0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan96 halaman

Modul Pembelajaran CAD 2D Teknik Mesin

Modul ini membahas penggunaan AutoCAD untuk menggambar komponen mesin 2D. Terdiri dari 6 kegiatan belajar yaitu memulai AutoCAD, membuat gambar geometri, komponen mesin, editing gambar, penunjukan ukuran, dan cetak gambar. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggambar mesin menggunakan AutoCAD.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan96 halaman

Modul Pembelajaran CAD 2D Teknik Mesin

Modul ini membahas penggunaan AutoCAD untuk menggambar komponen mesin 2D. Terdiri dari 6 kegiatan belajar yaitu memulai AutoCAD, membuat gambar geometri, komponen mesin, editing gambar, penunjukan ukuran, dan cetak gambar. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggambar mesin menggunakan AutoCAD.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KODE MODUL

STM219/CAD

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK

MODUL CAD 2D

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS


TEKNIKUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN
2005

Ka a P
Katta P en
engan a
g a n rr
tta
Kemajuan teknologi sudah sedemikian pesatnya menyebabkan tuntutan tinggi
pada dunia usaha dan industri. Tamatan pendidikan tinggi semakin dituntut untuk
menjadi tenaga profesional yang mempunyai kompetensi memadai. Untuk itu
metode pembelajaran di pendidikan tinggi harus dikembangkan sedemikian rupa
sehingga dapat memenuhi dan sesuai dengan
kondisi riil di dunia industri. sign
g/De
Modul ini disusun untuk mendukung kegiatan pembelajaran pada Jurusan
aftin
ed Dr
Pendidikan Teknik Mesin khususnya pada kompetensi menggambar teknik mesin
er Aid
berbantuan komputer ( Comput ) dengan mengacu
pada standar kompetensi Kurikulum 2002, yang merupakan kurikulum berbasis
kompetensi. Diharapkan modul ini dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dan
dosen dalam melaksanakan PBM di pendidikan tinggi, yang hasil akhirnya adalah
peningkatan kompetensi menggambar mesin mahasiswa Teknik Mesin FT UNY.
Disadari sepenuhnya bahwa modul ini masih belum sempurna, untuk itu

kritik dan saran sangat diharapkan bagi penyempurnaannya. Ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan modul ini dan
semoga modul ini bermanfaat.

Yogyakarta, Agustus 2005

Penyusun
AB B
A II B
B
PPE ENND D AA H
H UUL L U U AA N
N

A. DESKRIPSI MODUL
Modul berjudul Computer Aided Drafting/Design ini berisi tentang cara
menggambar teknik berbantuan komputer. Penggunaan komputer secara tepat
dan benar sangat penting, untuk itu diberikannya materi CAD adalah upaya
optimalisasi penggunaan komputer sebagai sarana menggambar dan merancang
komponen mesin. Untuk dapat menggambar komponen mesin diperlukan
ketrampilan kognitif dan latihan berkelanjutan.
Modul ini terdiri dari 6 (enam) kegiatan belajar, yang mencakup: memulai
AutoCAD, membuat gambar konstruksi geometrik, membuat gambar komponen
mesin, editing gambar, penunjukkan ukuran dan mencetak gambar.

B. PRASYARAT
Untuk dapat mengikuti kegiatan belajar dalam modul ini mahasiswa harus
sudah lulus matakuliah Menggambar Teknik, menguasai tentang dasar-dasar
komputer dan system window.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Petunjuk bagi Peserta Kuliah
Mahasiswa diharapkan melakukan langkah-langkah belajar sebagai berikut:
a. Pelajari secara baik dan cermati uraian teori yang disampaikan dalam

kegiatan belajar, bilamana merasa kurang dapat mencari referensi lain


atau bertanya kepada dosen pembimbing.
b. Jawab pertanyaan tes formatif yang ada kemudian konsultasikan dengan

dosen pembimbing bilamana telah menguasai maka bisa dilanjutkan ke


tahapan kegiatan belajar praktek sesuai dengan perintah pada lembar
kerja.
c. Melakukan kegiatan praktek mulai dari persiapan hingga selesainya

proses menggambar kemudian melaporkan hasil praktek untuk


mendapatkan penilaian dari dosen pembimbing .

2. Petunjuk bagi Dosen


a. Membantu mahasiswa dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing mahasiswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
c. Membantu mahasiswa dalam memahami konsep dan praktik baru dan
menjawab semua pertanyaan mahasiswa mengenai proses belajar.
d. Membantu mahasiswa untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok bila diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli/pendamping dosen dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.
g. Merencanakan dan menyiapkan perangkatnya evaluasi.
h. Melaksanakan penilaian.
i. Menjelaskan kepada mahasiswa tentang sikap pengetahuan dan

ketrampilan dari suatu kompetensi, yang perlu dibenahi dan


merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.
j. Mencatat pencapaian kemajuan mahasiswa.

D. TUJUAN AKHIR
1. Mahasiswa mampu menggunakan perintah dasar AutoCAD 2D secara
tepat, cepat dan sistimasis.
2. Mahasiswa mampu mempresentasikan gambar teknik mesin yang dibuata
dengan AutoCAD, baik berupa printout maupun display di layar monitor.
AB B
A IIIB
B I
PPE EM M B B E E
LLA A JJ A AR R A
A NN

E. RENCANA BELAJAR SISWA


Kompetensi : Membuat gambar konstruksi geometrik, gambar kerja
komponen mesin, dan assembling baik dalam bentuk 2D.
Kompetensi dasar :
 Mengenal sistim operasi software AutoCAD
 Membuat gambar mesin untuk presentasi dengan
AutoCAD

Tempat Alasan Tanda


Jenis kegiatan Tanggal Waktu tangan
belajar perubahan
dosen
Memulai AutoCAD Lab. CAD
Membuat gambar Lab. CAD
konstruksi geometrik

Lab. CAD
Membuat gambar
komponen mesin

Editing gambar Lab. CAD Penunjukkan ukuran Lab. CAD


Mencetak gambar Lab. CAD

F. KEGIATAN BELAJAR I
1 . Kegiatan Belajar 1 : Memulai AutoCAD
Tujuan Pembelajaran :
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa memahami sistim
koordinat.
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu membuat
dan membuka file gambar yang ada dari software Auto CAD.
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa memiliki
kemampuan mempersiapkan bidang gambar.
2. Uraian Materi
 PENGENALAN BIDANG GAMBAR

Untuk memulai bekerja dengan AutoCAD, harus dipahami dahulu daerah kerja dan
indikator-indikator yang ada pada layar.

a
Title B l u Pu l
r D
Men o
oolba w

dard T
w
Stan r
r Dra
Tollba
dif
ar Mo
Toolb y
in
Draw g are a
i ll Ba r
s Ha Scro
Cros r

WCS

ma mp
Com nd Pro t
s Ba
Statu r

Command Prompt

Terletak pada bagian bawah layar kerja AutoCAD. Fungsinya untuk memasukkan
perintah lewat keyboard. Perintah yang dimasukkan akan diterima apabila
command prompt pada keadaan “command:”
Menu Pull-Down

Bila mouse digerakkan ke bagian atas layar maka akan muncul deretan perintah
utama. Apabila dipilih pada icon tertentu maka akan ditampilkan icon-con menu
utama ke bawah (pull-down) yang sekelompok dengan perintah utama tersebut.

Toolbars

Input perintah dapat dilakukan melalui toolbar selain command prompt dan pull-
down menu. Toolbar yang umum tersedia antara lain.
a. Standar Toolbar

Toolbar ini berisikan perintah-perintah fungsi windows dan perintah-


perintah yang biasa digunakan dalam AutoCAD.
b. Object Properties

Berisikan indikator layer, kontrol layer dan Display garis serta


properties.
c. Floating Toolbar

Toolbar yang tersembunyi di dalam toolbar lain dari icon mempunyai


tanda segi tiga kecil di pojok kiri bawah. Toolbar tersebut mempunyai
perintah dasar yang sama seperti circle, polygon, copy, dsb.

Status Bar
Bagian bawah dari layar ini adalah menampilkan display:
a. Koordinat : Untuk mengatur ON/OFF dengan Ctrl D atau F6
b. Ortho : Untuk mengatur ON/OFF dengan F8
c. Grid : Untuk mengatur ON/OFF dengan F7
d. Snap : Untuk mengatur ON/OFF dengan F9

Title Bar

Bagian paling atas dari layar, menunjukkan aplikasi windows dan nama program
atau file yang sedang dijalankan.
 OBJECT SNAP

a b c d e f g h i j k l m
Digunakan untuk memilih atau mengunci suatu titik dari obyek tertentu
secara tepat & akurat sesuai dengan obyek snap yang digunakan.
a. Snap From : untuk memilih titik acuan secara umum.
b. Snap to Endpoint : untuk memilih titik akhir dari suatu obyek gambar.
c. Snap to Midpoint : Untuk memilih titik tengah dari suatu obyek gambar.
d. Snap to Intersection : untuk memilih titik perpotongan dari dua obyek.
e. Snap to Apparent Intersection: untuk memilih dua obyek yang seolah-
olah berpotongan.
f. Snap to Center : untuk memilih titik pusat dari sebuah lingkaran atau
busur.
g. Snap to Quadrant : Untuk memilih kuadran dari sebuah lingkaran.
h. Snap to Tangent : untuk memilih titik pada lingkaran atau arc yang

merupakan garis singgung terhadap lingkaran atau garis lengkung


tersebut.
i. Snap to Perpendicular : untuk memilih titik pada obyek yang tegak lurus
dengan target OSNAP.
j. Snap to Insertion : untuk memilih titik penempatan dari Shape, Text,
Attribute, Attribute Definition, dan Block.
k. Snap to Node : untuk memilih sebuah titik.
l. Snap to Nearest : untuk memilih sebuah titik yang visual paling dekat
pada suatu obyek.
m. Snap to None : Untuk menon-aktifkan running OSNAP.

