PROPOSAL SKRIPSI
PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN LINGKUNGAN KERJA
TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH BERIMAN BALIKPAPAN PADA
MASA PANDEMI COVID-19
Diajukan Sebagai Persyaratan Dalam Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh :
MIFTAHUL KAHAMIYANA
NPM : 184013804
Program Studi : Manajemen
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
2021
PROPOSAL SKRIPSI
PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI, DAN LINGKUNGAN KERJA
TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH BERIMAN BALIKPAPAN PADA
MASA PANDEMI COVID-19
Diajukan Sebagai Persyaratan Dalam Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh :
MIFTAHUL KAHAMIYANA
NPM : 184013804
Program Studi : Manajemen
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
2021
i
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya
bahwa Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang telah saya lakukan. Segala
kutipan dan bantuan dari berbagai sumber telah diungkapkan sebagaimana
mestinya. Skripsi ini belum pernah dipublikasikan untuk keperluan lain oleh
siapapun juga. Apabila dikemudian hari ternyata pernyataan saya ini tidak benar,
maka saya bersedia menerima akibat hukum dari ketidak benaran pernyataan
tersebut.
Balikpapan, 31 November 2021
Yang membuat pernyataan,
Miftahul Kahamiyana
184013804
ii
HALAMAN PERNYATAAN SELESAI BIMBINGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama : Dr. Tamzil Yusuf , M.M Selaku Pembimbing I
2. Nama : Imam Arrywibowo SU, S.E., [Link] Selaku Pembimbing II
Dengan ini menyatakan bahwa mahasiswa tersebut di bawah ini :
Nama : Miftahul Kahamiyana
NPM : 184013804
Program Studi : Manajemen
Judul Skripsi : Pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap
Kepuasan Kerja Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Beriman
Balikpapan Pada Masa Pandemi Covid-19.
Dinyatakan telah selesai bimbingan dan dapat melakukan Seminar Proposal.
Balikpapan, 31 November 2021
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Tamzil Yusuf, M.M Imam Arrywibowo SU, S.E., [Link]
NIDN. 1106095601 NIDN. 1124067301
Mengetahui,
Ketua Program Studi Fakultas Ekonomi
Universitas Balikpapan
Nadi Hernadi Moorcy, S.E., M.M
NIK. 015004046
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Lingkungan Kerja
Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Rumah Sakit Umum
Daerah Beriman Balikpapan Pada Masa Pandemi Covid-
19.
Nama Mahasiswa : Miftahul Kahamiyana
NPM : 184013804
Universitas : Universitas Balikpapan
Fakultas : Ekonomi
Progam Studi : Manajemen
Balikpapan, 31 November 2021
Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
[Link]. H. Tamzil Yusuf, M.M Imam Arrwibowo SU, S.E., [Link]
NIDN. 1106095601 NIDN. 1124067301
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Balikpapan
Dr. Drs. H. Tamzil Yusuf, M.M
NIK. 085 004 105
iv
KATA PENGANTAR
Segenap lantunan pujian kepada dzat yang maha ESA Allah SWT yang
menguasai alam semesta yang telah melimpahkan rahmad, taufiq, serta inayah-
Nya kepada kita semua, sehingga dengan ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan
penyusunan skripsi penelitian dengan judul ― PENGARUH KOMPENSASI,
MOTIVASI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN
KERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BERIMAN
BALIKPAPAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 “.
Penulisan proposal ini dibuat untuk memenuhi syarat dalam mencapai gelar
sarjana pada program studi manajemen fakultas ekonomi. Dalam penyusunan
proposal ini penulis tidaklah sendiri, namun mendapat bimbingan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Isradi Zainal ST,MT,MH,MM,DESS,[Link] selaku rektor
Universitas Balikpapan
2. Bapak Dr. Tamzil Yusuf, M.M selaku dekan fakultas ekonomi Universitas
Balikpapan.
3. Bapak Nadi Hernadi Moorcy,S.E.,M.M selaku ketua program studi
manajemen fakultas ekonomi Universitas Balikpapan.
4. Bapak Dr. Tamzil Yusuf, M.M selaku pembimbing I yang banyak
memberikan masukan, bimbingan, petunjuk, dan pengarahan.
5. Bapak Imam Arrywibowo SU, S.E., [Link] selaku pembimbing II yang banyak
memberikan masukan, bimbingan, petunjuk, dan pengarahan.
v
6. Pimpinan dan staff kepegawaian rumah sakit umum daerah beriman
balikpapan.
7. Kedua orang tua dan saudara, terima kasih atas doa dan dukungan yang telah
diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini.
Semoga Allah SWT membalas segala budi baiknya dengan pahala yang
berlimpah Aamiin Ya Robbal Alamin. Mengingat masih terbatasnya pengetahuan
dan pengalaman, penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun,
sehingga tugas ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca
umumnya.
Balikpapan, 31 November 2021
Penulis,
Miftahul Kahamiyana
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ............................................................................................ i
SURAT PERNYATAAN ....................................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN SELESAI BIMBINGAN ...................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ iv
KATA PENGANTAR .............................................................................................v
DAFTAR ISI .........................................................................................................vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. ix
BAB 1 PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................5
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................5
1.4 Manfaat Penelitian ..........................................................................6
1.5 Sistematika Penelitian ....................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................9
2.1 Landasan Teori ................................................................................9
2.2 Penelitian Terdahulu .....................................................................33
2.3 Kerangka Konseptual ( Model Penelitian ) ...................................34
2.4 Hipotesis Penelitian ......................................................................37
BAB III METODE PENELITIAN ........................................................................38
3.1 Definisi operasional Variabel .......................................................38
3.2 Ruang Lingkup Penelitian ............................................................40
3.3 Jenis Penelitian .............................................................................41
3.4 Populasi dan sampel .....................................................................41
3.5 Metode Pengumpulan Data ..........................................................43
3.6 Metode Analisis Data ...................................................................43
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................48
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 : Skala Likert .........................................................................................33
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 : Kerangka Berpikir ...........................................................................36
ix
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kesehatan bagi masyarakat sudah menjadi kebutuhan penting. Salah
satu dari fasilitas kesehatan yaitu rumah sakit menjadi fokus pertama. Fungsi
rumah sakit saat ini berkembang menjadi pelayanan kesehatan yang
komprehensif sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
baik dalam upaya penyembuhan untuk orang sakit maupun untuk pasien yang
memerlukan konsultasi kesehatan dan upaya pencegahan, peningkatan
kesehatan. Di era yang semakin banyak pertumbuhan manusia, semakin
banyak pula bermunculan jenis-jenis penyakit baru yang belum diketemukan
obatnya. Sebagai contoh saat ini muncul wabah penyakit baru, yaitu virus
covid-19.
Selama pandemi covid-19 yang ditandai dengan munculnya
penyakit/virus baru yang mematikan, virus tersebut menyebar ke seluruh
dunia. Pembaruan terakhir dari kementrian kesehatan pada tanggal 18
november 2021 menyatakan bahwa dari jumlah 4.252.705 yang
terkonfirmasi, angka kematian akibat covid-19 mencapai 143.714 dan lebih
dari 5 kasus meninggal, dinyatakan sembuh sebanyak 4.100.837 dan lebih
1
2
dari 516 kasus sembuh, dan 8.154 kasus aktif yang kurang dari 161 kasus
aktif ([Link] ).
RSUD Beriman Balikpapan merupakan salah satu rumah sakit yang
turut andil dalam penanganan virus covid-19. RSUD Beriman Balikpapan
merupakan badan yang melaksanakan sebagian kewenangan pemerintah
daerah dibidang penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam upaya
penyembuhan dan pemulihan kesehatan serta melaksanakan upaya
pencegahan dan peningkatan kesehatan. Rumah sakit ini didirikan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan rujukan dalam
era asuransi kesehatan sosial.( [Link] )
Dampak virus covid-19 ini juga mempengaruhi keberadaan orang di
rumah sakit tersebut. Keberadaan orang dirumah sakit tersebut memegang
peranan yang sangat penting, karena sumber daya manusia berperan besar
dalam menjalankan aktivitas dirumah sakit pada masa pandemi covid-19.
Penggunaan sumber daya manusia yang efektif dan efisiensi dapat
mempengaruhi kelangsungan dan pertumbuhan disetiap rumah sakit selama
atau pada masa pandemi covid-19 ini.
Bahri & Chairatun Nisa, (2017) mengatakan bahwa Sumber daya
manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang ikut terlibat secara
langsung dalam menjalankan kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Sumber daya manusia merupakan aset penting yang
mendukung keberhasilan suatu organisasi/instansi. Sumber daya manusia
3
atau human resources sangat dibutuhkan baik oleh instansi pemerintah,
usaha-usaha sosial, maupun BUMD.
