0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan69 halaman

Asuhan Persalinan Normal di Puskesmas

Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang asuhan keperawatan intrapartum kala I-IV pada persalinan normal. Secara singkat, dibahas proses dan tahapan persalinan normal meliputi kala I (pembukaan serviks), kala II (partus), kala III (pelepasan plasenta), dan kala IV (post partum). Juga disebutkan beberapa tanda dan gejala awal persalinan seperti lightening, pollakisuria, dan false labor.

Diunggah oleh

Acha' marsyah santi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan69 halaman

Asuhan Persalinan Normal di Puskesmas

Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang asuhan keperawatan intrapartum kala I-IV pada persalinan normal. Secara singkat, dibahas proses dan tahapan persalinan normal meliputi kala I (pembukaan serviks), kala II (partus), kala III (pelepasan plasenta), dan kala IV (post partum). Juga disebutkan beberapa tanda dan gejala awal persalinan seperti lightening, pollakisuria, dan false labor.

Diunggah oleh

Acha' marsyah santi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN INTRAPARTUM KALA I-IV PADA NY.

S DENGAN
PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS RANOMUUT

CT : Ns. Gresty N. M Masi, [Link]., [Link].M.B.

CI: Ns. Wenda Oroh, [Link]

Disusun oleh

NAMA : JESSICA RARAS

NIM : 20011104062

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SAM RATULANGI


BAB 1
LAPORAN PENDAHULUAN
1. Defenisi
Menurut Sarwono (2006) Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin
lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari
pertama haid terakhir. Persalinan adalah suatu proses terjadinya pengeluaran bayi yang
cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput
janin dari tubuh ibu (Mitayani, 2009).
Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung
dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Prawirohardjo, 2006).

2. Etiologi atau Faktor Resiko


Sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. Agaknya banyak faktor yang
memegang peranan dan bekerjasama sehingga terjadi persalinan. Beberapa teori yang
dikemukakan adalah: penurunan kadar progesteron, teori oxitosin, keregangan otot-otot,
pengaruh janin, dan teori prostaglandin. Beberapa teori yang menyebabkan mulainya
persalinan adalah sebagai berikut :
1. Penurunan Kadar Progesteron
Progesterone menimbulkan relaxasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen
meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan
antara kadar progesterone dan estrogen dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan
kadar progesteron menurun sehingga timbul his.
Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu, dimana
terjadi penimbunan jaringan ikat, dan pembuluh darah mengalami penyempitan dan
buntu. Produksi progesterone mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih
sensitive terhadap oxitosin. Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah
tercapai tingkat penurunan progesterone tertentu.
2. Teori Oxitosin
Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. Perubahan
keseimbangan estrogen dan progesterone dapat mengubah sensitivitas otot rahim,
sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. Di akhir kehamilan kadar
progesteron menurun sehingga oxytocin bertambah dan meningkatkan aktivitas
otot-otot rahim yang memicu terjadinya kontraksi sehingga terdapat tanda-tanda
persalinan.
3. Keregangan Otot-otot.
Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah
melewati batas tertentu terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai. Seperti
halnya dengan Bladder dan Lambung, bila dindingnya teregang oleh isi yang
bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. Demikian pula
dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan
otot-otot rahim makin rentan. Contoh, pada kehamilan ganda sering terjadi
kontraksi setelah keregangan tertentu sehingga menimbulkan proses persalinan.
4. Pengaruh Janin
Hipofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan
karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari biasa, karena tidak
terbentuk hipotalamus. Pemberian kortikosteroid dapat menyebabkan maturasi
janin, dan induksi (mulainya ) persalinan.
5. Teori Prostaglandin
Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu yang
dikeluarkan oleh desidua. Prostaglandin yang dihasilkan oleh desidua diduga
menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan
bahwa prostaglandin F2 atau E2 yang diberikan secara intravena, intra dan extra
amnial menimbulkan kontraksi miometrium pada setiap umur kehamilan.
Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim
sehingga hasil konsepsi dapat keluar. Prostaglandin dapat dianggap sebagai pemicu
terjadinya persalinan. Hal ini juga didukung dengan adanya kadar prostaglandin
yang tinggi baik dalam air ketuban maupun daerah perifer pada ibu hamil, sebelum
melahirkan atau selama persalinan.

3. Patofisiologi

Kehamilan (37-42 Minggu)

Tanda-Tanda Inpartu

Proses persalinan

Kala I Kala II Kala III Kala IV

Kontraksi Uterus Partus Pelepasan Plasenta Post Partum

Nyeri Partus Resiko Perdarahan Resiko Perdarahan

Kerja Jantung Devisit Volume Cairan Resiko Infeksi


Kelelahan (O2 )

Gangguan Respirasi

1. Kala I
Dimulai dari saat persalinan sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini
berlangsung antara 18-24 jam ,terbagi dalam 2 fase yaitu:
a. Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat
sampai mencapai ukuran diameter 3cm.
b. Fase aktif dibagi dalam 3 fase yaitu :
1) Fase akselerasi: dalam waktu 3 jam pembukaan 3cm tersebut menjadi
4cm
2) Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung
sangat cepat dari 4cm menjadi 9cm.
3) Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali, dalam waktu 2 jam
pembukaan dari 9cm menjadi lengkap.
Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida. Pada multi gravid pun
terjadi demikian, akan tetapi fase laten, fase aktif, dan fase deselerasi
terjadi lebih pendek Mekanisme membukanya seviks berbeda antara pada
primigravida dan multigravida, pada yang pertama ostium uteri internum
akan membuka terlebih dahulu, sehingga serviks akan mendatar dan
menipis. Baru kemudian osteum uteri eksternum membuka. Pada
multigrvida osteum uteri internum sudah sedikit terbuka. Osteum uteri
internum dan eksternum serta penipisan dan pendataran serviks terjadi
dalam saat yang [Link] akan pecah dengan sendiri ketika
pembukaan hampir atau sudah lengkap. Tidak jarang ketuban harus
dipecahkan ketika pembukaan hampir lengkap atau telah lengkap. Bila
ketuban telah pecah sebelum pembukaan mencapai 5 cm, disebut ketuban
pecah dini. Kala I selesai apabila pembukaan seviks uteri telah lengkap.
Pada primigravida kala I berlangsung kira-kira 13 jam, sedangkan pada
multigravida kira-kira 7 jam.
2. Kala II
Pada kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat, kira-kira 2 sampai 3 menit
sekali. Karena biasanya dalam hal ini janin sudah masuk ruang panggul, maka
pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul, yang secara reflektoris
menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasa pula tekanan pada rectum dan
hendak buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar
dengan anus membuka, labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala
janin tampak dalam vulva pada waktu his. Bila dasar panggul sudah lebih
berelaksasi, kepala tidak masuk lagi di luar his, dengan his dan kekuatan
mengedan maksimal kepala janin dilahirkan dengan suboksiput di bawah simfisis
dan dahi, muka, dan dagu melewati perineum. Setelah istirahat sebentar, his mulai
lagi untuk mengeluarkan badan dan anggota bayi. Pada primi gravida kala II
berlangsung rata-rata 1,5 jam dan pada multipara rata-rata 0,5 jam.
3. Kala III
Setelah bayi lahir, uterus teraba keras dengan fundus uteri agak diatas pusat.
Beberapa menit kemudian uterus kontraksi lagi untuk melepas plasenta dari
dindingnya. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir
dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. Pengeluaran plasenta
disertai dengan pengeluaran darah.
4. Kala IV
Dimulai saat plasenta lahir sampai 2 jam pertama post partum. Keduanya baru
saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa. Rata-rata perdarahan normal
adalah 250 cc. Perdarahan persalinan yang lebih dari 500cc adalah perdarahan
abnormal. (Prawirohardjo,2007)

