Asuhan Kebidanan G2P1A0 dengan Anemia
Asuhan Kebidanan G2P1A0 dengan Anemia
27 MINGGU
DENGAN ANEMIA RINGAN
DI PONKESDES KAWENGAN
DISUSUN OLEH :
UMMI NURHAYATI
(202110050)
Mengetahui,
Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik
Masa kehamilan adalah sebuah impian yang sangat dinanti dan diharapkan oleh
pasangan suami dan istri. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal
dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir. Namun
seorang suami, ibu dan bayi lahir sehat, tetapi ibu hamil bisa menghadapi
kegawatan dengan derajat ringan sampai berat yang dapat memberikan bahaya
bagi ibu hamil,risiko tinggi, maupun rendah yang mengalami komplikasi dalam
persalinan (Saifuddin, 2012). Anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan
kadar hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5 gr%
pada trimester 2. Nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita
RISKesdas (2013) terdapat 37,1% ibu hamil anemia, yaitu ibu hamil dengan kadar HB
kurang dari 11,0 gram/dl. Salah satu factoranemia pada ibu hamil adalah kurangnya
asupan zat besi yang dikonsumsi ibu setiap [Link] krena itu tablrt Fe perlu
diberikan kepada ibu hamil sebagai salah satu upayauntuk mencegah dan
dianggap cara yang efisien untuk mencegah anemia pada ibu hamil di Indonesia
( Kemenkes RI, 2014). Menurut World Health Organization (WHO) kebutuhan zat
besi yang besar (1000 mg) selama hamil tidak cukup apabila didapatkan dari
makanan saja, sehingga harus dibantu dengan suplemen tablet besi ( Kemenkes RI,
2014)Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia besi dilakukan melalui
pemberian suplemen zat besi ini diprioritaskan pada ibu [Link] karena itu untuk
mencegah anemia gizi pada ibu hamil dilakukan pemberian 202 suplemen zat besi
0,25 g asam folat) berturut turut minimal selama 90 hari selama masa kehamilan.
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Teoritis
2. Bagi bidan
pelayanan.
3. Bagi penulis
Sasaran dalam asuhan continuity of care ini adalah Ny. “K” dengan
1.5.2 Tempat
Waktu
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anemia
jumlah massa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya
hitung eritrosit dan yang sering dipakai adalah hemoglobin lalu hematokrit
al,2001)
wanita. Kehamilan merupakan urutan kejadian yang secara normal terdiri atas
dan sel darah merah (eritrosit) meningkat tetapi peningkatan volume plasma
terjadi dalam proporsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan peningkatan
darah terjadi lebih dulu dibandingkan produksi sel darah merah sehingga
( Darlina,2003).
Gejala dan tanda yang umum pada anemia adalah rasa lemah,lesu,cepat
lelah, telinga mendenging, mata berkunang kunang, kaki terasa dingin, sesak
nafas dan dispepsia. Muka tampak pucat dapat dilihat pada konjungtiva,mukosa
mulut,telapak tangan dan jaringan di bawah kuku. Sindrom anemia bersifat tidak
spesifik karena juga bisa diakibatkan oleh penyakit lain selain anemia dan tidak
sensitif karena timbul setelah penurunan hemoglobin yang berat (Hb< 7 gr/dl)
sering pusing, palpitasi, mata berkunang kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan
mual muntah lebih hebat pada hamil muda, perubahan jaringan epitel kuku,
kelenjar [Link] diakibatkan karena kurang masuknya unsur zat besi dalam
eritrosit yang terbagi menjadi anemia defisiensi besi, anemia defisiensi asam folat
(utilisasi ) besi yaitu anemia akibat penyakit kronik dan anemia sideroblastik.
Disebabkan juga karena kerusakan sumsum tulang antara lain anemia aplastik,
berkurang dan menjadi cepat lelah bila bekerja. Pada penderita anemia, jumlah
jatah oksigen untuk otot juga berkurang karena itu berakibat otot membatasi
produksi energi sehinngga orang yang menderita anemia akan cepat lelah bila
bekerja (Wijanto,2002).
