LAPORAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN
RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS
Disusun Oleh :
Nama : Dimas Arya Himawan
NIM : 02219030
DIII TEKNIK ELEKTRO MEDIK
AKADEMI TEKNIK ELEKTRO MEDIK SEMARANG
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan puja syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
senantiasa memberri rahmat, taufik serta hidayahnya sehingga penulis dapat
menyelesaikan program Praktek Kerja Lapangan dengan lancar dan insyaallah
bermanfaat bagi penulis. Penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah
sebagai bukti bahwa penulis telah melaksanakan dan menyelesaikan Praktek Kerja
Lapangan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus selama satu bulan ( 4 Minggu ).
Pada kesempatan kali ini peulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Allah SWT, yang selalu melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya
terhadap kita semua.
2. Ibu Riati Hangayomi, [Link] selaku pembimbing rumah sakit dan Kepala
Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah sakit (IPSRS) RSUD dr. Loekmono
Hadi Kudus.
3. Seluruh teknisi Elektro Medik maupun teknisi lain di RSUD dr.
Loekmono Hadi Kudus yang telah memberi banyak wawasan pada kami.
4. Bapak Mohamad Sofie, ST, MT selaku pembimbing Institusi dan direktur
ATEM Semarang
5. Serta teman - teman ku yang telah membantu baik secara materi maupun
dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Akhir dari kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang turut membantu dalam upaya penyelesaian laporan ini. Penulis
menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih banyak kekurangannya, oleh
karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi
kesempurnaan laporan ini. Demikian laporan ini kami susun, semoga dapat
bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Kudus, 28 November 2021
Penyusun
Daftar Isi
KATA PENGANTAR............................................................................................I
DAFTAR ISI..........................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1. LATAR BELAKANG.....................................................................................1
1.2. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN.......................................................2
1.3. TUJUAN......................................................................................................2
1.3.1. TUJUAN UMUM......................................................................................2
1.3.2. TUJUAN KHUSUS....................................................................................3
1.4. MANFAAT..................................................................................................3
BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT................................................5
2.1. PROFIL RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS...........................................5
2.2. INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA RUMAH SAKIT (IPSRS)..................7
2.3.1. Tujuan Pokok IPSRS..........................................................................7
2.3.2. Fungsi IPSRS.....................................................................................8
2.3.3. Tugas Sub IPSRS (Bagian Teknisi Elektromedis).............................9
BAB III PEMBAHASAN ALAT........................................................................10
3.1. PATIENT MONITOR.............................................................................10
3.1.1. Pengertian Alat................................................................................10
3.1.2. Spesifikasi Alat................................................................................11
3.1.3. Bagian Alat......................................................................................12
3.1.4. Blok Diagram..................................................................................14
3.1.5. Prinsip Kerja...................................................................................15
3.1.6. Standar Operasional Prosedur........................................................15
3.2. PERAWATAN DAN KALIBRASI..................................................................16
3.3. TROUBLESHOOTING.................................................................................16
BAB 1V KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................18
4.1. KESIMPULAN............................................................................................18
4.2. SARAN......................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................19
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan belajar di luar
kampus yang ada di dunia kerja, bersifat sementara dengan waktu yang
sudah di tentukan oleh pihak kampus dan tanpa mengharapkan imbalan dari
suatu Instansi tempat Kerja Praktek.
Praktek Kerja Lapangan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama
perkuliahan, yang hanya dijelaskan secara teori sehingga membuat
mahasiswa kurang terampil dalam pengaplikasian alat elektromedik. Maka
untuk menghasilkan mahasiswa yag terampil tersebut, pihak institusi
Akademi Teknik Elektromedik (ATEM) Semarang mengadakan kegiatan-
kegiatan seperti pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Praktek Kerja
Lapangan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Ini diharapkan dapat
memberi modal yang cukup kepada mahasiswa saat terjun kedunia kerja
namtinya, sehingga dapat meningkatkan wawasan berpikir dan pengetahuan
yang lebih luas mengenai peralatan medis bagi mahasiswa.
Program PKL di ikuti oleh mahasiswa tingkat III semester V dan
lahan PKL-nya adalah Rumah Sakit, baik Rumah Sakit Negeri maupun
Swasta. Untuk itu Akademi Teknik Elektomedik Semarang mengadakan
Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit. Praktek Kerja Lapangan yang
dilaksanakan oleh penulis di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Kegiatan
Praktek Kerja Lapangan ini dimulai dari tanggal 08 November 2020 sampai
tanggal 08 Desember 2021.
