MAKALAH
PENGUKURAN & ALAT UKUR
OSILOSKOP/CRO
( CATHODE RAY OSSCILLOSCOPE )
Disusun Oleh:
Ahmad Raihan Maulana
( 211321006 )
Dosen Pengampu:
Ir. Hari Purnama S. T, M. Eng
Program Studi Diploma III
Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Bandung
2021
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Berkat rahmat dan karunia-Nya, terselesaikanlah Makalah ini, yang berjudul
“OSILOSKOP/CRO” dengan semaksimal mungkin.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengukuran &
Alat ukur, pada semester 1 Tahun 2021/2022.
Saya menyadari Laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Saya
mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar kedepannya Laporan ini dapat lebih
baik lagi.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk menambah wawasan
dan pengetahuan.
Bandung,17 Desember 2021
AHMAD RAIHAN MAULANA
(211321006)
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................ 2
Daftar Isi................................................................ Error! Bookmark not defined.
Daftar Isi Gambar……………………………………………………………...4
Bab 1 Pendahuluan ............................................................................................ 5
1.1 Latar Belakang. ........................................................................................ 5
1.2 Tujuan ...................................................................................................... 5
Bab 2 Isi ............................................................................................................... 6
2.1 Definisi Osiloskop ................................................................................... 6
2.2 Fungsi Utama Osiloskop.......................................................................... 7
2.3 Jenis – jenis Osiloskop............................................................................. 7
2.4 Komponen – komponen Osiloskop ....................................................... 10
2.5 karakteristik pengukuran Osiloskop ...................................................... 12
2.6 Cara kerja Osiloskop ............................................................................. 15
Bab 3 Kesimpulan Saran ................................................................................. 18
Kesimpulan ......................................................................................................... 18
Saran…. .............................................................................................................. 18
Daftar Pustaka………………………………………………………………...19
3
DAFTAR ISI GAMBAR
Gambar 2.1 Dimensi analogi sumbu X (Waktu) dan sumbu Y (Tegangan) ........ 5
Gambar 2.2 Osiloskop Analog (Layar Tabung kaca) .......................................... 7
Gambar 2.3 Osiloskop Digital (Layar LCD) ....................................................... 8
Gambar 2.4 Komponen Osiloskop. ...................................................................... 9
Gambar 2.5 Rumus Tegangan………………………………………………….14
Gambar 2.6 Pengukuran Phasa…………………………………………………15
Gambar 2.7 Rumus Pengukuran Beda Phasa…………………………………..16
Gambar 2.8 Beda Phasa dan Beda Prekunsi……………………………………16
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Osiloskop sebuah alat untuk pengukuran dan Analisa bentuk gelombang dan gejala
lain dalam rangkaian elektronik, Osiloskop merupakan serangkaian alat untuk mengamati
sinyal – sinyal yang masuk pada osiloskop. Untuk kemudian di teliti hasil keluaran dari
masuknya sinyal tersebut. Amplitudo dan perido dapat di cari dengan menggunakan
osiloskop. Osiloskop dapat menunjukan sinyal dengan isyarat sinusoida, persegi dan
periode pada Lissajous. Amplitudo ditunjukan pada arah vertical dan periode pada arah
horizontal, Lalu besar sudut fasa &frekuensinya. Juga dapat diamati dari osiloskop.
Osiloskop salah satu alat ukur yang dapat menampilkan bentuk dari sinyal listik,
dalam bidang elektonika, osiloskop merupakan instrumen ukur yang memilki posisi yang
sangat vital mengingat sifatnya yang mampu menampilma bentuk gelombang yang di
hasilkan oleh rangkaian yang sedang diamati, Dengan osiloskop kita dapat menetahui dan
mengamati frkuensi, periode dan tegangan AC atau DC, fasa dan berbagai bentuk
gelombang dari sinyal.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam mengenai Osiloskop.
2. Untuk mengetahui apa saja fungsi, jenis, dan komponen Osiloskop.
3. Untuk mengetahui cara kerja Osiloskop agar dapat mengoprasikan nya.
4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pengukuran & Alat ukur”
5
BAB II
ISI
2.1 Definisi Osiloskop
Osiloskop merupakan alat ukur elektronika yang fungsinya memproyeksikan bentuk
sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Pada osiloskop dilengkapi dengan tabung
sinar katode (Cathode Ray Tube). Kemudian peranti pemancar elektron akan
memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode ( Cathode Ray Tube).