Kepuasan kerja menjadi perhatian dalam memotivasi pegawai.
Cahyanti, Lie, Efendi, & Sherly, (2018) berpendapat bahwa kepuasan kerja
merupakan hasil dari persepsi pegawai baik yang bersifat positif maupun
negatif tentang pekerjaanya. Sebuah organisasi/instansi harus memperhatikan
kepuasan kerja pegawainya dengan cara memberikan kompensasi yang
sebanding, sehingga mendorong pegawai untuk lebih baik dalam melakukan
pekerjaanya
Menurut Farisi & Pane, (2020), pemberian kompensasi dimaksudkan
agar pegawai dapat bekerja secara maksimal sehingga menghasilkan kinerja
yang optimal. Seorang pegawai akan berusaha mencapai kinerja yang
maksimal agar mendapat kompensasi yang sesuai. Dari fenomena yang sering
terjadi, yaitu pada kompensasi non finansial seperti kurangnyanya peluang
promosi dan perhatian pada prestasi kerja pegawai.
Selain memberikan kompensasi, motivasi merupakan suatu hal yang
memiliki pengaruh penting terhadap kepuasan kerja pegawai. Cahyanti, Lie,
Efendi, Sherly, (2018) mengemukakan bahwa Motivasi merupakan kekuatan,
dorongan, kebutuhan, semangat yang mendorong seseorang atau sekelompok
orang untuk mencapai prestasi tertentu. Organisasi/instansi seharusnya
memberikan kemudahan bagi pegawai untuk mendapatkan jenjang karir dan
kesempatan promosi. Fenomena yang sering muncul didalam suatu
perusahaan biasanya seperti kurangnya kesempatan promosi untuk pekerjaan
4
yang telah diberikan perusahaan kepada pegawai paruh waktu atau pegawai
kontrak.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pegawai adalah
lingkungan kerja. Ariani, Tamara, Misnah, (2020), mengatakan bahwasannya
Lingkungan kerja di dalam perusahaan/instansi sangat penting untuk
diperhatikan oleh pimpinan dikarenkan lingkungan kerja yang baik
mempunyai pengaruh terhadap efektivitas pegawai dalam perusahaan.
Hubungan baik antara pimpinan dengan bawahan serta antar rekan kerja perlu
ditingkatkan agar pegawai merasa lebih nyaman dalam bekerja dan akhirnya
akan meningkatkan kepuasan kerja para pegawainya.
Berdasarkan uraian diatas ada peranan kompensasi, motivasi kerja,
dan lingkungan kerja memiliki pengaruh untuk memberikan dan
meningkatkan kepuasan kerja pegawai. Rumah sakit umum daerah beriman
balikpapan adalah salah satu badan kesehatan yang memebrikan kontribusi
yang besar bagi kesehatan dan penanganan covid-19, sehingga ini pantas
untuk diteliti karena ada potensi manajemennya yang sangat berperan penting
dalam kesuksesan rumah sakit. Berdasarkan latar belakang tersebut maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul ― Pengaruh
Kompensasi, Motivasi , dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan Pada Masa
Pandemi Covid-19 ―.
5
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah kompensasi memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai
rumah sakit umum daerah beriman balikpapan pada masa pandemi covid-
19 ?
2. Apakah motivasi memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai
rumah sakit umum daerah beriman balikpapan pada masa pandemi covid-
19 ?
3. Apakah lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja
pegawai rumah sakit umum daerah balikpapan pada masa pandemi covid-
19 ?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja
pegawai rumah sakit umum daerah beriman balikpapan pada masa
pandemi covid-19.
2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja pegawai
rumah sakit umum daerah beriman balikpapan pada masa pandemi covid-
19.
3. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja
pegawai rumah sakit umum daerah beriman balikpapan pada masa
pandemi covid-19.
6
1.4 Manfaat Penelitian
2. Bagi akademisi
Sebagai refrensi alternatif untuk menambah ilmu pengetahuan dan
dapat menjadi bahan masukan bagi peneliti selanjutnya.
3. Bagi perusahaan
Sebagai gambaran yang jelas mengenai pengaruh kompensasi,
motivasi, dan lingkungan kerja pegawai dan sebagai bahan pertimbangan
dalam meningkatkan kinerja dan kepuasan terhadap pegawai. Sehingga
dapat bermanfaat bagi pengembangan rumah sakit dalam mengelola
sumber daya manusianya.
4. Bagi penulis
a. Sebagai sarana acuan pembelajaran berdasarkan teori-teori yang
didapat dibangku kuliah serta diaplikasikan dalam penelitian
mengenai sumber daya manusia.
b. Sebagai upaya untuk memperluas wawasan dan pengetahuan dalam
bidang manajemen sumber daya manusian, dan memberi manfaat bagi
penulis untuk memperdalam pengetahuan dibidang kompensasi,
motivasi, dan lingkungan kerja terhadap keuasan pegawai.
1.5 Sistematika Penelitian
adanya sistematika penulisan merupakan salah satu untuk
mempermudah dan bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai
7
penelitian ini, pembahasan dilakukan secara komprehensif dan sistematika
meliputi :
BAB SATU : PENDAHULUAN
Pada bab dijelaskan mengenai Latar
Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Manfaat Penelitian, Dan Sistematika
Penulisan.
BAB DUA : TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini dijelaskan mengenai Landasan
Teori, Penelitian Terdahulu, Kerangka Pemikiran,
Hubungan Antar Variabel, Dan Hipotesis
Penelitian.
BAB TIGA : METODE PENELITIAN
Pada bab ini dijelaskan mengenai definisi
Operasional Variabel, Ruang Lingkup Penelitian,
Jenis Penelitian, Populasi Dan Sampel Penelitian,
Metode Pengumpulan Data, Dan Metode Analisis
Data.
BAB EMPAT : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini dijelaskan mengenai Deskripsi
Objek Penelitian, Analisis Data, dan Interprestasi
Hasil.
BAB LIMA : KESIMPULAN DAN SARAN
8
Pada bab ini dijelaskan mengenai kesimpulan
yang merupakan keseluruhan hasil penelitian dan
saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Sumber Daya Manusia
1. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Salah satu aset penting bagi perusahaan dalam mencapai
tujuan di suatu perusahaan adalah sumber daya manusia, dengan
adanya kualitas sumber daya manusia yang efektif dan efisien
dapat menggerakkan perusahaan atau organisasi dengan baik dan
benar. Manajemen sumber daya manusia sangat diperlukan guna
membantu tercapainya tujuan dengan efektif dan efisien.
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses
pemanfaatan SDM secara efektif dan efisien melalui kegiatan
perencanaan, penggerakan, dan pengendalian semua nilai menjadi
kekuatan manusia untuk mencapai tujuan. (Sedarmayanti, 2017, p.
3).
Pendapat lain yaitu Manajemen Sumber daya manusia
merupakan suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan
dan peranan sumber daya ( tenaga kerja) yang dimiliki oleh
individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara
9
10
maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan,
karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. (Pudjiati, 2019, p. 2).
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa
manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses
pemanfaatan sumber daya manusia yang efektif dan efisien secara
maksimal sehingga tercapai tujuan perusahaan atau organisasi.
2. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Tujuan manajemen sumber daya manusia dapat dijabarkan
ke dalam empat tujuan (Notoatmodjo, 2015, p. 109), yaitu :
a. Tujuan masyarakat suatu organisasi diharapkan membawa
manfaat atau keuntungan bagi masyarakat, mempunyai
tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusianya
agar tidak mempunyai dampak negatif terhadap masyarakat.
b. Tujuan organisasi memberikan kontribusi terhadap
pendayagunaan organisasi secara keseluruhan.
c. Tujuan fungsi setiap sumber daya manusia atau karyawan
dalam organisasi itu menjalankan fungsinya dengan baik.
d. Tujuan personal untuk membantu karyawan atau pegawai
dalam mencapai tujuan-tujuan pribadinya, dalam rangka
pencapaian tujuan organisasinya.
