0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan9 halaman

Ujian Kompetensi Juru Ledak Kelas II

Soal ujian kompetensi juru ledak kelas II memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai aturan penyimpanan, penanganan, dan penggunaan bahan peledak secara aman dan benar. Beberapa poin pentingnya adalah lokasi penyimpanan bahan peledak harus jauh dari lingkungan, persediaan detonator harus seimbang dengan bahan peledak, serta larangan membawa benda logam dan api saat memasuki gudang penyimpanan.

Diunggah oleh

Robertomikson
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan9 halaman

Ujian Kompetensi Juru Ledak Kelas II

Soal ujian kompetensi juru ledak kelas II memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai aturan penyimpanan, penanganan, dan penggunaan bahan peledak secara aman dan benar. Beberapa poin pentingnya adalah lokasi penyimpanan bahan peledak harus jauh dari lingkungan, persediaan detonator harus seimbang dengan bahan peledak, serta larangan membawa benda logam dan api saat memasuki gudang penyimpanan.

Diunggah oleh

Robertomikson
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL UJIAN KOMPETENSI JURU LEDAK KELAS II

Soal Multiple Choice (Pilihan Ganda)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dengan cara memilih jawaban yang benar di bawah ini

1. Untuk mempersiapkan bahan peledak dan peledakannya:


a. Harus dilakukan oleh orang yang memiliki KIM (Kartu Izin Meledakkan)
b. Harus dilakukan oleh orang yang punya sertifikat
c. Harus dilakukan oleh pihak Kepolisian
d. Harus dilakukan oleh Kepala Teknik Tambang

2. Lokasi gudang bahan peledak harus:


a. Di dekat kantor, agar mudah diawasi
b. Di dekat tangki bahan bakar, karena sama-sama barang berbahaya
c. Pada jarak yang aman terhadap lingkungan sekitarnya
d. Di dekat lokasi penambangan

3. Sekeliling gudang penimbunan bahan peledak dengan tanggul tanah, dengan:


a. Tinggi 1 meter dan lebar bagian atas 2 meter
b. Tinggi 2 meter dan lebar bagian atas 1 meter
c. Tinggi 2 meter dan lebar bagian atas 2 meter
d. Tinggi 1 meter dan lebar bagian atas 1 meter

4. Penempatan gudang bahan peledak di bawah tanah pada sistem penambangan bawah
tanah adalah:
a. Paling dekat 25 meter dari sumur tambang (sahft)
b. Paling dekat 50 meter dari sumur tambang (shaft)
c. Paling dekat 100 meter dari sumur tambang (shaft)
d. Paling dekat 125 meter dari sumur tambang (shatt)

5. Gudang bahan peledak di atas tanah harus dilindungi dengan penangkal petir yang harus
diperiksa paling sedikit:
a. Satu bulan sekali dan setiap terjadi petir yang hebat
b. Tiga bulan sekali dan setiap terjadi petir yang hebat
c. Enam bulan sekali dan setiap terjadi petir yang hebat
d. Satu tahun sekali dan setiap terjadi petir yang hebat

6. Persediaan detonator untuk operasi peledakan seharusnya adalah:


a. Harus jauh lebih besar dari persediaan bahan peledak
b. Harus lebih sedikit/lebih kecil dari persediaan bahan peledak
c. Harus seimbang dengan persediaan bahan peledak
d. Semuanya benar

7. Pemeriksaan mengenai isi dan keadaan gudang tempat penimbunan bahan peledak
dilakukan:
a. Paling sedikit satu minggu sekali
b. Paling sedikit dua minggu sekali
c. Paling sedikit satu bulan sekali
d. Paling sedikit tiga bulan sekali

8. Buku administrasi bahan peledak harus selalu ada di dalam gudang penimbunan bahan
peledak, buku administrasi ini dimaksudkan untuk:
a. Untuk mengetahui keluar-masuknya bahan peledak
b. Untuk mengetahui daftar juru ledak dan petugas keamanan setiap hari
c. Untuk mengetahui jumlah detonator yang ada
d. Untuk mengetahui jumlah ANFO yang ada