trimester III ibu hamil non anemik Hb > 11 gr/dl,sedangkan untuk ibu hamil
dengan anemia defisiensi besi dapat diberikan suplemen sulfat 325 mg 1-2 kali
[Link] yang disebabkan oleh defisiensi asam folat dapat diberikan asam
folat 1 mg/hari atau untuk dosis pencegahan dapat diberikan 0,4 mg/hari. dan bisa
saat ini untuk setiap ibu hamil mendapatkan tablet besi 90 tablet selama masa
60 mg ) dan asam folat 0,25 mg. Setiap bulan diberikan 30 tablet. Dalam
mengatur pola makan dan membuat menu yang memenuhi kebutuhan juga perlu
menghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi. Pencegahan dan
penanggulangan anemia antara lain dengan meningkatkan konsumsi zat besi dari
segar dan banyak mengandung vitamin c membantu penyerapan zat besi. Bahan
yang akan mengurangi penyerapan zat besi seperti teh. Anemia juga bisa dicegah
dengan suplemen zat besi yang dapat memperbaiki Hb dengan cepat dan
Fortifikasi zat besi yaitu penambahan suatu zat gizi ke dalam bahan pangan untuk
2.1.6 Faktor Faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil.
1. Sosial Ekonomi
anak karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer
rendah akan mempengaruhi biaya daya beli dan tingkat konsumsi ibu akan
2. Pendidikan
dan penyempurnaan hidup, Pada ibu hamil yang berpendidikan tinggi dapat
saat pemberian tablet besi .Efek samping dari tablet besi yang dapat
3. Pengetahuan
Penyakit anemia banyak ditemukan karena kemiskinan dan kurangnya
pengetahuan tentang makanan sehat. Pada waktu hamil banyak makanan yang
tentang gizi dan kesehatan yang yang meningkat akan memberikan dampak
4. Umur
Ibu Menurut Depkes (2001) kadar Hb 7.0 – 10,0 gr/dl banyak ditemukan pada
kelompok umur < 20 tahun 46%) dan kelompok umur 35 tahun atau lebih (48%).
Bila umur ibu terlampau muda (< 20 tahun) tidak atau belum siap untuk
cadangan zat besi yang mulai menurun (Rohadi,1997).Umur ibu hamil yang
semakin tua atau semakin muda akan berpengaruh terhadap kebutuhan gizi yang
[Link] ibu hamil diatas 30 tahun perlu energi yang besar karena fungsi
mengalami suatu kehamilan dan persalinan yang baik adalah 20-35 tahun. Wanita
yang berumur kurang dari 20 tahun atau terlalu muda, perkembangan organ organ
reproduksi belum maksimal, kematangan emosi dan kejiwaan yang kurang serta
fungsi fisiologis organ reproduksi yang belum optimal sehingga lebih sering
reproduksi secara umum sehingga lebih sering terjadi akibat ang merugikanbagi
bayi dan ibu hamil. Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat
mempengaruhi timbulnya anemia, yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka
meningkatkan resiko kematian 2-4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan perempuan
yang hamil pada usia 20-30 [Link] usia 15-19 tahun sistem hormonal belum
janin dengan berat badan lebih dari 500 gram yang pernah dilahirkan,hidup
kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu yang sering melahirkan mempunyai resiko
kebutuhan nutrisi ,karena selama hamil zat zat gizi akan berbagi untuk ibu dan
semakin besar resiko kehilangan darah yang berdampak pada penurunan kadar
Hb. Setiap kali wanita melahirkan jumlah zat besi yang hilang diperkirakan
tidak mudah terserang [Link] dengan kadar kadar Hb < 10 g/dl memiliki
kadar sel darah putih ( untuk melawan bakteri yang rendah [Link] dapat
kandungan, serta cacat bawaan. Penyakit infeksi biasanya tidak diketahui saat
kehamilannya dan baru diketahui setelah bayi lahir dengan kecacatan .Pada
kondisi terinfeksi penyakit,ibu yang hamil akan kekurangan banyak cairan tubuh
kesehatan janin apabila plasenta rusak oleh bakteri atau virus penyebab
(Bahar,2006).
7. Usia Kehamilan
Pada ibu hamil kebutuhan zat gizi akan terus meningkat seiring dengan
3 karena pada masa ini janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri
sebagi pesrsediaan bulan pertama setelah [Link] zat besi ibu hamil akan
meningkat 6 kali lebih besar pada trimester terakhir dibandingkan wanita yang
tidak hamil (Sin sin,2008). Ibu hamil dianggap anemia jika kadar hemoglobin
rutin,konsentrasi hb< 11 g/dl pada akhir trimester pertama dan 10 g/dl pada
trimester kedua dan ketiga diusulkan menjadi batas bawah untuk mencari
penyebab anemia dalam [Link] nilai ini kurang lebih sama dengan nilai
hb terendah pada ibu hamil yang mendapat suplementasi besi yaitu 11 g/dl pada
trimester pertama dan 10,5 g/dl pada trimester kedua dan ketiga (Sarwono,2010).
