Panduan Dasar Microsoft Excel
Panduan Dasar Microsoft Excel
Oleh :
Ari Wijaya
MICROSOFT EXCEL
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai workbook dan worksheet, apakah kita sudah
mengerti tentang perbedaan diantara keduanya? Tidak ada salahnya jika kita mempelajari
perbedaannya terlebih dahulu. Sebelum memulai aktifitas untuk belajar menggunakan
aplikasi Microsoft Excel. Agar kita tidak bingung saat belajar Microsoft Excel lebih jauh.
Perbedaan Worksheet dan Workbook
Pengertian Worksheet
Worksheet adalah sebuah lembar kerja yang terdiri dari kolom dan baris untuk melakukan
pekerjaan mengolah data di dalam Microsoft Excel. Pada umumnya Worksheet memiliki
nama yang default yaitu Sheet1, Sheet2, dan seterusnya. Nama tersebut bisa dilihat pada
di sebelah kiri bawah aplikasi MS Excel.
Pengertian Workbook
Workbook adalah buku kerja yang berupa sebuah file MS Excel yang terdiri dari beberapa
worksheet. Workbook bisa juga disebut sebagai file Microsoft Excel yang berekstensi xls
atau xlsx.
Jadi antara workbook dan worksheet masih saling berkaitan. Workbook seperti
keseluruhan pada buku berbentuk file Ms Excel. Sedangkan Worksheet adalah tiap-tiap
lembaran halaman yang ada pada buku tersebut yang bisa kita edit secara suka-suka. Kita
bisa ubah nama, menambahkan halaman dan menghapus worksheet tersebut.
Menambah Worksheet
Kita bisa menambahkan worksheet baru secara satu-persatu jika memang kita
menginginkannya.
Berikut ini adalah cara menambah atau membuat worksheet di Microsoft Excel.
1. Klik menu Home yang ada pada bagian Ribbon MS Excel.
2. Lihat pada bagian Cells, klik menu Insert sehingga akan muncul beberapa pilihan
menu Insert.
3. Lalu klik Insert Sheet untuk menambahkan worksheet baru, maka otomatis sheet
akan bertambah.
4. Cara lainnya yang lebih mudah yaitu kita bisa memanfaatkan tombol keyboard
dengan cara menekan tombol Shift + F11 secara bersamaan untuk menambahkan
Worksheet baru.
5. Cara lain yang lebih cepat adalah dengan klik tanda plus di bagian bawah. Letaknya
berada tepat disamping nama sheet awal kita sebagai cara alternatif lainnya.
Menghapus Worksheet
Jika kita telah membuat Worksheet baru, adakalanya kita ingin menghapus yang lainnya.
1. Klik menu Home.
2. Pada bagian Cells, klik menu Delete sehingga akan muncul beberapa pilihan
menu Delete.
3. Pilih Delete Sheet untuk mulai menghapus.
4. Cara lain yang bisa kita lakukan untuk menghapus worksheet yaitu kita tinggal klik
kanan pada nama sheet yang ingin kita hapus. sehingga akan muncul beberapa
pilihan.
5. Pilih Delete dan otomatis Worksheet tersebut akan terhapus.
Menghapus Worksheet
Jika kita telah membuat Worksheet baru, adakalanya kita ingin menghapus yang lainnya.
1. Klik menu Home.
2. Pada bagian Cells, klik menu Delete sehingga akan muncul beberapa pilihan
menu Delete.
3. Pilih Delete Sheet untuk mulai menghapus.
4. Cara lain yang bisa kita lakukan untuk menghapus worksheet yaitu kita tinggal klik
kanan pada nama sheet yang ingin kita hapus. sehingga akan muncul beberapa
pilihan.
5. Pilih Delete dan otomatis Worksheet tersebut akan terhapus.
Hal lain yang bisa kita lakukan adalah kita bisa mengubah nama default Worksheet MS
Excel. Biasanya secara default adalah bernama Sheet1, Sheet2, dan seterusnya.
Sebelum kita mulai mengoperasikan aplikasi Microsoft Excel ada baiknya kita mengenal
terlebih dahulu tampilan dan bagian-bagian dari MS Excel. Tujuannya adalah agar kita
mengetahui fungsi dari bagian-bagian tersebut. Sehingga dapat mempermudah kita dalam
proses mempelajari aplikasi ini.
Memang dalam kurun waktu tertentu Microsoft selalu mengeluarkan versi terbaru
aplikasi Ms Excel dengan tampilan yang berbeda. Namun mulai dari Excel 2007 hingga
versi saat ini, tampilannya masih tidak jauh berbeda. Nah, di bawah ini adalah tampilan dan
juga bagian-bagian dari MS Excel 2019. Tampilan ini tidak jauh berbeda dengan versi
2007, 2010, 2013 dan 2016. Jadi, jika anda masih menggunakan versi tersebut maka
masih bisa menggunakan dan mengikuti materi ini.
Beberapa bagian dari aplikasi ini sebenarnya sama dengan MS Word. Seperti Quick
Access Toolbar, Title Bar, Window Management, Ribbon dan Page View. Jadi di sini kita
tidak akan mengulanginya lagi. Jika belum mengetahui bagian tersebut beserta fungsinya
silahkan baca lebih lanjut pada materi Bagian-Bagian Microsoft Word. Selanjutnya, kita
akan membahas bagian yang belum kita bahas pada materi tersebut.
Berikut ini adalah tampilan dan bagian-bagian Microsoft Excel beserta fungsinya.
1. Name Box
Name box adalah bagian Microsoft Excel yang terletak di sebelah kiri atas di bawah ribbon
yang memberi informasi tentang sel yang sedang aktif. Fungsi name box pada microsoft
excel adalah untuk menunjukkan posisi sel yang aktif sehingga pengguna dapat
mengetahui posisi baris dan kolom sel tersebut.
Pada kotak name box tersebut akan tampil posisi sel huruf dan angka. Huruf menandakan
posisi kolom sedangkan angka menunjukkan posisi baris. Misalnya B3 berarti sel yang aktif
adalah pada kolom B di baris 3.
2. Formula Bar
Formula bar adalah bagian MS Excel yang berada di sebelah Name Box yang berfungsi
untuk memasukkan, mengedit dan menampilkan isi dari sel yang aktif. Isi yang dimaksud
dapat berupa berbagai hal mulai dari teks, angka dan juga rumus atau fungsi.
Di sebelah formula bar terdapat 3 tombol yaitu:
Tombol fx atau Insert Function yang berfungsi untuk mencari fungsi yang tersedia di MS
Excel. Dengan tombol ini kita akan terbantu jika lupa dengan fungsi.
Tombol Enter untuk menyimpan perubahan setelah mengedit sel tersebut.
Tombol Cancel untuk membatalkan perubahan saat mengedit sel.