Sorotan elektron tersebut membekas pada layar. Rangkaian khusus dalam osiloskop akan
menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Proses pengulangan ini
menyebabkan bentuk sinyal yang berkelanjutan sehingga dapat dipelajari. Osiloskop
dapat digunakan untuk merekam sinyal tegangan dari waktu ke waktu. Penganalisisan
logika akan merekam hingga 16 sinyal logika independen untuk sinyal digital.
Serangkaian komponen masukan dan keluaran logika yang disederhanakan tersebut dapat
mempermudah penyidikan rangkaian digital..
Sehingga dengan alat osiloskop, bentuk gelombang sinyal atau frekuensi listrik dari
suatu rangkaian elektronika dapat diketahui secara detail. Osiloskop akan menampilkan
hasil pengukuran berupa gambar grafik dua sumbu atau dimensi analogi sumbu X
(Waktu) dan sumbu Y (Tegangan).
Gambar 2.1 ( Dimensi analogi sumbu X {Waktu} dan sumbu Y {Tegangan} )
6
2.2 Fungsi Osiloskop
1. Mengukur jumlah frekuensi dan gelombang
2. Menganalisa gejala gelombang yang bersifat periodic
3. Untuk mengetahui bentuk gelombang dari suatu tegangan.
4. Untuk menganalisa gelombang dan fenomena lain dalam sebuah rangkaian
elektronika.
5. Untuk melihat dan membaca emplitudo, tegangan, periode dan frekuensi dari
sinyal yang tidak diketahui.
6. Untuk menganalisa tingkah laku besaran yang dapat berubah-ubah terhadap waktu
pada tampilan di layer
7. Untuk mengukur perubahan aliran (phasa) dari sinyal input.
8. Untuk mengetahui beda Fasa antara dua sinyal
9. Mengukur frekuensi dan tegangan AC/DC
2.3 Jenis – jenis Osiloskop
A. OSILOSKOP ANALOG
Osiloskop analog bekerja dengan cara menggambarkan bentuk-bentuk gelombang
listrik melalui gerakan pancaran elektron (electron beam) dalam sebuah tabung sinar
katode yang berjalan dari kiri ke kanan. Pancaran elektron 9 yang dipancarkan oleh
bagian electron gun akan membentur dinding layar tabung sinar katode sehingga elektron
pada lapisan fosfor layar akan ter-eksitasi dan mengakibatkan perpendaran atau nyala
pada layar, hal tersebutlah yang akan menjadi gambar bentuk dasar gelombang yang di
ukur oleh osiloskop
Pada osiloskop analog, pembetuk gelombang yang akan ditampilkan pada layar
diatur oleh sepasang lapisan pembelok (deflector plate) secara vertikal maupun secara
horizontal, pembelokan pancaran elektron dilakukan oleh lapisan tersebut dimana ketika
lapisan pembelok tersebut diberi sebuah tegangan tertentu maka akan mengakibatkan
pancaran elektron berbelok dengan harga tertentu pula. Sebagai contoh apabila tegangan
pada semua pelat tersebut adalah 0 (nol) Volt, maka pancaran elektron akan bergerak
lurus membentur layar sehingga pada layar hanya akan terlihat sebuah nyala titik
ditengah layar. Pengaturan tegangan pada lapisan pembelok tersebut akan berkaitan
terhadap pengaturan Time/Div untuk lapisan pembelok horizontal, dan berkaitan
terhadap pengaturan Volt/Div untuk lapisan pembelok vertical.
7
Cahaya yang dihasilkan oleh fosfor mempunyai waktu hidup yang sangat pendek
setelah pancaran elektron berlalu. Untuk fosfor yang sering digunakan pada tabung sinar
katode (CRT) adalah jenis P31, dimana fosfor jenis tersebut untuk cahaya yang
dihasilkan akan turun hingga ke suatu harga yang masih dapat dilihat dengan nyaman
dalam ruang yang bercahaya sedang dalam waktu 38 mikrodetik. Jika laju pancaran
elektron untuk meng-eksitasi ulang terjadi dibawah 1/38 mikrodetik atau sekitar 26 kHz,
maka akan terjadi penurunan cahaya secara dramatis pada layar.