Lahan praktek sebagai sarana belajar mengajar utama untuk
mewujudkan profesionalisme mahasiswa DIII Teknik Elektromedik, dan
juga sebagai wahana untuk meningkatkan keterampilan secara utuh bagi
mahasiswa DIII Teknik Elektromedik yang telah mendapatkan
pembelajaran teori di kampus dan praktek di laboratorium. Keberhasilan
pembelajaran praktek kerja lapangan sanga ditentukan oleh keberhasilan
mahasiswa dalam penguasaan dan pemahaman materi teori dan praktek
laboratorium.
1.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Adapun uraian waktu dan tempat pelaksanaan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) adalah sebagai berikut:
Waktu : 08 November s.d 08 Desember 2021
Tempat : RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
Pelaksanaan kegiatan belajar berada di ruang IPSRS maupun bangsal
(ruang perawatan) dan poli klinik dilaksanakan secara toritis maupun prktis
secara langsung. Kegiatan tersebut bertujuan supaya mahasiswa lebih
terampil dalam bidang perbaikan serta pemeliharaan alat elektro medik.
Metode bimbingan praktik yaitu menggali informasi kepada instrutur PKL
dan menerapkannya pada waktu praktik.
1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
Dengan diselenggarakannya Praktek Kerja Lapangan mahasiswa
dapat:
a. Memperoleh kesempatan untuk melatih diri dalam menerapkan
dan mengintegrasikan kompetensi yang diperoleh selama
mengikuti pelajaran peralatan elektromedik atau alat kesehatan
dan sarana kesehatan secara lebih luas.
b. Memperoleh pengalaman pribadi yang nyata, pragmatis, dan
edukatif.
c. Lebih tanggap terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di
lapangan (dalam hal ini Rumah Sakit).
d. Memperoleh informasi baru sebagai bahan masukan bagi
mahasiswa untuk mendalami masalah-masalah teknik lebih
lanjut.
1.3.2. Tujuan Khusus
Dengan mengikuti Praktek Kerja Lapangan mahasiswa dapat:
a. Mengerti dan memahami perencanaan, pengelolaan administrasi
teknis danperalatan di instalasi terkait, pengoperasian,
pemeliharaan, perbaikan, ujifungsi dan kalibrasi sesuai standar
yang menjadi tugas, fungsi, dan kewenangan DIII Elektro
Medik.
b. Mengerti dan memahami kategori kelompok peralatan medik
berdasarkan kegunaan dan fungsi sesuai standart yang telah
ditetapkan.
c. Memperoleh, mengolah, menganalisa data dan atau informasi
serta menginterpretasikan hasilnya ke dalam bentuk laporan
PKL.
d. Mampu beradaptasi dengan profesi lainnya di pelayanan
kesehatan.
e. Mendalami satu sistem atau lebih peralatan elektromedik yang
nantinya dapat dijadikan pembuatan tugas akhir.
1.4. Manfaat
Adanya PKL Rumah Sakit ini diharapkan dapat mencapai beberapa
manfaat, yaitu:
1. Bagi Mahasiswa:
Dapat meningkat wawasan keilmuan mahasiswa tentang situasi dalam
dunia kerja khususnya di Rumah Sakit.
2. Bagi Program Studi:
Dapat menjadi tolok ukur pencapaian kinerja program studi khususnya
untuk mengevaluasi hasil pembelajaran oleh instansi tempat PK serta
dapat menjalin kebersamaan dangan instansi tempat PKL.
3. Bagi instansi tempat PKL:
Dapat menjadi bahan masukan bagi instansi untuk menentukan kebijakan
rumah sakit di masa yang akan datang berdasarkan hasil pengkajian dan
analis yang dilakukan mahasiswa selama PKL.
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT
2.1. Profil RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
Rumah Sakit Umum Kudus didirikan tahun 1928 oleh Pemerintah
Hindia Belanda, dan Direktur pertama adalah dr. [Link] Proosdy. Pada
tahun 1942, Jepang masuk dan menguasai Hindia Belanda, sehingga Rumah
Sakit Umum Kudus juga dikuasai Jepang. Pada tahun 1945 Jepang kalah
perang dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, dengan
demikian Rumah Sakit Umum berada di bawah kekuasaan pemerintahan
Indonesia. Selama pemerintahan Jepang, Rumah Sakit Umum Kudus
dipimpin oleh d Lie Gik Djing, [Link] dan dr. Tjia, kemudian
setelah Jepang pergi, pada tahun 1946 Rumah Sakit Umum Kudus dipimpin
oleh dr. Loekmonohadi.
