BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kepuasan
Menurut Tjiptono (2012) terdapat lima dimensi pokok untuk mengukur
kualitas layanan. Dimensi pokok tersebut antara lain :
1. Responsiveness (ketanggapan), yaitu kemampuan petugas memberikan
pelayanan kepada pasien dengan cepat. Pelayanan Puskesmas dalam
ketanggapan adalah lama waktu menunggu pasien mulai dari mendaftar
sampai mendapat pelayanan tenaga kesehatan.
2. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan petugas memberikan pelayanan
kepada pasien dengan tepat. Pelayanan Puskesmas dalam hal kehandalan
adalah penilaian pasien terhadap kemampuan tenaga kesehatan.
3. Assurance (jaminan), yaitu kemampuan petugas memberikan pelayanan
kepada pasien sehingga dipercaya. Pelayanan Puskesmas dalam hal jaminan
adalah kejelasan tenaga kesehatan memberikan informasi tentang penyakit
dan obatnya kepada pasien.
4. Empaty (perhatian), yaitu kemampuan petugas membina hubungan,
perhatian, dan memahami kebutuhan pasien. Pelayanan Puskesmas dalam
hal empati adalah keramahan petugas kesehatan dalam menyapa dan
berbicara, keikutsertaan pasien dalam mengambil keputusan pengobatan,
5
6
dan kebebasan pasien memilih tempat berobat dan tenaga kesehatan,
serta kemudahan pasien rawat inap mendapat kunjungan keluarga.
5. Tangible (bukti langsung), yaitu ketersediaan sarana dan fasilitas fisik yang
dapat langsung dirasakan oleh pasien. Pelayanan Puskesmas dalam hal bukti
langsung adalah kebersihan ruangan pengobatan.
Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien :
1. Pendekatan atau perilaku petugas
2. Perasaan pasien pada saat pertama kali datang
3. Mutu informasi yang diterima
Menurut Permenpan No. 14 Tahun 2017, Indeks Kepuasan Masyarakat
adalah hasil pengukuran dari kegiatan Survei Kepuasan Masyarakat berupa angka.
Angka ditetapkan dengan skala 1 (satu) sampai dengan 4 (empat). Survei
Kepuasan Masyarakat adalah kegiatan pengukuran secara komprehensif tentang
tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Unsur survei Kepuasan Masyarakat adalah
unsur-unsur yang menjadi indikator pengukur kepuasan masyarakat terhadap
penyelenggaraan pelayanan publik.
Adapun unsur-unsur survei kepuasan masyarakat yang menjadi instrumen
pengukuran meliputi :
7
1. Persyaratan
Persyaratan adalah syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan suatu jenis
pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administratif.
2. Sistem, Mekanisme dan Prosedur
Prosedur adalah tata cara pelayanan yang dilakukan bagi pemberi dan
penerima pelayanan.
3. Waktu Penyelesaian
Waktu Penyelesaian adalah jangka waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan.
4. Biaya/Tarif
Biaya adalah ongkos yang dikenakan kepada penerima layanan dalam
mengurus data/atau memperoleh layanan dari penyelenggara yang besarnya
ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara penyelenggara dan masyarakat.
5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan
Produk spesifikasi jenis pelayanan adalah hasil pelayanan yang diberikan dan
diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Produk layanan ini
merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan.
6. Kompetensi Pelaksana
Kompetensi pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana
meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan dan pengalaman.
8
B. Puskesmas
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan yang didasarkan pada
kebutuhan dan kondisi masyarakat, Puskesmas dapat dikategorikan berdasarkan
kemampuan penyelenggaraan, yaitu:
1. Puskesmas Non Rawat Inap
Merupakan Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap,
kecuali pertolongan persalinan normal.
2. Puskesmas Rawat Inap
Merupakan Puskesmas yang diberi tambahan sumber daya untuk
menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan
pelayanan kesehatan.
Berdasarkan karakteristik wilayah kerjanya Puskesmas dikategorikan
menjadi :
1. Puskesmas Kawasan Perkotaan
Merupakan Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan yang
memenuhi paling sedikit 3 (tiga) dari 4 (empat) kriteria kawasan perkotaan,
yaitu :
9
a. Aktivitas lebih dari 50% (lima puluh persen) penduduknya pada sektor
non agraris, terutama industri, perdagangan dan jasa;
b. Memiliki fasilitas perkotaan antara lain sekolah radius 2,5 km, pasar
radius 2 km, memiliki rumah sakit radius kurang dari 5 km, bioskop,
atau hotel;
c. Lebih dari 90% (sembilan puluh persen) rumah tangga memiliki listrik;
d. Terdapat akses jalan raya dan transportasi menuju fasilitas perkotaan
sebagaimana dimaksud pada huruf b.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas kawasan perkotaan
memiliki karakteristik :
a. Memprioritaskan pelayanan UKM
b. Pelayanan UKM dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat
c. Pelayanan UKP dilaksanakan oleh Puskesmas dan fasilitas pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat
d. Optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
e. Pendekatan pelayanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan
permasalahan yang sesuai dengan pola kehidupan masyarakat perkotaan.