Gambar 2.2 (Osiloskop Analog, Layar Tabung Kaca)
B. Osiloskop Digital
Jika pada osiloskop analog gelombang yang ditampilkan pada layar langsung
diberikan dari rangkaian lapisan pembelok pancaran elektron vertikal sehingga berkesan
“real time”, maka pada osiloskop digital gelombang yang akan ditampilkan terlebih
dahulu melalui tahap sampling (pencuplikan sinyal) dan kemudian data hasil sampling
tersebut diolah secara digital. Osiloskop digital menyimpan nilai-nilai tegangan hasil
sampling tersebut bersama dengan skala waktu gelombangnya pada memory sementara
sebelum kemudian ditampilkan. Pada prinsipnya osiloskop digital bekerja dengan cara
mencuplik sinyal (sampling), menyimpan data, memproses data, kemudian menampilkan
data hasil pemrosesan dan kemudian akan berulang kembali seperti itu.
Osiloskop digital mempunyai 2 (dua) cara untuk mencuplik sinyal masukan, yakni
dengan cara single shot atau real time sampling. Dengan kedua teknik ini, osiloskop
memperoleh semua cuplikan sinyal dengan satu event picu. Sayangnya laju cuplik
osiloskop digital akan membatasi lebar pita (bandwidth) osiloskop ketika beroperasi
dalam waktu nyata (realtime). Secara teori osiloskop digital membutuhkan masukan
8
dengan minimal 2 (dua) cuplikan per periode sinyal (gelombang) untuk merekonstruksi
suatu bentuk gelombang. Namun pada praktiknya, 3 (tiga) atau lebih cuplikan setiap
periode gelombang akan memberikan akurasi akuisisi yang lebih baik.
Apabila proses pencuplikan sinyal tidak dapat sama cepat dengan sinyal masukan
yang disamplingnya, maka osiloskop tidak akan dapat mengumpulkan suatu jumlah yang
cukup untuk merekonstruksi bentuk sinyal yang dicupliknya sehingga akan berakibat
menghasilkan suatu peragaan yang lain dari bentuk gelombang aslinya.
Dengan menggunakan metode alternatif lain yakni menggunakan equivalent-time
sampling osiloskop digital secara akurat dapat menangkap sinyalsinyal yang sifatnya
repetitif. Dengan menggunakan teknik ini, osiloskop digital menerima cuplikan-cuplikan
pada banya event-event picu yang kemudian secara berangsur-angsur merekonstruksi
keseluruhan bentuk gelombangnya. Namun hal ini hanya dapat diterapkan pada
bandwidth analog pada frekuensi tertentu saja.
Gambar 2.3 (Osiloskop Digital, Layar LCD)
9
2.4 Komponen - komponen Osiloskop.
Gambar 2.4 (Komponen Osiloskop)
Tombol/Sakelar dan Indikator Osiloskop
Tombol/Sakelar Kontrol dan Indikator Osiloskop berdasarkan gambar diatas adalah
seperti berikut ini :
• Tombol Power ON/OFF
Tombol Power ON/OFF berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan Osiloskop
• Lampu Indikator
Lampu Indikator berfungsi sebagai Indikasi Osiloskop dalam keadaan ON (lampu
Hidup) atau OFF (Lampu Mati)
• ROTATION
Rotation pada Osiloskop berfungsi untuk mengatur posisi tampilan garis pada
layar agar tetap berada pada posisi horizontal. Untuk mengatur rotation ini,
biasanya harus menggunakan obeng untuk memutarnya.
• INTENSITY
Intensity digunakan untuk mengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar
mudah dilihat.
• FOCUS
Focus digunakan untuk mengatur penampilan bentuk gelombang sehingga tidak
kabur
• CAL
CAL digunakan untuk Kalibrasi tegangan peak to peak (VP-P) atau Tegangan
puncak ke puncak.
• POSITION
Posistion digunakan untuk mengatur posisi Vertikal (masing-masing
Saluran/Channel memiliki pengatur POSITION).
• INV (INVERT)
Saat tombol INV ditekan, sinyal Input yang bersangkutan akan dibalikan.
10
• Sakelar VOLT/DIV
Sakelar yang digunakan untuk memilih besarnya tegangan per sentimeter
(Volt/Div) pada layar Osiloskop. Umumnya, Osiloskop memiliki dua saluran (dual
channel) dengan dua Sakelar VOLT/DIV. Biasanya tersedia pilihan 0,01V/Div
hingga 20V/Div.
• VARIABLE
Fungsi Variable pada Osiloskop adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas)
arah vertikal pada saluran atau Channel yang bersangkutan. Putaran Maksimum
Variable adalah CAL yang berfungsi untuk melakukan kalibrasi Tegangan 1 Volt
tepat pada 1cm di Layar Osiloskop.
