MAKALAH
ORGAN-ORGAN PADA TUMBUHAN DAN SISTEM ORGAN DAN
ORGANISME
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA)
Guru :
Ai Wiwin Hermawati, [Link].I.
Disusun oleh :
Kelompok 4
DUDU ABDURAHMAN RIZKI ALFARIZKI
MUHAMMAD RIPAL ANDHIKA SURYANI
NAUFAL HAFIDZ ARAIF TANTRI DESIANTI
RAFLI MUHAMMAD FAUZAN WILI KAISYAL PUTRA. P
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM
Al-ISHLAH AL- BASUNIYAH
RANCAEKEK, BANDUNG
2021/2022
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumbuhan tersusun dari berbagai organ yang terdiri dari akar, batang, daun
dan organ reproduksi. Berbagai jenis organ pada tumbuhan tersebut berperan
dalam melaksanakan fungsinya masing-masing dalam kehidupan tumbuh-
tumbuhan. Organ-organ tersebut tersusun dari berbagai jaringan, seperti
jaringanmeristem, parenkim, sklerenkim, kolenkim, epidermis dan jaringan
pengangkut.
Epidermis merupakan sistem sel-sel yang memiliki berbagai variasi struktur dan
fungsi, yang menutupi tubuh tumbuhan. Struktur yang demikian tersebut dapat
dihubungkan dengan peranan jaringan sebagai lapisan yang berhubungan dengan
lingkungan luar. Adanya bahan lemak, kutin dan kutikula dapat membatasi
penguapan pada dinding bagian luar sehingga menjadikannnya kompak dan keras
dan dapat dianggap sebagai penyokong mekanis. Di antara sel-sel epidermis
terdapat derifatnya antara lain yang disebut stomata, trikoma, sel kipas, sel silika
dan sel gabus (Hidayat, 1995).
Stomata merupakan celah diantara epidermis yang diapit oleh 2 sel epidermis
khusus yang disebut sel penutup. Di dekat sel penutup terdapat sel-sel yang
mengelilinginya yang disebut sel tetangga. Sel penutup dapat membuka dan
menutup sesuai dengan kebutuhan tanaman akan transpirasinya, sedangkan sel-sel
tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang berhubungan dengan
pergerakan sel – sel penutup. Stomata terdapat pada semua bagian tumbuhan yang
terdedah ke udara, tetapi lebih banyak terdapat pada daun (Pandey, 1982). Tipe
stomata pada daun memiliki berbagai variasi. Berdasarkan hubungan stomata
dengan sel epidermis sel tetangga ada banyak tipe stomata, walaupun tipe yang
berbeda dapat terjadi pada satu famili yang sama atau dapat juga pada daun dari
spesies yang sama (Fahn, 1991).
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Organ-Organ Pada Tumbuhan
1.2.2 Sistem Organ Dan Organisme Pada Tumbuhan
1.3 Tujuan
Untuk Memahami dan Mengetahui Apa Saja Organ-organ Pada Tumbuhan dan
Bagaimana Sistem Organ Dan Organisme Pada Tumbuhan
BAB II
PEMBAHASAN
[Link]-ORGAN PADA TUMBUHAN
Organ merupakan bentuk kerja sama antar organ untuk melakukan fungsi-fungsi
yang lebih kompleks. Sistem organ disebut juga kumpulan beberapa organ yang
melakukan fungsi tertentu. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak
bekerja sendiri-sendiri,melainkan organ-organ bergantung dan saling
mempengaruhi satu sama lainnya.
A. Akar
Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus
tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati,
kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran
hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra,
yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra
ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
Fungsi Akar
1. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
2. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
3. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut
[Link] akar
a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah
dilewati air. Bulu akar merupakan modi nifikasi dari sel epidermis akar, bertugas
menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas
permukaan akar.
b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga
banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan
parenkim.
c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel
endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan
membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan
selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap
silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U,
disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua
sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat
masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.
d. Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai
macam jaringan:
- Persikel/Perikambium lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari
pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis terdiri atas xilem dan floem yang tersusun
bergantian menurut arah jari jari.
- Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri
dari jaringan parenkim.
B. Batang
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan
anatominya.
a. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
b. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.
Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang
mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan
gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
c. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang
dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam
tersusun atas jaringan parenkim.
d. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan
lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan
Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis
tumbuhan Gymnospermae
e. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel
atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya
xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem
sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada
perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas
pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium
intervasikuler.
f. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks
dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh
yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan
floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil
menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan
lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada
Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya
pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).
C. Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang
paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak
berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis
bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi
oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna
untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
b. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons
(jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-
selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga
masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada
jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
Jaringan Pembuluh Jaringan, pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan
batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.
D. Bunga
Bunga merupakan modifikasi suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk, warna,
dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan. Oleh karena itu,
bunga ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan
yang akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Mengingat
pentingnya bunga bagi tumbuhan maka pada bunga terdapat sifat-sifat yang
merupakan penyesuaian untuk melaksanakan fungsinya sebagai penghasil alat
perkembangbiakan.
Pada umumnya, bunga mempunyai sifat-sifat seperti berikut.
1. Mempunyai warna menarik.
2. Biasanya berbau harum.
3. Bentuknya bermacam-macam.
4. Biasanya mengandung madu.
5. Bagian-Bagian Bunga
Bunga terdiri dari bagian steril dan fertil. Bagian steril terdiri dari ibu tangkai
bunga (pedunculus), tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), daun
pelindung (brachtea), daun tangkai (brachteola), dan perhiasan bunga. Perhiasan
bunga terdiri dari daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal).
Bagian bunga fertil terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan
makrosporofil sebagai putik (pistillum) dengan daun buah sebagai penyusunnya.
Cobalah cermati penjelasan berikut ini agar Anda lebih mengetahui bagian bagian
bunga.
- Tangkai induk atau ibu tangkai bunga (rachis, pedunculus, pedunculus
communis) merupakan aksis perbungaan sebagai lanjutan dari batang atau
cabang.
- Tangkai bunga (pedicellus) merupakan cabang terakhir yang mendukung bunga.
- Dasar bunga (receptacle) merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat
bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain (batang).
- Daun pelindung (brachtea) merupakan daun terakhir yang di ketiaknya tumbuh
bunga.
- Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal
tangkai bunga.
- Daun kelopak (sepal) merupakan daun perhiasan bunga yang paling pangkal,
umumnya berwarna hijau dan berkelompok membentuk kelopak bunga (calyx).
- Daun mahkota atau daun tajuk (petal) merupakan daun perhiasan bunga yang
berwarna-warni. Daun mahkota ini berkelompok membentuk mahkota bunga
(corolla).
- Benang sari (stamen) adalah daun fertil yang terdiri dari kepala sari (anthera),
berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
- Daun buah (carpell) adalah daun fertil pendukung makrospora berupa bakal biji
(ovalum) yang secara kolektif membentuk putik (pistill).
Struktur Jaringan Penyusun Bunga
Secara anatomi, daun mahkota dan daun kelopak mempunyai struktur yang sama
yaitu terdapat sel-sel parenkimatis. Parenkim ini juga disebut mesofil. Parenkim
ini terletak di antara epidermis atas dan bawah. Daun kelopak umumnya
mempunyai struktur sederhana. Epidermis daun kalopak pada bagian luarnya
dilapisi kutin, stomata, dan trikomata. Seperti struktur pada daun. Sel-sel daun
kelopak ini juga mengandung klorofil. Struktur daun mahkota sel-selnya
mempunyai satu atau banyak berkas pengangkut yang kecil-kecil. Daun mahkota
mempunyai epidermis berbentuk khusus, yaitu berupa tonjolan yang disebut
papila dan dilapisi kutikula.
Sementara itu, benang sari dan putik mempunyai struktur sangat berbeda. Secara
umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun
oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola tanpa
ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari terdapat kutikula, trikomata, atau
mungkin juga stomata
Kepala sari mempunyai struktur yang kompleks, terdiri atas dinding yang
berlapis-lapis, dan di bagian terdalam terdapat lokulus (ruang sari) yang berisi
butir-butir serbuk sari. Jumlah lapisan dinding kepala sari untuk setiap jenis
tumbuhan berbeda.
Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding sebagai berikut.