9. Tumpukan karung/koli untuk ammonium nitrat di dalam gudang penimbunan bahan peledak
paling tinggi adalah:
a. 4 tumpukan
b. 5 tumpukan
c. 6 tumpukan
d. 10 tumpukan

10. Untuk menyimpan detonator didalam gudang menurut aturan, maka


a. Detonator disimpan dalam satu gudang dengan bahan peledak lain
b. Detonator harus disimpan dalam gudang yang terpisah dengan bahan peledak lainnya
c. Harus disimpan di dalam ruangan yang dingin dan lembab
d. Harus disimpan di dalam ruangan yang tertutup dan kering

11. Pada setiap pengeluaran bahan peledak dari gudang maka bahan peledak yang diambil
adalah:
a. Dari timbunan yang paling baru
b. Dari timbunan yang paling lama
c. Dari timbunan yang dekat pintu
d. Dari timbunan yang paling tinggi

12. Setiap juru ledak atau petugas yang memasuki gudang penimbunan bahan peledak,
dilarang membawa korek api, senjata, barang-barang besi ataupun memakai sepatu
yang berladam besi karena;
a. Barang-barang tersebut menimbulkan magnit
b. Barang-barang tersebut dikhawatirkan menimbulkan arus listrik
c. Barang-barang tersebut dikhawatirkan menimbulkan nyala atau percikan api
d. Barang-0barang tersebut dikhawatirkan merusak bahan peledak

13. Dilarang menyeret kotak/peti/koli yang berisi bahan peledak, karena:


a. Dapat merusak susunan bahan peledak dalam kotak/peti/koli
b. Dapat menimbulkan panas sehingga bahan peledak tersebut meledak
c. Dapat merusak kotak/peti/koli
d. Dapat merusak lantai

[Link] bahan peledak dari tempat penimbunan atau memindahkan dari


penimbunan yang satu ke penimbunan yang lain:
a. Dilarang bersama dengan detonator atau barang barang yang lain
b. Dilarang mempergunakan truk yang dilapisi kayu
c. Dilarang sambil membawa sebungkus rokok
d. Dilarang sambil membawa lampu

15. Campuran Ammonium Nitrat (AN) dengan solar (Fuel Oil) yang paling baik adalah:
a. 93 5 : 7 % c. 94,5 % : 5,5 %
b. 90 % : 10 % d. 98 % : 2 %

16. Pada perencanaa ammonium nitrat dengan fuel oil maka sering ditambahlkan zat
pewarna seperti oker. Hal ini dimaksudkan:
a. Untuk mengetahui apakah jumlah solar sudah cukup atau belum
b. Untuk menambah daya ledak dari ANFO
c. Untuk mengetahui/memudahkan pemeriksaan apakah campuran itu sudah merata belum
d. Untuk menghemat penggunaan ammonium nitrat

17. Sebelum melakukan pemboran untuk lubang ledak, maka permukaan batuan tersebut harus
diperiksa lebih dahulu, hal ini dimaksudkan:
a. Supaya arah lubang ledak sesuai dengan yang diinginkan
b. Untuk memeriksa apakah ada bahan atau barang besi di permukaan tanah tersebut
c. Untuk memeriksa apakah ada lubang yang sebelumnya telah berisi bahan peledak tidak
ikut meledak atau sisa bahan peledak yang tidak meledak seluruhnya
d. Supaya lebih gampang meletakkan peralatan yang diperlukan

18. Alat untuk membantu memasukkan bahan peledask atau memadatkan bahan penyumbat
(stemming ) pada lubang ledak, maka dapat dipakai:
a. Bekas batang/stang bor
b. Pipa plastik yang dilapisi dengan kain wol
c. Tongkat dari kayu
d. Tongkat dari bahan besi

19. Untuk meledakkan lebih dari empat lubang ledak dengan sumbu api maka:
a. Dapat dilakukan oleh satu orang
b. Harus dilakukan sedikitnya oleh dua orang
c. Harus dilakukan lebih dari dua orang
d. Tidak ada ketentuan untuk itu

