0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
775 tayangan20 halaman

Laporan Praktikum Penyearah Jembatan

Laporan praktikum penyearah jembatan pulsa ganda menjelaskan cara membuat rangkaian penyearah jembatan 4 diode, mengukur tegangan dan arus keluarannya pada berbagai beban, serta menghitung faktor bentuk, faktor ripple, dan tegangan ripple yang dihasilkan. Mahasiswa mempelajari karakteristik penyearah jembatan dan dapat membedakan sisi AC dan DC dari rangkaian tersebut.

Diunggah oleh

Imam Rizqy zamzami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
775 tayangan20 halaman

Laporan Praktikum Penyearah Jembatan

Laporan praktikum penyearah jembatan pulsa ganda menjelaskan cara membuat rangkaian penyearah jembatan 4 diode, mengukur tegangan dan arus keluarannya pada berbagai beban, serta menghitung faktor bentuk, faktor ripple, dan tegangan ripple yang dihasilkan. Mahasiswa mempelajari karakteristik penyearah jembatan dan dapat membedakan sisi AC dan DC dari rangkaian tersebut.

Diunggah oleh

Imam Rizqy zamzami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DAYA

PENYEARAH GELOMBANG PENUH JEMBATAN

DOSEN PENGAJAR : NOFIANSYAH.,S.T.,M.T.

OLEH:

NAMA : IMAM RIZQY ZAMZAMI


NIM : 061930311044
KELAS : 5 LC

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

2021/2022
1. TUJUAN
Setelah melakukan percobaan praktikum, mahasiswa dapat :
[Link] membuat rangkaian jenis jembatan dengan menggunakan 4 buah
diode.
[Link] mengetahui bentuk dan nilai tegangan keluaran pada system
penyearah jembatan.
[Link] membedakan rasio arus antara sisi tegangan AC dan DC.
[Link] mengetahui factor ripple yang terjadi pada jenis penyearah jembatan.

2. PENDAHULUAN
[Link] jembatan pulsa ganda arus bolak balik selalu mengalir melewati
dua buah diode untuk masing-masing kutub pada proses pengaliran arus
AC. Tegangan DC selalu lebih kecil dari nilai tegangan bolak-balik.
Sebagai bahan acuan bahwa drop tegangan pada diode sebesar 0,7 volt
untuk silicon dan 0,3 volt untuk jenis germanium. Untuk itu pemilihan
jenis penyearah harus diperhatikan berapa besar tegangan beban yang
dibutuhkan.
[Link] penyearah jenis ini duo diode selalu menghantar setiap setengah
siklus gelombang. Setelah 180º muncul siklus kedua dan dua diode
selanjutnya yang bekerja.
[Link] bagian komunitas setiap diode mesti melewati setengah arus DC,
sehingga arus maju rata-rata adalah = IV/2 dan arus maju rms = 0,[Link].
[Link] setengah gelombang tegangan AC yang digunakan untuk
menghasilkan tegangan DC, sehingga tegangan ripple yang muncul adalah
tergantung dari factor ripple-nya yaitu 48,2 %.
3. PERALATAN YANG DIGUNAKAN
• 1 buah oscilloscope
• 1 buah wattmeter universal
• 1 buah transformator isolasi
• 4 buah diode
• 1 buah Avometer
• 1 buah rms meter
• 1 buah beban resistif 2x100 ohm/2A

4. GAMBAR RANGKAIAN

5. LANGKAH KERJA
[Link] diagram rangkaian seperti gambar di atas. Konsultasikan
dengan instruktur. Setelah yakin rangkaian benar, operasikan rangkaian
dengan meng-ON kan saklar S. Ukur daya masukan dari penyearah (P) dan
daya keluaran penyearah (Po). Tampilkan tegangan DC pada beban RL,
serta gambar pada kertas milimeter blok.
[Link] sisi tegangan AC (V 2) dan tegangan V0 pada beban RL dengan aat
ukur rms meter (alat ukur kumparan putar).
[Link] range alat ukur rms meter pada range AC dan ukur tegangan V2
pada masukan penyearah. Hitung perbandingan antara V0/V2.
[Link] arus beban Id, arus maju rata-rata Iv dengan menggunakan alat ukur
kumparan putar.
[Link] daya P1 dan P0 serta tegangan ripple!
6. DATA HASIL PERCOBAAN
[Link] Data Hasil Percobaan
Beban Gambar Osciloscope
Arus Tegangan Daya Beban
NO. L
(A) (V) (Watt) R (Ω) (mH)

