BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Waktu Penelitian
Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitina ini
adalah 3 bulan, yaitu dari bulan Pebruari 2011 sampai bulan April 2011
dengan perhitungan waktu kurang lebih 10 minggu. Secara lebih rinci
sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini :
Tabel 3.1
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Peb Maret April
No Uraian 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Penyusunan Proposal
2. Penyusunan Instrumen Penelitian
3. Pengumpulan Sumber Data
a. Siklus I
b. Siklus II
4. Analisa Data
5. Pembahasan Data
6. Penyusunan Laporan
2. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di kelas IV Sekolah
Dasar Negeri Tambaksari 01 Tahun Pelajaran 2010/2011. Alasan pemilihan
lokasi di Sekolah Dasar Negeri Tambaksari 01 tersebut karena peneliti
merupakan tenaga pengajar (guru) di Sekolah Dasar Negeri Tambaksari
01, sehingga memudahkan peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian
dan akan mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data yang
32
33
dibutuhkan dalam penelitian dan tidak akan mengganggu aktivitas serta
efektivitas kegiatan belajar mengajar siswa, guru lain maupun tugas
peneliti sebagai pengajar.
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah
Dasar Negeri Tambaksari 01 Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Tahun
Pelajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa sebanyak 25 siswa terdiri dari
siswa laki-laki 11 siswa dan perempuan 14 siswa. Penjelasan secara rinci
mengenai keadaan siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Tambaksari 01
berdasarkan kelompok umur sebagaimana tabel di bawah ini :
Tabel 3.2
Usia Siswa Berdasarkan Kelompok Umur
Tahun Siswa
No Jumlah Ket
Lahir Usia L P
1 1999 13 - - -
2 2000 12 - -
3 2001 11 - -
4 2002 10 3 3 6
5 2003 9 8 11 19
Jumlah 11 14 25
C. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data
primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah siswa kelas IV
Sekolah Dasar Negeri Tambaksari 01 Kecamatan Wanareja Kabupaten
Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011. Adapun sumber data sekunder berasal
dari sumber data yang berasal dan pihak yang masih ada kaitannya
34
dengan siswa, akan tetapi tidak secara langsung mengetahui keberadaan
siswa atau berhubungan langsung dengan siswa, misalnya obsever dan
kepala sekolah.
Dalam penelitian ini, data primer yang digunakan adalah nilai hasil
belajar. Ada tiga macam nilai yang diambil dari subjek penelitian yaitu
kondisi awal, pretes dan nilai akhir siklus. Dari data-data tersebut akan
dipergunakan untuk menentukan terjadinya peningkatan hasil belajar adalah
nilai kondisi awal dan nilai akhir siklus. Dalam pelaksanaan perbaikan
pembelajaran melalui pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus, sehingga terdapat dua nilai akhir siklus, yaitu nilai akhir
siklus pertama, dan nilai akhir siklus kedua. Nilai siklus pertama diperoleh
melalui tes akhir pada siklus I, dan nilai siklus kedua diperoleh dari tes akhir
pada siklus II. Penjelasan
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
a. Lembar observasi
Lembar observasi adalah pengumpulan data tentang aktivitas
siswa dan guru (peneliti) selama pembelajaran berlangsung oleh
observer atau peneliti. Lembar observasi adalah alat penilaian yang
banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu atau proses
terjadinya suatu kejadian yang diamati, baik dalam situasi
sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Kegiatan obsevasi
memiliki dua tujuan penting, yaitu: (1) mengetahui kesesuaian
35
pelaksanaan tindakan dengan rencana tindakan yang disusun
sebelumnya; dan (2) untuk mengetahui seberapah jauh pelaksanaan
tindakan yang sedang berlangsung dapat diharapkan akan menghasilkan
perubahan yang diinginkan.
