PENDAHULUAN
Lingkungan alam dan lingkungan sosial yang kondusif akan menjadikan peserta didik semakin
kreatif-mandiri. Diantara yang bisa digunakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif
adalah alat-alat dan media pendidikan. Sebagai komponen pendidikan, alat dan media dapat
membantu peran pendidik dalam proses pembelajaran. Terlebih lagi dengan adanya
perkembangan teknologi saat ini, dahulu yang dirasa sulit menjadi mudah, yang jauh menjadi
dekat, dan yang membutuhkan waktu lama menjadi bisa diselesaikan dengan cepat. Di zaman
dahulu ada istilah “ilmu melipat bumi” yaitu ilmu yang salah satunya berfungsi mendekatkan
jarak demi mempercepat sampai pada tujuan. Dalam konteks saat ini, ilmu tersebut
diimplementasikan dengan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan semakin meluas dan memiliki pembaharuan-
pembaharuan yang signifikan, termasuk pemanfaatannya dalam menunjang pembelajaran.
Melalui media-media yang ada, maka proses pembelajaran diharapkan semakin inovatif, kreatif,
serta menyenangkan bagi peserta didik pada khususnya. Yang tidak kalah penting adalah
pemilihan materi belajar khususnya dalam pembelajaran PAI harus benar. Karena ketika salah
dalam pemilihan sumber belajar, maka akan berakibat fatal bagi anak didik. Oleh sebab itu,
pendidik memiliki peran penting dalam memilih sumber belajar dan menyediakan serta
menerapkan media yang sesuai dengan materi yang disajikan.
Dalam makalah ini, penulis akan mencoba menyajikan materi tentang prinsip pemilihan media,
penggunaannya, pengembangannya serta pemilihan sumber belajar PAI.
1
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media pembelajaran
Dalam pendidikan dan pengajaran, untuk mencapai tujuan agar terdapat efisiensi dan efektifitas,
maka diperlukan suatu alat bantu yang dikenal dengan istilah “media belajar”. Secara etimologi,
media berasal dari kata “medium” yang berarti perantara atau pengantar . media adalah perantara
atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan . Sedangkan menurut para ahli lain,
menggunakan istilah media pembelajaran sebagai “teaching material” atau instruksional material
, artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata “raga”, yaitu suatu benda
yang dapat diraba, dilihat, didengar dan yang dapat diamati melalui indera kita.1
Sedangkan pengertian media pendidikan secara definitive, para ahli memberi rumusan yang
berbeda, masing-masing memiliki wawasan dan orientasi yang berlainan, namun demikian pada
prinsipnya ada kesamaan pengertian yang mendasar. Dan dapat diambil kesimpulan bahwa
media pendidikan atau pengajaran adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan dari pengiriman ke si penerima guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan siswa sehingga terjadi dapat mendorong terjadinya proses belajar. Sebagai pembawa
(penyalur) pesan, media pengajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting
dapat pula digunakan oleh siswa. Dengan demikian penggunaan media dalam pembelajaran
sangat penting dilakukan, karena media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem
pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai
dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah
penggunaaan media yang memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan media yang kita
pilih2.
Dalam hal ini yang lebih ditekankan adalah media pembelajaran PAI. Artinya apabila kita telah
menentukan alternatif media yang akan kita gunakan dalam pembelajaran, maka pertanyaan
berikutnya adalah sudah tersediakah media tersebut di sekolah atau di pasaran ? Jika tersedia,
maka kita tinggal meminjam atau membelinya saja. Itupun jika media yang ada memang sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang telah kita rencanakan, dan terjangkau harganya. Jika media
1
Ahmad Rohani, Media Intruksional Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997) hlm56
2
ibid
2
yang kita butuhkan ternyata belum tersedia, mau tak mau kita harus membuat sendiri program
media sesuai keperluan tersebut.3
Jadi, pemilihan media itu perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan media yang terbaik,
tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan jenis media
harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai
kelebihan dan kelemahan masing-masing.
