Asuhan Persalinan Normal di Puskesmas
Asuhan Persalinan Normal di Puskesmas
S DENGAN
PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS RANOMUUT
Disusun oleh
NIM : 20011104062
FAKULTAS KEDOKTERAN
3. Patofisiologi
Tanda-Tanda Inpartu
Proses persalinan
Gangguan Respirasi
1. Kala I
Dimulai dari saat persalinan sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini
berlangsung antara 18-24 jam ,terbagi dalam 2 fase yaitu:
a. Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat
sampai mencapai ukuran diameter 3cm.
b. Fase aktif dibagi dalam 3 fase yaitu :
1) Fase akselerasi: dalam waktu 3 jam pembukaan 3cm tersebut menjadi
4cm
2) Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung
sangat cepat dari 4cm menjadi 9cm.
3) Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali, dalam waktu 2 jam
pembukaan dari 9cm menjadi lengkap.
Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida. Pada multi gravid pun
terjadi demikian, akan tetapi fase laten, fase aktif, dan fase deselerasi
terjadi lebih pendek Mekanisme membukanya seviks berbeda antara pada
primigravida dan multigravida, pada yang pertama ostium uteri internum
akan membuka terlebih dahulu, sehingga serviks akan mendatar dan
menipis. Baru kemudian osteum uteri eksternum membuka. Pada
multigrvida osteum uteri internum sudah sedikit terbuka. Osteum uteri
internum dan eksternum serta penipisan dan pendataran serviks terjadi
dalam saat yang [Link] akan pecah dengan sendiri ketika
pembukaan hampir atau sudah lengkap. Tidak jarang ketuban harus
dipecahkan ketika pembukaan hampir lengkap atau telah lengkap. Bila
ketuban telah pecah sebelum pembukaan mencapai 5 cm, disebut ketuban
pecah dini. Kala I selesai apabila pembukaan seviks uteri telah lengkap.
Pada primigravida kala I berlangsung kira-kira 13 jam, sedangkan pada
multigravida kira-kira 7 jam.
2. Kala II
Pada kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat, kira-kira 2 sampai 3 menit
sekali. Karena biasanya dalam hal ini janin sudah masuk ruang panggul, maka
pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul, yang secara reflektoris
menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasa pula tekanan pada rectum dan
hendak buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar
dengan anus membuka, labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala
janin tampak dalam vulva pada waktu his. Bila dasar panggul sudah lebih
berelaksasi, kepala tidak masuk lagi di luar his, dengan his dan kekuatan
mengedan maksimal kepala janin dilahirkan dengan suboksiput di bawah simfisis
dan dahi, muka, dan dagu melewati perineum. Setelah istirahat sebentar, his mulai
lagi untuk mengeluarkan badan dan anggota bayi. Pada primi gravida kala II
berlangsung rata-rata 1,5 jam dan pada multipara rata-rata 0,5 jam.
3. Kala III
Setelah bayi lahir, uterus teraba keras dengan fundus uteri agak diatas pusat.
Beberapa menit kemudian uterus kontraksi lagi untuk melepas plasenta dari
dindingnya. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir
dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. Pengeluaran plasenta
disertai dengan pengeluaran darah.
4. Kala IV
Dimulai saat plasenta lahir sampai 2 jam pertama post partum. Keduanya baru
saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa. Rata-rata perdarahan normal
adalah 250 cc. Perdarahan persalinan yang lebih dari 500cc adalah perdarahan
abnormal. (Prawirohardjo,2007)
5. Pemeriksaan Penunjang
a. USG
b. Pemeriksaan Hb
c. Repid Antigen
6. Penatalaksanaan
⮚ Penatalaksanaan pada kala I menurut Depkes RI (2004) :
1) Menyiapkan partus pevaginam, menyiapkan perlengkapan dan obat-obatan yang y
dibutuhkan.
2) Menyiapkan rujukan jika terjadi penyulit.
3) Memberikan asuhan sayang ibu dengan memberi dukungan emosional.