Adapun pendapat lain tentang tujuan manajemen sumber
daya manusia (Sedarmayanti, 2017, p. 9), sebagai berikut :
11
a. Memberi saran kepada manajemen tentang kebijakan SDM
untuk memastikan organisasi/perusahaan memiliki SDM
bermotivasi tinggi dan berkinerja tinggi, dilengkapi sarana
untuk menghadapi perubahan.
b. Memelihara dan melaksanakan kebijakan dan prosedur SDM
untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan.
c. Mengatasi krisis dan situasi sulit dalam hubungan antar
pegawai agar tidak ada gangguan dalam mencapai tujuan
organisasi.
d. Menyediakan sarana komunikasi antara pegawai dan
manajemen organisasi.
e. Membantu perkembangan arah dan strategi
organisasi/perusahaan secara keseluruhan dengan
memperhatikan aspek SDM.
f. Menyediakan bantuan dan menciptakan kondisi yang dapat
membantu manajer dalam mencapai tujuan.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
tujuan manajemen sumber daya manusia ialah
mengembangkan efektivitas kerja, membantu dalam
pengembangan keseluruhan organisasi baik kelompok maupun
personal, memecahkan masalah dan strategi organisasi,
melaksanakan prosedur dan kebijakan dalam mencapai tujuan.
12
3. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Didalam sebuah organisasi jika mampu menjalankan
fungsi-fungsi dari manajemen sumber daya manusia secara
menyeluruh dan tepat, maka didalam pelaksanaan kegiatan
manajemen sumber daya manusia akan berjalan dengan baik.
manajemen sumber daya manusia memiliki fungsi
(Sedarmayanti, 2017, p. 6), sebagai berikut :
a. Perencanaan. Setiap manajer harus menyadari pentingnya
perencanaan, manajer perlu mencurahkan perhatian untuk
fungsi perencanaan.
b. Pengorganisasian. Setelah rangkaian tindakan yang akan
dilakukan ditetapkan, maka akan ditetapkan organisasi
beserta pegawai untuk melaksanakannya.
c. Penggerakan. Apabila perusahaan sudah mempunyai
perencanaan lengkap dengan orang-orangnya untuk
melaksanakan rencana kegiatan, fungsi penggerakan
penting karena sebagai langkah awal untuk
menggerakkan, mengarahkan, memotivasi, mengusahakan
tenaga kerja bekerja rela, efektif, dan efisien.
d. Pengawasan. Fungsi pengawasan adalah untuk
mengadakan pengamatan dan pemeriksaan atas
pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana.
13
Adapun pendapat lain tentang fungsi- fungsi manajemen
sumber daya manusia meliputi : Fungsi manajemen sumber daya
manusia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian.
(Hasibuan, 2017, p. 21–23)
Berdasarkan fungsi-fungsi manajemen sumber daya
manusia di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi MSDM saling
mempengaruhi. Jika ada ketidaksamaan pada salah satu fungsi,
maka fungsi yang lain akan terpengaruh. Fungsi-fungsi manajemen
sumber daya manusia diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari
manajemen sumber daya manusia sangat penting dalam mengelola
suatu organisasi, instansi maupun perusahaan.
3.1.2 Kepuasan Kerja
1. Pengertian Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan suatu kondisi mental seseorang
pegawai mengenai suka atau tidak suka terhadap pekerjaanya yang
dipengaruhi oleh persepsi dan harapannya terhadap pekerjaanya
dan dengan demikian akan mempengaruhi perilaku kerjanya.
(Saputra & Mulia, 2020)
14
Sedarmayanti, (2017) juga berpendapat bahwa kepuasan
kerja merupakan bagaimana orang merasakan pekerjaanya dan
aspeknya.(p. 168)
Pendapat lain yaitu bahwa kepuasan kerja merupakan sikap
yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku
terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu nilai-nilai
penting pekerjaan. (Afandi, 2018, p. 74)
Dari uraian pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa
kepuasan kerja merupakan suatu sikap atau respon seseorang
dimana pegawai merasakan pekerjaanya mengenai suka atau tidak
suka terhadap pekerjaanya dan akan mempengaruhi perilaku
kerjanya.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda,
dan oleh sebab itu faktor—faktor yang mempengaruhi pun juga
bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, ada individu yang merasa puas
dengan kompensasi atau gaji, dan adapula yang yang merasa puas
karena lingkungan kerja.
indikator kepuasan kerja adalah (Afandi, 2018, p. 82)
sebagai berikut :
a. Pekerjaan
15
b. Upah, jumlah bayaran apakah sesuai dengan kebutuhan
yang dirasakan adil
c. Promosi, kemungkinan seseorang dapat berkembang
melalui kenaikan jabatan
d. Pengawasan, seseorang yang senantiasa memberikan
perintah atau petunjuk dalam pelaksaan kerja, seseorang
senantiasa berinteraksi dalam pelaksanaan pekerjaan
merasakan rekan kerjanya snagat menyenangkan atau
tidak menyenangkan.
faktor- faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah
Gaji / upah, Promosi, supervisi, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri.
(Rahmadhan Harapan, 2017)
Berdasarkan uraian pendapat diatas bahwa kepuasan kerja
dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kepuasan terhadap
kelayakan gaji, lingkungan dan hubungan kerja dan kepuasan
terhadap pekerjaan itu sendiri.
3. Indikator Kepuasan Kerja
Sedarmayanti, (2017) menyatakan bahwa kepuasan kerja
dapat diukur melalui indikator-indikator (p. 168)sebagai berikut :
a. Isi Pekerjaan, penampilan tugas pekerjaan aktual, dan
sebagai kontrol terhadap pekerjaan.
b. Supervisi.
16
c. Organisasi dan manajemen.
d. Kesempatan maju.
e. Gaji dan keuntungan finansial lain seperti insentif.
f. Rekan kerja.
g. Kondisi pekerjaan.
Indikator-indikator kepuasan kerja adalah (Afandi, 2018, p.
82) sebagai berikut :
a. Pekerjaan, isi pekerjaan yang dilakukan seseorang apakah
memiliki elemen yang memuaskan.
b. Upah, jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai
akibat dari pelaksanaan kerja apakah sesuai dengan
kebutuhan yang dirasakan adil.
c. Promosi, kemungkinan seseorang dapat berkembang
melalui kenaikan jabatan. Ini berhubungan dengan ada
tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karir
selama bekerja.
d. Pengawas, seseorang yang senantiasa memberikan perintah
atau petunjuk dalam pelaksanaan kerja.
e. Rekan kerja, seseorang senantiasa berinteraksi dalam
pelaksanaan pekerjaan. Seseorang dapat merasakan rekan
kerjanya sangat menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Berdasarkan uraian pendapat diatas bahwa indikator
kepuasan kerja dapat diukur melalui indikator-indikator yaitu
17
kepuasan kerja terhadap pekerjaan itu sendiri, kompensasi atau
gaji, promosi serta rekan kerja.
2.1.3 Kompensasi
1. Pengertian Kompensasi
Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima oleh
pegawai sebagai balas jasa atas kontribusiny kepada perusahaan
atau organisasi. (Sedarmayanti, 2017, p. 173)
Kompensasi terdiri dari kompensasi finansial yaitu berupa
gaji, upah, insentif dan kompensasi non finansial yaitu berupa
hubungan dengan perusahaan dan lingkungan kerja. Kompensasi
merupakan hak bagi karyawan dan menjadi kewajiban perusahaan
untuk membayarnya. (Rivai, 2011, p. 358)
Kompensasi merupakan apa yang diterima karyawan
sebagai balasan atas kontribusinya kepada organisasi. (Simamora,
2014, p. 442)
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
kompensasi merupakan penghargaan atau imbalan yang diterima
oleh pegawai atas kerja yang telah dilakukan kepada perusahaan
atau organisasi seperti pemberian uang, material dan fasilitas, dan
kesempatan karir.
18
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompensasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian kompensasi
adalah sebagai berikut (Sedarmayanti, 2017, p. 173) :
a. Penawaran dan permintaan pegawai
b. Kemampuan dan kesediaan perusahaan
c. Serikat buruh/organisasi pegawai
d. Produktivitas kerja pegawai
e. Pemerintah dan kebijakan
f. Biaya hidup
g. Posisi jabatan pegawai
h. Pendidikan dna pengalaman kerja
i. Kondisi perekonomian nasional
j. Jenis dan sifat pekerjaan.
Pemberian kompensasi terdapat berbagai macam faktor yang
mempengaruhi. (Hasibuan, 2017, pp. 121–129) Faktor tersebut
yaitu :
a. Penawaran (Tenaga kerja) dan permintaan (lowongan kerja)
tenaga kerja.
b. Kemampuan dan kesediaan perusahaan.
c. Serikat buruh/organisasi karyawan.
d. Produktivitas kerja karyawan.
e. Pemerintah dengan undang-undang dan keppres.
f. Biaya hidup/cost of living.
