Kuliah Kimia Medisinal Pertemuan 8
PERANCANGAN OBAT SECARA RASIONAL
Dulu, penemuan obat dilakukan dengan metode trial and error secara kovensional
Kemudian berkembang menjadi perancangan obat secara rasional (Rational Drug Design)
Pada RDD, target biologis, mekanismenya dan molekul nya sudah diketahui
Ada beberapa istilah :
Lead discovery : tahapan penemuan senyawa pemandu (senyawa yang bisa dijadikan suatu
kandidat obat)
Lead optimization : modifikasi senyawa pemandu dengan cara dirancangan dan disintesis u/
mendapat aktivitas yang diinginkan
Pendekatan untuk lead discovery :
1. Serendipity (ketidaksengajaan)
Ex : Penemuan penicillin oleh Alexander Flemin (1928)
2. Screening
Pengujian secara acak
Ex : Protonsil berasal dari zat warna yang menunjukan aktivitas antibakteri
3. Chemical Modification
Metode tradisional: senyawa analog dari senyawa aktif yg sudah diketahui, dimodifikasi
minor dan menghasilkan aktivitas biologi
Ex : Cimetidine dimodifikasi mejadi ranitidine
4. Rational Drug Design (RDD)
Persyaratan RDD :
- Harus mengetahui struktur 3D dari molekul target biologis, misal reseptor (receptor-
based drug design)
- Harus diketahui struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-
based drug design)
Dimulai dengan merancang senyawa yg memenuhi pesyaratan RDD, kemudian disintesis
lau diuji
Pharmacophore-Based Drug Design :
1. Pengujian sifat/fitur molekul2 (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul aktif (dibandingkan)
2. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yg dibutuhkan untuk aktivitas
biologis
3. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi yg diperlukan dgn profil 3D yg sama dengan
ligan aktif
Keuntungan Pharmacophore-Based Drug Design : tidak perlu mengetahui struktur 3D molekul
target
Receptor-Based Drug Design :
1. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar x-ray)
2. Dirancang gugus kimia spesifik yg berperan dalaminteraksi antara protein target dan obat
3. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yg sama terhaap target
biologis
Keuntungan Receptor-Based Drug Design : visualisasi memungkinkan racangan langsung
molekul