B. Faktor-faktor dalam pemilihan media
Dalam lembaga pendidikan formal, berbagai media pendidikan dapat digunakan sebagai alat
bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik media jadi yang dibeli dari toko/pasar bebas
maupun media yang dibuat sendiri, ataupun media yang disiapkan dan dikembangkan oleh
sekolah sendiri.
Dalam hal ini guru PAI haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok
digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor
perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media , diantaranya :4
1. Faktor tujuan. Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang
telah ditetapkan/ dirumuskan
2. Faktor Efektifitas. Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif
untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa. Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai
dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik
perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan. Dalam memilih media
haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan
3
[Link] hlm 67
4
Ahmad Rohani, Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004) hlm 89
3
lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu
digunakan.
5. Faktor kesediaan media. Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang
dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-
masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli,
menyewa, dll
6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya. Dalam memilih media haruslah
dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan
7. Faktor kualitas dan tehnik. Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan
kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa
tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan
yang baru.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor-faktor diatas, maka kecil kemungkinannya seorang
guru PAI keliru dalam memilih dan menggunakan media, atau setidak-tidaknya dapat
mengurangi kesalahan dalam memilih media yang akan digunakan. Disamping itu, akan
memperjelas pula bahwa efektifitas tercapainya tujuan tidaklah tergantung pada mahal atau
murahnya harga media tersebut. Ketepatan dalam memilih dan menggunakan media akan sangat
berpengaruh terhadap pencapaiannya tujuan pengajaran.
C. Kriteria pemilihan media
Memilih media hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan atas
kriteria tertentu. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis media maupun pemilihan
topik yang dimediakan, akan membawa akibat panjang yang tidak kita inginkan di kemudian
hari. Banyak pertanyaan yang harus kita jawab sebelum kita menentukan pilihan media tertentu.
Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran
diuraikan sebagai berikut.5
1. Tujuan
5
[Link] hlm 89
4
Apa tujuan pembelajaran, atau apa kompetensi yang ingin dicapai? Apakah tujuan itu masuk
kawasan kognitif, afektif , psikomotor atau kombinasinya?. Jenis rangsangan indera apa yang
ditekankan: apakah penglihatan, pendengaran, atau kombinasinya?. Jika visual, apakah perlu
gerakan atau cukup visual diam?, Jawaban atas pertanyaan itu akan mengarahkan kita pada jenis
media tertentu, apakah media audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak dan seterusnya.
Misalnya materi sholat, bisa menggunakan audio visual atau gambar.
2. Sasaran didik
Siapakah sasaran didik yang akan menggunakan media?, bagaimana karakteristik mereka, berapa
jumlahnya, bagaimana latar belakang sosialnya, apakah ada yang berkelainan, bagaimana
motivasi dan minat belajarnya?, dan seterusnya. Apabila kita mengabaikan kriteria ini, maka
media yang kita pilih atau kita buat tentu tak akan banyak gunanya. Mengapa?, Karena pada
akhirnya sasaran inilah yang akan mengambil manfaat dari media pilihan kita itu. Oleh karena
itu, media harus sesuai benar dengan kondisi mereka.
3. Karakteristik media yang bersangkutan
Bagaimana karakteristik media tersebut?, Apa kelebihan dan kelemahannya, sesuaikah media
yang akan kita pilih itu dengan tujuan yang akan dicapai?, Kita tidak akan dapat memilih media
dengan baik jika kita tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena
kegiatan memilih pada dasarnya adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang
lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis
media tertentu, pahami dengan baik bagaimana karaktristik media tersebut.