Catatan:
1. Untuk mempercepat perintah obyek snap dapat digunakan perintah
RUNNING OBJECT SNAP
2. Dengan menekan tombol SHIFT + klik mouse kanan, maka anda tidak
perlu menekan toolbar OBJECT SNAP.
 KONTROL LAYAR KERJA (ZOOM)

Perintah zoom dapat anda ketikkan pada command line dengan huruf Z
kemudian enter.

 All . untuk melihat seluruh gambar yang sudah digambar.


 Center. Untuk melihat gambar dengan menentukan pusat pandangannya,
dan menentukan diameternya atau tingginya.
 Dynamic. Untuk melihat gambar dengan cara menentukan besarnya kotak
dan menentukan letak kotaknya.
 Extents. Untuk melihat gambar satu layar penuh.
 Left. Untuk melihat gambar dengan menentukan letak pusat sebelah kiri
dan besarnya daerah pandangan.
 Previous. Untuk kembali ke pandangan sebelumnya.
 Vmax. Untuk melihat gambar dengan pandangan maximum.
 Window. Untuk melihat gambar dengan menentukan besarnya kotak,

dengan cara menentukan titik pojok kotak dan titik pojok kotak yang satu
diagonal.
 Scale. Untuk melihat gambar dengan menentukan scala perbesarannya.

 SISTIM KOORDINAT

Untuk membentuk atau menentukan posisi dari entity atau objek dapat
digunakan 5 macam type koordinat, yaitu:
a. Koordinat Cartesian
 masukkan : (x, y, z), bila z tidak dimasukkan maka z = 0
 contoh: titik O adalah 3 satuan x, 2 satuan y,dan 1 satuan z, maka
masukkan: 3,2,1
b. Koordinat Polar
 masukkan : (r<θ), jarak dari titik acuan serta sudut sumbu x
 contoh : titik O berjarak 2 satuan dari (0,0,0) dan membentuk sudut 30°,
maka masukkan : 2<30
c. Koordinat Cylindrical
 masukkan : (r< θ,z), jarak dari titik acuan, sudut terhadap sumbu x (pada
bidang xy), serta ketinggian (Z) terhadap bidang xy.
 contoh : titik O berjarak 3 satuan dari (0,0,0), membentuk sudut 40°

terhadap sumbu x pada bidang xy dan ketinggian5 satuan terhadap bidang


xy, maka masukan : 3<40,5.
d. Koordinat Spherical
 masukkan : (r<β<α), jarak dari titik acuan, sudut terhadap sumbu x pada
bidang xy.
 contoh : titik O berjarak 4 satuan dari (0,0,0). Membentuk sudut 30°
terhadap sumbu x pada bidang xy, serta sudut 70°, maka masukkan
4<30<70
e. Koordinat Relative

Digunakan untuk menyatakan pergeseran terhadap suatu titik acuan baru.


Cara ini sangat efektif dan cepat pada gambar-gambar teknik, juga pada
saat editing.
 masukkan : penambahan tanda @ pada awal masukkan koordinat
(Cartesian, Polar, Cylindrical, ataupun Spherical).
Contoh : @4<45

 MEMPERSIAPKAN BIDANG GAMBAR


Perintah yang digunakan untuk mempersiapkan bidang gambar antara lain:
a. UNITS

Digunakan untuk mengubah notasi koordinat, jarak, dan sudut sesuai


kebutuhan pemakai. Pilihan UNITS yang disediakan AutoCAD adalah:

Scientific : 2.175E + 01 Decimal Degrees


Decimal : 21.75 Degrees/Minutes/Second
Engineering : 1’ – 9.75” Grads
Architectural : 1’ – 9 ¾” Radians
Fractional : 14 ½ “ Surveyor’s units
b. LIMITS

Digunakan untuk menentukan batas daerah gambar, sehingga daerah


kerja menjadi spesifik pada area tertentu.

Command: limits
Reset Model space limits:
Specify lower left corner or [ON/OFF] <0.0000,0.0000>:
Specify upper right corner <12.0000,9.0000>: 210,297
Command: z
ZOOM
Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or
[All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window] <real time>: a

c. MVSETUP

Alternatif lain yang dipakai untuk menentukan batas gambar adalah


dengan menggunakan perintah MVSETUP.

Command: MVSETUP
Enable paper space? [No/Yes] <Y>: N
Enter units type [Scientific/Decimal/Engineering/Architectural/Metric]: E
Engineering Scales
===================

(120) 1"=10'
(240) 1"=20'
(360) 1"=30'
(480) 1"=40'
(600) 1"=50'
(720) 1"=60'
(960) 1"=80'
(1200) 1"=100'
Enter the scale factor: 1
Enter the paper width:
Requires numeric distance or two points.
Enter the paper width: 210
Enter the paper height: 297
d. GRID

Grid merupakan perintah untuk memberikan tanda luasan bidang gambar yang
berupa titik sesuai limits (batasan ruang gambar). Grid hanya nampak di
monitor , tetapi tidak akan tampak pada proses pencetakan. Cara untuk
memberi perintah grid dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
 Pada status bar kliklah 2x pada Grid
 Tekan tombol F7 d , kemudian untuk mengaktifkan dengan mengetik
 Ketik GRID pada Comman
on atau off.

e. Snap
Digunakan untuk mengunci gerakan kursor sesuai dengan grid yang telah

ditentukan. Gambar di bawah menunjukkan hasil setting grid dengan rotasi 60û.

Command: snap <enter>

Snap spacing or ON/OFF/Aspect/Rotate/Style <current>:


 LAYER

Digunakan untuk memisahkan entity drawing pada suatu lapisan yang masing-
masing secara spesifik dapat diatur propertiesnya. Pada layer dapat diatur
properties antara lain:
 Nama : sampai 31 karakter
 Visibility: Pengaturan On (visibel)/Off(invisibel)
 Type garis : digunakan untuk manajemen gambar teknik
 Warna: jumlah warna tergantung pada kemampuan layar serta video card
 Regenerated: Pengaturan Freeze (tidak di-regenerated) dan Thaw
(memungkinkan regenerated)
 Proteksi : pengaturan Lock/Unlock, pada saat Lock (entity visibel namun

tidak bisa diedit kecuali oleh beberapa perubahan properties atau


penggunaan OSNAP.

Catatan :

Pengubahan layer dari suatu obyek yang sudah ada dapat dilakukan dengan
Command CHANGE (bila obyek sejajar UCS) atau command CHPROP (bila obyek
tidak sejajar UCS) atau klik PROPERTIES pada toolbar obyek properties.
Perlu diperhatikan :
 Perbedaan antara On/Off dengan Freeze/Thaw adalah On/Off hanya

mengubah visibility layer, yaitu obyek menjadi tidak terlihat namun


proses gambar tetap menganggap adanya layer tersebut. Pada
Freeze/Thaw seolah-olah layertersebut ditiadakan sehingga selain tidak
dapat diciptakan gambar baru juga tidak diikutkan dalam proses kerja
komputer.
 Untuk menjadikan suatu Layer menjadi Current Layer dapat digunakan

perintah set pada Command Layer. Layer yang dijadikan Current Layer
tidak boleh berada dalam keadaan Freeze.
 New digunakan untuk membuat Layer baru, dengan memasukkan nama

pada blank isian kemudian klik New. Untuk menjadikan nama tersebut
menjadi Current maka klik Current pada kotak dialog Layer tersebut.
 Rename digunakan untuk mengubah nama Layer yang sudah tertulis
dengan nama baru sesuai kebutuhan.
 Make adalah Layer yang dibuat langsung dijadikan Current Layer

3. TUGAS KB.1
a. Amatilah sistim jendela pada layar AutoCAD
b. Ada berapa sistim perintah yang dapat dilakukan? Berilah contoh masing-
masing perintah!
c. Apakah yang dimaksud dengan layer?
d. Ada berapa sistem koordinat yang saudara ketahui? Berilah contoh untuk
masing-masing koordinat!
e. Diaplikasikan pada sistim apakah layer itu? Bila kurang jelas bisa
ditanyakan kepada dosen anda.
4. LEMBAR KERJA
a. Soal LK.1.a
Perhatikan gambar di bawah. Tuliskan koordinat, sign, dan kuadran dari
masing-masing titik.

P8

P4

P3 P1

P5

P10 P6 P7 P2

P9

itik Koordinat Koordinat X Koordinat Y Kuadran P1

P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10

b. Soal LK1.b
Bukalah file gambar Latihan 1 dari computer, dari data-data yang ada di
gambar tersebut berikanlah informasi tentang titik-titk koordinat ujung
garis (yang diberi tanda huruf) berbasiskan titik referensi.

5. KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA KB.1


a. Soal LK 1.a
Titik Koordinat Koordinat X Koordinat Y Kuadran P1 1 1 1

P2 2 -1 4 P3 -4 1 2 P4 -2 4 2 P5 4 0 - P6 0 0 - P7 -1 -2 3 P8 5 5
1 P9 1 -5 4 P10 -2 -1 3
b. Soal LK. 1.b
Titik Koordinat Koordinat X Koordinat Y
A 30 165

B 0 120 C -90 120 D -90 60 E 0 60 F 60 15


G 60 29 H -90 71 I -46 103 J 10 70 K 60 111
ajar 2
giatan Bel jaran
B. Ke bela : Menggambar konstruksi geometris
TujuanPe
:
 Siswa dapat mengaplikasikan perintah-perintah dasar menggambar
 Siswa mempunyai pengetahuan tentang menggambar konstruksi
geometrik secara baik dan benar menggunakan AutoCAD.

1. Uraian Materi
Untuk membuat gambar konstruksi geometrik maupun komponen mesin
diperlukan pengetahuan perintah-perintah menggambar yang ada di dalam
software AutoCAD. Adapun perintah-perintah dasar yang paling banyak digunakan
adalah sebagai berikut:
 LINE
Merupakan perintah untuk membentuk gambar garis lurus.