4. Tanda dan Gejala


Untuk mendukung deskripsi tentang tanda dan gejala persalinan, akan dibahas materi
sebagai berikut:
1. Tanda-tanda bahwa persalinan sudah dekat
a. Lightening
Beberapa minggu sebelum persalinan, calon ibu merasa bahwa
keadaannya menjadi lebih enteng. Ia merasa kurang sesak, tetapi sebaliknya
ia merasa bahwa berjalan sedikit lebih sukar, dan sering diganggu oleh
perasaan nyeri pada anggota bawah.
b. Pollikasuria
Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan didapatkan epigastrium kendor,
fundus uteri lebih rendah dari pada kedudukannya dan kepala janin sudah
mulai masuk ke dalam pintu atas panggul. Keadaan ini menyebabkan
kandung kencing tertekan sehingga merangsang ibu untuk sering kencing
yang disebut Pollakisuria.
c. False labor
Tiga (3) atau empat (4) minggu sebelum persalinan, calon ibu diganggu
oleh his pendahuluan yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan dari
kontraksi Braxton Hicks.
His pendahuluan ini bersifat:
1) Nyeri yang hanya terasa di perut bagian bawah
2) Tidak teratur
3) Lamanya his pendek, tidak bertambah kuat dengan majunya waktu dan
bila dibawa jalan malah sering berkurang
4) Tidak ada pengaruh pada pendataran atau pembukaan cervix
d. Perubahan cervix
Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan cervix menunjukkan bahwa
cervix yang tadinya tertutup, panjang dan kurang lunak, kemudian menjadi
lebih lembut, dan beberapa menunjukkan telah terjadi pembukaan dan
penipisan. Perubahan ini berbeda untuk masing-masing ibu, misalnya pada
multipara sudah terjadi pembukaan 2 cm namun pada primipara sebagian
besar masih dalam keadaan tertutup.
e. Energy Sport
Beberapa ibu akan mengalami peningkatan energi kira-kira 24-28 jam
sebelum persalinan mulai. Setelah beberapa hari sebelumnya merasa
kelelahan fisik karena tuanya kehamilan maka ibu mendapati satu hari
sebelum persalinan dengan energi yang penuh.
Peningkatan energi ibu ini tampak dari aktifitas yang dilakukannya seperti
membersihkan rumah, mengepel, mencuci perabot rumah, dan pekerjaan
rumah lainnya sehingga ibu akan kehabisan tenaga menjelang kelahiran bayi,
sehingga persalinan menjadi panjang dan sulit.
f. Gastrointestinal Upsets
Beberapa ibu mungkin akan mengalami tanda-tanda seperti diare,
obstipasi, mual dan muntah karena efek penurunan hormon terhadap sistem
pencernaan.
2. Yang merupakan tanda pasti dari persalinan adalah :
a. Timbulnya kontraksi uterus
Biasa juga disebut dengan his persalinan yaitu his pembukaan yang
mempunyai sifat sebagai berikut :
1. Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan.
2. Pinggang terasa sakit dan menjalar kedepan
3. Sifatnya teratur, inerval makin lama makin pendek dan kekuatannya
makin besar
4. Mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaan cervix.
5. Makin beraktifitas ibu akan menambah kekuatan kontraksi. Kontraksi
uterus yang mengakibatkan perubahan pada servix (frekuensi minimal
2 kali dalam 10 menit). Kontraksi yang terjadi dapat menyebabkan
pendataran, penipisan dan pembukaan serviks.
b. Penipisan dan pembukaan servix
Penipisan dan pembukaan servix ditandai dengan adanya pengeluaran
lendir dan darah sebagai tanda pemula.
c. Bloody Show (lendir disertai darah dari jalan lahir)
Dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari canalis cervicalis keluar
disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit ini disebabkan karena
lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim hingga
beberapa capillair darah terputus.
d. Premature Rupture of Membrane
Adalah keluarnya cairan banyak dengan sekonyong-konyong dari jalan
lahir. Hal ini terjadi akibat ketuban pecah atau selaput janin robek. Ketuban
biasanya pecah kalua pembukaan lengkap atau hampir lengkap dan dalam hal
ini keluarnya cairan merupakan tanda yang lambat sekali. Tetapi
kadang-kadang ketuban pecah pada pembukaan kecil, malahan
kadang-kadang selaput janin robek sebelum persalinan. Walaupun demikian
persalinan diharapkan akan mulai dalam 24 jam setelah air ketuban keluar.

5. Pemeriksaan Penunjang
a. USG
b. Pemeriksaan Hb
c. Repid Antigen
6. Penatalaksanaan
⮚ Penatalaksanaan pada kala I menurut Depkes RI (2004) :
1) Menyiapkan partus pevaginam, menyiapkan perlengkapan dan obat-obatan yang y
dibutuhkan.
2) Menyiapkan rujukan jika terjadi penyulit.
3) Memberikan asuhan sayang ibu dengan memberi dukungan emosional.
4) Melakukan observasi his dan DJJ setiap 30 menit, observasi tanda-tanda vital
setiap 4 jam.
5) Biarkan ibu istirahat sesaat.
6) Memberikan cairan dan nutrisi. Cairan dan nutrisi yang cukup selama pesalinan
akan memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi bisa
memperlambat kontraksi atau membuat kontraksi tidak teratur dan kurang efektif.
7) Mengajarkan ibu relaksasi yang benar dan melakukan manajemen nyeri
8) Mengajarkan cara mengedan yang benar.
9) Mengatur posisi senyaman mungkin, ibu diperbolehkan melakukan aktivitas
sesuai dengan kesanggupannya. Posisi tegak seperti berjalan, berdiri dan jongkok
dapat membantu turunnya kepala bayi dan sering kali mempersingkat waktu
persalinan.
10) Menyarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. Ibu harus berkemih paling
sedikit 2 jam atau lebih sering. Kandung kemih yang penuh dapat mengahalangi
kontraksi dan akan memperlambat turunnya bagian terbawah janin. Hal ini akan
menambah rasa sakit, kesulitan untuk melahirkan plasenta, perdarahan pasca
persalinan dan mungkin menyebabkan partus macet, menyebabkan ibu tidak
nyaman, meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pasca persalinan, dan
mengganggu penatalaksanaan distosia bahu.

⮚ Penatalaksanaan pada kala II menurut Saifuddin (2002) :


1) Persiapkan pertolongan persalinan dan persiapan diri.
2) Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya untuk
meneran. Ibu dapat berganti posisi secara teratur selama kala II persalinan
karena sering kali mempercepat kemajuan persalinan. Macam – macam posisi
menurut Depkes (2007) :
● Posisi duduk/setengah duduk : memudahkan melahirkan kepala bayi.
● Jongkok/berdiri : membantu mempercepat kemajuan kala II persalinan dan
mengurangi rasa sakit yang hebat.
● Merangkak merupakan posisi yang terbaik bagi ibu yang mengalami nyeri
punggung saat persalinan.
● Berbaring miring ke kiri : jika ibu kelelahan karena ibu bisa beristirahat
dengan mudah diantara kontraksi juga membantu mencegah laserasi
perineum.
3) Menjaga agar kadung kemih ibu tetap kosong.
4) Memberikan dukungan moril dan kenyamanan pada ibu.
5) Memantau DJJ disaat tidak ada his.
6) Memimpin ibu meneran saat ada his dan menganjurkan ibu untuk istirahat saat
tidak ada kontraksi.
7) Melahirkan bayi secara spontan.
8) Meletakkan bayi diatas perut ibu, mengeringkan bayi, dan menghangatkan
bayi.
9) Mengklem, memotong dan mengikat tali pusat dengan kuat.

⮚ Penatalaksanaan pada kala III menurut Depkes RI (2007) :


1) Pada palpasi abdomen pastikan tidak ditemukan adanya bayi kedua.
2) Melakukan vulva hygiene dan mengosongkan kandung kemih. Kateterisasi
kandung kemih dilakukan apa bila kandung kemih penuh dan ibu tidak dapat
berkemih sendiri. Kateterisasi dapat menimbulkan rasa sakit, meningkatkan
resiko infeksi dan kemungkinan luka pada saluran kemih.
3) Memberikan suntikan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas ibu bagian
luar segera setelah bayi lahir. Pemberian oksitosin bertujuan untuk
merangsang kontraksi uterus sehingga dapat mempercepat pelepasan plasenta.
4) Melakukan peregangan tali pusat terkendali.
5) Mengobservasi tanda-tanda pelepasan plasenta.
6) Mengeluarkan plasenta secara spontan.
7) Melakukan masase uterus.
8) Memeriksa kelengkapan selaput dan kotiledon plasenta. Menurut
Wiknjosastro (2002), berat plasenta 400-500 gram, diameter 15-20 cm, tebal
2-2,5 cm. Insersio sentralis (tengah), lateralis (agak ketengah), marginalis
(dipinggir sekali). Kotiledon 20 buah.

⮚ Penatalaksaan Pada Kala IV (DepKes, 2007):


1) Melakukan rangsangan taktil (masase) uterus untuk merangsang uterus
berkontraksi baik dan kuat.
2) Evaluasi tinggi fundus uteri dengan meletakkan jari tangan secara melintang
dengan pusar sebagai patokan. Umumnya fundus uteri setinggi atau beberapa
jari di bawah pusat.
3) Memperkirakan darah secara keseluruhan.
4) Memeriksa kemungkinan perdarahan dari robekan (laserasi atau episiotomi)
perineum.
5) Evaluasi keadaan umum ibu.
6) Mendokumentasikan semua asuhan dan temuan selama persalinan kala IV di
bagian belakang patograf, segera setelah asuhan diberikan atau setelah
penilaian dilakukan.

7. Pengkajian Keperawatan
1. Identitas umum
2. Pemeriksaan TTV (TD, nadi, suhu, respirasi),
Tanda vital. Tekanan darah : Untuk mengetahui faktor resiko hipertensi dan
hipotensi. Batas normalnya 120/80 mmHg (Saifuddin, 2010), Nadi : Untuk
mengetahui nadi pasien yang dihitung dalam menit (Saifuddin, 2010). Batas
normalnya 69-100x/ menit , Respirasi : Untuk mengetahui frekuensi pernafasan
pasien yang dihitung dalam 1 menit (Saifuddin, 2010). Batas normalnya 12- 22x/
menit, Suhu : Untuk mengetahui suhu tubuh klien, memungkinkan febris/ infeksi
dengan menggunakan skala derajat celcius. Suhu wanita 37 saat bersalin tidak lebih
dari 38°C (Wiknjosastro, 2009). Suhu tubuh pada ibu bersalin dengan persalinan
normal ≥ 38°C (Taufan, 2014). Tanda-tanda persalinan kala II dimulai sejak pukul
berapa, evaluasi terhadap tanda-tanda persalinan kala II ( dorongan, meneran,
tekanan ke anus perineum menonjol, dan vulva membuka).
3. DJJ, vesika urinaria (penuh/kosong) DJJ < 120x/ menit atau > 160x/ menit
4. Respon prilaku (tingkat kecemasan, skala nyeri, kelelahan, keinginan mengedan,
sikap ibu saat masuk kala II, intensitas nyeri).

8. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri melahirkan berhubungan dengan Dilatasi Serviks, pengeluaran janin (D. 0079)
2. Kesiapan Persalinan (D. 0070)
3. Risiko Infeksi (D. 0142)
4. Risiko Hipovolemia(D.0034)
5. Risiko Cedera Pada Janin (D. 0138)
6. Risiko Cedera Pada Ibu (D. 0137)

9. Intervensi Keperawatan
No SDKI SLKI SIKI

1. (D. 0079) Setelah dilakukan Menejemen Nyeri (08238)


Nyeri Melahirkan tindakan keperawata Observasi
b.d dilatasi serviks, diharapkan nyeri ● Identifikasi respons nyeri
Pengeluaran Janin terkontrol dengan kriteria non verbal
hasil :
Terapeutik
Tingkat nyeri menurun ● Berikan teknik
(L.08066) nonfarmakologi untuk
● Gelisah menurun mengurangi rasa nyeri
● Frekuensi nadi (teknik relaksasi nafas
membaik dalam)
● Pola napas
Edukasi
membaik
● Ajarkan teknik
Control nyeri nonfarmakologi untuk
meningkat (L. 08063) mengurangi rasa nyeri
● Kempuan (terapi nafas dalam)
menggunakan
teknink
non-farmakologi
● Dukungan orang
terdekat
meningkat

2 (D. 0070) Setelah dilakukan Edukasi Persalinan (I.12437)


Kesiapan tindakan keperawatan Observasi
Persalinan diharapkan status ● Identifikasi tingkat
antepartum membaik, pengetahuan
dengan kriteria hasil : ● Identifikasi pemahaman
Status Antepartum ibu tentang persalinan
(L.07059)
Terpeutik
● Kelekatan ● Sediakan materi dan
emosional dengan media Pendidikan
janin meningkat (5) Kesehatan
● Koping dengan ● Berikan kesempatan
ketidaknyamanan untuk bertanya
kehamilan
Edukasi
meningkat (5)
● Jelaskan metode
persalinan yang ibu
inginkan
● Jelaskan persiapan dan
tempat persalinan
● Ajarkan Teknik relaksasi
untuk meredakan
kecemasan dan
ketidaknyamanan
persalinan
● Ajarkan ibu cara
mengenali tanda-tanda
persalinan
● Ajarkan ibu mnegenali
tanda bahaya persalinan

Perawatan Pra Seksio Sesaria


(I.07229)
Observasi
● Identifikasi Riwayat
kehamilan dan persalinan
● Lakukan pemeriksaan
laboratorium
● Monitor tanda-tanda vital
ibu
● Monitor denyut jantung
janin selama 1 menit

Terapeutik
● Diskusikan perasaan,
pertanyaan dan perhatian
terkait pembedahan
● Siapkan Tindakan
pembedahan (mis.
Persiapan fisik, persiapan
psikologis)
● Pasang IV line (termasuk
persiapan transfuse)
● Pasang kateter urin

Edukasi
● Jelaskan alasan perlunya
pembedahan
● Jelaskan proses
persalinan seksio sesaria

Kolaborasi
● Kolaborasi pemberian
premedikasi

Promosi Laktasi (I.03138)


Observasi
● Identifikasi kebutuhan
laktasi bagi ibu dan bayi

Terapeutik
● Fasilitasi ibu saat
melakukan IMD (Inisiasi
menyusui dini)
● Fasilitasi ibu untuk rawat
gabung atau rooming in

Edukasi
● Jelaskan pentingnya
menyusui sampai 2 tahun
● Anjurkan ibu menjaga
produksi ASI dengan
memerah ASI
● Anjurkan ibu untuk
memberikan nutrisi
kepada bayi hanya
dengan ASI ekslusif
selama 6 bulan dan
dilanjutkan sampai 2
tahun

Anjurkan ibu menyusui sesering


mungkin segera setelah lahir
sesuai kebutuhan bayi
3 (D. 0142) Setelah dilakukan Pencegahan Infeksi (I.14539)
Risiko Infeksi tindakan keperawatan Observasi
ditandai dengan diharapkan tingkat ● Monitor tanda dan gejala
Faktor risiko : infeksi menurun, dengan infeksi
Efek prosedur kriteria hasil :
Terapeutik
infasif Seksio Tingkat Infeksi
● Brikan perawatan kulit
Sesaria (L.14137)
pada area edema
● Kemerahan
● Cuci tangan sebelum dan
menurun (5)
sesdudah kontak dengan
● Bengkak menurun
pasien dan lingkungan
(5)
pasien
● Nyeri menurun (5)
● Pertahankan Teknik
aseptik pada pasien

Edukasi
● Jelaskan tanda dan gejala
infeksi
● Ajarkan cara mencuci
tangan dengan benar
● Ajarkan cara memeriksa
kondisi luka operasi
● Anjurkan meningkatkan
asupan nutrisi
● Anjurkan meningkatkan
asupan cairan

4 Kode : (D.0034) Setelah dilakukan Manajemen Hipovolemia


intervensi keperawatan (I.03116)
Risiko
diharapkan status cairan Observasi
Hipovolemia
(L.03028) membaik ● Periksa tanda dan gejala
dengan kriteria hasil : Hipovolemia ( frekuendi
● Tekanan Darah nadi, Tekanan darah,
membaik merasa haus, lemas)
● Perasaan lemah ● Monitor Output cairan
menurun
Terapeutik
● Intake cairan
● Berikan asupan cairan
membaik
oral

Edukasi
● Anjurkan
memperbanyak asupan
cairan oral

Kolaborasi
● Kolaborasi dalam
pemberian cairan IV
isotonis (mis. NaCl, RL)

5 (D. 0137) Risiko Setelah dilakukan Perawatan Persalinan


Cedera Pada Ibu tindakan keperawatan (I.07227)
ditandai dengan diharapkan tingkat Observasi
Faktor risiko : cedera menurun, dengan ● Identifikasi kondisi
malposisi janin, usia kriteria hasil : proses persalinan
ibu (<15 tahun atau Tingkat Cedera ● Monitor kondisi fisik dan
>35 tahun), efek (L.14136) psikologis pasien
metode/intervensi ● Luka seksio saesar ● Monitor kesejahtraan ibu
bedah selama menurun (5) (mis tanda vital,
persalinan ● Perdarahan kontraksi, lama,
menurun (5) frekuensi dan kekuatan
● Toleransi aktivitas
Terapeutik
meningkat (5)
● Berikan metode
alternative penghilang
rasa sakit

Edukasi
● Jelaskan prosedur
pertolongan persalinan
● Anjurkan ibu cukup
nurisi
● Anjurkan ibu mengenali
tanda bahaya persalinan

Perawatan Pascapersalinan
(I.07225)
Observasi
● Monitor tanda-tanda vital
● Periksa robekan
(kemerahan, edema,
ekomosis, pengeluaran,
penyatuan jahitan)
● Monitor nyeri

Terapeutik
● Dukung ibu untuk
melakukan ambulasi dini
● Berikan kenyamanan
pada ibu
● Diskusikan kebutuhan
aktivitas dan istirahat

Edukasi
● Jelaskan pemeriksaan
pada ibu secara rutin

6 (D. 0138) Risiko Setelah dilakukan Pemantauan Denyut Jantung


Cedera Pada Janin tindakan keperawatan Janin (I.02055)
ditandai dengan diharapkan status Observasi
Faktor risiko : pertumbuhan membaik, ● Identifikasi status
malposisi janin, dengan kriteria hasil : obstetric
efek Status Pertumbuhan ● Periksa denyut jantung
metode/intervensi (L.10102) janin selama 1 menit
bedah selama ● Monitor denyut jantung
● Berat badan
persalinan, janin
sesuai usia
meningkat (5) Terapeutik
● Panjang/tinggi ● Atur posisi pasien
badan sesuai usia
Edukasi
meningkat (5)
● Jelaskan tujan dan
prosedur pemantauan
● Informasikan hasil
pemantauan

Kolaborasi
● Kolaborasi dengan
dokter obstetric dan
dokter spesialis
kandungan

Promosi ASI Eksklusif ( I.


03135)
Observasi
● Identfikasi kebutuhan
laktasi

Terapeutik
● Fasilitasi ibu melakukan
IMD (Inisiasi menyusui
dini)
● Dukung ibu menyusui
dengan mendapingi ibu
● Diskusikan dengan
keluarga tentang ASI
eksklusif

Edukasi
● Jelaskan manfaat
menyusui bagi ibu dan
bayi
● Jelaskan pentingnya
menyusui untuk
mempertahankan dan
meningkatkan produksi
ASI
● Jelaskan tanda-tanda
bayi cukup ASI (mis
berat badan meningkat,
BAK lebih dari 10
kali/hari, warna urine
tidak pekat)
● Anjurkan ibu menyusui
sesegera mungkin setelah
melahirkan
● Anjurkan ibu memberi
nutrisi kepada bayi hanya
dengan ASI
● Anjurkan ibu menyusui
sesering mungkin setelah
lahir sesuai kebutuhan
bayi
BAB 2

ASUHAN KEPERAWATAN IBU INTRAPARTUM

Tanggal MRS : Kamis, 2 Desember 2021 Pukul : 05:15


Tanggal Pengkajian : Kamis, 2 Desember 2021 Jam : 12:30
Ruang : Ruang Tunggu Persalinan Puskesmas Ranomuut
Diagnosa masuk : Partus Pervaginam
A. ANAMNESA
1. Identitas
Nama : Ny. Sansia Salema Nama suami :
Umur : 21 Tahun Umur :
Pendidikan : SMP Pendidikan :
Pekerjaan : IRT Pekerjaan :
Agama :Kristen
Agama:
Suku bangsa : Indonesia/Manado
Alamat : Paal Dua Ling. 9 Statusperkawinan: Tidak kawin

2. Keluhan Utama : Nyeri

a) Riwayat Penyakit yang pernah di derita :


Tidak ada

b) Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada

c) Riwayat kontrasepsi :
Pasien mengatakan menggunakan kontrasepsi Suntik per 3 bulan

d) Riwayat Kehamilan Sekarang


Trimester I :
Pasien mengatakan untuk trismester I (Usia 1 minggu – 13 minggu) di
lakukan pada saat pasien mengetahui pasien Hamil dan melakukan
pengontrolan di Puskesmas Ranomuut setiap 1 bulan sekali. Dan telah
menerima vaksin TT I pada tanggal 28 Oktober 2021.