19
g. Posisi jabatan karyawan.
h. Pendidikan dan pengalaman kerja.
i. Kondisi perekonomian nasional.
j. Jenis dan sifat pekerjaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi terdiri dari
beberapa indikator (Rivai, 2011, p. 358), yaitu :
a. Peluang promosi
b. Prestasi kerja
c. Lingkungan kerja yang nyaman
d. Rekan kerja yang kondusif
Berdasarkan faktor-faktor diatas dapat disimpulkan bahwa
ada beberapa faktor yang mempengaruhi kompensasi yang
diberikan kepada pegawai, tidak hanya berdasarkan kemampuan
perusahaan akan tetapi juga kebijakan pemerintah, pendidikan dan
jabatan.
3. Jenis-Jenis Kompensai
Kompensasi terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut
(Rivai, 2011, p. 358) :
a. Kompensasi Finansial, terdiri atas dua yaitu kompensasi
langsung dan tidak langsung (tunjangan)
b. Kompensasi Non Finansial terdiri atas kepuasan karyawan
seperti peluang promosi, prestasi kerja, sedangkan
20
lingkungan kerja meliputi nyaman dalam bertugas,
bersahabat dan mempunyai teman kerja yang
menyenangkan, serta kondusif.
Ada dua jenis kompensasi pegawai, yaitu sebagai berikut
(Mangkunegara, 2013, p. 85) :
a. Upah dan gaji, upah merupakan pembayaran berupa uang
untuk pelayanan kerja atau uang yang biasanya dibayarkan
kepada pegawai secara perjam, per hari, dan per setengah
hari. Sedangkan gaji merupakan uang yang dibayarkan
kepada pegawai atas jasa pelayanannya yang diberikan
secara bulanan.
b. Benefit (keuntungan) dan pelayanan, benefit merupakan
nilai keuangan langsung untuk pegawai yang secara cepat
dapat ditentukan. Sedangkan pelayanan merupakan nilai
keuangan langsung untuk karyawan yang tidak dapat secara
mudah ditentukan.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa
kompensasi sangat memiliki pengaruh bagi karyawan finansial
maupun non finansial yang akan memberikan kepuasan bagi
karyawan ebagai bentuk rasa menghargai atas pekerjaanya.
4. Indikator Kompensasi
21
Kompensasi dapat diukur dengan indikator berikut ini
(Simamora, 2014, p. 445) :
a. Gaji, yaitu balas jasa perusahaan atas kinerja karyawannya
yang umumnya diberikan diakhir atau diawal bulan.
b. Insentif, yaitu tambahan kompensasi diluar gaji/upah yang
diberikan untuk memotivasi karyawannya agar berkinerja
lebih baik. Disesuaikan berdasarkan produktivitas,
penjualan, dan keuntungan, misalnya berupa komisi dan
bonus.
c. Tunjangan, yaitu tambahan pendapatan diluar gaji yang
diterima oleh karyawan sebagai bantuan.
d. Fasilitas, yaitu sarana yang memudahkan pelaksanaan kerja.
Indkator kompensasi terbagi menjadi dua, (Rivai, 2011, p.
358) yaitu :
a. Kompensasi Finansial, yaitu terdiri kompensasi langsung
yaitu berupa gaji, pembayaran prestasi, insentif, komisi,
bonus, bagian keuntungan, opsi saham, pensiunan, saham
komulatif. Dan kompensasi tidak langsung berupa asuransi,
pesangon, sekolah anak, lembur, hari besar, cuti sakit, cuti
hamil, biaya pindah dan kendaraan.
b. Kompensasi non finansial, yaitu terdiri dari peluang
promosi, prestasi kerja, lingkungan kerja yang nyaman,
teman kerja yang menyenangkan dan kondusif.
22
Berdasarkan indikator diatas dapat disimpulkan bahwa
kompensasi menjadi pendorong semangat kerja karena semakin
baik baik kompensasi yang diberikan semakin baik pula tingkat
kepuasannya, begitu juga sebaliknya apabila kompensasi yang
diberikan kurang baik atau terlalu kecil, maka dapat menurunkan
kepuasannya.
2.1.4 Motivasi
1. Pengertian Motivasi
Motivasi merupakan suatu perangsang keinginnan dan daya
penggerak kemauan yang menciptakan kegairahan seseorang untuk
mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. (Hartatik, 2014, p. 162)
Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang
untuk melakukan suatu tindakan atau tidak yang pada hakikatnya
ada secara internal dan eksternal positif maupun negatif untuk
mengarahkanya sangat bergantung pada ketangguhan pimpinan.
(Sedarmayanti, 2017, p. 154)
Motivasi merupakan hal yang menyebabkan, menyalurkan,
dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan
antusias mencapai hasil yang optimal. (Hasibuan, 2017, p. 141)
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
motivasi merupakan suatu keadaan yang mendorong seseorang
23
untuk melakukan sesuatu dengan antusias untuk mencapai tujuan
tertentu baik dari dalam maupun dari luar, positif maupun negatif.
2. Faktor-Faktor Yang Memepengaruhi Motivasi
Peterson dan Plowman mengatakan bahwa orang mau
bekerja karena faktor faktor (Hasibuan, 2017, p. 142) sebagai
berikut :
a. Keinginan untuk hidup, merupakan keinginan utama
dari setiap orang, manusia bekerja untuk dapat makan
dan makan untuk dapat melanjutkan hidupnya.
b. Keinginan untuk suatu posisi, merupakan keinginan
manusia yang kedua dan salah satu sebab mengapa
orang mau bekerja.
c. Keinginan akan kekuasaan, merupakan keinginan
selakah diatas keinginan untuk memiliki, yang
mendorong orang mau bekerja.
d. Keinginan akan pengakuan, merupakan keinginan jenis
terakhir dari kebutuhan yang mendorong orang untuk
bekerja.
Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja orang
(Sutrisno, 2013, p. 116) yaitu :
a. Faktor Intern yang dapat mempengaruhi pemberian
motivasi pada seseorang antara lain :
24
1). Keinginan untuk dapat hidup
2). Keinginan untuk dapat memiliki
3). Keinginan untuk memperoleh penghargaan
4). Keinginan untuk memperoleh pengakuan
5). Keinginan untuk berkuasa
b. Faktor Ekstern Juga dapat mempengaruhi pemberian
motivasi pada seseorang antara lain :
1). Kondisi lingkungan kerja
2). Kompensasi yang memadai
3). Supervisi yang baik
4). Status dan tanggung jawab
5). Peraturan yang fleksibel
Berdasarkan faktor diatas dapat disimpulkan bahwa yang
mempengaruhi motivasi yaitu tidak hanya dari faktor intern tetapi
juga adanya faktor ekstern. Motivasi kerja sangat berpengaruh
untuk mendorong kepuasan kerja pegawai dan pegawai merasakan
penghargaan atas pekerjaannya.
3. Teori Motivasi
Teori motivasi merupakan dasar dalam terbentuknya
berbagai kebutuhan manusia. Adanya beberapa teori-teori motivasi
(Sedarmayanti, 2017, pp. 155–161), yaitu sebagai berikut :
a. Teori Jenjang Kebutuhan
25
Teori ini dikemukakan oleh Abraham H.
Maslow, teori ini mengungkapkan kebutuhan
manusia dapat dikategorikan dalam lima jenjang
dari yang paling rendah hingga jenjang yang paling
tinggi yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa
aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan,
kebutuhan aktualisasi diri.
b. Teori ERG ( Existence, Relatedness, Growth )
Teori ini dikemukakan oleh Clayton Alderfer,
teori ini memformulasikan teori jenjang kebutuhan
maslow dengan melakukan modifikasi dan
pengurangan dari lima tingkatan menjadi tiga
tingkatan atau jenjang kebutuhan yang diberi nama
kebutuhan eksistensi (existence) , hubungan
(relatedness), dan pertumbuhan (growth).
c. Teori Kebutuhan Mc Clelland
David C Mc Clelland dalam teorinya
menekankan bahwa kebutuhan seseorang terbentuk
melalui proses belajar dan diperoleh dalam
interaksinya dengan lingkungan.
d. Teori Dua Faktor
Teori ini dikembangkan oleh Frederick
Herzberg dan membaginya menjadi dua faktor yaitu
26
faktor higienis dan faktor motivasi. Faktor higienis
merupakan faktor yang dapat menyebabkan atau
mencegah ketidakpuasan. Faktor motivasi
merupakan faktor yang membawa pada
pengembangan sikap positif dan merupakan
pendorong pribadi, dengan kata lain bersifat
intrinsik.
e. Teori Harapan
Teori ini dicetuskan oleh Victor Vroom yang
mengungkap upaya kerja yang dilakukan orang
dalam lingkungan kerjanya. Teori ini berdalih
bahwa motivasi ditentukan oleh paham seorang
individu terhadap hubungan antara usaha dan
kinerja oleh keinginan atau dambaan terhadap hasil
yang dikaitkan dengan berbagai tingkat kinerja.