Berikut ini tiga metode untuk membuat gambar garis lurus, yaitu:
a. Metode dengan prinsip Cartesius
Command: L ← Command: L ←
From point: [x1,y1] ← atau From point: [x 2,y2] ←

To point: [x2,y2] ← To point: [x1,y1] ←


To point: ← To point: ←

b. Metode dengan prinsip Polar


Command: L ← Command: L ←
From point: [x1,y1] ← atau From point: [x 2,y2] ←

To point: @[P]<[α] ← To point: @[P]<[-β] ← To point: ← To


point: ←

c. Metode dengan prinsip Relatif

Command: L ← Command: L ←
From point: [x1,y1] ← atau From point: [x 2,y2] ←

To point: @[x,y] ← To point: @[-x,-y] ← To point: ← To point:



2

1
x

Gambar1. Garis lurus dengan panjang L


 CIRCLE
Perintah ini digunakan untuk membentuk gambar lingkaran.

Berikut ini lima metode untuk membentuk gambar lingkaran, yaitu:


a. Metode dengan prinsip titik pusat (Center) dan jari-jari (Radius)
Command: C ←
3P/2P/TTR/<Center point>: [x,y] ←
Diameter/<Radius>: [R] ←

b. Metode dengan prinsip titik pusat (Center) dan garis tengah (Diameter)
Command: C ←
3P/2P/TTR/<Center point>: [x,y] ←
Diameter/<Radius>: D ←
Diameter: [D] ←

c. Metode dengan prinsip 3P (3 titik acuan)


Command: C ←
3P/2P/TTR/<Center point>: 3P ←
First point: [x 1,y1] ←

Second point: [x 2,y2] ←

Third point: [x 3,y3] ←


d. Metode dengan prinsip 2P (2 titik acuan yang menjadi ujung – ujung garis
tengah lingkaran)
Command: C ←
3P/2P/TTR/<Center point>: 2P ←
First point on diameter: [x 1,y1] ←

Second point on diameter: [x 2,y2] ←

e. Metode dengan prinsip TTR (Tangen-Tangen-Radius atau dua objek


singgung dan jari-jari)
Command: C ←
3P/2P/TTR/<Center point>: TTR ←
Enter Tangen Spec: klik salah satu garis singgung dengan kursor pickbox
menggunakan mouse
Enter Tangen Spec: klik satu garis singgung yang lainnya
Radius: [R] ←

 

Gambar 2. Lingkaran dengan diameter D

 ARC
Adalah perintah untuk membentuk busur (garis lengkung).

Berikut ini sebelas prisip dasar pembentukan garis lengkung beserta

beberapa pilihan yang berkaitan dengan pembentukan garis lengkung,


yaitu:
3P = 3 titik acuan (3 point)
S = Titik awal (Start)
C = Titik pusat (Center) E = Titik
akhir (End)
A = Besar sudut (Angle)
R = Jari-jari (Radius)

D = Arah pergerakan lengkung (Direction) N = Panjang garis lengkung


(Length) CONTIN = Melanjutkan pembentukan gambar garis lengkung

a. Pembentukan garis lengkung dengan


metode 3P
: A
Command ←
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←
2,y2] ←
Specify second point of arc or [Center/End]: [x Specify end point of arc: [x
3,y3] ←
Y  

O Gambar 3. ARC dengan 3P X

b. Pembentukan garis lengkung dengan


metode S,C,E
Command: A ←
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←

Specify second point of arc or [Center/End]: C ←


Specify center point of arc: [x 2,y2] ←
Specify end point of arc or [Angle/chord Length]: [x 3,y3] ←
Y


 

O X
Gambar 4

c. Pembentukan garis lengkung dengan


metode S,C,A
Command: A
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←

Specify second point of arc or [Center/End]: C ←


Specify center point of arc: [x 2,y2] ←

Specify end point of arc or [Angle/chord Length]: A ←


Specify included angle: [α] ←


O X
Gambar 5. A

d. Pembentukan garis lengkung dengan


metode S,C,L
Command: A ←
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←

Specify second point of arc or [Center/End]: C ←


Specify center point of arc: [x 2,y2] ←

Specify end point of arc or [Angle/chord Length]: L ←


Specify length of chord: [N] ←
Y 


O X
Gambar 6. ARC dengan S,C,L

e. Pembentukan garis lengkung dengan


metode S,E,A
Command: A ←
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←

Specify second point of arc or [Center/End]: E ←


Specify end point of arc: [x 2,y2] ←

Specify center point of arc or [Angle/Direction/Radius]: A ←


Specify included angle: [α] ←

O X
Gambar 5. ARC dengan S,E,A

f. Pembentukan garis lengkung dengan


metode S,E,R
Command: A ←
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←

Specify second point of arc or [Center/End]: E ←


Specify end point of arc: [x 2,y2] ←

Specify center point of arc or [Angle/Direction/Radius]: R ←


Specify radius of arc: [J] ←
Y


O X
Gambar 5. ARC dengan S,E,R

g. Pembentukan garis lengkung dengan


metode S,E,D
Command: A ←
ARC Specify start point of arc or [Center]: [x 1,y1] ←

Specify second point of arc or [Center/End]: E ←


Specify end point of arc: [x 2,y2] ←

Specify center point of arc or [Angle/Direction/Radius]: D ←


Specify tangent direction for the start point of arc: [α] ←


O X
Gambar 7. ARC dengan S,E,D

h. Pembentuk garis lengkung dengan metode C,S,E; C,S,A; dan C,S,L


sebenarnya masing-masing sama dengan S,C,E; S,C,A dan S,C,L.
Perbedaan yang ada hanya teknik mendosent penentuan titik awal dan titik
pusat.
i. Pembentuk garis lengkung dengan
metode CONTINUE
Metode ini merupakan pembentukan garis lengkung dengan prinsip
melanjutkan objek yang terakhir dibuat. Prinsip kontinuitas ini hanya
bekerja pabila sudah ada objek berupa garis lurus atau lengkung yang
sudah dibuat sebelumnya.
Command: A ←
Center/<Start point>: ←
Berarti titik awal ada di titik terakhir objek yang dibentuk sebelumnya.
Command: A ←
Center/<Start point>: C ←
Center point: ←
Berarti titik pusat ada di titik terakhir objek yang dibentuk sebelumnya

2. TUGAS KB.2
a. Tugas KB.2.a

Buatlah gambar konstruksi geometrik dibawah ini dengan menggunakan perintah


dasar Line dan ARC. Ikuti petunjuk/langkah yang telah ada.
.0000>:

: limits limits: ON/OFF] <0.0000,0 10,297


Command del space orner or [ 2.0000,9. 0000>: 2 ), or
:a
Reset Mo wer left c corner <1 nX or nXP eal time>
Specify lo pper right e factor ( indow] <r
Specify u : z ter a scal /Scale/W
Command indow, en /Previous
ZOOM rner of w c/Extent
Specify r/Dyna s
co mi el.
[All/Centeting mod point:
Regener ecify first
a : _line Sp
Command : @0,-5
or 25,25
ext point[Undo] /Undo]: @ (klik di titik A)
Specify n or [Close (membuat garis AB)
ext point
Specify next point or [Undo]: @10,0 (membuat garis BC)
Specify n (membuat garis CD)
[Center]: 0,5 (membuat garis DE)
: arc of arc or r/End]: E (membuat garis EF)
(membuat garis FG)
(tekan enter)

or [Cente/Undo]: @
Command -35,0 adius]: R (membuat busur OGA)
int of arc /Undo]: @ ,-5
Specify or [Close (klik di titik G)
irection/R
second poext or [Close ndo]: @0
Specify sSpecify nnd r
point [Angle/D
ext point r [Close/U
Specify e t of arc /Undo]: (klik di titik A)
Specifyenter
n poino c. 10
Specify ne or [Close
dius of ar ext point
Specify
Specifyc
ra
Specify n
b. Tugas KB.2.b

Buatlah gambar konstruksi geometrik dibawah ini dengan menggunakan perintah


dasar Line dan Circle. Ikuti petunjuk/langkah yang telah ada.

0.0000>:

d. limits limits: ON/OFF] <0.0000, 10,297


Comman del space orner or [12.0000,9.0000>: 2
Reset Mo wer left c t corner <), or :a
Specify lo pper righ nX or nXP

Specify u d: z ter a scale factor ( indow] <real time>


Comman indow, en /Previous/Scale/W
ZOOM orner of w c/Extents
Specify c r/Dynami l. tan
[All/Cent
e
Regenera ting mode or [3P/2P for circle /Ttr (tan
pecify center point : 15
Membuat lingkaran L1 <5.0000>
Command: _circle S iameter]
r a d i u s ) ]dius of ci rcle or [D (klik di sembarang titik)
:
Specify ra
tan /Ttr
(tan
or [3P/2P
for circle
ter point
pecify cen
Membuat lingkaran L2
: _circle S
Command cen of
radius)]:_ (klik lingkaran L1)

]: @0,-50
or [Undo]: @5,0 0,25 : 20 (klik di titik A)
ext point or [Undo/Undo]: @ 15.0000>
Specify next point or 30,0 (membuat garis AB)
[Close Undo]: @ <
ameter]
Specify next cle or [Di 0,-25 (membuat garis BC)
point dius ofor
cir[Close/ ua @
Undo]: of ,0
Specify n ext point point: _q (membuat garis CD)
Specify ra or [Close/ ndo]: @5
Specify next point ecify first a of (membuat garis DE)
r [Close/U
Specify n xt point o : _line Sp ndo]: _qu (membuat garis EF)
Command r [Close/U
Specify next point o Undo]: (membuat garis FG)
Specify ne ext point or [Close/ (klik di titik H;membuat garis GH)
Specify n (tekan enter)

c. Tugas KB.3.c.
Buatlah gambar konstruksi geometrik dibawah ini dengan menggunakan
perintah dasar Retangle dan Circle.
idth]:
ckness/W

g 000 /Fillet/Thi
Membuat bentuk A illet=15.0 Elevation

Command: _rectan modes: F Chamfer/ ,50


ectangle point or [

Current r rst corner [Dimensions]: @30


Specify fi r point or (klik sembarang
titik,selanjutnya disebut titik K)
Specify o ther corne idth]: F let=
ickness/ 15.
00
00 W idth]:
/Fillet/Th g
Membuat bentuk B Elevation 0 ickness/W
: _rectan
Command odes: Fil ctangle m Chamfer/ 0000>: 1 /Fillet/Th
Current rerst point or [ gles Elevatio
cornerSpeci for Cham <15. n
fy fi recta
Speci fer/
point 20,40
fy fi or [
Specify fi t>: @5,5 sions]: @ r [Dimen
t: <Offse er point o
tan
(klik titik K)

Base poin ther corn


/Ttr (tan
or [3P/2P

Specify o
for circle

ter point

pecify cen
Membuat lingkaran C
: _circle S

Command_cen of tan

radius)]: (klik busur terdekat lingkaran yang hendak dibuat,C)


/Ttr (tan
or [3P/2P for circle

pecify center point D :D


Membuat lingkaran D <5.0000
: _circle S >
iameter] : 10
Command _cen of cle or 0
[Di
radius)] dius of (klik busur terdekat lingkaran yang hendak dibuat,D)rcle or f circle: 10.0000
: cir [D 1 >
dius of ci f circle <
Specify raiameter o
Specify ra iameter o
Specify d
Specify d
3. Lembar Kerja 2
a. Soal LK.2.a
Buatlah gambar konstruksi geometrik dibawah ini dengan menggunakan
perintah dasar Line dan Arc.

b. Soal LK.2.b
Buatlah gambar konstruksi geometrik dibawah ini dengan menggunakan
perintah dasar Line dan Circle.

