0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan18 halaman

Efisiensi Operasional PT Leighton

Dokumen tersebut membahas upaya-upaya efisiensi bahan bakar, perawatan ban, dan mencegah kerusakan komponen pada peralatan berat melalui operasi yang benar. Beberapa cara yang disebutkan adalah menggunakan mode eco, menjaga kecepatan konstan, menghindari akselerasi tiba-tiba, serta mengontrol muatan dan kondisi area kerja.

Diunggah oleh

george whick
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan18 halaman

Efisiensi Operasional PT Leighton

Dokumen tersebut membahas upaya-upaya efisiensi bahan bakar, perawatan ban, dan mencegah kerusakan komponen pada peralatan berat melalui operasi yang benar. Beberapa cara yang disebutkan adalah menggunakan mode eco, menjaga kecepatan konstan, menghindari akselerasi tiba-tiba, serta mengontrol muatan dan kondisi area kerja.

Diunggah oleh

george whick
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DELIVERY MODUL

maintenance
Latar Belakang
• Kondisi pertambangan yang semakin ketat, mengharuskan
perusahaan melakukan efisiensi
• Fuel, tyre dan spareparts merupakan faktor terbesar dari
biaya pengeluaran
• Peluang efisiensi yang besar dari faktor operasional

Tujuan
• Menurunkan konsumsi bahan bakar (Liter/Jam)
• Meningkatkan life time tyre
• Mengurangi kerusakan komponen akibat mis operasi
1. Fuel Saving
• Menghindari akselerasi ketika awal start
Fuel Saving

Melakukan akselerasi ketika awal start dan


kondisi engine masih belum panas
mengakibatkan fuel terbuang dan berpotensi
merusak komponen

• Penggunaan eco mode (HD) Efek -- -11%

Index
Eco Power Fuel 100%
Mode Mode 89%
(L/H)

Item P-Mode E-Mode

• Penggunaan ARSC/ARC (Hauler)

KOMATSU CAT
• Beroperasi pada kecepatan konstan
Efek -- -13%
Fuel Saving

Gb. a
Index
Fuel 100%
87%
(L/H)
Gb. b
Item Gb. 1 Gb. 2

• Penggunaan Rpm saat dumping naik dan turun vessel (Hauler)


Rpm dumping Keterangan Efek -- -45%
Efektif Rpm saat dumping adalah 80% dari maksimal
Index
Rpm Fuel 100%
KOMATSU = 1800 rpm (L/H) 55%
CAT = 1800 rpm
Ketika menurunkan vessel jangan menaikan rpm Item Max Rpm
80% max
engine Rpm

• Transimisi posisi netral ketika unit berhenti


 Pada saat di rambu stop
 Pada saat mengantri di loading point
• Mencegah selip (WA)
Selip akan membuat fuel terbakar dengan
Fuel Saving

percuma

• Mencegah beban berlebih (WA)


Beban berlebih mengakibatkan tekanan
hidrolik pada level maksimal dan torque
converter stall.
• Memperkecil jarak loading (WA)
Jarak loading yang dekat membuat manuver
dan proses loading menjadi lebih efisien
• Memperkecil sudut swing (Exc)
Fuel Saving

• Metode digging dengan beberapa layer

• Travel dengan kecepatan rendah


• Mengaktifkan auto decelator (Exc)
Auto decelator berfungsi untuk emnurunkan rpm secara
Fuel Saving

otomatis apabila semua control lever dan pedal gas posisi


netral/tidak ada beban

• Penggunaan mode kerja sesuai beban (Exc & BD)


 P = Power mode digunakan untuk pekerjaan
normal/loading (heavy duty)
 E = Economy mode digunakan untuk pekerjaan general
• Penyesuaian speed menyesuaikan dengan kondisi beban (BD)
• Jarak dozing tidak terlalu jauh (BD)
Jarak efektif dozing adalah 20-30 meter mempertimbangkan kapasitas blade
Fuel Saving

• Melakukan pengeboran secara berurutan untuk menghindari secondary work


(Drill)
• Membuat konstruksi yang baik untuk menghindari redrill (Drill)

Saat pengeboran buble level


harus ditengah
2. Tyre Awareness
• Jangan memutar steering ketika unit diam
Akibatnya adalah terjadi kerusakan pada thread
tyre

• Melakukan manuver dengan perlahan dan tidak patah


• Hindari unit berjalan (spinning) dan berhenti mendadak
• Mengemudi sesuai kondisi jalan
 Kurangi kecepatan apabila melewati jalan
Tyre Awareness

yang rusak/bergelombang

• Hindari mundur sampai menabrak/naik material/tanggul


 Tanggul bukan stoper

• Hindari tyre menggesek dengan tepi pembatas/tanggul


 Menggesek tepi pembatas/tanggul akan
mengakibatkan kerusakan pada bagian side wall
tyre

• Hindari menginjak boulder dan windrow/sisa penyekrapan


• Mengontrol posisi muatan dengan benar dan hindari muatan hauler overload (Exc)
 Beban muatan merata pada semua tyre
Tyre Awareness