Berdasarkan teori-teori diatas, dapat disimpulkan bahwa
setiap masing-masing teori memiliki kebutuhan akan motivasi
untuk diri sendiri baik dari internal maupun eksternal.
4. Indikator-Indikator Motivasi
Menurut Maslow motivasi kerja dapat diukur dengan
menggunakan indikator-indikator (Hasibuan, 2017, pp. 154–156) :
27
a. Kebutuhan untuk mempertahankan hidup. yang
termasuk kedalam kebutuhan ini adalah kebutuhan
makan, minum, perumahan, udara, dan sebagainya.
b. Kebutuhan akan kebebasan dari ancaman, yakni merasa
aman dari ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam
melaksanakan pekerjaan.
c. Kebutuhan sosial, teman, afiliasi, interaksi, dicintai dan
mencintai, serta diterima dalam pergaulan kelompok
pekerja dan masyarakat disekitarnya.
d. Kebutuhan akan penghargaan diridan pengakuan serta
penghargaan prestasi dari karyawan dan masyarakat
lingkungannya.
e. Kebutuhan akan aktualisasi dirindengan menggunakan
kemampuan, keterampilan, dan potensi optimal untuk
mencapai prestasi kerja yang sangta memuaskan/luar
biasa.
Menurut Mc Clelland motivasi kerja dapat diukur dengan
menggunakan indikator-indikator (Hasibuan, 2013, p. 162) sebagai
berikut :
a. Keburtuhan untuk berprestasi :
1). Meningkatkan inovasi dan daya cipta
2). Kemauan mendapatkan prestasi setinggi mungkin.
b. Kebutuhan untuk afiliasi :
28
1). Keinginan untuk diterima oleh seseorang
dilingkungan tempat dia tinggal dan bekerja
2). Kebutuhan perasaan untuk dihargai serta dihormati
3). Keinginan untuk maju dqna berhasil
4). Keinginan untuk ikut serta.
c. Kebututhan untuk kekuasaan :
1). Kebutuhan untuk mendapatkan kedudukan yang
tinggi
2). Memfokuskan keahlian serta kemampuan dalam
menggapai kedudukan.
Berdasarkan indikator diatas dapat disimpulkan bahwa
motivasi kerja dapat diukur melalui indikator-indikator yaitu
motivasi kerja terhadap pemenuhan kebutuhan dan dorongan
prestasi dalam mencapai tujuannya.
2.1.5 Lingkungan Kerja
1. Pengertian Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja merupakan keseluruhan alat perkakas dan
bahan yang dimiliki, lingkungan sekitar dimana seseorang bekerja,
tata cara kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai individu
maupun sebagai kelompok. (Sedarmayanti, 2011, p. 21)
Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada
disekitar karyawan pada saat bekerja, baik yang berbentuk fisik
29
maupun non fisik, yang dapat mempengaruhi dirinya dalam
menjalankan tugas-tugas dan pekerjaannya sehari-hari.
(Rahmawati & Sa’adah, 2020, p. 7)
Lingkungan kerja merupakan lingkungan dimana pegawai
melakukan pekerjaanya sehari-hari. (Siagian, 2014, p. 54)
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
lingkungan kerja merupakan lingkungan kerja yang ada disekitar
pegawai baik berupa fisik maupun non fisik dan dapat
mempengaruhi kinerja pegawai.
2. Jenis-Jenis Lingkungan Kerja
Secara garis besar lingkungan kerja terdapat dua jenis
(Siagian, 2014, p. 57) yaitu :
a. Lingkungan kerja Fisik.
Ada beberapa kondisi fisisk dari tempat kerja yang
baik, yaitu :
1). tempat kerja disamping menarik untuk Bangunan
dipandang juga dibangun dengan
pertimbangankeselamatan kerja
2). Tersedianya peralatan kerja yang memadai
3). Tersedianya tempat istirahat untuk melepas lelah,
seperti kafeteria baik dalam lingkungan perusahaan
atau sekitarnya yang mudah dicapai karyawan.
30
b. Lingkungan Kerja Non Fisik.
Lingkungan kerja non fisik merupakan lingkungan
kerja yang menyenangkan dalam arti terciptanya
hubungan kerja yang harmonis antara karyawan dan
atasan, karena pada hakikatnya manusia dalam bekerja
tidak hanya mencari uang saja, akan tetapi bekerja
merupakan bentuk aktivitas yang bertujuan untuk
mendapatkan kepuasan.
Secara umum lingkungan kerja terdiri dari lingkungan fisik
dan lingkungan non fisik. Faktor-faktor lingkungan kerja
(Priansa & S, 2011, p. 163) yaitu :
a. Faktor lingkungan fisik yaitu tingkat pekerjaan tertentu
membutuhkan tempat kerja yang dapat memberi privasi
karyawannya. Yang dimaksud privasi disini adalah
sebagai keleluasaan pribadi terhadap hal-hal yang
menyangkut dirinya dan kelompoknya. Sedangkan
acoustial privacy berhubungan dengan pendengaran.
b. Faktor lingkungan non fisik yang mempengaruhi kepuasan
kerja karyawan adalah : pekerjaan yang berlebihan, sistem
pengawasan yang buruk, frustasi, perubahan-perubahan
dalam segala bentuk, perselisihan antara pribadi dan
kelompok.
31
Dari beberapa faktor diatas lingkungan kerja dipengaruhi
oleh tempat atau ruangan dan keadaan sekitar yang meningkatkan
kinerja, komunikasi dan keadaan yang meningkatkan efektifitas
karyawan dalam menjalankan pekerjaan.
3. Indikator Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja non fisik terdiri dari beberapa indikator
(Siagian, 2014, p. 59) yaitu :
a. Hubungan dengan rekan kerja yang harmonis dan tanpa saling
intrik diantara sesama rekan kerja akan mempengaruhi
pekerjan yang mereka lakukan.
b. Hubungan atasan dengan bawahannya harus dijaga dengan
baik dan harus saling menghargai antara atasan dengan
bawahannya, dengan saling menghargai maka akan
menimbulkan rasa hormat diantara individu masing-masing.
c. Kerja sama antar karyawan, kerja sama antara karyawan harus
dijaga dengan baik, karena akan mempengaruhi pekerjaan
yang mereka lakukan.
Lingkungan kerja memiliki indikartor –indikator non fisik
yang memiliki dampak terhadap pegawai (Sedarmayanti, 2017, p.
25), yaitu :
a. Struktur kerja, merupakan sampai mana pekerjaan yang
dilakukan pegawai dapat memiliki struktur yang baik juga
32
dapat menjelaskan hubungan antara wewenang untuk
melaporkan atau bertanggung jawab.
b. Tanggung jawab kerja, dalam bertanggung jawab dapat
dilihat sampai mana pegawai dalam bekerja memahami
tanggung jawab didalam mengerjakan atau melaksanakan
tugas yang mereka miliki.
c. Perhatian dan dukungan pemimpin, pemimpin sangat
berpengaruh untuk mengetahui sampai mana kinerja yang
dimiliki oleh pegawai untuk bisa mengerjakan tugas dan
diberikan pengarahan, perhatian dan tanggung jawab yang
telah diserahkan.
d. Kerja sama antar kelompok, kerja sama merupakan hal
dimana pegawai dapat memiliki hubungan kerja sama yang
baik dan sesuai didalam organisasi.
e. Kelancaran komunikasi, pegawai dapat melakukan
komunikasi yang baik, lancar, jelas, dan terbuka dengan
sesama rekan kerja dan atasan didalam organisasi untuk
membuat suasana kerja yang lebih kondusif.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa
lingkungan kerja terbagi menjadi fisik yang dipengaruhi oleh
kondisi lingkungan sekitar, dan juga non fisik yang dipengaruhi
oleh kerja sama, komunikasi dan hubungan antara atasan dengan
bawahan dan juga antar rekan kerja.
33
2.2 Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian terdahulu pada penelitian ini sangatlah penting.
Ada berbagai macam hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan
kompensasi, motivasi, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja. Berikut ini
merupakan beberapa penelitian terdahulu :
Tabel 2.1
Hasil Penelitian terdahulu
No. Nama Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian
Peneliti
1. (Wandani & Pengaruh Motivasi Secara simultan
Indahingwati, Motivasi, (X1), dan parsial
2019) Lingkungan Lingkungan menunjukkan
Kerja dan Kerja (X2) bahwa motivasi
Kompensasi dan (X1),
terhadap Kompensasi lingkungan
Kepuasan Kerja (X3) kerja (X2) dan
pada RSU Haji Kepuasan kompensasi
Surabaya Kerja (Y) (X3)
berpengaruh
positif dan
signifikan
terhadap
kepuasan kerja
(Y)
2. (Bagaswati, Pengaruh Motivasi Motivasi Kerja
2020) Motivasi, (X1), (X1),
Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Kerja dan Kerja (X2), Kerja (X2) dan
Kompensasi dan Kompensasi
Terhadap Kompensasi (X3) secara
Kepuasan Kerja (X3) simultan
Karyawan Rumah Kepuasan memiliki
Sakit Paru Kerja (Y) pengaruh
Manguharjo Di terhadap
Madiun kepuasan kerja
(Y).
