JurnalJurnalKeperawatan Jiwa VKeperawatan Jiwa olume 7Volume 7 NNoo 221, HalHal 1271270 --1341341
,,AgustusMeiAgustus201920120199 ISSN2338e-ISSN 2655-2090(Cetak-8106)
FIKFIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengahes Universitas
Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah ISSN 2655p-ISSN2-8106 (338Online-2090)
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA
TINGKAT AKHIR
Syifa Aulia*, Ria Utami Panjaitan
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
*Syifauliaa03@[Link]
ABSTRAK
Mahasiswa dihadapkan pada berbagai macam hambatan dalam proses mengerjakan skripsi sehingga
menyebabkan mahasiswa menjadi stress. Tingkat stres mahasiswa erat kaitannya dengan kondisi
kesejahteraan psikologis yang dialaminya di kehidupan [Link] ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa tingkat
akhir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional
terhadap 108 mahasiswa tingkat akhir FIK UI yang sedang mengerjakan skripsi dengan menggunakan
metode pengampilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Ryff’s Scale of
Psychological Well-being dan Student Nurse Stress Index (SNSI).Analisis uji statistik menggunakan
uji korelasigamma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara
kesejahteraan psikologis dengan tingkat stres dengan korelasi negatif (r= -0,649; p= 0.000).
Pendidikan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis perlu dilakukan sebagai cara untuk
menurunkan tingkat stres yang dialami mahasiswa tingkat akhir.
Kata kunci: kesejahteraan psikologis, stres, mahasiswa tingkat akhir
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING AND LEVEL OF STRESS AMONG THE LAST
YEAR COLLEGE STUDENTS
ABSTRACT
College students are faced with various kinds of obstacles in the process of working on a thesis that
causes students to become [Link] level of student stress is closely related to the conditions of
psychological well-being experienced in campus [Link] study was conducted to correlation between
psychological well-being and level of stress among the last year college students. Methodology used
descriptive correlative with cross sectional study, used 108 the last year students in Faculty of
Nursing Universitas Indonesia who is working on a thesis and used total sampling. The instrument in
this study was Ryff’s Scale of Psychological Well-being and Student Nurse Stress Index (SNSI).
Statistical analysis test using gamma correlation test. Result this study, there is strong correlation
between psychological well-being and level of stress with the negative correlation (r = -0,649; p=
0.000). Health education and increasing psychological well-being need to be done as a way to
decrease level of stress among the last year college students.
Keywords: psychological well-being, stress, last year students
PENDAHULUAN dalam mengerjakan skripsi sehingga
Mahasiswa menjalani masa kuliah di suatu menyebabkan [Link] yang dirasakan
universitas selama minimal tiga sampai empat diantaranya proses revisi yang berulang-ulang,
tahun, dan akan mengakhiri masa kuliahnya kesulitan mendapatkan referensi, lamanya
dengan menyusun skripsi sebagai syarat umpan balik dari dosen pembimbing ketika
kelulusan. Pada kenyataannya, cukup banyak menyelesaikan skripsi, keterbatasan waktu
mahasiswa yang mengalami berbagai kesulitan penelitian, dosen pembimbing yang sibuk dan
127
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
sulit ditemui(Maritapiska 2003, dalam umum dan siswa dalam disiplin ilmu kesehatan
Wulandari, 2012).Fawzy (2017) mengatakan lainnya, dinyatakan bahwa risiko
bahwa stres dapat menyebabkan kecemasan, perkembangan masalah kesehatan mental lebih
depresi, kualitas tidur yang buruk, kinerja tinggi di mahasiswa keperawatan [Link]
akademik yang buruk, penggunaan alkohol dan perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui
penyalahgunaan zat, mengurangi kepuasan dan hubungan kesejahteraan psikologis dengan
kualitas hidup, kehilangan kepercayaan diri tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir
dan resiko gangguan kejiwaan atau bahkan ide Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
serta upaya bunuh diri. Indonesia.