8. Kepatuhan Minum Tablet Besi. Ibu Hamil yang kurang patuh mengkonsumsi
tablet Fe mempunyai resiko 2,429 kali lebih besar untuk mengalami anemia
dilengkapi asam folat yang sekaligus dapat mencegah anemia karena kekurangan
anemia gizi besi pada ibu hamil dilakukan dengan program pendidikan gizi yang
pemberian tablet besi ditemukan berbagai macam kendala salah satunya adalah
kepatuhan ibu hamil yang masih rendah dalam minum tablet zat besi yang
[Link] ibu hamil minum tablet besi merupakan salah satu faktor
efektif untuk meningkatkan asupan zat besi dan setelahnya, nutrisi lain yang
berkaitan dengan anemia. Suplementasi besi mungkin adalah pilihan terbaik yang
besi sangat berpengaruh terhadap terjadinya anemia khususnya pada trimester II,
III dan masa nifas. Ini disebabkan karena kebutuhan zat besi pada masa ini lebih
( Notobroto,2003). Perkiraan jumlah zat besi yang diperlukan selama hamil 1040
pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah sel darah merah, 200 mg
sedikit yaitu 0,8 mg sehari yang kemudian meningkat tajam selama trimester III
yaitu 6,3 mg sehari. Jumlah sebanyak itu tidak mungkin tercukupi hanya melalui
makanan (Arisman,2004). 9. Status Gizi Status gizi ibu sebelum dan selama hamil
ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan
melahirkan bayi yang [Link] ibu hamil memerlukan semua tambahan zat
seperti zat besi dan [Link] mengalami kekurangan zat besi akan mengalami
sebelum dan saat hamil ( Zulhaida,2003).Gizi kurang pada ibu hamil dapat
badan ibu tidak bertambah secara normal dan mudah terkena infeksi.
antropometrinya. Ukuran antropometri ibu hamil yang ibu hamil yang paling
sering digunakan adalah kenaikan berat badan ibu hamil dan ukuran Lingkar
Lengan Atas ( LILA) ( Siega-Riz et al,2009). Status Gizi buruk sebelum dan
perkembangan otak janin,anemia pada bayi baru lahir,bayi baru lahir terinfeksi
atas adalah suatu cara untuk mengetahui resiko Kurang Energi Kronis
.Pengukuran Lingkar Lengan Atas dapat digunakan untuk penapisan status gizi
Kurang Energi Kronis (KEK). 10. Konsumsi Zat Gizi Pola konsumsi makanan
sehari hari yang sesuai dengan kebutuhan gizi individu untuk hidup sehat dan
jenis bahan makanan dari tiap tiap golongan bahan makanan (sumber karbohidrat,
hewani, nabati, sayur, buah) dalam sehari dengan jumlah yang mencukupi
( Darlina, 2003).Angka Kecukupan Energi adalah rata rata konsumsi energi dari
kelamin,ukuran tubuh ( berat) dan tingkat kegiatan fisik agar hidup sehat dan
dapat melakukan kegiatan sosial dan ekonomi yang baik. Angka Kecukupan
Energi pada ibu hamil juga digunakan untuk pertumbuhan janin dan cadangan
protein yang hilang ditambah sejumlah tertentu agar mencapai hampir semua
populasi sehat (97,5%) di suatu kelompok umur,jenis kelamin dan ukuran tubuh
vitamin c yang rendah dan makanan sumber fitat tinggi. Jenis besi(heme dan non
kejadian anemia pada ibu hamil adalah faktor sosial [Link] sosial
kesehatan meliputi penyediaan air ,sumber air, jamban dan pembuangan sampah
( Slamet ,2009). Penyakit menular yang disebabkan oleh air secara
atau Water Borne [Link] penyakit ini hanya dapat menyebar apabila
mikroba penyebab dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Sedangkan jenis mikroba yang dapat
menyebar lewat air ini banyak macamnya, mulai dari virus, bakteri, protozoa dan
[Link] yang banyak pada daerah pantai sebagian besar dari limbah
langsung dan tidak langsung. Efek langsung adalah efek yang disebabkan karena
kontak langsung dengan limbah tersebut. Misalnya limbah beracun, limbah yang
korosif terhadap tubuh, yang karsinogenik, dll. Selain itu ada pula limbah yang
dapat brasal dari limbah keluarga selain limbah [Link] itu pengaruh tidak
tercemarnya air tanah, tanah dan udara. Efek tidak langsung lainnya berupa
penyakit bawaan vektor yang berkembang biak dalam limbah (Lumenta, 1990).