2. Puskesmas Kawasan Pedesaan
Merupakan Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan yang
memenuhi paling sedikit 3 (tiga) dari 4 (empat) kriteria kawasan pedesaan,
yaitu :
a. Aktivitas lebih dari 50% (lima puluh persen) penduduk sektor agraris
10
b. Memiliki fasilitas antara lain sekolah radius lebih dari 2,5 km, pasar dan
perkotaan radius lebih dari 2 km, memiliki rumah sakit radius lebih dari
5 km, tidak memiliki fasilitas berupa bioskop atau hotel;
c. Rumah tangga dengan listrik kurang dari 90% (sembilan puluh persen)
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas kawasan pedesaan
memiliki karakteristik :
a. Pelayanan UKM dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat
b. Pelayanan UKP dilaksanakan oleh Puskesmas dan fasilitas pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat
c. Optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
d. Pendekatan pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan pola
kehidupan masyarakat perdesaan
3. Puskesmas Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil
Merupakan Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan dengan
karakteristik :
a. Berada di wilayah yang sulit dijangkau atau rawan bencana, pulau kecil,
gugus pulau atau pesisir
b. Akses transportasi umum rutin 1 kali dalam 1 minggu, jarak tempuh
pulang pergi dari ibukota kabupaten memerlukan waktu lebih dari 6 jam,
dan transportasi yang ada sewaktu-waktu dapat terhalang iklim atau
cuaca
c. Kesulitan pemenuhan bahan pokok dan kondisi keamanan yang stabil
11
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas kawasan terpencil
dan sangat terpencil memiliki karakteristik :
a. Memberikan pelayanan UKM dan UKP dengan penambahan
kompetensi tenaga kesehatan
b. Dalam pelayanan UKP dapat dilakukan penambahan kompetensi dan
kewenangan tertentu bagi dokter, perawat dan bidan
c. Pelayanan UKM diselenggarakan dengan memperhatikan kearifan lokal
d. Pendekatan pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan pola
kehidupan masyarakat di kawasan terpencil dan sangant terpencil
e. Optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
f. Pelayanan UKM dan UKP dapat dilaksanakan dengan pola gugus
pulau/cluster dan/atau pelayana kesehatan bergerak untuk meningkatan
aksesibilitas.
C. Puskesmas Waru
Puskesmas Waru terletak di Pusat Kecamatan Waru Kabupaten Penajam
Paser Utara dan merupakan Unit Pelayanan Kesehatan tingkat dasar yang berada
di jalan Poros Penajam – Banjarmasin dengan batas wilayah adalah sebagai
berikut : Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Petung, sebelah Selatan
berbatasan dengan laut/Selat Makassar, Sebelah Barat berbatasan dengan
Kelurahan Babulu dan Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat.
Puskesmas Waru adalah Puskesmas Induk yang melayani 4 (empat)
12
Kelurahn/Desa, terdiri dari 1 (satu) Kelurahan dan 3 (tiga) Desa dan membawahi
5 (lima) Puskesmas Pembantu yang tersebar di Tingkat Desa / Kelurahan masing
– masing. Jumlah penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Waru berjumlah
18.852 jiwa.
D. Pelayanan Kefarmasian
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 74 Tahun
2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Pelayanan
Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari
pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas harus
mendukung tiga fungsi pokok Puskesmas, yaitu sebagai pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat
pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi pelayanan kesehatan
perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pelayanan Kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuan
untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah Obat dan masalah
yang berhubungan dengan kesehatan. Tuntutan pasien dan masyarakat akan
peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskan adanya perluasan dari
paradigma lama yang berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadi
paradigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi
Pelayanan Kefarmasian (pharmaceutical care).
13
Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputi :
1. Pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai, meliputi :
a. Perencanaan kebutuhan
b. Permintaan
c. Penerimaan
d. Penyimpanan
e. Pendistribusian
f. Pengendalian
g. Pencatatan, pelaporan dan pengarsipan
h. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan
2. Pelayanan farmasi klinik, meliputi :
a. Pengkajian resep, penyerahan obat dan pemberian informasi obat
b. Pelayanan informasi obat (PIO)
c. Konseling
d. Ronde/visite pasien rawat inap
e. Pemantauan dan pelaporan efek samping obat
f. Pemantauan terapi obat
g. Evaluasi penggunaan obat
E. Pelayanan Obat
Pelayanan obat adalah proses kegiatan yang meliputi teknis dan non teknis
yang harus dikerjakan mulai dari menerima resep dokter sampai pada penyerahan
obat kepada pasien. Tujuan pelayanan obat adalah agar pasien mendapatkan obat
14
sesuai dengan resep dokter dan mendapatkan informasi bagaimana cara
menggunakannya.
F. Pelayanan Informasi Obat
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 74 Tahun
2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas pelayanan informasi
obat merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Apoteker untuk
memberikan informasi secara akurat, jelas dan terkini kepada dokter, apoteker,
perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien.
Tujuan pelayanan informasi obat adalah :
1. Menyediakan informasi mengenai Obat kepada tenaga kesehatan lain di
lingkungan Puskesmas, pasien dan masyarakat.
2. Menyediakan informasi untuk membuat kebijakan yang berhubungan dengan
Obat (contoh: kebijakan permintaan Obat oleh jaringan dengan
mempertimbangkan stabilitas, harus memiliki alat penyimpanan yang
memadai).
3. Menunjang penggunaan Obat yang rasional.