Dalam sebuah survei dari lebih dari 15.000
mahasiswa sarjana, 18% melaporkan pernah METODE
mempertimbangkan secara serius untuk Penelitian ini menggunakan desain penelitian
mencoba bunuh diri dan 8% melaporkan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross
mencoba bunuh diri setidaknya sekali (Drum et sectional terhadap 108 orang mahasiswa
al., 2009 dalam Becker, 2018). Khalika (2019) tingkat akhir FIK UI yang sedang mengerjakan
menuliskan berita dalam media berita online skripsi dengan menggunakan metode
[Link] mengenai kasus dua mahasiswa pengampilan sampel total sampling. Penelitian
perguruan tinggi di Jawa Barat berinsial MB ini telah melalui proses kaji etik dan
dan RWB berusia 23 tahun bunuh diri pada dinyatakan lolos kaji etik oleh Komite Etik
desember 2018 akibat depresi kala Penelitian Fakultas Ilmu Keperawatan
mengerjakanskripsi. Universitas Indonesia.
Penelitian mengungkapkan mengenai tinggi Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang
rendahnya tingkat stress juga dipengaruhi oleh terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama yaitu
kesejahteraan psikologis yang dicapai setiap karakteristik responden (usia, jenis kelamin,
[Link] penelitian menunjukkan IPK, alasan memilih jurusan). Instrumen
bahwa kesejahteraan psikologis terkait dengan kesejahteraan psikologis menggunakan Ryff’s
kemampuan untuk mengadopsi strategi koping Scale of Psychological Well-being terdiri dari
adaptif dalam konteks akademik, yaitu mereka 18 pertanyaan dengan skala Likert 1-6.
yang mendapat skor lebih tinggi akan Instrumen tingkat stres yang digunakan
cenderung mengadopsi strategi adaptif (Freire Student Nurse Stress Index (SNSI) terdiri dari
et al, 2016). Dengan memiliki kesejahteraan 22 pertanyaan dengan skala Likert 1-5.
psikologis yang baik, dapat membantu dalam Prosedur pengumpulan data meliputi surat izin
proses adaptasi dan diharapkan dapat pengambilan data, penjelasan kepada
membantu mahasiswa dalam menghadapi responden, pengisian persetujuan, pengambilan
tuntutan yang berasal dari akademis. data, pengolahan data, dan analisis data.
Analisis data yaitu univariat (karakteristik
Penelitian yang dilakukan oleh Clemente et al. responden, kesejahteraan psikologis dan
(2016), menyatakan bahwa stres yang tingkat stres) dan analisis bivariat
dirasakan seseorang memiliki hubungan (kesejahteraan psikologis dan tingkat stres)
negatif yang signifikan dengan kesejahteraan dengan uji korelasi.
psikologis. Hasil penelitian tersebut memiliki
makna bahwa apabila kesejahteraan psikologis HASIL
yang dimiliki setiap individu semakin baik, Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil analisis rata-
maka tingkat stres akan menurun kadarnya. rata umur responden 21,44 tahun dengan
Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk standar deviasi 0,585. Usia responden yang
mengangkat hal ini. tertua yaitu 23 tahun dan usia termuda yaitu 21
tahun.
Selain itu, Aslan & Akturk (2018) menyatakan
bahwa bila dibandingkan dengan populasi
Tabel 1.
Usia Responden (n=108)
Mean Median SD Min-Max
21,44 21,00 0,585 21-23
128
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
Tabel 2.
Karakteristik responden (n=108)
Variabel f %
n
3 2,8
105 97,2
si Kumulatif
50) 93 86,1
50-4,00) 15 13,9
lih Jurusan
minat dan dorongan diri sendiri 62 57,4
kehendak orang tua atau orang lain 21 19,4
arkan minat, namun tetap menyelesaikan studi 25 23,1
Tabel 3.