Trimester II :
Pasien mengatakan untuk trismester II (Usia 14 minggu – 27 minggu) ibu
melakukan pengontrolan di Puskesmas Ranomuut setiap 1 bulan sekali,
dan mendapatkan suntikan tetanus pada saat melakukan pengontrolan
kehamilan untuk mencegah terjadinya penyakit pada bayi, serta
komplikasi kehamilan pada tanggal 30 November 2021.

Trimester III :
Pasien mengatakan untuk trismester III (28 minggu – 40 minggu) ibu
melakukan pengontrolan di Puskesmas Ranomuut setiap 2 minggu. Dan
telah mendapatkan suntik Vaksin TT III dan pemeriksaan USG pada
tanggal 30 November 2021.

e) Pola Pemenuhan Kebutuhan Dasar


1) Istirahat dan aktivitas saat inpartu:
Pasien beristirahat di tempat tidur sesekali melakukan aktivitas seperti
berjalan-jalan di sekitar area Ruangan bersalin untuk dapat
mempercepat proses pembukaan dan selama kontraksi berpakaian
dibantu keluarga dan tenaga medis untuk membantu aktivitas.
2) Nutrisi saat inpartu:
Pasien diberikan makanan oleh keluarganya seperti nasi, telur rebus,
dan air putih.
3) Personal hyegine saat inpartu:
Pasien mandi 2 kali sehari menggunakan sabun dan shampoo dan saat
diruangan saat menahan kontraksi pasien kebersihan diri pasien
dibantu keluarga dan tenaga medis (bidan dan perawat) untuk
melakukan personal hygiene.
4) Psikososial dan spiritual saat inpartu:
Pasien mengatakan menerima kehamilan dengan baik dan pastinya
bahagia. Ibu mengatakan ingin bayinya lahir dalam keadaan sehat dan
kuat serta menginginkan persalinan yang normal dan dimampukan saat
melakukan persalinan, ibu mengatakan keluarga sangat menerima
kehamilan ini dengan baik dan akan selalu siap menjaga dan mendidik
anaknya nanti, ibu mengatakan selalu berdoa kepada Tuhan untuk
demi kelancaran persalinan yang akan dilakukan
5) Eliminasi :
● BAK saat inpartu : hampir sering
● BAB saat inpartu: hampir sering
6) Pola Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan:
Tidak ada

B. PEMERIKSAAN FISIK
a) Keadaan umum : Baik

TTV
TD : 94/63 mmHg
S : 36 0C
R : 20 x/m
N : 103 x/m

Pengkajian Nyeri persalinan :


P : Nyeri karena adanya kontraksi uterus
Q : Nyeri seperti di remas-remas dan tegang
R : nyeri terjadi di daerah abdomen menjalar ke pinggang
S : Skala nyeri 8
T : Nyeri hilang timbul setiap 1 menit sekali.
b) Kepala
Wajah : Bentuk wajah simetris, tidak ada pembengkakan pada wajah
Mata : kelopak mata simetris, gerakan mata normal, konjungtiva
anemis, sclera putih, pupil isokor, tidak ada kelainan dan
masalah yang bermakna.
Mulut dan bibir : Mulut lembab, mukosa bibir lembab tidak ada
kesulitan menelan
Gigi dan gusi : gigi tidak ada caries
c) Dada dan axial : Mammae membesar karena produksi asi, areola mammae
warna hitam kecoklatan, papilla mammae menonjol,colostrum ada.
d) Abdomen

1) Kontraksi uterus :
2) Pemeriksaan Leopold
Leopold I : TFU 28 cm, Presentase Kepala
Leopold II: Punggung Sebelah kiri
Leopold III : Presentase Kepala
Leopold IV : Kepala Janin Sudah Masuk PAP
3) DJJ : 153 x/m
e) Genitalia:
1) Keadaan vulva dan perineum:
vagina mengeluarkan cairan amnion dan darah, tidak adanya luka atau
lesi.
2) Pembukaan serviks :
Pukul 16:30 : Pembukaan Serviks 7 cm
3) selaput Amnion : Selaput amnion pecah sesuai dengan waktunya
f) Anus : Tidak adanya robekan pada anus
g) Ekstremitas : Ekstremitas atas dan bawah normal. Tidak adanya nyeri pada
kedua ektremitas atas dan bawah, tidak terdapat edema.

2. Pengkajian Khusus
▪ Kala I
Pada Kala I Pasien mengatakan merasa nyeri akibat kontraksi uterus, nyeri
pada bagian perut menjalar sampai ke belakang, nyeri tak tertahankan dan ingin
segera melahirkan, Pembukaan Serviks 7 cm . Pada pengkajian kala 1 Ibu tampak
meringis dan gelisah.

▪ Kala II
Pembukaan Serviks lengkap pada pukul 16:55. pada kala II ibu mengalami
kontraksi uterus yang kuat ibu merasakan nyeri pada bagian perut akibat
kontraksi, nyeri yang dirasakan menjalar sampai ke bagian belakang. Ibu tampak
meringis menahan nyeri. Kepala bayi tampak masuk PAP. Pada pengkajian nyeri
Menurut VAS didapatkan skala nyeri 10.
▪ Kala III
Bayi sudah lahir lengkap pada pukul 17:10, berjenis kelamin perempuan dengan
BBL: 2350 gr, PBL; 48 cm, A:S 7-8. Pemberian saleb mata. Ibu diberikan oxytocin 1
amp, mengosongkan kandung kemih. Pada pukul 17:17 plasenta lahir lengkap dengan
selaputnya. Ada lecet perineum dan diberiksa 1 jahitan setelah dibersihkan dan
disterilkan.

▪ Kala IV
Tidak terdapat perdarahan berlebih (perdarahan normal 150 ml).

B. PEMERIKSAAN PENUJANG:
Repid antigen

Manado, 2 Desember 2021


Mahasiswa

( Shania Tesalonika Lumangkun )


ANALISA DATA
Analisa Data Kala I
No Data Etiologi Masalah
1 DS : Dilatasi Serviks Nyeri Melahirkan
- Ibu mengatakan nyeri karena
kontraksi, nyeris yang dirasakan
seperti diremas-remas dan tegang,
nyeri pada bagian perut menjalar
sampai ke pinggang, skala nyeri 10
nyeri tak tertahankan hilang timbul
setiap 1 menit sekali dengan durasi
20-30 detik
- Ibu mengatakan semakin lama
semakin kuat kontraksi uterus
DO:
- Ibu tampak meringis dan
gelisah
- His 1 x 1’ x 30”
- DJJ : 153 x/m
TTV: TD: 94/63 mmHg, S: 36
0
C, R: 20 x/m, N : 103 x/m
Analisa Data Kala II
No Data Etiologi Masalah
1 DS : Pengeluaran Janin Nyeri Melahirkan
-
DO:
- Ibu tampak berusaha
mengedan untuk
mengeluarkan bayi
- Tampak kepala bayi sudah
masuk PAP
- Ibu tampak meringis
- Skala nyeri VAS 10

Analisa Data Kala III dan Kala IV


No Data Etiologi Masalah
1 DS: Pelepasan Plasenta Resiko Perdarahan

DO: Ibu tampak meringis dan


mengejan untuk pengeluaran plasenta.
Pengeluaran darah sebanyak 150 ml

Analisa Data Kala IV


No DATA Etiologi Masalah
1 DS: Luka Jahitan Pada Resiko Infeksi
Jalan Lahir
DO: Terdapat lecet pada area
perineum ibu dan terdapat 1 jahitan
TTV: 177/70 mmHg, N: 91x/m, RR:
22x/m, SB: 360C

DIAGNOSA KEPERAWATAN

▪ KALA I
1. Kode : D0079 Nyeri Melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks, di tandai
dengan
DS :
- Ibu mengatakan nyeri karena kontraksi, nyeris yang dirasakan seperti
diremas-remas dan tegang, nyeri pada bagian perut menjalar sampai ke pinggang,
skala nyeri 10 nyeri tak tertahankan hilang timbul setiap 1 menit sekali dengan
durasi 20-30 detik
- Ibu mengatakan semakin lama semakin kuat kontraksi uterus
DO:
- Ibu tampak meringis dan gelisah
- His 1 x 1’ x 30”
- DJJ : 161 x/m
- TTV : TD : 120/80, S: 36.9, R: 20x/m, N : 90x/m

▪ KALA II
2. Kode : D0079 Nyeri Melahirkan berhubungan dengan Pengluaran Janin ditandai
dengan
DS :
DO:

- Ibu tampak berusaha mengedan untuk mengeluarkan bayi


- Ibu tampak meringis
- Skala nyeri VAS 10
- DJJ : 156 x/m
- TTV : TD : 130/80, S: 36.9, R: 20x/m, N : 90x/m
▪ KALA III
3. Kode : D00012 Resiko perdarahan b.d pelepasan plasenta
DS:
DO:
- Ibu tampak meringis dan mengejan untuk pengeluaran plasenta. Pengeluaran
darah sebanyak 150 ml

▪ KALA IV
4. Kode : D0142 Resiko infeksi b.d luka jahitan pada jalan lahir
DS:
DO:
- Terdapat lecet pada area perineum ibu dan terdapat 1 jahitan
- TTV: 177/70 mmHg, N: 91x/m, RR: 22x/m, SB: 360C