20. Perlengkapan yang diperlukan dalam metode peledakan non listrik adalah:
a. Sumbu ledak, detonator listrik, delay connector
b. Pipa plastik nonel, detonator non listrik dan connector
c. Blasting machine, cap crimper, tamper
d. Jawaban a, b dan c tidak ada yang betul

21. Untuk melakukan pengetesan tahanan detonator listrik dapat dengan alat:
a. Multi Tester c. Volt Meter
b. Blasting Ohm Meter d. Galvano Meter

22. Penggunaan nonel dapat dirangkai bersama sama dengan sumbu


ledak dengan cara:
a. Pemakaian nonel dan sumbu ledak tidak boleh digabungkan dalam satu
rangkaian peledakkan
b. nonel dimasukkan ke dalam lubang ledak (down line) sedangkan sebagai
trunk line digunakan sumbu ledak
c. Sumbu ledak dijadikan down line, sedangkan trunk linenya nonel
d. Tidak ada masalah yang penting semua tersambung

23 alam peledakan untuk masing-masing metode perlu perlengkapan dan


peralatan, yang disebut dengan peralatan peledakan adalah:
a. Bahan yang dapat berulang kali digunakan dalam operasi peledakan
b. Dinamit, blasting machine, detonator dan blasting ohm meter
c. Bahan yang dapat dipakai dalam satu kali operasi peledakan
d. Semua bahan yang diperlukan dalam operasi peledakan

24 ntuk menghubungkan satu nonel dengan nonel lainnya dalam suatu


rangkaian peledakan dapat dilakukan dengan cara:
a. Mengikatkan satu nonel dengan nonel lain seperti merangkai metode detonator listrik
b. Menggunakan connecting block khusus untuk itu
c. Tidak perlu disambung, karena nonel tersebut dapat diledakkan sendiri-sendiri
d. Dapat dirangkai dengan menggunakan sumbu api

25. Nonel terdiri dari bagian-bagian yaitu :


a. Tabung nonel (nonel shock tube), detonator listrik (high strength delay blasting cap),
connector (J connector) dan label (delay tag)
b. Tabung nonel (nonel shcok tube) dan detonator non listrik (high strength delay blasting
cap) dan label delay sedangkan J connenctor terpisah
c. Tabung nonel, detonator non listrilk, sedangkan label delay bersatu dengan J connentor
secara terpisah
d. Detonator non electric, sumbu ledak dan j-conector

26. Untuk meledakkan sumbu ledak dengan menggunakan detonator listrik atau
detonator biasa, maka detonator tersebut harus ditempelkan dan diikat dengan kuat pada
sumbu ledak dengan arah leg wire detonator listrik atau sumbu api detoinator biasa
a. Berlawanan dengan arah lubang ledak yang akan diledakkan
b. Menuju kearah lubang ledak yang akan diledakkan
c. Kearah mana saja, asalkan diikat dengan sempurna
d. Pernyataan semua tersebut di atas salah

27. Sumbu ledak relatif kurang peka dan diperlukan detonator sesuai (proper detonator) sebagai
penggalak initiation yaitu:
a. Detonator berkekuatan dengan No 3
b. Detonator berkekuatan dengan No 6
c. Detonator berkekuatan dengan no.8
d. Tidak ada jawaban yang benar
28. Pada peledakan dalam detonator listrik, maka panjang legwire sebaiknya dipilih yang lebih
panjang dari lobang ledak. Bila terpaksa harus menyambung, maka sambungan harus:
a. Diisolasi dengan baik agar tidak ada kebocoran arus listrik ataupun untuk mencegah arus
listrik dari tanah memasuki lewgwire
b. Diisolasi dengan baik agar legwire tidak berbelit/ruwet
c. Diisolasi dengan baik agar arus listrik dengan mudah mencapai detonator
d. Tidak perlu diisolasi tapi harus tersambung dengan baik

