalu

ada potensi untuk kehilangan beberapa peristiwa risiko awal yang penting;

Teknik ETA hanya memiliki keadaan keberhasilan dan kegagalan dari suatu sistem yang

ditangani, sehingga akan sulit untuk melibatkan kejadian keberhasilan yang tertunda atau

pemulihan;

Teknik ETA dapat menyebabkan penggunanya tergiring untuk terlalu dini dalam menyimpul-

kan persepsi optimis. Hal ini terjadi karena pengguna dapat dengan mudah terlewat dalam

memasukkan pertimbangan beberapa usaha perlindungan dan/atau penanganan risiko yang

diperlukan dalam analisis mereka.


TABEL 31 TEKNIK PENILAIAN RISIKO BERBASIS ISO 31010

PROSES PENILIAN RISIKO


ALAT BANTU DAN TEKNIK IDENTIFIKASI ANALISIS RISIKO EVALUASI
RISIKO Konsekuensi Probabilitas Tingkat RISIKO
Risiko
Curah pendapat SA* NA* NA NA NA
Wawancara terstruktur SA NA NA NA NA
atau semi-terstruktur
Delphi SA NA NA NA NA
Daftar periksa SA NA NA NA NA
Analisis pendahuluan SA NA NA NA NA
potensi bahaya
Studi potensi bahaya SA SA A* A A
dan operabilitas (HAZOP)
Analisis potensi bahaya SA SA NA NA SA
dan titik kendali kritis (HACCP)
Penilaian risiko lingkungan SA SA SA SA SA
Struktur “apa-jika” (SWIFT) SA SA SA SA SA
Analisis skenario SA SA SA A A
Analisis dampak bisnis A SA A A A
Analisis akar penyebab NA SA SA SA SA
Analisis modus kegagalan SA SA SA SA SA
dan dampak
Analisis pohon kesalahan A NA SA A A
Analisis pohon kejadian A SA A A NA
Analisis sebab dan konsekuensi A SA SA A A
Analisis sebab dan akibat SA SA NA NA NA
Analisis lapisan proteksi (LOPA) A SA A A NA
Pohon keputusan NA SA SA A A
Analisi keandalan manusia SA SA SA SA A
Analisis dasi kupu-kupu NA A SA SA A
Pemeliharaan yang terpusat SA SA SA SA SA
pada keandalan
Analisis rangkaian selinap A NA NA NA NA
Analisis Markov A SA NA NA NA
Simulasi Monte carlo NA NA NA NA SA
Statistik Bayesian dan jaring Bayes NA SA NA NA SA
Kurva A SA SA A SA
Indeks risiko A SA SA A SA
Matriks Konsekuensi/probabilitas SA SA SA SA A
Analisis biaya/manfaat A SA A A A
Analisis keputusan multikriteria (MCDA) A SA A SA A
SA : Strongly Aplicable
A : Aplicable
NA : Not Aplicable
Dibuat untuk PSB:

LSP MKS
Jl. Batununggal Jelita V No. 15
Bandung, Indonesia

P: (+62-22) 8730 4033


M: (+62) 812 2054 0542
E: sekretariat@[Link]

Disusun oleh:

CRMS Indonesia Didukung oleh:


Jl. Batununggal Indah IV No. 97
Bandung, Indonesia Cyber Whale
Jl. Batununggal Jelita V No. 15
P: (+62-22) 8730 1035 Bandung, Indonesia
M: (+62) 81 2222 00 775
F: (+62-22) 7513 219 M: (+62) 812 2451 5052
E: secretariat@[Link] E: support@[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Conducting an ETA begins with identifying the initial event, for example, a small explosion that could escalate to a fire . The process involves outlining scenarios that follow this event, detailing success and failure paths for each mitigation step . The probability of each scenario is calculated based on conditional probabilities, assuming equipment functions in specific risk conditions rather than typical conditions . After evaluation, results are assessed to confirm completeness, leading to informed recommendations like strengthening prevention measures or emergency responses .

When evaluating risk impacts in ETA, considerations include the historical data of similar events and expert judgments to assess impact severity qualitatively or quantitatively . The context and criteria setting of risk management processes, as per ISO 31000:2018, should guide impact evaluation, ensuring alignment with broader organizational risk policies . Comparing impacts with similar organizations can also refine impact assessments, enhancing the realism and relevance of analysis, leading to effective risk management frameworks.

ETA results are used to evaluate the effectiveness of current risk mitigation strategies, visualize all possible outcomes of a risk event, and identify gaps in risk management plans . By analyzing the probabilities and impacts of various scenarios, risk managers can recommend enhancements in safety measures and prepare contingency or mitigation plans for identified risks . This informed approach allows for data-driven decision-making, optimizing risk response efficacy.

Conducting an Event Tree Analysis (ETA) involves several steps: identifying the initial risk event, determining scenario pathways, evaluating the success or failure probabilities of treatments, and estimating the impact levels if scenarios occur. The final step is to evaluate these outcomes and provide recommendations .

The strengths of Event Tree Analysis include its applicability to complex systems with multiple protective layers, aiding in swift understanding of actions needed to prevent or minimize risk impacts . ETA enables the identification of alternative outcomes from initial risk events, providing flexibility in response strategy development . It can also be conducted without complex software, making it accessible and facilitating easy communication among risk managers .

The primary purpose of using Event Tree Analysis (ETA) is to represent the sequence of mutually exclusive events from an initial risk event to determine whether the event can be controlled by the designed safety systems and procedures or if it will develop into a serious accident. ETA can model both threat events and opportunities, making it applicable for handling upside risks as well .

In ETA, the probability of outcomes is determined by assessing the conditional probabilities of success or failure at each step of event handling processes . This involves calculating the likelihood of equipment functioning correctly under specific conditions rather than under normal operations, such as the probability of a sprinkler's effectiveness during a fire rather than under standard conditions . This conditional probability approach allows for nuanced evaluations in varyingly functioning states, impacting how risk management strategies are crafted.

Event Tree Analysis (ETA) and Fault Tree Analysis (FTA) differ in terms of their focus and application. ETA emphasizes the potential impacts and the sequence of events following an initial risk event, focusing on whether a system's response to a risk will succeed or fail . Conversely, FTA centers on identifying possible causes leading to an undesirable top event, aiming to analyze failures that trigger risk events . Thus, ETA is more forward-looking in assessing consequences, while FTA is backward-looking in identifying causes.

Initial risk events in Event Tree Analysis (ETA) are classified into four categories: equipment or machinery operational failure, human error, system failures, and external events like natural disasters .

The output of an Event Tree Analysis (ETA) provides a visual illustration of an initial risk event and possible handling measures, along with conditional probabilities of success or failure and the extent of impact for each alternative final event scenario .

Anda mungkin juga menyukai