INTERVENSI KEPERAWATAN

INTERVENSI KALA I

No (SDKI) SLKI SIKI


1 (D.0079) Nyeri Setelah dilakukan intervensi Manajemen Nyeri
Melahirkan b.d maka control nyeri (1.08238)
dilatasi serviks d.d (L.80063) meningkat Observasi
dengan kriteria hasil : - Identifikasi skala
DS :
- Kemampuan nyeri
- Ibu mengatakan
menggunakan - Identifikasi factor
nyeri karena
teknik yang memperberat
kontraksi, nyeris
non-farmakologis dan memperingan
yang dirasakan
meningkat (5) nyeri
seperti
diremas-remas dan Terapeutik
tegang, nyeri pada
bagian perut - Melaporkan nyeri - Berikan teknik
menjalar sampai ke terkontrol meningkat nonfarmakologis
pinggang, skala (5) untuk mengurangi
nyeri 10 nyeri tak - Kemampuan rasa nyeri
tertahankan hilang mengenali onset
Edukasi
timbul setiap 1 nyeri meningkat (5)
- Jelaskan penyebab,
menit sekali dengan
periode dan
durasi 20-30 detik
pemicu nyeri
- Ibu mengatakan
- Jelaskan strategi
semakin lama
meredakan nyeri
semakin kuat
- Ajarkan teknik
kontraksi uterus
nonfarmakologis
untuk mengurangi
DO:
rasa nyeri
- Ibu tampak
meringis dan
gelisah.
- His 1 x 1’ x 30”
- DJJ : 153 x/m
TTV: TD: 94/63
mmHg, S: 36
0C, R: 20 x/m,
N : 103 x/m

INTERVENSI KALA II

No SDKI SLKI SIKI


1. (D.0079) Nyeri Setelah dilakukan intervensi Manajemen Nyeri
Melahirkan b.d maka Status Intrapartum (1.08238)
Pengluaran Janin d.d Observasi
DS : (L.07060) membaik dengan - Identifikasi skala
kriteria hasil : nyeri
DO: - Identifikasi factor
- Koping terhadap
- Ibu tampak yang memperberat
ketidaknyamanan
berusaha dan memperingan
persalinan
mengejan untuk nyeri
meningkat(5)
mengeluarkan
- Memanfaatkan Terapeutik
bayi
teknik untuk - Berikan teknik
- Ibu tampak
memfasilitasi nonfarmakologis
meringis
persalinan untuk mengurangi
- Skala nyeri VAS
meningkat (5) rasa nyeri
10
Edukasi
- Jelaskan penyebab,
periode dan
pemicu nyeri
- Jelaskan strategi
meredakan nyeri
- Ajarkan teknik
nonfarmakologis
untuk mengurangi
rasa nyeri

INTERVENSI KALA III

No SDKI SLKI SIKI


1. (D.00012) Resiko perdarahan b.d Setelah dilakukan Pencegahan
pelepasan plasenta d.d intervensi perdarahan
keperawatan (I.02067)
DS: diharapkan Status
intrapartum Observasi:
(L.07060) dengan - Monitor
DO: kriteria hasil: tanda dan
- Ibu tampak meringis dan - Perdarahan gejala
mengejan untuk pengeluaran vagina perdarahan
plasenta. menurun
- Pengeluaran darah sebanyak (5) Edukasi:
150 ml - Nyeri - Anjurkan
dengan meningkatkan
kontraksi asupan cairan
menurun untuk
(5) menghindari
konstipasi
- Anjurkan
segera
melapor jika
terjadi
perdarahan

INTERVENSI KALA IV

No SDKI SLKI SIKI


1. (D.0142) Resiko Setelah dilakukan intervensi Pencegahan infeksi
infeksi b.d luka keperawatan diharapkan (I.14539)
jahitan pada jalan Tingkat infeksi (L.14137)
lahir d.d menurun dengan kriteria Edukasi:
hasil: - Jelaskan tanda dan
DS: - Nyeri menurun (5) gejala infeksi
- Ajar cara
DO: memeriksa kondisi
- Terdapat lecet luka atau luka
pada area operasi
perineum ibu
- Terdapat 1
jahitan
- TTV: 177/70
mmHg, N:
91x/m, RR:
22x/m, SB:
360C

CATATAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

CATATAN PERKEMBANGAN KALA I

No DIAGNOSA TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


KEPERAWATAN
1. (D.0079) Nyeri Kamis, 2 1. Pemeriksaan Kamis, 2
Melahirkan b.d Desember 2021 TTV Desember 2021
dilatasi serviks 12: 30 H: TD: 94/63 17:35
mmHg S: 36 0C,
R: 20 x/m, N : S:
103 x/m
O:
- Nyeri
karena
2. Mengidentifikasi
kontraksi
skala nyeri
uterus,
H: 4-5
nyeri yang
dirasakan
3. Memantau
seperti
dilatasi serviks
diremas-re
H: Pembukaan
mas nyeri
serviks 3 cm
pada
bagian
4. Mengajarkan abdomen
teknik relaksasi menjalar
nafas dalam pada sampai ke
pasien dengan belakang,
cara menarik nyeri
nafas dengan hilang
hidung kemudian timbul 1
dihembuskan menit
perlahan lewat sekali
mulut dengan
H: ibu mengikuti durasi
segala anjuran 20-30 detik
dan tindakan skala nyeri
yang diberikan 10
- Pukul
5. Memantau 16:55
dilatasi serviks pembukaan
16:55 H: pembukaan lengkap 10
serviks lengkap cm
10 cm - Tampak
6. Melakukan persalinan
kolaborasi masuk pada
pemberian kala II
oksitosin 5 ml - Ibu tampak
H : Ibu menerima meringis
injeksi oksitosin menahan
nyeri
- Ibu tampak
melakukan
teknik
relaksasi
nafas
dalam

A: Kontrol nyeri
teratasi

P: Hentikan
Intervensi Kala I
Lanjutkan
Intervensi Kala II
- Anjurkan
teknik
relaksasi
nafas
dalam
- Berikan
posisi
dorsal
recumbent
- Anjurkan
teknik
mengejan
dengan
benar

CATATAN PERKEMBANGAN KALA II

No DIAGNOSA TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


KEPERAWATAN
1. (D.0079) Nyeri Kamis, 2 1. Mengatur Kamis, 2
Melahirkan b.d Desember 2021 posisi pasien Desember 2021
Pengluaran Janin 16:55 dengan 17:35
dengan posisi S:
dorsal - mengataka
recumbent n merasa
H : Pasien lebih baik
mengikuti setelah bayi
segala lahir
perintah yang
O:
diberikan
- Tampak
dengan
tidak
mengatur
meringis
posisi dorsal
- Ibu tampak
recumbent
relaks
namun
2. Menganjurka
lemas
n pasien
- Skala nyeri
untuk
6
mengejan
- Bayi lahir
secara benar
lengkap
H : Ibu
- Tampak
melakukan
keluar
teknik
darah dari
mengejan
jalan lahir
dengan benar
150 ml
menarik nafas
- Lama kala
panjang lewat
II 15 menit
hidung dan
A : Masalah
hembuskan
teratasi
sekalia
mengejan P : Hentikan
lewat panggul Intervensi kala II
lanjutkan observasi
3. Mengajarkan kala III
teknik
relaksasi
nafas dalam
pada pasien
dengan cara
menarik nafas
dengan
hidung
kemudian
dihembuskan
perlahan
lewat mulut
H: ibu
mengikuti
segala anjuran
dan tindakan
yang
diberikan

CATATAN PERKEMBANGAN KALA III

NO DIANGNOSA TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


KEPERAWATAN
1. (D.00012) Resiko Kamis, 2 1. Monitor tanda Kamis, 2
perdarahan b.d Desember 2021 dan gejala Desember 2021
pelepasan plasenta 17:10 perdarahan 17:35

S:
H: tidak ada - Ibu
perdarahan mengatakan
tambahan merasa
lebih baik
2. Anjurkan setelah
meningkatkan plasenta
asupan cairan lahir
untuk
menghindari O:
konstipasi - Plasenta
H: Ibu lahir
mendengar lengkap
dan mengerti - Lama kala
apa yang III : 7 menit
diajarkan - Perdarahan
150 ml
3. Anjurkan segera
melapor jika A: Masalah teratasi
terjadi
perdarahan P: Hentikan
H: Ibu intervensi kala III
mendengar Lanjutkan
dan mengerti intervensi kala IV

CATATAN PERKEMBANGAN KALA IV

NO DIAGNOSA TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


KEPERAWATAN
1. (D.0142) Resiko Kamis, 2 1. Jelaskan tanda Kamis, 2
infeksi b.d luka Desember 2021 dan gejala Desember 2021
jahitan pada jalan infeksi 17:35
lahir 17:30 S:
H: ibu - Ibu
mengerti mengataka
2. Ajar cara n bahwa
memeriksa nyeri sudah
kondisi luka mulai
atau luka berkurang
operasi
O:
H: Ibu
- TTV: TD:
mendengarka
177/70
n dan
mmHg, N:
mengikuti apa
91x/m, RR:
yang
22x/m, SB:
diajarkan
360C

A: Masalah
teratasi sebagian

P: Lanjutkan
intervensi

Daftar Pustaka

World Health Organization (2015). Maternal Mortality in 1990-2015.


