0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
351 tayangan33 halaman

Bangkitan Perjalanan dan Produksi Trip

Tahap bangkitan perjalanan (trip generation) merupakan tahap awal dalam perencanaan transportasi untuk memperkirakan kebutuhan perjalanan. Trip generation melibatkan analisis produksi dan tarikan perjalanan antar zona dengan menggunakan pendekatan agregat atau disagregat serta metode regresi linier atau berganda."

Diunggah oleh

irfan tri s
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
351 tayangan33 halaman

Bangkitan Perjalanan dan Produksi Trip

Tahap bangkitan perjalanan (trip generation) merupakan tahap awal dalam perencanaan transportasi untuk memperkirakan kebutuhan perjalanan. Trip generation melibatkan analisis produksi dan tarikan perjalanan antar zona dengan menggunakan pendekatan agregat atau disagregat serta metode regresi linier atau berganda."

Diunggah oleh

irfan tri s
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BANGKITAN PERJALANAN

(TRIP GENERATION)

Hikma Dewita
Perencanaan Transportasi 4 Tahap
 Antara lain :
1. Trip Generation (Bangkitan Perjalanan/
Pergerakan)
2. Trip Distribution (sebaran Perjalanan)
3. Moda Choice/Moda (Pilihan Moda
Transportasi)
4. Route Choice (Traffic Assignment/ Pilihan
Rute/Pembebanan Jaringan Lalu Lintas).
TRIP GENERATION
Merupakan tahap awal untuk meramalkan kebutuhan perjalanan,

Adalah :
 Banyaknya jumlah perjalanan/pergerakan/

lalu-lintas yang dibangkitkan oleh suatu zona


persatuan waktu,
TRIP GENERATION
Merupakan tahap awal untuk meramalkan kebutuhan perjalanan,

Adalah :
 Tahap pemodelan untuk memperkirakan dan
meramalkan jumlah (banyaknya) perjalanan
yang berasal (meninggalkan ) dari suatu Zona
(kawasan/petak lahan) dan jumlah
(banyaknya perjalanan yang datang/tertarik
(menuju) kesuatu zona pada masa yang akan
datang (tahun rencana) persatuan waktu.
TRIP GENERATION

Terdiri dari 2 bagian :


1. Trip Production (Produksi Perjalanan/
Perjalanan)
[Link] Attraction (Penarik Perjalanan/
Perjalanan) yang tertarik.
TRIP GENERATION

Trip Production (Produksi Perjalanan/


Perjalanan yang dihasilkan)
 merupakan banyaknya (jumlah)
perjalanan/pergerakan yang dihasilkan oleh zona
asal (perjalanan yang berasal),
 merupakan perjalanan/pergerakan/arus lalu-lintas
yang meninggalkan suatu lokasi tata guna
lahan/zona/kawasan.
Trip Attraction (Penarik Perjalanan/Perjalanan
yang tertarik)
 Merupakan banyaknya (jumlah)
perjalanan/pergerakan yang tertarik ke zona
tujuan (perjalanan yang menuju),
 merupakan perjalanan/pergerakan/arus lalu-lintas
yang menuju atau datang ke suatu lokasi tata guna
lahan/zona/kawasan.
TRIP GENERATION

Contoh :
2 (dua) buah zona (tata guna lahan) yaitu:
- zona i sebagai asal dan
- zona j sebagai tujuan
1 (satu) buah zona "A" sebagai asal sekaligus sebagai tujuan
seperti yang dilukiskan dalam Gambar (a) dan (b).

 Pada Gambar (a), perjalanan yang dihasilkan (Trip Production)


adalah semua perjalanan (arus lalulintas) yang meninggalkan zona
asal i atau zona A sebagai asal per satuan waktu Gambar (b).
 Sedangkan perjalanan yang tertarik (Trip Attraction) adalah semua
perjalanan (arus lalu-lintas) yang menuju atau datang ke zona tujuan
j pada Gambar (a) atau zona "A" sebagai tujuan per satuan waktu
pada Gambar (b)-nya.
TRIP GENERATION

 untuk memprediksi jumlah kebutuhan perjalanan


pada masa yang akan datang, terlebih dahulu harus
ketahui beberapa konsep atau pengertian basis
perjalanan.
TRIP GENERATION

 Pengidentifikasian dan pengetahuan basis


perjalanan akan sangat menentukan bagi planner
(periset) transportasi dalam :
- memilih pendekatan dan metode apa yang
akan dipakainya dalam studi transportasi
- mempermudah mereka pula dalam
merumuskan variabel-variabel yang
berpengaruh untuk dimasukkan ke dalam
model.
TRIP GENERATION
Basis Perjalanan

 Basis perjalanan merupakan tempat di mana


lokasi perjalanan diawali/dimulai dan di
mana lokasi perjalanan diakhiri/selesai.