4) Melakukan observasi his dan DJJ setiap 30 menit, observasi tanda-tanda vital
setiap 4 jam.
5) Biarkan ibu istirahat sesaat.
6) Memberikan cairan dan nutrisi. Cairan dan nutrisi yang cukup selama pesalinan
akan memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi bisa
memperlambat kontraksi atau membuat kontraksi tidak teratur dan kurang efektif.
7) Mengajarkan ibu relaksasi yang benar dan melakukan manajemen nyeri
8) Mengajarkan cara mengedan yang benar.
9) Mengatur posisi senyaman mungkin, ibu diperbolehkan melakukan aktivitas
sesuai dengan kesanggupannya. Posisi tegak seperti berjalan, berdiri dan jongkok
dapat membantu turunnya kepala bayi dan sering kali mempersingkat waktu
persalinan.
10) Menyarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. Ibu harus berkemih paling
sedikit 2 jam atau lebih sering. Kandung kemih yang penuh dapat mengahalangi
kontraksi dan akan memperlambat turunnya bagian terbawah janin. Hal ini akan
menambah rasa sakit, kesulitan untuk melahirkan plasenta, perdarahan pasca
persalinan dan mungkin menyebabkan partus macet, menyebabkan ibu tidak
nyaman, meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pasca persalinan, dan
mengganggu penatalaksanaan distosia bahu.
7. Pengkajian Keperawatan
1. Identitas umum
2. Pemeriksaan TTV (TD, nadi, suhu, respirasi),
Tanda vital. Tekanan darah : Untuk mengetahui faktor resiko hipertensi dan
hipotensi. Batas normalnya 120/80 mmHg (Saifuddin, 2010), Nadi : Untuk
mengetahui nadi pasien yang dihitung dalam menit (Saifuddin, 2010). Batas
normalnya 69-100x/ menit , Respirasi : Untuk mengetahui frekuensi pernafasan
pasien yang dihitung dalam 1 menit (Saifuddin, 2010). Batas normalnya 12- 22x/
menit, Suhu : Untuk mengetahui suhu tubuh klien, memungkinkan febris/ infeksi
dengan menggunakan skala derajat celcius. Suhu wanita 37 saat bersalin tidak lebih
dari 38°C (Wiknjosastro, 2009). Suhu tubuh pada ibu bersalin dengan persalinan
normal ≥ 38°C (Taufan, 2014). Tanda-tanda persalinan kala II dimulai sejak pukul
berapa, evaluasi terhadap tanda-tanda persalinan kala II ( dorongan, meneran,
tekanan ke anus perineum menonjol, dan vulva membuka).
3. DJJ, vesika urinaria (penuh/kosong) DJJ < 120x/ menit atau > 160x/ menit
4. Respon prilaku (tingkat kecemasan, skala nyeri, kelelahan, keinginan mengedan,
sikap ibu saat masuk kala II, intensitas nyeri).
8. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri melahirkan berhubungan dengan Dilatasi Serviks, pengeluaran janin (D. 0079)
2. Kesiapan Persalinan (D. 0070)
3. Risiko Infeksi (D. 0142)
4. Risiko Hipovolemia(D.0034)
5. Risiko Cedera Pada Janin (D. 0138)
6. Risiko Cedera Pada Ibu (D. 0137)
9. Intervensi Keperawatan
No SDKI SLKI SIKI
Terapeutik
● Diskusikan perasaan,
pertanyaan dan perhatian
terkait pembedahan
● Siapkan Tindakan
pembedahan (mis.