Kemenentrian Kesehatan Republik Indonesia.(2018). Profil Kesehatan Indonesia:
Jakarta.
Prawirohardjo S (2016). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Cunningham FG (2006). Obstetri William Vol.1. Jakarta: EGC
Mochtar (2006). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Prawirohardjo S (2014). Ilmu Kebidanan. 4th ed. Jakarta: PT Bina Pustaka.
Moorhead et all.(2018). NANDA NIC NOC. Elsevier
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S PASCAPARTUM DI
PUSKESMAS RANOMUUT

CT : Ns. Gresty N. M Masi, [Link]., [Link].M.B.

CI: Ns. Wenda Oroh, [Link]

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SAM RATULANGI


BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN

1. Definisi
Post partum adalah masa sesudah persalinan dapat juga disebut masa nifas
(puerperium) yaitu masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat
kandungan yang lamanya 6 minggu. Post partum adalah masa 6 minggu sejak bayi lahir
sampai organ-organ reproduksi sampai kembali ke keadaan normal sebelum hamil
(Bobak.2010).
Masa nifas atau masa purpenium adalah masa setelah partus selesai dan berakhir
setelah kira-kira 6-8 minggu (Manjoer. A dkk, 2001). Akan tetapi scluruh alat genetal
baruh pulih kembali seperti sebelumnya ada kehamilan dalam waktu 3 bulan (Ilmu
kebidanan, 2007).
Masa nifas adalah priode sekitar 6 minggu sesudah melahirkan anak, ketika alat-alat
reproduksi tengah kembali ke kondisi normal (Barbara F. Weller.2005).

2. Etiologi atau Faktor Resiko


Penyebab timbulnya persalitan sampai sekarang belum diketahui secara pasti atau
jelas terdapat beberapa tcori antara lain (Rustma Muchtar, 1998):
1. Penurunan kadar progesterone
Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen
meninggikan ketentraman otot rahim,
2. Penurunan kadar progesterone
Pada akhir kehamilan kadar oxytocinbertambah, oleh karena itu timbul kontraksi
otot rahim
3. Keregangan otot-otot
Dengan majunya kehamilan makin regang otol-otot dan otot-otot rahim makin
rentan.
4. Pengaruh janin
Hypofisis dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan
oleh karena itu pada enencephalus kehamilan sering lebih lama dan biasa.
5. Teor prostaglandin
Teori prostaglandin yang dihasilkan dan decidua, disangka menjadi salah satu
sebab permulaan persalinan.

3. Patofisiologi
Dalam masa post partum atau masa nifas, alat-alat genetalia interna maupun
eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil.
Perbahan-penubahan alat genetal ini dalam keseluruhassya disebut "invalusi""
Disamping involusi terjadi perubahan-perubahan penting lain yakni memokonsentrasi
dan timbulnya laktasi yang terakhir ini karena pengaruh lactogenik hommon dani
kelenjar hipofisis terhadap kelenjar-kelenjar mamae. Otot-otot uterus berkontraksi
segera post psrtum, pembuluh-pembuluh darah yang ada antara nyaman otot-otot
uretus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan pendarahan setelah plasenta lahir.
Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks ialah segera post partum bentuk
serviks agak menganga seperticorong, bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri
terbentuk semacam cincin. Peruabahan-perubahan yang terdapat pada endometrium
jalah timbulnya trombosis, degenerasi dan nekrosis ditempat implantasi plasenta pada
hari pertama endometrium yang kira-kira setebal 25 mm itu mempunyai permukaan
yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin regenerasi endometrium terjadi
dari sisa-sisa sel desidua basalis yang memakai waktu 2 sampai 3 minggu.
Ligamen-ligamen dan diafragma palvis serta fasia yang merenggang sewaktu
kehamilan dan pertu setelah janin lahir berangsur-angsur kembali seperti sedia kala.
Pathway
4. Tanda dan Gejala
Tanda-tanda Post partus sebagai berikut : Menurut Hafiffah, (2011) post partus di
tandai oleh :
● Sistem reproduksi
Uterus Di Tandai Dengan Kembalinya Uterus Ke Kondisi Normal Setelah
Hamil
● Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi akan mengalami perubahan saat ibu mulai menyusui.
● Serviks
Setelah lahir serviks akan mengalami edema, bentuk distensi untuk beberapa
hari, struktur interna akan kembali setelah 2 minggu.
● Vagina
Nampak berugae kembali pada 3 minggu.
● Payudara
Payudara akan membesar karena vaskuralisasi dan engorgemen (bengkang
karena peningkatan prilaktin).
● Perineum
Akan terdapat robekan jika di lakukan episiotomi yang akan terjadi masa
penyembuhan selama 2 minggu.

5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan post partum menurut Siswosudarmo, 2008:
● Pemerikasaan umum: tensi,nadi, keluhan dan sebagainya.
● Keadaan umum: TTV, selera makan dll
● Payudara: air susu, putting
● Dinding perut, perineum, kandung kemih, rectum
● Sekres yang keluar atau lochea
● Keadaan alat kandungan
Pemeriksaan penunjang post partum (Manjoer arif dkk, 2001) Hemoglobin,
hematokrit, leukosit, ureum Uhtra sosografi untuk melihat sisa plasenta.

6. Penatalaksanaan Medis
1. Observasi ketat 2 jam post partum (adanya komplikasi perdarahan)
2. 6-8 jam pasca persalinan : istirahat dan tidur tenang, usahakan miring kanan kiri
3. Hari ke- 1-2: memberikan KIE kebersihan diri, cara menyusui yang benar dan
perawatan payudara, perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas, pemberian
informasi tentang senam nifas.
4. Hari ke-2 : mulai latihan duduk
5. Hari ke-3: diperkenankan latihan berdiri dan berjalan

7. Pengkajian

● Amamnesa
1) Identitas klien meliputi: nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, suku/budaya,
alamat, status perkawinan, identitas suami
2) Keluhan utama
3) Riwayat menstruasi (manarce, siklus, jumlah, bau, lamanya)
4) Riwayat obstetri yang lalu (PAPAH)
5) Riwayat penyakit yang pernah diderita
6) Riwayat penyakit kaluarga
7) Riwayat penggunaan kontrasepsi
8) Riwayat kehamilan sekarang
9) Riwayat persalinan (tanggal persalinan, jenis persalinan, letak, cukup bulan/tidak,
uri lahir secara, hasil pemeriksaan uri, panjang tali pusat, ukuran plasenta, tebal,
berat uri, lama persalinan)
10) Kala I,II,II, mulaj dari jam berapa, dan total lamanya waktu persalinan
11) Jumlah perdarahan, robekan jalan lahir, pengobatan yang diberikan selama kala
I,II,III,IV.
12) Keadaan bayi (jenis kelamin, lahir, APGA score, BBL, PBL,
13) Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
14) Status psikososial dan spiritual ibu
15) Bounding dan attachment orang tua dan bayi
16) Reaksi sibling
● Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum
2. TTV (TD, RR, N, SB)
3. Kepala (sklera dan konjungtiva, wajah, mulut, bibir, gigi dan gusi)
4. Leher (pembesaran vena jugularis)
5. Dada (payudara, paru-paru, jantung)
6. Abdomen (TFU, kontraksi uterus, bising usus, kondisi luka operasi, vesikula
urinaria,
7. Genital (Lochea, warna, bau, jumlah. Perineum, Rednes , Edema , Ecchymosis,
Drainage/Discharge, dan Approximation. Vulva)
8. Anus, hemoroid
9. Ekstremitas (odema, refleks patella, homans sign)
10. Pengetahuan dan sikap (perawatan bayi, laktasi, kontrasepsi, senam nifas)
11. Pemeriksaan penunjang

8. Diagnosa Keperawatan

No DIAGNOSA KEPERAWATAN

1 (D. 0077) Nyeri akut b.d episiotomy


Definisi:
Pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan
jaringan actual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan
berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan.

2 (D.0057) Keletihan b.d proses persalinan


Definisi:
Penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat.

9. Intervensi Keperawatan

No SDKI SLKI SIKI

1. (D. 0077) Nyeri akut Outcome untuk (I.08238) Manajemen


b.d episiotomy mengukur Nyeri
penyelesaian dari Definisi:
diagnosa (L.08063) ) Mengidentifikasi dan
Kontrol Nyeri. mengelolah pengalaman
Definisi: sensorik atau emosional
Tindakan untuk yang berkaitan dengan
meredahkan kerusakan jaringan atau
pengalam sensoria fungsional dengan onset
tau emosional yang mendadak atau lambat dan
tidak menyenangkan berintensitas ringan hingga
akibat kerusakan berat dan konstan.
jaringan. Observasi:
Dengan kriteria hasil: 1. Identifikasi lokasi,
1. Melaporkan karakteristik, durasi,
nyeri yang frekuensi, kualitas,
terkontrol intensitas nyeri,
menurun skala nyeri.
2. Kemampaun 2. Identifikasi factor
menggunakan yang memperberat
teknik dan memperingan
non-farmakol nyeri.
ogi meningkat 3. Berikan teknik
3. Kemampuan nonfarmakologi
mengenali
penyebab
Terapeutik
nyeri
1. Berikan teknik
meningkat
nonfarmakologi
4. Dukungan
untuk mengurangi
orang terdekat
rasa nyeri (mis.
meningkat
Tarapi pijat,
5. Keluhan nyeri
kompres
menurun
hangat/dingin,
relaksasi napas
dalam)

Edukasi:
1. Jelaskan strategi
meredahkan nyeri
2. Ajarkan memonitor
nyeri secara mandiri

2. (D.0057) Keletihan Outcome untuk (I.12362). Edukasi


b.d proses persalinan mengukur Aktivitas/Istirahat
penyelesaian dari Definisi:
diagnosa Mengajarkan pengaturan
(L.05046) Tingkat aktivitas dan istirahat.
Keletihan. Edukasi:
Definisi: 1. Ajarkan cara
Kapasitas kerja fisik mengidentifikasi
dan mental yang tidak kebutuhan istirahat.
pulih dengan 2. Jelaskan pentingnya
istirahat. melakukan aktifitas
kriteria hasil: fisik/ olahraga secara
1. Tenaga rutin
2. Kemampuan
(I.05178) Manajemen
melakukan
Energi
aktifitas rutin
Definisi:
3. Verbalisasi
Mengidentifikasi dan
kepulihan
mengelolah penggunaan
energy
energy untuk mengatasi atau
4. Pola istirahat
mencegah kelelahan dan
mengoptimalkan proses
pemulihan.
Terapeutik:
1. berikan aktifitas distraksi
yang menyenangkan
Edukasi:
1. Anjurkan melakukan
aktivitas secara
bertahap.
2. Anjurkan
menghubungi
perawat jika tanda
dan gejala kelelahan
tidak berkurang.