Bersinggungan dgn
Ketiga Lingkaran
R3 x 3 buah

bersinggungan R1.5 x 3

buah
c. Soal LK.2.c
Buatlah gambar konstruksi geometrik dibawah ini dengan menggunakan
perintah dasar Line dan Arc.
G. KEGIATAN BELAJAR 3
1. Kegiatan Belajar 3 : Menggambar
komponen mesin
Tujuan Pembelajaran :
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu
mengaplikasikan perintah gambar lanjut
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu membuat
gambar komponen mesin

2. Uraian Materi
 RECTANG

Perintah untuk membentuk gambar persegi panjang. Prinsip yang dipakai


adalah penentuan dua titik pojok secara diagonal (berseberangan).
Command: RECTANG ←
Specify first corner point or [Chamfer/Elevation/Fillet/Thickness/Width]: [x1,y1] ←
Specify other corner point or [Dimensions]: [x 2
,
y
2
Y
]


 
O X
Gambar 9. Persegi panjang

 POLYGON
Untuk membentuk segi banyak (3 sampai 1024) yang sama sisi.
Command: POL ←
POLYGON Enter number of sides <4>: 8
Specify center of polygon or [Edge]: [x,y] ←
Enter an option [Inscribed in circle/Circumscribed about circle] <I>: I atau C ←
Specify radius of circle: [R] ←
Y (x,y)

Y (x,y)

O X Gambar 10a. Inscribed O X


Gambar 10b. Circumscribed

ides
Numb er of S : Menanyakan jumlah sisi untuk membentuk polygon
Edge/<Center of polygon>: Menanyakan pembentukan gambar polygon
.>:

(I/C)<
tersebut berdasarkan panjang sisinya atau titik pusatnya. Apabila anda
Circle
bout
menjawab E atau Edge berarti berdasarkan panjang sisinya.
ibed a olygon (P
mscr atu sisi p
Circle /Circu ri salah s
Maka AutoCAD akan menuntun Anda dengan pertanyaan sebagai berikut:
bed in ge rtama da
Inscri oint of ed e n titik pe
First endp of
point edg
: Tentuka 1).

d end C):
Secon : Tentukan titik keduanya. cle (I/
ut Cir
Apabila pembentukan polygon tersebut didasarkan pada titik pusatnya,
d abo
scribe
maka akan dapat ditentukan langsung dengan memberikan nilai
cum
le/Cir
koordinat x, y atau melalui pointer mouse.
n Circ
ibed i
Inscr

Inscribed artinya bentuk polygon digambar dengan sudut-sudut sebagai


batas terluar. Circumscribed artinya bentuk polygon digambar dengan
tengah sisi-sisi sebagai batas terdalam. ircle
s of C
Radiu : Pertanyaan mengenai ukuran jari-jari lingkaran (R)

 ELLIPSE
Adalah perintah untuk membuat gambar bentuk lonjong. Ada dua metode
pembuatan gambar bentuk lonjong dengan perintah ELLIPS, yaitu:
a. Metode dengan prinsip dua ujung garis sumbu dan eksentrisitas.
Command: EL ←
Specify axis endpoint of ellipse or [Arc/Center]: [x 1,y1] ←
Specify other endpoint of axis: [x 2,y2] ←
3,y3] ←
Specify distance to other axis or [Rotation]: [x atau
Command: EL ←
Specify axis endpoint of ellipse or [Arc/Center]: [x 1,y1] ←
Specify other endpoint of axis: [x 2,y2] ←

Specify distance to other axis or [Rotation]: R ←


Specify rotation around major axis: 0 sampai 89.4

Gambar 11. Ellipse tiga titik aksis Gambar 11. Ellipse dua aksis dan
rotasi

b. Metode dengan prinsip titik pusat, satu ujung garis sumbu, dan
eksentrisitas.

Prinsipnya sama dengan metode pertama, perbedaan yang ada hanyalah


penentuan titik awal pembuatannya. Kalau prinsip pertama titik awal
ditentukan sebagai ujung aksis sebagaimana terlihatpada gambar…,
sedangkan prinsip kedua , titik awal ditentukan sebagai pusat ellips,
sebagaimana terlihat pada gambar …
Gambar 11. Ellipse 1 titik pusat, 2 aksis

Gambar 11. Ellipse 1 titk pusat, 1 aksis dan rotasi

 PLINE
Adalah perintah untuk membentuk garis majemuk (polyline) dalam satu
kesatuan.

Command: PLINE ←
Specify start point: [x 1,y1] ←

Current line-width is 0.0000 Specify next point or


[Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width]: A ←
Specify endpoint of arc or
[Angle/CEnter/Direction/Halfwidth/Line/Radius/Second pt/Undo/Width]: S ←
Specify endpoint of arc or
[Angle/CEnter/CLose/Direction/Halfwidth/Line/Radius/Second pt/Undo/Width]: D ←
Specify the tangent direction for the start point of arc: 45←
Specify endpoint of arc or
[Angle/CEnter/CLose/Direction/Halfwidth/Line/Radius/Second pt/Undo/Width]: CL←

Keterangan: t
poin
From : Menanyakan titik awal pembentukan polyline, yang 00
is 0.0
width
penentuannya sebagaimana bila menggunakan perintah line.
nt line
Curre

Memberitahukan bahwa garis dalam kondisi lebar nol. Untuk mengubahnya


digunakan pwerintah width.
idth:
Halfw memungkinkan membuat setengah lebar polyline (taper)
h:
Lengt memasukkan panjang segmen polyline dengan sudut sama dengan
sudut terakhir
:
Undo membatalkan perintah terakhir polyline :

Width memasukkan lebar segmen polyline


Arc: Untuk mengubah bentuk polyline dari bentuk garis lurus ke bentuk garis
lengkung.
:
Angle Berfungsi untuk membentuk garis lengkung dengan prinsip S,A,C;
S,A,R dan S,A,E.
r:
Cente
S,C,E. Untuk membentuk garis lengkung dengan prinsip S,C,A; S,C,L; dan Untuk
: Close

membentuk segmen penutup berupa garis lengkung yang


menjadi penghubung titik akhir dan titik awal polyline.
ion:
Direct Untuk membentuk garis lengkung dengan prinsip S,D,E.
Line: Untuk mengembalikan dari bentuk garis lengkung ke bentuk garis lurus.
s:
Radiu Untuk membentuk garis lengkung dengan prinsip S,R,E atau S,E,R

 POINT
Perintah ini berfungsi untuk membentuk titik.
Command: POINT←
Current point modes: PDMODE=0 PDSIZE=0.0000
Specify a point: [x 1,y1] ←

Bentuk titik bergantung pada nilai yang ditentukan oleh perintah PDMODE Command:
PDMODE
Enter new value for PDMODE <33>:

Bentuk titik dapat lebih jelas dipilih dengan menampilkan kotak dialog Point
Style dengan cara klik Menu Format ---> Point Style, maka akan tampil kotak
dialog seperti berikut:
 MULTILINE
Digunakan untuk menggambar garis sejajar (ganda).
Command: MLINE ←
Current settings: Justification = Top, Scale = 1.00, Style = STANDARD
Specify start point or [Justification/Scale/STyle]:
Specify next point:
Specify next point or [Undo]:
Specify next point or [Close/Undo]:
Specify next point or [Close/Undo]: C
Keterangan:

Justification : mengatur seberapa jauh jarak garis ganda dari pusat


Scale : menetapkan lebar garis ganda
Close : menutup rangkaian garis ganda, seperti pada perintah
Line Style : memungkinkan memilih corak untuk Multiline

 BLOCK
Merupakan suatu kelompok objek dengan fasilitas penamaan, dengan
block pemakai dapat menyimpan dan memakai ulang suatu bagian dari
gambar atau bahkan memindahkan bagian tertentu dari gambar ke file
lain.
 INSERT BLOCK
Menyisipkan block
Beberapa perintah block antara lain:

BLOCK : digunakan untuk membuat satu kelompok yang


mempunyai nama tersendiri dalam file gambar
tersebut
WBLOCK : digunakan untuk memindahkan block ke suatu file baru,

` sehingga bisa dimanfaatkan pada file-file gambar yang lain

INSERT : untuk menampilkan kembali block atau file block yang


telah dibuat
MINSERT : untuk menampilkan block atau file block dengan array

 HATCH
Perintah Hatch digunakan untuk memberikan arsiran suatu bidang tertutup.
Terdapat beberapa pilihan type arsiran pada AutoCAD yang dapat diubah oleh
pengguna.