Persiapan fisik, persiapan
psikologis)
● Pasang IV line (termasuk
persiapan transfuse)
● Pasang kateter urin
Edukasi
● Jelaskan alasan perlunya
pembedahan
● Jelaskan proses
persalinan seksio sesaria
Kolaborasi
● Kolaborasi pemberian
premedikasi
Terapeutik
● Fasilitasi ibu saat
melakukan IMD (Inisiasi
menyusui dini)
● Fasilitasi ibu untuk rawat
gabung atau rooming in
Edukasi
● Jelaskan pentingnya
menyusui sampai 2 tahun
● Anjurkan ibu menjaga
produksi ASI dengan
memerah ASI
● Anjurkan ibu untuk
memberikan nutrisi
kepada bayi hanya
dengan ASI ekslusif
selama 6 bulan dan
dilanjutkan sampai 2
tahun
Edukasi
● Jelaskan tanda dan gejala
infeksi
● Ajarkan cara mencuci
tangan dengan benar
● Ajarkan cara memeriksa
kondisi luka operasi
● Anjurkan meningkatkan
asupan nutrisi
● Anjurkan meningkatkan
asupan cairan
Edukasi
● Anjurkan
memperbanyak asupan
cairan oral
Kolaborasi
● Kolaborasi dalam
pemberian cairan IV
isotonis (mis. NaCl, RL)
Edukasi
● Jelaskan prosedur
pertolongan persalinan
● Anjurkan ibu cukup
nurisi
● Anjurkan ibu mengenali
tanda bahaya persalinan
Perawatan Pascapersalinan
(I.07225)
Observasi
● Monitor tanda-tanda vital
● Periksa robekan
(kemerahan, edema,
ekomosis, pengeluaran,
penyatuan jahitan)
● Monitor nyeri
Terapeutik
● Dukung ibu untuk
melakukan ambulasi dini
● Berikan kenyamanan
pada ibu
● Diskusikan kebutuhan
aktivitas dan istirahat
Edukasi
● Jelaskan pemeriksaan
pada ibu secara rutin
Kolaborasi
● Kolaborasi dengan
dokter obstetric dan
dokter spesialis
kandungan
Terapeutik
● Fasilitasi ibu melakukan
IMD (Inisiasi menyusui
dini)
● Dukung ibu menyusui
dengan mendapingi ibu
● Diskusikan dengan
keluarga tentang ASI
eksklusif
Edukasi
● Jelaskan manfaat
menyusui bagi ibu dan
bayi
● Jelaskan pentingnya
menyusui untuk
mempertahankan dan
meningkatkan produksi
ASI
● Jelaskan tanda-tanda
bayi cukup ASI (mis
berat badan meningkat,
BAK lebih dari 10
kali/hari, warna urine
tidak pekat)
● Anjurkan ibu menyusui
sesegera mungkin setelah
melahirkan
● Anjurkan ibu memberi
nutrisi kepada bayi hanya
dengan ASI
● Anjurkan ibu menyusui
sesering mungkin setelah
lahir sesuai kebutuhan
bayi
BAB 2
c) Riwayat kontrasepsi :
Pasien mengatakan menggunakan kontrasepsi Suntik per 3 bulan
Trimester II :
Pasien mengatakan untuk trismester II (Usia 14 minggu – 27 minggu) ibu
melakukan pengontrolan di Puskesmas Ranomuut setiap 1 bulan sekali,
dan mendapatkan suntikan tetanus pada saat melakukan pengontrolan
kehamilan untuk mencegah terjadinya penyakit pada bayi, serta
komplikasi kehamilan pada tanggal 30 November 2021.
Trimester III :
Pasien mengatakan untuk trismester III (28 minggu – 40 minggu) ibu
melakukan pengontrolan di Puskesmas Ranomuut setiap 2 minggu. Dan
telah mendapatkan suntik Vaksin TT III dan pemeriksaan USG pada
tanggal 30 November 2021.
B. PEMERIKSAAN FISIK
a) Keadaan umum : Baik
TTV
TD : 94/63 mmHg
S : 36 0C
R : 20 x/m
N : 103 x/m
1) Kontraksi uterus :
2) Pemeriksaan Leopold
Leopold I : TFU 28 cm, Presentase Kepala
Leopold II: Punggung Sebelah kiri
Leopold III : Presentase Kepala
Leopold IV : Kepala Janin Sudah Masuk PAP
3) DJJ : 153 x/m
e) Genitalia:
1) Keadaan vulva dan perineum:
vagina mengeluarkan cairan amnion dan darah, tidak adanya luka atau
lesi.