Rumah Sakit Umum Kudus juga digunakan untuk tempat kuliah dan
praktek oleh Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK), sehingga Rumah Sakit
Umum Kudus selain melaksanakan pelayanan kesehatan juga sebagai
tempat pendidikan Dokter, bidan dan perawat.
Pada tahun 1983, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Daerah
Tingkat II Kudus tanggal 9 September 1983 Nomor 061/433/1983 tentang
susunan organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Umum menetapkan bahwa
Rumah Sakit Umum Kudus merupakan Rumah Sakit kelas C yaitu Rumah
Sakit Umum yang melaksanakan pelayanan kesehatan paling sedikit 4
(empat) cabang spesialisasi yaitu : Penyakit Dalam, Bedah, Kebidanan dan
Penyakit Kandungan serta Kesehatan Anak.
Pada tahun 1991, berdasarkan Keppres Nomor
38/[Link]/VIII/1991 tanggal 26 Agustus 1991 tentang Unit Swadana
dan tata cara pengelolaan keuangan Rumah Sakit Umum Kudus. Hal ini
dimaksudkan agar Rumah Sakit Umum Kudus dapat meningkatkan
pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut,
Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus melalui Peraturan Daerah Kabupaten
Kudus nomor 17 Tahun 1992 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum
Kabupaten Daerah Kudus menjadi Rumah Sakit Unit Swadana Daerah
dimana Rumah Sakit berwenang untuk mengelola dan menggunakan
penerimaan fungsionalnya secara langsung.
Pada tahun 1993, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala
Daerah Tingkat II Kudus Nomor 1884/306/1993 tentang uji coba Rumah
Sakit Umum Kabupaten Dati II Kudus sebagai Unit Swadana dan tata cara
pengelolaan keuangannya.
Pada tahun 1994, keluar Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor
22/Mendagri/SK/III/1994 tanggal 22 Maret 1994 tentang Pedoman
Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah.
Pada tahun 1995, dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor 1997/Menkes/SK/I/1995 tanggal 30 Januari 1995 tentang
peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah milik Pemerintah Kabupaten
Daerah Tingkat II Kudus dari Rumah Sakit Umum kelas C menjadi Rumah
Sakit Umum kelas B Non Pendidikan.
Pada tahun 1996, keluar Keputusan Bupati KDH Tingkat II
Kudus No.445/526/1996 tanggal 6 Pebruari 1996 tentang Penetapan Kelas
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dati II Kudus dari Kelas C menjadi
Kelas B Non Pendidikan.
Pada tahun 1997, keluar Perda Kabupaten Dati II Kudus No.3 Tahun
1997 tanggal 5 Pebruari 1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah
Sakit Uumum Daerah Kabupaten Dati II Kudus.
Perda tahun 2001, keluar Keppres No.20 tahun 2001 tentang
Pedoman Kelembagaan dan Pengelola Rumah Sakit Daerah dan pada tahun
2002 keluar Keputusan Mendagri No. 1 tahun 2002 tanggal 24 Januari 2002
tentang Pedoman Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Daerah.
Pada tahun 2002, keluar Perda Kabupaten Kudus No. 4 tahun 2002
tanggal 8 Juli 2002 tentang Organisasi Tata Kerja Badan Rumah Sakit
Daerah Kabupaten [Link] tahun 2003, keluar Keputusan Bupati Kudus
No. 5 tahun 2003 tanggal 25 Januari 2003 tentang Uraian Tugas Badan
Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kudus.
Pada tahun 2008 keluar Perda Kabupaten Kudus No. 15 tahun 2008
tanggal 30 Desember 2008 tentang Organisasi Tata Kerja Inspektorat,
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satuan
Polisi PamPraja dan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kudus.
2.2. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS)
Instalasi Pemeliharaarn Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
(IPSRS) adalah suatu unit fungsional yang bertugas melaksanakan kegiatan
teknis instalasi, pemelihiaan dan pebaikan agar sarana, prasarana dan
peralatan kesehatan di rumah sakit berada dalam keadaaan layak pakai guna
menunjang pelayanan kesehatan yang paripurna dan prima kepada pasien.