3. Column Headings (Nama Kolom)
Column headings atau nama kolom terletak di atas sel-sel pada area worksheet. Fungsi
dari Column Headings adalah untuk menunjukkan nama dari masing-masing kolom. Setiap
kolom diberi nama berupa huruf.
4. Row Headings (Nama Baris)
Row headings atau nama baris terletak di samping kiri sel. Berbeda dengan penamaan
kolom yang berupa huruf, penamaan baris adalah berupa angka. Row headings juga dapat
digunakan untuk menyorot semua sel pada baris tersebut hanya dengan melakukan klik
pada heading tersebut.
5. Worksheet Area
Sebenarnya sama dengan MS Word, Worksheet adalah lembar kerja tempat kita
memasukkan konten di dalam aplikasi MS Excel. Hal yang membedakan adalah pada
Microsoft Excel wordsheet berupa tabel.
6. Sheet Tabs
Sheet tabs terletak di bawah worksheet yang berfungsi untuk beralih ke worksheet lainnya.
Pada sheet tabs kita dapat menambahkan worksheet baru, mengedit nama, menghapus
worksheet dan juga memberi warna pada tab tersebut.
Berbeda dengan aplikasi MS Word yang lembar kerjanya hanya seperti kanvas atau
kertas biasa yang polos, lembar kerja Ms Excel menampilkan halaman berbentuk table.
Terdapat berbagai macam istilah dalam lembar kerja tersebut yang harus kita pahami
terlebih dahulu. Mulai dari baris (Row) dan kolom (Column) sebagai komponen utama
dalam worksheet tersebut.
Otomatis dengan adanya baris dan kolom pada lembar kerja maka terbentuklah
yang namanya sel (Cell). Selain itu ada pula yang namanya Range. Mungkin bagi
beberapa orang awam yang baru belajar tentang Ms Excel masih belum tahu dengan
istilah Range tersebut.
Agar kita mengenal apa itu Row, Column, Cell dan juga Range, maka materi belajar MS
Excel kali ini akan membahas satu-persatu mulai dari row.
Row (Baris)
Row atau baris dalam microsoft excel adalah deretan sel yang berurutan ke samping
secara horizontal atau mendatar dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Row ditandai dengan
penamaan berupa angka mulai dari 1 hingga 1048576.
Maka dari itu di dalam lembar kerja Ms Excel, setiap barisnya diberi angka berurutan yang
bisa kita lihat letaknya pada Row Headings di sisi kiri lembar kerja atau Worksheet.
Fungsinya yaitu untuk memudahkan kita dalam membaca letak baris sebuah sel ketika kita
mengoperasikannya.
Sedikit panduan dalam membaca baris pada Ms Excel yaitu kita bisa lihat angka yang
berada pada sisi kiri tersebut. Seperti contoh baris pertama, yaitu terletak pada nomor satu
dan melintang secara horizontal atau dari sisi kiri ke kanan. Baris kedua yaitu terletak pada
nomor dua, dan seterusnya.
Column (Kolom)
Column atau kolom dalam MS Excel adalah deretan sel yang berurutan secara vertikal dari
atas ke bawah atau sebaliknya. Pada lembar kerja Excel setiap kolomnya diberi penamaan
berupa huruf abjad secara terurut pada Column Headings di sisi atas lembar kerja atau
Worksheet. Fungsinya yaitu untuk memudahkan kita dalam membaca letak kolom disaat
kita mengolah data di Ms Excel.
Cara membaca kolom pada Ms Excel yaitu lihatlah huruf abjad huruf kapital yang terletak
pada sisi atas lembar kerja. Seperti contoh kolom pertama, letaknya berada di bawah huruf
A lembar kerja dan melintang secara vertical. Kolom kedua, letaknya berada di bawah
huruf B, dan seterusnya.
Cell (Sel)
Cell atau Sel pada microsoft excel adalah bagian terkecil pada lembar kerja Excel yang
merupakan pertemuan antara baris dan kolom. Fungsinya adalah sebagai tempat mengisi
data, memasukkan karakter angka maupun teks dan juga memasukkan fungsi-fungsi
pengolahan data. Ketika kita mengetik atau klik pada cell tersebut maka cell akan menjadi
sel aktif yang ditandai dengan adanya garis kotak bercetak tebal di sekelilingnya.
Alamat Sel
Seperti halnya baris dan kolom, kita juga bisa mengetahui letak sel yang berada di dalam
lembar kerja Ms Excel karena memiliki alamat sel atau Cell Address. Alamat sel
merupakan gabungan dari lokasi kolom dan baris dari sel tersebut. Seperti yang kita
ketahui bahwa lokasi kolom ditandai dengan huruf. Sedangkan lokasi baris ditandai dengan
angka. Contohnya adalah sel B5. Berarti sel tersebut berada di kolom B pada baris ke-5.
Atau B5 bisa juga disebut sebagai pertemuan dari kolom B dan baris ke-5.
Untuk mengetahui alamat sel yang sedang aktif maka kita bisa melihatnya pada bagian
Name Box. Ap aitu Name Box? Silahkan lihat pada artikel tentang bagian-bagian MS
Excel.
RANGE
Range dalam excel adalah kumpulan cell yang telah dipilih atau disorot dalam sebuah
worksheet. Range didefinisikan mulai dari cell paling kiri atas hingga cell paling kanan
bawah. Misalnya range B2:D7. Range tersebut berarti dimulai dari cell B2 (kolom B baris
ke-2) hingga cell D7 (kolom D baris ke-7).
Cara membuat sebuah range sangatlah mudah. Seperti yang dijelaskan dalam pengertian
di atas, kita hanya perlu menyorot atau blok sel-sel yang diinginkan.
Contohnya B2:D7 berarti kita hanya perlu klik pada cell B2 lalu tahan dan geser hingga
cell D7.
Jika kita teringat MS Excel, maka otomatis kita juga teringat tentang rumus dan fungsi bukan?
Misalnya ketika ingin menjumlahkan kotak atau cell satu dengan lainnya maka kita gunakan rumus
penjumlahan. Ketika ingin mencari rata-rata suatu kolom atau barus maka kita gunakan fungsi
average. Dan lain sebagainya.
Pada hakikatnya rumus dan fungsi merupakan bagian utama dari aplikasi Microsoft Excel
karena keduanya digunakan untuk mengolah data. Oleh sebab itu dalam belajar MS Excel kita harus
benar-benar memahami dasar-dasar penggunaannya. Nah, sekarang mari kita memahami
perbedaan keduanya.
Apa itu Rumus (Formula) dalam Excel?
Rumus atau bisa juga disebut formula dalam MS Excel merupakan persamaan aritmatika yang
digunakan untuk mengolah data.
Apa itu Fungsi (Function) pada Excel?
Fungsi merupakan preset yang sudah ada pada Excel untuk menyederhanakan penulisan rumus di
Excel. Sehingga pengolahan data bisa lebih cepat tanpa membuat atau mengetikkan rumus yang
terlalu panjang. Bisa dikatakan bahwa fungsi merupakan rumus yang disediakan Excel.