• AC – DC
Pilihan AC digunakan untuk mengukur sinyal AC, sinyal input yang mengandung
DC akan ditahan/diblokir oleh sebuah Kapasitor. Sedangkan pada pilihan posisi
DC maka Input Terminal akan terhubung langsung dengan Penguat yang ada di
dalam Osiloskop dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar Osiloskop.
• GND
Jika tombol GND diaktifkan, maka Terminal INPUT akan terbuka, Input yang
bersumber dari penguatan Internal Osiloskop akan ditanahkan (Grounded).
• VERTICAL INPUT CH-1
Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 1 (Channel 1)
• VERTICAL INPUT CH-2
Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 2 (Channel 2)
• Sakelar MODE
Sakelar MODE pada umumnya terdiri dari 4 pilihan yaitu CH1, CH2, DUAL dan
ADD.
CH1 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 1 (Channel 1).
CH2 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 2 (Channel 2).
DUAL = Untuk menampilkan bentuk gelombang Saluran 1 (CH1) dan Saluran 2
(CH2) secara bersamaan.
ADD = Untuk menjumlahkan kedua masukan saluran/saluran secara aljabar. Hasil
penjumlahannya akan menjadi satu gambar bentuk gelombang pada layar.
• x10 MAG
Untuk pembesaran (Magnification) frekuensi hingga 10 kali lipat.
• POSITION
Untuk penyetelan tampilan kiri-kanan pada layar.
• XY
Pada fungsi XY ini digunakan, Input Saluran 1 akan menjadi Axis X dan Input
Saluran 2 akan menjadi Axis Y.
• Sakelar TIME/DIV
Sakelar TIME/DIV digunakan untuk memilih skala besaran waktu dari suatu
periode atau per satu kotak cm pada layar Osiloskop.
• Tombol CAL (TIME/DIV)
ini berfungsi untuk kalibrasi TIME/DIV
11
• VARIABLE
Fungsi Variable pada bagian Horizontal adalah untuk mengatur kepekaan
(sensitivitas) TIME/DIV.
• GND
GND merupakan Konektor yang dihubungkan ke Ground (Tanah).
• Tombol CHOP dan ALT
CHOP adalah menggunakan potongan dari saluran 1 dan saluran 2.
ALT atau Alternate adalah menggunakan saluran 1 dan saluran 2 secara
bergantian.
• HOLD OFF
HOLD OFF untuk mendiamkan gambar pada layar osiloskop.
• LEVEL
LEVEL atau TRIGGER LEVEL digunakan untuk mengatur gambar yang
diperoleh menjadi diam atau tidak bergerak.
• Tombol NORM dan AUTO
• Tombol LOCK
• Sakelar COUPLING
Menunjukan hubungan dengan sinyal searah (DC) atau bolak balik (AC).
• Sakelar SOURCE
Penyesuai pemilihan sinyal.
• TRIGGER ALT
• SLOPE
• EXT
Trigger yang dikendalikan dari rangkaian di luar Osiloskop.
2.5 Karakteristik Pengukuran Osiloskop
Selain beberapa fitur dasarnya, umumnya osiloskop juga dilengkapi dengan alat
pengukuran yang bisa mengukur frekuensi, amplitudo dan karakteristik gelombang sinyal
listrik. Secara umum, osiloskop bisa mengukur karakteristik berbasis waktu atau tima dan
juga karakteristik berbasis tegangan atau voltage
A. Karakteristik Berbasis Waktu
• Frekuensi dan Periode
Frekuensi adalah jumlah getaran yang dihasilkan selama 1 detik dan dinyatakan dengan
Hertz. Sementara periode merupakan kebalikan dari frekuensi yakni waktu yang
diperlukan untuk menempuh satu kali getaran yang umumnya dilambangkan dengan "t"
satuan detik.
12
Kemampuan osiloskop dalam mengukur maksimum frekuensi akan berbeda beda
tergantung dari tipe osiloskop yang dipakai. Ada osiloskop yang bisa mengukur
100MHZ, 20 MHZ dan juga 5MHZ.
• Duty Cycle [Siklus Kerja]
Duty cycle merupakan perbandingan waktu pada saat sinyal mencapai kondisi ON dan
pada saat kondisi OFF dalam sebuah periode sinyal. Dengan kata lain duty cycle ayau
siklus kerja merupakan perbandingan lama antara kondisi ON dan juga kondisi OFF pada
sebuah sinyal di setiap periode.