2) Pembukaan serviks :
Pukul 16:30 : Pembukaan Serviks 7 cm
3) selaput Amnion : Selaput amnion pecah sesuai dengan waktunya
f) Anus : Tidak adanya robekan pada anus
g) Ekstremitas : Ekstremitas atas dan bawah normal. Tidak adanya nyeri pada
kedua ektremitas atas dan bawah, tidak terdapat edema.
2. Pengkajian Khusus
▪ Kala I
Pada Kala I Pasien mengatakan merasa nyeri akibat kontraksi uterus, nyeri
pada bagian perut menjalar sampai ke belakang, nyeri tak tertahankan dan ingin
segera melahirkan, Pembukaan Serviks 7 cm . Pada pengkajian kala 1 Ibu tampak
meringis dan gelisah.
▪ Kala II
Pembukaan Serviks lengkap pada pukul 16:55. pada kala II ibu mengalami
kontraksi uterus yang kuat ibu merasakan nyeri pada bagian perut akibat
kontraksi, nyeri yang dirasakan menjalar sampai ke bagian belakang. Ibu tampak
meringis menahan nyeri. Kepala bayi tampak masuk PAP. Pada pengkajian nyeri
Menurut VAS didapatkan skala nyeri 10.
▪ Kala III
Bayi sudah lahir lengkap pada pukul 17:10, berjenis kelamin perempuan dengan
BBL: 2350 gr, PBL; 48 cm, A:S 7-8. Pemberian saleb mata. Ibu diberikan oxytocin 1
amp, mengosongkan kandung kemih. Pada pukul 17:17 plasenta lahir lengkap dengan
selaputnya. Ada lecet perineum dan diberiksa 1 jahitan setelah dibersihkan dan
disterilkan.
▪ Kala IV
Tidak terdapat perdarahan berlebih (perdarahan normal 150 ml).
B. PEMERIKSAAN PENUJANG:
Repid antigen
DIAGNOSA KEPERAWATAN
▪ KALA I
1. Kode : D0079 Nyeri Melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks, di tandai
dengan
DS :
- Ibu mengatakan nyeri karena kontraksi, nyeris yang dirasakan seperti
diremas-remas dan tegang, nyeri pada bagian perut menjalar sampai ke pinggang,
skala nyeri 10 nyeri tak tertahankan hilang timbul setiap 1 menit sekali dengan
durasi 20-30 detik
- Ibu mengatakan semakin lama semakin kuat kontraksi uterus
DO:
- Ibu tampak meringis dan gelisah
- His 1 x 1’ x 30”
- DJJ : 161 x/m
- TTV : TD : 120/80, S: 36.9, R: 20x/m, N : 90x/m
▪ KALA II
2. Kode : D0079 Nyeri Melahirkan berhubungan dengan Pengluaran Janin ditandai
dengan
DS :
DO:
▪ KALA IV
4. Kode : D0142 Resiko infeksi b.d luka jahitan pada jalan lahir
DS:
DO:
- Terdapat lecet pada area perineum ibu dan terdapat 1 jahitan
- TTV: 177/70 mmHg, N: 91x/m, RR: 22x/m, SB: 360C
INTERVENSI KEPERAWATAN
INTERVENSI KALA I
INTERVENSI KALA II
INTERVENSI KALA IV
A: Kontrol nyeri
teratasi
P: Hentikan
Intervensi Kala I
Lanjutkan
Intervensi Kala II
- Anjurkan
teknik
relaksasi
nafas
dalam
- Berikan
posisi
dorsal
recumbent
- Anjurkan
teknik
mengejan
dengan
benar
S:
H: tidak ada - Ibu
perdarahan mengatakan
tambahan merasa
lebih baik
2. Anjurkan setelah
meningkatkan plasenta
asupan cairan lahir
untuk
menghindari O:
konstipasi - Plasenta
H: Ibu lahir
mendengar lengkap
dan mengerti - Lama kala
apa yang III : 7 menit
diajarkan - Perdarahan
150 ml
3. Anjurkan segera
melapor jika A: Masalah teratasi
terjadi
perdarahan P: Hentikan
H: Ibu intervensi kala III
mendengar Lanjutkan
dan mengerti intervensi kala IV
A: Masalah
teratasi sebagian
P: Lanjutkan
intervensi
Daftar Pustaka
FAKULTAS KEDOKTERAN
LAPORAN PENDAHULUAN
1. Definisi
Post partum adalah masa sesudah persalinan dapat juga disebut masa nifas
(puerperium) yaitu masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat
kandungan yang lamanya 6 minggu. Post partum adalah masa 6 minggu sejak bayi lahir
sampai organ-organ reproduksi sampai kembali ke keadaan normal sebelum hamil
(Bobak.2010).