Untuk lebih memahami keduanya maka mari kita lihat contohnya.
Contoh Rumus dan Fungsi di Microsoft Excel
Misalnya ada cell C3 berisi angka 12, cell C4 berisi 15 dan cell C5 berisi 23. Kita ingin menjumlahkan
3 cells tersebut.
Penulisan Fungsi
Untuk menuliskan fungsi di Excel klik pada cell yang ingin dipakai untuk meletakkan hasilnya. Lalu
ketik tanda sama dengan. Kemudian masukkan fungisnya seperti:
=SUM(C3:C5)
Kemudian tekan Enter. Maksud dari C3:C5 adalah range dari C3 hingga C5. Silahkan baca tentang
range pada materi Pengenalan Row, Column, Cell dan Range.
Selain dengan cara menulis langsung, kita juga bisa menggunakan menu Formulas. Di
sana ada banyak fungsi yang tersedia dalam berbagai kategori mulai dari AutoSum,
Financial, Logical dan lainnya. Cukup pilih fungsi yang diinginkan lalu klik menu tersebut
maka akan ada petunjuk dan kolom pengisian datanya. Cara ini cocok jika kita lupa atau
tidak mengetahui cara penulisan fungsi tertentu karena ada petunjuknya.
Satu hal tidak kalah penting dalam belajar MS Excel yaitu kita harus memahami
macam-macam operator yang ada di Excel. Hal ini dikarenakan rumus dan fungsi tersebut
sifatnya saling berkesinambungan. Artinya, kita tidak bisa menggunakan rumus dan fungsi
jika kita tidak memasukkan operator di dalamnya.
Ada banyak operator yang ada pada Excel. Operator-operator tersebut dapat
dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu operator aritmatika, operator logika (perbandingan),
operator referensi serta tingkatannya. Yang dimaksud operator tersebut yaitu berupa tanda
atau simbol yang menjadi operasi hitung dalam Microsoft Excel dan memiliki output yang
berbeda-beda sesuai dengan kegunaanya masing-masing.
Agar kita tahu mengenai macam-macam operator dalam Ms Excel baik itu operator
aritmatika, perbandingan, referensi dan penggabungan.
Operator Aritmatika di Microsoft Excel
Dilihat dari namanya yaitu aritmatika, operator jenis ini digunakan untuk perhitungan
dasar matematika seperti rumus penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian di
Excel. Supaya lebih jelas tentang apa saja operator aritmatika itu beserta tanda yang
digunakan lihat tabel berikut!
Operator Aritmatika Fungsi Contoh Hasil
Sekedar pengingat, jangan lupa untuk selalu menambahkan tanda = (sama dengan) di
awal ketika kita menggunakan operator tersebut. Jika tanda sama dengan tidak
ditambahkan maka akan dikenal sebagai teks bukan sebagai rumus. Sehingga tidak akan
keluar hasil perhitungannya.
Operator Perbandingan di Microsoft Excel
Selanjutnya ada yang namanya operator perbandingan atau biasa juga disebut dengan
operator logika. Operator ini digunakan untuk membandingkan antara dua nilai yang ada
dan hasilnya nanti berbentuk nilai logika yaitu TRUE atau FALSE.
Jika nanti hasil perbandingan nilainya benar maka hasil yang akan ditampilkan adalah
TRUE. Sebaliknya jika hasil perbandingannya bernilai salah, maka hasil yang keluar
adalah FALSE. Inilah bentuk-bentuk operator perbandingan beserta contohnya!
1 (:) Titik dua, Spasi dan (,) Tanda koma atau (;) Titik koma Operator referensi
3 % Persentase
4 ^ Perpangkatan
Dari beberapa tingkatan di atas ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
1. Jika di dalam satu sel yang mempunyai satu rumus dan terdapat beberapa tingkatan yang
sama, maka MS Excel akan mendahulukan operator dari sebelah kiri terlebih dahulu lalu
operator sebelah kanan,
2. Jika kita ingin mendahulukan operator tertentu tanpa melihat tingkatan di atas, maka kita
bisa menggunakan tanda kurung. Jadi yang ada di dalam tanda kurung tersebut akan
diproses terlebih dahulu dibanding operator yang tidak di masukkan dalam tanda kurung.
Dari penjelasan di atas tentunya kita harus menuliskan rumus dengan tepat sesuai
tujuannya. Tingkatan operator juga harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dalam
pengolahan data.
Rumus MIN adalah rumus yang digunakan untuk mencari nilai terendah dari beberapa data
pada Microsoft Excel. Sebaliknya, rumus fungsi MAX adalah rumus yang untuk menghitung
atau mencari nilai tertinggi di Excel. Kedua rumus tersebut biasa digunakan untuk
keperluan statistik.
Seperti memantau jumlah stok barang ataupun aktivitas lain yg membutuhkan pencarian
nilai tertinggi dan terendah suatu data. Pada materi belajar MS Excel ini kita akan pelajari
kedua fungsi tersebut lengkap dengan cara penggunaan dan contohnya.
Bentuk Rumus MAX dan MIN di Excel
Format penulisan rumus MIN adalah sebagai berikut:
=MIN(Angka1;Angka2;…)
Penjelasan:
MIN: Merupakan nama rumus untuk mencari nilai terendah pada suatu data.
Angka1: Merupakan angka pertama pada data yang ingin dicari nilai terendahnya.
Angka2: Merupakan angka kedua pada data yang ingin dicari nilai terendahnya.
Untuk format penulisan rumus MAX juga hampir sama, tinggal kita rubah huruf MIN
menjadi MAX. Format penulisan MAX sebagai berikut:
=MAX(Angka1;Angka2;…)
Penjelasan:
MAX: Merupakan nama rumus untuk mencari nilai tertinggi pada suatu data.
Angka1: Merupakan angka pertama pada data yang ingin dicari nilai tertingginya.
Angka2: Merupakan angka kedua pada data yang ingin dicari nilai tertingginya.
Selain menggunakan format penulisan tersebut kita juga bisa mengganti angka dengan
memasukkan referensi sel atau range.
Jika menulis rumus dengan memasukkan angkanya secara manual jangan pernah
menggunakan tanda petik pada angka. Karena Excel akan membacanya sebagai teks
bukan sebagai angka. Jadi akan diabaikan dan menjadi tidak terbaca oleh rumus meski
kita telah memasukkannya ke dalam rumus.
Apabila muncul pesan error pada rumus sebaiknya periksa kembali referensi sel atau
range yang kita masukkan. Pastikan tepat referensinya dan tata cara penulisan rumusnya
juga harus benar. Lihat juga Rumus IF Excel.
Cara Mencari Nilai Tertinggi & Terendah dengan Rumus MAX dan MIN
Langkah pertama klik pada sel tempat di mana kita ingin mencari nilai terendah atau nilai
tertinggi suatu data. Ketikkan rumus dengan format =MIN(Angka1;Angka2;…) untuk
mencari nilai terendah. Atau ketik rumus =MAX(Angka1;Angka2;…) untuk mencari nilai
tertinggi.