Untuk melakukan pengarsiran dapat dilakukan dua perintah yaitu: Prosedur


yang umum dilakukan pada perintah yang terdapat pada kotak dialog Hatch:
1. Pilih jenis arsiran yang dikehendaki (pattern type)
2. Pilih daerah yang akan diberi arsiran (pick points)
3. Menampilkan arsiran sementara (preview hatch)
4. Menerapkan arsiran (apply)

 TEXT
Digunakan untuk menulis teks.
Command: TEXT ←
Current text style: "Standard" Text height: 0.2000 ←
Specify start point of text or [Justify/Style]: J ←
Enter an option [Align/Fit/Center/Middle/Right/TL/TC/TR/ML/MC/MR/BL/BC/BR]: MC ←
Specify middle point of text: [x,y]←
Specify height <0.2000>: 5 ←
Specify rotation angle of text <0>: ←
Enter text: cad ←
Enter text: ←

Suatu gambar terkadang membutuhkan keterangan atau komentar yang bisa


dipenuhi dengan perintah TEXT, yang mempunyai banyak pilihan dalam
penempatan posisi text.

Pilihan Justification:
 Center : teks ditengahkan pada titik awal, dengan garis dasar pada titik
awal
 Middle : teks ditengahkan pada titik awal, garis dasar agak di bawah titik
awal
 Right : teks diratakan ke sebelah kanan titik awal, dengan garis dasar
berada pada titik awal
 TL, TC, TR : top left, top center, top right, teks sepenuhnya di bawah titik
awal dan dibuat rata kiri, tengah , atau kanan.
 ML, MC, MR : middle left, middle center, middle right, mirip dengan TL,

TC, TR, kecuali titik awal menentukan di tengah-tengah antara garis dasar
dan bagian atas huruf kecil teks.
 BL, BC, BR : bottom left, bottom center, bottom right, mirip TL, TC, TR,
tetapi titik awal menentukan lokasi paling bawah dari huruf teks.
 Align : terlebih dahulu menetapkan dimensi teks, align mengatur tinggi
teks.
 Fit : mirip align, dengan fit ditentukan titik awal dan titik akhir, kemudian
huruf dipadatkan agar masuk di antara dua titik yang telah ditentukan.
 DTEXT
Menawarkan perintah yang lebih flexible daripada TEXT. Perintah ini akan
membuat sebuah cursor box di layar pada titik awal text, anda masukkan
teks dengan menggunakan crosshair untuk menentukan titik baru, ukuran
text diberikan untuk tinggi text.
Command: DTEXT ←
Current text style: "Standard" Text height: 5.0000
Specify start point of text or [Justify/Style]: ←
Specify height <5.0000>: ←
Specify rotation angle of text <0>: ←
Enter text: gambar ←
Enter text: ←

 MTEXT
Perintah ini memungkinkan untuk membuat sebuah paragraf text, yang
diberi batasan. Batasan tersebut menunjukkan lebar dan arah dari
paragraf.

Command: mtext ←
Current text style: "Standard" Text height: 5.0000
Specify first corner: [x 1,y1]←

Specify opposite corner or [Height/Justify/Line spacing/Rotation/Style/Width]:J ←


Enter justification [TL/TC/TR/ML/MC/MR/BL/BC/BR] <TL>: MC ←
Specify opposite corner or [Height/Justify/Line spacing/Rotation/Style/Width]: [x 2,y2]←

2. TUGAS KB3
TUGAS KB3.a
Soal Buatlah gambar dibawah ini dengan mengikuti petunjuk/langkah yang
telah ada.
0.0000>:

Command: limits limits: [ON/OFF] <0.0000, 10,300


del space orner or .0000>: 2
Reset Mo wer left c 7.0000,11 0>: 10
Specify lo corner <1 t]
pper ap/Aspec<1.000
Specify uright N/OFF/S
Command : gridrid spacing(X) n ), or : a
or [O nX or nXP
Specify g e factor ( eal
:z ter a scal ndow] time>
/ <r
Command indow, en
ZOOM rner of w /PreviousScale/W 00
c/Extents
Specify co r/Dynami dth]: 50,1
[All/Cente el. kness/
ting mod Wi
Regenera Elevatio Fillet/Thic
n/
:g
00,50
Command : _rectan Chamfer/ions]: @1
Commandrst point or r [Dimens Apply
corner [ W
Specify fi er point o ther Save/Del/
corn
Specify o *
/Restore/
: ucs *WORLD
phic/Prev

Command cs name: ew/Move


/orthoGra

Current u option [N

Enter an : n

<World>
iew/X
ct/Face/V

w UCS or[ZAxis/3point/OBje )]: 79,31.5

Specify origin of ne ah dari kotak /Ttr (tan tan radius


Pilih pojok kiri baw for circle or [3P/2P 5

Command: c ter point ameter]: 15 tan radius)]: 10,42.


CIRCLE Specify cencle or [Di /Ttr (tan
Specify ra dius of cir for circle or [3P/2P >: 4
5

Command: ter point iameter] <15.0000 tan radius)]: 25,42.


CIRCLE Specify cen rcle or [D /Ttr (tan
Specify radius of ci for circle or [3P/2P :4
5

Command: nter point iameter] <4.0000> tan radius)]: 40,42.


CIRCLE Specify ce rcle or [D /Ttr (tan
Specify radius of ci for circle or [3P/2P :
5

Command: nter point iameter] <4.0000>


tan radius)]: 55,42.
CIRCLE S pecify ce rcle or [D /Ttr (tan
Specify radius of ci for circle or [3P/2P :

Command: nter point iameter] <4.0000>


kness/Width]: 6,3
CIRCLE S pecify dius of rcle or [D Fillet/Thic
ce ci Elevation/
Specify ra g Chamfer/ 88,9

d: _rectan point or [
sions]: @
5

Comman rst corner


r [Dimen
idth]: 6,1

Specify fi
er point o
ther corn
ckness/W
/Fillet/Thi
Specify o
Elevation
53,20

d:
Chamfer/

Comman point or [
sions]: @

RECTANG rst corner


r [Dimen
er point o
Specify fi
ther corn

Specify o

3. LEMBAR KERJA KB3


LK 3.a
Buatlah gambar dibawah ini dalam skala 1:1 pada format kertas A4. Perintah
yang boleh dipergunakan adalah line, circle, arc dan fillet.

135
120

40 R15
R10 R10

25 80
LK3.b
Buatlah gambar dibawah ini dalam skala 1:1 pada format kertas A4. Perintah
yang boleh dipergunakan adalah line, circle, arc dan fillet.

R13

R6

R7

R13

76
D. Kegiatan Belajar 4 : Editing
Tujuan Pembelajaran :
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa memahami sistim
editing
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu melakukan
editing

1. Uraian Materi
 TRIM
Digunakan untuk memotong garis dengan menentukan batas
pemotongannya

e=None
UCS, Edg
ojection= ris 1> ilih ga ]:
Command: _trim 
ttings: Pr s ... <p dge/Undo
Current seting edge und [Project/E ]:
Select cut ects: 1 fo extend or dge/Undo
Select obj ects: -select to [Project/E
Select obj m or shift extend or

ject to tri -select
to
Select ob > aris

m or shift
<pilih g ject to tri
Select ob
 EXTEND
Digunakan untuk memperpanjang garis, polyline maupun kurva dalam bidang 2D
dan 3D.

jangan>

: extend ? UCS, Edge=None as perpan

Command ettings: P rojection= pilih obyek pembat an enter>


yek yang
Current s undary edges ... < batas tek ]: pilih ob
iri
Select bo ects: 1 found akhiri pemilihan pem
[Project/Edge/Undo ]: <untuk mengakh

Select obj ects: <untuk meng ift-select to trim or [Project/Edge/Undo

Select obj ect to extend or sh to trim or


Select obj n> anjangka ift-select
tend or sh
yakan dip ect to ex
Select objer>
tekan
ent

 FILLET
Digunakan untuk membuat radius dari dua garis yang menyudut.

<enter) <enter)

rent <enter)
ius = cur
Command: fillet rrent, Rad ode = cu Trim]:
e/Radius/
ettings: M r [Polylin
Current s t object o
Select firs
<enter) <enter)
l. 3)
rim]: r llet (misa
/Radius/T jari-jari fi
r [Polyline : tentukan
t object o <0.5000>
 Menentukan ukuran chamfer
Select firs let radius
Specify fil
 Membuat fillet dari dua garis a
ek pertam pada oby

rim]: klik
/Radius/Tkedua
r [Polyline
da obyek t object o
[Link] pa
Select firs
ond objec
Select sec

 Membuat fillet dari sudut-sudut pada polyline 2D <enter)

rim]: p iinginkan yang di fillet


/Radius/T D yang d gan garis
r [Polyline polyline 2 lah pasan
t object o klik pada kkan jum
Select firs polyline: (menunj
Select re u
2D
5 lines we filleted
)
Opsi Trim akan menentukan apakah sudut yang di fillet akan dihilangkan
atau tidak.

Letak titik yang dipilih sangat menentukan bentuk akhir dari fillet. AutoCAD
akan membuat fillet dengan titik akhir yang paling dekat dengan titik yang
kita
pilih.
 ERASE
Digunakan untuk menghapus obyek gambar

Command: erase  pada lingkaran khiri)


Select objects: klik und uk menga
ects: 1 fo Enter unt
Select obj jects:  (
Select ob
 OFFSET
Digunakan untuk membuat obyek baru dengan jarak tertentu dari obyek semula
atau melalui suatu titik tertentu. Dengan OFFSET dapat dibuat lingkaran yang
konsentris (berpusat di titik yang sama), garis paralel atau kurva paralel.

