STUDI KASUS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM
BISNIS ONLINE DI ERA DIGITAL PERSPEKTIF HADIS
Siti Rahmah
Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
strhmaah@[Link]
Abstrak
Bisnis online adalah kegiatan berbisnis yang dilakukan secara online. Pada
era digital ini, berbisnis dengan metode online sudah banyak dilakukan oleh
masyarakat luas bahkan ada juga yang menjadikan bisnis online sebagai bisnis
utama. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis terhadap kasus manajemen
sumber daya manusia dalam bisnis online di era digital perspektif hadis.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur
dengan menggunakan metode analisis isi untuk memperoleh sebuah kesimpulan.
Pembahasan penelitian ini mencakup definisi seputar manajemen sumber daya
manusia, konsep bisnis online di era digital, serta pandangan hadis mengenai
bisnis online di era digital. Penelitian ini merekomendasikan terutama bagi para
cendikiawan dan kaum intelek untuk menyempurnakan artikel sederhana ini agar
dapat memberikan pemahaman dan pengalaman lebih mengenai teknik suskes
berbisnis di era digital yang ditinjau dari berbagai perspektif.
Kata Kunci: Bisnis Online, Digital, Hadis. Manajemen, Sumber Daya Manusia
Pendahuluan
Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hal yang teramat penting
pada abad ini, seperti pendapat yang dikemukakan oleh Schuler dan Jackson
(1997). Pernyataan tersebut tidaklah terbantahkan, mengingat SDM menjadi
sentral dan aset dalam pencapaian sebuah tujuan (Sinambela, 2016). Seiring
berjalannya waktu perkembangan digital kini semakin tak terelakkan
kemajuannya (Harahap, 2018). Dunia digital yang semakin berkembang,
memungkinkan orang melakukan apa saja dengan mudah termasuk berbisnis
(Sudarso et al., 2020). Saat ini hampir semua orang, di mana pun berada, dapat
mengakses internet dengan berbagai perangkat yang semakin canggih, seperti
halnya ponsel (HP), laptop dan gadget lainnya (Purkon, 2014). Teknologipun
dikemas sedemikian rupa dari mulai berbagai varian fitur aplikasi yang telah
banyak dirancang dan dihadirkan untuk mendukung pemasaran tersebut
(Nurkhotimah, 2019).
Penelitian terdahulu telah dilakukan dengan baik oleh para peneliti. Antara
lain penelitian yang dilakukan oleh Alif Ilham Akbar Fatriansyah (2020), dengan
judul "Bisnis Jual Beli Online dalam Prespektif Islam." Pembahasan penelitian ini
terdapat deskripsi dan penjelasan mengenai bisnis atau toko online yang sedang
popular di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bisnis online diizinkan
jika sesuai dengan Syariah Islam. Nabi pun mengisyaratkan bahwa jual beli
adalah halal namun jika bisnis dengan via online ini tidak sesuai dengan syarat
dan ketentuan maka bisnis online tidak diperbolehkan (Fatriansyah, 2020). Tiara
Nur Fitria (2017), dengan judul "Bisnis Jual Beli Online (Online Shop) dalam
Hukum Islam dan Hukum Negara." Pembahasan penelitian ini menggambarkan
dan menjelaskan tentang hukum jual beli online menurut hukum negara (undang-
undang) serta jual beli di zaman Rasulullah dan menurut ajaran Islam. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa berbisnis melalui online dapat memberi kemudahan dan
menguntungkan bagi masyarakat serta menjadi solusi mengurangi pengangguran
di Indonesia karena tidak harus mengeluarkan banyak modal. Namun jika
kemudahan dan keuntungan itu tidak diiringi dengan etika budaya dan hukum
yang tegas, maka akan mudah terjebak dalam tipu muslihat, saling mencurangi
dan saling menzalimi (Fitria, 2017).
Berkembangnya teknologi dikalangan masyarakat membuat peluang besar
untuk membuka bisnis online (Muspita, 2018). Setiap pengusaha bersaing dalam
menyesuaikan strategi pemasarannya dengan sistem online untuk menjual
produknya (Harahap, 2018). Rasulullah Saw merupakan teladan bagi kaum
muslim, termasuk dalam hal berbisnis (Darmalaksana, 2020a). Berbisnis adalah
salah satu aktivitas yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena telah dicontohkan
oleh Rasulullah Saw semasa hidupnya (Fitria, 2017). Sebelum memulai tugas
kerasulan, Rasulullah Saw berprofesi sebagai pedagang atau pebisnis
(Febriayarni, 2016). Dalam hadis disebutkan bahwa berbisnis adalah sebaik-baik
pekerjaan (Jalil, 2020).