Semua urusam teknis dan manajeral ada di IPSRS
([Link]
2.3.1. Tujuan Pokok IPSRS
Instalasi kerja IPSRS mempunyai tujuan pokok sebagai berikut :
1. Membuut program kerja pemeliharaan dan perbaikan tahunan
serta
melaporkanmya kepada pimpinan direktur rumah sakit.
2. Melakukan koordinasi dan rapat dengan instalasi terkait.
3. Operator Utility, IPSRS sebagai penyedia sarana dan prasarana di
rumah sakit, sumber air bersih, sumber listrik PLN, catu daya
pengganti khusus (CDPK) genset, dan lift elevator.
4. Maintenance, pemeliharaan dan perawatan rutin.
5. Perencanaan dan program kegiatan pemeliharaan.
6. Kalibrasi.
7. Manajemen informasi dan pemeliharaan.
8. Rujukan perbaikan.
9. Pengawasan fasilitas dan keselamatan kerja.
Dalam menjalankan tugasnya, kepala instalasi IPSRS wajib
menerapkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, baik dalam
lingkungan intern instalasi, maupun dengan instalasi-instalasi terkait,
sesuai dengan tugasnya masing-masing.
2.3.2. Fungsi IPSRS
Instalasi kerja IPSRS mempunyai fungsi scbagai berikut
1. Melaksanakan pemeliharaan sarana, prasarana dan peralatan
rumah sakit.
2. Mengadakan program pemeliharaani/perbaikan secara rutin, baik
preventit maupun maintenance.
3. Secara berkala mcngadakan kalibrasi dan uji fungsi alal-alat
berfungsi sesuai dengan standar yang berlaku.
4. Merancang rençana kcbutuhan sarana, prasarana dan peralatan
yang digunakan dalam program pelayanan keschatan, serta
kebutuhan suku cadang yang diperlukan.
5. Melaksanakan perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit.
2.3.3. Tugas Sub IPSRS (Div. Teknisi Elektromedis)
Selain tugas pokok, berikut ini adalah tugas khusus IPSRS bagian
teknisi elektro medis.
1. Pemeliharaan alat-alat kesehatan
2. Uji fungsi dan uji performa alat-alat kesehatan.
3. Perbaikan dan kalibrasi alat kesehatan.
4. Serta melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan/pimpinan
langsung (Surat Tugas)
BAB III
PEMBAHASAN ALAT
3.1. PATIENT MONITOR
Gambar 3.1 Patient Monitor
3.1.1. Pengertian Alat
Pasien monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk
memonitor kondisi fisiologis pasien. Dimana proses monitoring
tersebut dilakukan secara real-time, sehingga dapat diketahui kondisi
fisiologis pasien pada saat itu juga.
Pasien monitor ini menampilkan parameter-parameter yang
dibutuhkan dokter untuk mengecek keadaan pasien selama 24 jam
penuh secara real-time. Parameter Patient Monitor meliputi ECG,
Temperature, NIBP, IBP, HR/RR, etCO2, SPO2.
3.1.2. Spesifikasi Alat
Nama Alat : Patient Monitor
Merk : Fukuda Demshi
Type/Model : DS-8100N
Buatan : Jepang
Power Consumption : <200 W average
100 - 240 V
1,9 – 0,9 A
50/60 Hz
Dimensions : 300 x 75 x 265 mm
Berat : 9.5 kg (20.9 lb)
Display : 15’’ color LCD (TFT)
Resolution : 1280 x 768 (WXGA)
Pixel Size : 0,261 mm x 0,261 mm
ECG, RESP, Pulse, IBP dan EtCO2
HR, ST dan arrhythmia
SpO2 dan PR
NIBP (SYS, DIA, MAP, dan PR) Maksimal 2 Channel
Temprature Maksimal 4 Channel
EtCO2 (Mainstream atau Sidestream)
OCRG function
PI (DS-8100M only)
SpMet, SpCO, SpHb, PVI (DS-8100M only)
3.1.3. Bagian Alat
Gambar 3.2 Tampak Depan Patient Monitor
Pada bagian depan Patient Monitor terdapat Control Panel
yang terdiri dari tombol power (ON/OFF) untuk mengaktifkan dan
mematikan alat. Selain itu, pada bagian depan juga terdapat lampu
indikator ON.