Tingkat kesejahteraan psikologis dan tingkat stres (n=108)
Variabel f %
n Psikologis
57 52,8
51 47,2
16 14,8
77 71,3
15 13,9
Tabel 2 menunjukkan bahwa hasil analisis dari lain dan 25 responden (23,1%) tidak
108 responden mayoritas berjenis kelamin berdasarkan minat. Berdasarkan hasil analisis
Tabel 4.
Hubungan kesejahteraan psikologis dan tingkat stres (n=108)
Kesejahteraan Tingkat Stres Nilai
Psikologis Berat Sedang Ringan Total Korelasi p value
Tinggi 5 38 14 57
(4,6%) (35,2%) (13%) (52,8%) -0,649 0,000
Rendah 11 39 1 51
(10,2%) (36,1%) (0,9%) (47,2%)
perempuan sebanyak 105 responden (97,2%), pada Tabel 3 menunjukkan bahwa lebih dari
memiliki IPK dengan kategori baik 93 separuh responden memiliki kesejahteraan
responden (86,1%). Berdasarkan psikologistinggi dengan jumlah 57 responden
alasan memilih jurusan,responden (52,8%), dan 51 responden (47,2%) memiliki
menyatakan dirinya memilih jurusan Ilmu tingkat kesejahteraan psikologis yang rendah.
Keperawatan berdasarkan minat dan dorongan Mayoritas responden memiliki tingkat stres
pribadi 62 responden (57,4%), 21 sedang dengan jumlah 77 responden (71,3%),
responden 16 responden (14,8%) memiliki stres berat dan
(19,4%)memilih jurusan ilmu keperawatan 15 responden (13,9%) memiliki stres ringan.
berdasarkan kehendak orang tua atau orang
129
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
Hasil analisis bivariat antara kesejahteraan Memperoleh nilai Indeks Prestasi Kumulatif
psikologis dan tingkat stres pada Tabel yang tinggi adalah suatu indikator keberhasil
4menunjukkan bahwa (r= –0,649; p= 0,000) mahasiswa dalam menjalankan
berarti ada hubungan antara kesejahteraan [Link] hasil tersebut, dapat
psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa dikatakan bahwa mahasiswa tingkat akhir FIK
tingkat akhir Fakultas Ilmu Keperawatan UI reguler memiliki kemampuan yang baik
Universitas Indonesia yang sedang dalam melewati proses pembelajaran di
mengerjakan skripsi. kampus, sehingga dapat memperoleh nilai
PEMBAHASAN yang termasuk dalam kategori baik.
Karakteristik Responden. Hasil penelitian Berdasarkan alasan memilih jurusan, lebih dari
didapatkan bahwa rerata usia responden 21,44 separuh responden memilih jurusan
tahun dengan rentang usia 21-23 tahun, dimana berdasarkan minat dan dorongan pribadi
usia tersebut berada pada kategori dewasa 57,4%. Hasil penelitian ini berkaitan dengan
awal. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Alimah., et al (2016) yang
penelitian oleh Maftukhah (2014) yang menyatakan bahwa mahasiswa yang memilih
menyatakan bahwa mahasiswa tingkat akhir jurusan keperawatan sesuai minat yaitu
berada pada kategori usia dewasa awal. Masa sebanyak 67,9%. Silaban (2016) menyatakan
dewasa awal merupakan masa pengaturan, bahwa minat yang tinggi terhadap sesuatu
dimana seseorang mulai dibebankan dengan bidang tertentu akan membuat seseorang
tanggung jawab untuk menentukan karir serta mempunyai rasa ingin tau yang lebih dan akan
kehidupan masa depannya. Menyelesaikan lebih giat untuk mempelajari bidang
pendidikan di perguruan tinggi merupakan [Link] penjelasan tersebut maka
kewajiban bagi dewasa muda agar memiliki dapat diasumsikan bahwa mahasiswa tingkat
bekal untuk berkarir. akhir FIK UI yang memilih jurusan
berdasarkan minatnya, akan memperoleh
Jenis kelamin responden yang paling banyak prestasi akademik yang baik.