Masa nifas atau masa purpenium adalah masa setelah partus selesai dan berakhir
setelah kira-kira 6-8 minggu (Manjoer. A dkk, 2001). Akan tetapi scluruh alat genetal
baruh pulih kembali seperti sebelumnya ada kehamilan dalam waktu 3 bulan (Ilmu
kebidanan, 2007).
Masa nifas adalah priode sekitar 6 minggu sesudah melahirkan anak, ketika alat-alat
reproduksi tengah kembali ke kondisi normal (Barbara F. Weller.2005).
3. Patofisiologi
Dalam masa post partum atau masa nifas, alat-alat genetalia interna maupun
eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil.
Perbahan-penubahan alat genetal ini dalam keseluruhassya disebut "invalusi""
Disamping involusi terjadi perubahan-perubahan penting lain yakni memokonsentrasi
dan timbulnya laktasi yang terakhir ini karena pengaruh lactogenik hommon dani
kelenjar hipofisis terhadap kelenjar-kelenjar mamae. Otot-otot uterus berkontraksi
segera post psrtum, pembuluh-pembuluh darah yang ada antara nyaman otot-otot
uretus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan pendarahan setelah plasenta lahir.
Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks ialah segera post partum bentuk
serviks agak menganga seperticorong, bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri
terbentuk semacam cincin. Peruabahan-perubahan yang terdapat pada endometrium
jalah timbulnya trombosis, degenerasi dan nekrosis ditempat implantasi plasenta pada
hari pertama endometrium yang kira-kira setebal 25 mm itu mempunyai permukaan
yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin regenerasi endometrium terjadi
dari sisa-sisa sel desidua basalis yang memakai waktu 2 sampai 3 minggu.
Ligamen-ligamen dan diafragma palvis serta fasia yang merenggang sewaktu
kehamilan dan pertu setelah janin lahir berangsur-angsur kembali seperti sedia kala.
Pathway
4. Tanda dan Gejala
Tanda-tanda Post partus sebagai berikut : Menurut Hafiffah, (2011) post partus di
tandai oleh :
● Sistem reproduksi
Uterus Di Tandai Dengan Kembalinya Uterus Ke Kondisi Normal Setelah
Hamil
● Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi akan mengalami perubahan saat ibu mulai menyusui.
● Serviks
Setelah lahir serviks akan mengalami edema, bentuk distensi untuk beberapa
hari, struktur interna akan kembali setelah 2 minggu.
● Vagina
Nampak berugae kembali pada 3 minggu.
● Payudara
Payudara akan membesar karena vaskuralisasi dan engorgemen (bengkang
karena peningkatan prilaktin).
● Perineum
Akan terdapat robekan jika di lakukan episiotomi yang akan terjadi masa
penyembuhan selama 2 minggu.
5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan post partum menurut Siswosudarmo, 2008:
● Pemerikasaan umum: tensi,nadi, keluhan dan sebagainya.