Gambar 3.3 Tampak Belakang Patient Monitor
Pada bagian belakang hanya terdapat port untuk kabel power.
Gambar 3.4 Tampak Samping Patient Monitor
Pada bagian samping patient monitor terdapat port parameter yang
meliputi Temprature, NIBP, SPO2, IBP, ECG/Respirasi.
Gambar 3.5 Accesoris NIBP
Accesoris NIBP atau yang serimg disebut Manset Tensimeter ini
untuk mengukur tekanan darah pasien yang sedang diperiksa.
Gambar 3.6 Accesoris SpO2
Acesoris SpO2 ini untuk mengukur oksigen yang ada didalam darah
pasien, caranya dengan menjepitkan alat ke jari pasien.
Gambar 3.7 Accesoris ECG
Accesoris ECG ini untuk mengetahi aktivitaskelistrikan yang ada
didalam jantung pasien dan Respirasi atau irama nafas dalam satu
menit.
3.1.4. Blok Diagram
Gambar 3.8 Blok Diagram Patient Monitor
Penjelasan:
Arus AC masuk dan menyalurkan menuju transformer.
Fungsi transformator adalah sebagai penyalur energy listrik.
Kemudian menuju power supply. Pada bagian ini arus AC diubah
menjadi arus DC. Arus DC ini berguna untuk menyuplai tegangan
keseluruhan rangkain.
Bagian main processor board merupakan pusat
pengoperasian data yang memproses semua parameter –
parameter yang ada dan memberikan perintah pada masing –
masing blok rangkaian pada blok main processor board ini berisi
(I/O) sebagain input dan output, ADC sebagai pengubah sinyal
analog menjadi digital, MUX atau Multiplexer yang berfungsi
memilih input yang akan diteruskan ke output, RAM(Random
Access Memory) mempunyai fungsi sebagai penyimpanan data
sementara.
Sedangkan fungsi key-board adalah untuk mengetik dan
mengisi data – data pasien yang sedang di periksa dan
memberikan perintah – perintah untuk melakukan program yang
akan dilakukan. Main processor board memberikan perintah
kepada NIBP processor board, untuk menjalankan pump. Pump
bekerja mempompa cuff atau manset dan hasilnya akan dibaca
oleh transduser. Transduser ini berfungsi untuk mengubah sinyal
fisiologi menjadi sinyal listrik. NIBP processor board menerima
sinyal listrik dari transduser dan mengirimkannya ke main
processor board untuk diolah kemudian ditampilkan pada display.
Elektroda ECG menangkap sinyal biologis dari pasien kemudian
diubah menjadi sinyal listrik dan dikuatkan oleh pump. Elektroda
ini mengukur heart rate (bpm) untuk ECG dan respirasi (bprm).
SpO2 adalah bagian untuk pengukuran saturasi oksigen (O2)
hemoglobin didalam pembuluh arteri. Transduser mengubah
sinyal fisiologi pasien menjadi sinyal listrik dengan
memanfaatkan photodiode sebagai detector. Kemudian dikirim
menuju SpO2 measurig board untuk diukur. Dan data diproses ke
main processor board.
Untuk bagian temperature dan IBP (Invasive Blood
Pressure). Sensor membaca hasil pengukuran kemudian dikuatkan
oleh opamp. Untuk IBP dan tempratur masuk menuju multiplexer.
Multiplexer atau disingkat MUX memilih input (masukan) yang
akan diteuskan bagian output (keluaran). Pemlilihan input mana
yang dipilih akan ditentukan oleh signal yang da di bagian kontrol
kendali. Sedangkan IBP2, setelah sinyal dikuatkan oleh opump
akan langsung diolah oleh main processor board. Semua
parameter akan ditampilkan pada video screen. Namun
sebelumnya melewati sebuah proses. Video control board
menerima perintah dari main processor board untuk
mengendalikan sinyal yang masuk dan selanjutnya akan diproses
pada Video display module kemudian akan ditampilkan pada
CRT Video Screen
Sumber:Operator’sManual.(2014)[Link]
3.1.5. Prinsip Kerja
Pada saat alat di hubungkan dengan jala-jala PLN dan switch
ON ditekan, indicator LED power ON akan menyala sehingga akan
menyuplai tegangan ke masing-masing blok rangkaian dan siap
bekerja. Lalu tegangan akan masuk ke main board. Dari main board,
tegangan akan masuk ke rangkaian modul. Pada rangkaian modul,
parameter akan diteruskan ke pasien. Setelah itu akan masuk ke
rekorder yang akan mengeprint hasil dari Patient Monitor.