 Offset dengan menentukan jarak

<enter> al:
ffset (mis ya
jarak o

current>: tentukan besarn akan diletakkan (titik 1)


hrough] < dipilih <enter>
: offset nce or [Ttukan obyek yang
sil offset
Command fset dista xit>: ten kan di sisi mana ha
Specify of set or <e t?: tentu
10) Select obj ect to off int on sid e to offse set or <e xit>:
Specify po ect to off
Select obj
 Offset dengan melalui titik tertentu

<enter>
<enter>
t dipilih 1)
current>:yek yang lalui
d: offset nce or hrough] tukan ob g akan (titik
[T mana
Comm xit>: < di
an ten yan
Speci
fy of int: tent
Select ob rough
Specify po
th
xit>:
fset or <e
ject to of
Select ob

 MOVE
Digunakan untuk memindahkan suatu obyek gambar

 Memindah dari satu titik ke titik lain

kan)

yang akan dipindah al perpindahan (1) tukan


ilih obyek khiri) itik pangk s displace ment Ten
Select objects: (p und uk menga entukan t st point a <enter)
Select objects: 1 fo Enter unt ement: T r <use fir
jects:  ( or displac cement o
Select ob ase point t of displa
Specify b cond poin ahan (2)
Specify se n perpind
titik tujua

<enter)

 Memindah dengan memasukkan koordinat perpindahan


Koordinat dapat berupa koordinat hkan)
kartesius atau koordinat kutub
n dipinda
yang aka
lih obyek
Command: move <enter)
jects: (pi
Select ob
ment>:

,3 st point as displace <enter)


ement: 2r <use fir
or displac cement o
ase point t of displa
Specify b cond poin <enter)

Specify se Obyek akan dipindahkan 2 satuan ke arah sumbu X dan 3 satuan ke

arah sumbu

Y. relatif terhadap posisi semula.

 COPY
Digunakan untuk memperbanyak suatu obyek. Secara prinsip COPY hampir sama
dengan MOVE, hanya pada COPY ini obyek semula tetap dan tidak dihilangkan.

 Memperbanyak obyek dengan menentukan titik-titiknya

Command: copy <enter tik 2


t>: klik ti
Select objects: pilih obyek yang akan diperbanyak placeme
Select objects: 1 found n
oint as dis
se first p
Select objects: ent or <ente
<u r)
Specify base point or displacement, or [Multiple]: klik titik 1
displacem
Specify second point of

 Memperbanyak obyek lebih dari satu


nyak)
n diperba
y yang aka lik p

Command: cop lih obyek ment>: kkhiri


jects: (pi und ]: M s displace <enter)
Select ob jects: 1 fo r [Multiple st point a uk menga
Select ob j e c t s : ement, o r <use fir Enter unt
Select ob or displac cement o ak, tekan
ase point t of displa diperbany <enter)
Specify b cond poin yek yang <enter)
Specify se k menempatkan ob ada titik-
titik untu

 Memperbanyak obyek dengan memasukkan koordinat


Langkah yang digunakan menyerupai nyak)
n diperbalangkah pada perintah MOVE
y yang aka
and: cop lih obyek ement>:

Comm ects: (pi und r [Multiple]: 5,10 as displac


<enter)
Select objjects: 1 fo ement, o irst point
Select ob jects: or displac or <use
Select ob f <enter
lacement
)
Specify base pointpoint of disp
econd <enter)
Specify s <enter)

Obyek akan diperbanyak dengan jarak 5 satuan ke arah sumbu X dan10 satuan
ke arah sumbu Y, relatif terhadap posisi semula.

 MIRROR
Digunakan untuk mencerminkan suatu obyek
an
dicermink (1)
ang akan cerminan 2)
h obyek y garis pen erminan (
ects: pili und k pertama aris penc <enter
)

Select obj ects: 1 fo tukan titi ik kedua g


: mirror
Select obj ects: line: Ten ntukan tit
Command of mirror or line:
Select obj Te
rst point nt of mirr <enter)
Specify fi econd poi
Specify s

Kedua titik ini membuat suatu garis pencerminan sehingga setiap obyek dan
bayangannya akan mempunyai jarak yang sama terhadap garis pencerminan
tersebut.

Delete source objects? [Yes/No] <N>: tentukan apakah obyek semula akan dihapus atau tidak

Yes 
Mencerminkan obyek dan menghapus obyek semula

No 

Mencerminkan obyek dengan mempertahankan obyek semula

 ARRAY
Digunakan untuk memperbanyak obyek dengan pola yang teratur. Ada dua jenis
array, yaitu pola segiempat dan pola lingkaran.
 Pola segiempat (Rectangular Array)

Command: array 

- Klik pada opsi Rectangular Array


- Klik pada tombol Select Objects, pilih obyek yang akan di array
Select objects: 1 found
Select objects: 

)
- Tentukan jumlah baris (rows) dan jumlah kolom (columns
et) offset)
- Tentukan jarak antar baris (row offs dan jarak antar kolom (column
- Tentukan sudutnya (standar : 0)
- Klik Preview, apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diinginkan, Klik
Accept bila sudah sesuai atau Modify jika belum sesuai.

 Pola lingkaran (Polar Array)

- Klik pada opsi Polar Array


- Klik pada tombol Select Objects, pilih obyek yang akan di array
(misal: obyek 1)

Select objects: 1 found


Select objects: 
- Tentukan titik pusat perputaran dengan memasukkan koordinat pada Center

Point atau klik pada tanda panah untuk memilih pusat pada gambar (misal:
klik pada titik 2)
- Tentukan metode Array
o Total Number of Items and angle to fill : Dengan menentukan jumlah
obyek dan sudut total yang diisi (misal: 360)
o Total Number of Items and angle between items: Dengan menentukan
jumlah obyek dan jarak sudut antar obyek
o Angle to fill and angle between items: Dengan menentukan jumlah obyek
dan jarak sudut antar obyek
- Isikan nilai dibawahnya sesuai dengan metode yang dipilih. (misalkan untuk

contoh gambar diatas berarti dipilih metode pertama dengan Number of items:
8 dan Angle to fill: 360)
- Klik Preview, apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diinginkan, Klik
Accept bila sudah sesuai atau Modify jika belum sesuai.

 ROTATE
Digunakan untuk memutar obyek dengan sudut tertentu terhadap satu titik putar
yang ditentukan.

 Memutar obyek dengan menentukan sudut perputaran



nt
SE=curre
t ANGBA
R=curren ar
: ANGDI kan diput
Command: rotate  gle in UCS ek yang a l: titik 1) misal 60)
Current positive an tukan oby ran (misa putaran (
Select objects: ten und  u perputa sudut per
Select ob jects: 1 fo jects:  tentukantitik sumb
erence]: tentukan
Select ob se point: le or [Ref
Specify ba tation ang
Specify ro

 Memutar obyek dengan menentukan referensi

gle in
Command: rotate 
ositive an rrent
Current p GDIR=cu
l. titik 1) UCS: AN =current
ran (misa ANGBASE (misal:
tik 2)
u perputa obyek 1)
(misal: ti referensi
 titik sumbr ar (misal
jects: pertama an sudut
tentukan erence]: kan diput tik 4)
Select ob pada titik menentuk

ase point: le or [Ref ek yang a (misal: ti
Specify b tation ang tukan oby 0>: klik ua untuk dut akhir
jects: ten e angle < und a titik ked ntukan su
Specify ro 
e referenc
t. klik pad jects: 1 fo
Select ob tuk mene
Specify th Select ob cond poin da titik un
Specify se le: klik
titik 2) e new angpa
Specify th
 SCALE
Digunakan untuk mengubah skala obyek, yaitu memperkecil atau memperbesar
ukuran obyek.

 Menskala obyek dengan menentukan ukuran perubahan skala

a)
h skalany
kan diuba
ek yang a

Command: scale  pada oby kan titik 1)


Select objects: (klik und ala, misal isalkan 0.5
atau 2)
Select objects: 1 fo bahan sk la nya, m
Select ob jects: gkal peru aktor ska

a titik pan asukkan f
: (klik pad rence]: (m
ase point r or [Refe
Specify b cale facto
Specify s
<enter>

Faktor skala dengan nilai diatas 1 akan memperbesar ukuran obyek, sedangkan
faktor skala dengan nilai antara 0 sampai 1 akan memperkecil ukuran obyek.

 Menskala obyek berdasarkan referensi

Command: scale 
ya)
ah skalan
akan diub

jects: (klik pada obyek yang an titik 1)


Select ob jects: 1 found ahan skala, misalk
Select ob Select ob jects: kal perub titik pang
 (klik pada nce]: r
se point: or [Refere
ubahan)

Specify ba ale factor



rubahan)
jarak per

Specify sc
: (klik tit
ik awal penentukan

ngth <1>
untuk me

ference le itik kedua erensi)


int: (klik t a titik ref
Specify re econd po : (klik pad

Specify s ew length
Specify n
 STRECTH
Digunakan untuk memperpanjang atau memperpendek obyek atau kumpulan
obyek dalam satu arah saja
an)
persilang..
yek yang -polygon. 1 ke 2)
obyek-obr crossing dow,
dari ngan win
Command: stretch 
k memilih

s  (untu crossing-
window o
obyek de
titik 3)
titik

ects: crostretch by
k seleksi
, misalkan
tentukan

Select obj jects to s


ursor untu
ergeseran
ment>: (

Select ob (seret k rst corner ound itik awal p s displace


Specify fi orner: 5 f pposite c entukan t st point a
Specify o  jects: ement: (t r <use fir
Select ob or displac cement o
Specify base point t of displatitik 4)
cond poin misalkan
Specify se geseran,
akhir per
 LENGTHEN
Digunakan untuk mengubah panjang suatu garis atau kurva

 Menggunakan pertambahan panjang atau sudut(delta)

Command: lengthen
Select an object or [DElta/Percent/Total/DYnamic]: de 
Enter delta length or [Angle] <0.0000>: (masukkan pertambahan panjang, misal 10) 
Select an object to change or [Undo]: (klik pada obyek yang ingin diperpanjang)

 Menggunakan prosentase pertambahan panjang

Command: lengthen 
Select an object or [DElta/Percent/Total/DYnamic]: p 
Enter percentage length <100.0000>: masukkan prosentase panjang akhir terhadap panjang
semula (misal 30  obyek akan berubah panjangnya menjadi hanya 30%-nya saja)

 Dengan menentukan panjang total

Command: lengthen 
Select an object or [DElta/Percent/Total/DYnamic]: t  Specify total length or [Angle]
<3.0000)>: (masukkan nilai panjang total. Misalkan 10, maka berapapun ukuran obyek
semula, akan berubah panjangnya menjadi 10)
Select an object to change or [Undo]: (klik pada obyek yang akan diubah panjangnya)

 Pertambahan panjang yang dinamis


Command: lengthen
Select an object or [DElta/Percent/Total/DYnamic]: dy 
Select an object to change or [Undo]: (klik pada obyek yang akan diubah panjangnya) Specify new
end point: (geser kursor ke posisi akhir, obyek akan bertambah panjang sampai posisi kursor)

 BREAK
Digunakan untuk memutus suatu garis atau kurva di titik tertentu atau pada dua
buah titik.