BAB II

FORMAT PENGKAJIAN PASCAPARTUM

Tanggal MRS : Kamis, 2 Desember 2021 Jam : 05.15 WITA

Tanggal pengkajian : Kamis, 2 Desember 2021 Jam : 21:00 WITA

Ruang/kelas : Nifas Diagnosa : G2P2A0

Jam Partus : 17.10 WITA

No RM :
A. ANAMNESA

1) Identitas
Biodata Ibu Biodata Suami
Nama : Ny. Sansia Salema Nama :-
Umur : 21 Tahun Umur
Jenis kelamin : Perempuan Jenis kelamin
Agama : Kristen Protestan Agama
Suku/bangsa : Manado/Indonesia Suku/bangsa
Status Perkawinan : Belum menikah Status Perkawinan
Pendidikan : SMP Pendidikan
Alamat : Paal 2, Ling 9 Alamat

2) Keluhan utama : Nyeri pada luka jalan lahir dan badan terasa lemah

3) Riwayat menstruasi
Menarche : 12 tahun
Siklus : 21-35 hari
Jumlah : Banyak
Bau/tidak :Bau
Lamanya : 5-6 hari

4) Riwayat obsterti yang lalu

Hamil perkawinan Riwayat Abortus Prematur [Link]/ ♂ ♀ Hidup Meninggal Riwayat


kehamilan [Link] Sebanyak puer
lalu perinium
yll

1 - Lahir Tidak Tidak P. Biasa L - 1 - -


normal pernah perbah
tidak ada
penyulit

2 - Lahir Tidak Tidak P. Biasa - P 1 - -


normal pernah pernah
tidak ada
penyulit

Kesimpulan
Para :2
Abortus :0
Prematur : 0
Aterna :0
Hidup :2

5) Riwayat Penyakit yang oemah diderita : tidak ada


6) Riwayat penyakit keluarga : tidak ada
7) Riwayat penggunaan Kontrasepsi : KB suntik 3 bulan
8) Riwayat Kehamilan sekarang :
9) Riwayat Persalinan Sekarang
Tanggal persalinan : 2 Desember 2021 jam : 17.10 WITA
Jenis Persalinan : pervaginam
Letak : Presentasi Kepala
Cukup bulan/tidak : cukup bulan
Uri lahir secara : Normal
Hasil pemeriksaan uri :-
Panjang tali pusat : 50 cm
Ukuran plasenta : 500 gr
Tebal : 10 cm
Berat uri : 0,5 Kg
Lama persalinan : 22 menit
Kala I : Mulai jam 06.00-16.55
Kala II : Mulai jam 16.55-17.15
Kala III : Mulai jam 17.15-17.17 total : 11 jam 17 menit

Jumlah perdarahan : 150 ml

Robekan jalan lahir: ada


Pengobatan yang di berikan
a. Kala I :-
b. Kala II :-
c. Kala III : Di berikan suntikan oksitosin
d. Kala IV :-

Keadaan bayi
Jenis kelamin : Perempuan
Lahir : Hidup
Apga score : 7-8
Berat badan lahir : 2.350 gr
Panjang badan : 48 cm

10) Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari

Kebutuhan Dirumah Dirumah sakit


Nutrisi Nutrisi terpenuhi Nutrisi terpenuhi

Eliminasi Baik/lancar Baik/lancar

Aktifitas/istirahat Istirahat dan aktifitas ibu Istirahat ibu mulai meningkat


cukup Aktifitas bergerak ibu masih
terbatas
Personal Hygiene Mandi 2 kali/hari Membersihkan badan Di bantu
keluarga
Kebiasaan yang Tidak ada Tidak ada
Mempengaruhi
kesehatan
11) Status psikososial dan spiritual ibu
Ibu menerima bayi dengan baik dan sangat senang melihat kelahiran sang bayi dan Ibu
berdoa mengucap syukur atas kelahiran anaknya

12) Bounding dan attachment orang tua dan bayi


Baik

13) Reaksi sibling


Anak pertama merasa cemburu dengan kelahiran adiknya

B. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umun : Baik
Tanda-tanda vital : TD 117/70 mmHg Nadi : 91 x/m
RR 22 x/menit suhu : 36 oC
2. Kepala

Sklera dan konjungtiva : Merah muda

Wajah : Simetris

Mulut dan bibir : Lembab

Gigi dan gusi : Tidak terdapat caries

3. Leher ( pembesaran vena jugularis ) : -


4. Dada
1. Payudara
●Pengeluaran kolustrum : ada
●Keadaan putting susu dan areoal : Putting menonjol dan daerah aerola
menghitam
●Bentuk dan ukuran payudara : Membesar
2. Paru-paru
● Suara napas tambahan : -
● Ekspansi Dada : Normal

3. Jantung
● Suara jantung : Normal

5. Abdomen:
a. TFU : 12 cm
b. Kontraksi uterus :-
c. Bising usus :+
d. Kondisi luka operasi : masi basa
e. Vesikula urinaria : Normal

6. Genitalia :
a. Lochea
Warna : Merah
Bau : Amis
Jumlah : Banyak
b. Perineum : -

Rednes -, Edema -, Ecchymosis-, Drainage/Discharge-, dan Approximation -

c. Vulva :

7. Anus : normal
Hemoroid : tidak ada

8. Ekstremitas
Odema : Tidak ada
Refleks patela : Ada/baik
Homans sign : Ada
C. Pengetahuan dan Sikap terhadap
1. Perawatan bayi : Baik
2. Laktasi : Baik
3. Kontrasepsi : Baik
4. Senam nifas : Baik

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada

ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


1 DS : Ibu mengatakan bahwa ia Agen injuri fisik Nyeri Akut
merasakan nyeri dibagian luka (episiotomy)
jahitan.
Skala nyeri 4-5 (nyeri sedang)

DO:
TD: 117/70 mmHg
N : 91 x/m
RR 22 x/menit
SB : 36 oC

2 DS: Ibu mengatakan bahwa ia Proses persalinan Keletihan


masih merasa lemas

DO: : ibu tampak kelelahan


dan terlihat letih.
TD: 111/70 mmHg
N : 91 x/m
RR 22 x/menit
SB : 36 oC
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. (D. 0077) Nyeri akut b.d episiotomy d.d


DS : Ibu mengatakan bahwa ia merasakan nyeri dibagian luka jahitan.
Skala nyeri 4-5 (nyeri sedang)
DO: TD: 117/70 mmHg, N : 91 x/m, RR 22 x/menit, SB : 36 0C
2. (D.0057) Keletihan b.d proses persalinan d.d
DS: Ibu mengatakan bahwa ia masih merasa lemas
DO: : ibu tampak kelelahan dan terlihat letih. TD: 117/70 mmHg, N : 91 x/m, RR 22
x/menit, SB : 36 0C

INTERVENSI KEPERAWATAN

No SDKI SLKI SIKI

1 (D. 0077) Nyeri akut b.d Setelah dilakukan (I.08238) Manajemen


episiotomy d.d intervensi keperawatan. Nyeri
Maka diharapkan pasien Observasi:
akan menunjukkan 1. Identifikasi
DS : Ibu mengatakan bahwa ia (L.08063) ) Kontrol lokasi,
merasakan nyeri dibagian luka Nyeri. Dengan kriteria karakteristik,
jahitan. hasil: durasi,
Skala nyeri 4-5 (nyeri sedang) 1. Melaporkan nyeri yang frekuensi,
terkontrol menurun (1) kualitas,
DO: 2. Kemampaun intensitas nyeri,
TD: 117/70 mmHg menggunakan teknik skala nyeri.
N : 91 x/m non-farmakologi 2. Identifikasi
RR 22 x/menit meningkat (5) factor yang
SB : 36 oC memperberat
dan
3. Kemampuan memperingan
mengenali penyebab nyeri.
nyeri meningkat (5) 3. Berikan teknik
4. Dukungan orang nonfarmakologi
terdekat meningkat (5)
5. Keluhan nyeri menurun
Terapeutik
(5)
1. Berikan teknik
nonfarmakologi
untuk
mengurangi
rasa nyeri (mis.
Tarapi pijat,
kompres
hangat/dingin,
relaksasi napas
dalam)

Edukasi:
2. Jelaskan
strategi
meredahkan
nyeri
3. Ajarkan
memonitor
nyeri secara
mandiri

2 (D.0057) Keletihan b.d Setelah dilakukan (I.12362). Edukasi


proses persalinan d.d intervensi keperawatan Aktivitas/Istirahat
diharapkan (L.05046) Edukasi:
DS: Ibu mengatakan bahwa ia Tingkat Keletihan dengan 1. Ajarkan cara
masih merasa lemas kriteria hasil: mengidentifikasi
1. Tenaga (5) kebutuhan istirahat.
DO: : ibu tampak kelelahan 2. Kemampuan 2. Jelaskan
dan terlihat letih. melakukan aktifitas pentingnya
TD: 117/70 mmHg rutin (3) melakukan aktifitas
N : 91 x/m 3. Verbalisasi fisik/ olahraga
RR 22 x/menit kepulihan energy secara rutin
SB : 36 oC (5)
(I.05178) Manajemen
4. Pola istirahat (5)
Energi

Terapeutik:
1. berikan aktifitas
distraksi yang
menyenangkan

Edukasi:
1. Anjurkan
melakukan
aktivitas secara
bertahap.
2. Anjurkan
menghubungi
perawat jika
tanda dan gejala
kelelahan tidak
berkurang.

CATATAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN


No Dignosa Tgl/Jam Implementasi Evaluasi
keperawatan
1. (D. 0077) Nyeri Kamis 1. Identifikasi lokasi, Kamis, 2 Desember 2021
akut b.d 2-12-20 karakteristik, durasi, 21:30
episiotomy 21 frekuensi, kualitas,
21:10 intensitas nyeri, S: Ibu mengatakan nyeri
wita skala nyeri. pada jahitan episiotomy
H: nyeri dibagian dengan skala 4-5, nyeri
jahitan, skala nyeri bertambah jika ia berjalan
4-5 dengan intensitas
nyeri sedang. O: Ibu masih tampak
menahan nyeri ketika
2. Identifikasi factor berjalan.
yang memperberat TD: 94/62 mmHg
dan memperingan N: 92
nyeri. RR: 30
H: Ibu mengatakan SB: 36 0C
jika ia bergerak
maka ia akan A: Kontol nyeri teratasi
merasakan nyeri. sebagian
Jika hanya tidur
atau tidak bergerak
maka tidak terlalu P: Lanjutkan intervensi
nyeri. dirumah

3. Berikan teknik
nonfarmakologi
untuk mengurangi
rasa nyeri (mis.
Tarapi pijat,
kompres
hangat/dingin,
relaksasi napas
dalam)
H: Nyeri berkurang

4. Jelaskan strategi
meredahkan nyeri
H: Ibu mengerti
penjelasan yang
diberikan

5. Ajarkan memonitor
nyeri secara mandiri.
H: Ibu mengetahui
dan melakukan cara
monitor nyeri

2. (D.0057) Kamis (I.12362). Edukasi Kamis, 2 Desember 2021


Keletihan b.d 2-12-20 Aktivitas/Istirahat 21:30
proses 21 1. Ajarkan cara
persalinan 21:10 mengidentifikasi S:
wita kebutuhan
istirahat. O: Ibu mulai melakukan
H: Ibu apa yang diajarkan
mendengar dan
mengerti A: Keletihan mulai
berkurang
2. Jelaskan
pentingnya P: Lanjutkan intervensi
melakukan dirumah
aktifitas fisik/
olahraga secara
rutin.
H: Ibu mengerti
dan mulai
melakukan

(I.05178) Manajemen
Energi
1. Berikan aktifitas
distraksi yang
menyenangkan
H: Ibu
melakukan apa
yang diajarkan

2. Anjurkan
melakukan
aktivitas secara
bertahap.
H: Ibu
melakukan apa
yang diajarkan

3. Anjurkan
menghubungi
perawat jika
tanda dan gejala
kelelahan tidak
berkurang.
H: Ibu
melakukan apa
yang dianjurkan

[Link]

Hari/tgl : kamis 2 desember 2021

Diagnosa keperawatan: (D. 0077) Nyeri akut b.d episiotomy d.d

DS :
DO: TD: 117/70 mmHg, N : 91 x/m, RR 22 x/menit, SB : 36 0C
3. (D.0057) Keletihan b.d proses persalinan d.d
DS: Ibu mengatakan bahwa ia masih merasa lemas
DO: : ibu tampak kelelahan dan terlihat letih. TD: 117/70 mmHg, N : 91 x/m, RR 22
x/menit, SB : 36 0C

Evalwasi :

- ibu mengatakan masi merasa nyeri di bagian luka jahitan

- ibu mengatakan merasa lemah dan merasa letih

Daftar Pustaka

Bobak, M.L., Jensen, D.M., 2000, Perawatan Maternitas (terjemahan). Edisi I. YIA-PKP,

Bandung.

Bobak, Lowdermik, Jensen, 2004. Buku Ajar Kepearwatan Maternitas (terjemahan). Edisi

IV. EGC, Jakarkta.

Carpenito, LJ., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis (terjemahan),

Edisi 6, EGC, Jakarta.

Dongoes, M.E., 2001, Rencana Keperawatan Maternal Bayi: Pedoman untuk Perencanaan

dan Dokumentasi Klien (terjemahan), EGC, Jakarta.


ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DI PUSKESMAS RANOMUUT
CT : Ns. Gresty N. M Masi, [Link]., [Link].M.B.

CI: Ns. Wenda Oroh, [Link]

Disusun oleh

NAMA : JESSICA RARAS

NIM : 20011104062

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

BAB 1
LAPORAN PENDAHULUAN
DEVINISI

Ibu hamil adalah seorang wanita yang mengandung dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin (Prawirohardjo, 2005). Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita
membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
proses gestasi embrio manusia atau janin selama kehamilan, dari pembuahan hingga
kelahiran. Setelah pembuahan, embriogenesis dimulai. Pada manusia, setelah
embriogenesis selesai, pada akhir minggu ke-10 kehamilan, prekursor untuk semua
organ tubuh utama terbentuk
Periode prenatal atau masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia
yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki
sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Masa ini pada umumnya
berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Dilihat dari
segi waktunya, periode prenatal ini merupakan periode perkembangan manusia yang
paling singkat, tetapi justru pada periode inilah terlihat perkembangan yang sangat
cepat dalam diri individu.

ETIOLOGI ATAU FAKTOR RESIKO

yang terjadi sebelum bayi lahir, seperti riwayat keluarga yang mengalami tuli sejak
lahir, infeksi Toxoplasma, Other agents, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex
(TORCH) yang ditransmisikan dari ibu ke bayi, preeklampsia, dan diabetes
gestasional.
Patofisiologi dari kehamilan postterm belum jelas diketahui tetapi diduga
berhubungan dengan adanya peningkatan hormon corticotropin releasing hormone
(CRH).
Peningkatan Hormon Corticotropin-Releasing Hormone (CRH)
Pada saat hamil, plasenta akan memproduksi hormon corticotropin-releasing hormone
(CRH) yang terkait dengan lama durasi kehamilan. Peningkatan sintesis CRH terjadi
seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan mencapai puncak pada saat
persalinan. Pada wanita dengan persalinan preterm, hormon CRH meningkat lebih
cepat daripada wanita dengan persalinan aterm, sementara pada wanita dengan
persalinan postterm, terjadi perlambatan peningkatan hormon CRH.
Berdasarkan uraian di atas, persalinan postterm terjadi karena perubahan mekanisme
regulasi CRH sehingga berpengaruh pada durasi kehamilan. Hal ini dapat disebabkan
oleh faktor keturunan akibat dari gen polimorfisme pada CRH atau adanya perubahan
pada fenotip ibu dengan obesitas yang mengubah sinyal hormonal pada kelahiran.
Walau demikian, mekanisme peningkatan hormon CRH ini menyebabkan kehamilan
postterm sendiri masih belum diketahui.[1,3]

POTOFISIOLOGI

TANDA DAN GEJALA

Mengalami nyeri dan keluar lendir warna merah sempat mengeluarkan cairan
Sering meminta uñtuk Bak bab
Letak kepala bayi mormal
Sedikit kontraksi uterus baik

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Dapat dilakukan selama trimester 1 ultrasonografi(usg) dan kepala bayi berada di


perut sebelah kiri atas
Pengukuran suhu badan pengukuran tinggi fundua

PENATALASAAN MEDIS

Selama pelaksanaan pemerikasaan di jadwalkan sesusai yg suda ada agar ibu bisa
datang rutin
Pelaksanaan medis

Memastikan kehamilan
Memperkirakan tanggal kehamilan
Konseling dan penanganan ketidaknyamanan umum pada kehamilan
Pemantauan kesejahteraan janin yang belanjut (pantau djj, usg)
Pemantauan nutrisi dan kesejahteraan ibu secara terus menerus
Memprograman obat obatan rutin

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Pengkajian tanggal: 30.11.2021

Jam: 09.30
Ruang: anc

[Link] :

Diagnosa :

Nama Ibu : anapolia

Nama suami: Akmal

Umur: 16

Umur :18

Agama :islam
Agama: islam

Pendidikan : SMK

Pendidikan: SMK

Pekerjaan :IBU IRT BAPK BUru

Suku/bangsa:dendengan dalam ling 7

Suku/Bangsa
: dendengan dalam ling 7

Alamt: dendengan

Alamat :dendengan

Status: kawin

1.2 Keluhan Utama: tidak ada keluhan berat haningin kontrol kandungan

1.3 Riwayat Menstruasi

Usia: 12 thn

Siklus: 1 bln 1×
Lamanya :4 hari

HPHT: 28052021

Perkiraan Persalinan :05032022

Flour albus:
1.4 riwayat obsterti yang lalu
Kehamilan umur:16 thn , penyulit:tidak ada. Jenis: [Link]:[Link]:
tidak [Link]:[Link] kelamin:laki [Link]:5thn

DIAGNOSA

EFALVASI
Hari/tgl: 30.11.2021 jam 09:30
Diagnosa keperawatan:
Evalwasi: pasien terlihat sehat
Pasien datang ke puskes hanya ingin
Cek rutin

Anda mungkin juga menyukai