BAB 3
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY”K” UK 26-27 MINGGU
DENGAN ANEMIA RINGAN
DI PONKESDES KAWENGAN
PENGKAJIAN
Tanggal : 11 April 2021 Pukul : 09.00 WIB
Identitas
Kedewan
Nama : Tn “M”
1. Prolog
Pasien datang ke Polindes tanggal 11 April 2021 pukul 09.00 WIB diantarkan oleh
suaminya. Hamil anak pertama dengan HPHT 11/9/2020, HPL 22/6/2021, UK 26-27
Minggu, mengeluh badan lemas, pusing dan mual-mual. Tidak memiliki riwayat
alergi dan penyakit menular. Pada kehamilan trimester II ini ibu sudah periksa 2 kali
di Ponkesdes Kawengan. BB sebelum hamil : 44 kg, TB : 150 cm. Lila : 26 cm. Pada
tanggal 25 Nopember 2020 ibu sudah melakukan ANC terpadu di puskesmas dengan
hasil Hb : 10,2 gr/dl, Albumin : negatif, Reduksi : negatif, Golongan darah : A, PPIA:
Nonreaktif ,GDA: 82, HIV-HbsAg: Non reaktif, pemeriksaan gigi baik, ROT: 10
2. Data Subyektif
Ibu mengatakan badan lemas, malas makan, minum sedikit, pusing dan mual muntah.
3. Data Obyektif
Kesadaran : Composmentis
BB Sekarang : 50 Kg
Kenaikan BB : 6 Kg
Hb : 10,2 gr/dl
LILA : 23,5 CM
Dada : simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada bunyi wheezing dan
ronchi.
Abdomen : TFU (15 cm), letak kepala, tidak ada bekas jahitan operasi, linea
nigra (+).
4. Analisa Data
5. Penatalaksanaan
Mengingatkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi untuk
meningkat kadar Hb (ibu bersedia).
Memberitahu ibu untuk mengatur pola istirahat, istirahat secara teratur, ibu
mengerti.
Memberi ibu tablet Fe dengan dosis 2x1 per hari dan Vitamin C.
PEMBAHASAN
Pada pembahasan ini akan dijelaskan tentang kesesuaian antara teori dan kenyataan yang
terjadi pada kasus yang diambil dan teori yang mendukung di antara fakta dan kenyataan
serta ditambahnya opini yang luas dari peneliti sebagai pendamping klien yang melaksanakan
asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari asuhan kebidanan pada ibu hamil,
persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana pada Ny.”K” Kehamilan dengan
Anemia Ringan di Ponkesdes Kawengan Puskesmas Kedewan Kab. Bojonegoro Tahun 2021
A. Data Subjektif
Berdasarkan data diatas sesuai dengan keluhan pasien Ny “K”, dengan anemia ringan.
