SECTION 2:
Rasionalitas Teori pada Artikel Rujukan yang pertama dengan judul uji Signifikansi dan Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk melihat apakah suatu hipotesis yang diajukan ditolak atau dapat
diterima. Hipotesis merupakan asumsi atau pernyataan yang mungkin benar atau salah mengenai suatu
populasi. Dengan mengamati seluruh populasi, maka suatu hipotesis akan dapat diketahui apakah suatu
penelitian itu benar atau salah. Untuk keperluan praktis, pengambilan sampel secara acak dari populasi
akan sangat membantu. Dalam pengujian hipotesis terdapat asumsi/ pernyataan istilah hipotesis nol.
Hipotesis nol merupakan hipotesis yang akan diuji, dinyatakan oleh H0 dan penolakan H0 dimaknai
dengan penerimaan hipotesis lainnya yang dinyatakan oleh H1. Jika telah ditentukan Koefisien
Determinasi ( r2 ), maka selanjutnya dilakukan uji signifikan hipotesis yang diajukan. Uji ini dapat
menggunakan Uji-t ; Uji-F ; Uji-z atau Uji Chi Kuadrat. Dengan uji signifikansi ini dapat diketahui apakah
variable bebas/ predictor/ independent (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variable tak bebas/
response/ dependent (Y). Arti dari signifikan adalah bahwa pengaruh antar varible berlaku bagiseluruh
populasi. Dalam modul ini hanya dibahas uji signifikansi menggunakan uji-t.
Uji-t
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam uji-t pada regresi linier adalah :
1. Menentukan Hipotesis H0 : = 0; variabel X tidak berpengaruh signifikan/nyata terhadap Y H1 :
0; variabel X berpengaruh signifikan/nyata terhadap Y
2. 2. Menentukan tingkat signifikansi ( ) Tingkat signifikansi, yang sering digunakan adalah =
5% ( = 0,05)
3. Menghitung nilai t hitung menggunakan rumus : 𝑡ℎ𝑖𝑡 = 𝑟√𝑛−2 √1−𝑟 2
4. Menentukan daerah penolakan H0 (daerah kritis) Bentuk pengujian dua arah, sehingga
menggunakan uji-t dua arah : H0 akan ditolak jika thit > ttab atau -(thit) < -(ttab), berarti H1
diterima. H0 akan diterima jika -(thit) < ttab < thit , berarti H1 ditolak.
5. 5. Menentukan t table (mempergunakan table Uji-t, lihat Lampiran !) Tabel Uji-t untuk = 5 %
dan derajat kebebasan (df) = n – k; (n= jumlah sampel/ pengukuran, k adalah jumlah variabel
(variabel bebas + variabel terikat).
6. Kriteria Pengujian nilai t hitung dan t tabel Bila nilai thit < ttab, maka H0 diterima, H1 ditolak Bila
nilai thit > ttab, maka H0 ditolak, H1 diterima.
7. Kesimpulan hasil uji signifikansi.
Rasionalitas Teori pada Artikel ke 2 yang termasuk artikel Sekunder dengan judul
Regresi linier piecewise dua segmen dipisahkan oleh sebuah * X . Kedua segmen dikendalikan
oleh dua buah variabel dummy yaitu Di1 dan Di2 (Marsh, dkk, 1990). Persamaan awal regresi
linier piecewise dua segmen adalah sebagai berikut :
Y1 [a1+b1+Xi] Di+ a [b1+ Xi+ Di] i 1 1 1 2 2 2 ;i 1, 2,...,n
Persamaan di atas diskontinu di titik * X . Melalui penurunan rumus, diperoleh persamaan akhir
Yi a b XiDi X Di b Xi X Di i 2 * 2 2 * 1 1 1 ;i 1, 2,...,n (Marsh, dkk, 1990)
Rasionalitas Teori pada Artikel ke 2 yang termasuk artikel Sekunder dengan judul
Pengembangan modul pembelajaran literasi statistika (analisis regresi linier sederhana dengan
R)
Salah satu software statistik yang terkenal adalah program R. Sampai saat ini program R
dikembangkan oleh semua penggunanya yang terhimpun dalam naungan R-core team yang merupakan
pekerja keras dan sukarelawan. Program R merupakan salah satu software statistik open source yang
dapat digunakan untuk mengolah dan menganalisis data statistik.
Berdasarkan uraian-uraian di atas perlu diajukan suatu modul pembelajaran yang mampu
meningkatkan hasil belajar statistika secara optimal sehingga menjadikan pembelajaran lebih efektif. Hal
ini dapat dilakukan dengan memusatkan perhatian mahasiswa pada bagian yang esensial dari materi
yang dihadapi dengan cara memberikan pengungkapan kembali bagian-bagian yang paling esensial
tersebut. Pengungkapan ini dilakukan dengan mengemas hal yang esensial dalam suatu modul yang
harus dikaji dan dipecahkan oleh mahasiswa. Modul pembelajaran yang cocok dengan memusatkan
perhatian mahasiswa pada materi yang esensial adalah modul pembelajaran literasi statistika dengan
bantuan software statistika R.
Dalam upaya meningkatkan hasil belajar statistika baik menyangkut proses ataupun produk,
maka perlu dilakukan reformasi terhadap pendekatan dan strategi pembelajaran. Salah satu strategi
yang mungkin dapat memberikan solusi terhadap permasalahan di atas adalah pembelajaran statistika
menggunakan modul literasi statistika, sehingga di ajukan penelitian dengan judul pengembangan
modul pembelajaran literasi statistika menggunakan program R di Stikes BBM Majene.