perempuan (97,2%). Hasil ini
mendukungpenelitian Gras [Link] (2013) bahwa Gambaran Kesejahteraan Psikologis
perawat pria hanya 15% dari total tenaga kerja [Link] persebaran data
keperawatan disalah satu rumah sakit di penelitian didapatkan bahwa lebih dari separuh
Spanyol. Perawatan kesehatan dianggap responden yaitu 52,8%memiliki kesejahteraan
sebagai aktivitas secara alami psikologis tinggi, dan 47,2% memiliki tingkat
[Link], profesi yang berkaitan kesejahteraan psikologis yang rendah. Hasil
dengan perawatan pada dasarnya harus penelitian ini mendukung penelitian
dikelola oleh [Link] profesi Udhayakumar & Illango (2018) yang
keperawatan laki-laki dianggap tidak wajar mendapatkan bahwa tingkat kesejahteraan
karena mereka telah memilih status profesi psikologis pada sebagian besar mahasiswa
berbasis perempuan (Battice, 2010).Peneliti sarjana adalah tinggi yaitu 53%
berasumsi bahwa anggapan perawat laki-laki [Link] psikologis
terlihat feminin, membuat laki-laki cemas dan bermanfaat bagi orang dewasa untuk menjalani
tidak percaya diri, sehingga laki-laki jarang kehidupan yang sehat, menjadikannya aspek
memilih keperawatan sebagai profesi. penting dari kehidupan seseorang di
tahuntahun kuliah (Garcia, Garcia, Castillio, &
Mahasiswa tingkat akhir FIK UI reguler Queralt, 2011).
memiliki kemampuan yang baik dalam
melewati proses pembelajaran di kampus. Chao (2012) menemukan bahwa mahasiswa
Mayoritas responden memiliki IPK dengan yang memiliki kesejahteraan psikologis yang
kategori baik sebesar (86,1%) dan tidak rendah lebih cenderung terlibat dalam kegiatan
terdapat responden yang memiliki IPK cukup negatif seperti penggunaan alkohol, perilaku
ataupun kurang. Hasil penelitian ini sejalan menetap, terlalu sedikit atau terlalu banyak
dengan penelitian yang dilakukan oleh Luthfia tidur, ketidakpuasan hidup atau bahkan
(2013) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perilaku bunuh diri . Sebaliknya, Individu yang
mahasiswa yang memiliki kategori IPK cukup tinggi pada kesejahteraan psikologis mampu
ataupun kurang pada mahasiswa tingkat akhir menavigasi dirinya secara efektif dan terampil
FIK UI angkatan 2009.
130
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
dalam menghadapi tantangan yang muncul penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan
(Bowman, 2010). sesak napas (Berman, Snyder & Frandsen.,
2016).
Kesejahteraan psikologis yang rendah pada
mahasiswa dapat diakibatkan karena beberapa Bukan hanya kondisi fisik dan psikologis
faktor seperti pengaturan waktu yang buruk, mahasiswa yang terganggu, akan tetapi ketika
kualitas tidur yang buruk dan kurangnya mereka mengalami stres akademik pada
dukungan. Husted (2017) mengatakan bahwa tingkat stres sedang dan stres berat, mereka
mengatur waktu secara efektif dapat akan memiliki performa dan hasil yang kurang
menyangga efek dari tekanan akademik yang baik ketika sedang ujian atau ketika
mengarah pada kesejahteraan psikologis yang menyelesaikan tugas akademik (Hamaideh &
lebih tinggi. Kualitas dukungan sosial juga Mansour, 2014). Agolla & Ongori (2009)
terkait erat dengan kesejahteraan psikologis menyatakan bahwa stres dapat berdampak
dalam konteks akademik (Fernández-González positif atau negatif tergantung pengelolaan dari
et al., 2015). Penelitian menunjukkan bahwa masing-masing [Link] karena itu,
kualitas tidur yang buruk menyebabkan mahasiswa diharapkan menggunakan koping
peningkatan risiko masalah mental, termasuk yang adaptif untuk mengurangi dampak negatif
depresi dan kecemasan (Glozier et al., 2010). stres.