Dari main board juga, akan masuk ke touch controller yang
akan mengontrol perintah dari touch panel. Dari main board juga,
akan masuk ke video I/F board yang akan diteruskan ke LCD adapter
dan dilanjutkan ke LCD assembly untuk menghasilkan karakter yang
selanjutnya akan ditampilkan pada display.
3.1.6. Standar Operasional Prosedur
a. Lepas penutup debu.
b. Siapkan aksesoris dan pasang sesuai kebutuhan.
c. Hubungkan alat ke terminal pembumian.
d. Hubungkan alat ke catu daya.
e. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF.
f. Set rentang nilai (range) untuk temperatur, pulse dan alarm.
g. Perhatikan protap pelayanan.
h. Beritahukan kepada pasien mengenai tindakan yang akan
dilakukan.
i. Hubungkan patient cable, stap dan chest electrode ke pasien dan
pastikan sudah terhubung dengan baik.
j. Lakukan monitoring.
k. Lakukan pemantauan display.
l. Setelah pengoperasian selesai matikan alat dengan menekan
tombol ON/OFF.
m. Lepaskan hubungan alat dari catu daya.
n. Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian.
o. Lepaskan patient cable, strap, chest electrode dan bersihkan.
p. Pastikan bahwa Patient Monitor dalam kondisi baik dan siap
difungsikan lagi.
q. Pasang penutup debu.
r. Simpan alat dan aksesoris ke tempat semula.
3.2. Perawatan dan Kalibrasi
a. Lakukan pembersihan pada bagian luar alat.
b. Lakukan Kalibrasi 1 Tahun sekali.
c. Lakukan pengaturan ulang.
d. Lakukan pengecekan fungsi dan kondisi bagian alat, antara lain:
1. Sistem catu daya.
2. Kabel daya.
3. Saklar ON / OFF.
4. Fitting / Konektor
5. Lampu indikator
6. Alarm
3.3. Troubleshooting
Permasalahan Penyelesaian
Cek fius pada modul
mainboard
Cek port kabel power
Sistem alat mati total Cek catu daya
Cek power supply yang ada
didalam monitor
Cek semua selang apakah
ada kebocoran
Cek motor pump
NIBP error/hose Cek Chest/bulb yang
terpasang pada pasien
apakah sudah terpasang
dengan benar
ECG error/ tidak dapat membaca Cek kabel ECG
Cek kabel aksesoris apakah
SpO2 error ada yang teputus
Cek sensor pada aksesoris
LCD mati/rusak Cek konektor LCD dan
lakukan pembersihan
Cek Mainboard
BAB 1V
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Pasien monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk memonitor
kondisi fisiologis pasien. Dimana proses monitoring tersebut dilakukan
secara real-time, sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada
saat itu juga.
Adapun parameter patient monitor meleputi : Temprature untuk
mengecek suhu tubuh pasien, ECG untuk aktivitas kelistrikan yang ada
dalam jantung, NIBP untuk mengukur tekanan darah, IBP tekanan darah
langsung dari pembuluh darah, HR/RR atau Respirasi untuk irama nafas
dalam waktu satu menit, etCO2 untuk mengukur kadar CO2 dari sistem
pernafasan, SPO2 untuk mengukur kadar oksigen pada darah.
4.2. Saran
Berdasarkan laporan yang telah penulis buat masih terdapat berbagai
kekurangan dari segala aspek. Untuk itu penulis dapat memberikan saran
sebagai berikut:
Dari hasil laporan yang telah penulis buat, penulis hanya
mendapatkan pengetahuan tentang pengertan patient monitor, bagian –
bagian patient monitor Fukuda Denshi DS-8100, standar prosedur operasi,
blok diagram, prinsip kerja, perawatan, kalibrasi dan troubleshooting dalam
laporan ini.
Demikian kesimpulan dan saran yang dapat penulis sampaikan
semoga bisa menjadi masukan kepada pihak terkait dan bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
KBBL 2002. ”Pengetikan Praktek Kerja Lapangan” Jakarta (diakses tanggal 20
Desember 2020)
Pedoman PKL ATEM Semarang 2018
[Link]
[Link]