- Epidermis, merupakan lapisan terluar yang terdiri dari satu lapis sel. Epidermis
menjadi memipih dan membentuk papila pada kepala sari yang masak dan
berfungsi sebagai pelindung epidermis.
- Endotesium, merupakan lapisan yang terletak di sebelah dalam epidermis.
- Lapisan tengah, merupakan lapisan yang terletak di sebelah dalam endotesium
dan terdiri dari 2–3 lapis sel atau lebih tergantung jenis tumbuhannya.
- Tapetum, merupakan dinding terdalam dari antera dan berkembang mencapai
maksimum pada saat terbentuk serbuk sari tetrad.
Bagian perhiasan bunga (mahkota dan kelopak) pada tanaman Dicotyledoneae
biasanya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya, sedangkan pada tumbuhan
Monocotyledoneae berjumlah 3 atau kelipatannya.
E. Buah
Berfungsi menghasilkan biji yang mengandung embrio atau lembaga sebagai alat
perkembangbiakan bagi tumbuhan.
2. SISTEM ORGAN DAN ORGANISME PADA TUMBUHAN
organisme adalah tingkat organisasi kehidupan yang terakhir berupa kumpulan
molekul-molekul yang saling memengaruhi sehingga berfungsi secara stabil dan
memiliki sifat hidup. sistem organ yang dimiliki tumbuhan memiliki perbedaan
dengan sistem organ yang dimiliki oleh hewan dan manusia.
Secara umum, berikut sistem organ yang terdapat pada tumbuhan, di antaranya:
1. Sistem Transportasi
Sistem ini memiliki fungsi untuk mengedarkan air, unsur hara, dan zat hasil foto
ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Bagian tumbuhan yang bekerja pada sistem ini ialah pembuluh kayu (xilem) dan
tapis (floem) yang terdapat pada berkas pembuluh yang terletak di akar, batang,
dan daun.
2. Sistem Pernapasan
Pada tumbuhan, sistem pernapasan yang menjadi tempat keluar masuknya
udara (oksigen dan karbon dioksida) biasanya dilakukan oleh organ-organ
tertentu, yakni organ stomata, lenti sel dan akar (akar gantung).
3. Sistem Evaporasi
Sistem penguapan atau evaporasi terjadi akibat lingkungan (panas maupun
dingin) pada tumbuhan, dan organ yang berperan dalam hal ini adalah daun
dengan stomata dan lenti selnya.
4. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi terdiri dari organ putik, benang sari, bakal buah dan bakal
biji yang digunakan untuk membantu proses perkembiakan tumbuhan.
5. Sistem Gerak
Sistem gerak pada tumbuhan berkenaan dengan merespon rangsangan dari
luar, dan organ yang berperan di sini meliputi akar, batang dan daun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Organ merupakan bentuk kerja sama antar organ untuk melakukan fungsi-fungsi
yang lebih kompleks. Sistem organ disebut juga kumpulan beberapa organ yang
melakukan fungsi tertentu. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak
bekerja sendiri-sendiri,melainkan organ-organ bergantung dan saling
mempengaruhi satu sama lainnya. Yang terdiri dari Akar, Batang, Daun, Bunga,
dan Buah yang semuanya memiliki Fungsi serta struktur yang berbeda-beda.
organisme adalah tingkat organisasi kehidupan yang terakhir berupa
kumpulan molekul-molekul yang saling memengaruhi sehingga berfungsi secara
stabil dan memiliki sifat hidup. sistem organ yang terdapat pada tumbuhan, di
antaranya:sistem transportasi, sistem pernapasan, sistem evaporasi, sistem
Reproduksi, dan sistem Gerak.
B. Saran
Dari penelitian ini ada beberapa saran untuk penelitian selanjutnya pada kultivar
kentang, yaitu:
1. Penambahan jumlah karakter dapat menghasilkan fenogram yang lebih spesifik
dan baik.
2. Organ bunga dan tunas (sprout) kentang sangat direkomendasikan untuk
diamati.
3. Untuk mendukung penelitian ini diperlukan penelitian serupa dengan karakter
lain, seperti karakter agronomi, anatomi, dan molekuler.
DAFTAR PUSTAKA
Purjiyanta, Eka, Triyono, Agus, Dkk. IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII
Edisi Revisi. Erlangga: Jakarta.