Menurut penjelasan diatas, mahasiswa dapat Hubungan Kesejahteraan Psikologis dan
membangun cara meningkatkan kesejahteraan Tingkat Stres pada Mahasiswa Tingkat
psikologis dengan latihan pengaturan waktu, Akhir FIK [Link] ini menyatakan
mencari dukungan sosial dan memiliki kualitas bahwa terdapat hubungan negatif signifikan
tidur yang baik. antara kesejahteraan psikologis dan tingkat
stress, maka semakin tinggi kesejahteraan
Gambaran Tingkat Stres Responden. Hasil psikologis, semakin rendah tingkat stres
penelitian didapatkan bahwa mayoritas mahasiswa [Link] penelitian tersebut
mahasiswa tingkat akhir fakultas ilmu sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
keperawatan yang sedang mengerjakan skripsi Chen et al. (2009), menyatakan bahwa stres
memiliki tingkat stres sedang sebanyak 77 yang dirasakan mahasiswa memiliki hubungan
orang (71,3%) dan mahasiswa yang memiliki yang negatif signifikan terhadap kesejahteraan
tingkat stres berat 16 orang (14,8%). Menurut psikologis.
Elias et al., (2011), tingkat stres akademik pada
mahasiswa tahun kedua sampai mahasiswa Freire et al., (2016) dalam penelitiannya
tahun terakhir digolongkan kedalam stres menambahkan bahwa kesejahteraan psikologis
sedang dan stres berat. terkait dengan kemampuan untuk mengadopsi
strategi koping adaptif dalam konteks
Tingkat stres akademik sedang maupun berat akademik. Mereka yang mendapat skor lebih
perlu diantisipasi karena dapat memberikan tinggi dalam kesejahteraan psikologis
masalah yang lebih serius bagi kondisi fisik, cenderung mengadopsi strategi adaptif seperti
psikologis dan prestasi akademik responden. komitmen, penilaian ulang positif, atau
Menurut Psychology Foundation of Australia mencari dukungan instrumental dan
(2010), pada kondisi stres akademik sedang, [Link] yang memiliki
mahasiswa cenderung menjadi mudah marah kesejahteraan psikologis yang lebih rendah
dan tidak fokus, sehingga dapat mempengaruhi cenderung menggunakan strategi koping yang
kemampuan dan orientasi terhadap kegiatan lebih disfungsional seperti mengabaikan
proses pembelajaran yang diikuti oleh masalah, menyalahkan diri mereka sendiri
mahasiswa. Selain itu, menurut Glozah tentang situasi, atau berlindung dalam
&Pevalin (2014) stres dapat memberikan efek pikiranpikiran fantastis (Freire et al, 2016).
psikologis yang lain seperti terganggunya Videbeck (2008) mengungkapkan bahwa
kesehatan mental, emosi menjadi labil, mudah individu yang memiliki koping adaptif dapat
marah dan bahkan bisa menyebabkan depresi. berada pada tingkat stres ringan, dan
Sedangkan stres berat jika terjadi terlalu lama sebaliknya individu yang memiliki koping
dapat memberikan efek negatif terhadap tubuh maladaptif maka individu tersebut masuk
seseorang, berupa gangguan fisik seperti dalam rentang stres sedang hingga berat.