Berdasarkan rumusan masalah atau hipotesis di atas, pertanyaan dalam
penelitian ini secara terperinci, yakni: bagaimana definisi manajemen sumber
daya manusia, bagaimana konsep bisnis online di era digital dan bagaimana
manajemen sumber daya manusia di dalam bisnis online di era digital tinjauan
hadis. Penelitian ini bertujuan untuk membahas hadis tentang manajemen sumber
daya manusia dalam bisnis online di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat
menambah literatur pada manajemen Islam, serta menjadi bekal ketika
berkecimpung dimasyarakat khususnya dalam mengelola sumber daya manusia.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang memusatkan perhatian
pada perkara seputar bisnis online. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
kualitatif dengan menerapkan studi literatur (Darmalaksana, 2020c). Penelitian
dilaksanakan dengan menghimpun sumber-sumber literatur, baik primer maupun
sekunder. Setelah terhimpun, kemudian dikategorikan sesuai pertanyaan
penelitian (Darmalaksana, 2020b). Kemudian data tersebut ditampilkan sebagai
temuan penelitian (Darmalaksana, 2020c). Selanjutnya, data tersebut
diabstraksikan secara apa adanya sehingga terbentuk menjadi fakta penelitian.
Penulis melakukan interpretasi terhadap fakta penelitian tersebut untuk
menghasilkan informasi atau pengetahuan. Pada tahap iterpretasi penelitian ini
menggunakan perpaduan metode. Metode tersebut yakni metode deskriptif
analisis kasus dan metode maudhu'i. Adapun pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan analisis isi.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelitian dan pembahasan di bawah ini:
1. Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Manajemen Sumber Daya Manusia atau disingkat MSDM merupakan
sebuah perencanaan yang strategis, terpadu dan sistematis (Sisca et al., 2020)
untuk mengatur hubungan dan peran sumber daya yang dimiliki oleh setiap
individu secara maksimal sehingga tercapai suatu tujuan (Samsuni, 2017).
Manajemen memiliki tiga dimensi, yakni sumber daya, pengelolaan, dan tujuan
(Sinambela, 2016). Pada hakikatnya manajemen sumber daya manusia identik
dengan manajemen itu sendiri (Almasri, 2016).
MSDM dewasa ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak (Purnaya,
2016). Sumber daya manusia memiliki dampak yang besar dan menjadi faktor
terpenting dalam pertumbuhan ekonomi (Idris, 2016). Keunggulan dan kekuatan
sumber daya manusia semakin disadari keberadaannya sehingga manusia
dipandang sebagai aset utama dari berbagai sumber daya (Sumual, 2013). Karena
pengelolaan sumber daya apapun secara otomatis memerlukan penanganan dari
SDM yang ada (Mujiati, 2013). Kuatnya posisi manusia melebihi sumber daya
lainnya seperti material, metode, uang dan mesin (Sumual, 2013). Oleh sebab itu,
dalam mengelola berbagai sumber daya tersebut, SDM-nya haruslah berkualitas
(Sinambela, 2016), dan harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan
efektivitas dan efesiensi suatu organisasi atau kinerja bisnis (Hariandja, 2002).
MSDM dipandang sebagai perusahaan strategis yang selaras dengan nilai-
nilai organisasi, visi dan misi. Akibatnya, kebutuhan yang meningkat untuk
memastikan bahwa kebijakan sumber daya manusia terkait dengan tujuan
manajerial dan organisasi ditekankan dalam sistem MSDM yang terdesentralisasi
(Sunarsi, 2018). Manajemen sumber daya manusia sebagai sebuah rangkaian
aktivitas mengikuti sebuah alur yang merentang mulai dari proses perencanaan
sampai dengan proses hubungan ketenagakerjaan (Hanggraeni, 2012).
2. Bisnis Online di Era Digital
Kata bisnis menurut KBBI adalah suatu usaha komersial dalam dunia
perdagangan, sedangkan kata online dalam bahasa Indonesia berarti dalam
jaringan atau disingkat "daring". Di dalam Wikipedia, kata daring artinya keadaan
di saat seseorang sedang terhubung dengan jaringan. Jadi kata bisnis online dapat
diartikan sebagai usaha komersial dalam dunia perdagangan yang dilakukan di
dalam jaringan. Adapun jaringan yang dimaksud adalah jaringan internet (Husnan
& Creativity, 2015).
Seperti kita ketahui, bentuk pengelolaan usaha di Indonesia saat ini telah di
dominasi oleh teknologi berbasis digital. Dunia digital yang semakin berkembang,
memungkinkan orang melakukan apa saja dengan mudah temasuk berbisnis
(Sudarso et al., 2020). Bisnis merupakan suatu organisasi yang menjual barang
atau layanan pada customer atau bisnis lainnya untuk memperoleh laba
(Tambunan & Tambunan, 2019). Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa
Inggris business, dari kata dasar busy yang bermakna sibuk dalam konteks
individu, komunitas, maupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
kesibukan serta pekerjaan yang mendatangkan keuntungan (Kamaluddin, 2017).
Suatu bisnis didirikan untuk menghasilkan berbagai bentuk produk, baik dalam
bentuk barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas (Tambunan &
Tambunan, 2019).