 Mengindari muatan tumpah dijalan

• Mengontrol bekas galian (front) tetap rata dan rapi (Exc & BD)
• Jangan meninggalkan bekas rippingan terlalu lama (GD)
Bekas rippingan akan berpotensi terinjak oleh tyre hauler
• Segera membersihkan/meratakan tumpahan material dari area termasuk ketika
penimbunan (GD & BD)
• Jangan sisakan material grader yang tinggi (GD)
Salah satu faktor yang sangat penting tyre yaitu adalah faktor kondisi/area maka
dari itu front, jalan dan disposal /dumping area harus dalam kondisi yang baik.
• Memposisikan blade grader jangan terlalu dekat dengan tyre (GD)
Ketika melakukan pergerakan blade perhatikan jarak dengan tyre karena akan
Tyre Awareness

sangat berbahaya apabila terjadi ketika unit sedang jalan. Ketika hauler
melakukan overtacking pastikan jaga jarak blade dari tyre hauler.

• Jaga bagian drainage tetap berfungsi (GD & BD)


 Air yang berlebihan menyebabkan tyre mudah slip dan spinning
 Tyre yang basah lebih mudah terpotong/tergores dari pada yang kering

• Batasi penyemprotan air untuk mengontrol debu (WT)


3. Mis Operation
• Abuse shift
Mis operation

Adalah pemindahan lever transmisi dari netral ke maju atau dari netral ke mundur
dengan putaran engine yang tinggi yaitu diatas 1300 rpm. Hal ini biasanya terjadi
ketika selesai proses loading dan selesai dumping.

• Gear select harmfull


Adalah pemindahan level transmisi dari maju ke mundur atau mundur ke maju
dalam kondisi unit masih bergerak. Biasanya terjadi ketika manuver, tindakan ini
berakibat fatal karena akan terjadi beban kejut yang akan menimbulkan kerusakan
pada sistem penggerak (Torque converter, drive shaft, transmission maupun final
drive) dan menimbulkan shock load yang berlebihan pada transmisi.
 Pastikan unit berhenti, kecepatan unit pada 0 km/h untuk memindah transmisi
dari maju atau mundur
• Engine overspeed
Adalah kondisi dimana kecepatan putaran engine melebihi 2200 RPM (range
Mis operation

merah). Kejadian ini biasanya terjadi ketika unit melintas dijalan menurun.
Akibatnya adalah kebocoran pada seal gasket dan suhu engine menjadi sangat
tinggi sehingga mengakibatkan engine jammed.
 Kurangi kecepatan sebelum turunan
 Gunakan ARSC/ARC
 Gunakan retarder untuk mengurangi kecepatan
• Body up ground speed
Adalah menurunkan dump body sementara unit berjalan dengan kecepatan diatas
5 km/jam. Efeknya hoist cylinder akan cepat rusak.

• Coasting in neutral
Adalah menindahkan lever transmisi ke posisi netral sementara unit unit masih
bergerak maju/mundur
• Engine stall
Adalah kondisi dimana unit berhenti namun level transmisi masih dalam posisi
Mis Operation

maju atau mundur. Hal ini mengakibatkan terjadi stall pada torque converter.
Netralkan lever transmisi ketika unit berhenti yaitu ketika antri di loading point
atau aktivitas yang lain.
• Transmisi hunting
Adalah kondisi dimana transmisi bergerak naik turun secara cepat dan berulang,
hal ini terjadi ketika unit menanjak.
 Posisikan atau kurangi level transmisi ketika tanjakan
 Perhatikan rpm engine untuk menentukan lever transmisi
 Gunakan switch limit pada unit HD
• Jack swing (Exc)
Adalah mengangkat body menggunakan attachment sambil swing. Hal ini biasanya
Mis Operation

dugunakan merubah posisi. Akibatnya adalah :


 Undercarriage cepat aus
 Track lepas
 Swinng circle cepat aus
 Motor swing cepat rusak akibat overload
• Posisi track - Final drive di depan (Exc)
Efek yang ditimbulkan adalah potensi travel motor/ final drive terkena benturan/
material dan keseimbangan unit berkurang.
• Digging sambil travel (Exc)
Efek yang ditumbulkan adalah travel motor akan cepat rusak karena overload.
• Melakukan ripping sambil steering (BD & GD)
Akibatnya adalah sank ripper berpotensi patah. Naikan ripper ketika unit akan
Mis Operation

belok

• Mendorong unit amblas dengan blade (BD & GD)


Hal ini mengakibatkan blade aus, cylinder rod bengkok dan hose hydraulic bocor.
• Pulldown terlalu besar saat drilling (Drilling)
Hal ini akan mengakibatkan pipa bor bengkok dan bit cepat aus.
Terima Kasih
Mari beroperasi dengan baik dan benar sehingga operasial
menjadi efisien & unit manjadi lebih siap pakai

Anda mungkin juga menyukai