Kemudian masukkan angka atau referensi sel/range-nya, lalu tekan ENTER pada keyboard
untuk menampilkan nilai-nya. Agar lebih jelas dalam menggunakan rumus MIN dan MAX,
simak contohnya berikut.
Contoh Penggunaan Rumus MAX dan MIN
Mencari Nilai Terendah dengan Rumus MIN di Microsoft Excel
Misalnya kita ingin mencari skor yang paling rendah diantara skor-skor yang lain seperti
pada contoh data berikut. Maka tulis rumusnya dengan format di bawah ini:
=MIN(B3:B9)
Dalam contoh tersebut kita menulis rumus untuk mencari nilai terendah dengan
memasukkan referensi range B3:B9 yang berisi seluruh skor. Tidak masalah jika judulnya
atau ada tulisan ikut kita masukkan ke dalam range. Rumus ini akan otomatis
mengabaikan karakter huruf atau teks karena hanya karakter angka saja yang akan
dibaca.
Tekan tombol Enter pada keyboard untuk melihat hasilnya. Simak juga Rumus Perkalian
Excel.
Mencari Nilai Tertinggi dengan Rumus MAX di MS Excel
Untuk mencari nilai yang paling tinggi caranya juga mudah. Misal kita ingin mencari skor
tertinggi dengan menggunakan contoh yang sama seperti sebelumnya. Maka penulisan
rumusnya menjadi:
=MAX(B4:B9)
Pada penulisan rumus tersebut kita ingin mencari skor tertinggi dengan memasukkan
referensi range B4:B9 yang berisi skor semua peserta. Jangan lupa gunakan tanda kurung
pada referensi sel atau range. Agar hasil yang keluar juga menjadi benar atau tidak muncul
pesan error. Baca juga rumus lainnya seperti Rumus Rank Excel.
Dengan adanya rumus tersebut kita tidak lagi susah payah untuk mencari nilai terendah
atau nilai tertinggi pada data kita secara manual. Apalagi data yang kita punya berjumlah
banyak, tentu akan menyulitkan kita jika kita tidak tahu cara menggunakan rumus MIN dan
MAX ini.
COUNT adalah rumus yang digunakan untuk menghitung banyaknya jumlah data pada sel
yang di dalamnya terdapat angka. Sedikit berbeda dengan rumus COUNTIF di mana
fungsinya adalah untuk menghitung jumlah sel yang berisikan argumen tertentu, rumus
COUNT lebih dikhususkan untuk menghitung sel yang berisi angka.
Penggunaan rumus ini biasa digunakah oleh orang-orang yang berurusan dengan angka
seperti accounting dan sales. Tidak menuntut kemungkinan juga dimanfaatkan oleh
profesi-profesi lainnya. Nah di pembahasan materi belajar MS Excel ini kita akan
memperlajari cara menggunakan fungsi COUNT dan contohnya.
H. Bentuk Rumus COUNT di Microsoft Excel
COUNTIF adalah rumus untuk menghitung jumlah sel sesuai dengan kriteria yang kita
masukkan di dalam formula di Microsoft Excel. Jumlah maksimal kriteria yang bisa
dimasukkan ke dalam rumus COUNTIF hanya bisa menampung satu argumen saja.
Biasanya fungsi COUNTIF digunakan oleh admin atau analis untuk mencari kata-kata
tertentu yang ada di dalam lembar kerja MS Excel.
Format penulisan rumus COUNTIF pada Microsoft Excel adalah sebagai berikut:
=COUNTIF(ReferensiRange;Kriteria)
Penjelasan:
COUNTIF: Merupakan nama rumus untuk mencari jumlah kriteria yang diinginkan.
ReferensiRange: Merupakan referensi range yang berisikan sel-sel kriteria yang ingin
dicari.
Kriteria: Merupakan suatu kriteria yang berbentuk karakter yang ingin dicari.
Pada saat memasukkan kriteria ke dalam rumus tersebut pastikan kita memasukkan
karakter tersebut di dalam tanda petik. Apabila terjadi error berupa #VALUE maka bisa saja
penyebabnya terlalu banyak sel yang kita blok ketika mereferensikan range. Atau bisa juga
ketika kita mereferensikan range pada lembar kerja lainnya karena rumus ini hanya bisa
mereferensikan range dalam satu lembar kerja saja.
Maksimal jumlah yang dapat dihitung oleh rumus COUNTIF tersebut berjumlah sebanyak
255 sel. Jadi perhatikan batasan jumlah sel sehingga tidak terjadi error ketika
menggunakan rumus ini. Lihat juga Rumus Standar Deviasi di Excel.
Cara Menggunakan Rumus COUNTIF di Microsoft Excel
Klik pada sel tempat di mana ingin mencari jumlah sel sesuai dengan argumen yang kita
masukkan. Lalu ketikkan rumus dengan format =COUNTIF(ReferensiRange;Kriteria).
Kemudian masukkan kriterianya sesuai dengan yang diinginkan. Jangan lupa berikan
tanda petik untuk pada karakter yang dimasukkan. Tekan ENTER pada keyboard untuk
melihat hasil pencariannya.
Simak juga fungsi lainnya yaitu Rumus IF di Excel.
Supaya lebih jelas dalam menggunakan rumus COUNTIF coba simak contoh pada
pembahasan selanjutnya.
Contoh Penggunaan Rumus Fungsi COUNTIF
Mencari Suatu Kata Secara Utuh Dengan Rumus COUNTIF pada MS Excel
Semisal dalam lembar kerja ada satu kata yang ingin kita cari dan menghitung
banyaknya kata yang terdapat di dalam lembar kerja tersebut. Maka kita bisa
memanfaatkan rumus countif ini, caranya adalah dengan menuliskan format rumus countif
seperti pada contoh berikut:
=COUNTIF(A4:A9;"Azis")
Dalam contoh tersebut kita ingin mengetahui banyaknya kata “Azis” pada tabel data
khususnya pada kolom pertama. Range A4:A9 adalah range di mana kita ingin mencari
kata yang kita inginkan dan menghitung jumlah kata tersebut.
Jika ada beberapa kata lagi yang ingin kita cari dari tabel data tersebut maka sebaiknya
rubah range yang kita blok menjadi sel absolut. Caranya dengan menekan tombol F4 pada
keyboard. Pelajari juga rumus lainnya seperti Fungsi AVERAGE di Excel.