● Keadaan umum: TTV, selera makan dll
● Payudara: air susu, putting
● Dinding perut, perineum, kandung kemih, rectum
● Sekres yang keluar atau lochea
● Keadaan alat kandungan
Pemeriksaan penunjang post partum (Manjoer arif dkk, 2001) Hemoglobin,
hematokrit, leukosit, ureum Uhtra sosografi untuk melihat sisa plasenta.
6. Penatalaksanaan Medis
1. Observasi ketat 2 jam post partum (adanya komplikasi perdarahan)
2. 6-8 jam pasca persalinan : istirahat dan tidur tenang, usahakan miring kanan kiri
3. Hari ke- 1-2: memberikan KIE kebersihan diri, cara menyusui yang benar dan
perawatan payudara, perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas, pemberian
informasi tentang senam nifas.
4. Hari ke-2 : mulai latihan duduk
5. Hari ke-3: diperkenankan latihan berdiri dan berjalan
7. Pengkajian
● Amamnesa
1) Identitas klien meliputi: nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, suku/budaya,
alamat, status perkawinan, identitas suami
2) Keluhan utama
3) Riwayat menstruasi (manarce, siklus, jumlah, bau, lamanya)
4) Riwayat obstetri yang lalu (PAPAH)
5) Riwayat penyakit yang pernah diderita
6) Riwayat penyakit kaluarga
7) Riwayat penggunaan kontrasepsi
8) Riwayat kehamilan sekarang
9) Riwayat persalinan (tanggal persalinan, jenis persalinan, letak, cukup bulan/tidak,
uri lahir secara, hasil pemeriksaan uri, panjang tali pusat, ukuran plasenta, tebal,
berat uri, lama persalinan)
10) Kala I,II,II, mulaj dari jam berapa, dan total lamanya waktu persalinan
11) Jumlah perdarahan, robekan jalan lahir, pengobatan yang diberikan selama kala
I,II,III,IV.
12) Keadaan bayi (jenis kelamin, lahir, APGA score, BBL, PBL,
13) Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
14) Status psikososial dan spiritual ibu
15) Bounding dan attachment orang tua dan bayi
16) Reaksi sibling
● Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum
2. TTV (TD, RR, N, SB)
3. Kepala (sklera dan konjungtiva, wajah, mulut, bibir, gigi dan gusi)
4. Leher (pembesaran vena jugularis)
5. Dada (payudara, paru-paru, jantung)
6. Abdomen (TFU, kontraksi uterus, bising usus, kondisi luka operasi, vesikula
urinaria,
7. Genital (Lochea, warna, bau, jumlah. Perineum, Rednes , Edema , Ecchymosis,
Drainage/Discharge, dan Approximation. Vulva)
8. Anus, hemoroid
9. Ekstremitas (odema, refleks patella, homans sign)
10. Pengetahuan dan sikap (perawatan bayi, laktasi, kontrasepsi, senam nifas)
11. Pemeriksaan penunjang
8. Diagnosa Keperawatan
No DIAGNOSA KEPERAWATAN
9. Intervensi Keperawatan
Edukasi:
1. Jelaskan strategi
meredahkan nyeri
2. Ajarkan memonitor
nyeri secara mandiri
BAB II
No RM :
A. ANAMNESA
1) Identitas
Biodata Ibu Biodata Suami
Nama : Ny. Sansia Salema Nama :-
Umur : 21 Tahun Umur