1. 0.82 8.6 7.05 100 -

2. 0.42 8.6 3.61 200 -

3. 0.28 8.6 2.4 300 -

4. 0.8 8.6 6.88 100 50


5. 0.4 8.6 3.44 200 100

6. 0.26 8.6 2.24 300 100

[Link]
1. Beban R = 100 Ω
• Tegangan maksimum (Vm)
𝑉𝑑𝑐 𝑥 𝜋 8,6 𝑥 3,14
𝑉𝑚 = == 13,5 𝑉
2 2
• Daya luaran rerata (Pdc)
Pdc = Vdc x Idc
= 8,6 x 0,82 = 7,05 Watt
• Tegangan luaran efektif (Vrms)
Vrms = 0,707 x Vm
Vm = 0,707 x 13,5
=9,5 V
• Arus luaran efektif (Irms) 𝐼𝑟𝑚𝑠 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 = 9,5 = 0,095 𝐴
𝑅 100

• Daya luaran efektif (Prms)


Prms = Vrms x Irms
Prms = 9,5 x 0,095 = 0,9 Watt
• Tegangan AC (Vac)
𝑉𝑎𝑐 𝑉
• Faktor Bentuk (FF)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐹𝐹 = = = 1,1
𝑉𝑑𝑐 8,6
• Faktor Ripple (RF)
𝑅𝐹
• Tegangan Ripple (Vr)
Vr = Vm−𝑉𝐿,dimana 𝑉𝐿 = 𝑉𝑟𝑚𝑠
Vr = 13,5−9,5 = 4 𝑉

2. Beban R = 200 Ω
• Tegangan maksimum (Vm)
𝑉𝑑𝑐 𝑥 𝜋 8,6 𝑥 3,14
𝑉𝑚 = == 13,5 𝑉
2 2
• Daya luaran rerata (Pdc)
Pdc = Vdc x Idc
= 8,6 x 0,42 = 3,61 Watt
• Tegangan luaran efektif (Vrms)
Vrms = 0,707 x Vm
Vm = 0,707 x 13,5
=9,5 V
• Arus luaran efektif (Irms) 𝐼𝑟𝑚𝑠 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 = 9,5 = 0,095 𝐴
𝑅 100

• Daya luaran efektif (Prms)


Prms = Vrms x Irms
Prms = 9,5 x 0,095 = 0,9 Watt
• Tegangan AC (Vac)
𝑉𝑎𝑐 𝑉
• Faktor Bentuk (FF)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐹𝐹 = = = 1,1
𝑉𝑑𝑐 8,6
• Faktor Ripple (RF)
𝑅𝐹
• Tegangan Ripple (Vr)
Vr = Vm−𝑉𝐿,dimana 𝑉𝐿 = 𝑉𝑟𝑚𝑠
Vr = 13,5−9,5 = 4 𝑉
3.

13,5 𝑉


Beban R = 300 Ω
Tegangan maksimum (Vm)
𝑉𝑑𝑐 𝑥 𝜋 8,6 𝑥 3,14
𝑉𝑚 = ==
2 2
Daya luaran rerata (Pdc)
Pdc = Vdc x Idc
= 8,6 x 0,28 = 2,4 Watt
• Tegangan luaran efektif (Vrms)
Vrms = 0,707 x Vm
Vm = 0,707 x 13,5
=9,5 V
• Arus luaran efektif (Irms) 𝐼𝑟𝑚𝑠 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
9,5
= 0,095 𝐴
𝑅 100

• Daya luaran efektif (Prms)


Prms = Vrms x Irms
Prms = 9,5 x 0,095 = 0,9 Watt
• Tegangan AC (Vac)
𝑉𝑎𝑐 𝑉
• Faktor Bentuk (FF)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐹𝐹 = = = 1,1
4.

13,5 𝑉


𝑉𝑑𝑐 8,6
• Faktor Ripple (RF)
𝑅𝐹
• Tegangan Ripple (Vr)
Vr = Vm−𝑉𝐿,dimana 𝑉𝐿 = 𝑉𝑟𝑚𝑠
Vr = 13,5−9,5 = 4 𝑉

Beban R = 100 Ω + L = 50 mH
Tegangan maksimum (Vm)
𝑉𝑑𝑐 𝑥 𝜋 8,6 𝑥 3,14
𝑉𝑚 = ==
2 2
Daya luaran rerata (Pdc)
Pdc = Vdc x Idc
= 8,6 x 0,8 = 6,88 Watt
• Tegangan luaran efektif (Vrms)
Vrms = 0,707 x Vm
Vm = 0,707 x 13,5
=9,5 V
• Arus luaran efektif (Irms)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐼𝑟𝑚𝑠 = = = 0,095 𝐴
𝑅 100

• Daya luaran efektif (Prms)


5.