Mencari Suatu Karakter Berdasarkan Bagian yang Terkandung di Dalamnya
Misalnya kita ingin mencari suatu kata dengan syarat di dalam kata tersebut mengandung
huruf atau karakter tertentu. Maka kita bisa menggunakan cara seperti contoh di bawah ini:
=COUNTIF(A2:A6;"*Jepang")
Pada contoh tersebut kita ingin mencari jumlah/banyaknya karakter yang mengandung
kata “Jepang”. Kita tinggal menggunakan fungsi COUNTIF dan pada bagian argumen
tambahkan tanda wildcard berupa tanda bintang * di depan kata yang kita cari. Tanda
wildcard adalah tanda yang digunakan untuk menggantikan karakter tertentu sehingga
memudahkan dalam pencarian karakter tertentu.
Penempatan tanda wildcard tersebut bergantung pada bagian mana yang kita cari. Jika
pada contoh tersebut wildcard terletak sebelum kata Jepang. Artinya fungsi COUNTIF
diperintahkan untuk mencari semua karakter dengan akhiran Jepang.
Jangan lupa juga bahwa tanda wildcard tetap harus dimasukkan kedalam tanda petik
beserta karakter yang ingin dicari. Ada beberapa tanda wildcard lain yang bisa kita
manfaatkan selain tanda bintang seperti tanda tanya (%), tanda grafem atau tanda
gelombang (~). Baca juga materi excel tentang Rumus Sum Excel.
Jika kita ingin mencari banyaknya sel pada lembar kerja dengan lebih dari satu kata. Maka
ada rumus lanjutan yang bisa kita pelajari lagi seperti COUNTIFS. Ada lagi rumus sejenis
seperit COUNTA yang digunakan untuk menghitung jumlah sel kosong.
Semisal kita ingin mencari banyaknya sel yang berisikan angka pada lembar kerja ms
excel. Kita bisa menggunakan rumus count ini dengan mudah dan cepat. Pada contoh
berikut kita akan mencari jumlah sales yang melakukan penjualan pada bulan ini. Maka kita
gunakan saja rumus count dengan penulisan rumusnya seperti berikut:
=COUNT(B4:B9)
Dalam contoh tersebut kita menggunakan referensi range dengan rentang sel B4:B9.
Karena dengan cara tersebut sangat efisien khususnya ketika kita menghadapi data yang
berjumlah banyak. Ingat selalu untuk memerhatikan tata cara penulisan rumus seperti
penggunaan tanda kurung, format angka yang ada di dalam data, dan lain sebagainya agar
tidak terjadi kesalahan/error nantinya.
Lihat juga pembahasan Rumus IF di Excel.
Mencari Jumlah Sel yang Berisi Angka Jika Terdapat Sel Kosong
Lalu bagaimana jika kita dihadapi dengan sel-sel kosong pada data ketika kita hendak
mencari sel yang berisi angka?
Inilah gunanya rumus count karena rumus ini otomatis akan mengabaikan sel kosong
sehingga hanya menghitung sel yang berisikan angka saja. Di contoh ini kita akan coba
untuk mencari banyaknya sales yang melakukan penjualan pada hari ini dengan data yang
terdapat sel kosongnya. Jadi penulisan rumus COUNT-nya adalah sebagai berikut:
=COUNT(B4:B9)
Jika kita lihat baik-baik rumus tersebut mempunyai format referensi range yang sama
seperti pada contoh sebelumnya, yaitu rentang B4:B9 di mana terdapat angka pada tiap-
tiap selnya. Memang kita menggunakan rumus yang sama meskipun kita tahu bahwa ada
beberapa sel kosong di dalam data tersebut.
Pada contoh penggunaan rumus tersebut hasilnya adalah 4. Jadi dari total 6 sales ada 4
Sales yang melakukan penjualan pada hari tersebut, 2 diantaranya tidak ada penjualan
atau kosong. Namun jangan khawatir ketika kita menghadapi data seperti ini, karena pada
prinsipnya rumus COUNT akan mengabaikan sel-sel yang kosong. Jadi yang dapat
dihitung hanyalah sel yang berisikan angka. Baca juga tentang Rumus Sum Excel.
Rumus ini juga sangat berperan pada saat kita berurusan dengan data-data dari sistem
yang masih mentah dan masih terdapat sel-sel kosongnya.
Dalam proses penulisan rumus ataupun Fungsi pada lembar kerja aplikasi Ms Excel ada
dua cara yang bisa dilakukan. Pertama kita bisa memasukkan data/angka dengan
mengetikkan secara manual. Kedua dengan mereferensikan alamat sel di mana terdapat
nilai data/angka yang akan kita masukkan.
Namun kita tidak bisa sembarangan mereferensikan sel pada saat menuliskan rumus atau
fungsi. Karena kita harus terlebih dahulu melihat data pada alamat sel yang hendak kita
referensikan agar hasil yang keluar bisa sesuai dengan harapan kita. Oleh sebab itu di
dalam Ms Excel ada yang namanya referensi relatif dan referensi absolut.
Apa yang dimaksud dengan referensi relatif dan referensi absolut di Ms Excel tersebut?
Mari kita simak penjelasannya satu-persatu.
Referensi relatif adalah setiap kita mereferensikan sebuah sel lalu kita copy atau menyalin
alamat sel tersebut maka alamat sel akan ikut berubah menyesuaikan dengan baris dan
kolom yang kita hubungkan.
Contoh: Kita ingin menyalin suatu rumus atau fungsi yang terdapat referensi sel di
dalamnya. Anggap saja rumus perkalian excel (kita ingin menghitung perkalian kolom H1
dan H2). Sehingga rumusnya adalah =H1*H2. Lalu kita copy rumus perkalian tersebut pada
baris yang lain (misalnya pada kolom J1 dan J2) tanpa perlu menulis kembali alamat
selnya. Maka kita bisa menggunakan referensi relatif ini.
Agar lebih jelasnya mari kita simak contoh penggunaanya berikut!
1. Pada lembar kerja Ms Excel yang berisi data yang ingin kita hitung seperti contoh di atas
pilih sel E2 untuk menghitung jumlahnya.
2. Kemudian ketik/tulis rumusnya, pada contoh kali ini adalah menggunakan rumus perkalian
untuk mengalikan kuantitas atau Qty dengan Harga pada Nasi Bebek, sehingga
penulisannya adalah =C2*D2.
3. Tekan Enter hingga keluar hasilnya pada sel E2.
4. Selanjutnya kita akan menghitung item yang lain dengan memanfaatkan referensi relatif ini.
Caranya adalah dengan mengaktifkan sel E2 terlebih dahulu.
5. Kemudian pada pojok kanan bawah sel aktif tersebut ada titik kotak kecil, sorot hingga
keluar tanda plus bewarna hitam.
6. Klik kiri pada mouse dan tahan, lalu seret ke bawah untuk mereferensikan sel pada baris
yang ada di bawahnya, (pada contoh ini kita akan menahan dan menyeret sel dari E2
hingga E6).
7. Lepaskan klik kiri kita sehingga rumus akan tercopy secara otomatis pada tiap-tiap sel dan
hasil angkanya akan keluar serta otomatis ikut menyesuaikan.
Simak juga tutorial Excel lainnya lengkap pada seri belajar Microsoft Excel.