 Untuk mengetahui basis perjalanan ini, ada


beberapa pengertian dasar, yaitu:
- Perjalanan (Trip)
- Perjalanan Berbasiskan Rumah
- Perjalanan Berbasis Bukan Rumah
Basis Perjalanan

 Perjalanan (Trip)
Merupakan pergerakan/perjalanan satu arah dari
zona asal ke zona tujuan dengan maksud tertentu.

 Perjalanan Berbasiskan Rumah (Home Based


Trip/Residential)
Merupakan perjalanan yang salah satu atau kedua
zonanya (asal dan tujuan) adalah rumah.
Basis Perjalanan

 Perjalanan Berbasiskan Bukan Rumah (Fion Home


Based Trip/Non Residential)
- Merupakan perjalanan baik asal atau
tujuannya, tidak berhubungan dengan rumah.
- Perjalanan semacam ini, biasanya juga
disebut dengan perjalanan berbasiskan zona
(Zone Based Trip) karena tempat asal dan
tujuannya adalah zona yang tidak ada
sangkut pautnya dengan rumah,
 Perjalanan (Trip)

 Perjalanan berbasis rumah


 Perjalanan berbasis bukan rumah
TRIP GENERATION
Pendekatan Analisis

 Ada dua pendekatan analisis yang dipakai


dalam mengestimasi kebutuhan perjalanan
pada tahap bangkitan perjalanan ini dengan
metode apa yang akan digunakan untuk
analisis. Pendekatan dimaksud adalah :
- Pendekatan Agregat
- Pendekantan Disagregat
Pendekatan Analisis

 Ada dua pendekatan analisis yang dipakai


dalam mengestimasi kebutuhan perjalanan
pada tahap bangkitan perjalanan ini, dengan
metode apa yang akan digunakan untuk
analisis. Pendekatan dimaksud adalah :
- Pendekatan Agregat
- Pendekatan Disagregat
Pendekatan Analisis

 Pendekatan Agregat
Merupakan pendekatan yang dilakukan
secara menyeluruh (total) dengan memahami
atribut-atribut zona, baik zona asal atau
tujuan seperti sosial ekonomi suatu zona,
penduduk zona, perkembangan wilayah dan
pola tata guna lahan sebuah zona.
Pendekatan Analisis

 Pendekatan Disagregat
Merupakan pendekatan yang dilakukan per individu
dengan memahami langsung atribut-atribut elemen
yang lebih kecil seperti: faktor-faktor yang
berpengaruh menimbulkan perjalanan tetapi melekat
pada diri orang yang melakukan perjalanan (trip
maker) atau manusia di antaranya, pendapatan
pelaku perjalanan, jumlah kendaraan yang dipunyai,
struktur dan ukuran rumah tangga di mana dia
berdiam, dan lain-lain.
TRIP GENERATION
Metode Analisis

 Metode analisis yang dipakai dalam tahap


bangkitan perjalanan sangat tergantung basis
perjalanan dan pendekatan analisis. Metode
tersebut adalah :
1. Metode Analisis Regresi Linear
2. Metode Analisis Regresi Linear
Berganda
Metode Analisis Regresi Linier

 Metode ini merupakan alat analisis statistik


yang menganalisis faktor-faktor penentu yang
menimbulkan suatu kejadian atau kondisi
tertentu yang diamati, sekaligus menguji sejauh
manakah kekuatan faktor-faktor penentu yang
dimaksud berhubungan dengan kondisi yang
ditimbulkan/ diciptakannya.
Metode Analisis Regresi Linier

 Ada 2 bentuk metode analisis regresi linier, yaitu :