Teknologi yang berkembang secara cepat membuat organisasi harus cepat
menyesuaikan diri agar tidak kehilangan keunggulan kompetitifnya, dan
perkembangan teknologi mewajibkan manajemen sumber daya manusia menjadi
efektif dan efesien (Hanggraeni, 2012). Kehadiran gadget terutama dalam bentuk
smartphone telah banyak memberikan konstribusi dalam kehidupan sehari-hari,
gadget sebagai media pencarian informasi, interaksi, media hibuan, bahkan hingga
untuk keperluan kegiatan berbisnis secara online (Izzati, 2015). Bisnis online
adalah suatu aktivitas bisnis yang semua kegiatannya dilakukan melalui media
internet. Seperti promosi, transaksi jual beli, sampai mengelola sumber daya yang
diperlukan untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Maka bisnis online dapat
dikatakan sebagai transaksi jual beli yang dilakukan tidak harus bertatap muka
secara langsung antara pembeli dan penjual, melainkan bertemu dengan perantara
teknologi informasi dan komunikasi yang menerapkan konsep efektif dan efesien
dalam proses transaksinya (Malisa, 2020).
Bisnis online saat ini menjadi alternatif belanja yang banyak diminati
masyarakat pada era sekarang terutama ibu-ibu dan mahasiswa (Harisno & Pujadi,
2009). Dimana transaksi bisnis tradisional beralih ke teknologi digital (Kurniawan
& Wibowo, 2015). Usaha berbasis digital yang mayoritas dijalankan secara online
dinilai lebih ekonomis baik dari segi waktu dan modal yang dikeluarkan. Para
penjual dan pembeli tidak perlu menunggu lama untuk melakukan transaksi
karena semuanya dapat diakses melalui jaringan internet dan situs-situs terkait.
Selain hemat waktu dan praktis, juga banyak mendatangkan keuntungan financial
bagi pengguna yang menjalankan bisnis tersebut (Baktiono & Artaya, 2016). Pada
prinsipnya, peran teknologi dalam usaha di era digital adalah sebagai alat untuk
mempermudah proses. Kondisi ini dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas
market share (Harisno & Pujadi, 2009). Pada akhirnya perkembangan
ekonomipun mulai memberikan tempat bagi dunia kreatif berbasis digital dengan
munculnya berbagai macam start up (Tunjungsari, 2020).
Berawal dari produk digital bernama website, kini banyak varian produk
dan aktifitas digital yang selayaknya diperhatikan. Antara lain:
Mobile Applicaton, adalah proses pengembangan aplikasi untuk perangkat
bergerak seperti smartphone atau tablet pc. Aplikasi ini ada yang sudah
tertanam pada perangkat, atau didownload oleh pelanggan dari toko
aplikasi dan dari distribusi perangkat lunak mobile plat-form yang lain.
Social Media, adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan
dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berin-
teraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Digital Marketing, adalah suatu aktivitas dalam usaha atau bisnis untuk
memasarkan produk atau jasa dan mempromosikan merek dagang melalui
media digital, contohnya melalui internet.
Social Media Marketing, pada prinsipnya adalah proses yang dijalankan
untuk mendapatkan lalu lintas situs web atau perhatian, melalui situs
media sosial. Program pemasaran media sosial biasanya berpusat pada
upaya untuk menciptakan konten yang menarik perhatian dan mendorong
pembaca untuk berbagi melalui jaringan sosial mereka.
Bagi banyak perusahaan, internet adalah salah satu cara paling penting
untuk merekrut pelamar yang baik (Branine, 2008). Istilah e-recruitment
menggambarkan proses perekrutan orang secara online (Allden & Harris, 2013).
Menurut Holm e-recruitment mencakup sejumlah praktik digital (Holm, 2014),
seperti posting iklan di situs Internet; sistem e-recruitment untuk pengajuan
aplikasi; pelacakan, penyaringan dan manajemen kandidat; serta database CV.
Setelah memberikan informasi kepada kandidat tentang lowongan kerja, maka
langkah selanjutnya yaitu harus memutuskan cara terbaik bagi individu untuk
menyajikan informasi tentang diri mereka sendiri. Pilihan utamanya yaitu berupa
formulir aplikasi, CV, surat lamaran, pengajuan tulisan tangan atau diketik, atau
dengan cara panggilan pribadi (Foot et al., 2016).
Jenis usaha yang dilakukan secara online banyak ragamnya, mulai dari
produk kecantikan, layanan jasa, produk fashion, jasa rias pengantin dan
sebagainya. Berbagai online shop yang marak saat ini antara lain lazada,
tokopedia, buka lapak, blibli, elevania, dan shopee (Fitria, 2017). Transaksi pada
bisnis online terutama tampak pada kegiatan jual beli mulai dari memperlihatkan
adanya kemudahan dalam berpromosi, bertransaksi, pengurangan biaya,
mempercepat proses transaksi, peningkatan penjualan, dan kinerja perusahaan,
serta sampai pada alasan efisiensi dan efektifitas (Harisno & Pujadi, 2009). Bisnis
online mengubah proses pengembangan, pemasaran interaktif, penjualan,
pemesanan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran produk dan jasa yang dibeli
lewat internet secara online, juga komunikasi global konsumen secara virtual,
menunjang jaringan rekan bisnis sedunia (Yuliana, 2000).
3. Pandangan Hadis Mengenai Bisnis Online di Era Digital