 Memutus obyek pada dua titik

<enter>

<enter>

)
dipotong titik 1)

Command: b r e a k ih garis yang akan int]: f pertama, titik


2)
ject: (pil ak point or [First po ik potong g kedua,
Select ob econd bre point: (kli k pada tit titik poton
Specify s rst break ak point: (klik pada
Specify fi econd bre
Specify s

 Memutus obyek pada satu titik


Untuk memotong pada satu titik saja, letakkan titik pertama dan kedua dalam
sama-sama satu titik.

CHAMFER digunakan untuk membuat chamfer yaitu dengan


menghilangkan sisi tajam dari suatu sudut siku-siku.

<enter)

, Dist2 = current d <enter)

fer Dist1 = current mUltiple]: r (misal: 2)


Command: c h a m f e r /Method/ n chamfe
ode) Current cham ngle/Trim an ukura
(TRIM m Polyline/D istance/A <0.0000> : masukk
t line or [ r distance
 Menentukan ukuran chamfer
Select firs st chamfe
Specify fir
Specify second chamfer distance <2.0000>:  (jika ukuran chamfer sama atau 45)

 Membuat chamfer dengan sudut 45  dari dua buah garis

st line or
Select fir
rtama
a garis pe
]: klik pad
/mUltiple
 Membuat chamfer dari sudut-sudut pada m/Meth u <ente
polyline 2D od a r)
Angle/Tri garis ked ]: p
Distance/ klik pada /mUltiple utnya
[Polyline/ ond line: m/Method sudut-sud
Select sec Angle/Tri i chamfer
Distance/ ng ingin d
[Polyline/ ine 2D ya
st line or pilih polyl
Select fir polyline
Select :
2D
aris
sangan g
jumlah pa
unjukkan
red (men
re chamfe
6 lines we

 Membuat chamfer dengan menentukan panjang chamfer dan sudut


<enter)
: a misal: 10
chamfer, al: 30
mUltiple]
n ukuran mfer, mis
/Method/
: tentuka sudut
ngle/Trim cha s pertama
istance/A <0.0000> : klik gari
Polyline/D e first line tentukan mUltiple
]
t line or [ gth on th
ne <0>: /Method/
Select firs amfer len the first li ngle/Tri
m
gle from istance/A
Specify ch hamfer an Polyline/D kedua
Specify c t line or [ klik garis
Select firs cond line:
Select se

Opsi Trim akan menentukan apakah sudut yang di chamfer akan dihilangkan
atau tidak. Option Method digunakan untuk menentukan metode chamfer,

apakah dengan menentukan masing-masing ukuran panjang chamfer, atau


dengan menentukan satu ukuran panjang chamfer dan sudut.

ALIGN digunakan untuk memindah, memutar atau mengubah ukuran


obyek supaya selaras dengan obyek yang lain. Obyek dipindahkan dengan
menentukan titik asal dan titik tujuan dari align.
di align

: align ih obyek yang akanl pertama (titik 1) itik 2)


Command ertama (t <enter)
Select objects: pil ih titik asa k tujuan p a (titik 3) titik 4)
Select objects: point: pil : pilih titi asal kedu n kedua (
<enter)
Specify first source tion pointpilih titik titik tujua
st destina ce point: int: pilih :
Specify fir cond sour ination po continue>
Specify se cond dest point or <
Specify se ird source
Specify th <enter)
Scale objects based on alignment points? [Yes/No] <N>: y <enter)

Pilihan Yes akan mengubah ukuran obyek yang di align menyesuaikan


ukuran obyek tujuan. Pilihan No akan menyelaraskan obyek tanpa
mengubah ukuran obyek yang di align.
KB4
3. TUGAS
Tugas KB4. a
Soal Buatlah gambar Bell Crank dibawah ini dengan mengikuti
petunjuk/langkah yang telah ada.

rld]
ply/?/Wo

* hic/Prev/Restore/Save/Del/Ap ] <0,0,0>:
Membuat sistim koodinat baru iew/X/Y/Z
Command: ucs *WORLD orthoGrap ct/Face/V
Current u cs name: ew/Move/ oint/OBje [ZAxis/3p
option [N
Enter an <World> : nrigin of ne w UCS or )]: 0,0 tan radius
Specify o /Ttr
20,30 or [3P/2P(tan

for circle d

d. c Membuat lingkaran a
nter point
Comman pecify ce iameter
]:
CIRCLE S rcle or [D dius of ci .5
Specify ra f circle: 2 s)]:
iameter o 0,0
Specify /Ttr tan radiu
d (tan
:c or [3P/2P
for circle
Membuat
Commandpecify cen lingkaran b
CIRCLE S
d
1.2500>:
meter] < 6.8
cle or [Dia 2.5000>:
dius of cir f circle <
Specify ra iameter o
Specify d
12.5
: l Membuat garis bantu c
Command cify first point: 20,-: @0,30
LINE Spe or [Undo] ext point :
or [Undo]
Specify n ext point
Specify n

Membuat garis bantu d

12.5

Command: l oint: 33,- : @0,30


LINE Spe cify first p ext point or [Undo] :
or [Undo] ,-12.5
Specify n Membuat garis bantu e
d. l ext point
oint: 37.5
Comman Specify n ]: @0,30
LINE Spe cify first p ext point or [Undo ]:
or [Undo
Specify n ext point
Specify n
]: 0,0
Membuat garis arc f r [Center r/End]: e r
Command: arc t of arc o or [Cente /Radius]:
Specify start poin int of arc0,-12.5 /Direction
Specify second poof arc: 2 or [Angle
Specify e nd point enter poi nt of arc rc: 30
Specify c adius of
Specify a
r ge=None ngan
perpanja arc
Memperpanjang arc f =UCS, Ed gai batas
Command: extend rojection ris e seba
Current settings: P dges ... ilihlah ga
Select bo undary e jects: 1 f ound (p
Select ob KR)
dengan jects:
KSelect ob
ct/E

hift-select to trim or [Proje t/Edge/Undo]:

ject to extend or s t to trim or [Projec


Select ob hift-selec dpo pil
ih
garis f tend or s dius)]:
Select ob ject to ex en
2P/Ttr an tan ra
e or [3P/(t
t for circl
Command: cMembuat
nterlingkaran
poin g 0>: d

CIRCLE Specify ce Diameter] <3.400


garis e circle or [ 6.8000>: 2.5
of adius of f circle < ndpo
Specify
r
iameter o dius)]: e
Specify d an tan
t for 2P/Ttr (tra
circl e or [3P/
d. Membuat lingkaran h
Comman pecify center poin <1.2500>: d

CIRCLE S iameter] 6.8


garis e rcle or 2.5000>:
of [D
dius of ci f 5,3.4
Specify ra circle < ius)]:
iameter
Specifyod n tan rad27.
2P/Ttr (ta
: d e or [3P/
t for
circl
Comman d. c pecify nter poin iameter] : 12.5
ce
CIRCLE S adius of ircle or 6.8000
c [Df circle <>

Specify r iameter o
Specify d
ik garis arc
d. l Membuat garis j otongan
oint: ket
Comman cify first p aris perp KR
]: pilih lingkaran
gLINE
or [Undo tang lalu pilih h dengan K
to ext point garis
Specify n i
]: dengan

d or [Undo
of
ext point
Specify n rc b
n garis
ih quadraa aris arc i
d. l Membuat garis k
Comman point: pil uadran
cify first ]: g
LINE Spe pilih q or [Undo
of ext point ]:
Specify or [Undo
n
of ext point
Specify n

IM, Radius = 1 Ultiple]: r

ode =s/Trim/m
Membuat fiilet
TR ne/Radiu
d. _fillet
Comman ettings: M Ultipl
Current s or [Polyli 0>: 1.25 s/Trim/ e
st object s ne/Radi m
Select fir illet radiu<1.250 u
or [Polyli
Specify f st object
Select cb
fir ]: pilih ar
d: Membuat fiilet f iu s = 1.250 Ul 0 i
I tip l
M le] i
, : h
p
R a
a r
d c
f
Comman t: pilih arc s/Trim/
ode = TRond m
FILLET
Select sec ettings: or [Polyli arc h
Current M
s
Select fir st object cond obj ect: pilih
Select se

Memotong garis
d. _trim
Comman
e
dge=Non

ettings: P rojection=UCS, E ) ndo]: pilih


arc i
Current s tting edges ... ih garis j garis k) ct/Edge/U do]:
Select cu jects: 1 found (pilotal (pilih or [Proje /Edge/Un
Select ob jects: 1 found, 2 t o extend r [Project
Select ob er t-select t extend
jects: ent im or t-select o
shif
Select ob ject to tr to
m or shif
Select ob ject to
Select tri
ob
is c) )
Menghapus garis tidak terpakai
d. e (pilih gar
Comman ound otal (pilih garis d )
ERASE jects: 1 f ound, 2 t otal (pilih garis e
Select ob jects: 1 f ound, 3
Select jects: 1 t
ob Sele ject
f
ctSel s:
ect
4. LEMBAR KERJA
LK4. a
Bukalah kembali file LK3.a kemudian buatlah menjadi gambar sperti dibawah ini
dengan menggunakan perintah editing fillet.

LK4. b
Buatlah gambar seperti gambar dibawah ini.