29. Pengguianaan ANFO dalam operasi peledakan sangat cocok apabila ::


a. Pada lubang ledak keadaan berair
b. Pada lubang ledak yang kering
c. Pada lubang ledak keadaan kering maupun berair.
d. Pernyataan tersebut diatas tidak satupun yang benar

30. Pada peledakan menggunakan sistem listrik agar semua leg wire dapat diketahui
tersambung maka rangkaiannya haris dibuat secara :
a. Sambungan parallel c. Sambungan seri
b. Sambungan seri-paralel d. Sambungan parallel-seri

31. Kecepatan detonasi dari suatu bahan peledak tergantung dari:


a. Komposisi bahan peledak
b. Densiti bahan peledak
c. Komposisi dan definisi bahan peledak
d. Pernyataan semua tertsebut di atas tidak satupun benar

32. Slurry, watergel dan emulsion dapat digunakan pada kondisi lubang ledak:
a. Biarpun lubang ledak tersebut berair
b. Pada lubang ledak yang kering
c. Pada semua kondisi
d. Pernyataan semua tersebut di atas tidak satupun benar

33. ANFO, watergel, slurry dapat diledakkan dengan bantuan:


a. Detonator listrik c. Detonator biasa
b. Primer atau booster d. Pernyataan semua tersebut di atas salah

34. Bahan ramuan bahan peledak adalah bahan bahan baku yang apabila dicampur solar dengan
perbandingan tertentu akan menjadi:
a. Bahan peledak peka detonator
b. Bahan Peledak peka primer
c. Bahan peledak tidak peka detonator maupun primer primer
d. Bahan peledak peka detonador maupun peka primer

35. Gudang bahan peledak di permukaan tanah harus dilengkapi dengan penangkal petir yang
tahanannya harus diperiksa paling sedikit :
a. Satu bulan sekali dan setiap setelah terjadi guntur yang hebat
b. Enam bulan sekali dan setiap setelah terjadi guntur yang hebat
c. Tiga bulan sekali dan setiap setelah terjadi guntur yang hebat
d. Setiap terjadi petir/guntur yang hebat

36. Buku administrasi harus selalu tersedia dalam gudang bahan peledak, bnuku administrasi
ini maksudnya adalah:
a. Untuk mengetahui jumlah keluar masuknya bahan peledak
b. Untuk mengetahui jumlah bahan peledak
c. Untuk mengetahuoi daftar nama-nama juru ledak serta nama nama petugas keamanani
d. Untuk mengetahui petugas yang mengambil bahan peledak

37. Setiap juru ledak atau petugas yang memasuki gudang penimbunan bahan peledak
dilarang membawa korek api, senjata, barang-barang besi ataupun memakai sepatu yang
berladam besi karena:
a. Barang barang tersebut dikhawatirkan menimbulkan nyala atau percikan api
b. Barang barang tersebut dikhawatirkan menimbulkan arus listrik lioar
c. Barang barang tersebut menimbulkan medan magnit
d. Jawaban a, b dan c tidak ada yang benar
38. Pedoman penyimpanan bahan peledak dibidang pertambangan umum diseluruh wilayah
hukum Indonesia:
a. Diatur dalam UU Keselamtaan Kerja No 11 tahun 1970
b. Diatur dalam Keputusan Menteri P & E No 555.K/26/MP.E/1995 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Pertambangan Umum
c. Diatur dalam UU Pokok Pertambangan No 11 Tahun 1967
d. Jawaban c yang paling benar

39. Bahan peledak peka primer boleh disimpan bersama-sama dengan detonator dalam:
a. Gudang bahan peledak peka detonator
b. Gudang bahan ramuan bahan peledak
c. Gudang bahan peledak oeka detonator dan gudang bahan ramuan bahan peledak
d. Jawaban a, b dan c tidak ada yang benar

40. Pengecekan lubang ledak mencakup:


a. Kedalaman lubang kemiringan., ada tidaknya bahan pekedak dalam lubang tersebut
b. Diameter lubang, kemiringan, tinggi bench
c. Kedalaman lubang, kemiringan, berair atau tidak
d. Kedalaman lobang, tersembat atau tidak, kemiringan, berair atau tidak