4. Waktu
Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau
membuat media yang akan kita pilih, serta berapa lama waktu yang tersedia / yang kita
memiliki, cukupkah ?, Pertanyaan lain adalah, berapa lama waktu yang diperlukan untuk
menyajikan media tersebut dan berapa lama alokasi waktu yang tersedia dalam proses
pembelajaran ?, Tak ada gunanya kita memilih media yang baik, tetapi kita tidak cukup waktu
untuk mengadakannya. Jangan sampai pula terjadi, media yang telah kita buat dengan menyita
banyak waktu, tetapi pada saat digunakan dalam pembelajaran ternyata kita kekurangan waktu.
5
Apalagi jam pembelajaran PAI yang hanya 2 jam perminggu, maka memperhitungkan waktu
sangat diperlukan sekali.
5. Biaya
Faktor biaya juga merupakan pertanyaan penentu dalam memilih media. Bukankah penggunaan
media pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran.
Apalah artinya kita menggunakan media, jika akibatnya justru pemborosan. Oleh sebab itu,
faktor biaya menjadi kriteria yang harus kita pertimbangkan. Berapa biaya yang kita perlukan
untuk membuat, membeli atau meyewa media tersebut?, Bisakah kita mengusahakan beaya
tersebut/ apakah besarnya biaya seimbang dengan tujuan belajar yang hendak dicapai?, Tidak
mungkinkan tujuan belajar itu tetap dapat dicapai tanpa menggunakan media itu, adakah
alternatif media lain yang lebih murah namun tetap dapat mencapai tujuan belajar?, Media yang
mahal, belum tentu lebih efektif untuk mencapai tujuan belajar, dibanding media sederhana
yang murah.
6. Ketersediaan
Kemudahan dalam memperoleh media juga menjadi pertimbangan kita. Adakah media yang kita
butuhkan itu di sekitar kita, di sekolah atau di pasaran ?, Kalau kita harus membuatnya sendiri,
adakah kemampuan, waktu tenaga dan sarana untuk membuatnya?, Kalau semua itu ada,
petanyaan berikutnya tersediakah sarana yang diperlukan untuk menyajikannya di kelas?.
Misalnya, untuk menjelaskan tentang proses tejadinya gerhana matahari memang akan lebih
efektif jika disajikan melalui media video. Namun karena di sekolah tidak ada aliran listrik atau
tidak punya video player, maka sudah cukup bila digunakan alat peraga gerhana matahari.
7. Konteks penggunaan
Konteks penggunaan maksudnya adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana media tersebut
akan digunakan. Misalnya: apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar
atau masal ?, Dalam hal ini kita perlu merencanakan strategi pembelajaran secara keseluruhan
yang akan kita gunakan dalam proses pembelajaran, sehingga tergambar kapan dan bagaimana
konteks penggunaaan media tersebut dalam pembelajaran.
8. Mutu Teknis
6
Kriteria ini terutama untuk memilih/membeli media siap pakai yang telah ada, misalnya
program audio, video, garafis atau media cetak lain. Bagaimana mutu teknis media tersebut,
apakah visualnya jelas, menarik dan cocok ?, Apakah suaranya jelas dan enak didengar ?, Jangan
sampai hanya karena keinginan kita untuk menggunakan media saja, lantas media yang kurang
bermutu kita paksakan penggunaannya. Perlu diinggat bahwa jika program media itu hanya
menjajikan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan oleh guru dengan lebih baik, maka media itu
tidak perlu lagi kita gunakan.
Kriteria lainnya yang dapat kita gunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat
mempertimbangkan faktor Acces, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan Novelty
(ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut sebagai berikut:6
a) Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa
b) Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
c) Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah
menggunakannya.
d) Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau
interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.
e) Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris
mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber belajar
yang mengelola)
f) Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki
daya tarik bagi siswa yang belajar.
Media-media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat
visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure (VISUALS). Penjelasan dari
syarat tersebut adalah:7
6
[Link] hlm 91
7
Ahmad Rohani, Pengolahan Pengajaran Sebuah Pengantar Menuju Guru professional, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2010)hlm 45
7
(a) Visible atau mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan
keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya
(b) Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan.
Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untuk memperhatikan pesan yang
disampaikan melalui media tersebut
(c) Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan
dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran
(d) Useful atau bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian
tujuan pembelajaran yang diharapkan,
(e) Accurate atau benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik
materi atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar valid dalam
pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran
(f) Legitimate atau Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan
untuk kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru)
(g) Structure atau tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau
penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui
media tersebut.
D. Prinsip-prinsip dalam penggunaan media pendidikan
Dalam proses belajar mengajar seorang guru belum cukup apabila hanya mengetahui kegunaan
dan mengetahui penggunaan media pembelajaran, melainkan harus mengetahui dan terampil
bagaimana cara menggunakannya. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa prinsip/kriteria
penggunaan media yang perlu dipedomani oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu :8
1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pembelajaran dipilih atas dasar
tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan
8
ibid
8
2. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta,
prinsip yang sangat memerlukan bantuan media agar mudah dipahami siswa
3. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah memperolehnya,
setidak-tidaknya dapat dibuat oleh guru pada saat mengajar atau mungkin sudah tersedia di
sekolah
4. Ketrampilan guru dalam menggunakan media, apapun jenis media yang diperlukan syarat
utama adalah guru harus dapat menggunakan dalam proses pembelajaran
5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi
siswa pada saat pelajaran berlangsung
6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat
dipahami siswa.
E. Penerapan media dalam proses pembelajaran9
1. Media gambar, potret, slide: siswa dapat memperoleh gambaran nyata tentang peristiwa atau
benda-benda bersejarah
2. Media film, radio: siswa dapat mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi baik
karena tmpatnya jauh, berbahaya, atau terlarang, misalnya tentang kehidupan harimau dihutan
3. Media mikroskop, slide : siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang
benda/masalah yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan,
baik karena terlalu besar atau terlalu kecil.
4. Media Televisi, radio : memungkinkan siswa untuk menjangkau audio (pendengaran) yang
besar jumlahnya. Melalui medi tersebut, ratusan siswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan
oleh seorang dosen dalam waktu yang sama.
F. Pengertian Sumber Belajar dan Klasifikasi Sumber Belajar PAI
Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri peserta
didik sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Peserta didik seharusnya tidak hanya
9
[Link] 47
9
belajar dari guru atau pendidik saja, tetapi dapat pula belajar dengan berbagai sumber belajar
yang tersedia di lingkungannya. Oleh karena itu sumber belajar adalah suatu sistem yang terdiri
dari sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar
memungkinkan peserta didik belajar secara individual . Dalam hal ini adalah buku-buku atau
penunjang materi belajar. Misal : buku, al qur’an, al hadits, CD sholat dll.10
Begitulah mau tidak mau sebagai guru harus mengakui bahwa mereka bukan satu-satunya
sunber belajar. Kalau kita pakai istilah Proses Belajar Mengajar atau kegiatan belajar mengajar
hendaklah diartikan bahwa proses belajar dalam diri siswa terjadi baik karena ada yang secara
langsung mengajar (guru, pembimbing) ataupun secara tidak langsung. Pada yang terakhir ini
siswa secara aktif berinteraksi dengan media atau sumber belajar yang lain. Guru hanyalah satu
dari begitu banyak sumber belajar yang dapat membantu siswa belajar .
Arif S. Sadiman (1989) berpendapat bahwa, segala macam sumber yang ada di luar diri
seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan atau memudahkan terjadinya proses belajar
disebut sebgai sumber belajar .
Wallington (1970) dalam bukunya Job in Intructional Media Study, menyatakan bahwa
peran utama sumber belajar adalah membawa atau menyalurkan stimulus dan informasi kepada
siswa. Dengan demikian maka untuk mempermudah klasifikasi sumber belajar itu kita dapat
mengajukan pertanyaan seperti “apa, siapa, di mana, dan bagaimana ”11
Klasifikasi lain sumber belajar sebagai berikut :12
1. Pesan (message)
Informasi harus disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide, fakta pengertian atau data.
