STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SETIAP HARI
Nama Pasien : Ny.E
Hari/Tanggal : Kamis, 24 Juni 2021
Pertemuan Ke : 1
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien : klien tampak sudah lebih tenang dan kooperatif saat diajak berbicara
Data Subjektif :
a. Klien mengatakan alasannya dibawa ke RS ini karna memecahkan kaca
tetangganya
b. Klien mengatakan merasa kehilangan suaminya
c. Klien mengatakan pernah menonjok perut ibunya dan menendang tantenya
Data Objektif :
a. Tampak penyakit kulit di kepala, tangan, kaki, kepala dan badan klien
b. Klien tampak menggaruk-garuk badan
c. Giginya klien tampak kotor
2. Diagnosis keperawatan
Resiko Perilaku Kekerasan
3. Tujuan khusus
a. Klien mampu mengenali penyebab, tanda gejala dan akibat prilaku kekerasan
b. Klien mampu mengontrol prilaku kekerasan dengan cara latihan fisik tarik (SP1)
nafas dalam
4. Tindakan keperawatan
a. Mengidentifikasi penyebab, tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang dilakukan,
akibat perilaku kekerasan.
b. Jelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan dengan cara Latihan fisik Tarik
nafas dalam
c. Masukan dalam jadwal harian
B. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
Pertemuan Ke : 1 hari ke 1
1. Fase orientasi
a. Salam terapeutik
”Assalamualaikum wr wb”
”Selamat pagi ibu, Perkenalkan nama saya perawat Juliana Hidayati, ibu bisa
panggil saya Ana . Saya perawat yang dinas diruangan elang . Hari ini saya dinas
pagi dari pukul 07:00 WIB sampai pukul 14:00 WIB”
b. Evaluasi / validasi
”Nama ibu siapa?” dan bapak senangnya ibu dipanggil apa?”
”Bagaimana perasaan ibu saat ini?”
”masih ada perasaan kesal atau marah tidak ibu sekarang?
c. Kontrak :
Topik : ”ibu, hari ini kita akan mengobrol-ngobrol tentang perasaan marah
ataupun kesal yang ibu rasakan”
Waktu : ” untuk waktunya kira-kira ibu ingin kita mengobrol berapa lama?
Bagaimana jika kita mengobrol kurang lebih untuk waktunya 20 menit”
Tempat : ”ibu ingin kita meengobrol dimana?”
” bagaiamana jika tempatnya kita disini saja ya bu diruang tamu biar enak adem”
2. Fase kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan)
“ apa yang menyebabkan ibu E marah? “
“Apakah sebelumnya ibu R pernah marah? “
“Lalu dahulu penyebabnya marah atau kesalnya apa? “
“Apakah Sama dengan yang sekarang?”
‘ Pada saat penyebab marah itu ada, seperti ibu merasa tiba-tiba ingin marah jika
tak sesuai ingin ibu, atau ibu mengatakan ada yang membisikan untuk marah dan
memukul seseorang ,apa yang ibu R rasakan?“
“Apakah ibu merasa kesal, atau marah kemudian dada ibu berdebar-debar, mata
melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal ?”
“ apa yang ibu lakukan selanjutnya?”
“ Apakah dengan ibu marah-marah, menendang atau memukul orang lain keadaan
jadi lebih baik?”
“ Menurut ibu adakah cara lain yang lebih baik selain marah-marah?”
“maukah ibu belajar mengungkapkan marah dengan baik tanpa menimbulkan
kerugian dan rasa sesal seprti yang tadi ibu katakan?”
” ada beberapa cara fisik untuk mengendalikan rasa marah, hari ini kita belajar satu
cara dulu ya bu”
“ begini bu, kalau tanda atau rasa marah itu sudah ibu rasakan ibu berdiri lalu tarik
nafas dari hidung, tahan sebentar, lalu ibu keluarkan secara perlahan-lahan dari
mulut seperti mengeluarkan kemarahan, saya contoh kan ya bu “
“ nah sekarang coba ibu pragakan apa yang barusan sudah saya ajarkan dan
lakukan sampai ibu merasa lega dan tenang , sampai rasa kesal ibu sudah
berkurang bahkan tidak ada. “
“ nah sebaiknya latihan ini ibu lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktu-waktu
rasa marah itu muncul ibu sudah terbiasa melakukannya”.
3. Fase terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi klien (subjektif) :
”Bagaimana sekarang perasaan ibu, setelah tadi kita mengobrol?”
Evaluasi perawat (objektif setelah reinforcement) :
”ibu masih ingat apa yang kita lakukan tadi?”
”Coba ibu lakukan atau praktekan lagi cara mengontrol marah yang tadi sudah
kita diskusikan : tarik nafas dalam ”
b. Rencana tindak lanjut :
” Baik, sekarang latihan tadi kita masukkan ke jadual harian ya Bu”
” berapa kali sehari ibu mau latihan nafas dalam ?”
“bagus
“Nanti tolong ibu tulis disini M, bila ibu melakukannya sendiri, tulis B, bila ibu
dibantu dan T, bila ibu tidak melakukan nya ya ”
d. Kontrak yang akan datang :
Topik : ”ibu, besok kita akan mengobrol-ngobrol kembali mengenai latihan cara
lain untuk mencegah dan mengendalikan rasa marah ibu dengan latihan
2”
Waktu : ” nah untuk waktunya ibu kira-kira mau pukul berapa? dan berapa menit?
” Baik lah waktunya besok pukul 10:00 WIB, lamanya kira kira sekitar
20 menit lagi ya bu”
Tempat :” Tempatnya kita disini lagi saja ya bu, kalau begitu saya permisi dulu
sampai jumpa besok.”