Referensi Absolut di Microsoft Excel
Berbanding terbalik dengan referensi relatif, referensi absolut akan menjaga nilai sel tetap
atau tidak ikut berubah saat rumus dicopy pada sel lain. Sel tetap tersebut biasa juga
disebut dengan sel absolut.
Sel absolut adalah alamat sel yang selalu tetap digunakan dalam formula meskipun rumus
atau fungsi telah dicopy pada sel lain. Bisa juga disebut sel telah dikunci. Untuk membuat
sel absolut bisa menggunakan tanda $ (dolar).
Yang menjadi pembeda antara referensi relatif dengan referensi absolut adalah tanda $ di
awal penulisan sebelum alamat sel. Jadi ketika kita mereferensikan suatu alamat sel tanpa
adanya tanda tersebut maka Ms Excel akan mengenali sebagai referensi relatif misal sel
F5. Jika dijadikan sebagai referensi absolut maka bentuk selnya yaitu $F$5.
1. Klik pada sel yang ingin kita hitung, pada contoh tersebut klik pada sel F7.
2. Lalu tulis rumusnya, jika melihat contoh di gambar atas kita ingin menghitung berapa Pajak
per item dan diketahui Pajak sebesar 10% yang sudah tercantum pada sel F5.
3. Setelah memasukkan rumusnya dan alamat sel yang hendak kita hitung, blok sel F5 saja
untuk dijadikan menjadi referensi absolut. Lalu kita bisa tekan tombol F4 pada keyboard,
maka otomatis sel F5 akan tersisipi tanda $ sehingga menjadi absolut.
4. Selanjutnya kita tinggal menghitung Pajak untuk item lainnya dengan cara klik pada sel F7
untuk mengaktifkan sel tersebut yang juga sudah keluar terlebih dahulu hasilnya.
5. Kemudian pada pojok kanan bawah sel aktif tersebut ada titik kotak kecil. Sorot hingga
keluar tanda plus bewarna hitam.
6. Klik dan tahan mouse lalu seret ke bawah sesuai dengan sel yang ingin kita lihat juga
hasilnya.
7. Terakhir lepaskan klik tahan kita sehingga hasilnya akan keluar dan otomatis rumus akan
tercopy. Begitu juga pada sel pajak yang mempunyai nilai tetap karena kita menggunakan
referensi absolut pada sel tersebut.
Kedua jenis referensi tersebut mempunyai manfaat untuk mereferensikan sel. Hanya saja
penggunaannya dan caranya sedikit berbeda. Dengan mengenal kedua referensi sel
tersebut paling tidak kita bisa memanfaatkannya suatu saat nanti ketika dibutuhkan.
K. Rumus IF di Excel
Rumus IF dipakai untuk membandingkan logika terhadap nilai tertentu. Hasilnya akan
menampilkan nilai tersebut dalam bentuk TRUE jika sesuai, atau dalam bentuk FALSE jika
nilainya tidak sesuai. Dengan rumus fungsi IF kita bisa membandingkan logika yang kita
masukkan. Lalu Microsoft Excel akan memproses logika tersebut berdasarkan kondisi yang
ada. Kemudian menampilkan nilai/hasil akhir yang didapat.
Dalam prakteknya, rumus formula IF bisa digunakan jika kita ingin membandingkan siswa
berprestasi atau tidaknya dengan memanfaatkan nilai ujian/nilai rapor tiap siswa. Contoh
lain kita bisa mengkategorikan posisi/jabatan karyawan hanya berdasarkan Nomor ID
karyawan pada suatu perusahaan dan lain sebagainya. Nah pada materi belajar ms
excel ini kita juga akan praktikkan dengan contohnya.
Bentuk Rumus IF
=IF(LogikaYangDiuji;Nilai_JikaSesuai;Nilai_JikaTidakSesuai)
Dari kerangka rumus yang telah ditulis di atas, berikut kita bedah lagi penjelasan lebih
rincinya mengenai rumus diatas:
Misalnya kita akan mengkategorikan suatu pesanan yang terdiri dari makanan dan
minuman berdasarkan dari nilai atau harganya. Maka kita cukup menggunakan fungsi IF
seperti biasa dengan memasukkan referensi selnya serta logika yang kita inginkan, lalu
masukkan nilainya yaitu nilai TRUE-nya “Makanan”, sedangkan nilai FALSE-nya
“Minuman”. Berikut contoh penulisannya:
=IF(D7>20000;"Makanan";"Minuman")
Disitu bisa kita lihat referensi sel yang dimasukkan terhadap LogikaYangDiuji dengan
menggunakan tanda lebih dari > dan harga yang ingin kita masukkan, juga nilai TRUE dan
FALSE-nya.
Jadi cara membaca rumus tersebut ialah harga item yang lebih dari 20000 bernilai TRUE
dan akan masuk Makanan, selain itu bernilai FALSE, yaitu Minuman.
Salin rumus yang telah ditulis dengan Fill Handle atau drag ke bawah untuk
mengaplikasikan rumus tersebut ke dalam sel yang lain-nya secara otomatis. Lihat juga
rumus dasar seperti Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian & Pembagian di Excel.
2. Penggunaan Rumus IF Bertingkat pada Microsoft Excel
Penulisan fungsi if pada MS Excel bisa digunakan sebanyak 7 tingkatan. Jadi kita bisa
memasukkan nama fungsinya yaitu IF sebanyak 7x dalam sekali penulisan bila memang
diperlukan. Kabarnya pada aplikasi Microsoft Excel versi terbaru kita bisa memasukkan
fungsi IF sebanyak 64x tingkatan, jadi kita bisa bayangkan betapa banyaknya logika
perbandingan yang dapat dimasukkan.
Rumus IF bertingkat digunakan jika terdapat lebih dari 2 ketentuan nilai semisal untuk
mengkategorikan nilai siswa. Bagi siswa yang nilainya 0-50 masuk dalam kategori Kurang,
nilai 51-75 masuk kategori Cukup, dan nilai 76-100 kategorinya Bagus. Berikut penulisan
rumusnya:
=IF(C2<=50;"Kurang";IF(C2<=75;"Cukup";"Bagus"))
Bisa kita lihat dalam rumus tersebut terdapat 2 IF bertingkat karena ada lebih dari 2 logika.
Pada IF pertama kita referensikan sel yang ada nilai siswanya kurang dari sama dengan
50, bernilai “Kurang”.
Lalu tulis rumus IF kedua, jangan lupa gunakan tanda buka kurung setiap kali menuliskan
nama rumusnya, masukkan referensi selnya beserta nilai TRUE nya yaitu “Cukup”,
Untuk nilai yang terakhir kita tidak perlu menuliskan IF kembali, langsung tulis nilai
FALSEnya yaitu “Bagus”. Kemudian disusul dengan tutup kurung sebanyak buka kurung
yang telah kita masukkan tadi, dalam contoh tersebut terdapat 2 tanda kurung.