1. Analisis Regresi Linier Sederhana

2. Analisis Regresi Linier Berganda


Metode Analisis Regresi Linier

dimana :
- y : variabel terikat ( jumlah perjalanan/lalu
lintas manusia, kendaraan, barang)
- x : variabel bebas ( faktor yang berpengruh
timbulnya jumlah perjalanan/lalu lintas
seperti ; jumlah penduduk, tingkat
pemilikan kendaran, pendapatan pekerja,
luas toko, pabrik dll)
Metode Analisis Regresi Linier

dimana :
- a : parameter konstanta (constant parameter) yang
artinya, kalau seluruh variabel bebas ( X1 s/d
Xn ) tidak menunjukkan perubahan atau tetap
atau sama dengan nol, maka Y atau jumlah
perjalanan diperkirakan akan sama dengan a.
- b : parameter koefisien (coefficient parameter)
berupa nilai yang akan dipergunakan untuk
meramalkan Y
- e : nilai kesalahan, yang untuk regresi berganda
Metode Analisis Regresi Linier

 Ada 3 prosedur pengujian keabsahan hasil peramalan, yaitu :


1. Uji hubungan linier antara variabel Y dengan X

2. Uji – t (t- test)

3. Uji –F (F – test)
Metode Analisis Regresi Linier

 Contoh kasus :
Dari sampel 16 zona terpadat penduduknya di wilayah
Jakarta Bogor Tangerang dan Bekasi (JABOTABEK), setiap
hari terjadi tarikan perjalanan (trip attraction) ke kawasan-
kawasan industri yang ada di DK1 Jakarta dan sekitarnya.
Banyaknya trip yang tertarik ke sana dari 16 zona yang
disampel, dipengaruhi oleh faktor-faktor:
1. Total lapangan kerja di pabrik pada kawasan-
kawasan industri tersebut.
2. Luas seluruh pabrik yang ada di kawasan-kawasan
industri tersebut.
3. Luas lantai pertokoan yang terdapat di kawasan-
kawasan industri tersebut.
4. Luas bangunan lain yang ada di kawasan-kawasan
industri tersebut.
Metode Analisis Regresi Linier

 Kalau kita telah mendapatkan dan mengetahui data-data dan


informasi tentang jumlah perjalanan dari masing-masing 16
zona yang disampelkan ke kawasan-kawasan industri yang
ada di DK1 Jakarta dan sekitarnya per hari serta data
tentang luas dan jumlah lapangan kerja seperti pada Tabel
berikut ini, ramalkanlah berapa jumlah perjalanan yang
tertarik ke kawasan industri kalau untuk masing-masing faktor,
terjadi peningkatan sebanyak 1 lapangan kerja, 2 luas
pabrik, 1 luas toko dan 1 bangunan lain dan analisislah nilai-
nilai parameter yang telah didapat.
Contoh Data-data Perjalanan dan Faktor-faktor yang
mempengaruhinya
Metode Analisis Regresi Linier

 Pemecahan :
Setelah seluruh data di atas kita masukkan ke
model-model statistik untuk mendapatkan nilai-nilai
parameter statistik, maka kita dapati persamaan
regresi berganda seperti berikut;

Y = 1.449 + 0,78X, + 1,18X2 + 1,34X3 - 0,98X4 + e


Metode Analisis Regresi Linier

 Dengan :
Metode Analisis Regresi Linier
 Pada kasus di atas, pada tahun rencana :
1. lapangan kerja bertambah 1 kesempatan
kerja, maka diperkirakan perjalanan yang
tertarik menuju kawasan industri bertambah
sebesar 0,78 atau 1 perjalanan, begitu juga
faktor-faktor lainnya seperti luas pabrik, luas
pertokoan, atau luas bangunan lain.
Metode Analisis Regresi Linier

2. Sedangkan R = 0,74 berarti bahwa :


- Korelasi antara seluruh faktor dengan jumlah
perjalanan yang tertarik menuju kawasan industri
sebesar 74%.
- R2 = 0,55 menunjukkan bahwa 55% sumbangan
seluruh faktor (lapangan kerja, luas pabrik, luas
toko dan bangunan lain) menentukan perubahan
naik turunnya jumlah perjalanan yang tertarik ke
kawasan industri dan 45%-nya ditentukan oleh
faktor (variabel) lain yang tidak dimasukkan ke
dalam model.

Anda mungkin juga menyukai