LK4. c.
Buatlah gambar seperti gambar dibawah ini dengan skala 1:1

LK4. c
Buatlah gambar seperti gambar dibawah ini dengan skala 1:1
H. KEGIATAN BELAJAR 5
1. Kegiatan Belajar 5 : Penunjukan
ukuran

Tujuan Pembelajaran :
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa memahami sistim
pemberian ukuran.
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu membuat
gambar kerja
 Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa memiliki
kemampuan melakukan editing
2. Uraian Materi
Beberapa komponen dari dimensi:

Anda dapat menentukan besaran komponen-komponen diatas dengan membuat


suatu Dimension Styles. Dimensions Styles adalah setting yang menunjukkan
tampilan dari pemberian ukuran pada gambar. Dalam satu gambar dapat dibuat
beberapa Dimension Style secara bersamaan. Terdapat dimensi dua standar D.
yang sudah ada ketika anda membuat gambar, yaitu ISO-25 atau STANDAR

Untuk memulai membuat Dimension Styles bisa anda panggil dari menu Format 
Dimension Style,atau ketik D . Akan muncul kotak dialog Dimension Style

Manager. Anda akan mendapati style Standard untuk sistem British atau ISO-25
untuk sistem Metris.

Buatlah style anda sendiri dengan mengklik New. Berilah nama style anda pada
kolom New Style Name, Start With: ISO-25 (atau STANDARD), Use for: All

i
Dimensions. Klik Continue. Akan muncul kota dialog baru dengan masing-masing
tab: Lines and Arrow, Text, Fit, Primary Units, Alternate units dan Tolerance.

Tab Lines and arrow


- Dimension Lines  garis ukur
o Color: Warna garis; Lineweigth: Tebal garis; keduanya sebaiknya
ditentukan ByBlock.
o Baseline Spacing: jarak antara garis ukur pada ukuran
sejajar
o Suppress Cara penunjukkan garis dimensi ketika berada
diluar garis bantu.

- Extension Lines  Garis bantu


o Extend Beyond Dim Lines: jarak garis yang dilebihkan terhadap garis ukur
(kira-kira2 mm)
o Offset From Origin: Jarak antara garis bantu dan garis benda untuk
membedakan keduanya.

- Arrowheads  Tanda panah


o 1st : Mengatur tipe anak panah untuk garis ukur pertama. Ketika anda
mengubah tipe anak panah pertama, otomatis tipe anak panah kedua
menyesuaikan. Gunakan tipe Closed Filled
o 2nd: Anak panah kedua.
o Arrow Size: ukuran besar anak panah. Sesuaikan dengan besar angka ukur
dan ukuran benda secara keseluruhan

- Center Marks for Circles Tanda pusat lingkaran

Tab Text
- Text appearance: Mengatur tampilan angka ukur
o Text Style: Mengatur jenis tulisan. Pilih Style Standard atau tentukan Font
dengan mengklik tombol disamping nya. Font bisa anda pilih ISOCTEUR,
ISOCPEUR, ISOCT (sesuai standar ISO) dan sebagainya.
o Text Color: Warna angka ukur
o Text Height: Tinggi dari angka ukur. Tentukan sesuai standar ISO : 2.5;
3.5; 5; 7; 10; 14 atau 20.
o Fraction Height Scale: faktor skala untuk ukuran pecahan (sistem British)
o Draw Frame Around Text: Memberi kotak pada sekeliling angka ukur.

- Text Placement  mengatur penempatan angka ukur.


o Pilihlah Above (diatas) untuk Vertical dan Centered (di tengah) untuk
Horizontal.

ii
o Offset From Dimension Line: jarak angka ukur dengan garis ukur (kira-kira
1 mm)

- Text Alignment  Mengatur orientasi angka ukur.


o Pilihlah ISO Standard atau Aligned with dimension line

Tab Fit
- Fit Options  pilihan untuk penempatan angka ukur dan garis ukur apabila
tidak tersedia tempat yang cukup di antara garis bantu. Pilihlah Either the Text
or the Arrows, Whichever Fits Best
o Suppress Arrows If They Don't Fit Inside Extension Lines: Anak panah
akan dihilangkan apabila tempat tidak mencukupi. Kosongkan pilihan ini.

- Text Placement: Penempatan angaka ukur bila tempat tidak mencukupi:


Pilihlah Beside the dimension line (disamping garis ukur)
- Scale for dimension feature: Penentuan skala ukuran. Apabila anda
menggunakan lebi dari satu skala pada gambar, tentukan Dimension Style
tersendiri untuk masing-masing skala.
- Fine tuning: aturan tambahan supaya diperoleh ukuran yang lebih baik.
o Place Text Manually When Dimensioning: Menempatkan angka ukur secara
manual. Akan lebih mudah jika pilihan ini ditinggalkan (penempatan secara
otomatis)
o Always Draw Dim Line Between Ext Lines: Selalu menggambar garis ukur
diantara titik-titik yang diukur walaupun anak panah diletakkan diluar garis
bantu.
Tab Primary Units
- Linear Dimensions mengatur format dan ketelitian pengukuran
o Unit Fomat: Mengatur format ukuran untuk semua pengukuran kecuali
ukuran sudut. Terdapat pilihan Desimal, fractional (pecahan), dsb.
o Precision: Mengatur ketelitian ukuran sampai beberapa angka dibelakang
koma.
o Fractional format: Jika anda menggunakan format pecahan, pilihan ini
akan mengatur tampilan dari pecahan tersebut
o Decimal separator: Jika anda menggunakan format decimal, pilihan ini
akan mengatur pembatas angka desimal apakah menggunakan titik, koma
atau spasi
o Round off: Digunakan untuk menentukan pembulatan ukuran
o Prefix akan memberikan awalan pada angka ukur, sedankan Suffix
memberikan akhiran pada angka ukur

- Measurement scale  mengatur skala pengukuran


o Scale factor: Mengatur skala, AutoCAD otomatis mengalikan hasil
pengukuran dengan skala yang ditentukan disini (kecuali ukuran sudut)
o Apply to layout dimension only: menerapkan skala pengukuran hanya
pada ukuran di dalam Layout

iii
- Zero suppression  menghilangkan angka nol
o Leading: di awal angka ukur , misal 0.5000 menjadi .5000.
o Trailing: di akhir ukuran setelah tanda desimal, misal 12.5000 menjadi12.5;
dan 30.0000 menjadi 30.

- Agular Dimension  mengatur tampilan ukuran sudut


o Units format : mengatur format ukuran sudut menggunakan derajat;
derajat-menit-detik; gradian atau radian
o Precision: mengatur ketelitian ukuran sudut

Tab Alternate units menampilkan ukuran alternatif (dalam format ukuran


yang lain)

Tab Tolerance  mengatur angka toleransi apabila diperlukan

iv
Memberikan Ukuran

Perintah pemberian ukuran dapat anda panggil dari Menu Dimension atau
menggunakan Toolbar Dimension (jika belum muncul dapaqqt anda panggil dari
ViewToolbars... Dimension.

5 7 16
1 ) Liear dimension

2 ) Aligned dimension 3) Ordinate dimension

v
4. Radius dimension 5) Diameter dimension

6. Angular dimension 7) Baseline dimension

9. Continue dimension 10) Quick Leader Mark

M10 1.5

11. Center

vi
12. Tolerance

13. Dimension Edit : Untuk mengubah ukuran yang sudah dibuat

14. Dimension text edit: untuk mengubah posisi dan orientasi angka ukur
yang sudah dibuat

15. Dimension update: Untuk mengaplikasikan perubahan yang sudah


dilakukan pada ukuran
16. Dim style control: Untuk memilih Dimension Style yang akan digunakan
17. Dimension Style: Membuka kotak dialog Dimension Style Manager

vii
5. TUGAS
a. Buka file gambar LK3.a. lengkapilah dengan penunjukan ukuran
b. Bukalah file gambar LK3b. lengkapilah dengan etiket gambar dan
penunjukana ukuran
c. Bukalah file gambar LK4.a. lengkapilah dengan pandangan atas, etiket
dan tanda pengerjaan

6. LEMBAR KERJA
LK5.
Salinlah gambar di bawah ini pada format A4 lengkap dengan tanda

pengukuran dan tanda pengerjaannya. Waktu maksimal yang diijinkan untuk


mengerjakan soal ini adalah 200 menit.

viii
I. KEGIATAN BELAJAR 6
1. Kegiatan Belajar 6 : Pencetakan Gambar
Tujuan Pembelajaran :
a. Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa memahami sistim
pemberian pencetakan gambar.
b. Setelah selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa mampu mencetak
gambar.

2. Uraian Materi

ix
Gambar Plot devise Gambar Plot Layout Setting

Plot Devise
Plot devise adalah daerah yang berisikan perintah-perintah memilih perangkat
pencetakan sesuai dengan perangkat yang telah ada dan dikonfigurasikan
didalam Auto CAD. Melalui pilihan properties dapat diatur kualitas pencetakan,
port, perangkat, dan media dari plotter/printer yang dipilih.

x
Plot setting
Ploting setting adalah daerah pengaturan daerah pencetakan. Pada pilihan ini
yang diatur adalah pilihan kertas, orientasi, area cetak, skala, posisi, dll. Pada area
plot pilihan yang ada adalah:
y
 Displa
Pilihan ini merupakan pilihan mencetak gambar sesuai dengan apa yang
ada dan terlihat di monitor. Semua yang ada di dalam area gambar itulah
yang akan tercetak.
 Extend

Pilihan ini merupakan pilihan pencetakan sesuai dengan limits (batas


gambar) yang telah ditentukan sebelumnya.
 View

Pilihan ini adalah pilihan pencetakan berdasarkan view yang telah ada
sebelumnya. Jika sebelumnya belum ada view maka pilihan ini tidak
disarankan.
 Window

Pencetakan melalui pilihan window digunakan jika area gambar yang akan
dicetak ditentukan melalui batas rectangular window. Penentuan batas
dilakukan dengan menentukan dua batas pojok dengan klik kiri.

Hal lain yang dapat diatur adalah plot scale, yaitu pengaturan skala pencetakan
gambar. Pilihan yang ada adalah pilihan perbandingan antara ukuran decimal atau
Inggris. Sementara di area drawing rotation dapat ditentukan posisi kertas dalam
pencetakan, apakah portrait atau landscape.
xi
6. LEMBAR KERJA
LK6.
Salinlah gambar di bawah ini pada format A4 lengkap dengan tanda

pengukuran dan cetaklah pada kertas A4. Waktu maksimal yang diijinkan
untuk mengerjakan soal ini adalah 200 menit.

xii

Anda mungkin juga menyukai