41. Dalam pelaksanaan operasi peledakan sebaiknya:


a. Dilakukan kapan saja, sesuai dengan kebutuhan
b. Dibuat jadwal tetap, baik hari maupun jam-jam peledakan
c. Cukup sekali seminggu dengan hari yang bervariasi, asal lebih efisien
d. Pernyataan semua tersebut di atas tidak satupun benar

42. Pemegang eksploder yang bertanggung jawab dalam operasi peledakan pada tambang
terbuka harus mencari tempat berlindung:
a. Pada jarak yang cukup jauh dari daerah lemparan batuan
b. Selalu menggunakan tempat perlindungan khsusus (shelter)
c. Mengambil posisi yang cukup aman dan berlawanan arah dengan lemparan batu
d. Mengambil posisi dimanan saja, asal dapat memantau hasil peledakan
e. Pernyatan semua tersebut di atas tidak satupun benar

43. Untuk menyimpan detonator:


a. Harus disimpan di dalam satu gudang dengan bahan peledak peka detonator
b. Harus disimpan di dalam satu gudang dengan bahan peledak peka primer
c. Harus disimpan di dalam satu gudang detonator tersendiri
d. Dapat disimpan di dalam satu gudang dengan bahan peledak lain

44. Faktor-faktor yang mempengaruhi keekonomian peledakan adalah:


a. Geometri peledakan
b. Powder Factor
c. Perlatan dan perlengkapan peledakan
d. Volume hasil yang diledakkan

45. Cara-cara peledakan detonator biasa harus menggunakan sumbu dengan panjang tertentu
yaitu :.
a. Sumbu ledak minimum panjang 60 cm
b. Safety fuse minimum panjang 60 cm
c. Semua jawaban diatas benar
d. Semua jawaban diatas tidak benar

46. Apabila ada bahan peledak yang telah rusak, baik yang masih ada di dalam gudang maupun
bekas dari lapangan, maka:
a. Kalau jumlah bahan peledak tersebut sedikit, dapat dibuang langsung ke sungai
b. Kalau jumlah bahan peledak itu cukup banyak, dapat digunakan lagi dengan campuran
bahan peledak tersebut dengan bahan peledak yang masih baik
c. Kalau jumlah bahan peledak itu cukup banyak, harus dimusnahkan dengan aman
(sesuai prosedur yang berlaku) atas seijin Kepolisian dan rekomendasi dari Kepala
Pelaksana Inspeksi Tambang
d. Dibiarkan saja, karena suatu saat dapat digunakan kembali
47. Petugas yang mengambil bahan peledak harus:
a. Menerima semua bahan peledak yang diberikan oleh petugas gudang bahan peledak,
asal sesuai dengan jumlah yang diminta
b. Menolak atau mengembalikan bahan peledak yang dianggap rusak atau berbahaya atau
tidak layak digunakan
c. Menerima bahan peledak di dalam riuangan tempat penyimpanan bahan peledak
d. Menerima bahan peledak apa adanya asal dibawa kelapangan

48. Apabila jumlah minyak solar (FO) terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka:
a. Timbul gas-gas beracun dan daya ledak menjadi lemah
b. Timbul gas-gas H2O, CO dan NO yang beracun
a. Pemakaian Ammonium Nitrat (AN) menjadi kurang efektif
b. Tidak ada pengaruh apa-apa

49. Bila seluruh lubang tembak diledakkan dengan detonator listrik disambung secara seri,
maka:
a. Jumlah tahanan seluruh detonator tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan
sambungan paralel
b. Jumlah tahanan seluruh detonator tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan
sambungan paralel
c. Jumlah tahanan seluruh detonator tersebut sama dengan sambungan paralel
d. Tidak ada pengaruhnya terhadap besar kecilnya tahanan