34
3. (Rahmah, Analisis Motivasi Secara Parsial
2018) Pengaruh (X1), motivasi (X1),
Motivasi, Kompensasi kompensasi
Kompensasi, dan (X2), dan (X2) dan
Lingkungan Lingkungan lingkungan
Kerja Terhadap Kerja (X3) kerja (X3)
Kepuasan Kerja Kepuasan memiliki
Perawat Di Kerja (Y) pengaruh
Rumah Sakit signifikan
Islam terhadap
Banjarmasin kepuasan kerja
(Y)
4. (Pangestu, Pengaruh Lingkungan Lingkungan
2017) Lingkungan Kerja (X1) Kerja (X1) dan
Kerja dan dan Kompensasi
Kompensasi Kompensasi (Y) memiliki
Terhadap (X2) pengaru
Kepuasan Kerja Kepuasan signifikan
Karyawan Di Kerja (Y) terhadap
Rumah Sakit Kepuasan Kerja
Griya Husada (Y)
Madiun Tahun
2017
5. (Italina & Pengaruh Kompensasi variabel
Fakhrurozi, Kompensasi Dan (X1) dan lingkungan
2020) Lingkungan Lingkungan kerja (X2) lebih
Kerja Terhadap Kerja (X2) dominan
Kepuasan Kerja Kepuasan pengaruhnya
Pegawai Rumah Kerja (Y) ketimbang
Sakit Umum variabel
Citra Husada kompensasi
Sigli. (X1) terhadap
kepuasan kerja
(Y)
2.3 Kerangka Konseptual ( Model Penelitian )
1. Hubungan Antara Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai
35
kompensasi merupakan bentuk penghargaan atau balasan atas
pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan terhadap perusahaan.
(Agathanisa & Prasetio, 2018)
Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa
kompensasi terhadap kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan peningkatan kompensasi yang
diberikan oleh perusahaan, maka kepuasan kerja pegawai meningkat.
(Wahyuni & Irfani, 2019) dan (Widasih, 2017)
2. Hubungan Antara Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai
motivasi merupakan suatu daya penggerak yang berasal dari dalam
atau luar diri seseorang dalam melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.
(Parimita et al., 2018)
Penelitian yang dilakukanmenunjukkan bahwa motivasi terhadap
kepuasan kerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini
menunjukkan motivasi tinggi, maka kepuasan kerja pegawai meningkat.
(Saputra & Mulia, 2020) dan (Farisi et al., 2020)
3. Hubungan Antara Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Lingkungan kerja merupakan keadaan sekitar tempat kerja baik
secara fisik maupun non fisik yang dapat memberikan kesan
menyenangkan, mengamankan, menentramkab Kompensasi yang dapat
mempegaruhi pegawai dalam menjalankan tugasnya. (Aruan & Fakhri,
2015)
36
Penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa lingkungan
kerja terhadap kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan kerja , maka kepuasan kerja
juga baik dan meningkat. (Yunsepa, 2018) dan (Mayasari & Ariani, 2018)
Berdasarkan landasan teori, penelitihan terdahulu dan hubungan
variabel maka dapat diperjelas melalui variabel kompensasi, motivasis dan
lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai, seperti yang
digambarkan berikut ini :
Kompensasi
(X1)
Motivasi Kepuasan
(X2) Kerja
(Y)
Lingkungan
Kerja (X3)
Gambar 2.1
Kerangka Berpikir
Keterangan :
: Variabel Bebas dan Variabel Terikat
:Pengaruh Parsial
37
2.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis dalam
perumusan masalah yang dapat diuji secara empiris. Sehingga hipotesis dari
penelitian ini atas dugaan sementara adalah sebagai berikut :
1. Kompensasi berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja pegawai
Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan.
2. Motivasi berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja pegawai
Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan.
3. Lingkungan kerja berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja
pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Definisi operasional Variabel
Variabel yang digunakan yaitu variabel independen ( X ) dan
variabel dependen ( Y ). Untuk memperjelas pengertian variabel dalam
penelitian ini, maka dapat dilihat sebagai berikut :
1. Variabel Kepuasan Kerja ( Y )
Kepuasan kerja merupakan sikap yang positif dari tenaga kerja
meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaanya melalui
penilaian salah satu nilai-nilai penting pekerjaan, yaitu (Afandi, 2018, p.
74) :
a. Pekerjaan
b. Promosi
c. Pengawas
d. Rekan kerja
2. Variabel Kompensasi ( X1 )
Kompensasi terdiri dari kompensasi finansial dan kompensasi non
finansial yaitu berupa hubungan dengan perusahaan dan lingkungan kerja.
Indikator kompensasi non finansial terdiri dari (Rivai, 2011, p. 358):
a. Peluang promosi
b. Prestasi kerja
39
c. Lingkungan kerja
d. Rekan kerja
3. Variabel Motivasi ( X2 )
Motivasi merupakan kesediaan mengeluarkan tingkat upaya
tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan
upaya untuk memenuhi kebutuhan individual (Sedarmayanti, 2017, p.
257). Adapun indikator motivasi Abraham Maslow, yaitu (Sedarmayanti,
2017, p. 168) :
a. Fisiologis
b. Keamanan
c. Sosial
d. Penghargaan
e. Aktualisasi diri
4. Variabel Lingkungan Kerja ( X3 )
Lingkungan kerja merupakan lingkungan dimana pegawai
melakukan pekerjaanya sehari-hari. Indikator lingkungan kerja non fisik
terdiri dari (Siagian, 2014, p. 56) :
a. Hubungan rekan kerja setingkat
b. Hubungan atasan dengan karyawan
c. Kerja sama antar karyawan.
Untuk angket data yang diperoleh berupa nilai skor. Untuk
menentukan skor pilihan jawaban angket menggunakan skala likert.
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
40
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Kemudian
indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item
instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. (Sugiyono,
2019, p. 93)
Kriteria pemberian skor untuk alternatif jawaban untuk setiap item
adalah menggunakan skala likert, yaitu jika jawaban Sangat Setuju (SS)
maka bobot atau skornya 5, jawaban Setuju (S) bobot/skor 4, jawaban
Cukup Setuju (CS) bobot/skor 3, jawaban Tidak Setuju (TS) bobot/skor 2,
jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) bobot/skor 1. (Sugiyono, 2019, p. 94)
3.2 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian merupakan sasaran pada penelitian ini
dengan rincian data yang diperlukan, maka penelitian pada Rumah Sakit
Umum Daerah Beriman Balikpapan yang berlokasi di Jl. Mayjend Sutoyo
No. 30 RT. 01 Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan
Tengah, Kota Balikpapan. Berhubungan dengan permasalahan yang
dikemukakan pada penelitian ini, maka batasan objek penelitian
dipusatkan pada pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Lingkungan kerja
terhadap kepuasan kerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Beriman
Balikpapan pada masa pandemi covid-19.
1. Variabel yang digunakan terdiri dari variabel kompensasi, variabel
motivasi, variabel lingkungan kerja, dan variabel kepuasan kerja.
2. Penelitian dilakukan pada pegawai Rumah Sakit Umum Daerah
Beriman Balikpapan.
41
3.3 Jenis Penelitian
Jenis penelitian pada dasarnya digunakan peneliti untuk mencapai
tujuan dan menetapkan jawaban dari atas apa yang diajukan, sedangkan
penelitian ini bertujuan untuk menemukan, mendeskripsikan, serta
menyimpulkan dari hasil pemecahan masalah dengan cara tergantung
sesuai dengan prosedur penelitian (Sugiyono, 2019, pp. 3–4) .
Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode
kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau
sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,
analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2019, p. 8).
3.4 Populasi dan sampel
1. Populasi
Populasi merupakan wilayah yang terdiri dari objek/subjek yang
memiliki karakteristik tertentu, yang ditetapkan untuk dipelajari dan
ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2019, p. 80). Populasi yang
digunakan sebanyak 121 orang pegawai PNS dari Rumah Sakit Umum
Daerah Beriman Balikpapan.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang mempunyai
karakteristik sama seperti populasi itu sendiri. Bila pupulasi besar dan
tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mempelajari semua yang ada
42
pada populasi, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil
dari populasi itu apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulan akan
dapat diberlakukan untuk populasi. (Sugiyono, 2019, p. 81)
Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi Pegawai PNS di
RSUD Beriman balikpapan yaitu 121 orang. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan
rumus slovin.