Itulah pembahasan mengenai fungsi IF beserta contohnya baik itu IF sederhana hingga
contoh mengenai rumus IF bertingkat. Jika kita ingin bisa menggunakan fungsi IF hingga
bertingkat-tingkat. Sebaiknya kita mulai belajar sedikit demi sedikit dari tingkatan yang kecil
lama kelamaan menuju ke tingkatan yang lebih tinggi.
VLOOKUP adalah rumus yang digunakan untuk mencari suatu data dari data tabel sesuai
dengan kolomnya atau secara vertikal di MS Excel. Fungsi ini sangat berguna apabila kita
memiliki tabel referensi yang berisikan data. Sedangkan kita ingin mengambil beberapa
data tersebut untuk ditaruh di tabel lainnya.
Contoh penggunaan rumus VLOOKUP kita bisa mengetahui harga barang berdasarkan
nama barang yang ada di dalam tabel. Bisa digunakan juga untuk mencari nama
mahasiswa berdasarkan nomor mahasiswa. Pada tutorial belajar MS Excel ini kita akan
membahas lengkap mulai dari bentuk, cara menggunakan hingga contohnya.
Bentuk Rumus VLOOKUP
=VLOOKUP(DataYangDicari;RangeTabel;KolomKe;KondisiPencarian)
Penjelasan:
VLOOKUP: Merupakan nama fungsi atau rumus untuk mencari data secara vertikal,
DataYangDicari;: Merupakan data acuan/sel dari kolom pertama yang ingin dicari,
RangeTabel;: Merupakan referensi Range dari tabel dengan data acuan di kolom awal
tabel,
KolomKe;: Berbentuk angka berdasarkan kolom keberapa dari tabel yang dicari,
KondisiPencarian: Bisa berbentuk TRUE atau angka “1” untuk mencari data yang
mendekati, bisa juga berbentuk FALSE atau angka “0” untuk pencarian yang sama persis.
Jika hasilnya muncul #N/A maka dipastikan terdapat kesalahan atau ketidakcocokan baik
itu pada data atau referensi range. Bisa juga kondisi pencarian yang kita masukkan tidak
ditemukan.
Sebelumnya pastikan terdapat tabel yang digunakan sebagai data untuk mereferensikan
range nantinya. Lalu ikuti langkah-langkah berikut:
1. Klik pada sel yang ingin kita tampilkan hasil pencariannya sesuai dengan header tabel kita.
2. Masukkan rumusnya dengan mengetik rumus
berikut: =VLOOKUP(DataYangDicari;RangeTabel;KolomKe;KondisiPencarian)
3. Selanjutnya masukkan sel pada DataYangDicari di kolom pertama tabel data.
4. Lalu pada RangeTabel; blok range tabel tanpa perlu memblok judul tabelnya dan
tekan F4 pada keyboard untuk menjadikan sel range tersebut menjadi absolut.
5. Isikan angka sesuai dengan kolom tabel pada KolomKe; dihitung dari sisi kiri ke kanan
tabel.
6. Terakhir ketikkan TRUE atau angka “1” untuk mencari data yang mendekati,
ketik FALSE atau angka “0” jika ingin metode pencarian yang sama persis.
Rumus fungsi VLOOKUP juga bisa digunakan pada sheet yang berbeda. Caranya adalah
cukup tambahkan nama sheet di depan RangeTabel dengan diikuti tanda seru !. Jika di
tulis maka rumusnya akan menjadi
=VLOOKUP(DataYangDicari;NamaSheet!RangeTabel;KolomKe;KondisiPencarian)
Agar lebih mudah dipahami mari kita simak contoh menggunakan fungsi VLOOKUP.
Semisal kita ingin mencari harga berdasarkan nama produk. Tinggal kita referensikan
range dari tabel sesuai contoh yang berisi data lengkap produknya. Kemudian kita tulis
rumusnya:
=VLOOKUP(A12;$A$2:$C$6;2;0)
Dari situ sel A12 adalah sel acuan yang terdapat di kolom pertama tabel.
Lalu $A$2:$C$6 adalah range yang diambil dari tabel data. Kemudian 2 adalah posisi
kolom untuk Harga per item. Dan 0 adalah kondisi pencariannya FALSE karena kita
mencocokkan nama produk yang sama persis.
Nah, jika kita mengganti nama Nasi Bebek menjadi Nasi Goreng maka Harga per
item akan berubah. Tentunya perubahan akan mengikuti nama produknya sesuai dengan
tabel data di atas.
Drag kebawah untuk mengetahui harga per item untuk nama produk yang lain. Lanjutkan
mencari data yang diinginkan kolom yang lain dengan menulis rumusnya kembali. Semisal
untuk mencari kuantitas produk atau dengan copy rumusnya. Lalu ganti kolomnya menjadi
3 untuk direferensikan ke kolom ketiga tabel. Begitu juga untuk kolom-kolom selanjutnya.
Lalu bagaimana bila kita ingin mengkombinasikan fungsi VLOOKUP dengan formula lain?
Apakah bisa? Jawabannya tentu bisa.
Seperti contoh yang kita ambil dari hasil percobaan rumus VLOOKUP sebelumnya. Kali ini
kita ingin mencari harga total barang yang dipesan sesuai dengan banyaknya. Logikanya
kita harus mengkalikan Harga per item dengan jumlah barangnya atau Qty. Dengan
menggunakan cara ini kita bisa melakukan perkalian tanpa perlu mengkalikan secara
manual.
Caranya kita tulis kembali rumusnya. Lalu tambahkan formula perkalian yaitu tanda
bintang *. Kemudian referensikan sel mana yang ingin kita kalikan. Tekan Enter untuk
melihat hasilnya.
Simak juga penggunaan rumus SUM Excel.
Contoh Penggunaan VLOOKUP Beda Sheet
Misalkan tabel referensi berada di sheet dengan nama Sheet2. Maka rumus pada contoh
sebelumnya akan menjadi:
=VLOOKUP(A12;Sheet2!$A$2:$C$6;2;0)
Nah, pastikan nama sheet sesuai dengan apa yang telah ditulis di formula. Lihat juga
penggunaan fungsi lainnya misalnya Rumus IF di Excel.
HLOOKUP adalah rumus yang digunakan untuk mencari suatu data dari tabel data
berdasarkan baris tabel atau secara horizontal di Excel. Rumus HLOOKUP ini memiliki
kegunaan yang hampir sama dengan rumus VLOOKUP. Hanya saja HLOOKUP secara
horizontal sedangkan VLOOKUP secara vertikal.
Contoh penggunaannya yaitu kita bisa mengetahui harga barang berdasarkan nama
barang atau bahkan mencari nama karyawan berdasarkan nomor ID karyawan. Untuk
membedakan penggunaannya cek tabel data kita. Jika header atau judul tabelnya terletak
di atas maka gunakanlah fungsi VLOOKUP. Namun jika judulnya terletak disamping
gunakanlah fungsi HLOOKUP.