Jenis kelamin : Perempuan Jenis kelamin
Agama : Kristen Protestan Agama
Suku/bangsa : Manado/Indonesia Suku/bangsa
Status Perkawinan : Belum menikah Status Perkawinan
Pendidikan : SMP Pendidikan
Alamat : Paal 2, Ling 9 Alamat
2) Keluhan utama : Nyeri pada luka jalan lahir dan badan terasa lemah
3) Riwayat menstruasi
Menarche : 12 tahun
Siklus : 21-35 hari
Jumlah : Banyak
Bau/tidak :Bau
Lamanya : 5-6 hari
Kesimpulan
Para :2
Abortus :0
Prematur : 0
Aterna :0
Hidup :2
Keadaan bayi
Jenis kelamin : Perempuan
Lahir : Hidup
Apga score : 7-8
Berat badan lahir : 2.350 gr
Panjang badan : 48 cm
B. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umun : Baik
Tanda-tanda vital : TD 117/70 mmHg Nadi : 91 x/m
RR 22 x/menit suhu : 36 oC
2. Kepala
Wajah : Simetris
3. Jantung
● Suara jantung : Normal
5. Abdomen:
a. TFU : 12 cm
b. Kontraksi uterus :-
c. Bising usus :+
d. Kondisi luka operasi : masi basa
e. Vesikula urinaria : Normal
6. Genitalia :
a. Lochea
Warna : Merah
Bau : Amis
Jumlah : Banyak
b. Perineum : -
c. Vulva :
7. Anus : normal
Hemoroid : tidak ada
8. Ekstremitas
Odema : Tidak ada
Refleks patela : Ada/baik
Homans sign : Ada
C. Pengetahuan dan Sikap terhadap
1. Perawatan bayi : Baik
2. Laktasi : Baik
3. Kontrasepsi : Baik
4. Senam nifas : Baik
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada
ANALISA DATA
DO:
TD: 117/70 mmHg
N : 91 x/m
RR 22 x/menit
SB : 36 oC
INTERVENSI KEPERAWATAN
Edukasi:
2. Jelaskan
strategi
meredahkan
nyeri
3. Ajarkan
memonitor
nyeri secara
mandiri
Terapeutik:
1. berikan aktifitas
distraksi yang
menyenangkan
Edukasi:
1. Anjurkan
melakukan
aktivitas secara
bertahap.
2. Anjurkan
menghubungi
perawat jika
tanda dan gejala
kelelahan tidak
berkurang.
3. Berikan teknik
nonfarmakologi
untuk mengurangi
rasa nyeri (mis.
Tarapi pijat,
kompres
hangat/dingin,
relaksasi napas
dalam)
H: Nyeri berkurang
4. Jelaskan strategi
meredahkan nyeri
H: Ibu mengerti
penjelasan yang
diberikan
5. Ajarkan memonitor
nyeri secara mandiri.
H: Ibu mengetahui
dan melakukan cara
monitor nyeri
(I.05178) Manajemen
Energi
1. Berikan aktifitas
distraksi yang
menyenangkan
H: Ibu
melakukan apa
yang diajarkan
2. Anjurkan
melakukan
aktivitas secara
bertahap.
H: Ibu
melakukan apa
yang diajarkan
3. Anjurkan
menghubungi
perawat jika
tanda dan gejala
kelelahan tidak
berkurang.
H: Ibu
melakukan apa
yang dianjurkan
[Link]
DS :
DO: TD: 117/70 mmHg, N : 91 x/m, RR 22 x/menit, SB : 36 0C
3. (D.0057) Keletihan b.d proses persalinan d.d
DS: Ibu mengatakan bahwa ia masih merasa lemas
DO: : ibu tampak kelelahan dan terlihat letih. TD: 117/70 mmHg, N : 91 x/m, RR 22
x/menit, SB : 36 0C
Evalwasi :
Daftar Pustaka
Bobak, M.L., Jensen, D.M., 2000, Perawatan Maternitas (terjemahan). Edisi I. YIA-PKP,
Bandung.