b. Wawancara
Wawancara adalah dialog antara peneliti dengan siswa,
peneliti dengan observer, dan observer dengan siswa setelah
pembelajaran berlangsung, hal ini dilaksanakan dengan tujuan
untuk mengumpulkan sejumlah informasi tentang kebutuhan
mengajar, harapan, aspirasi, prestasi, keinginan, kesulitan dan masalah
yang dihadapi siswa selama pembelajaran di kelas atau di luar
kelas. Data yang dapat diungkap dengan teknik wawancara yaitu:
sikap, pendapat, dan penguasaan terhadap materi pelajaran.
c. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dimaksud dalam penelitian
ini berupa permasalahan/soal yang harus dikerjakan siswa secara
berkelompok dalam kegiatan pembelajaran. Isi LKS disesuaikan
dengan pokok bahasan/sub pokok bahasan dalam pembelajaran.
Lembar kerja siswa digunakan sebagai alat bantu siswa dalam
menemukan konsep yang hendak dicari dalam pembelajaran, atau
patokan untuk merancang, melaksanakan tidakan pembelajaran, dan
untuk melihat tentang adanya perubahan konsepsi siswa. Selain
36
sebagai alat bantu LKS juga digunakan sebagai alat penilaian sikap,
seperti kerjasama dan tanggung jawab.
d. Tes
Tes dimaksudkan untuk melihat perkembangan kemampuan
siswa secara individu terhadap materi yang telah dipelajarinya.
Selain itu tes prestasi belajar juga digunakan sebagai tolak ukur
keberhasilan penggunaan model pembelajaran inquiri dalam
meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran di kelas.
2. Alat Pengumpul Data
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua
siklus, maka tes perbuatan juga dilakukan dua kali, yaitu pada akhir siklus
I dan akhir siklus II, Perangkat tes terdiri dari butir soal, kunci jawaban,
kriteria dan hasil tes terlampir.
Blangko penilaian hasil tes formatif siklus I dan II sebagaimanadi
bawah ini :
Tabel 3.3
Blangko Nilai Hasil Tes Formatif Siklus I dan II
Temuan Awal Siklus I Siklus II
No Nama Siswa Kriteria Kriteria Kriteria
Nilai Nilai Nilai
Ketuntasan Ketuntasan Ketuntasan
1 Kurniato
2 Novia Sari H
3 Obby Aditya P
4 Sri Apit A
5 Aas Hamsiah
6 Agung Gumelar
7 Cici Damayanti
8 Deka Sapitri
9 Didin Rusidin
10 Elisa Febriyanti
11 Erna Pitri Haryanti
12 Intan Widianingsih
37
13 Jejen Prianto
14 Nadia
15 Novan T
16 Novie Trisnawati
17 Pondo Endang SS
18 Riyanto
19 Ruswanto
20 Sri Yulianti
21 Tasro
22 Tiya Nurhasanah
23 Tika Dwi F
24 Tri Widi I
25 Wantini
Jumlah
Rata-rata
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus
perbaikan. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dioleh teman sejawat yang
bertugas sebagai observer dengan uraian tugas melaksanakan kegiatan
observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Teman sejawat yang
bertugas melaksanakan kegiatan observasi pembelajaran adalah :
Nama : RUSMA, [Link]
NIP : 19620402 198608 1 002
Pekerjaan/Jabatan : Guru Kelas VI
Tugas : Mengobservasi Kegiatan Perbaikan
Pembelajaran.
E. Validitas Data
Untuk menjamin kebenaran data yang dikumpulkan dan dicatat dalam
penelitian maka dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk
mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam penelitian ini akan
digunakan teknik triangulasi. Menurut Lexy Moeleong (2000:178) Triangulasi
adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang
38
lain di luar data itu, untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data tersebut.
Validitas data dimaksudkan agar data yang dikumpulkan untuk
keperluan penelitian ini nantinya adalah data yang valid. Menurut Nasution
(1998 : 144) ada beberapa cara yang dilakukan agar kebenaran has'il
penelitian dapat dipercaya, yaitu dengan cara memperpanjang masa observasi,
pengamatan yang terus menerus, dan triangulasi
Dalam penelitian ini validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi.