• Rise dan Fall Time
Rise time merupakan waktu perubahan sinyal atau durasi dari sinyal rendah ke sinyal
tinggi seperti dari 0V ke 5V. Sementara fall time merupakan waktu perubahan sinyal atau
durasi dari sinyal tinggi ke sinyal rendah seperti perubahan dari 5V ke 0V dimana
karakteristik ini sangat penting ketika mengukur respon sebuah rangkaian terhadap
sinyalnya.
B. Karakteristik Berbasis Tegangan
• Amplitudo
Amplitudo merupakan alat ukur besarnya sebuah sinyal atau biasa disebut dengan
tingginya puncak gelombang. Ada beberapa cara pengukuran amplitudo seperti
pengukuran dari puncak tertinggi ke puncak terndah [Vpp] dan ada juga yang mengukur
salah satu puncaknya saja baik yang tertinggi atau yang terendah dengan sumbu X atau
0V.
• Tegangan Maksimum dan Minimum
Osiloskop bisa dengan mudah untuk menampilkan tegangan maksimum dan minimum
pada sebuah rangkaian elektronika.
• Tegangan Rata Rata
Osiloskop bisa melakukan perhitungan pada tegangan sinyal yang diterima dan
menampilkan hasil tegangan rata rata sinyal tersebut.
• Kinerja dan Spesifikasi Osiloskop
Tidak semua osiloskop memiliki cara kerja yang sama karena tergantung dari spesifikasi
pada osiloskop tersebut. Beberapa spesifikasi penting pada osiloskop yang menentukan
kinerja osiloskop diantaranya adalah:
13
• Bandwidth [Lebar Pita]
Bandwidth akan menentukan rentang frekuensi yang bisa diukur dengan memakai
osiloskop. Contohnya adalah 100MHZ, 20 MHZ atau 10 MHZ.
• Digital Analog
Osiloskop bisa digolongkan menjadi dua jenis yakni osiloskop analog dan juga osiloskop
digital. Osiloskop analog memakai tegangan yang diukur untuk menggerakan berkas
elektron dalam tabung gambar untuk menampilkan bentuk gelombang yang diukur.
Sementara osiloskop digital memakai analog ti digital converter [ADC] untuk mengubah
besaran tegangan menjadi besaran digital. Biasanya, osiloskop analog memiliki lebar pita
atau bandwidth yang lebih rendah, fitur lebih sedikit dibandingkan dengan osiloskop
digital. Namun osiloskop analog mempunyai respon yang lebih cepat.
• Jumlah Channel [Kanal]
Osiloskop yang bisa membaca lebih dari satu sinyal dalam waktu bersamaan dan
menampilkannya pada layar secara simultan. Kemampuan ini akan tergantung dari kanal
yang dimiliki. Namun umumnya, osilosokp yang ditemukan di pasaran mempunyai 2
hingga 4 kanal.
• Sampling Rate
Sampling rate hanya ada pada osilosko digital yakni berapa kali sinyal tersebut dibaca
dalam satu detik.
• Rise Time
Spesifikasi rise time pada osiloskop menunjukkan seberapa cepat osiloskop tersebut
mengukur perubahan sinyal naik dari yang terendah menuju ke yang tertinggi.
• Maximum Input Voltage
Setiap alat elektronik mempunyai batang tegangan input termasuk juga pada osiloskop.
Apabila sinyal melebihi batas tegangan yang ditentukan, maka osiloskop tersebut bisa
rusak.
• Vertical Sensitivity [Sensitivitas Vertikal]
Nilai vertical sensitivity menunjukkan kemampuan penguatan vertikal untuk memperkuat
sinyal lemah pada osiloskop dan vertical sensitivity bisa diukur dengan satuan volt per
div.
• Time Base
Time base menunjukkan kisaran sensitivitas pada horizontal atau sumbu waktu.
Sedangkan nilai time base diukur dengan satuan second per div.
14
2.6 Cara Kerja Osiloskop
Komponen utama pada sebuah osiloskop yakni tabung sinar katoda (CRT). Prinsip
kerja yang dimiliki tabung sinar katoda adalah :
Katoda akan memancarkan elekton yang akan menumbuk bidang gambar yang
diliapisi oleh zat yang bersifat fluorecent. Bidang gambar ini berperan sebagai Anoda.
Arah gerak elektron sangat dipengaruhi oleh medan listrik dan medan [Link]
sinar katoda osiloskop mengandung medan gaya listrik yang dapat mempengaruhi gerak
elektron ke arah anoda. Medan listrik ini dihasilkan oleh lempeng kapasitor yang telah
dipasang secara vetikal, sehingga akan membentuk garis lurus vertikal dinding
[Link], apabila pada lempeng horizontal dipasang tegangan periodik, maka
elektron yang pada mulanya bergerak secara vertikal akan bergerak secara horizontal
dengan laju yang tetap. Sehingga terbentuk grafik sinusoidal pada gambar.