=HLOOKUP(DataYangDicari;RangeTabel;BarisKe;KondisiPencarian)
Penjelasan:
Pastikan sudah ada tabel data yang ingin diambil datanya kemudian ikuti langkah-
langkahnya berikut:
1. Klik sel yang ingin kita tampilkan hasil pencarian-nya sesuai dengan header tabel kita.
2. Ketikkan rumus HLOOKUP dengan format berikut:
3. =HLOOKUP(DataYangDicari;RangeTabel;BarisKe;KondisiPencarian)
4. Lalu masukkan sel pada DataYangDicari di baris pertama tabel.
5. Selanjutnya pada RangeTabel blok range tabel tidak usah blok judul tabelnya langsung
tekan tombol F4 pada keyboard untuk menjadikan referensi sel tersebut menjadi absolut.
6. Ketikkan angka sesuai dengan baris keberapa pada BarisKe dihitung dari atas ke bawah.
7. Kemudian ketikkan TRUE atau angka “1” untuk mencari data yang mendekati. Ketik FALSE
atau angka “0” jika ingin mencari data yang sama persis.
8. Tekan Enter pada keyboard untuk melihat hasilnya.
Supaya lebih jelas mari kita simak contoh penggunaan rumus HLOOKUP berikut. Lihat
juga Rumus Penjumlahan di Excel.
Contoh Penggunaan Rumus Fungsi HLOOKUP di Excel
Menampilkan Harga Berdasarkan Nama Produk
Misal kita akan mencari harga berdasarkan nama produk. Lihat letak judul serta nama
produknya pada tabel data terlebih dahulu. Lalu tulis rumus lengkapnya seperti contoh
berikut:
=HLOOKUP(A12;$B$1:$F$4;2;0)
Sel A12 yaitu sel acuan terletak di kolom pertama tabel. Sedangkan $B$1:$F$4 adalah
range yang diambil dari tabel data dan sudah dijadikan absolut. Caranya dengan tekan
tombol F4 pada keyboard,
Angka 2 adalah posisi baris pada judul Harga per item. Lalu 0 adalah kondisi
pencariannya atau bisa juga ditulis dengan FALSE untuk mencari menampilkan atau
mencari kata yang sama persis. Apabila kita mengganti nama Es Jeruk menjadi Es
Teh maka pada Harga per item akan ikut berubah mengikuti nama produknya sesuai
dengan tabel data tersebut.
Tarik sel kebawah untuk mengetahui harga per item produk yang lain. Isi rumusnya
kembali untuk mencari data pada kolom yang lain dengan menyesuaikan barisnya. Contoh
untuk mencari kuantitas produk. Tinggal copy rumusnya lalu ganti barisnya menjadi angka
3 untuk direferensikan ke baris ketiga tabel data sesuai dengan urutan barisnya. Baca
juga Rumus IF di Microsoft Excel.
Mengkombinasikan HLOOKUP dengan Rumus Formula Lainnya
Selain itu kita bisa mengkombinasikan fungsi HLOOKUP dengan rumus lain atau formula
untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih kompleks lagi. Contoh dari tabel data di atas
kita ingin mencari harga total dari barang tersebut. Sebelumnya kita harus
menampilkan harga per item dan juga jumlah kuantitasnya atau Qty. Simak juga fungsi
lainnya seperti Rumus Sum Excel.
Kemudian kita cukup menuliskan kembali rumusnya. Lalu kombinasikan dengan cara
memasukkan tanda perkalian (*) dan sel yang ingin dikalikan di akhir rumus untuk mencari
harga total produknya. Tinggal kita tarik atau drag ke bawah pada sel hasil perkalian
tersebut untuk melihat hasil perkalian berdasarkan nama produk yang lainnya.
Grup perintah Charts adalah kumpulan tombol perintah yang digunakan untuk
membuat grafik di Excel. Perintah ini menyediakan 15 jenis grafik yang dapat
dibuat untuk merepresentasikan data secara visual. Seperti kata pepatah "Sebuah
Gambar Berbicara Seribu Kata", kita akan lebih mudah menyampaikan hasil
analisis data yang disertai dengan grafik sebagai pendukung.
Berikut gambar dari 15 jenis grafik yang dapat dibuat dengan Microsoft Excel.
Box &
Sunburst Histogram Whiske Waterfall Combo
r
Grafik jenis column merupakan salah satu jenis grafik yang sering digunakan untuk
melakukan representasi data. Grafik column di Excel juga disebut grafik batang.
Setiap grafik yang dibuat pada Microsoft Excel dapat diubah ke jenis grafik lain
yang tersedia, misalnya grafik column (batang) dapat diubah ke grafik garis (line).
Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan analisis dan representasi data yang
dibutuhkan.
Contoh:
Pada contoh berikut dibuat grafik column dari data produksi barang suatu
perusahaan kertas adalah sebagai berikut,
Berikut langkah-langkah cara membuat grafik di Excel
Ribbon Chart Tools adalah ribbon yang muncul ketika anda menyorot suatu grafik.
Berikut ilustrasi berdasarkan contoh di atas,
Ribbon ini terdiri dari 2 tab yaitu Design dan Format,
Tab design adalah tab yang berkaitan dengan kustomisasi dari grafik yang dibuat.
Lokasi Lokasi Tab design ditunjukkan pada gambar di atas, bersebelahan dengan
Tab Format. Terdapat 5 grup perintah pada tab design.
Grup perintah Chart Style digunakan untuk memilih style pada grafik.
Anda dapat mengubah style serta warna style (Change Colors) pada grafik
menggunakan grup perintah ini.
Grup perintah data adalah grup perintah yang digunakan untuk memilih
data yang akan ditampilkan pada grafik. Grup perintah ini terdiri dari 2
tombol perintah, yaitu Switch Row/Column dan Select Data.
Switch Row/Column adalah tombol perintah yang digunakan untuk
mengubah pengelompokan grafik berdasarkan kolom atau
baris. Contohnya pengelompokan data berdasarkan baris yaitu terdiri
dari buku tulis, buku saku, folio, dan buku gambar. Dengan masing-
masing kelompok mempunyai 2 poin data yaitu produksi dan permintaan.
Begitu juga sebaliknya yang dapat diilustrasikan pada gambar berikut,
Select Data adalah tombol perintah untuk memilih baris dan kolom tabel
yang akan digunakan sebagai data pada grafik yang dibuat.
Contoh menghilangkan poin data "Permintaan" pada grafik
Tombol perintah ini digunakan untuk mengganti jenis grafik yang disorot.
Saat perintah ini di klik, maka jendela Change Cart Type akan
terbuka (seperti bagian B artikel ini)
5. Location/Move Cart: Memindahkan Grafik
Pada Microsoft Excel 2013 dan 2016 terdapat penambahan 3 fitur Quick Access
pada Chart adalah sebagai berikut,
[Link]
[Link]
contohnya/