Identifikasi Risiko
Definisi
Menemukan dan menganalisis kemungkinan faktor-faktor risiko yang dapat mengganggu.
kesehatan
Tindakan
Observasi
- Identifikasi risiko biologis, lingkungan dan perilaku
- Identifikasi risiko secara berkala di masing-masing unit
- Identifikasi risiko baru sesuai perencanaan yang telah ditetapkan
Terapeutik
- Tentukan metode pengelolaan resiko yang baik dan ekonomis
. Lakukan pengelolaan risiko secara efektif
Lakukan update perencanaan secara reguler (mis, bulanan, triwulan, tahunan)
- Buat perencanaan tindakan yang memiliki timeline dan penanggung jawab yang jelas
-Dokumentasikan temuan risiko secara akurat.
Konsultasi via Telepon
Definisi
Memberikan pertimbangan untuk memecahkan masalah keperawatan dan/atau kesehatan yang
dialami pasien, keluarga, kelompok, atau komunitas melalui media telepon
Tindakan
Observasi
-Identifikasi tujuan konsultasi via telepon
-Identifikasi masalah yang menjadi fokus konsultasi
-Identifikasi kemampuan pasien memahami Informasi telepon (mis. defisit pendengaran,
kebingungan, hambatan bahasa)
-Identifikasi tingkat dukungan keluarga dan keterlibatan dalam perawatan
Identifikasi respons psikologis terhadap situasi dan ketersediaan sistem pendukung
-Identifikasi risiko keselamatan bagi pemanggil dan/atau orang lain
-Identifikasi apakah masalah memerlukan evaluasi lebih lanjut (gunakan protokol standar)
-Identifikasi ekspektasi biaya, jika perlu
-Identifikasi cara menghubungi pasien atau keluarga untuk menerima telepon kembali, jika
diperlukan
Terapeutik
Perkenalkan diri dan instansi
Dapatkan informasi tentang diagnosis keperawatan dan/atau medis, jika ada
Dapatkan informasi riwayat kesehatan masa lalu dan terapi saat ini
Tanyakan keluhan utama dan riwayat kesehatan saat ini
sesuai dengan protokol standar
Berikan tanggapan secara profesional terhadap penerimaan atau penolakan ide
Fasilitasi memutuskan pilihan altematif solusi
Libatkan keluarga / orang penting lainnya dalam perencanaan perawatan
Latihan Memori
Definisi
Mengajarkan kemampuan untuk meningkatkan daya ingat
Tindakan
Observasi
Identifikasi masalah memori yang dialami
Identifikasi kesalahan terhadap orientasi
Monitor perilaku dan perubahan memori selama terapi
Terapeutik
Roncanakan metode mengajar sesuai kemampuan pasion
- Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan, jika perlu
Koreksi kesalahan orientasi
Fasilitasi mengingat kembali pengalaman mana talu, jika perlu
Fasilitasi tugas pembelajaran (min mengingat informasi verbal dan gambar)
Fasilitasi kemampuan konsentrasi (mis bermain kartu pasangan), jika perlu
- Stimulasi menggunakan memori pada peristiwa yang baru terjadi (mis bertanya ke mana saja ia
pergi akhir-akhir ini), jika perlu
Edukasi
Jelaskan tujuan dan prosedur latihan
Ajarkan teknik memori yang tepat (min imajinasi visual, perangkat mnemonik, permainan memori,
isyarat memori, teknik asosiasi, membuat daftar, komputer, papan nama)
Kolaborasi
Rujuk pada terapi okupasi. Jika perlu
Manajemen Energi
Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola penggunaan energi untuk mengatasi atau mencegah tots
dan mengoptimalkan proses pemulihan.
Tindakan
Observasi
Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
Monitor kelelahan fisik dan emosional
Monitor pola dan jam tidur
Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Terapeutik
Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis. cahaya, suara, kunjungan)
Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah atau berjalan
Edukasi
Anjurkan tirah baring
Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidak berkurang
Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
Kolaborasi
Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan.
Manajemen Elektroensefalografi
Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola penggunaan diagnostik elektroensefalografi (EEG)
Tindakan
Observasi
Identifikasi indikasi diagnostik EEG
Periksa riwayat pengobatan yang dapat mengganggu hasil tes (mis. Antikonvulsan, penenang,
barbiturat)
Terapeutik
Posisikan berbaring bersandar di kursi atau di tempat tidur
Tempelkan elektroda pada kulit kepala
Lakukan prosedur pemeriksaan
Edukasi
Jelaskan tujuan dan prosedur EEG
Informasikan pelaksana, waktu dan tempat pelaksanaan prosedur
Informasikan elektroda tidak akan menyebabkan sengatan listrik
Anjurkan rileks dengan mata tertutup
Anjurkan tetap diam selama prosedur
Manajemen Elektrokonvulsif
Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola penatalaksanaan terapi elektrokonvulsif (ECT) yang aman dan
efisien
Tindakan
Observasi
Periksa tanda vital, status mental, oksimeter nadi, EKG sebelum dan setelah prosedur
Monitor kesadaran dan orientasikan waktu tempat
Monitor efek samping pasca ECT (mis, nyeri otot, sakit kepala, mual, konfusi, disorientasi)
Terapeutik
Berikan dukungan emosional, sesuai kebutuhan
Puasakan sebelum prosedur
Berikan pakaian longgar yang dapat dibuka di depan
Lakukan persiapan pra prosedur (mis, melepas gigi palsu, perhiasan, kacamata, lensa kontak.