13,5 𝑉


Prms = Vrms x Irms
Prms = 9,5 x 0,095 = 0,9 Watt
• Tegangan AC (Vac)
𝑉𝑎𝑐 𝑉
• Faktor Bentuk (FF)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐹𝐹 = = = 1,1
𝑉𝑑𝑐 8,6
• Faktor Ripple (RF)
𝑅𝐹
• Tegangan Ripple (Vr)
Vr = Vm−𝑉𝐿,dimana 𝑉𝐿 = 𝑉𝑟𝑚𝑠
Vr = 13,5−9,5 = 4 𝑉

Beban R = 200 Ω + L = 200 mH


Tegangan maksimum (Vm)
𝑉𝑑𝑐 𝑥 𝜋 8,6 𝑥 3,14
𝑉𝑚 = ==
2 2
Daya luaran rerata (Pdc)
Pdc = Vdc x Idc
= 8,6 x 0,4 = 3,44 Watt
• Tegangan luaran efektif (Vrms)
6.

13,5 𝑉


Vrms = 0,707 x Vm
Vm = 0,707 x 13,5
=9,5 V
• Arus luaran efektif (Irms) 𝐼𝑟𝑚𝑠 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
9,5
= 0,095 𝐴
𝑅 100

• Daya luaran efektif (Prms)


Prms = Vrms x Irms
Prms = 9,5 x 0,095 = 0,9 Watt
• Tegangan AC (Vac)
𝑉𝑎𝑐 𝑉
• Faktor Bentuk (FF)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐹𝐹 = = = 1,1
𝑉𝑑𝑐 8,6
• Faktor Ripple (RF)
𝑅𝐹
• Tegangan Ripple (Vr)
Vr = Vm−𝑉𝐿,dimana 𝑉𝐿 = 𝑉𝑟𝑚𝑠
Vr = 13,5−9,5 = 4 𝑉

Beban R = 300 Ω + L = 200 mH


7.

13,5 𝑉


Tegangan maksimum (Vm)
𝑉𝑑𝑐 𝑥 𝜋 8,6 𝑥 3,14
𝑉𝑚 = ==
2 2
Daya luaran rerata (Pdc)
Pdc = Vdc x Idc
= 8,6 x 0,26 = 2,24 Watt
• Tegangan luaran efektif (Vrms)
Vrms = 0,707 x Vm
Vm = 0,707 x 13,5
=9,5 V
• Arus luaran efektif (Irms) 𝐼𝑟𝑚𝑠 = 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
9,5
= 0,095 𝐴
𝑅 100

• Daya luaran efektif (Prms)


Prms = Vrms x Irms
Prms = 9,5 x 0,095 = 0,9 Watt
• Tegangan AC (Vac)
𝑉𝑎𝑐 𝑉
• Faktor Bentuk (FF)
𝑉𝑟𝑚𝑠 9,5
𝐹𝐹 = = = 1,1
𝑉𝑑𝑐 8,6
8.