131
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
Individu yang memiliki kesejahteraan Becker, S.P, et al. (2018). Suicidal Behaviors
psikologis yang tinggi akan memiliki in College Students: Frequency, Sex
kemandirian dalam hidupnya, mampu Differences, and Mental Health
mengembangkan potensi yang dimiliki, Correlates Including Sluggish Cognitive
mampu mengontrol dan memanfaatkan Tempo. Journal of Adolescent Health 63
lingkungan tempat individu berada, memiliki (2018) 181_188.
tujuan hidup yang ingin dicapai, mampu [Link]
menjalin hubungan yang positif dengan orang .02.013
lain, serta dapat memiliki penerimaan diri yang
baik. Hal-hal tersebut akan membuat individu Berman, A., Snyder, S.J., Frandsen, G. (2016).
selalu merasa bahagia dan bersemangat dalam Kozier & Erb’s Fundamentals of
menjalani setiap kegiatan sehari-harinya. Nursing: Concepts, Process, and
Practice (Tenth Edition). New York:
SIMPULAN Pearson Education, Inc.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada
hubungan antara kesejahteraan psikologis dan Bowman,N.A. (2010).The Development of
tingkat stres mahasiswa tingkat akhir sarjana Psychological well-being Among
reguler Fakultas Ilmu keperawatan Universitas Firstyear College Students. Journal of
Indonesia dengan arah hubungan negatif. College Student Development,Vol
Penelitian ini merekomendasikan upaya 51,[Link]://[Link]/10.1353/csd.0.
peningkatan kesejahteraan psikologis seperti 0118
pelatihan manajemen waktu dan pendidikan
kesehatan untuk mengurangi tingkat stres dan Chao, R. (2012). Managing Perceived Stress
dampak stres yang ditimbulkan pada Among College Students: The Roles of
mahasiswa tingkat akhir. Social Support and Dysfunctional
Coping. Journal Of College Counseling,
DAFTAR PUSTAKA 15(1), 5-21.
Agolla,J.E.,dan Ongori,H. (2009). An doi:10.1002/j.2161-1882.2012.00002.x
assessment of academic stress among
Chen et al. (2009). Stress among Shanghai
undergraduate students: The case of
University Students. Journal of Social
University of Botswana. Educational
Work 9(3): 323–344. Sage Publications:
Research and Review,Vol. 4 (2), pp.
Los Angeles, London, New Delhi,
063-070.
Singapore and Washington
Alimah, Sopiati, Swasti, K. G, Ekowati, [Link]://[Link]/10.1177/1468017309
Wahyu. (2016). Gambaran burnout pada 334845
mahasiswa keperawatan di purwokerto.
Clemente M, Hezomi H, Allahverdipour H,
Jurnal Keperawatan Soedirman, Volume
Jafarabadi MA, Safaian A (2016) Stress
11, no 2 Juli 2016. Universitas Jendral
and Psychological Well-being: An
Soedirman
Explanatory Study of the Iranian Female
Adolescents. J Child Adolesc Behav
Aslan, Hakime &Akturk, Ummuhan. (2018).
4:282. doi:10.4172/2375-4494.1000282
Nursing education stress levels of
nursing students and the associated
Elias, Habibah., et al. (2011). Stress and
factors. Annals of Medical Research
Academic Achievement among
Publishing Inc. Inonu University School
Undergraduate Students in Universiti
of Health Public Health Nursing
Putra Malaysia. Procedia - Social and
Department, Malatya,
Behavioral Sciences 29 (2011) 646 –
[Link]://[Link]/10.5455/annalsme
655.
dres.2018.06.108
[Link]
288
Battice, J. (2010). The changing face of
nursing in a developing country. Journal Fawzy, M & Hamed, S.A. (2017). Prevalence
of Clinical Nursing, 19, 1765-1766. doi: of psychological stress, depression and
10.1111/j.1365-2702.2009.02882.x
132
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
anxiety among medical students in [Link]
Egypt. Psychiatry Research 255 (2017)
186–194. Khalika, N.N. (2019). Depresi Karena Skripsi,
[Link] Kampus & Dosen Wajib Menolong
05.027 Mahasiswa. Diakses pada tanggal 17
Januari 2019 dari
Fernández-González, et al. (2015). [Link]
Relationships between academic stress, kampus-amp-dosenwajib-menolong-
social support, optimism-pesimism and mahasiswa-ddqy Luthfia, Zulfa. (2013).