Menurut penulis keluhan tersebut merupakan keluhan yang dalam batas normal yang di
alami pada ibu hamil. Ny “K“ mengeluhkan badan lemas dan mudah pusing. Berdasarkan
pengakuan Ny. “K” ini, penulis mengkategorikan anemia yang dialaminya sebagai anemia
defisiensi besi. Pengkategorian ini penulis dapatkan berdasarkan tinjauan teori yang
menyatakan bahwa anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya
mineral Fe (Prawirohardjo, 2010). Anemia defisiensi zat besi pada wanita bisa disebabkan
oleh penurunan asupan atau penyerapan zat besi, termasuk defisiensi nutrisi dan gangguan
pencernaan, seperti diare atau hiperemesis (Frase, 2009). Pemenuhan kebutuhan zat besi
dapat diperoleh dari konsumsi makanan seperti hati, daging, telur, beras, sayuran hijau
B. Data Obyektif
Hasil pemeriksaan pada tanggal 11 April 2021 jam 09.00 WIB dengan hasil TD :
110/70 mmHg, inspeksi muka terlihat pucat dan mata conjungtiva pucat, UK : 26
pucat, keadaan yang dialami ibu kemungkinan disebabkan karena kurangnya kadar
haemoglobin dalam darah,sehingga badan terasa lemah dan mudah pusing, Penyebab
utama anemia dalam kehamilan adalah defisiensi mikronutrien (vitamins A and B12,
riboflavin, and asam folat), penyakit yang disebabkan parasit dan bakteri, infeksi seperti
malaria, cacing, HIV dan kelainan bawaan sejak lahir pada sel darah merah bawaan seperti
thalassemia (Melku, et al., 2014). 20%-80% Anemia kehamilan disebabkan defisiensi zat
besi (Breymann,2015). Hal ini terjadi karena kemiskinan sehingga asupan gizi sangat
kurang, ketidaksetaraan gender, dan kurangnya pengetahuan tentang pola makan yang
C. Analisa Data
mg/dl. Hal ini sesuai teori Sarwono Ibu hamil dianggap anemia jika kadar hemoglobin
dibawah 11 gr/dl atau hematokrit kurang dari 33 %.Dalam praktik rutin,konsentrasi hb<
11 g/dl pada akhir trimester pertama dan 10 g/dl pada trimester kedua dan ketiga diusulkan
menjadi batas bawah untuk mencari penyebab anemia dalam [Link] nilai ini
kurang lebih sama dengan nilai hb terendah pada ibu hamil yang mendapat suplementasi
besi yaitu 11 g/dl pada trimester pertama dan 10,5 g/dl pada trimester kedua dan ketiga.
D. Penatalaksanaan
Menganjurkan ibu, agar menambah porsi makan (nasi, lauk, sayur,buah dan susu ) karena
semakin besar usia kehamilan maka semakin banyakkebutuhan nutrisi untuk ibu dan janin.
Memberitahu ibu agar istirahat yang cukup, tidak melakukan pekerjaan rumahyang berat
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Asuhan kebidanan pada Ny. “K” telah dilakukan menggunakan dokumentasi SOAP
maka dapat disimpulkan jika Asuhan kebidanan ibu hamil trimester II Ny.“K” kehamilan
5.2 Saran
1. Bagi Bidan
dalam melakukan pelayanan yang berkualitas bagi kesehatan ibu, anak dan masyarakat
melakukan pemeriksaan ANC secara rutin dari awal kehamilan sampai penggunaan
akseptor KB, dan diharapkan ibu mengikuti setiap program kegiatan ibu hamil yang
3. Bagi Institusi
secara continuity of care dengan tepat dalam proses belajar mengajar dan memberikan
pembekalan tentang Anemia serta resiko yang bisa terjadi pada masa kehamilan dan
melakukan pendampingan pada mahasiswa tentang asuhan pada ibu hamil, persalinan,
nifas, BBL, neonatus, dan KB, serta memperbanyak referensi tentang Anemia pada ibu
dari trimester pertama agar lebih baik lagi dan menambah wawasan, meningkatkan
komprehensif (continuity of care) pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan
dan menjadi bahan refrensi atau rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam kasus Anemia
serta melakukan screening (deteksi awal) pada awal kehamilan di semua ibu hamil untuk
Ai Yeyeh Rukiah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan II Persalinan Edisi Revisi. Penerbit Buku
Kesehatan
Ari Sulistyawati. 2009. Asuhan kebidanan pada masa kehamilan. Jakarta Salemba medika.
Elizabeth Siwi Walyani,. 2015. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Yogyakarta :Pustaka
Baru
Sarwono Prawirohardjo. 2009. Buku Acuan Pelayanan Maternal dan Neonatal. PT. Bina
Pustaka. Jakarta.
Sarwono Prawirohardjo. 2014. Ilmu Kebidanan. [Link] pustaka sarwono :Jakarta
Sarwono Prawirohardjo. 2009. Buku Acuan Pelayanan Maternal dan Neonatal. PT. Bina
Pustaka. Jakarta.
Sarwono Prawirohardjo. 2014. Ilmu Kebidanan. [Link] pustaka sarwono :Jakarta
Kemenkes RI. 2016 Modul midwife
Toni Harsono,. 2013. Permasalahan Kehamilan Yang Sering [Link]: Platinum.
Yuniar Safitri, 2016. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi terhadap kemandirian
ibu nifas dalam perawatan diri selama early postpartum
[Link]
[Link]
Yuliani Digi. 2018. Buku Ajar Aplikasi Asuhan Kehamilan Ter-update. Penerbit Buku
Kesehatan