Triangulasi dilakukan dengan maksud untuk mengecek kebenaran data yang
diperoleh dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber
lain. Kebenaran hasil wawancara dengan wali kelas dapat dibandingkan
dengan arsip atau dokumen maupun melalui pengarnatan ketika proses belajar
berlangsung. Triangulasi sumber data dilakukan untuk mengecek kebenaran
data dari guru kelas maupun anak. Sedangkan triangulasi metode dilakukan
dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk
mendapatkan data yang sama. Observasi dapat dicek kebenarannya dari arsip
atau dokumen dan wawancara..
F. Analisa Data
Pada penelitian tindakan kelas, data dianalisis sejak tindakan
pembelajaran dilakukan, dilambangkan selama proses refleksi sampai proses
penyusunan laporan. Analisis data ini dilakukan secara kualitatif melalui tiga
alur. Menurut Miles dan Hubermen (1992: 15-20) alur yang meliputi reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Sedang
39
menurut Sutama (2000:104) reduksi adalah proses pemilihan pemusatan
perhatian pada penyederhanaan dan transportasi dan komunikasi data kasar
yang muncul dari catatan tertulis di lapangan.
Dalam penelitian ini data diperoleh dari tes, observasi dan wawancara
terhadap pihak-pihak yang terkait langsung dalam proses belajar mengajar,
hasil reduksi berupa uraian singkat yang telah digolongkan dalam suatu
kegiatan tertentu. Penyajian data berupa sekumpulan infomasi dalam bentuk
teks naratif yang disusun, diatur serta diringkas dalam bentuk kategori
sehingga mudah dipahami makna yang terkandung didalamnya. Sedangkan
penarikan kesimpulan dilaksanakan secara bertahap yaitu dari kumpulan
makna setiap kategori disimpulkan sementara, kemudian diadakan vertifikasi
untuk menyimpulkan dengan tepat melalui diskusi bersama mitra kolaborasi
agar memperoleh derajat kepercayaan yang tinggi. Analisis data menggunakan
analisis deskriptif komperatif dengan grafik yaitu membandingkan kondisi
nilai tes awal, siklus I, setelah siklus II.
Selain itu pula akan ditentukan nilai minimum dan maksimum yang
diperoleh siswa pada setiap siklus. Siswa yang menguasai materi pelajaran
70% ke atas memperoleh skor 70 ke atas dari hasil belajarnya maka siswa
tersebut dianggap kompeten. Sedangkan perolehan hasil belajar di bawah 70
dianggap belum kompeten.
G. Indikator Kinerja
Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan prestasi
belajar ajar ketuntasan belajar siswa dalam mempelajari materi pembelajaran.
40
Siswa dinyatakan tuntas dengan kriteria mencapai penguasaan materi di atas
KKM atau mendapat nilai minimal 70. Adapun indikator yang digunakan
untuk mengukur peningkatan minat belajar adalah keterlibatan siswa secara
aktif dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas selama mengikuti
kegiatan pembelajaran. Siswa dinyatakan terlibat secara aktif jika siswa
memberikan respon aktif terhadap penjelasan dan pertanyaan yang diajukan
guru, aktif dalam melaksanakan tugas guru, aktif belajar dan bekerja
kelompok, serta aktif mengkomunikasi hasil proses pembelajaran.
Kriteria keberhasilan yang digunakan untuk mengukur tingkat
keberhasilan proses pembelajaran melalui upaya perbaikan pembelajaran
sebagai berikut :
1. Siswa dinyatakan tuntas apabila telah menguasai materi sedikitnya 70%
atau mendapat nilai 70.
2. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dinyatakan berhasil jika 75%
jumlah siswa tuntas belajar.
3. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil jika peningkatan
motivasi belajar siswa mencapai 75% lebih dari jumlah siswa.