self-esteem in college students. Hubungan prokrastinasi akademik
Electron. J .Res. Educ. Psychol. 13, dengan tingkat stres pada mahasiswa
111–130. doi: 10.14204/ejrep.35.14053 tingkat akhir reguler dan ekstensi
fakultas ilmu keperawatan universitas
Freire C, Ferradás MM, Valle A, Núñez JC and indonesia. Skripsi.
Vallejo G. (2016). Profiles of Universitas Indonesia.
Psychological Well-being and Coping
Strategies among University Students. Maftukhah, M. (2014). Hubungan antara
Front. Psychol. 7:1554. doi: dukungan sosial dengan tingkat stres
10.3389/fpsyg.2016.01554 pada mahasiswa Ilmu Keperawatan yang
sedang mengerjkakan skripsi. Skripsi.
Glozah, F. N., & Pevalin, D. J. (2014). Social Depok: Universitas Indonesia
support, stress, health, and academic
success in Ghanaian adolescents: A path Molina-García, J. J., Castillo, I. I., & Queralt,
analysis. Journal of Adolescence 30, A. A. (2011). Leisure-time physical
451-460. doi: activity and psychological well-being in
[Link] university students. Psychological
2014.03.010 Reports, 109(2), 453- 460.
doi:10.2466/06.10.13.PR0.109.5.453-
Glozier, N.; Martiniuk, A.; Patton, G.; Ivers, 460
R.; Li, Q.; Hickie, I. (2010). Short sleep
duration in prevalent and persistent Psychology Foundation of Australia. (2010).
psychological distressing young adults: Depression anxiety stress scale.
The Drive study. 33, 1139–1145. February 1, 2019.
[Link]
Gras, R.M.L et al. (2013). Health and Gender ss Silaban, R.Y, Hendro, B & Rivelino, H.
in Female-Dominated Occupations: The
(2016).”Hubungan Motivasi Mahasiswa
Case of Male Nurses. The Journal of
Men’s Studies, VOL. 21, NO. 2, Program Sarjana Keperawatan Dengan
SPRING 2013, 135-148. DOI: Minat Melanjutkan Studi Profesi Ners
10.3149/jms.2102.135 Di Program Studi IlmuKeperawatan
Universitas Sam Ratulangi
Hamaideh, S. H., & Mansour, A. M. H. (2014). Manado”.Journal Keperawatan (e-Kp)
Psichological, cognitive, and personal Volume 4 Nomor 1, Mei 2016
variables that predict college academic
achievement among health sciences Udhayakumar, P & Illango, P. (2018).
students. Nurse Education Today 34, Psychological Wellbeing among College
703-708. doi: Students. Journal of Social Work
[Link] Education and Practice 3(2) 79-89.
010 2456-2068
Husted, Hilary Sara. (2017). The Relationship Videbeck, S.L. (2008). Buku ajar keperawatan
Between Psychological Well-Being and jiwa (alih bahasa: R. Komalasari, A.
Successfully Transitioning to University. Hany). Jakarta: EGC.
Undergraduate Honors
Theses. 54.
133
Jurnal Keperawatan Jiwa Volume 7 No 2 Hal 127 - 134, Agustus 2019
FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah
Wulandari, R. P. (2012). Hubungan Tingkat
Stres dengan Gangguan Tidur pada
Mahasiswa Skripsi Di Salah Satu
Fakultas Rumpun Science- Technology
UI. Skripsi. Universitas Indonesia.
134