Bobak, Lowdermik, Jensen, 2004. Buku Ajar Kepearwatan Maternitas (terjemahan). Edisi
Carpenito, LJ., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis (terjemahan),
Dongoes, M.E., 2001, Rencana Keperawatan Maternal Bayi: Pedoman untuk Perencanaan
Disusun oleh
NIM : 20011104062
FAKULTAS KEDOKTERAN
BAB 1
LAPORAN PENDAHULUAN
DEVINISI
Ibu hamil adalah seorang wanita yang mengandung dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin (Prawirohardjo, 2005). Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita
membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
proses gestasi embrio manusia atau janin selama kehamilan, dari pembuahan hingga
kelahiran. Setelah pembuahan, embriogenesis dimulai. Pada manusia, setelah
embriogenesis selesai, pada akhir minggu ke-10 kehamilan, prekursor untuk semua
organ tubuh utama terbentuk
Periode prenatal atau masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia
yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki
sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Masa ini pada umumnya
berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Dilihat dari
segi waktunya, periode prenatal ini merupakan periode perkembangan manusia yang
paling singkat, tetapi justru pada periode inilah terlihat perkembangan yang sangat
cepat dalam diri individu.
yang terjadi sebelum bayi lahir, seperti riwayat keluarga yang mengalami tuli sejak
lahir, infeksi Toxoplasma, Other agents, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex
(TORCH) yang ditransmisikan dari ibu ke bayi, preeklampsia, dan diabetes
gestasional.
Patofisiologi dari kehamilan postterm belum jelas diketahui tetapi diduga
berhubungan dengan adanya peningkatan hormon corticotropin releasing hormone
(CRH).
Peningkatan Hormon Corticotropin-Releasing Hormone (CRH)
Pada saat hamil, plasenta akan memproduksi hormon corticotropin-releasing hormone
(CRH) yang terkait dengan lama durasi kehamilan. Peningkatan sintesis CRH terjadi
seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan mencapai puncak pada saat
persalinan. Pada wanita dengan persalinan preterm, hormon CRH meningkat lebih
cepat daripada wanita dengan persalinan aterm, sementara pada wanita dengan
persalinan postterm, terjadi perlambatan peningkatan hormon CRH.
Berdasarkan uraian di atas, persalinan postterm terjadi karena perubahan mekanisme
regulasi CRH sehingga berpengaruh pada durasi kehamilan. Hal ini dapat disebabkan
oleh faktor keturunan akibat dari gen polimorfisme pada CRH atau adanya perubahan
pada fenotip ibu dengan obesitas yang mengubah sinyal hormonal pada kelahiran.
Walau demikian, mekanisme peningkatan hormon CRH ini menyebabkan kehamilan
postterm sendiri masih belum diketahui.[1,3]
POTOFISIOLOGI
Mengalami nyeri dan keluar lendir warna merah sempat mengeluarkan cairan
Sering meminta uñtuk Bak bab
Letak kepala bayi mormal
Sedikit kontraksi uterus baik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PENATALASAAN MEDIS
Selama pelaksanaan pemerikasaan di jadwalkan sesusai yg suda ada agar ibu bisa
datang rutin
Pelaksanaan medis
Memastikan kehamilan
Memperkirakan tanggal kehamilan
Konseling dan penanganan ketidaknyamanan umum pada kehamilan
Pemantauan kesejahteraan janin yang belanjut (pantau djj, usg)
Pemantauan nutrisi dan kesejahteraan ibu secara terus menerus
Memprograman obat obatan rutin
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Jam: 09.30
Ruang: anc
[Link] :
Diagnosa :
Umur: 16
Umur :18
Agama :islam
Agama: islam
Pendidikan : SMK
Pendidikan: SMK
Suku/Bangsa
: dendengan dalam ling 7
Alamt: dendengan
Alamat :dendengan
Status: kawin
1.2 Keluhan Utama: tidak ada keluhan berat haningin kontrol kandungan
Usia: 12 thn
Siklus: 1 bln 1×
Lamanya :4 hari
HPHT: 28052021
Flour albus:
1.4 riwayat obsterti yang lalu
Kehamilan umur:16 thn , penyulit:tidak ada. Jenis: [Link]:[Link]:
tidak [Link]:[Link] kelamin:laki [Link]:5thn
DIAGNOSA
EFALVASI
Hari/tgl: 30.11.2021 jam 09:30
Diagnosa keperawatan:
Evalwasi: pasien terlihat sehat
Pasien datang ke puskes hanya ingin
Cek rutin