H. Prosedur Pelaksanaan
Pelaksanaan dilaksanakan bersama guru Sekolah Dasar Negeri
Tambaksari 01 Kecamatan Wanareja. Guru dalam penelitian ini bertindak
sebagai peneliti, kepala sekolah dan guru kelas I sebagai observer dan
unsur-unsur yang terkait dalam tindakan yang dirancang. Hasil studi yang
41
diperoleh tersebut kemudian digunakan untuk menyusun rancangan
tindakan yang akan dilakukan.
Wardani, (2004 : 2.4), menyatakan bahwa perbaikan pembelajaran
dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari empat tahap
yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (action), mengamati (observation), dan
refleksi (reflection). Hubungan keempat komponen tersebut dipandang
sebagai siklus yang dapat digambarkan sebagai berikut:
Finish (Conclution)
Re-planing
Planing
Reflecting Acting Re-Acting
Observing
Re-observing
Gambar 3.1 Daur PTK dalam 2 Siklus
Secara terperinci prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas
dengan menerapak metode inquiri pada pembelajatan IPS materi
1. Siklus I
Kegiatan yang akan dilaksanakan pada siklus I dalam penelitian ini
antara lain : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi
a. Perencanaan
Tahap ini meliputi kegiatan :
42
1) Merancang skenario pembelajaran berupa RPP
2) Merancang rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan metode
inquiri
3) Menyiapkan LKS
4) Menyiapkan lembar pengamatan siswa
5) Menyusun alat evaluasi
b. Pelaksanaan tindakan
Pada siklus I ini kegiatan pembelajaran diawali dengan apersepsi,
dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa seputar meteri
pembelajaran yang akan disajikan, dan dilanjutkan dengan
menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa.
Selanjutnya siswa diberi penjelasan secara singkat mengenai
pengertian teknologi, jenis-jenis teknologi serta perkembangan
teknologi transportasi. Mencari informasi tentang kegiatan produksi
yang ada di lingkungan sekitar, penggunaan teknologi transportasi
yang dilakukan di masyarakat. Untuk memperoleh informasi yang
selengkap-lengkapnya anak diberi kebebasan untuk melakukan
wawancara terhadap nara sumber yang ada di lokasi rumah produk
tersebut, setelah selesai melakukan observasi, maka masing-masing
kelompok menyusun hasil kunjungannya dan melaporkan hasil
kunjungannya tersebut dalam forum diskusi kelas dan kelompok
yang lain lain menanggapinya. Sebagai langkah akhir dari siklus I
ini, untuk memperoleh data hasil belajar siswa maka diadakan
43
evaluasi sebagai refleksi di akhir pembelajaran siklus I , dengan
tujuan untuk mengukur sejauh mana siswa dapat memahami informasi
pembelajaran
c. Observasi
Baik dari sisi siswa maupuin guru. Apakah selama KBM
berlangsung menunjukkan hal-hal yang diinginkan oleh guru atau
peneliti seperti disiplin, motivasi belajar, komunikasi siswa
dengan siswa,siswa dengan guru atau guru dengan siswa ,aktivitas
belajar, kerjasama, tanggung jawab atau juga penampilan guru
manakala sedang mengajar.
d. Refleksi
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah analisis-
sintesis- interprestasi dan penjelasan terhadap semuan informasi
yang diperoleh, dari mulai aktivitas guru dalam hal pengelolaan
kelas, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa yang
diperoleh selama kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil penilaian siswa baik secara kelompok maupun secara
individu, dianalisis untuk menentukan tindakan pada siklus
berikutnya. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dikelompokkan
ke dalam kategori kurang, cukup, baik dan baik [Link]
melaksanakan tindakan berikutnya pada siklus II guru memberikan
tindak lanjut berupa perbaikan dan pengayaan berupa pemberian tugas
rumah yang berisi tentang penyelidikan permasalahan yang ada di
44
lingkungan tempat siswa tinggal. Intinya siswa ditugaskan untuk
melakukan observasi dan penyelidikan tentang permasalahan yang
ada di lingkungan masyarakat dimana siswa tinggal. Tempat
penyelidikan tiap kelompok akan berbeda sehingga hasilnya dari
observasi tiap kelompok tidak sama.