13,5 𝑉


• Faktor Ripple (RF)
𝑅𝐹
• Tegangan Ripple (Vr)
Vr = Vm−𝑉𝐿,dimana 𝑉𝐿 = 𝑉𝑟𝑚𝑠
Vr = 13,5−9,5 = 4 𝑉
7. ANALISA
Pada percobaan praktikum Penyearah Gelombang Penuh Jembatan,
digunakan 4 buah diode sebagai komponen utama. Rangkaian penyearah
gelombang penuh jembatan ini, diuji dengan 6 macam beban dengan 2 jenis
beban yang berbeda yaitu beban resistif R dan beban induktif L.
Dalam percobaan pertama, dengan menggunakan beban resisitif (R)
100Ω, didapat tegangan hasil penyearahan pada beban R sebesar 8.6 volt,
dengan arus beban sebesar 0.82 A serta daya sebesar 7.05 watt. Parameter hasil
penyearahan yang didapat ini merupakan hasil dari penyearahan tegangan AC
sebesar 4.04 volt (hasil perhitungan).
Pada percobaan kedua Penyearah Gelombang Penuh Jembatan dengan
beban resistif (R) 200Ω, didapat tegangan hasil penyearahan pada beban R
sebesar 8.6 volt, dengan arus beban sebesar 0.42 A serta daya yang dihasilkan
dari penyearahan sebesar 3.61 watt. Parameter yang didapatkan dari
penyearahan dengan beban R 200Ω ini merupakan hasil penyearahan dari
tegangan AC sebesar 4.04 volt (hasil perhitungan).
Pada percobaan ketiga, Penyearah Gelombang penuh Jembatan dengan
beban resistif (R) 300Ω, didapatkan tegangan hasil penyearahan pada beban R
sebesar 8.6 volt, dengan arus beban sebesar 0.28 A dan daya yang dihasilkan
dari penyearahan sebesar 2.4 watt. Parameter yang didapatkan dari
penyearahan dengan beban R 300Ω ini, merupakan hasil penyearahan dari
tegangan AC sebesar 4.04 volt (hasil perhitungan).
Pada percobaan keempat, Penyearah Gelombang penuh Jembatan dengan
beban resistif (R) 100Ω + induktif L 50mH, didapatkan tegangan hasil
penyearahan pada beban R sebesar 8.6 volt, dengan arus beban sebesar 0.8 A
dan daya yang dihasilkan dari penyearahan sebesar 6.88 watt. Parameter yang
didapatkan dari penyearahan dengan beban R 100Ω + induktif L 50mH ini,
merupakan hasil penyearahan dari tegangan AC sebesar 4.04 volt (hasil
perhitungan).
Pada percobaan kelima, Penyearah Gelombang penuh Jembatan dengan
beban resistif (R) 200Ω + induktif L 200mH, didapatkan tegangan hasil
penyearahan pada beban R sebesar 8.6 volt, dengan arus beban sebesar 0.4 A
dan daya yang dihasilkan dari penyearahan sebesar 3.44 watt. Parameter yang
didapatkan dari penyearahan dengan beban R 200Ω + induktif L 200mH ini,
merupakan hasil penyearahan dari tegangan AC sebesar 4.04 volt (hasil
perhitungan).
Pada percobaan terakhir, Penyearah Gelombang penuh Jembatan dengan
beban resistif (R) 300Ω + induktif L 200mH, didapatkan tegangan hasil
penyearahan pada beban R sebesar 8.6 volt, dengan arus beban sebesar 0.26 A
dan daya yang dihasilkan dari penyearahan sebesar 2.24 watt. Parameter
yang didapatkan dari penyearahan dengan beban R 300Ω + induktif L 200mH
ini, merupakan hasil penyearahan dari tegangan AC sebesar 4.04 volt (hasil
perhitungan).
Berdasarkan data yang didapatkan tersebut, dapat diketahui dari hasil
perhitungan yang dilakukan bahwa tegangan masukan untuk Penyearah
Gelombang Penuh Jembatan adalah sebesar 4.04 volt berbentuk tegangan AC
dan kemudian setelah melewati rangkaian penyearahan tegangan keluaran yang
dihasilkan meningkat menjadi 8.6 volt pada keenam percobaan yang yang telah
dilakukan. Fakta yang didapat dari hasil percobaan ini, tidak sesuai dengan
teori penyearahan yang mengatakan bahwa tegangan DC selalu lebih kecil dari
nilai tegangan bolak-balik AC (teori dasar), karena data hasil percobaan yang
didapat menunjukkan bahwa tegangan AC lebih kecil dari pada tegangan DC
yang dihasilkan dari proses penyearahan.
Berdasarkan data hasil perhitungan yang telah dilakukan juga dapat
diketahui bahwa penyearahan jenis jembatan ini memiliki factor ripple sebesar
0.46 dan tegangan ripple sebesar 4 volt. Rangkaian penyearahan ini bekerja
dengan mengubah tegangan masukan AC sebesar 4.04 volt menjadi tegangan
keluaran berbentuk DC sebesar 8.6 volt. Pada penyearah jembatan, arus
bolakbalik selalu mengalir melewati dua buah diode untuk masing-masing
kutub pada proses pengaliran arus AC.
8. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan praktikum, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Rangkaian penyearah jembatan bekerja dengan mengubah tegangan
masukan AC menjadi tegangan keluaran berbentuk DC sebesar.
2. Penyearahan jenis jembatan ini memiliki factor ripple sebesar 0.46 (46%).
3. Tegangan AC pada percobaan penyearahan jembatan ini lebih kecil dari
pada tegangan DC, berbeda dengan teori penyearah jembatan yang
menyatakan
“tegangan DC selalu lebih kecil dari nilai tegangan AC”.
4. Pada penyearah jembatan, arus bolak-balik selalu mengalir melewati dua
buah diode untuk masing-masing kutub pada proses pengaliran arus AC.

LAMPIRAN
[Link] Penyearah Gelombang Penuh Jembatan
[Link] Gelombang Penuh Jembatan Dengan Beban R =100 Ω
Penyearah Gelombang Penuh Jembatan Dengan Beban R
3. Penyearah Gelombang penuh jembatan dengan beban R=200 Ω

4. Penyearah Gelombang Penuh Jembatan Dengan Beban R=300 Ω


Penyearah Gelombang Penuh Jembatan Dengan Beban R
5. Penyearah Gelombang penuh jembatan dengan beban R=100 Ω + L=50Mh

6 Penyearah Gelombang Penuh Jembatan Dengan Beban R=200 Ω +

L=100mH
Penyearah Gelombang Penuh Jembatan Dengan Beban R

[Link] gelombang penuh jembatan dengan beban R = 300 Ω +


L=100mH

Anda mungkin juga menyukai