( )
Dimana :
n = ukuran sampel
N = Populasi
d = taraf nyata atau batas kesalahan
dalam menentukan jumlah sampel yang akan dipilih, penulis
menggunakan tingkat kesalahan sebesar 5%, karena didalam setiap
penelitian tidak mungkin hasilnya sempurna 100%, makin besar tingkat
kesalahan maka semakin sedikit ukuran sampel. Jumlah yang diunakan
adalah 121 orang, dengan perhitungan slovin
( )
94,3 atau 94 orang
Jadi dari anggota populasi yang diambil sebagai sampel adalah
sebanyak 94,3 orang responden pada perhitungan yang menghasilkan
43
pecahan sebaiknya dibulatkan. Maka sampel yang digunakan
berdasarkan populasi yaitu 94 orang.
3.5 Metode Pengumpulan Data
penulis menggunakan metode pengumpulan data dan informasi
sebagai berikut :
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberikan eperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2019, p. 142)
2. Observasi ( pengamatan langsung )
Observasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan
pengamatan langsung kepada objek penelitian. (Sugiyono, 2019, p.
145).
3. Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan
dengan membaca buku, literatur, jurnal, referensi yang berkaitan
dengan penelitian ini dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan
penelitian yang akan dilakukan.
3.6 Metode Analisis Data
3.6.1 Uji instrumental
Uji instrumental penelitian digunakan untuk mendapatkan
informasi atau data dari proses penelitian yang diamati.
44
1. Uji Validitas Data
Uji validitas digunakan untuk mengetahui tingkat
kevalidan dari instrumen yang digunakan dalam pengumpulan
data. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara
data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi
pada obyek yang diteliti. Valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
(Sugiyono, 2019, p. 121).
Untuk menguji validitas pada masing-masing item, yaitu
dengan mengkorelasikan jumlah skor faktor dengan skor total.
Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas
maka faktor tersebut merupakan construck yang kuat. Untuk
mengetahui penelitian valid atau tidak, digunakan teknik
pengambilan keputusan. (Sugiyono, 2019, p. 126)
2. Uji Relibilitas data
Relibilitas merupakan instrumen yang bila digunakan
beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan
menghasilkan data yang sama. (Sugiyono, 2019, p. 121)
pengambilan keputusan uji relibilitas pada penelitian ini
adalah apabila nilai Cronbach’’s Alpha dari 0,6 maka
instrumen dinyatakan relibilitas. dan sebaliknya, jika
45
Cronbach‖s Alpha dari 0,6 maka instrumen dinyatakan tidak
relibilitas.
3.6.2 Uji Asumsi Klasik
Asumsi klasik digunakan untuk melihat apakah data yang
diperoleh dapat dianalisis lebih lanjut.
1. Uji Multikolonieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah
dalam model regresi ditemukan ada atau tidak korelasi variabel
bebas. Ada atau tidaknya multikolinieritas didalam model
regresi dapat dideteksi bila nilai VIF (Variance Inflation Factor)
< 10 dan toleransi >0,1 berarti tidak ada masalah
multikolinieritas. (Sugiyono, 2015, p. 331).
2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah
dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual
satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji
heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji
glejser. Kriteria yang berlaku adalah jika nilai Sig. Uji t (pada
uji Glejser) lebih dari 0,05 maka varian residual sama
(homokedastisitas) atau tidak terjadi heteroskedatisitas.
(Sugiyono, 2015, p. 346)
3. Uji Autokorelasi
46
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam
persamaan regresi terdapat kondisi serial atau tidak antara
variabel penganggu ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi salah satunya
dengan uji Durbin-Watson (DW test). Nilai Durbin0Watson
(DW) harus dihitung terlebih dahulu setelah itu dibandingkan
dengan nilai batas atas (dU) dan nilai batas bawah (dL) dengan
kriteria sebagai berikut :
a. DW< dL berarti ada autokorelasi positif
b. dL < DW < dU, tidak dapat disimpulkan
c. dU < DW < 4-dL, berarti tidak terjadi autokorelasi
d. 4-dU < DW < 4-dL, tidak dapat disimpulkan
e. DW > 4 – dL berarti ada autokorelasi negatif
3.6.3 Teknik Analisis Regresi Linier Berganda
Model analisis pada penelitian ini yaitu berbentuk regresi
linier berganda. analisis regresi linier berganda dilakukan peneliti
untuk memprediksikan perubahan nilai variabel terikat apabila dua
atau lebih nilai variabel bebas dinaikkan atau diturunkan nilainya
(Sugiyono, 2018, p. 227). persamaan regresi linier berganda adalah
sebagi berikut :
Y = bo + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e
Dimana :
47
Y = Kepuasan Kerja
X1 = Kompensasi
X2 = Motivasi
X3 = Lingkungan Kerja
bo = Koefisien Konstanta
b1 b2 b3 = Koefisien regresi
e = Variabel penganggu
3.6.4 Uji Hipotesis
Untuk menjawab hipotesa dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan Uji t. uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh
variabel bebas secara parsial dalam menerangkan variasi variabel
terikat dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut.
Dengan membandingkan nilai tabel dengan t hitung.
Apabila t tabel > t hitung maka Hα ditolak, apabila t tabel < t
hitung maka Hα diterima. Dengan menggunakan angka
probabilitas signifikansi apabila probabilitas signifikansi > 0,05
maka Hα ditolak apabila probabilitas signifikansi < 0,05 maka Hα
diterima. (Ghozali, 2016, p. 97)
DAFTAR PUSTAKA
Afandi, P. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Zanafa Publishing: Riau.
Agathanisa, C., & Prasetio, A. P. (2018). Pengaruh Kompensasi Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan Indogrosir Samarinda. Jurnal Mitra
Manajemen, 2(4), 308–319. [Link]
Ariani, M., Tamara, D., & Misnah. (2020). KOMUNIKASI, DISIPLIN DAN
LINGKUNGAN KERJA MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI 123
[Link] Ariani 1 , Dwinda Tamara 2 , Misnah 3. 11, 31–41.
Aruan, Q. S., & Fakhri, M. (2015). KERJA KARYAWAN LAPANGAN
DEPARTEMEN GRASBERG POWER DISTRIBUTION PT . FREEPORT
INDONESIA. 27(2), 141–162.
Bagaswati, N. (2020). Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi
Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Rumah Sakit Paru Manguharjo Di
Madiun. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.,
2013–2015.
Bahri, S., & Chairatun Nisa, Y. (2017). Pengaruh Pengembangan Karir Dan
Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Jurnal Ilmiah
Manajemen Dan Bisnis, 18(1), 9–15.
[Link]
Cahyanti, D., Lie, D., Efendi, E., & Sherly, S. (2018). Pengaruh Kompensasi dan
Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT Duta Media
Indonesia Area Pematangsiantar. Maker: Jurnal Manajemen, 4(1), 49–56.
[Link]
Farisi, S., Irnawati, J., & Fahmi, M. (2020). Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Perkebunan Nusantara V (Persero)
Kebun Tanah Putih Provinsi Riau. JurnFarisi, S., Irnawati, J., & Fahmi,
M. (2020). Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Kebun Tanah
Putih Provinsi Riau. Jurnal Humaniora: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi Dan
Hukum, 4(1), 15–33, 4(1), 15–33.
Farisi, S., & Pane, I. H. (2020). Pengaruh Stress Kerja Dan Kompensasi Terhadap
Kepuasan Kerja Pada Dinas Pendidikan Kota Medan. Seminar of Social
Sciences Engineering & Humaniora, 1(1), 29–42.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23
(edisi 8). Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.
Hartatik, I. P. (2014). Buku Praktis Mengembangkan SDM. Suku Buku: Jakarta.
49
Hasibuan, malayu s. p. (2013). Manajemen Sumber daya Manusia. Bumi Aksara:
Jakarta.
Hasibuan, malayu s. p. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi
Aksara: Jakarta.
Italina, C., & Fakhrurozi. (2020). PENGARUH KOMPENSASI DAN
LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI
RUMAH SAKIT UMUM CITRA HUSADA SIGLI Cut Italina 1
Fakhrurrazi 2. 2(1), 10–16.
Mangkunegara, A. P. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.
Remaja Rosdakarya: Bandung.