2. Siklus II
Seperti halnya siklus pertama, siklus II pun terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan-kegiatan
tersebut adalah :
a. Perencanaan
Membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi
pada siklus pertama sesuai dengan bahan atau materi ajar dalam
kompetensi dasar yang dipilih dengan mempersiapkan bagaimana
siswa belajar dan bagaimana guru memfasilitasi supaya siswa
belajar sesuai harapan juga mempersiapkan sarana dan prasarana
(media, alat dan sumber belajar) yang dibutuhkan dalamkegiatan
belajar mengajar yang dikaitkan saat melakukan siklus I terutama
kekurangan-kekurangan yang mesti diperbaiki dalam siklus II ini.
b. Pelaksanaan
Pada tindakan kedua materi yang akan disajikan masih
dalam materi yang sama. Untuk lebih mengembangkan
pemahaman anak tentang perkembangan teknologi maka dilakukan
45
tindakan yang serupa pada siklus II, tindakan yang akan dilakukan
dalam siklus II adalah sebagai berikut :
1) Apersepsi (menghubungkan materi yang telah diberikan dengan
materi yang akan disampaikan pada siklus II).
2) Menyampaikan tujuanpembelajaran yang hendak dicapai.
3) Guru membagikan LKS yang telah dipersiapkan pada tiap
kelompok yang telah dibentuk sebelumnya.
4) Dalam pembelajaran pada siklus II ini, siswa diberi
pengarahan tentang bagaimana cara memperoleh informasi dari
lingkungan masyarakat setempat.
5) Siswa mengerjakan LKS sesuai petunjuk.
6) Siswa menyusun laporan kemudian dilaporkan.
7) Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di depan kelas, dengan
diberi tanggapan dari siswa lain dan dari guru.
8) Materi disimpulkan secara bersama-sama.
9) Mengadakan evaluasi akhir. Hasil evaluasi dianalisis oleh
peneliti (guru) untuk menentukan tindak lanjut berikutnya, baik
berupa pengayaan ataupun perbaikan.
c. Pengamatan
Pelaksanaan tahap observasi bersamaan dengan tahap
pelaksanaan tindakan. Observasi secara lebih operasional dalah
proses penilaian melalui pengamatan obyek tertentu, dalam hal
ini adalah peserta didik selama proses pembelajaran IPS berdasarkan
46
instrument tertentu. Kegiatan inti dalam tahap ini adalah
menghimpun data melalui alat pengumpul data (instrument) untuk
dapat menghasilkan temuan dan masukan yang diperoleh selama
kegiatan tindakan berlangsung dalam upaya memodifikasi dan
merencanakan kembali tindakan yang akan dilakukan dalam
mencapai tujuan yang diharapkan. Pengamatan terhadap aktivitas
belajar siswa dan guru saat mengajar berlangsung dengan
menunjukan perkembangan aktivitas belajar. Hal yang diamati masih
sama pada waktu siklus I, seperti minat, kerjasama,
disiplin,motivasi/semangat belajar, dan presentasi ketika melaporkan
hasil kerja kelompok.
d. Refleksi
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus
III dan menganalisis hasil penelitian serta membuat kesimpulan
atas pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode
quantum teaching dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam
mata pelajaran IPS khususnya dalam materi perkembangan
teknologi transportasi. Hasil yang didapatkan dalam tahap
observasi dikumpulkan dan dianalisis dalam tahap ini. Dari hasil
observasi guru dapat merefleksi dengan melihat data dalam
observasi, apakah kegiatan yang dilakukan telah dapat
meningkatkan hasil belajar siswa untuk menentukan keberhasilan
proses perbaikan pembelajaran yang sedang dilaksanakan.