KLIPING TENTANG
UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut
dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut,
pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian
laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah
hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran
ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar
pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut,
karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara
manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai
darisistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kelestarian
flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan agar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.
Menjaga lingkungan laut dan lingkungan hidup merupakan sebuah kewajiban penghuni
bumi untuk menjaga tanah yang dipijaknya. Salah satu keindahan yang wajib dijaga adalah
keindahan Dasar Laut yaitu terumbu karang.
Apa itu Terumbu Karang ?
Terumbu karang, merupakan bagian dari ekosistem laut yang berbentuk karang batu tempat
ikan– ikan, kerang maupun mahluk hidup lain hidup, bertelur dan berkembang biak.
Bagaiman Jika Terumbu Karang Rusak ?
Akibatnya rusaknya terumbu karang yang sangat merugikan makhluk di laut dan manusia yaitu:
Biota laut kehilangan Tempat Tinggal untuk berkembang biak dan tempat mencari
makanan
Penurunan produksi Ikan yang akan berpengaruh pada sektor sektor industri terkait
seperti ekspor kan, mutiara, wisata bahari, obat obatan, pakan ternak dan kosmetik
Hilangnya terumbu karang sebagai penahan pesisir pantai dari hempasan ombak
Apa saja Penyebab Rusaknya Terumbu Karang ?
Menurut penelitian badan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (P3O-LIPI), terumbu karang yang hancur lebur mencapai hampir 50
persen, sedangkan yang masih sangat baik tinggal 6,2 persen.
Hal hal berikut ini adalah penyebab rusaknya terumbu karang yaitu:
Penggunaan bahan peledak, jala tarik, dan racun utuk menangkap ikan
Pencemaran dengan tumpahan minyak, pembuangan bangkai kapal dan pelemparan
jangkar reklamasi, serta penambangan pasir
Pembuangan limbah padat atau cair rumah tangga dan industri ke dalam perairan
Penebangan Hutan, perubahan tata guna lahan, dan praktek pertanian yang buruk
Bagaimana cara kita melindungi Terumbu Karang ?
Cara kita sebagai manusia untuk menjaga kelestarian terumbu karang adalah sebagai berikut:
Tidak membuang sampah ketika sedang berada di pantai
Pastikan peralatan memancing tidak tertinggal di sekitar laut karena dapatmembahayakan
biota laut
Tidak memegang, mengukir, menginjak, atau membawa pulang karang sebagai hiasan
ketika menyelam
Pelarangan bagi kapal nelayan yang menggunakan jaring pukat harimau dan nelayan yang
menggunakan bom dalam penangkapan ikan
PEMBUATAN TERUMBU KARANG DAN RUMPON
PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT
PEMELIHARAAN HUTAN BAKAU