Mayasari, S., & Ariani, M. (2018). Discipline , motivation and work environment
affect the job satisfaction. 2018.
Notoatmodjo, s. (2015). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Rineka Cipta:
Jakarta.
Pangestu, D. I. ayu. (2017). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi
Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Rumah Sakit Griya Husada
Madiun Tahun 2017.
Parimita, W., Khoiriyah, S., & Handaru, A. W. (2018). Pengaruh Motivasi Kerja
Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pada Karyawan Pt Tridaya
Eramina Bahari. JRMSI - Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 9(1),
125–144. [Link]
Priansa, & S. (2011). Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis (
Bandung ). Alfabeta: Bandung.
Pudjiati. (2019). Pengelolaan Sumber Daya Manusia. PT. RAJA GRAFINDO
PERSADA: Depok.
Rahmadhan Harapan. (2017). Analisa Kepuasan Kerja Karyawan Di Cv. Rezeki
Medan. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 8(2),
97–102.
Rahmah, V. (2018). Analisis Pengaruh Motivasi, Kompensasi, dan Lingkungan
Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Islam
Banjarmasin. July, 1–23.
Rahmawati, I., & Sa’adah, L. (2020). Karakteristik Individu dan Lingkungan
Kerja serta Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan.
Universitas KH.A Wahab Hasbullah: Jombang.
Rivai, V. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari
Teori Ke Praktik. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
50
Saputra, N., & Mulia, R. A. (2020). KONTRIBUSI KOMPENSASI DAN
MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN AGAM. 2(1),
20–28.
Sedarmayanti. (2011). manajemen sumber daya manusia, reformasi birokrasi dan
manajemen pegawai negeri sipil ( cetakan kelima ). PT Rafika Aditama:
Bandung.
Sedarmayanti. (2017). perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia.
PT Rafika Aditama: Bandung.
Siagian, sondang. P. (2014). manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara:
Jakarta.
Simamora. (2014). Membuat Karyawan Lebih Produktif Dalam Jangka Panjang (
Manajemen SDM ). STIE YKPN: yogyakarta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta:
Bandung.
Sugiyono. (2019). metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bumi
Aksara: Jakarta.
Sugiyono, & Santoso, A. (2015). Cara Mudah Belajar SPSS dan Lisrel. Alfabeta:
Bandung.
Sutrisno. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Prenada Media:
Yogyakarta.
Wahyuni, R., & Irfani, H. (2019). PENGARUH KOMPENSASI DAN BEBAN
KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DALAM MENINGKATKAN
KINERJA KARYAWAN PT. KEPSINDO INDRA UTAMA PADANG. 12(1),
1–10.
Wandani, shelia sili, & Indahingwati, A. (2019). Pengaruh Motivasi, Lingkungan
kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja pada RSU Haji Surabaya.
Ilmu Dan Riset Manajemen.
Widasih, esti ; arisyahdin ; sumardji. (2017). ANALISIS PENGARUH
KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI NEGERI
SIPIL DINAS PENDIDIKAN KOTA BLITAR. 6, 40–46.
Yunsepa, Y. (2018). PABRIK SOGM PADA PT PERKEBUNAN MINANGA
Ecoment Global. 3.
[Link]
[Link]
Hal : Permohonan Pengisian Kuisioner
Kepada Yth,
Bapak/Ibu Pemimpin & Karyawan
Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan
Di Balikpapan
Dengan Hormat,
Perkenalkan Nama Saya Miftahul Kahamiyana, Mahasiswi akhir Fakultas
Ekonomi Universitas Balikpapan, Jurusan Manajemen. Pada saat ini saya sedang
menyelesaikan tugas akhir saya berupa Skripsi yang Berjudul ― Pengaruh
Kompensasi, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai
Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Balikpapan Pada Masa Pandemi Covid-19
―.
Untuk itu saya mohon bapak/ibu/saudara untuk berkenan membantu saya
untuk mengisi angket ini secara jujur dan apa adanya. Kerahasiaan jawaban
tersebut terjamin karena informasi yang saya peroleh melalui kuesioner ini hanya
akan digunakan untuk kepentingan penelitian dan tidak untuk kepentingan di luar
riset.
Demikianlah permohonan saya, kurang lebihnya saya memohon maaf.
Atas kesediaanya Bapak, Ibu, saudara dalam meluangkan waktu untuk kuesioner
saya ucapkan terima kasih.
Balikpapan, 31 Desember 2021
Hormat Saya,
Miftahul Kahamiyana
KUESIONER PENELITIAN
A. Identitas Responden
Usia : .................................................Tahun
Jenis Kelamin :L/P
Pendidikan Terakhir : ..................................................
Lama bekerja : ..................................................
B. Petunjuk Pengisian
1. Jawablah pernyataan ini sesuai dengan pendapat saudara yang
sejujurnya dan tanpa dipengaruhi oleh pihak lain.
2. Jawaban yang saudara berikan tidak ada yang salah ataupun benar.
Pernyataan dan hasil jawaban saudara semata-mata untuk tujuan
penelitian.
3. Berilah tanda ―X‖ pada kolom yang sesuai dengan jawaban saudara.
4. Ada 5 (lima) Kriteria pemberian nilai, yaitu :
a. Jawaban Sangat Setuju ( SS ) diberi skor 5
b. Jawaban Setuju ( S ) diberi skor 4
c. Jawaban Cukup setuju ( CS ) diberi skor 3
d. Jawaban Tidak Setuju ( TS ) diberi skor 2
e. Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1
C. Pernyataan
1. Kepuasan Kerja
No. Pernyataan SS S CS TS STS
1. Saya merasa puas dengan pemberian
kesempatan untuk meningkatkan
karir pada masa pandemi covid-19.
2. Saya merasa puas dengan
diberikannya arahan dalam
pelaksaan pekerjaan pada masa
pandemi covid-19 ini.
3. Saya merasa puas dengan pekerjaan
yang diberikan pada masa pandemi
covid-19 ini dan sesuai kemampuan
saya.
4. Saya merasa puas dan senang
dengan rekan kerja yang kompeten
dan saling membantu pada masa
pandemi covid-19 ini
2. Kompensasi
No. Pernyataan SS S CS TS STS
1. Saya merasa puas dengan insentif
atau bonus atas prestasi kerja saya
selama pandemi covid-19 ini.
2. Saya merasa puas atas peluang
promosi kenaikan jabatan yang
diberikan perusahaan pada masa
pandemi covid-19.
3. Saya merasa puas atas lingkungan
kerja yang nyaman dan damai saat
pandemi covid-19 berlangsung.
3. Motivasi
No. Pernyataan SS S CS TS STS
a. Fisiologis
1. Saya merasa puas dan cukup
dengan jam istirahat yang diberikan
pada masa pandemi covid-19.
2. Saya merasa puas dan cukup
dengan fasilitas atau sarana
prasarana yang mendukung
aktivitas pekerjaan penanganan
covid-19.
b. Keamanan
1. Saya merasa puas dengan peraturan
perusahaan pada masa pandemi
covid-19 yang memberikan sanksi
kepada karyawan bila melakukan
kesalahan dalam pekerjaanya.
2. Saya merasa puas dengan
keselamatan dan keamanan dalam
melakukan pekerjaan pada masa
pandemi covid-19.
c. Sosial
1. Saya merasa puas memiliki rekan
kerja yang saling membantu jika
ada permasalahan dalam bekerja
pada masa pandmi covid-19.
2. Saya merasa puas memiliki banyak
rekan kerja yang baik dan saling
support pada masa pandemi covid-
19.
d. Penghargaan
1. Saya merasa puas karena pendapat
kritik dan saran saya pada masa
pandemi covid-19 selalu diterima
baik dan dihargai.
2. Saya merasa puas karena
perusahaan memberikan reward
kepada pegawai yang berprestasi
pada masa pandemi covid-19.
e. Aktualisasi diri
1. Saya merasa puas pimpinan
memberikan motivasi pada masa
pandemi covid-19 agar lebih
meningkatkan kedisiplinan dalam
bekerja.
2. Saya merasa puas pimpinan
memberikan kritik dan saran pada
masa pandemi covid-19 yang
membuat pegawai lebih
berkembang.
4. Lingkungan Kerja
No. Pernyataan SS S CS TS STS
1. Saya merasa puas dan senang
dengan hubungan pemimpin dan
bawahan yang baik dan saling
menghargai pada masa pandemi
covid-19.
2. Saya merasa puas dan senang
dengan hubungan antar sesama
rekan kerja yang baik dan harmonis
pada masa pandemi covid-19.
3. Saya merasa puas dengan
komunikasi yang baik dan saling
bekerja sama dengan rekan kerja
maupun pimpinan pada masa
pandemi covid-19.