50. Untuk menanggulangi resiko fly rock pada peledakan dekat perkampungan:
a. Menggunakan lobang besar tapi jumlah lobang yang diledakkan sedikit
b. Menggunakan lubang ledak yang kecil
c. Menggunakan lubang ledak yang kecil kemudian lubanganya ditutupi oleh ban-ban
bekas
d. Tidak ada jawaban yang benar

SELAMAT BEKERJA

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI
DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI
Jln. Prof. Dr. Supomo, SH No 10 Jakarta 12870
Telepon: 8357503, 8357505 Faximili 8357508

SOAL UJIAN KOMPETENSI JURU LEDAK KELAS II

Soal Essay
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

1. Apa definisi bahan peledak yang Saudara ketahui?


2. Berapa perbandingan berat yang ideal antara AN dan Fuel Oil dari pencampuran bahan
peledak ANFO yang saudara ketahui?
3. Apa saja keuntungan dan kerugian dari pemakaian bahan peledak jenis ANFO yang Saudara
ketahui?
4. Apa keuntungan pemakaian Nonel dibandingkan dengan detonator listrik dalam suatu operasi
peledakan yang Saudara ketahui?
5. Apa yang Saudara ketahui tentang “Smoke” dan “Fumes” dari hasil aktivitas peledakan yang
Saudara lakukan?
6. Apa yang Saudara ketahui tentang “perlengkapan peledakan” dan “peralatan peledakan” dan
berikan contoh-contohnya
7. Mengapa sebelum melakukan pengeboran untuk lobang tembak kita perlu melakukan
pemeriksaan terhadap keadaan batuan sekitar. Jelaskan!
8. Apa yang Saudara ketahui dengan bahan peledak “Permissible Explosive” dan dimana biasa
digunakan?
9. Gambarkan rangkaian peledakan secara:
a. Seri
b. Paralel
c Gabungan seri - parallel dan paralel - seri
10. Gambarkan geometri peledakan dan jelaskan masing-masing yang dimaksudkan tersebut
11. Bila kita ingin mencampur ANFO dengan perbandingan 94,5 % : 54,5 %, apabila AN yang tersedia
300 kg berapa FO (Fuel Oil) yang dibutuhkan dimana BJ FO= 0,8
12. Bila kita memiliki ANFO seberat 500 kg, dimana pada saat pembuatannya atau
pencampurannya juga dengan perbandingan 954,5 % : 5,5 %. Berapa berat AN dan FO masing-
masing
13. Apa yang Saudara ketahui tentang Misfire dan bagaimana cara penanganannya?
14. Peledakan yang Misfire biasanya mempunyai ciri-ciri atau tanda-tanda, apa biasanya tanda-
tanda misfire yang Saudara ketahui
15. Dalam peledakan kita sering harus mnenggunakan delay, apa yang saudara ketahui tujuan
menggunakan delay tersebut
16. Apa yang Saudara ketahui dengan stemming dalam proses peledakan?
17. Apa pengaruhnya suatu peledakan bila:
a. bila stemming kurang
b. bila stemming terlalu kebanyakan
18. Pada geometri peledakan salah satu nya adalah pembuatan Sub Drilling, apa tujuan pembuatan
subdrilling trersebut dalam peledakan?
19. Dalam pelaksanaan peledakan dengan menggunakan ANFO di lapangan sering terjadi pencampuran
ANFO yang kurang sempurna, apa yang terjadi bila dalam pencampuran tersebut :
a. AN terlalu banyak dan FO kurang
b. AN terlalu sedikit dan FO banyak
20. Apa yang Saudara ketahui dengan Peledakan Tidur atau Sleeping Blasting yang sering dilakukan
pada kegiatan peledakan? .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI
DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI
Jln. Prof. Dr. Supomo, SH No 10 Jakarta 12870
Telepon: 8357503, 8357505 Faximili 8357508
LEMBAR JAWABAN UJIAN KOMPETENSI JURU LEDAK KELAS II

Nama : ...................................... Tanggal : ......................................


No. Karyawan : .................................... Perusahaan : ......................................
Departemen : .................................... Tanda Tangan : ......................................

SOAL ESSAY SEBANYAK 20 SOAL

Anda mungkin juga menyukai