Contoh; bahan-bahan pelajaran, cerita rakyat, dongeng, nasihat dan sebagainya.
Ahmad Rohani, Pengolahan Pengajaran Sebuah Pengantar Menuju Guru professional, (Jakarta:
10
Rineka Cipta, 2010)hlm 45
11
Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya),
(Jakarta: CV. Rajawali, 1986) hlm 89
12
ibid
10
2. Manusia (people)
Orang yang menyimpan informasi atau menyalurkannya. Tidak termasuk yang menjalankan
fungsi pengembangan dan pengelolaan sumber belajar. Contoh; guru, aktor, siswa, pembicara,
pemain. Tidak termasuk tim teknisi, tim kurikulum.
3. Bahan (materials)
Sesuatu, bisa disebut media/software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui
pemakaian alat. Contoh; film, slide, tape, buku, gambar, dan sebagainya.
4. Peralatan (device)
Sesuatu, bisa disebut media (hardware) yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di
dalam software. Contoh; TV, kamera, papan tulis, dan sebagainya.
5. Teknik atau metode (technique)
Prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan, situasi, dan orang
untuk menyampaikan pesan. Contoh; ceramah, diskusi, simulasi, belajar mandiri, dn sebagainya.
6. Lingkungan (setting)
Situasi sekitar dimana pesan disalurkan atau ditransmisikan. Contoh; ruangan kelas, studio, aula,
dan sebagainya.
Klasifikasi lain yang biasa dilakukan terhadap sumber belajar adalah sebagai berikut:13
a. Sumber belajar cetak: buku, majalah, koran, brosur, poster, denah, kamus, ensiklopedia, dan
sebagainya.
b. Sumber belajar non cetak: film, slides, video, model, audiocassette, tranparansi, realita,
objek, dan sebagainya.
c. Sumber belajar yang berbentuk fasilitas: perpustakaan, ruangan belajar, carrel, studio,
lapangan olahraga, dan sebagainya.
13
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta : Rajawali pers, 2010) hlm 78
11
d. Sumber belajar yang berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi,
permainan, dan sebagainya.
e. Sumber belajar yang berupa lingkungan di masyarakat: taman, terminal, pasar, toko, pabrik,
museum, dan sebagainya
G. Komponen Sumber Belajar dan Faktor-Faktor Sumber Belajar
1. Komponen Sumber Belajar PAI
a. Tujuan dan fungsi sumber belajar
Sumber belajar yang dirancang mempunyai tujuan-tujuan tertentu baik implisit maupun eksplisit.
Karena itu, tujuan dan fungsi sumber belajar juga dipengaruhi oleh setiap jenis variasi sumber
belajar yang digunakan.14
b. Bentuk dan keadaan fisik sumber belajar
Wujud sumber belajar secara fisik satu sama lainnya berbed-beda. misalnya, pusat perbelanjaan
berdeda dengan kantor bank sekalipun keduanya sama-sama memberikan informasi mengenai
perdagangan. Jadi, keadaan fisik sumber belajar itu merupakan komponen penting.
Pemanfaatannya hendaknya dengan memperhitungkan segi waktu , pembiayaan dan sebagainya.
c. Pesan
Pesan termasuk komponen dalam belajar, sebab sumber belajar harus mampu membawa pesan
yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai sehingga mereka memperlihatkan dan menangkap isi
pesan itu secara efektif dan efisien serta terserap secara maksmal.
2. Faktor-Faktor Sumber Belajar
a. Perkembangan teknologi
b. Nilai-nilai budaya setempat
c. Keadaan ekonomi pada umumnya
14
Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Amplikasinya (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2008) 54
12
d. Keadaan pemakai15
H. Pemilihan sumber Belajar
Secara umum kriteria pemilihan sumber belajar ada dua, yaitu keriteria umum dan keriteria
berdasarkan tujuan yang hendak dicapai.