Pemeriksaan tanda-tanda vital, pastikan telah berkemih)
Penang alat pemantauan (mis. EEG, EKG, oksimeter nafi, manset tekanan darah)
Pasang pagar pengaman tempat tidur
Pasang penahan gigi
Lakukan jaw thrust selama pengiriman stimulus listrik
Batisi stimulasi lingkungan
Berikan oksigen, jika perlu
Edukasi
Jelaskan tujuan dan prosedur ECT
Manajemen Halusinasi
Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola peningkatan keamanan, kenyamanan dan orientasi realita.
Tindakan
Observasi
Monitor perilaku yang mengindikasi halusinasi
Monitor dan sesuaikan tingkat aktivitas dan stimulasi lingkungan
Monitor isi halusinasi (mis. kekerasan atau membahayakan diri)
Terapeutik
- Pertahankan lingkungan yang aman
Lakukan tindakan keselamatan ketika tidak dapat mengontrol perilaku (mis limit setting, pembatasan
wilayah, pengekangan fisik, seklusi)
- Diskusikan perasaan dan respons terhadap halusinasi
Hindari perdebatan tentang validitas halusinasi
Edukasi
Anjurkan memonitor sendiri situasi terjadinya halusinasi
Anjurkan bicara pada orang yang dipercaya untuk memberi dukungan dan umpan balik korektif
terhadap halusinasi
Anjurkan melakukan distraksi (mis. mendengarkan musik, melakukan aktivitas dan teknik relaksasi)
Ajarkan pasien dan keluarga cara mengontrol halusinasi
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan antiansietas, jika perlu.
Manajemen Keselamatan Lingkungan
Definisi
Mengindentifikasi dan mengelola lingkungan fisik untuk meningkatkan keselamatan.
Tindakan
Observasi
Identifikasi kebutuhan keselamatan (mis, kondisi fisik, fungsi kognitif dan riwayat perilaku)
Monitor perubahan status keselamatan lingkungan
Terapeutik
Hilangkan bahaya keselamatan lingkungan (mis. Fisik, biologi, dan kimia), jika memungkinkan
Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan bahaya dan risiko.
Sediakan alat bantu keamanan lingkungan (mis. Commode chair dan pegangan tangan)
Gunakan perangkat pelindung ([Link] fisik, rel samping, pintu terkunci, pagar)
Hubungi pihak berwenang sesuai masalah komunitas (mis. Puskesmaa, polisi, damkar)
Fasilitasu relokasi ke lingkungan yang aman
Lakukan program skrining bahaya lingkungab (mis. timbal)
Edukasi
Ajarkan individu, keluarga dan kelompok risiko tinggi bahaya lingkungan
Manajemen Medikasi
Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola penggunaan agen farmakologis sesuai dengan program pengobatan
Tindakan
Observasi
Identifikasi penggunaan obat sesuai resep
Identifikasi masa kadaluwarsa obat
Identifikasi pengetahuan dan kemampuan menjalani program pengobatan
Monitor keefektifan dan efek samping pemberian obat
Monitor tanda dan gejala keracunan obat
Monitor darah serum (mis, elektrolit, protrombin), jika perlu
Monitor kepatuhan menjalani program pengobatan
Terapeutik
- Fasilitasi perubahan program pengobatan, jika perlu
Sediakan sumber informasi program pengobatan secara visual dan tertulis
Fasilitasi pasien dan keluarga melakukan penyesuaian pola hidup akibat proj
pengobatan
Edukasi
- Ajarkan pasien dan keluarga cara mengelola obat (dosis, penyimpanan, rute dans
pemberian)
Ajarkan cara menangani atau mengurangi efek samping, jika terjadi
Anjurkan menghubungi petugas kesehatan jika terjadi efek samping obat
Manajemen mood
Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola keselamatan, stabilitasi, pemulihan, dan perawatan gangguan mood
(keadaan emosional yg bersifat sementara).
Tindakan
Observasi
Identifikasi mood ([Link], gejala, riwayat penyakit)
Identifikasi risiko keselamatan diri atau orang lain
Monitor fungsi kognitif (mis. Konsentrasi, memori, kemampuan membuat keputusan)
Monitor aktivitas dan tingkat stimulasi lingkungan
Terapeutik
Fasilitasi pengisian kuesioner self – report (mis. Beck depression inventory, skala status
fungsional, jika perlu)
Berikan kesempatan untuk menyampaikan perasaan dengan cara yg tepat (mis. Sandsack,
terapi seni, jika perlu)
Edukasi
Jelaskan tentang gangguan mood dan penanganannya
Anjurkan berperan aktif dalam oengobatan dan rehabilitasi, jika perlu
Anjurkan rawat inap sesuai indikasi (mis. Risiko keselamatan, defisit perawatan diri, sosial)
Ajarkan mengenali pemicu gangguan mood (mis. Sistuasi stres, masalah fisik)
Ajarkan memonitor mood secara mandiri (mis. Skala tingkat 1-10, membuat jurnal)
Ajarkan keterampilan koping dan penyelesaian masalah baru
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat, jika perlu
Rujuk untuk psikoterapi (mis. Perilaku, hub. Interpersonal, keluarga, kelompok) jika perlu