A. Mengukur tegangan AC
Dengan Osiloskop Tegangan AC (Alternating Current) sering dikenal dengan
Tegangan Bolak Balik merupakan listrik yang arah arusnya selalu berubah-ubah atau
bolak-balik. Pada umumnya tegangan AC berbentuk gelombang sinus. Dengan
menggunakan osiloskop, kita dapat mengukur tegangan AC tersebut dan dapat melihat
tampilan gelombang AC-nya. Sebelum melakukan pengukuran tegangan AC pada
Osiloskop, lakukan persiapan untuk mengatur berikut ini :
a) ON-kan Osiloskop.
b) Sakelar TIME/DIV diputar ke 5msec (5 mili detik)
c) Sakelar Volt atau DIV diputar ke 5 volt (artinya 1 kotak atau 1 Div pada layar
Osiloskop adalah 5 Volt)
d) Pasangkan probe pada terminal yang akan diukur.
e) Hitung tegangan AC berdasarkan gelombang yang ditampilkan.
f) Tegangan puncak adalah 2 kotak atau 2 DIV, Sakelar VOLT/DIV yang kita setting
adalah 5 Volt maka hasil perhitungannya adalah 10 Volt ( 2 DIV x 5 Volt = 10 Volt)
g) Sedangkan tegangan puncaknya adalah 20 Volt dengan perhitungan sebagai berikut
: (4 DIV x 5 Volt = 20 Volt)
Gambar 2.5 (Rumus Tegangan)
15
B. Mengukur Frekuensi dengan Osiloskop
Pada dasarnya frekuensi adalah jumlah siklus gelombang dalam satu detik yang
biasanya dilambangkan dengan “f”. Satuan dari frekuensi ini adalah Hertz (Hz). Untuk
mengukur frekuensi pada osiloskop, kita perlu mengetahui perioda sebuah gelombang
sinus dengan cara melihat layar pada osiloskop. Yang dimaksud perioda adalah waktu
yang dibutuhkan satu siklus pengulangan secara lengkap. Perioda biasanya dilambangkan
dengan “T”, satuan perioda adalah detik (second). Dari gelombang sinus yang
ditampilkan pada layar Osiloskop. Rumus Menghitung Frekuensi :
𝑓=1𝑇
Dimana : f = Frekuensi (Hz) T = Periode (Second) Cara perhitungan periode (T) adalah
mengalikan jumlah divisi satu siklus gelombang dengan nilai waktu yang di setting.
C. Mengukur beda phasa
Beda phasa dapat diukur dengan rangkaian C1 danR1. Tegangan U1 menampakkan
tegangan catu darigenerator AC. Tegangan U2 dibagi dengan nilai resistor R1
representasi dari arus listrik AC. Pergeseran phasa U1 dengan U2 sebesar Dx.
• Metode Lissajous
Dua sinyal dapat diukur beda phasanya dengan memanfaatkan input vertikal(kanal
Y) dan horizontal (kanal-X). Dengan menggunakan osiloskop dua kanal
dapatditampilkan beda phasa yang dikenal dengan metode Lissajous.
Gambar 2.6 (Pengukuran phasa)
16
Bila beda phasa antara 2 sinyal adalah 0° − 90°, maka berlaku :
Gambar 2.7 (Rumus pengukuran beda phasa)
Beda pasa dan beda frekuensi model lissajous
Gambar 2.8 (Beda Phasa dan beda Prekuensi)
17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Osiloskop / CRO (Cathode-Ray Oscilloscope merupakan alat ukur yang
digunakan untuk mengukur tegangan listrik, beserta frekuensi dan fasenya, sekaligus
menampilkan bentuk sinyal dari tegangan tersebut. Terdapat dua jenis osiloskop yaitu
osiloskop digital dan osiloskop analag. Kedua osiloskop tersebut memiliki fungsi yang
sama namun cara yang berbeda.
3.2 Saran
Karena tidak adanya hasil penelitian dalam makalah ini maka di sarankan untuk
memperaktekan osiloskop terlebih dahulu agar lebih memahami dan menguasai
osiloskop tersebut dengan semaksimal mungkin.
18
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]
2. [Link]
osiloskop&aqs=chrome..69i57j0i333l5.5538j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]
7. [Link]
osiloskop/
19