1. Kriteria Umum antara lain ialah ekonomis dalam pengertian murah, teknisi (tenaga), praktis
dan sederhana, fleksibel, releven dengan tujuan pengajaran, dapat membantu efesien dan
kemudahan pencapaian tujuan pengajaran, memliki nilai positif bagi proses pengajaran
khususnya bagi peserta didik, sesuai dengan interaksi dan strategi pengajaran yang telah
dirancang.
2. Kriteria berdasarkan tujuan anatara lain ialah sumber belajar dapat memberikan motivasi
pada siswa, sumber belajar untuk tujuan pembelajaran, sumber belajar untuk penelitian, sumber
belajar untuk memecahkan masalah sumber belajar untuk presentasi.
I. Manfaat Sumber Belajar
Dengan memasukan sumber belajar secara terencana, maka suatu kegiatan belajar mengajar
akan lebih efektif dan efisien, dalam usaha pencapaiannya tujuan intruksional. Sebab sumber
belajar sebagai komponen penting dalam proses belajar mengajar mempunyai manfaat cukup
besar.
Manfaat sumber belajar tersebut antara lain :16
1. Memberi pengalaman belajar secara langsung dan konkrit kepada peserta didik, misalnya:
karya wisata ke obyek seperti museum, kebun binatang, majalah, dan sebagainya.
2. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dukunjungi atau dilihat, secara
langsung dan konkrit. Misalnya: denah, sketsa, foto, film, majalah, dan sebagainya.
3. Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas, misalnya: buku
tes, foto, film, narasumber, majalah, dan sebagainya.
15
ibid
16
Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang: Rasail, 2008 hlm 47
13
4. Dapat memberi informasi yang akurat dan terbaru, misalnya: buku bacaan, ensiklopedia,
majalah, dan sebagainya.
5. Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan (terhadap instruksional) baik dalam
lingkup makro (misalnya: belajar sistem jarak jauh melalui modul) maupun makro pengaturan
ruang yang menarik, simulasi, penggunaan film.
6. Dapat memberi motivasi yang positif apabila diatur dan diperencanakan permanfaaatannya
secara tepat.
7. Dapat merangsang untuk berfikir, bersikap dan berkembang lebih lanjut. Misalnya: buku
teks, buku bacaan, film, dan lain-lainnya yang mengandung daya penaluran sehingga dapat
merangsang peserta didik untuk berfikir, menganalisis dan berkembang lanjut.
14
KESIMPULAN
Pemilihan media pendidikan sangat penting dilakukan, karena dengan perkembangan zaman
maka pembelajaran yang lebih menarik dapat dilaksanakan. Seorang pendidik harus mampu
memilih dan menentukan jenis media apa yang tepat dapat pembelajaran sesuai dengan materi
yang akan disajikan. Ada beberapa point penting yang menjadi pedoman agar pemilihan media
pembelajaran tersebut berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran yakni :
1. Faktor yang mempengaruhi pemilihan media pendidikan/pembelajaran
2. Kriteria pemilihan pembelajaran
3. Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran.
Selain itu pula pengembangan media pembelajaran diharapkan dapat membantu proses
pembelajaran PAI yang sedang berlangsung. Yang tidak kalah penting adalah sumber belajar
dalam pembelajaran PAI harus benar dan tidak salah pilih. Karena kesalahan dalam pemilihan
sumber belajaran dapat berakibat fatal.
15
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rohani, Media Intruksional Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997)
Ahmad Rohani, Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004)
Ahmad Rohani, Pengolahan Pengajaran Sebuah Pengantar Menuju Guru professional, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2010)
Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya),
(Jakarta: CV. Rajawali, 1986)
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta : Rajawali pers, 2010)
Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Amplikasinya (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2008)
Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang: Rasail, 2008)
16